"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, January 26, 2013

Tenth Drama - Chapter 7


Vicious Mr. Kang


Chae Moon dan sahabatnya Mu Ri sedang mencatat pelajaran yang diterangkan oleh guru mereka di depan kelas. Sesekali mereka bertukar buku tempat mereka biasa menulis percakapan mereka tanpa harus bersuara agar guru tidak mengetahui apa yang mereka kerjakan.

“Kamu libur kan malam ini?” tulis Mu Ri pada buku yang dia berikan pada Chae Moon.

Chae Moon pun menulis jawabannya sebelum memberikan buku itu kembali pada sahabatnya.


“Iya, aku ingin tidur dengan nyenyak setelah pekerjaan yang melelahkan semalam” balasnya.

Buku itu kini berpindah tangan pada Mu Ri yang duduk dibelakang Chae Moon.

“Aku mendengar apa yang kamu lakukan dengan tamu itu. Katanya dia tampan dan maskulin. Tubuhnya sungguh sempurna. Jangan katakan kamu tidak tertarik padanya. Kalau tidak mengapa kamu mau melakukan hal itu bersamanya? Hihi” Mu Ri sangat senang mendengar Chae Moon menikmati pekerjaannya.

“Jangan sembarangan. Dia hanya pelanggan. Dan aku tak akan kencan dengan pelanggan! Titik!”

“Jangan terlalu keras pada dirimu. Karena bisa menjadi bumerang dilain waktu. Akui saja kamu suka laki-laki itu kan..? ^^” Mu Ri menambahkan tanda senyuman pada tulisannya. Yang dibalas Chae Moon dengan simbol geram.

“Tidak! -____- Aku tidak menyukainya! Laki-laki yang pergi ke klab malam dan melakukan hal seperti itu di depan umum, dia bukan laki baik-baik. Mungkin saja dia mengidap penyakit kelamin. Hii...” jawab Chae Moon.

“Lalu mengapa kamu masih mau bersentuhan dengannya? Kalian hanya dibatasi kain tipis bahkan hampir telanjang. Jangan bilang kamu tidak terangsang..hehe..ayo ngaku..”

“!!! Pembicaraan ini tidak pantas ditulis dibuku ini Mu Ri! Kamu nakal!! Kita akan membicarakannya saat pulang nanti, OK? XD”

Mu Ri tersenyum senang. Mereka akan mampir ke tempat langganan dimana mereka biasa membagi pengalaman mereka saat bekerja semalam.

“Kamu berhutang cerita yang panas padaku, Butterfly..” tulis Mu Ri mengakhiri perbincangan mereka lewat buku itu.

Saat Mu Ri memberikan buku itu pada Chae Moon, Chae Moon membelalakan matanya membaca tulisan Mu Ri. Dengan berbisik dia memutar tubuhnya dan menghadapi sahabatnya itu.

“Ya! Wanna die? Jangan sebut-sebut namaku di depan umum” gertaknya berpura-pura marah.

Kemudian mereka pun tersenyum saling mengerti.

“Pinky...” lanjut Chae Moon saat menyebutkan nama panggung Mu Ri.

~~~~

Jung Nam berdiri dari duduknya, menyalami tangan klien yang baru saja bercakap-cakap dengannya. Masih memerlukan beberapa kali pertemuan lagi sebelum klien itu menerima perjanjian kerjasama perusahaan mereka.

“Terima kasih Mr. Park untuk jamuan makan siang yang menyenangkan ini. Secepatnya saya akan menghubungi anda mengenai jawaban percakapan kita barusan. Akan sangat menguntungkan bila perusahaan kita bisa bekerja sama, namun saya harus berunding dengan dewan direksi sebelum menyetujui kerja sama bernilai milyaran Won ini” kata sang Klien yang menjabat tangan Jung Nam dengan mantap.

Tak kalah diplomatis, Jung Nam membalas ucapan Kliennya itu.

“Tentu saja Presiden Go, kerja sama kita nanti akan diikuti dengan kerjasama-kerjasama lain yang bernilai lebih besar dari ini. Maka akan sangat disayangkan bila kita tidak bisa bekerja sama. Saya akan menanti kabar dari anda kalau begitu”

Mereka pun keluar dari restoran itu dan Jung Nam mengantarkan kliennya hingga pintu masuk restoran. Matanya menangkap gerakan seorang laki-laki tua yang berjalan agak terpincang diikuti beberapa bawahannya yang usianya tak berbeda jauh dari si pengusaha itu. Mr. Kang.

Tatapan mata mereka terkunci. Mr. Kang memicingkan matanya saat melihat Jung Nam. Dengan kesal dia membuang mukanya tanpa menghiraukan laki-laki itu dan berlalu dari sana tanpa berkata sepatah katapun.

Jung Nam memandang penuh kebencian pada laki-laki tua itu. Teringat kembali pada percakapan mereka saat dirinya dan Rossy Kang menemui Mr. Kang di rumah makan seusainya dia bertemu dengan Jung Min, saat Jung Min membatalkan pertunangan dirinya dengan Rossy yang membuat Mister Kang murka.

Setahun yang lalu

“Bila kita sudah berada di depan ayahku, kita harus membungkuk memberi hormat. Ayahku tidak suka dengan orang yang lancang, apalagi bila orang itu jauh lebih muda darinya. Ayahku akan memakanmu bila kamu berani melecehkannya” Rossy Kang menjelaskan pada Jung Nam mengenai ayahnya, mereka sedang duduk di jok belakang mobil Rossy.

“Apa lagi yang harus aku ingat saat berhadapan dengan ayahmu?”

“Bila ayahku marah, kamu harus diam. Jangan membantahnya, atau dia akan semakin murka dan rencana kita akan berantakan. Bisa-bisa ayahku tidak merestui hubungan kita” jawab Rossy sedih.

Jung Nam terdiam sejenak, lalu mengangguk pada Rossy. “Baik. Aku rasa aku bisa begitu. Ada lagi?” cengirnya. Tangannya memeluk bahu Rossy, meremas pundak wanita itu.

“Hm... Selebihnya, biarkan aku yang berbicara. Ayah tidak akan menolak kata-kataku, kan?” senyumnya percaya diri.

“Baiklah, tuan putri. Aku turut pada kehendakmu”

Jung Nam mencium pipi kekasihnya, merasa dadanya begitu penuh sesak dengan cinta. Akhirnya dia menemukan arti dari kecemburuannya selama ini pada wanita ini. Menemukan arti dari rasa benci dan kesalnya pada Rossy Kang. Wanita yang selalu mengikutinya saat mereka kanak-kanak, wanita yang membuatnya merasa ingin melindunginya saat dia menangis. Wanita yang ingin dia habiskan hidupnya bersamanya. Wanita yang dia cintai.

“Ayah, ada yang ingin aku kenalkan padama. Park Jung Nam. Laki-laki yang aku cintai. Kami saling mencintai” dengan senyum bahagia, Rossy Kang mengenalkan Jung Nam pada ayahnya. Namun senyumnya berubah kecut saat mendengar bentakan marah ayahnya. 

“Apa katamu?” Mr. Kang kaget setengah mati. Dia membelalakan matanya pada Jung Nam. Dia tidak bisa menerima satu laki-laki keluarga Park lagi mengacaukan hidup keluarganya.

“Aku bilang, aku mencintai laki-laki ini, Park Jung Nam” kata Rossy Kang tegas. Dia tidak memperdulikan tatapan marah ayahnya.

Dengan kesal Mr. Kang berdiri lalu menghampiri Jung Nam.

“Dengarkan anak muda, hubungan keluarga Park dan keluarga Kang sudah selesai, sejak kakakmu memutuskan pertunangan ini. Tak akan aku biarkan anakku masuk ke dalam keluargamu. Kalian tak akan kubiarkan bersama” kemudian Mr. Kang menatap anaknya Rossy.

Padanya Mr. Kang berkata “Besok pagi, ayah tunggu kamu dirumah. Ayah, ibumu, kita harus berbicara”

Mr. Kang kemudian menatap sekali lagi wajah Jung Nam dan berlalu dari sana dengan langkah pincang tertatih-tatih.

Jung Nam merasa kesal, tapi tak ingin mengucapkan sepatah katapun karena telah berjanji pada Rossy. Dalam hatinya laki-laki itu kesal setangah mati, ingin membela dirinya, ingin membela keluarganya. Mr. Kang harus tahu bahwa dia tak dapat memisahkan pasangan yang saling mencintai. Dia tidak akan memisahkan Jung Nam dari Rossy. Begitulah yang Jung Nam kira sore itu.

Rossy tersenyum muram pada Jung Nam, mencoba meyakinkan kekasihnya itu agar tidak khawatir. Dia akan berbicara dengan keluarganya agar hubungan mereka direstui.

“Jangan khawatir, honey.. Aku akan berbicara dengan ayah. Dia pasti mengerti, aku memilih bersamamu, karena aku mencintaimu. Ayahku tidak mungkin membuatku menderita dengan memisahkan kita, kan? Dia menyayangiku.. ayo berikan aku senyummu yang termanis. Kamu terlihat jelek bila muram seperti ini”

“Aku tidak bisa tersenyum bila bibirku belum mendapat ciuman dari kekasihku. Ciuman yang panas..” Jung Nam masih berpura-pura merengut. Dia suka membuat Rossy salah tingkah karena godaannya di depan umum.

“Aku tak akan menciummu disini, Jung Nam. Semua orang akan membicarakan kita” bisiknya sebal.

“Bukankah itu yang kita cari, Rossy? Orang-orang mengetahui hubungan kita. Ayahmu tak mungkin mengelak lagi, kan?” Jung Nam menatap tajam mata Rossy.

Sejenak Rossy terdiam, memikirkan arti perkataan Jung Nam. “Kamu benar, itu jalan satu-satunya agar ayahku tak bisa menghindar lagi mengenai hubungan kita. Kamu sungguh licik, Park Jung Nam..” Rossy mengalungkan kedua tangannya pada leher Jung Nam, menarik wajah laki-laki itu mendekati wajahnya. Menyatukan bibir mereka dengan panas.

Di dalam restoran mewah itu, para pengunjung yang sedang bersantap disana menghentikan kegiatan mereka sejenak demi menyaksikan ciuman terpanas sore itu. Ciuman yang didengung-dengungkan di kalangan para pengusaha karena Presiden Direktur KD Gold and Mine berciuman dengan adik dari tunangannya, mereka belum mengetahui mengenai kabar pembatalan pertunangan itu hingga keesokan harinya. Dan tak sedikit dari mereka itu berprasangka Jung Nam lah penyebab dibatalkannya pertunangan itu.

Sepulangnya dari restoran, Rossy mengajak Jung Nam ke apartemennya untuk menghabiskan waktu mereka bersama. Laki-laki itu dengan senang menginap di apartemen kekasihnya. Dia memang menantikan waktu untuk berduaan dengan Rossy Kang.

Namun sejak hari itu Rossy Kang tak pernah menghubunginya lagi. Wanita itu seakan menghilang dari bumi, bahkan apartemennya pun telah dikosongkan untuk disewakan kepada orang lain. Terkadang selama setahun penantiannya, Jung Nam akan singgah ke apartemen itu untuk mengetuk pintunya namun akan kembali terluka saat tidak menemukan wanita yang dicarinya. Apartemen itu kini ditempati oleh sebuah keluarga kecil dengan seorang anak mereka yang masih balita. 


39 comments:

  1. Haiaaa,,,
    Sdh mulai seru nih konflikny,,,
    Apakah Mr. Kang akan m'beritahukan pd Jung Nam ttg keberadaan Rossy??
    Hhmmm,,,
    & apakah Jung Nam akan dlanda dilema??
    Hmmmmmm,,tunggu klanjutanny di Myowndramastory,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. always dtunggu koq sae,,,#kiss-kiss

      Delete
    2. b'day cake kmren, darl',,,hasil karyanya adekkuyg laki,,

      Delete
  2. Mba sumpah ƍäªk rela bgt rossy n jung nam hrs berpisah. Kisahnya lebih tragis dr jeong n jung in. Kl mrka ƍäªk bs bersatu mending jung nam dibikin mati aja, aku lbh rela... ​​Нëнëdнëнëdнëнëd™

    ReplyDelete
    Replies
    1. hee.. sadis donk.. sedih jdnya hee..

      Delete
    2. beneran nigh mbak fathy rela???
      hmmmmmmmmm,,,,, *mikir keras,,

      Delete
  3. ma 'ce mumun aja,jung nam mendapat lawan seimbang.huhuh ksian jung nam tp :(

    ReplyDelete
  4. itu pic nya mr.kang mba?
    serem juga...
    kasian park jung nam honey bunney sweety tralala trilili ku. Udeh rossy kang ilang tumbung neng chae moon bang.. Kkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya.. ni aktor biasa jadi pemain jahat, tp aku suka dia. wkwkwkw...

      Delete
  5. kasian jung nam...
    mbak, kalo emg jung nam gk jodoh ma rossy.. satuin j ma chae moon..biar ad yg jagai chae moon na...hehhehhe
    lgan kalo ma rossy nnt dpt mertua galak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah kan tantangan buat jung nam. menaklukan mertua galak. huahauhauaa

      Delete
  6. masalah mulai dikemukan nih kayaknya.....
    ayo mbak ditunggu nih chapter berikutnya....;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum punya cin.. ampyun heueueuhhuee. eh kmrin dirimu kan ya yg mnt cerita erotis?? maksudnya 100% erotis. wkwkkwkw.. kl iya, email me ok. ;)

      Delete
    2. Wah ada yg mw dikirimin 100% erotis :ngiler:

      Delete
  7. Biarin aja, jung nam mati...
    Drpd rossy hrs tersiksa untuk kedua kali'a....


    Rossy juga tersiksa bkn cm jung nam....

    ReplyDelete
    Replies
    1. owh really??
      emang mbak fathy dah interview langsung ama si Rossynya???wkkkwkwkwwwkwkkk
      ga ngajak2 euy,,

      Delete
    2. @riska : udah kemarin rossy nangis2 di rumahku...
      dia hampir aja bunuh diri... *bikin cerita sendiri

      @mba shin : mba juga tega sama rossy
      pokoke aku maunya rossy n jung nam :P
      hehehehe

      kabur dah sebelum yang empunya blog marah....

      Delete
    3. hmm... gmn ya.. ngetik aja belum :( ketikin donk.. lg gak bs berpikir nih. Jung Nam belum merasuk ke dalam kepala. masih si Darren doank, tp itupun lg galau.. lol

      Delete
  8. tentang balas2an surat di buku tulis itu mengingatkanku jaman sekolah dulu.. lol tapi ini perbincangannya lebih vulgar.
    hayooo nanti jungnam bingung nih mau milih chae moon apa rossy :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... sama ya sist?? bukuku habis dah buat begituan dl. wkwkkww

      Delete
  9. Cinta Jung nam sma rossy layu sbelum mekar.... Hehehh.

    ReplyDelete
  10. aku lebih stuju sm mbg fathy lbih baik jung nam mati aja drpada gk jadian sm rossy.
    mbg shin makasih y buat cerita yg keren ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhahaha jahaatttt lol kasian kl cowok secakep jung nam mati :D

      Delete
  11. hilangnya Rossy kang menjadi misteri ,...
    hayo siapa yang mau maen detektif"kan ma aku,
    hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bentar, manggil conan dulu.. buat bantuin sherlock winda.. ihhiihhi

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.