"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, February 22, 2013

Boku No Otoko - Chapter 19



Pekerjaan dimejaku menumpuk setinggi satu meter. Berkas-berkas dan rancangan-rancangan dari tahun lalu mulai berdatangan. Aku harus memeriksa dan menandatanganinya baru kemudian rancangan itu akan diserahkan kepada Presiden Direktur, kakak dari Direktur Won.

Semenjak dia mengantarkan ku pulang ke apartemenku dari liburan kami di villa, Direktur Won belum mengabariku sekalipun. Nampaknya dia mendapat tugas bepergian keluar negeri selama sebulan, tak heran ketika di villa dia menjadi murung. Aku tak pernah menghubunginya, dia pun tak menghubungiku, aku terbiasa untuk tak mengharapkan apa-apa dari hubunganku dengan siapapun.


Meski hanya teman, aku tak pernah menuntut orang lain agar menyukaiku juga. Sama hal nya dengan hubunganku dengan Direktur Won. Aku hanya menganggapnya “one night stand” dalam hidupku. Tak ingin aku libatkan perasaanku didalamnya karena aku tahu hubungan kami pasti akan berakhir tragis. Aku tak ingin mengulangi hal yang sama lagi, ketika kekuasaan mengalahkan segalanya.

Bahkan hubungan yang katanya didasari cintapun bisa pupus karena kekuasaan menghambatnya. Mungkin lebih baik bila aku menjalani hidupku seperti orang biasa kebanyakan. Menikah, memiliki anak, membahagiakan orang tua dan keluargaku dan menghabiskan usia dengan istriku. Mungkin.. bila aku menemukan wanita yang tepat suatu saat nanti.

Meski sudah jam istirahat, aku masih berkutat dengan komputer dan berkas-berkasku. Aku tak ingin membawa pekerjaan pulang kerumah dan aku pun tak ingin lembur sampai pagi. Terkadang pegawai harus lembur hingga seminggu mereka belum pulang kerumahnya dan energi beserta emosi mereka terkuras habis. Tak jarang kemudian mereka menjadi sakit atau mengambil cuti untuk beristirahat. Memang beban pekerjaan semakin hari semakin bertambah seiring dengan posisi dan tanggung jawab yang semakin tinggi.

Tokk..tokk.. Sekretarisku mengetok pintuku. Dia mengatakan Presiden Direktur memanggilku ke ruangannya. Aku pun menghentikan pekerjaanku dan segera menuju kantor Presiden Direktur di lantai sepuluh.

Setelah dipersilahkan masuk, aku menemui Presiden Direktur Won Ryu Jun. Ruangan kantornya formal, hanya ada foto-foto tentang perusahaan yang digantung disana. Sebuah vas berisi bunga-bungaan diletakkan diatas meja tamu tempat dia menyambut klien-kliennya. Dia sedang duduk dikursinya memandang ke arah pemandangan diluar jendela, memunggungiku yang baru masuk kesana. Ketika dia mendengarku datang, dia pun berbalik menghadap ke arahku.

Aku tak terlalu mengenal Presdir kami. Dia hanya terlihat di depan umum bila ada acara-acara besar yang diselenggarakan oleh perusahaan, jarang sekali dia akan terjun langsung dan berinteraksi dengan karyawannya. Selebihnya dia lebih banyak berkutat dikantor atau bertemu dengan klien-kliennya diluar negeri. Begitulah yang aku dengar.

Aku pun terdiam ketika Presdir menatapku. Dia benar-benar bagai pinang dibelah dua dengan adiknya, Direktur Won. Apakah mereka kembar? Pikirku. Tapi kemudian mulutku menganga ketika sekilas pikiran itu terbersit dikepalaku. Mereka bukan kembar. Melainkan adalah orang yang sama. Jantungku berdegup kencang karena kebingungan. Siapakah laki-laki didepanku ini, yang sedang menatapku lurus tanpa kedip? Memperhatikan ekspresi wajahku dengan seksama, mencari tanda-tanda keterkejutanku.

Ya, aku terkejut, aku kaget. Direktur Won Ryu Jin adalah orang yang sama dengan Presiden Direktur Won Ryu Jun atau sebaliknya? Sekarang aku bingung, siapakah sebenarnya orang didepanku ini? Orang yang bersamaku bergelut dalam gairah yang panas ketika di villa kemarin?

Aku tak bisa berkata-kata sebelum kulihat dia bangkit dari kursinya dan mendekatiku. Akupun menarik nafasku dalam-dalam. Debar jantungku masih berpacu liar mencoba untuk menenangkan diri. Dia menghampiriku, semakin dekat hingga kini dia berada tepat didepanku. Masih menatapku dengan awas. Tak ada senyum diwajahnya, bukan pula kemarahan atau benci yang aku lihat disana. Pandangannya datar, menyembunyikan apapun isi hatinya sekarang.

Tangannya menyentuh pipiku, mengelusnya, dia pun menarikku dalam pelukannya sambil membisikkan namaku. “Ogurii...”

Aku berdiri tak merespon pada pelukannya. Perasaanku campur aduk saat ini. Tak tahu apa yang harus aku ucapkan agar dia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dia masih merangkum wajahku dengan kedua belah tangannya. Dia tersenyum lirih.

“Kamu kecewa? Kaget?” tanyanya.

Namun aku tetap diam tak bersuara. Dia pun melanjutkan kata-katanya setelah tak mendapat jawaban dariku. Dia mengambil sebatang rokok dan menyalakannya dibibirnya. Dia menghisap rokok itu dalam-dalam sebelum menghembuskan asapnya kuat-kuat, seolah ingin mengeluarkan semua kesusahan hatinya.

Dengan santai Presiden Direktur Won duduk di kursi tamunya, memandang hampa pada tembok di depannya.

“Aku laki-laki bodoh, hanya demi bisa dekat dengan orang yang aku cintai aku rela menjadi pegawai rendahan selama dua tahun. Mencoba untuk membuatnya menyukaiku namun dia begitu dingin dan susah di dekati. Saat aku menyadari aku mungkin masih memiliki kesempatan untuk berada di dekatnya, aku sudah terlalu jauh menipunya. Dia mempercayaiku, namun setelah dia tahu jati diriku apakah dia masih mau mempercayaiku? Apakah kamu masih mempercayaiku, Oguri?” Presdir Won bertanya padaku.

“Aku tidak mengerti maksud anda, Presdir” jawabku datar.

Sejujurnya aku mengerti, semengerti apa yang mungkin terjadi bila aku menerima perasaan laki-laki di depanku ini. Kejadian yang sama akan terulang, kami tidak mungkin bisa bersama dan akulah yang akan menjadi korban lagi. Aku tidak bisa terluka untuk kedua kalinya, tidak akan kubiarkan hatiku terluka lagi.

Presdir Won menghela nafasnya, mematikan rokok di asbak dengan kesal. Dia mencengkeram bahuku, menatapku tajam. Presdir Won memiliki tubuh yang hampir sama tinggi dengan Hitori-san, hanya saja mata laki-laki ini lebih teduh dan jenaka bila dia sedang bercanda dan Presdir Won sebagai Direktur Won sangat senang bercanda. Sedang Hitori-san, dia adalah laki-laki yang dingin dan serius, arogan, kasar namun romantis. Mereka benar-benar kontras.

“Kamu mengerti, Oguri. Kamu mengerti. Aku tidak tahu mengapa kamu berpura-pura, marahlah padaku tapi jangan menolakku. Aku.. ingin memiliki hubungan yang jujur dan serius denganmu, Oguri. Tidak ada tipuan-tipuan lagi” kata Presdir Won.

“Presdir..” kataku pelan.

“Ryu Jun.. Itu nama asliku. Panggil aku Jun bila kita bersama” perintahnya.

“Aku tidak bisa memanggilmu seperti itu, kamu adalah atasanku” kataku. Aku tidak ingin menerima perasaan Presdir Won, meski aku tidak keberatan menjadi partnernya. Namun aku salah, Presdir Won menginginkan lebih dari itu.

“Oguri! Ah tidak.. maafkan aku, aku sudah berkata tidak akan memaksamu tapi aku justru seperti ini. Maafkan aku, kamu boleh kembali ke kantormu. Aku hanya ingin kamu tahu siapa aku sebenarnya dan kini kamu sudah tahu, jadi aku tidak memiliki beban lagi dalam hatiku. Keluarlah” katanya putus asa.

Kuturuti perintah Presdir Won dan memutar tubuhku keluar dari kantornya. Perasaanku gundah, aku bertemu lagi dengan kasus yang sama. Atasanku menyukaiku.. Dan akhir kisah kami akan sama saja. Mengapa semua harus seperti ini? Tidak adakah wanita baik-baik diluar sana yang pantas untuk kusandingi?

Saat aku kembali ke kantorku, aku berpapasan dengan seseorang yang tidak pernah kusangka akan kulihat lagi. Meski hanya sekilas aku tahu dialah orangnya. Dia tidak memandangku sama sekali, matanya menatap lurus ke depan tanpa ekspresi. Dia tidak mengenaliku.. Dan hatiku begitu sakit, sakit yang telah lama kukubur dalam-dalam kini muncul lagi ke permukaan.

Kenapa dia datang lagi dalam hidupku? Tidakkah cukup jauh aku telah menghindar? Kemanakah aku harus lari lagi agar tidak bertemu dengannya?

Kulangkahkan kakiku ke arah basemen, mencari mobilku dan berlalu dari sini. Kutinggalkan pekerjaanku tanpa pesan. Aku sungguh tidak bisa berlama-lama disana, aku bisa histeris dan gila. Penderitaan ini tidak pernah pergi dariku, selalu saja datang dan pergi, tanpa izin. Bayangan akan dirinya menghantuiku siang dan malam.

Ketika ku rasa aku bisa bangkit, dia datang lagi.. Kini apa yang dia inginkan di Korea? Mengapa dia ada di gedung perusahaan tempatku bekerja? Tolong jangan katakan dia adalah kenalan Presdir Won. Karena aku terpaksa harus melarikan diri lagi dari lingkungan ini.. Lingkungan yang mulai kusuka, lingkungan yang mulai betah kutinggali. Tolong.. Jangan ganggu hidupku lagi.. Hitori-san.. 


38 comments:

  1. hiks ...kasian ya oguri ... gw klo diposisi dia juga pasti empet banget deh . masa ngalamin hal yg sama lagi ...


    btw si hitori di tendang aja napa ?!


    (komen pertamax setelah sekian lama jd SR)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah Hitori-san kan soulmate nya Oguri cin.. ihihihihih

      hehe welcome aboard ya.. met komen2 ria.. ditunggu komen2 lainnya dr mu.. asik... dapet komentator baru lagi :terharu:

      Delete
    2. soulmate kan ga musti bersatuuuu ( halah bahasa gw ...)
      biarin aja si hitori nyesek nyesekkk sendirian dipojokan sambil garuk2 tanah .
      hmphhhh !!!


      Delete
    3. kwkwkkwkw... jangan... ntr oguri ama presdir won donk? lol..

      Delete
  2. kasihan oguri ...hkhikhikhik.........

    ReplyDelete
  3. udah,,,,si Oguri ma Sila aja,,,,wkwkwkwkkwwkkw
    Hitori ama si Presdir Won..xxixiixixiii


    *nunggu manis koment Sila,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba ris??
      Apa maksud?? :o
      Klo Oguri normal aq mau.. Mau banget *.*
      *plakkkkk :p

      Delete
    2. hahahhaha pasti mau beudss lah Sila.. kan fans beratnya Oguri. hiiih iya kan sil?? lol

      Delete
    3. si Oguri pan emg normal, Sila,,

      Gegara disetanin ma Hitori maakaany jd gitu,,,wwkwkwkwkwkk

      Delete
    4. Mba ris@ haha iya yah.. :D
      Disetanin Hitori.. Jd yg hrus d slhin itu Hitori san :/

      Mba shin@ wkwkwk
      Y udah Oguri buat sy ya mba shin *.*

      Btw, siapa ne yg jdi Oguri? ada gmbran'y g'?? Aktor spa gitu??
      Biar lbh bisa imagine..! Xixixi

      Delete
    5. tuh yg jd oguri di photo chapter ini. wkwkwkw aku gk ada bayangan yg jd oguri siapa, biarkan lah dia menjadi imajinasi dalam kepalaku. lol..

      Delete
  4. hmm, galau lagi ya ceritanya? :)
    makasih mbak shin *lope*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah mwah.. jangan kapok2 ya ama yg galau2.. lol

      Delete
  5. kyaaaa Hitori akhr'y nongol..
    Kshan Oguri.. :'(
    Mba shin.. Thanks udh lanjutin crta ini..

    ReplyDelete
  6. Mbk, hitori-san itu laki2 apa perempuan sik?
    Maklum baru baca bab ini sm sebelumnya,jadi kagak tau deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hitori-san cowok sista hehehehe. Cowok super cool, dingin, kejam, kasar, n pengecut.. wkkwkwkww...

      Delete
    2. Pacarnya oguri sebelumnya ya mbk?
      Haihaih,sadis kali sih mantannya oguri ini.

      Delete
  7. Oh no.....!
    Sebenare oguri... Masih waras kan..? So.. Knp MaU Jadi partner(....)? Hemmmm puyeng
    Makasih mbak shin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya buat pelampiasan aja cin, dia kan gk mau jalin hubungan asmara, cuma hubungan fisik aja. Oguri kan cowok biasa, hahahaha

      Delete
    2. Ak sk bgt kata2 ini



      Bahkan hubungan yang katanya didasari cintapun bisa pupus karena kekuasaan menghambatnya. Mungkin lebih baik bila aku menjalani hidupku seperti orang biasa kebanyakan. Menikah, memiliki anak, membahagiakan orang tua dan keluargaku dan menghabiskan usia dengan istriku. Mungkin.. bila aku menemukan wanita yang tepat suatu saat nanti.

      Aku kan begitu suatu Saat nanti... Menemukan org YG tepat DI wkt YG tepat hemmmmm

      Delete
  8. aq tau lah ini endingnya.
    pasti oguri jd normal.
    cz aq calon istrinya.

    hahai
    perkenalkan aq eka chan calon istri tunggal dari oguri kun.

    *wkwkwk
    hayalan tingkat tinggi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwk eka-chang.... (beneran lho kl jepang N dibelakang kl ngomongnya jd NG) kyk hitori-san jd hitori-sang. kl eka-chan jd eka-chang donkk.. eh..kacanggnngg... kwkwkwkwk :kabur lagi:

      Delete
  9. Gimana ya wajah Oguri... Kok byk Ɣªήğ naksir. Presdir smua lgi. Heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tuh kyk di PP postingan ini oguri tuh. wkwkwkkwkw...

      Delete
  10. Yg di PP itu Oguri... keyeeennnn.....
    Pantas aja jadi rebutan 2 presdir XD _sautsautan

    ReplyDelete
    Replies
    1. kwkwkkwkw... ya emang cakep beudd.. lol

      Delete
  11. haha..chapter aoi ini dlanjutin?br tau.. :D dtunggu chap slanjuty y mba...

    ReplyDelete
  12. Mba kapan apdet lagi??? penasaran!!!

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.