"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, February 28, 2013

Flower In My House - Chapter 5



“Aku Kim In. Kakakmu dan aku berteman dekat. Aku tak tahu kalau adik Ji Jeong begitu cantik”

Baru saja aku turun dari kamarku suara Kim In sudah menggelegar memenuhi ruangan. Apa yang sedang dilakukannya dengan pelayan itu?

“Tuan Kim In anda mengolok-olok saya” kini kudengar suara pelayan itu dan pipinya merona merah. Dia tersipu malu digoda oleh Kim In.

Wednesday, February 27, 2013

Looking To You - Chapter 27



Dalam lift yang naik dengan lambat membawa kami ke lantai dimana apartemenku berada, tubuhku dan tubuh Calley telah beradu dalam ciuman panas kami. Bibir kami mencari-cari dengan liar, menguasai dalam nafsu yang tak tertahankan. Tangan Calley mencabut lepas kemejaku dari celana panjangku, mengendurkan dasi dan membuka semua kancing bajuku. Bila aku tidak tahu lift ini memiliki cctv mungkin akan kusatukan tubuh kami di dalam sini. Tapi aku tak akan melakukannya, pengelola apartemen ini bisa menuntutku karena melakukan hubungan tak senonoh diruangan publik. Aku belum segila itu.

Volcano Erupts - READERS ENDINGS



KUMPULAN ENDING VERSI READERS


Mohon maaf bila ada kesalahan pada penulisan nama. Bila ada yang salah, komen aja biar nanti aku perbaiki :D

Happy Reading..

Tuesday, February 26, 2013

Volcano Erupts - EPILOGUE



Sepuluh tahun kemudian, Bali..

Langkah kaki seorang eksekutif muda dengan penuh percaya diri melintas di trotoar jalan sepanjang daerah Seminyak, Kuta, Bali. Wajahnya yang tersenyum dengan hangat menyapa setiap pelancong dan pejalan kaki yang juga terpengaruh untuk mengembalikan senyuman ramahnya. Dalam pakaian casual, sebuah baju kaos polo berwarna putih bersih, celana panjang katun yang menempel halus pada kakinya yang panjang, dia berjalan santai dalam sepatu sandal yang dikenakannya.

Volcano Erupts - FINAL CHAPTER



Mereka diam membisu dalam ruangan itu, larut dalam pikiran mereka masing-masing. Piter tidak dapat berpikir, kepalanya kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan agar semua pihak bahagia tanpa harus menyakiti siapapun. Mengapa begitu sulit bagi ayahnya untuk menerima hubungan mereka? Cukup sembunyikan dari dunia, maka dia dan Liza akan hidup bahagia bersama anak mereka. Mengapa ayahnya bersikeras menepati janjinya sendiri sementara anak-anaknya hidup menderita dan tersiksa bathinnya. Dalam hatinya Piter merutuk ayahnya karena pria itulah yang egois.

Volcano Erupts - Chapter 17



Sepulangnya dari rumah sakit, Piter mengendarai mobilnya tanpa benar-benar memperhatikan jalan di depannya. Meski demikian dia dengan berhasil memarkirkan mobil miliknya di parkiran apartemen. Wajahnya masih terlihat pucat, dia terlihat lelah dan mengantuk. Piter berantakan, kacau dan frustasi, hatinya sesak oleh sakit hati, kesedihan, penyesalan, kemarahan, kekecewaan pada dirinya yang tidak mampu membela diri dihadapan keluarganya, tidak mampu membujuk mereka untuk menerima Liza dalam keluarga mereka, terutama ibunya.

Monday, February 25, 2013

Volcano Erupts - Chapter 16



Mereka duduk dalam diam, pukul sebelas malam dan mereka belum menyentuh secuil makanan pun. Sudah lima jam lebih sejak mereka meninggalkan rumah kediaman keluarga Piter namun tidak ada yang memulai untuk berbicara. Mereka duduk berseberangan dalam sofa ruang tamu, tak satupun lampu menyala selain remang-remang sinar lampu dari toilet ruang tamu di kejauhan yang menjadi sumber pengelihatan mereka. Hanya siluet hitam tubuh Liza yang bisa ditangkap mata Piter, tubuh Liza terguncang-guncang menahan tangisan tanpa henti. Tangisan terisak yang kini berubah menjadi sesenggukan.

ADA YANG MAU GAME???


ya ya ya.. aku kalah.. ntar aku posting deh, VE ya?? ya ya ya ya... 

:bendera putih berkibar setengah tiang:

Looking To You - Chapter 26



Pukul tujuh malam kami berempat, Mr. Dan Mrs. Conahan, Calley dan aku, menikmati santap malam di sebuah restoran yang telah kusewa milik salah satu rekan bisnisku dibidang kuliner. Tempat ini berada di lantai empat puluh salah satu gedung pencakar langit di kota New York. Kami menikmati hidangan di sebuah meja empat kursi disamping jendela kaca transparan yang memamerkan pemandangan kota New York di malam hari. Lampu-lampu kendaraan dan gedung-gedung berkerlap-kerlip di kejauhan membentuk rangkaian formasi yang menghidupkan kota ini dua puluh empat jam selama seminggu tanpa henti. Kota ini tidak akan pernah mati.

Sunday, February 24, 2013

PENGUMUMAN PEMENANG GAME VE


Taraa.. Akhirnya Gamenya udah kelar... +- 25 Readers mengirimkan tebakan ending asli ke email saya, dan dengan senang hati, suka cita saya telah baca semuanya. Sungguh terharu ternyata readers2 kita ini daya imajinasinya tinggi banget ya hehehhe.. Kalah deh ending buatan saya sendiri.. :jadi malu:

Tanpa mengurangi hormat saya kepada siapapun, terutama para readers yang sudah berjuang memeras otak, tenaga dan waktu untuk memikirkan sebuah ending yang mungkin mirip dengan ending orisinil VOLCANO ERUPTS yang kita sukai ini.. izinkan saya untuk mengucapkan terima kasih banyak kepada para readers yang telah mengirimkan ending-ending itu tentunya dan juga tidak ketinggalan para readers myowndramastory lainnya yang selalu setia membaca cerita-cerita disini meski kadang ceritanya gak jelas n itu-itu aja. :D

Maka malam ini saya ingin mengumumkan, bahwa, dari 25 kontestan yang tidak mungkin saya sebutkan namanya satu persatu, yang telah mengirimkan ending-ending hasil jerih payah mereka, makaaa... 

TIDAK ADA SATUPUN YANG MIRIP.

Dan izinkan saya untuk bersorak gembira, asyikkk... aku menang... aku menang.. readers kalah.. readers kalah.. kwkwkwkwk :kabur sebelum ditimpuk ama para readers..:

cuzzz.....


Salam

Shin Haido



"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE

Saturday, February 23, 2013

Volcano Erupts - Chapter 15




Sejak pagi hingga siang kini Liza menghindari Piter yang selalu mencoba untuk berbicara dengannya. Tanpa alasan yang jelas Liza menolak untuk memberikan Piter kesempatan menjelaskan perkataannya pagi tadi. Saat mereka sarapan pagi, Piter memberitahukan mengenai undangan makan malam yang diberikan oleh Bianca pada mereka. Dengan jelas Piter menekankan Liza harus datang kerumah Piter dan bertemu dengan seluruh keluarganya. Liza menolak untuk mengikuti acara makan malam itu, dia tidak bisa memberikan alasan yang membuat Piter puas.

Volcano Erupts - Chapter 14



Sudah hampir seminggu berturut-turut Luther menemui Liza, kali ini saat mereka duduk di dalam ruangan yang sama itu Luther menyerahkan dua buah amplop pada Liza.

“Bukalah” kata Luther.

“Apa ini?” tanya Liza.

Friday, February 22, 2013

Boku No Otoko - Chapter 19



Pekerjaan dimejaku menumpuk setinggi satu meter. Berkas-berkas dan rancangan-rancangan dari tahun lalu mulai berdatangan. Aku harus memeriksa dan menandatanganinya baru kemudian rancangan itu akan diserahkan kepada Presiden Direktur, kakak dari Direktur Won.

Semenjak dia mengantarkan ku pulang ke apartemenku dari liburan kami di villa, Direktur Won belum mengabariku sekalipun. Nampaknya dia mendapat tugas bepergian keluar negeri selama sebulan, tak heran ketika di villa dia menjadi murung. Aku tak pernah menghubunginya, dia pun tak menghubungiku, aku terbiasa untuk tak mengharapkan apa-apa dari hubunganku dengan siapapun.

Thursday, February 21, 2013

Volcano Erupts - Chapter 13



“Aku belum memberitahu Piter dan yang lainnya mengenai hal ini, Liza. Maka dari itu aku ingin kau memutuskan hubunganmu terlebih dahulu dari Piter, karena bila dia mengetahui hal ini dan kalian masih berhubungan aku takut Piter akan melukaimu. Dia pasti sangat kecewa pada ayahnya, dan.. Kau bisa menjadi sasaran kemarahannya. Piter sangat mengerikan bila dia marah, kau tidak akan ingin berada di dekatnya bila dia meledak” jelas Luther pada Liza. Dia menemui Liza lagi dikantornya dan mengajak anaknya itu untuk membicarakan masalah mereka di tempat kemarin.

“Apakah tidak ada jalan lain, Tuan?” tanya Liza sedih.

Wednesday, February 20, 2013

Flower In My House - Chapter 4



Aku melihatnya masih duduk di dapur, entah mengapa aku masih juga betah berlama-lama di kursi kebun ini. Mungkin karena dari tempat ini aku bisa memandang ke arah dapur tanpa terlihat seperti aku memandang kesana. Aku bisa mengawasi apa yang pelayan itu lakukan, sesekali dia akan mencuri pandang ke arahku dengan wajah sebal. Aku tahu dia pasti sudah kelelahan, aku melihatnya baru saja keluar dari gudang kami dengan penampilan kotor, kumal dan berantakan. Apa yang dia lakukan disana? Membersihkan gudang yang sudah beberapa tahun tak tersentuh? Dia gila, tubuh semungil itu seberapa besar tenaga yang dimilikinya? Dia tidak pernah diam. Aku yakin sekarang tubuhnya akan kesakitan dan pegal karena bekerja sebegitu keras. Apa yang harus aku lakukan padanya?

Volcano Erupts - Chapter 12



“Wati Suteja?” pekik Liza kaget saat Luther memberitahukannya nama cinta sejatinya.

“Ya, Liza. Wanita itu adalah ibumu, dan kau adalah anakku..” jawab Luther lirih. Tubuhnya gemetar memberitahukan hal itu pada Liza. Dia tidak bisa menunda lagi, Liza harus diberitahukan mengenai asal-usulnya. Dengan demikian hubungan Piter dan Liza bisa diselamatkan.

Liza menggeleng-gelengkan kepalanya tidak menerima kenyataan. Dia tidak ingin mempercayai semua perkataan Luther.

Tuesday, February 19, 2013

Looking To You - Chapter 25



Calley membuka matanya disampingku, dia tersenyum memandangku lalu berjengit kesakitan saat menggerakan tubuhnya. Pengaruh selaput dara yang terkoyak mulai dia rasakan, dia mendongak padaku dan memaksakan sebuah senyuman yang membuatnya terlihat menggemaskan.

“Selamat pagi, Darren..” sapa Calley padaku.

“Selamat pagi, Calley..honey..” kukecup kening Calley dan membantunya untuk duduk menyampir pada kepala ranjang.

GAME OF THE DAY

JADI GAMENYA GINI NIH. Biar ribet dikit n gak gampang menang >____< 

pertama, kalian buka http://myowndramastory.blogspot.com (bagi yang makai mobile version, dirubah dulu ke website version ya) 

Lalu pada pojok kiri atas ada tanda g+ share. Seperti pada gambar dibawah ini :

Tenth Drama - Chapter 14



Jung Nam sedang berada di apartemen adiknya bersama dengan Ji Jeong dan Jung In yang sedang berbaring di sofa dan membaca majalah. Usia kehamilan Jung In sudah tua, tak lama lagi dia akan melahirkan.

“Kapan perkiraan Jung In akan melahirkan?” tanya Jung Nam pada Ji Jeong.

“Kata dokter sekitar dua minggu lagi, kami sudah menyiapkan sebuah kamar bayi dengan dekorasi biru cerah, Jung In memilihnya sendiri. Kami sudah tidak sabar lagi untuk menyambut si kecil” jawab Ji Jeong dengan suka cita.

Monday, February 18, 2013

Looking To You - Chapter 24



Aku terbangun terlebih dulu saat jam tanganku menunjukan pukul tujuh pagi, Calley masih terlelap dalam selimutnya sembari memeluk tubuhku. Sebatang rokok menghiasi bibirku yang kuhisap dengan nikmat, kukepulkan asapnya ke atas tanpa mengenai tubuh Calley.

Semalam merupakan percintaan terbaik yang bisa aku dapatkan sejak pertama kali aku mengenal wanita. Aku sangat puas.. Aku bisa saja mengulangi percintaan kami, tapi demi melihat wajah damai Calley aku tidak tega menyakitinya. Dia begitu polos, tanpa dosa.. cantik dan rupawan bagai malaikat dalam selimut putih halus yang membungkus tubuh telanjangnya.

Boku No Otoko - Chapter 18



Liburan kami di villa berakhir cukup menyenangkan meski sepanjang hari terakhir hujan turun tanpa henti. Kabut tipis menghalangi jarak pandang dan udara yg dingin membuat malas badan untuk bergerak sehingga kami berdelapan hanya meringkuk didalam ruang tamu villa sambil menghangatkan diri didepan tungku api.

Kemudian di ruang tamu hanya tinggal aku dan Direktur Won ketika anak buahku telah kembali ke kamar mereka untuk mengemas kembali barang-barangnya. Staf wanita memiliki kamar yang sama yang lebih dari cukup untuk menampung empat orang wanita. Sementara staf pria memakai satu kamar karena hanya mereka berdua. Sedangkan Direktur Won dan diriku memiliki kamar masing-masing.

Sunday, February 17, 2013

Looking To You - Chapter 23



Masih sembari menautkan pandangan kami, aku mendekatkan wajahku pada bibir bawah Calley, menyentuhkan ujung lidahku pada klitorisnya, lalu Calley mengerang dan mendesis saat rasa itu mulai menjalar pada tubuhnya. Calley menjambak bed cover dibawahnya, meremas-remas kain malang itu hingga berantakan.

Volcano Erupts - Chapter 11



Liza sedang berbincang-bincang dengan teman kerjanya saat satpam perusahaan memberitahukannya ada seorang tamu yang ingin menemuinya.

“Mbak Liza, ada yang nyari di depan” kata Pak Sugi sekuriti perusahaan mereka.

“Siapa pak? Orang mana?” tanya Liza sambil beranjak keluar dari meja kerjanya.

Saturday, February 16, 2013

Volcano Erupts - Chapter 10



Sudah tiga hari Piter tidak mengunjunginya, tidak juga mengabarinya. Bahkan dia tidak menelphonenya, handphonenya pun tidak aktif. Liza tidak mengerti dengan perubahan Piter yang tiba-tiba. Mereka baru saja bercinta saat Piter meninggalkannya di apartemen untuk bekerja pada pagi harinya, namun saat malam telah tiba Piter tidak juga mengirimkannya kabar hingga hari ini.

Liza bertekad untuk menemui Piter di rumahnya namun nyalinya ciut seketika saat taksi sudah mencapai pintu gerbang rumah itu, Liza tidak bisa membawa kakinya melangkah masuk ke dalam rumah itu, dia lalu akan meminta sopir taksi untuk membawanya pergi dari sana. Kini setelah tiga hari tanpa kabar dari Piter, Liza tidak merasa nyaman untuk tinggal dalam apartemen yang Piter berikan padanya.

GAME VE BERHADIAH VE 11 & LTY 23


Hallooo yang ngaku Readers myowndramastory paling rajin en getol ngikutin postingan cerita drama disini setiap saat, setiap hari en setiap waktu.. Kita mau ngadain lomba nih.. Team Readers getol amat minta game.. meskipun hadiahnya bukan duit en cuman postingan ehhehe... -sambil bersyukur gak perlu ngeluarin duit- 

Ehem.. jadi gini.. Game kali ini kita akan ngasi kesempatan buat seluruuuuhhhhh pembaca aka Readers myowndramastory untuk ikut ANDIL. Ceritanya nih Author lagi galau.. Jadi pengen sedikit dihibur oleh pembaca-pembaca sekalian.. 

Mau tahu donk apa gamenya?? Gampang.. Kalian suka baca Volcano Erupts gak? Kalau suka.. 
Ayoo bikin ENDING VOLCANO ERUPTS versi KALIAN. 
keluarin deh itu semua imajinasi, bayangan, fantasy atau apalah itu namanya milik kalian atau yang kalian inginkan mengenai endingnya VE

Pasti seru tuh BACA ending-ending versi Readers.. And pastinya bisa bikin galau hati Author hilang. Muahahaha.. Kalau galaunya hilang.. Ntar dikasi hadiah dehh... seperti judul postingan ini.. 

Tara... Volcano Chapter 11 dan Looking To You Chapter 23 bakal aku postingin buat kalian malam ini. 

Syaratnya : 
* Minimal yang bikin ending 20 orang yang berbeda, menarik, panjang en susunan kata-katanya gak amburadul.. >___< 
* Endingnya bisa ditulis di komentar postingan ini ya. :D 
* Batas waktunya sampai pukul 23.00 WIB. 
Jadi hadiah postingannya bakal di posting pukul 00.00 WIb. 


ANDD... ni ada 1 game spesial nih.. 

Kalau yang di atas kan ending versi kalian tuh.. Nah, kalau yang ini.. Author pengen kalian NEBAK ENDING ASLINYA. 

Kalau bener dapat apa donk??? Kalau bener.. dapat PDF komplit nya VE dehh... meskipun di blog belum tayang. 

Seru kan kalian udah tahu endingnya sementara yang lain masih nungguin dari blog?? kwkwkwkwk... 

Bagi yang pengen ikutan.. silahkan kirimin tebakan ENDING asli kalian ke email drama.story@yahoo.com 

nyerempet-nyerempet dikit bolehlah.. Kirim berapapun boleh.. Jadi yang menang bukan cuman satu aja.. Kalau semua yang ngirim bener.. Ya dapet PDF semua deh.. gimana..?? Menarik gak? 

Kalau yang game spesial ini batas waktunya sampai Author mosting Volcano Erupts Chapter 14. Kalau VE 14 udah diposting, otomatis game ini di tutup. Masih lama kan??

 Yoi.. Jadi silahkan berimajinasi sambil ngikutin chapter-chapter berikutnya, ;) 

Good Luck buat Readers semuanya, OK?
Cemumun.. ^^> 

Salam 

Shin Haido

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dan inilah para Readers yang begitu Pemberani karena "berani" ngeluarin isi unek-unek dan frustasinya dengan ending VE wkwkkwkw. dari 20 yang harus di penuhi, sampai sekarang udah ada beberapa ending yang dikirim diantaranya oleh : 

1. Nene Queeny
2. renny fridazein
3. riska nova
4. naoki anxiantha citra
5. Rena Septiana Onggatz
6. melani
7. biru Menanti
8. rindang adhitya
9. vie puspitasari
10. leetha loleepopp
11. Sila Chaniago
12. Ogisca
13. Ina Green
14. lutfi akhmad
15. Willi Sartika
16. Conchita Go (ya..ya..ya..) 
17. shima sugianto
18. Dayana Dee
19. Merry Jane
20. wingless angela
21. fathy ellyasari
22. aydhie
23. Marry Sanders
24. noona misschogyu
25. Melissa Emerson
26. Lulun Ayu Fatmawati

KALAH CIN HIKSS...

Volcano Erupts - Chapter 9



“..B..bisa Mister..” jawab Pak Karso terbata-bata. Jantungnya berdebar kencang, gugup dengan intimidasi Piter.

“Apakah selain kita, ada orang lain lagi disini?” tanya Piter memastikan.

“Tidak Mr. Piter. Anak-anak saya sudah menikah, saya hanya tinggal bersama istri saja. Dia sedang dikamar beristirahat. Maklum, kami sudah tua. Gampang sakit-sakitan” Pak Karso tersenyum sedih, menyadari tubuhnya tidak sekuat dulu lagi. Piter hanya bisa tersenyum simpati pada pria tua di depannya.

Friday, February 15, 2013

Tenth Drama - Chapter 13



Jantung Chae Moon berdebar mendengar perkataan Jung Nam.

“Dia belum berkeluarga? Artinya mungkin kami bisa memiliki suatu hubungan yang lebih dari sekedar pelanggan dan penari striptease?” tanya Chae Moon dalam hatinya. Dia tidak mengira mengetahui status Jung Nam akan membuat hatinya berbunga-bunga.

Thursday, February 14, 2013

Flower In My House - Chapter 3



Pelayan itu sedang berbincang-bincang dengan Bi Ra Ni, entah apa yang sedang mereka bicarakan. Tak lama kemudian dia pergi ke dalam kamarnya, sekilas aku melihat wajahnya dari samping. Bibir yang tersenyum itu.. Mengapa aku selalu mengingat bibir itu?

Sepanjang malam kuhabiskan di dalam ruang kerjaku, membuka proposal-proposal pekerjaan dan sesekali menghilangkan penat dengan membaca buku-buku yang berisi cerita komedi atau buku motivasi. Hampir pukul satu malam dan mataku mulai kelelahan, namun aku belum ingin tidur. Besok minggu dan aku tidak perlu bangun pagi karena minggu hari libur, kan?

Volcano Erupts - Chapter 8



Seharian Piter sibuk di dalam kantornya, menghubungi beberapa orang dan kenalan detektifnya, polisi, mitra dalam pemerintahan dan akhirnya dia menemukan sedikit titik terang pada kasus ayahnya. Piter akhirnya mengetahui kenyataan yang menghantamnya, ayahnya memang pernah meminta bantuan orang dalam pemerintahan untuk membuatkannya izin menikah untuk kedua kalinya. Ayahnya membayar cukup besar untuk mendapatkan izin itu, sayangnya Piter belum mengetahui siapa wanita yang akan dinikahi ayahnya.

Looking To You - Chapter 22



Calley menangis sesenggukan, matanya bengkak oleh tangis saat mendongak menatap mataku. Oh, wanita ini.. dia sungguh menggemaskan dengan wajah tanpa dosanya.

“Kau.. tidak bercanda kan, Darren?” tanya Calley padaku.

Aku menggeleng, oh Calley.. Aku tidak pernah bercanda.. Tidak untuk hal satu ini.

Wednesday, February 13, 2013

Tenth Drama - Chapter 12



Jung Nam menggertakan giginya dengan kesal. Sudah dua minggu belakangan Butterfly menghindarinya. Sejak Jung Nam mentraktir Butterfly minuman di bar, Butterfly tidak pernah mengindahkannya lagi. Butterfly akan melewati tempat Jung Nam menunggunya, dia akan mengacuhkan Jung Nam hingga laki-laki ini semakin penasaran padanya.

Lima menit yang lalu sesi tarian striptease telah usai, Jung Nam menunggu dengan sia-sia. Butterfly tidak ingin menemuinya lagi. Jung Nam menyesap minuman di gelasnya dengan sekali teguk, dia bertekad untuk menemui Butterfly malam ini. Bila dia tidak dapat menemuinya di depan panggung, maka Jung Nam akan menemuinya dibelakang panggung.

Tuesday, February 12, 2013

Tenth Drama - Chapter 11



Pukul lima pagi, Jung Nam tiba di apartemennya, membasuh wajahnya dan masuk ke dalam selimutnya. Dia meraba sisi kiri ranjangnya yang dingin, begitu merindukan kehangatan seseorang disana.

“Rossy.. Apakah kamu masih mengingatku? Atau kamu sudah menemukan laki-laki lain yang bisa memenuhi standar orang tuamu?” Jung Nam memejamkan matanya, namun begitu sulit untuk tidur. Ingatan akan percintaannya dengan Rossy masih begitu segar dalam kepalanya. Ketika dia merenggut keperawanan Rossy di dalam mobil itu, dan percintaan panas mereka setelahnya.

Flower In My House - Chapter 2



Pukul enam pagi aku dibangunkan oleh suara ketukan pada pintu kamarku. Siapa gerangan yang menggangguku sepagi ini? Aku hanya sempat membuka mataku ketika sosok itu masuk, ditangannya dia membawa sebuah nampan yang kukira berisi sarapan pagi untukku.

Oh, jadi mulai sekarang aku akan makan pagi di kamarku lagi? Baguslah, aku tidak ingin terlalu sering makan pagi dibawah, ibu akan membuka topik pembicaraan itu setiap hari. Dan sudah bertahun-tahun aku menghindar, aku rasa ibu akan bersikeras bila tahun ini adalah saat yang tepat.

Monday, February 11, 2013

Looking To You - Chapter 21



“Apakah kau akan membuatku menunggu lebih lama lagi, Darren..?” desah suara itu.. aku belum pernah mendengarnya sebelumnya.

Tidak.. maksudku.. ah.. Aku memang pernah mendengar wanita ini mendesah dibawahku.. Tapi suara desahan ini berbeda.. Desahan yang kudengar baru saja adalah desahan menggoda, wanita yang benar-benar pintar merayu.. Karena dia tahu bagaimana cara menggunakan suaranya untuk membuat darah laki-laki berdesir.. Hanya dengan desah suaranya.

Looking To You - Chapter 20



Aku mengemudikan mobilku dengan kencang kembali ke kantorku. Menunggu dengan tak sabar lift membawaku naik ke lantai tiga puluh. Aku akan mengungkapkan isi hatiku pada Calley, dia mau menerimanya atau tidak aku tidak perduli. Aku akan membuatnya menerimaku besok bila memang dia tidak menerimaku hari ini.

“Dimana Calley?” tanyaku pada Diane. Aku telah mencari-cari Calley di dalam kantornya, didalam kantorku, diruang pantry tetapi wanita ini tidak terlihat dimana-mana.

Sunday, February 10, 2013

Volcano Erupts - Chapter 7



Luther sedang berbaring diam di atas ranjangnya, dia telah siuman. Pagi ini istrinya Bianca melayaninya dengan penuh perhatian, perhatian yang telah lama tidak pernah diberikannya. Kehidupan rumah tangga mereka memang tidak seindah drama telenovela di tivi-tivi, mereka menikahpun hanya karena dijodohkan. Tapi selama hidupnya Luther tidak pernah menolak apapun keinginan wanita yang menjadi istrinya ini, dia selalu mengalah dan tak ingin berdebat.

Dia tidak bisa mengungkapkan isi hatinya pada wanita yang begitu susah untuk di dekati, Bianca sibuk dengan hiburannya sendiri tanpa memperdulikan suaminya yang membutuhkan perhatiannya meskipun mereka menikah tanpa landasan cinta.

Saturday, February 9, 2013

Volcano Erupts - Chapter 6



Piter sedang duduk menghisap rokoknya diatas ranjang, disampingnya Liza meringkuk masih memunggunginya dalam lindungan selimut yang menutupi tubuhnya hingga batas dada. Terlalu banyak hal yang dipikirkan Piter saat ini, suasana kamar yang sunyi yang hanya terdengar nafas ringan dari Liza memberikannya ketenangan yang tak biasa.

Piter bertanya-tanya alasan apa yang membuat Liza pergi dengan sembunyi-sembunyi mencoba meninggalkannya. Dia bahkan tidak meninggalkan secarik kertas ataupun pesan untuknya. Piter tidak habis pikir dan merasa dikhianati oleh perbuatan Liza, dia merasa cinta Liza padanya tidak sebesar rasa cintanya kepada wanita ini.

Volcano Erupts - Chapter 5



“Tuan Luther, dia sudah lama pergi dari sini. Kabar terakhir mengatakan dia pergi ke Jakarta dan mengadu nasib disana, bekerja sebagai penjaga toko dan beberapa pekerjaan lain yang bisa didapatkannya. Kami masih mengumpulkan informasi-informasi lain, pada akhir bulan ini kami akan memberikan anda data-data itu”

“Sudah enam belas tahun aku membayar kalian, dan hanya ini yang kalian dapatkan? Bila hingga akhir bulan ini kalian tidak juga mendapat titik terang mengenai keberadaan anakku, maka aku akan menghentikan kerja sama ini!” Luther menghisap rokoknya dengan kesal, dia jauh-jauh datang ke daerah terpencil ini hanya untuk menemukan bahwa anaknya telah lama pergi dari sini. Ketika harapannya telah mengembang tinggi, kini ditelannya bulat-bulat. Dia masih belum bisa menemukan Elizabeth, anaknya yang direnggut darinya enam belas tahun lalu.

Volcano Erupts - Chapter 4



warning : 18 yo or older, contain incest thing. 

Liza terbangun dari tidurnya pada pukul lima pagi, sejam lebih awal dari biasanya. Hari ini senin, dan dia mendapat libur yang telah dinanti-nantinya. Bekerja sebagai staf sebuah perusahaan event organizer membuatnya harus menerima kenyataan hari minggu dan tanggal merah bukanlah hari liburnya. Kata-kata “I hate monday” tidak berlaku bagi Liza. Dia suka Monday, karena hari itulah dia libur.

Dia akan berbelanja ke supermarket, membersihkan kamarnya, mencuci pakaian kotornya yang telah menumpuk lagi, menyetrika, dan mungkin sedikit waktu dia habiskan untuk mencuci rambutnya ke salon. Sedikit kesenangan yang mulai diberikannya pada dirinya sejak Liza mampu hidup lebih mapan.

Friday, February 8, 2013

Flower In My House - PJM Chapter 1



Pagi ini aku terlambat, karena sakit kepala yang tak tertahankan aku susah tidur dan ketika mataku mulai terlelap hari sudah pagi sehingga aku ketiduran. Aku hanya mendapat satu jam yang kurang nyenyak untuk tidurku. Tak apalah, setidaknya aku tidur dan tubuhku bisa beristirahat walau hanya sekejap.

Tanpa menyentuh sarapanku, aku langsung masuk ke dalam mobil Mercedes yang telah setia menungguku. Sopirku sudah berada dibalik kemudi dan bersiap mengantarkanku ke kantor. Hari ini aku memiliki jadwal yang sangat padat, terlalu banyak meeting yang tidak penting. Well, aku tidak bisa mengeluh, meeting-meeting tidak penting ini sangat kuperlukan agar kemudian memuluskan jalanku untuk memenangkan proyek dan tender-tender lain. Aku harus berkorban sedikit untuk mendapatkan tujuanku.

Tenth Drama - Chapter 10



Dengan asyik mereka menjilat es krim yang ada ditangan, duduk berdua dibawah pohon rindang yang melindungi mereka dari sinar matahari yang begitu terik.

“Kamu suka?” tanya Jung Nam pada Ho Min.

“Um.. Aku suka, Gomawo ajusshi..” seringai Ho Min memamerkan gigi-gigi putihnya pada Jung Nam.

Jung Nam mendengus senang lalu mengacak rambut Ho Min.

Thursday, February 7, 2013

Looking To You - Chapter 19



Tiga hari berlalu tanpa Calley lalu-lalang dikantorku, aku begitu merindukannya. Aku sampai menginap dalam suite kantorku hanya agar bisa melihatnya pagi-pagi sekali. Aku ingin berbicara padanya, aku ingin menawarkan kembali apa yang diinginkan Calley, demi Tuhan semoga aku belum terlambat.

Tapi, apa yang akan aku lakukan bila ternyata semua telah terlambat? Apa yang akan aku lakukan bila Calley menolakku, dan dia mengatakan bahwa dia telah menerima Elliot Webb itu? Bisakah aku bertahan? Mampukah aku menerima kemungkinan itu?

Wednesday, February 6, 2013

Volcano Erupts - Chapter 3



“Anda tidak usah menungguiku disini, tuan Piter. Aku berjanji tidak akan kabur dan datang tepat waktu malam nanti” senyum Liza padanya. Piter telah mengikutinya seharian, Liza heran laki-laki ini memiliki waktu sebanyak itu untuk menemaninya.

“Piter.. Panggil aku Piter. Aku rasa usia kita tidak berbeda jauh, anggaplah aku temanmu” Piter duduk disisi kiri Liza yang sedang menulis laporannya.

Sebentar lagi jam kerjanya akan selesai dan dia bisa pulang ke kamar kostnya dan beristirahat sejenak, sebelum menemui Piter disebuah rumah makan yang telah dipesannya untuk mereka. Liza tidak dapat menolak permintaan Piter yang memaksanya untuk menerima undangan makan malam itu. Laki-laki ini begitu kukuh dan tidak mau ditolak. Bahkan dia masih mengikuti Liza di pelataran parkir mall ini meskipun cuaca sangat panas. Tapi sedikitpun tak tersirat kelelahan pada wajah tampan itu. Senyum yang selalu terpasang pada wajahnya seolah puluhan makian sumpah serapah pun tak akan sanggup menghilangkan senyuman itu dari bibirnya.

VE


“Aku baru saja sampai di mobilku, namun rasanya hatiku tertinggal di dalam kamar kosmu, Eliza.. Sudikah kau menyimpankannya untukku? Hingga saat kita berjumpa lagi, aku akan memintanya kembali, bahkan akan jauh lebih baik bila kau menukarnya dengan hatimu. Lv. P.V”