"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, February 14, 2013

Flower In My House - Chapter 3



Pelayan itu sedang berbincang-bincang dengan Bi Ra Ni, entah apa yang sedang mereka bicarakan. Tak lama kemudian dia pergi ke dalam kamarnya, sekilas aku melihat wajahnya dari samping. Bibir yang tersenyum itu.. Mengapa aku selalu mengingat bibir itu?

Sepanjang malam kuhabiskan di dalam ruang kerjaku, membuka proposal-proposal pekerjaan dan sesekali menghilangkan penat dengan membaca buku-buku yang berisi cerita komedi atau buku motivasi. Hampir pukul satu malam dan mataku mulai kelelahan, namun aku belum ingin tidur. Besok minggu dan aku tidak perlu bangun pagi karena minggu hari libur, kan?


Kuputuskan untuk meminta pelayan membuatkanku kopi.

Sejenak aku tertegun sebelum membuka pintu kamar pelayan itu. Apa yang aku pikirkan berada di depan pintu kamar pelayanku pada pukul satu dini hari? Aku tidak berusaha menjadi majikan yang kejam, kan? Dia telah bekerja seharian penuh dan aku masih mengganggunya juga?

Tapi entah kenapa aku tidak bisa mengangkat kakiku menjauh dari depan kamarnya. Aku ingin melihat pelayan itu. Setelah melihat senyumannya yang selalu membayangi pikiranku, aku ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai pelayan yang bahkan belum aku ketahui namanya.

Pintu handle terkunci, dan aku murka seketika. Dirumah ini tidak ada pelayan yang boleh mengunci pintu kamarnya karena dulu pernah terjadi kebakaran yang membuat seorang pelayan dirumahku terluka karenanya. Maka sejak itu kami memiliki peraturan agar tidak mengunci kamar saat malam hari. Nampaknya pelayan baru ini belum mengetahui hal itu.

Ku gedor pintu itu dengan berisik, berharap pelayan itu akan mendengarnya dan membukakan pintu kamarnya. Tak lama kemudian pelayan itu muncul, dengan pakaian dalamnya yang seadanya, membuat mulutku menganga lebar demi menyaksikan pemandangan gratis di depan mataku.

Tampaknya dia masih setengah sadar karena dia berusaha menutup pintu kamarnya lagi dengan wajah tak berdosa. Dengan cepat kakiku menghalangi pintu agar tidak tertutup dan menarik lengan pelayan ini menggoncangnya agar terbangun dari tidurnya.

 Aku mendesis marah padanya, selain karena dia memang bersalah mengunci kamar tidurnya, dia juga bersalah karena memancing nafsuku dengan hanya mengenakan pakaian dalam tipis itu.

“Siapa yang menyuruhmu mengunci pintu kamar?” kataku dingin. Dia pasti bisa melihat kemarahan dalam mataku.

“Dirumah ini tak ada satupun orang yang boleh mengunci kamarnya. Dulu seorang tukang kebun mengunci kamarnya dan dia sedang terlelap saat api dari puntung rokoknya membakar seisi kamar itu. Kini dia cacat, apa itu yang kamu inginkan?” aku tidak mengarang cerita ini, karena memang benar pernah terjadi dan aku bisa melihat kengerian didalam matanya saat mendengar penuturanku.

“Maaf..” pelayan itu meminta maaf padaku. Dia semestinya menambahkan satu kata lain agar terdengar sopan dan agar dia tahu dimana kelasnya berada.

“Maafkan saya, tuan” aku mengoreksinya. “Ulangi!” perintahku.

“Maafkan saya, tuan..” katanya pelan.

“Bila aku melihatmu mengunci pintu ini sekali lagi, aku akan menyeretmu agar tidur di halaman” tanganku melepaskan cekalan di pergelangan tangannya yang memerah.

Dia menggosok-gosokan tangannya di tempat yang ku cekal. Nampaknya aku menyakitinya.

“Bawakan aku kopi ke ruang kerjaku” perintahku sebelum berlalu dari sana.

Bila lebih lama lagi berdiri di depan pintu itu, aku bisa saja meraup tubuhnya tanpa memperdulikan statusku. Astaga apa yang aku pikirkan? Bagaimana mungkin aku bisa tertarik pada seorang pelayan yang bahkan usianya jauh lebih muda dariku.

Dengan kesal aku kembali ke ruang kerjaku. Tak lama kemudian pelayan itu datang dan membawakanku kopi seperti yang kuperintahkan. Aku tidak berkata apa-apa dan pura-pura tidak melihatnya. Dia mengenakan sweater yang menyembunyikan tubuhnya. Dia seharusnya tahu bila dia tidak perlu melakukannya, karena aku tidak bisa mengenyahkan ingatanku akan tubuhnya yang sensual dalam balutan pakaian dalam sialan itu.

Dan mengapa dia harus tidur hanya dengan pakaian dalam? Apa dia tidak tahu dirumah ini ada seorang monster yang begitu haus akan tubuh wanita karena telah terlalu lama tidak mengecapnya? Arghh!!

Sambil menyesap kopi yang sudah dingin, aku membaca kembali pesan yang dulu dikirimkan Jung Nam padaku. Pesan yang memberitahukanku bahwa dia telah mendapatkan seorang pelayan seperti yang aku tugaskan kepadanya. Kopi ini sudah dingin, namun tubuhku masih terasa panas demi membayangkan lagi dan lagi tubuh pelayan itu. Aku tidak mungkin tertarik pada anak gadis yang masih berbau kencur kan?

“Siapa namanya katanya? Ji Han?” bisikku pada diriku sendiri. Kini aku tahu namanya, dan pasti akan sangat menarik untuk melihatnya kesusahan di dekatku.

“Cukup menarik..” aku sungguh tidak bisa menyembunyikan senyum sinis ini dari wajahku. Oh betapa indahnya permainan ini..

~~~~

Minggu pagi, aku bisa bangun lebih siang dan memperbaharui tenagaku untuk bekerja lagi esok. Begitulah yang aku lakukan sepanjang minggu, bekerja, bekerja, bekerja. Entah apa sebenarnya yang menjadi tujuanku untuk bekerja selain mendapatkan uang lebih banyak lagi. Usiaku sudah dua puluh tujuh tahun, banyak teman-teman kuliahku sudah berkeluarga dan memiliki beberapa orang anak dan sering mereka bertanya kapan aku akan menyusul. Sungguh pertanyaan yang tidak ingin aku jawab.

Aku belum tertarik untuk membina sebuah hubungan rumah tangga dengan siapapun, aku masih ingin sendiri. Saat seseorang sudah mengikatmu tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan selain pulang-pergi rumah-kantor. Rengekan, pertengkaran, tuntutan.. Hanya itu yang pasti keluar dari mulut istrimu yang tinggal dirumah menunggu dan menghambur-hamburkan uang. Seperti banyak istri-istri rekan-rekan bisnisku. Aku tidak tahu apakah itu karena memang mereka mendapatkan istri yang demikian atau karena memang wanita-wanita zaman sekarang lebih tertarik pada apa yang kamu miliki.

Aku menghela nafasku, segelas red wine ditangan kini tinggal separuhnya. Tubuhku cukup rileks menikmati air hangat dalam bath tub, hingga aku mendengar suara pintu dibuka. Aku menajamkan pendengaranku namun tidak ada suara yang terdengar.

“Siapa diluar?” tanyaku dari dalam kamar mandi yang pintunya kubiarkan terbuka.

“Saya mengantarkan sarapan pagi, tuan”

Suara pelayan itu menyahut pertanyaanku. Hm.. menarik. “Kesinilah” perintahku.

Aku ingin melihat reaksi pelayan yang bernama Ji Han itu saat melihatku berada dalam bath tub dengan tubuh telanjang. Aku mungkin sudah gila karena menggoda anak gadis berbau kencur dengan ketelanjanganku. Tapi tak pernah terasa semenyenangkan ini untuk menggodanya. Dia tidak pernah melawanku, tidak pernah melarikan diri atau berusaha untuk berhenti dari pekerjaan ini. Aku ingin tahu sejauh mana dia mampu untuk bertahan, aku hanya berniat sejauh itu. Aku akui pekerjaannya tidak mengecewakan, namun sisi liar dalam diriku begitu ingin bermain-main dengan mangsanya.

Kupanggil dia lagi karena tak kunjung datang. “Kamu tak mendengarku? Kesinilah? Cepat!” teriakku.

“I..iyaa.. tuan” dia terdengar panik. Ya, dia pantas panik. Mungkin dia sedang berpikir apa yang akan aku lakukan padanya dengan menyuruhnya  masuk ke dalam kamar mandi.

Pelayan itu dengan tertunduk lesu masuk ke dalam kamar mandi, sudut matanya tak bisa menghalangi penglihatannya dari tubuh telanjangku yang samar terlihat dari bayangan air bath tub. Pipinya merona merah dan dia sungguh menggiurkan saat seperti itu.

“Ambilkan handuk untukku” perintahku padanya setelah beberapa lama kami diam membisu.

Dia menyodorkan sebuah handuk kering untukku, wajahnya dipalingkannya sehingga dia tidak akan melihat tubuh telanjangku lagi. Aku hanya mendengus, dia tidak tahu apa yang akan dihadapinya.

Dengan sengaja aku bangkit dari bath tub dan berdiri dengan gagah di hadapannya. Yah, berhasil. Dia memalingkan wajahnya, tangannya menutupi matanya yang tak sengaja melihat pemandangan yang sangat menarik. Dia telah melihat tubuhku yang bertelanjang bulat. Aku harap dia tidak bisa tidur karenanya, seperti bagaimana dia membuatku tidak bisa tidur semalaman demi menyaksikan tubuh mungilnya hanya dalam balutan pakaian dalam itu.

“Aku tak akan memakanmu, sekarang keluarlah. Aku ingin berganti pakaian” kataku dengan dingin.


Dia lalu berlari kecil keluar dari kamar mandi. Seringai licik tak bisa menahan diri dan muncul di sudut bibirku. Aku sungguh senang bisa mempermainkannya. Menarik..menarik.. menarik sekali. 


41 comments:

  1. Wah.. Mbak shin, hr ini baik ht bgt... Ngepost 3 judul hehe... Peluk sayaNg dech Dari ashia hahhayyyy.... Mmuaachhh , thanks...
    Komen dulu bArRu baaccccaaa hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh setelah baca komen lg ndak?? :P~~~~

      Delete
    2. Lom sempet baca sist ternyata,, hahaha tadi keburu repot... Oh ya sist... Btw u tau gak itU yang jd perannya si Ji joung ( gak tau nama artis korea,red soalnya ) ahhaa misuanya Jung in hehe... Lagi main DI Apa ya judul ya ... "Lee dai pai" klo gak salah baru 4 episode ... Kayaknya BAGUS dech ceritanya ... Norton yach klo sempet...

      Delete
    3. tau kok, aku jg udah cek dramanya. cuman dia jd peran antagonist disana, aku belum ada cek lg. judulnya Ad Genius Lee Dae Bak. cuman dia jd second lead. :D main ama yg jd ceweknya yg di drama chun yang, mereka dl jg pernah main bareng, tp dia tetep second lead hauhauaa... namanya Jo Hyun Jae. yg jdi DP ku skrg dia dah heuhehueuhue

      Delete
    4. Heehe ... Aku ketawa Ngakak pas adegan Pemasaran iklan mobil itU... Idenya Gila bgt Tapi mengena. Kereennnn ... Hemmm SI Hyun jae jahat nyuri hasil karyanya lee dai pai...
      Oh ya sist... Btw Boleh nanya NGGK NIH , dimana u ngeceknya sist.. Aku bisanya cuma nonton via PPS tv... Tadi pagi aku baru LIAT episode ke 2 ... Yang laen nyusul aja laen Waktu .

      Delete
    5. aku ngak ada nonton sih, biasanya aku cuman ngikutin JHJ nya aja. kl mau bisa cek di forum soompi yg membahas tentang dramanya, atau ke facebooknya, kl aku ngikutin sih dari www.johyunjae1980.wordpress.com

      disini itu web fanbase nya JHJ, tp dia ikut jg kok nyeritain drama lee dae bak nya. :D

      Delete
    6. Oh... Soompi.. Aku dah lama gak MAMPIR ke situ.. Dulu sih sering,aku lebih sering nonton via PPS klo NGGK gt pptv, asal BAGUS ... Klo dr episode 1234 jelek... Aku Gak MaU nglanjutin, males.. Klo nemubaru aku pantengin terus asal da Waktu ...
      Makasih mbak shin infonya... :) hehehe

      Delete
    7. hahahaa... apaan tuh PPS PPTV? yg live streaming kah?
      aku skrg lg males nonton drama, malah udah gk terlalu ngikutin. sibuk di myowndramastory soalnya. wkwkkwkw heran dah.. jd kolot dah aku wkkwkww

      sip sip sama2 sista :D

      Delete
    8. Hemmmm yah Bisa DI blg gt sist... Ehemmmm aku download .. Tapi Versi mandarin... Soalnya itU YG punya RRC... Tapi pakai tulisan mandarin YG simple, Bukan YG asli ( mandarin traditional ). Aku jg gak meski ngikutin klw da Waktu aja. Coz jg gak bakalan ketinggalan tinggal KiTa pilih mana YG MaU KiTa tonton.

      ok dech masama sist...
      Btw kok kubu jungnam Rossy brda DI Atas ... Wah gawat.... Aku ngambek sist.... :( hi hhiihii

      Delete
    9. hahahha ayo jgn mau kalah.. galang pendukungmu kalahan rosnam lol

      Delete
    10. Wah jangan2 Mereka pakai akin laen tuh sist... Hhiihii hi ... Wadech puyeng NIH ntr... :(

      Delete
    11. hahahahah cemunan menang nih hari nii lol

      Delete
    12. Horeeeee Mumun vs Rossy 32:22 Hhahahahha Ngakak poll... Suka bgt... Lonjak2 hihihihii

      Delete
  2. ayang Jung Min... *peluk cium untuk mu honey..
    Kangen *.*

    Mba shin, mksih mwuaaaah

    Thanks mba fathy y udh jwab dg benar..
    dan akhirnya ayang Jung Min-ku muncul..
    Xixixixi

    ReplyDelete
  3. semalem baca pdf Love in the parks 1
    sekarang ad Jung Min pov..



    thx mbak Shin...

    ReplyDelete
  4. park jung min i love u., hha
    mba shin beneran suka bnget aku baca ini..
    muah muah

    ReplyDelete
  5. thanks mbak shin, kirain minggu dpn bru d posting nya :D

    ReplyDelete
  6. Thanks sist, makin sayang ma Jung Min he.he

    ReplyDelete
  7. Thanks sist, makin sayang ma Jung Min he.he

    ReplyDelete
  8. Huaaa~ really miss jung nam and ji han hihihihi
    Makasih mb shin
    Teteup ditunggu lanjutannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah kok jung nam n jihan? uahauhaua

      Delete
    2. Salah target tuh sist hahhaa ... Ngakak poll ... So lol...:D gkkgkgkk

      Delete
    3. Huaaaa maaaf abis namanya hampir sama
      Hihihiii
      *jadi malu*
      Salah sasaran *tepok jidat*

      Delete
  9. Mba shin ​​♏♏♏ªªªªñÑñ†††ªªªªªPPPP(y) hr ini posting ampe 3 bab....peluk syg mba shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahaa :D iya.. ada perjanjian rahasia ama para readers makanya keluarin 3 postingan lol

      Delete
  10. suka suka suka.. lagi..lagi..lagi..lagilagilagilagila.. loh!
    next chapter dunk kakshin..
    bsk jungnam+jungmin yaaa..
    plisplis..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah yo kebanyakan lagi jd gila kan.. ckckck minggu depan aja lagi biar ndak gila ya sist ^^>

      Delete
  11. cyiiiiinnn,,,,makaaassiiihh,,,,
    Ketjoep-ketjoep,,,

    ReplyDelete
  12. Yahh, kok minggu depan sis? Kelamaan T_T . Ree

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha bru jg kmrn aku post cin.. aih.. ini ceritanya si jung min cuman selingan aja kok. kan cerita aslinya udah ada. jd kl pas aku iseng n bosen br aku ketik hehehe. lumayan buat distrak dr kepenatan ngetik cerita yg lain ehhe.. sabar.. cerita ini gampang kok ngetiknya krn udah ada base ceritanya jd pst ada aja. :D

      Delete
  13. mana sambunganny shin? abis baca nihh ... suka couple ini sukaaa

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.