"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, February 8, 2013

Flower In My House - PJM Chapter 1



Pagi ini aku terlambat, karena sakit kepala yang tak tertahankan aku susah tidur dan ketika mataku mulai terlelap hari sudah pagi sehingga aku ketiduran. Aku hanya mendapat satu jam yang kurang nyenyak untuk tidurku. Tak apalah, setidaknya aku tidur dan tubuhku bisa beristirahat walau hanya sekejap.

Tanpa menyentuh sarapanku, aku langsung masuk ke dalam mobil Mercedes yang telah setia menungguku. Sopirku sudah berada dibalik kemudi dan bersiap mengantarkanku ke kantor. Hari ini aku memiliki jadwal yang sangat padat, terlalu banyak meeting yang tidak penting. Well, aku tidak bisa mengeluh, meeting-meeting tidak penting ini sangat kuperlukan agar kemudian memuluskan jalanku untuk memenangkan proyek dan tender-tender lain. Aku harus berkorban sedikit untuk mendapatkan tujuanku.


Pintu gerbang dibuka, mobil pun mulai melaju ke luar rumah. Aku sedang membungkuk sehingga melewatkan sesosok wanita yang berdiri di samping pintu gerbang rumahku. Dari sudut mataku aku melihat tubuhnya yang hampir terjatuh karena serempetan mobil yang ku tumpangi. Dengan kesal aku memaki sopirku.

“Pelan-pelan, kamu tidak ingin membunuh seseorang kan?” sopirku dengan gugup meminta maaf.

Ya dia memang bersalah, namun aku mengkhawatirkan wanita itu. Semoga dia tidak apa-apa. Tapi apa yang dia lakukan di depan pintu gerbang rumahku? Hm.. well, bukanlah urusanku, masih banyak hal lain yang harus aku pikirkan.

Setibaku di kantor, Kim In sudah menjejalkan kepalaku dengan jadwal yang harus aku hadiri, dari pukul sembilan pagi hingga pukul sepuluh malam. Ya, Tuhan.. tidak adakah pekerjaan lain yang lebih santai daripada pekerjaanku? Aku sungguh ingin berlibur sekali-sekali, kepalaku bisa pecah dan sakit kepala ini mendadak muncul lagi.

Aku mengikuti meeting-meeting itu dengan setengah hati. Pikiranku melayang kemana-mana dan menahan sakit yang berdenyut tak tertahankan. Aku selalu lupa untuk mampir ke apotik, mungkin nanti aku akan menyuruh sopirku untuk membelikanku obat sakit kepala. Bila tidak, aku akan berakhir di atas ranjang selama beberapa hari.

Obat sakit kepala yang dibelikan sopirku ternyata tidak manjur sama sekali. Bukannya membaik, sakit kepalaku semakin parah sehingga aku terpaksa meninggalkan sebuah meeting yang tidak terlalu penting dan pulang kerumah. Aku ingin beristirahat dan menenggelamkan tubuhku dalam air bath tub yang hangat, sesekali air hangat bisa menghilangkan kepenatan dan frustasi pekerjaanku. Mungkin aku juga memerlukan sedikit hiburan di akhir minggu, sudah lama aku tidak menyentuh wanita.

Setibaku dirumah, Ibuku dan adikku Jung In sedang bersiap-siap makan malam. Mau tidak mau aku harus melewati ruang makan untuk mencapai tangga ke kamarku. Aku tidak ingin melewati ruangan itu karena ibu pasti menanyaiku, aku sedang tidak ingin menjawab pertanyaan yang banyak memerlukan tenaga untuk menjawabnya. Tapi akhirnya aku melewati ruangan itu, aku tidak punya pilihan lain, kan?

“Jung Min? Kamu sudah pulang? Tumben jam segini?” benar saja, ibu telah melihat kedatanganku dan inilah pertanyaan pertamanya. Aku mencari jawaban yang paling mudah sehingga ibu tidak akan bertanya lagi. Aku ingin melarikan diri dari sini.

“Iya, aku sedikit pusing. Aku akan beristirahat” jawabku pendek. Untungnya ibu mengerti dan membiarkanku lewat menaiki tangga bundar menuju kamarku.

Sesaat aku melihat sosok wanita yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Pelayan baru? Mungkin saja, dia menundukan kepalanya menyembunyikan wajahnya. Aku tahu dia pelayan dari pakaiannya, meski kami hanya memiliki beberapa pelayan dirumah ini, namun ibu bersikeras untuk membuatkan pakaian seragam untuk para pelayan. Aku tidak mengerti mengapa ibu perlu memberikan mereka pakaian seragam, tanpa itupun mereka tetap terlihat sebagai pelayan.

Pelayan yang berdiri dengan gugup di depanku ini masih muda, sejak kapan kami menerima tenaga kerja yang belum cukup umur? Apa ibu tidak tahu ada undang-undang yang melarang mempekerjakan anak dibawah umur? Kami bisa didenda bila tertangkap memiliki tenaga kerja seperti itu.

Tubuhnya begitu mungil, kedua tangannya yang berkaitan di depan tubuhnya yang bergetar bahkan tidak lebih besar dari sebuah genggaman tanganku.

Apa dia takut padaku? Tubuhnya gemetar dan dia mencoba mencuri-curi pandang melihat wajahku, tentu saja dia akan ketakutan. Aku sedang tidak ingin memperlihatkan wajah ramahku, kepalaku sakit dan bila dia membuatku marah aku bisa saja langsung memecatnya. Semoga dia tidak berbicara, aku tidak ingin membuka mulutku dan mengeluarkan kata-kata makian yang hanya untuk melampiaskan kemarahanku seharian ini.

Tapi ketika pelayan ini mengangkat wajahnya sekilas, mulutku ternganga. Dia.. cantik.. wajahnya membuatku terpesona, begitu teduh, lembut namun tidak lemah. Dia memiliki tekad kuat dan kepribadian yang tidak mudah menyerah, terlihat dari sinar matanya yang mencoba menyingkirkan ketakutan yang terlintas pada bola mata coklatnya.

Aku tidak membiarkan diriku menunjukan ekspresi apapun, hanya dengan sebuah tatapan tajam pelayan ini menundukan wajahnya lagi. Kuperkirakan dia baru berusia sembilan belas, mungkin? Atau seumuran Jung In? Aku tidak tahu, yang jelas dia terlihat lebih dewasa dari pada adikku yang manja itu. Namun.. tubuhnya yang mungil.. terlihat begitu rapuh..

Apa yang aku pikirkan? Sempat-sempatnya aku memiliki pikiran erotis mengenai tubuh pelayan di depanku ini. Ingat, dia hanyalah seorang pelayan, kelas kami berbeda. Dan aku tidak akan jatuh ke dalam jebakan seorang pelayan. Orang miskin.. Mereka hanya akan memperalatku saat mengetahui aku menginginkan mereka, mereka akan meminta segalanya dariku, memanfaatkanku seperti orang-orang itu, yang bermulut manis di depanku namun bermuka dua dibelakangku. Aku tak akan tertipu..

Kulewati tubuh mungil di sampingku ini lalu melanjutkan langkahku menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarku. Kamar yang aku dekorasi sendiri sesuai identitas diriku yang mungkin tidak diketahui orang lain. Aku terbiasa menyendiri, menyepi.. aku tidak suka dengan kebisingan, kamarku pun memiliki peredam suara yang cukup bagus. Aku tidak akan bisa mendengar suara-suara diluar kamar dan begitu juga sebaliknya, suara dari dalam kamarku tidak akan terdengar keluar. Aku bisa berteriak sekencang-kencangnya tanpa perlu khawatir membangunkan seisi rumah.

Air bath tub yang hangat mulai membuat tubuhku rileks, beberapa gelas red wine membantu menghangatkan tubuhku dari dalam. Setelah berendam selama setengah jam lebih, aku pun mengeringkan tubuhku dan naik ke atas ranjang. Aku hanya mengenakan celana boxerku, malam ini aku ingin tidur telanjang bulat namun aku rasa itu bukan ide bagus, karena bisa saja aku bermimpi erotis dan mengacaukan bed cover ranjangku. Tidak akan lucu bila pelayan baru itu menemukan hasil perbuatanku dan dengan lugu menyentuhnya. Aku tidak yakin dia mengerti apa itu mimpi basah.

Dengan sebuah seringai kecil aku mematikan lampu disamping ranjangku dan memejamkan mataku. Aku perlu tidur yang nyenyak...


~~~~ 

DRAMA INDEX

34 comments:

  1. aaaiiih,,,,ada apa nie??
    Knpa tiba2 Jung Min muncul dg kisah baru??
    Another split???
    Atw???

    ReplyDelete
    Replies
    1. @riska : bukan kisah baru cin.. Ditelusuri aja, adegan2nya ada kok di eight drama. Ini cuma POV nya si Jung Min :D

      Delete
    2. aku kirain td juga kisah baru, lanjutan dr cerita Jung Min dan Ji Han yg udah unya anak, mbak riska..
      taunya mbak shin bikin cerita dari sisi Jung min rupanya..
      asiiikkk...
      lanjutkan mbaak..
      makasih mbaaakk ^__^

      Delete
    3. hahahah kasian kl dilanjutin, yg ada ntar mereka pisah, kan gak lucu.. lol makasi MJ..

      Delete
  2. wahhh, kisah majikan dan pelayannya yang cantik.. thanks mbak shin.. ditunggu kelanjutannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Ini kisahnya Park Jung Min cin, kakaknya si Jung In n Jung Nam. Ini adegan waktu hari pertama si Ji Han mulai kerja di rumahnya keluarga Park. Habis ini kan besoknya nanti Ji Han mulai bawain breakfast ke kamarnya Jung Min, maka mulailah Raja Kegelapan beraksi. Muahahahaha...

      Delete
    3. ciyeeee,,,Raja Kegelapan,,,,
      Hohohohoohohohooo,,,
      bathroom sceneny keeeeyeeeenn,,, *wink

      Delete
  3. yey ceritanya versi jung min ya? Wow keren jga mbak shin... Lanjut :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ╭(′▽`)╯ iчαα sista.. Makasi :D

      Delete
  4. asyik bs kenal lebih dalam ma akang jung min kemarin khan ketinggalan, thanks sist,;-)

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. iyaa.. hehehe.. sorry komenmu masuk spam box, ni br aku balikin wkkwkwkw..

      Delete
  6. Ouuuh~ ini jung min pov
    *manggut2*
    Lanjuuut mb shin :D

    ReplyDelete
  7. Kya kya kyaaaaa jung min cakep hha
    mba shin makasih muah muah i love u wkwkwkwk
    ahh jung min POV
    astaga kangen nya diriku dgn mu kang mas *teriak2 histerir heboh sendiri*

    ReplyDelete
    Replies
    1. "D sama2.. mdh2n suka ya hehehe.. ini sih ceritanya udah kejadian, cuman dr POV nya Jung Min, apa yang dia rasakan saat Ji Han ada disekitarnya lol..

      Delete
  8. Hmmm ketauan deh isi hati si raja kegelapan, ternyata udh tertarik toh saat pertama x bertemu cieeh hehe

    ReplyDelete
  9. Kisah dg POV Jung Min..
    Ah.. *.*
    Pasti seru ne, bkal tau deh apa yg berkecamuk dlm kepala Jung Min yg "dingin"..
    Xixixixi
    Mantap mba shin!
    Lanjutkan...

    Mksih... *kiss

    ReplyDelete
  10. wah keren,suka bgt.jd tw gmana isi kepala pangeran kegelapan,mw mastiin perlu lampu brp watt lol.heheh thx mba shin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhaa... bisa aja ren2.. mwah.. sama2 rena..

      Delete
  11. Waduh Kang jung min, kumahak atuh damang hahaha ...sok ngesunda, padaha ndak Bisa hehe
    Makasih sist..

    ReplyDelete
  12. dari jung nim POV ya mbk shin???

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Oh ternyata..si jung min tuh begitu ya..
    Ahahaha
    maria marcedes ini mah, tp lebih keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. belum keliatan sist, ntr di chapter2 berikutnya keliatan brengsek nya si jung min lol

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.