"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, February 11, 2013

Looking To You - Chapter 20



Aku mengemudikan mobilku dengan kencang kembali ke kantorku. Menunggu dengan tak sabar lift membawaku naik ke lantai tiga puluh. Aku akan mengungkapkan isi hatiku pada Calley, dia mau menerimanya atau tidak aku tidak perduli. Aku akan membuatnya menerimaku besok bila memang dia tidak menerimaku hari ini.

“Dimana Calley?” tanyaku pada Diane. Aku telah mencari-cari Calley di dalam kantornya, didalam kantorku, diruang pantry tetapi wanita ini tidak terlihat dimana-mana.


“Calley, dia menitipkan ini padaku. Dia ingin kau membacanya” Diane menyerahkan sebuah amplop putih tipis padaku, dari Calley?

Secarik kertas berisi tulisan tangan Calley yang cantik, hanya beberapa kalimat yang dia tujukan kepada Presiden Direktur. Shit!! Calley mengundurkan diri? Kenapa?

Aku meremas surat itu dalam genggamanku, rahangku mengeras. Aku benar-benar tak percaya kenapa disaat rasa percaya diriku membumbung tinggi Calley justru memilih waktu yang sama untuk menyerahkan surat pengunduran diri ini. Dia tidak bisa mengundurkan diri seenaknya, aku tidak menerimanya. Dia harus kembali, dia harus kembali sekarang! Aku ingin berbicara padanya, aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya. Mengapa begitu terjal jalan hidupku hanya untuk mendapatkan seorang wanita baik-baik? Apakah aku tidak diizinkan untuk memiliki seorang wanita sesuci Calley?

Aku duduk terhenyak dalam kursi kerjaku, keinginan untuk mencari Calley telah memudar. Aku begitu cepat menyerah, nampaknya aku belum benar-benar menghapus sifat yang dibenci oleh Paman Thomas. Aku masih senang bersembunyi dalam area amanku, aku masih ingin melindungi perasaanku.

Aku memang bodoh, kuakui itu. Calley pasti tahu sehingga dia tidak ingin lebih berusaha untuk mendapatkanku, aku tidak bisa diandalkan. Aku hanya seonggok daging yang tak akan mengejarnya bila dia meninggalkanku, aku hanya akan diam mematung meskipun dia menangis dan berlari karena aku menyakitinya.

Kenapa sifatku bisa seburuk ini? Aku tidak tahu bila aku seberengsek itu, selama ini aku tidak pernah menjalin sebuah hubungan asmara dengan wanita manapun, wanita-wanita yang singgah dalam hidupku hanyalah tempatku melepaskan frustasiku. Mereka tak berarti apa-apa, tapi Calley berbeda, dia telah menjungkir-balikan hidupku namun tetap tak bisa kurengkuh.

“Shit!! Aku tidak bisa seperti ini terus-terusan”

Kakiku melangkah dengan pasti, kali ini aku tidak boleh menyerah. Sekarang atau tidak sama sekali.

Aku memarkirkan mobilku di depan gereja tempat ayah Calley memimpin misa sore ini. Para jemaat masih berbondong-bondong masuk ke dalam aula gereja. Hanya ini lah tempatku untuk mencaritahu keberadaan Calley. Alamat yang dia pakai saat melamar pekerjaan di perusahaanku adalah alamat gereja ini, aku tidak bisa menemukan tempat Calley tinggal, hanya inilah kesempatanku satu-satunya. Aku harus berbicara dengan Mr. Conahan sebelum dia memimpin Misa.

Seorang pendeta muda menghampiriku, nampaknya dia mengenaliku mungkin dari acara amal yang lalu. Dengan sopan dia menyapaku.

“Mr. White? Perkenalkan saya Pendeta muda Prescott. Senang bisa bertemu dengan anda, Bapak Pendeta Conahan sangat ingin bertemu dengan orang yang begitu baik seperti anda. Apakah anda punya waktu sebentar? Pendeta Conahan akan sangat senang bisa berbicara dengan anda”

Aku menyambut jabatan tangan laki-laki ini. Usianya sekitar tiga puluhan, dia memiliki senyum yang bisa menenangkan seorang bayi yang menangis sekalipun. Orang-orang yang mengabdi pada Tuhan memang seharusnya memiliki wajah sedamai dia, setidaknya kau tak akan ketakutan saat berkonsultasi mengenai masalah hidupmu dengannya.

“Suatu kehormatan bagiku bisa menemui Mr. Conahan” jawabku. Lalu Pendeta Prescott memintaku untuk mengikutinya masuk ke dalam ruang dibalik altar, untuk menemui Mr. Conahan di dalam ruang kerjanya.

Reaksi pertamaku saat melihatnya adalah dia memiliki aura yang kharismatik, dimana kau bisa menatap wajahnya berlama-lama tanpa pernah bosan untuk mendengarkan ceramahnya yang mungkin telah ratusan kali diulang-ulangnya disetiap gereja yang pernah diceramahinya. Wajahnya yang bulat bersih dari kumis dan cambang dengan kacamata putih menghiasi hidungnya, aku bisa melihat dari mana Calley mendapatkan hidungnya yang mancung itu.

Pendeta Prescott mengenalkanku kepada Mr. Conahan.

“Bapak Pendeta, Mr. White ingin menemui anda” katanya.

Mr. Conahan tersenyum lebar lalu menjabat tanganku dengan penuh persahabatan, well aku perlu itu bila aku ingin mendapatkan informasi mengenai Calley. Dia tak akan berpikir aku akan merusak anaknya kan?

“Mr. White.. Sungguh hari yang berbahagia bisa bertemu denganmu disini. Aku ingin berterimakasih atas apa yang anda lakukan untuk komunitas gereja ini. Anda harus melihat apa yang telah anda sumbangkan bagi kami, anak-anak itu kini bisa beristirahat dengan lebih layak, berkat anda. Anda memiliki hati yang sangat mulia, Mr. White”

Pernahkah kau begitu ingin menolong orang lain dengan tulus tanpa mengharapkan pamrih? Perasaan bahagia, lega dan bangga itu.. ya itulah yang aku rasakan. Aku tak pernah berharap mendapat penghargaan dari perbuatanku, tapi saat seseorang memberikan penghargaan itu untukmu kau merasa seperti diangkat ke atas awan dan tubuhmu melayang di angkasa, begitu ringan, begitu tanpa beban. Begitu indah perasaan ini, karena mengetahui kau bisa membantu orang lain dan mereka menghargainya.

Aku membalas jabatan tangan Mr. Conahan, dia mempersilahkanku duduk di kursi di depan meja kerjanya, sedang Pendeta Prescott mengundurkan diri memberikan kami waktu untuk berbicara.

“Anda terlalu berlebihan, Mr. Conahan. Aku hanya ingin membantu, aku senang mendengar apa yang aku berikan bisa menolong anak-anak itu” jawabku.

“Panggil aku Albert” katanya. Oh, ok.. levelku sudah dinaikan, kini aku bisa berjalan lebih mulus mendekati tujuan akhirku.

“Darren..” jawabku. Dia tersenyum senang.

“Jadi.. Apakah kau akan mengikuti Misa sore ini, Darren?” tanya Albert padaku.

“Ah.. sejujurnya aku kesini ingin menanyakan sesuatu padamu” jawabku. Albert memperbaiki posisi duduknya, dia memberikanku perhatian penuh.

“..Apakah aku boleh tahu, Calley tinggal dimana? Aku.. maksudku dia keluar lebih awal dan aku melupakan sesuatu dan hanya Calley yang mengetahuinya, sedangkan handphonenya tidak aktif. Aku tidak bisa menghubunginya” semoga Albert tidak menyadari kegugupanku.

Albert mengangkat telphone kantornya lalu berbicara dengan seseorang.

“Apakah Calley sudah pulang?” tanyanya. “Oh, baiklah. Kabari aku lagi nanti” lalu dia menutup telphonenya.

“Darren, aku rasa Calley belum pulang. Ya, Calley tinggal disini, digereja bersama kami. Dia sudah tinggal disini sejak lahir, kau tahu. Dia adalah salah seorang anak altarku dulu, dia sangat periang dan mungkin kau ingin melihat beberapa fotonya waktu dia masih kecil?” Albert membuka lemarinya dan mencari beberapa buku album foto dan menyerahkannya padaku.

Calley terlihat bagai malaikat cilik saat bernyanyi bersama choirs nya, mungkin ini pada saat malam Natal. Lalu foto-foto lain ketika perayaan kenaikan Yesus dan foto-foto lain yang memperlihatkan Calley dengan teman-temannya di suatu acara kemping. Dia terlihat manis dengan kuncir kudanya, bukannya sekarang dia tidak manis, hell dia manis dan menarikku dengan cara yang berbeda.

Semua foto-foto itu telah kulihat dan kukembalikan kepada Albert. Dia sedang melihat jam tangannya, sebentar lagi dia harus memimpin Misa. Dengan enggan Albert meminta maaf karena harus meninggalkanku untuk memimpin jemaat, dia menawarkanku untuk tinggal namun aku menolaknya. Sudah pukul lima sore lebih, dan aku tak ingin menunggu disini semalaman. Aku akan kembali besok pagi, Calley harus sudah berada disini.

“Baiklah kalau kau tidak ingin menunggu, saat Calley pulang aku akan memintanya menghubungimu” Albert menjabat tanganku lagi kemudian berlalu ke ruang altar setelah mengenakan jubah kebesarannya.

Aku kembali ke kantorku, merenung dan berpikir dimanakah Calley berada.

Mungkin Elliot masih berada disini dan Calley menghabiskan waktu berdua dengannya disuatu tempat di kota New York ini. Dimana aku harus mencarinya?

Handphoneku berbunyi, David.

“Ya?” jawabku.

“Pukul sepuluh tepat, Darren. Aku tidak ingin kau membatalkan lagi, aku telah khusus merancang malam ini agar kau bisa puas. Jangan kecewakan aku, man” lalu dia menutupnya tanpa memberikanku kesempatan untuk berbicara.

Hell, aku bahkan lupa pernah menghubunginya. Apa yang aku pikirkan saat meminta David menyiapkan wanita untukku malam ini. Aku tak ingin datang, tapi David akan menghajarku bila tidak muncul malam ini. Pikiranku kalut, aku sedang tidak bergairah. Tubuhku hanya menginginkan Calley, ciuman kami siang ini masih membekas dalam kepalaku dan tidak ingin kuenyahkan. Bagaimana aku bisa bercumbu dengan wanita lain saat bibirku hanya menginginkan bibir Calley? Shit!!

Pukul sembilan lebih dua puluh menit aku telah tiba di klab malam milik David, masih sedikit tamu yang datang. Dengan mudah aku menghilang masuk ke dalam ruangan kami. Ruangan itu sepi, tidak ada siapa-siapa. Well, biasanya David yang datang pertama dan aku ingin berbicara dengannya sebelum wanita-wanita itu datang.

Aku akan membatalkan malam ini, lagi.. David pasti akan kesetanan bila aku melakukannya, dia akan gusar karena harus menikmati wanita-wanita itu seorang diri berturut-turut. Haha.. bukannya David senang? Dia maniak kan? Aku hanya bisa tertawa meringis dan menunggu David di sofa kesukaanku. AC belum dinyalakan dan badanku lengket berkeringat, aku ingin mandi. Mungkin David akan datang setengah jam lagi, aku masih bisa menggunakan kamar mandi sebelum dia datang.

Saat aku telah selesai membersihkan tubuhku dan memakai pakaianku lagi, kecuali dasi dan jas yang hanya kusampirkan di punggung sofa, akupun kembali ke dalam ruangan. Pendingin udara telah dinyalakan, seseorang telah berada disini tapi siapa? Aku tidak menemukan siapa-siapa.

Lalu handphoneku berdering. David. Kenapa dia menelphoneku dan bukannya berada disini?

“David? Dimana kau?” tanyaku langsung.

“Sorry, Man. Aku tidak bisa ikut malam ini, ada sedikit masalah di kasino dan aku harus terbang sekarang juga ke Vegas. Kau nikmati apa yang kusiapkan untukmu, kau pasti puas dengan wanita ini. Dia..ehm.. pokoknya kau pasti puas. Sudah ya, bye” dan sekali lagi dia memutuskan telphone tanpa memberikanku kesempatan berbicara.

“Dave? Hey kau masih disana? Aku ingin membatalkan malam ini, Dave kau dengar?” teriakanku tak berguna, David sudah mematikan handphonenya.

“What the F?! Dia mematikan handphonenya?!” teriakku kesal. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Oh, pulang, ya tentu saja aku akan pulang. Aku tidak akan menunggu wanita-wanita itu datang dan menahanku disini. Kusambar jas ku dan melangkah keluar dari sana. Ketika hampir mencapai pintu, sebuah suara yang kukenal memanggilku. Tubuhku membeku tak bisa bergerak demi mendengar suara wanita itu. Begitu pelan, seksi dan menggoda. Wanita itu merayuku..

Aku tidak ingin memutar tubuhku, aku takut bila apa yang akan kulihat bukanlah seperti bayanganku. Bagaimana bila suara itu hanyalah imajinasiku? Bagaimana bila ternyata aku telah salah mengenali suara itu? Haruskah aku memutar tubuhku dan menghadapi kenyataan yang mungkin begitu kejam padaku? Atau aku harus mencoba untuk mengambil resiko sekali saja dalam hidupku dan tidak selalu menghindar dari kenyataan?

Tinjuku mengepal, nafasku begitu berat, debar jantungku semakin kencang. Tanpa suara aku berdoa pada Tuhan, yang mungkin tidak akan mendengarkan doaku karena aku bukanlah orang yang taat. Tapi doaku mampu menenangkan sedikit perasaanku yang sedang bergejolak.

Kutarik nafas dalam-dalam, memutuskan apa yang akan aku lakukan sekarang. Karena saat ini.. Aku tahu saat inilah saat yang paling menentukan dalam hidupku, bahwa untuk pertama kalinya dalam usiaku yang ke dua puluh tujuh tahun ini aku akan melakukan hal yang tidak pernah berani aku lakukan. Menghadapi kenyataan... Aku tidak ingin menghindar lagi, aku tidak ingin berkelit, pergi atau melarikan diri. Meskipun kenyataan di depanku bukanlah seperti harapanku, namun.. hanya inilah satu-satunya cara agar aku bisa memperbaiki diriku.. Menyembuhkan kepercayaan diriku yang mengambang.. Menyembuhkan kemunafikanku.. Kinilah saatnya.. 


69 comments:

  1. mba shin makasih... tapi ada yg kurang... tanggung bgttt.. huuhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... udah 10 page sist... jd 1 chapter cukup 8-10 page lol

      Delete
  2. Oh My,,,,,Calley melarikan diri???
    Hmmm,,,it's Good,,karena Darren finally kenalan dengan calon mertuany,,

    Tapi,,kemana perginya Calley yaa??
    semoga dy tdk pergi ke t4 Webb,,,,hmmmm


    Darl',,,makaaassiih so much...
    Mmuuaaaacchh

    ReplyDelete
    Replies
    1. anw,,,,sapakah gadis yang telah dsiapkan oleh David utk Darren???
      Apakah itu Calley,,,???

      Hmmmm,,,,,makin menarik konflikny,,,

      Delete
    2. hahaha ada dehhhh.. ih mau tau ajahhh.. muahahahahha...

      Delete
  3. Thank mba shin....
    mo lagi......
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehhehe sama2 sista... next time ya ;)

      Delete
  4. Ahahaha ga konsen bacanya.
    Ulang lagi ah..
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. whuaahahahahahahaaa,,,,,
      Baca mpe semua kalimatny terpatri dijiwa Citaaa,,,,, :p

      Delete
    2. Eh, bener deh mba riska. Aku ga mudeng ;s loadingnya lagi lama bgt ini otak :D

      Delete
    3. weleh kok bisa??? emang apa yg bikin ke distract sist?

      Delete
    4. Ke distract gara gara ga ketemu mas nya mba. Udah 3minggu. Jd pengaruh kecerdasan aku menurun hahahahahahaha *serius loh beneran aku ga boong*

      Delete
    5. hohohoo,,,Mas mana nigh?????
      Suit,,suit,,suit,,,

      Delete
    6. Mas pacar
      ngarepnya sih mas piter :p
      hahahahahahaha

      Delete
    7. ahahahha aigoo.. jablay nih ceritanya?? kwkwkwkkw

      Delete
    8. lhaa,,,,,bukanny p'baikan jalan depan rumah dagh selesai akhir taon kmren??
      Koq blom di apelin????
      Hhhmmhhmmhmhmhmhmmm

      Delete
    9. kan mas toyib cin.. kakakakakkaa... gakpulang2..

      Delete
  5. itu pasti calley yang dtng.
    owh brarti gol in nya di chap 21.
    kentang.
    rasanya mau lagi lagi dan lagi.

    *muach bwt mba shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha bukan kok ka, gak ada gol2an juga di chapter 21 wkwkkwkw

      Delete
  6. kentang banget, bikin penasaran say, thanks shin;-)

    ReplyDelete
  7. Oh thank you so much mbak shin Udah bikin aku penasaran .... :(... Sebbel dech hiks hiks hiks btw YG manggil mas Darren itu calley kan...? Hehehehe moga aja tebakanku 100%bener hehehehe
    Makasih mbak shin, aku tunggu lanjutannya dengan penuh kesabaran.. Luphh YU ... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa sip sip sip makasi sista... :D

      Delete
  8. Dorothy ato calley???
    Jawabanyaaaaaaa........ tggu di chapter 21..

    ReplyDelete
  9. Ah,,,,, kk shin bkin penasran tingkt dewa aj nii,
    Sbnry ciapa siih wnta tuu
    Kok tbh dr langsung mbeku dgr suara dia
    aku tdk ingn memtr tbhku aku tkt bla apa y akn ku lht bhnlah sprti bayanganku

    Tu y bkn fira pensaran bngtz,, kk

    ReplyDelete
    Replies
    1. siapa yaa?? coba tebakkk ehhehehe... hshhasa...

      Delete
  10. owh.. Kentaaaaaang >.<
    Mba shin kebiasan dch.. U,u

    Kya'y cwek itu Calley dch. Aq yakin! *sotoy
    Mgkin dia udh kerjsama ada Diane n David? Ato apalah..
    Pkok'y cwek itu hrus'y calley! #maksa
    Hahaha

    Mba shin mksih mwuahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sila emank si kali, mba shin blg td d wa, ;p

      Delete
    2. jiahahhahaha rinrin maksa.... lol.. lol lol...

      @sila : ahhaha kentang goyeng enyakkk..

      Delete
    3. emng tdi da bhas itu di wa mba rin??
      Sy tdi g' buka wa, pas liat udah bnyak notif.. G' kburu bca ke atas2 Hehehe

      mba shin@ kentang goyeng enak.. Tpi kentang yg ne g' enak! *cemberut

      Delete
    4. ahhahaha... kan udah berhasill dpt 1 LTY :D

      Delete
  11. "Kini lah saatnya" saatnya aq mati penasaran
    Mba shiiiinn, ayo kluar chap 21, plisssss

    ReplyDelete
    Replies
    1. muahahahhahahaa..... kentang ini lebih enak dari menang 3-1 cin.. lol lol lol

      Delete
  12. Replies
    1. hahahahha fungsinya kan emang gt.. biar kentanggg lol.. enak gila..

      Delete
  13. Adoooh~ mb shiiiin
    Tanggung banget iniiih
    Itu siapa?? Calley bukan?
    Mb shin pinter banget bikin penasaran :D
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  14. mb shin,chapter 21 kpan? penasaran nie.. ntr mlm yaaa? pliiisss pliiissss..
    jungnam kpan nie?? *harap2 kpikiran*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha kapan2 ya.. lol.. jung nam mdh2an bisa posting besok, belum ngetik nih :D

      Delete
  15. thank u mbak shin :D
    tpi sma kyk yg lain "nggantung" bngt... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaahha... ya.. kl gk gantung gak asikkk ^^>

      Delete
  16. Lagi lagi lagi lagi lagi lagi.....
    Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi la..gila..gila..gila..gila..gila..gi.. wkkwkwkw

      Delete
  17. enak emangnya digantung......hikhikhikhik...........
    mbak shin emang betul-betul.....deh.......kentang....hahahahhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha tergantung apanya dulu yg digantung cin.. lol

      Delete
    2. enaknya apa ya mbak yang di gantung.......hehehehehehe.....

      Delete
    3. aihhh mau tahu?? langsung aja di emut yg gantung2 itu. ihihihihih

      Delete
  18. Dear All Readers.....tolong bantu Vote story nie yaa...
    ntar bonusnya 3 Post klo mpe 500 viewers...

    ReplyDelete
    Replies
    1. fitnes cin.. cuman 2 ajaa kl sampe 500

      Delete
  19. calley darren calley darren
    lagi lagi lagi lagi
    turunkan harga minyak eh salah posting lagi dong mba hha
    plissss

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi antri BLT ya neng?? bantuan langsung tunai?? wkkwkww

      Delete
  20. hhmmh...
    roman romannya Dorotti yg d sana ea kan benarkan pastikan???


    *grin

    ReplyDelete
  21. Cewek itu psti cemumun,iya kan mbak....??*ngarang bebas*
    gak nyambung......!
    Abisnya mbak shin tanggung bgt,hikz....
    BTW gomawo mbak shin....saranghae..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah cemumunnya jung nam main ke amrik gt? lol... sama2 sista.. ni reader2 lain lg berjuang dengan keras nih.. wkkwkwkwkkw... biar LTY 21 tayang malam ini ehemm...

      Delete
  22. Dareen,,, tidak akn menemukan Calley,, soalnya calley aku sembunyiin di kmrku,,,
    so,, yg tahu rhasia ini,, jngn blng2 ke Derren yach,, wkwkwk,,,,
    "kabuuur, entar di amuk massal"

    #ngawur#

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahhaa.... bisa aja... itu darren apa dareen apa durenn??? apa derren? kwkwkwk banyak amit namanya lol.. n gak ada yg benerr lol...

      Delete
  23. mksudnya DARREN mbak shin. piees!!

    ReplyDelete
  24. Pensarn Ɣªήğ manggil siapa. Ksi bocoran dong Shin.. Inisial Πγª aja. Heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha langsung aja baca LTY 21 cin biar gk penasaran lol

      Delete
  25. Eih....sapa sapa sapa yg bsa bkin badan daren beku tp senjatanya tetep ngacung...
    Tuing tuing tuing....itu pasti calllley..

    Iyakan mbak..!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkw mana ada tulisannya senjatanya ngacung? aih

      Delete
  26. Puk-puk Daren pakai tronton, Damn he's so childish !
    Thanks babe :)

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.