"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, February 5, 2013

Betrayal In Motion 12th Drama - Chapter 7



Rin pulang ke apartemennya pukul tujuh malam. Sudah seharian dia pergi melewatkan waktu bersama Jin Ho. Tanpa disadarinya, suaminya telah menunggu kepulangannya. Rin tercekat melihat Mr. Kim duduk di kursi ruang tamu dengan pakaian santai dan sandal hangat. Dia sedang mengupas buah apel dan memotong-motongnya di atas piring.

“Kamu sudah pulang?” sambutnya pada istrinya. Suaranya biasa saja, tidak menunjukan reaksi yang dicari Rin.


Suaminya seharusnya belum pulang dari Taiwan, masih dua hari lagi sebelum dia pulang. Mr. Kim seringkali bepergian pulang pergi Taiwan-Korea sehingga Rin memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan Jin Ho. Namun Rin mendapati suaminya sedang memandangnya tanpa kedip, menunggunya melangkah untuk mendekatinya.

“Kamu juga sudah pulang, kapan kamu pulang?” tanya Rin gugup. Dia tidak ingin suaminya mengetahui kemana saja dia pergi sepanjang hari.

“Baru saja, proyeknya ternyata selesai lebih cepat jadi aku bisa pulang lebih awal. Tadinya aku ingin mengejutkanmu dan mengajakmu makan malam. Sudah lama kita tidak keluar berdua ya. Seperti pengantin baru” Mr. Kim tersenyum pada istrinya dan meletakan pisau di atas meja.

“Ah, ya.. Baguslah kalau proyeknya cepat selesai” Rin duduk disamping suaminya. Meletakan tas yang disampirnya dibahu ke atas meja.

“Kamu bersenang-senang?” tanya Mr. Kim.

Rin bingung menjawab pertanyaan suaminya, apakah dia tahu?

“A..apa maksudmu? Aku hanya berbelanja di mall tapi tidak menemukan sesuatu, jadi aku tidak membelinya” jawab Rin dengan terbata-bata.

Mr. Kim hanya tersenyum miris, dia lalu bangkit ke ruang tamu dan duduk sambil menonton televisi. Hingga larut malam barulah dia masuk ke dalam kamarnya dan menyusul Rin ke dalam selimut.

Untuk sesaat ruangan kamar mereka sunyi, tak ada yang berbicara. Rin belum tertidur, dia dengan gelisah menunggu suaminya masuk ke dalam kamar. Jin Ho telah mengganggunya dengan menelephone berkali-kali ke handphonenya, nampaknya dia belum mengetahui tentang kepulangan Mr. Kim di Korea.

Lalu Mr. Kim berguling kesamping dan memeluk tubuh Rin dengan erat. Mencium lembut leher istrinya dan berbisik kepadanya.

“Maafkan aku, Rin.. Aku belum bisa membahagiakanmu. Tapi aku berjanji.. Aku akan berusaha, katakanlah padaku apapun yang ada dalam hatimu. Bila aku salah atau kurang memperhatikanmu, katakanlah. Aku.. Kamu tahu aku sangat mencintaimu, kan? Aku tidak bisa hidup bila kamu meninggalkanku, Rin.. Maafkanlah aku, berikanlah aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Aku ingin mempertahankan rumah tangga kita.. Rin..” Mr. Kim dengan sedih membisikan kata-kata itu. Rupanya dia telah mengetahui seluk beluk perselingkuhan istrinya dengan Jin Ho.

Dia tidak ingin memarahi istrinya, dia memang sangat marah dan sakit hati saat pertama mengetahui tentang kemungkinan itu. Namun, dia percaya Rin tak akan memulai semuanya bila Jin Ho tidak menggodanya. Mr. Kim tahu wanita seperti apa istrinya, dia hanya tidak tahan akan godaan, dan Mr. Kim mengerti bahwa dirinya tidaklah sempurna, dia tidak cukup memuaskan istrinya diatas ranjang.

Isak tangis Rin membasahi pipinya, dia tidur miring memunggungi Mr. Kim sehingga laki-laki itu tidak melihat air matanya yang jatuh. Tapi Mr. Kim tahu istrinya sedang menangis, karena dia tahu istrinya merasa bersalah dengan perbuatannya.

Rin memutar tubuhnya, menangis dalam dada suaminya dan meminta maaf dengan tulus.

“Maafkan aku, Oppa..” Mr. Kim membelai lembut rambut istrinya dan menenangkannya. Malam itu mereka berpelukan dalam buaian hangat tangan Mr. Kim dan tertidur pulas karena kelelahan.

~~~~

Tiga minggu sudah Jin Ho tidak dapat menghubungi Rin. Wanita itu tidak pernah membalas smsnya ataupun mengangkat telephonenya. Han Jin Ho frustasi dan marah. Dia mengutus orangnya untuk menyelidiki keberadaan Rin namun mereka tidak memberikannya info apapun. Namun kabar terakhir dari informannya akhirnya memberinya titik terang mengenai keberadaan Rin. Wanita itu sedang berada di tempat liburan pemandian air panas bersama dengan suaminya. Mereka sedang berbulan madu untuk yang kedua kalinya.

Rahang Jin Ho mengeras, emosi memenuhi dadanya. Kecemburuannya memuncak, rencana yang telah disusunnya gagal karena bulan madu yang tak terduga.

“Kenapa dia bisa berubah secepat itu? Apa yang direcoki oleh suaminya?” tanya Jin Ho pada dirinya sendiri. Dia tidak dapat menerima kenyataan bahwa Rin lebih memilih suaminya daripada dirinya. Mereka memiliki hubungan penuh gairah yang panas, apa yang mengalahkan hal itu sehingga Rin bisa betah berlama-lama dengan suaminya yang tak mampu memuaskannya di atas ranjang.

“Jin Ho..” panggil Presiden Han, ayah Jin Ho padanya.

Jin Ho mengalihkan pandangannya dari layar komputer yang tidak benar-benar dilihatnya.

“Ayah?”

“Ehem.. Kamu sibuk? Ayah ingin berbicara denganmu sebentar” Presiden Han duduk di sofa ruang kerja Jin Ho dan meminta anaknya menghampirinya.

“Ada apa?” tanya Jin Ho setelah duduk di hadapan ayahnya.

“Hm.. Ayah tidak akan berbelit-belit. Sebenarnya ada masalah apa antara kamu dengan Shinnai Publisher? Mengapa Mr. Kim memutuskan kerjasama kita? Ketika aku menanyakannya, dia tidak mau menjawabnya. Dia hanya memintaku untuk menanyakanmu. Apa yang sebenarnya sedang terjadi disini?” tanya Presiden Han gusar. Dia kehilangan klien potensial, tentu dia marah besar.

Jin Ho akhirnya curiga Mr. Kim telah mengetahui perselingkuhannya dengan Rin. Maka wajarlah mengapa selama ini Rin tidak pernah mau menerima panggilannya ataupun membalas smsnya. Kini dia tahu alasannya, dan dia lebih perduli dengan hal itu daripada dengan pertanyaan yang diajukan oleh ayahnya. Namun demikian, Jin Ho menjawabnya dengan diplomatis.

“Kami hanya memiliki sedikit perselisihan mengenai selera pada salah satu produk dan mungkin kata-kataku menyinggung Mr. Kim. Aku akan mengurusnya. Ayah tidak usah khawatir” jawab Jin Ho dengan lugas.

Presiden Han nampak yakin dengan anaknya sehingga dia kemudian pergi dari sana dan mempercayakan tugas itu kepada Jin Ho.

“Jadi kamu sudah tahu, Kim? Baiklah.. Saatnya bersaing, kan?” Jin Ho menyeringai licik. Entah muslihat apalagi yang akan dilakukannya.

~~~~

Mr. Kim sedang menindih tubuh istrinya, menciumi payudara Rin dan memainkan tangannya pada daerah kewanitaan istrinya itu. Sesekali dia akan melihat wajah istrinya untuk memastikan bahwa Rin menikmati percintaan mereka.

Selama dua minggu bulan madu kedua mereka, Mr. Kim akhirnya mampu memuaskan Rin dengan caranya sendiri. Memang tidak akan sebaik percintaan Rin dengan Jin Ho bila mereka melakukannya, namun Rin merasa cukup berbahagia karena suaminya mau memikirkan kebahagiaannya. Dia terharu dengan tekad suaminya untuk memperbaiki kehidupan rumah tangga mereka sehingga tidak hancur ditengah jalan.

“Oppa.. Aku.. akan keluar...” rintih Rin saat Mr. Kim bergerak diatas tubuhnya, menghujamkan kejantanannya dengan kencang ke dalam kemaluan Rin.

Tak lama kemudian, Mr. Kim mengikutinya dan ambruk diatas tubuh istrinya. Mereka mendapatkan orgasme yang berbarengan, Mr. Kim begitu puas melihat wajah puas istrinya. Dia merasa menjadi laki-laki paling berbahagia di dunia.

“Aku mencintaimu, Rin..” kecup bibir Mr. Kim pada Rin. Lalu dia berguling kesamping dan memeluk tubuh istrinya dengan mesra.

“Aku juga mencintaimu, Oppa..” Rin berharap dengan bulan madu ini dia akan mengandung seorang anak. Mereka sangat mengidam-ngidamkan seorang bayi dalam rumah tangga mereka, namun rupanya selama lima tahun pernikahan yang tenteram mereka belum mendapatkan kesempatan itu.

Mr. Kim yang terlalu sibuk dengan pekerjaannnya tidak memiliki waktu khusus untuk membuat keturunan, namun setelah semua hal yang menimpa rumah tangga mereka, barulah dia akhirnya memiliki kesadaran itu. Bulan madu kedua mereka ini memiliki dampak yang sangat besar dalam meningkatkan keharmonisan mereka. Mr. Kim merasa cinta istrinya padanya telah kembali seperti saat mereka menikah dulu.

Saat pertama kali mereka saling mengenal, Mr. Kim masih berusia dua puluh delapan tahun. Seorang pengusaha muda sukses yang membangun usahanya dari bawah dan tidak mempercayai wanita. Rin datang dalam kehidupannya saat wanita itu berusia sembilan belas tahun, tahun keduanya kuliah di universitas.

Rin adalah pegawai magang yang sedang melakukan praktek kerja lapangan di perusahaannya. Kala itu Mr. Kim tidak sebotak dan segendud sekarang. Hidup yang nyaman dan tenteram telah merubahnya menjadi apa dirinya sekarang. Mr. Kim muda memiliki wajah cemerlang penuh harapan dan senyumnya yang khas yang mampu membuat orang lain percaya kepadanya meski saat pertama kali bertemu.

Dengan sifat dewasa dan bijaksananya, Mr. Kim menemukan sebuah ketertarikan pada sosok Rin yang mencuri hatinya ketika wanita yang tak kenal putus asa itu melaksanakan tugas yang diberikannya untuk menyebarkan brosur reklame dalam terik dan derasnya hujan. Sejak saat itu Rin telah mendapat sebuah tempat istimewa dalam hati Mr. Kim.

Mereka tidak serta merta memiliki sebuah hubungan asmara. Mr. Kim termasuk laki-laki yang pendiam, dia hanya senang mengamati gerak-gerik Rin tanpa mengungkapkan perasaannya. Rin yang terpesona dengan kehebatan Mr. Kim dalam pekerjaannya menemukan sosok seorang kakak dalam diri laki-laki itu.

Mr. Kim tanpa diperlihatkannya secara gamblang, selalu ada untuknya. Saat hujan deras, Mr. Kim akan menjemput Rin dan mengantarkannya pulang kerumah nya. Dia akan berlalu pergi setelah mengantarkan Rin di depan rumahnya tanpa bersedia untuk singgah atau berbasa-basi. Mr. Kim jarang berbicara bila tidak perlu.

Barulah laki-laki itu menjadi sedikit terbuka ketika tanpa sengaja mendengar percakapan Rin dengan rekan kerjanya di ruangan dapur kantor. Mr. Kim mendengar pengakuan Rin pada temannya bahwa dia telah jatuh cinta kepada Mr. Kim.

Sejak saat itu, Mr. Kim selalu berusaha menampilkan sisi romantisnya meski terkadang akan berakhir menyedihkan. Namun karena Rin sangat mengerti dirinya, mereka akan tertawa bersama menyadari kekonyolan yang Mr. Kim lakukan untuk menarik perhatian Rin. Setahun sebelum mereka menikah, Mr. Kim mencium bibir Rin di bawah derasnya air hujan yang turun ketika dia mengantarkan wanita itu pulang kerumahnya.
Sejak saat itu mereka tak terpisahkan. 


26 comments:

  1. thanks mbk shin....kasihan mr .kim :(

    ReplyDelete
  2. Rin Rin begitu mudahnya kau selingkuh...tidak ada asap tanpa ada api...
    Jin ho emang ga punya otak, nafsu doang punyanya...*nyewa sniper buat nembak Jin ho

    Mbak, ak super ga iklas klo rin ama jin ho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. ikhlasin aja cin...... udah iklasin ajaa... lol

      Delete
  3. *emot nangis..
    jangan pisahkan mrka mba shin kasian mr. kim

    ReplyDelete
  4. Mbaa shin rin ma mr.kim aza...kasihan mr.kim..hiks hikks

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaha.. kan chapter 1 dah ada jawabannya RIn ama siapa..

      Delete
  5. Bagaimanapun pasangan kita, terima dgn ikhlas dan penuh rasa syukur. Hmm salutt buat mr.kim, memaafkan rin yg jelas2 selingkuh, d balik kekurangan'y kim pny jiwa yg luar biasa baik. Hahahaaaa
    ◦"̮◦τнäηκ чöü ◦"̮◦ cinta :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe... beruntungnya jd Rin ya. lol

      Delete
  6. ayooooo.......siapakah yang terpilih akhirnya....??????
    ayo mbak shin tentukan pilihannya........hehehehehehehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihiihihih.... pastinyaaa siiii........ ^^>

      Delete
  7. Yaampuun~ kasian banget Mr.Kim :'(
    So sweet dengan caranya sendiri
    Hihihihi
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  8. dari awal perhatian ku selalu sama suaminya, mr kim, akhirnya dia mau bicara juga dan memperbaiki hub rumah tangganya apa harus dengan selinguh dulu istrinya, baru nyadar -____- ahh mbak plisss ya baik2in rumah tangga mereka jangan ganggu lagi, haduh keberadaan jin ho bener2 mengancam rumah tangga nya >,< semoga hasil ya mereka punya anak...
    eniwey kisahnya mr kim sama rin romantis juga ya, apalagi ciuman di bawah derasnya hujan... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiihihiih.. iya.. Mr. Kim saat muda romantis aja.. lol

      Delete
  9. sempat lupa jalan cerita yg kmrn2,,, abis,,uplodnya kelamaan sich,,, tpi gak apalah,,, thank you k shin,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. dibaca ulang dr awal lagi sist wkwkkww

      Delete
  10. Iy mba, jgn smpe sma jin ho....
    Trauma baca ksah yg kya gtu. .

    *hehehe reader yg egois

    ReplyDelete
  11. Jadi bingung... Jinho Atau mr.kim...?
    KaMu pilih YG mana sist Shin?
    Tengkyu.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhahaha kok aku?? Rin donk yg mustinya milih.. lol

      Delete
  12. Wuih,,,enaknya si Ririn honeymoon ke 2,,,,
    Smga dhoneymoon yg nie lgsg isi yaaaa,,,amiinnn

    ReplyDelete
  13. Salam kenal sist shin ^_^ aku suka sama karyanya sis. Bikin penasaran hehehe . Ree

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal jg sist Ree.. heheh makasi ya udah mampir kesini. semoga betah selalu :D

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.