"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, February 18, 2013

Boku No Otoko - Chapter 18



Liburan kami di villa berakhir cukup menyenangkan meski sepanjang hari terakhir hujan turun tanpa henti. Kabut tipis menghalangi jarak pandang dan udara yg dingin membuat malas badan untuk bergerak sehingga kami berdelapan hanya meringkuk didalam ruang tamu villa sambil menghangatkan diri didepan tungku api.

Kemudian di ruang tamu hanya tinggal aku dan Direktur Won ketika anak buahku telah kembali ke kamar mereka untuk mengemas kembali barang-barangnya. Staf wanita memiliki kamar yang sama yang lebih dari cukup untuk menampung empat orang wanita. Sementara staf pria memakai satu kamar karena hanya mereka berdua. Sedangkan Direktur Won dan diriku memiliki kamar masing-masing.


Dia tidak banyak berbicara sejak datang berlibur ke villa ini. Sudah menjelang petang ketika Direktur Won sampai dengan mobil pribadinya. Dia mencoba menyembunyikan masalahnya dengan senyumnya yang dipaksakan. Aku menanyakan tentang kesulitannya itu namun dia menyangkalnya dengan mengatakan bahwa dia hanya kecapaian. Dan tersenyum menatapku.

Darahku berdesir melihat senyum Direktur Won. Sebelumnya tak pernah kusadari dia memiliki senyum yang begitu hangat. Di kantor dia selalu menggodaku dan sengaja membuatku naik darah. Tak pernah sekalipun dia bermanis-manis padaku meski dia tidak membenciku. Tapi sekarang dia tersenyum padaku, mungkin sesuatu menghantam kepalanya hingga dia tersenyum semanis itu padaku.

“Kenapa kamu memandangiku seperti itu? Ada yang salah dengan wajahku?” tanya Direktur Won menyadarkanku dari lamunanku.

“Ah.. tidak. Aku hanya heran. Aku baru sadar kamu ternyata bisa tersenyum seperti itu juga” kekehku.

Direktur Won terpaku menatapku. Dia duduk disampingku sembari memegang segelas whisky ditangannya. Untuk menghangatkan badan katanya tadi. Dia pun meringis sambil memperhatikan cairan didalam gelasnya. Memainkannya tanpa meminumnya lagi.

“...Itu karena kamu tak pernah memperhatikanku. Bagaimana mungkin kamu tahu ada laki-laki tampan disampingmu bila matamu selalu tertutup kabut. Sudah hampir dua tahun aku mengenalmu dan sungguh sulit bagiku bertahan selama ini tanpa membuatku gila” kata Direktur Won yang menambah kebingunganku.

Aku tak menangkap apa arti kata-kata yang tersirat yang dia ungkapkan padaku.

“Kenapa kamu harus gila Ryu Jin?” tanyaku padanya.

Direktur Won bernama lengkap Won Ryu Jin dan karena pertemanan kami, aku diberikan kehormatan untuk memanggil namanya seperti orang biasa.

“Kamu sungguh tak tahu?” pandangnya tak percaya.

“Ahh.. ya.. Bagaimana mungkin kamu tahu. Isi otakmu cuma kerja, kerja dan kerja. Waktu senggang pun kamu sibuk mengurusi hal lain. Berlibur disini pun kita jarang bisa berduaan selain sekarang ini” lanjutnya.

Aku menatap matanya mencoba mencari tahu apa makna perkataannya tadi. Dia membalas tatapan mataku dengan tajam.

“Aku suka kamu, bodoh” kata Direktur Won padaku.

Aku terdiam, terguncang mendengar pengakuan Direktur Won. Aku hanya tersadar ketika dia merangkulkan lengannya dipundakku.

“Aku tak ingin memaksamu Oguri. Tapi ya, aku gay. Aku menyukai laki-laki. Tapi laki-laki normal pun bisa menjadi gay bila melihatmu. Kamu sungguh...menarik”

Aku menelan ludahku, tenggorokanku menjadi kering dan tak bisa menjawab perkataan Direktur Won. Aku menarik “laki-laki”? Aku tak berani mengatakan pada Direktur Won bahwa aku juga sama sepertinya. Namun bukankah aku seperti ini setelah aku kenal dengan Hitori-san? Aku tak seperti ini sedari aku kecil, aku bahkan belum mengakui diriku gay. Aku masih terangsang menonton film biru biasa. Aku masih normal, kan?

“Sekarang kamu sudah tahu bagaimana perasaanku padamu. Jangan menghindariku karena ini, ok? Karena hatiku tahu jauh didalam sana kamu sama sepertiku. Aku akan membuatmu suka pada ku Oguri”

Direktur Won mengakhiri kata-katanya dengan mencium bibirku. Ciuman yang tak pernah kuduga. Dia merapatkan badannya ketubuhku dan menindihku diatas sofa. Kemaluan Direktur Won mendesakku. Darahku mendesir membayangkan diriku bercinta dengannya. Sudah dua tahun aku tak pernah berhubungan dengan siapapun. Terkadang aku membantu diriku sendiri bila aku benar-benar kesepian.

Aku tak kuasa menolak ciuman Direktur Won. Dia tahu bagaimana cara berciuman. Aku menjadi terangsang. Aku balas ciuman Direktur Won dan kami bergumul diatas sofa hingga dia melepaskan pagutannya. Nafasnya tersenggal-senggal diatasku. Matanya menyiratkan bagaimana dia hampir gila karena menginginkanku.

Suaranya serak. “Oguri, aku tak kuat lagi. Aku sangat menginginkanmu. Sekarang. Aku tak perduli bila ada yang melihat, tapi aku tak ingin kamu juga menjadi bahan bicaraan orang lain. Maukah kamu? Kita pergi dari sini?” Direktur Won hampir tak bisa berdiri ketika aku menyetujui keinginannya. Kakinya lemas, begitu pula badanku. Kami memasuki kamarku dan Direktur Won tak membuang-buang waktu ketika dia melepaskan pakaianku dan pakaiannya.

Kami bertelanjang bulat diatas ranjang. Dia memandangi tubuhku tak percaya. Matanya seolah mengatakan “Oguri..ku, milikku..” Dia pun memegang kejantananku. Mengelusnya dengan mesra, memainkan buah pelirku. Lalu dia mencium ku lagi. Memainkan lidahnya dan menghisap bibirku dengan panas. Namun aku menghentikannya. Ada yang harus aku katakan padanya, sebelum dia mengetahuinya sendiri. Dia pun bingung memandangku yang tiba-tiba menghentikannya.

“Ada yang harus aku katakan padamu” kataku.

Dia terdiam menunggu. “A..aku.. sudah pernah berhubungan badan sebelumnya dengan laki-laki lain. Tapi sudah dua tahun yang lalu. Dan aku tak ingin mengingatnya lagi” kataku sambil membuang muka. Sungguh berat bagiku menceritakan hal ini padanya. Aku malu. Tapi Direktur Won mengerti. Dia tersenyum.

“Memilikimu, aku sangat bahagia. Lupakan masa lalumu itu, OK? Sekarang aku milikmu. Hanya kamu” kata Direktrur Won menenangkanku.

Dia menciumi sekujur tubuhku sebelum menghisap kejantananku dan membuatku orgasme. Sungguh memabukkan. Gairahku meledak, aku begitu menginginkannya. Perutku dipenuhi oleh cairan maniku, sangat banyak. Direktur Won membersihkannya dengan lembut, tak ingin menyakitku. Dia tidak menyuruhku untuk menghisap kemaluannya, dia hanya mengelusnya sendiri hingga kejantanannya kembali tegang, siap untuk memasukiku.

Tapi aku ingin meraihnya. Ingin kemasukkan kedalam mulutku dan merasakan kejantanan Direktur Won. Aku pun menukar posisi kami. Dia hanya tersenyum ketika aku meminta kejantanannya untuk kuhisap. Dia menggelinjang tak berdaya menahan hisapanku. Kumainkan lidahku pada batang kejantannya, kuhisap-hisap buah pelirnya. Ketika kurasa kejantannya sudah siap, aku pun mencoba memasukkannya kedalamku.

Direktur Won menahanku, kami tak punya pelindung. Aku tak perduli kataku. Sekejap dia memandangku, namun kemudian dia membaringkan tubuhku dibawahnya.

“Oguri.. Aku tak ingin kita melakukannya tanpa pelindung. Meski aku sangat menginginkannya tapi aku tak ingin melukaimu. Kamu pasti tahu apa resikonya bila kita tidak memakai pelindung kan?” senyumnya.

“Kali ini, bisa berbaring berdua denganmu aku sudah puas” kata Direktur Won sembari mengambil tempat disampingku.

Dia memelukku, dia mengelus-elus kejantanannya dan menarik tanganku agar menyentuh kejantanannya yang sedang mengeras. Aku pun meremas-remas kejantanan Direktur Won sementara dia mengelus perut dan dadaku. Tak lama tubuh Direktur Won mengejang dan dia pun orgasme. Dia menghela nafas panjang, lega karena akhirnya bisa melepaskan stresnya selama dua tahun ini.

Kami kemudian berpelukan, dia mencium bibirku. Dan membisikan kata akan berusaha membuatku menyukainya. Aku hanya tersenyum meski dalam hatiku aku tak yakin masih ada tempat untuk orang lain selain Hitori-san... 


17 comments:

  1. Replies
    1. wkkwkwkwkw.. aihhhh emangnya hantuu kok serem sihhh ihhh

      Delete
  2. g nyangka d posting
    thanks mbak shin :D

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. hahaha iyaa... :D tp ya gt.. nongol sekali sebulan lebih gak nongol lagi ahahaa

      Delete
  4. Aaaak gay ya?.
    Mendingan baca inces daripada gay. :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ihhh.. kok sensitif amat sih cin ama gay... gay kan juga manusiaa.. wkkwkwk :kabur sebelum ada yg ngamuk:

      Delete
  5. Yach... Kasian Hitori san dia kn msi Cinta...

    ReplyDelete
  6. Hemmmm akhirnya bebas jg Diriku .... Santai....
    Aku pkir gak ada lanjutannya low mbak shin Tentang oguri ini hhiihii ....
    Makasih udah DI posting lg sist.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. bebas dari apa tuh?? hahaha iya.. kmrn iseng.. drpd mentok lama gk disentuh. :D tp susah.. dpt cuman 1 ini aja.c kkckckkc

      Delete
    2. 2 harian YG lalau super busy sist... Skrg saatnya nyantai ....heehe
      1 juga gpp sist.... Tpi rada gmn gt ya... Gay hehhee

      Delete
  7. mba shin.. Akhir'y dirimu melanjutkan Oguri - Hitori story again..

    Wah.. My feeling is true about Dir. Won. Kekeke :D
    Oy, Oguri'y ktmu ma Hitori lagi donk... Bkin Hitori cembulu xixixi
    thanks mba shin... Mwuuuuaaaaaah
    (smlm mau komen tpu ktiduran hbs ngobrol di WA) :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. feelingmu emang sesuatu sil.. lol.. namanya jg cerita gay... cowok2nya smeua pada gay wkwkkwkwkw :ngasal:

      Delete
  8. ough,,,si Oguri dpt sparing partner yg baru hah??


    Maph bru koment cyiin,,,eyke bru selesai baca,,heheheheheee,, ~terlintas dlm ingatan klo nie blom ksentuh,, lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkw.. iya donk.. sip sip noworries cin.. aku kira km gak doyan yg gay2 lol

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.