"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, February 11, 2013

Looking To You - Chapter 21



“Apakah kau akan membuatku menunggu lebih lama lagi, Darren..?” desah suara itu.. aku belum pernah mendengarnya sebelumnya.

Tidak.. maksudku.. ah.. Aku memang pernah mendengar wanita ini mendesah dibawahku.. Tapi suara desahan ini berbeda.. Desahan yang kudengar baru saja adalah desahan menggoda, wanita yang benar-benar pintar merayu.. Karena dia tahu bagaimana cara menggunakan suaranya untuk membuat darah laki-laki berdesir.. Hanya dengan desah suaranya.


Aku menelan ludahku, menarik dan menghembuskan nafasku dengan cepat. Tanganku berkeringat, tak pernah aku segugup ini menghadapi wanita.. Tidak wanita ini. Aku terbiasa menguasai situasi, tapi kali ini.. Bukan aku yang sedang memegang kendali, aku.. dikendalikan oleh suara itu.

Akhirnya aku memberanikan diriku untuk menghadapi wanita yang baru saja memanggil namaku dengan manja. Mataku membelalak seketika, mulutku terbuka, menganga dengan lebar. Sesaat aku merasa jantungku berhenti berdetak, aku menahan nafasku namun suara jantungku yang berdebar kencanglah yang kudengar. Aku masih bernyawa ketika kembali pada kesadaranku.

“Ca.. Calleyy..?” wajahku pasti terlihat bodoh saat ini. Seperti anak elementary school yang baru saja diberitahukan jawaban soal pertanyaan yang tidak bisa dijawabnya namun telah dia ketahui apa jawabannya.

Calley sedang berbaring miring di atas ranjang, tubuhnya hanya terbalut gaun tidur yang transparan. Memperlihatkan tubuh telanjangnya yang tak terbungkus pakaian dalam. Rambut Calley tergerai jatuh di punggungnya, sebelah tangannya menumpu kepalanya yang menghadap ke arahku, sementara tangan yang satunya lagi beristirahat diatas lekuk pinggangnya yang seksi. Kaki-kakinya yang jenjang saling menumpuk dan memperlihatkan posisi yang sungguh menggoda imanku.

Wajah Calley.. Wajah itu sangat berbeda dari wajah lugu, polos tanpa dosa yang biasa aku lihat setiap hari dia lalu-lalang di kantorku. Wajah Calley saat ini adalah wajah wanita penggoda, wanita perayu pria. Bahkan bibirnya diolesi gincu merah menyala, warna merah yang melambangkan gairah panas membara.

Apa yang salah dengan Calley? Mengapa dia berpakaian seperti ini? Disini? Di Cry of Lust Hall?? Mengapa Calley bisa berada di ruangan ini dengan pakaian seperti ini, tidak, dengan tubuh telanjang yang hanya tertutup kain tipis bahkan transparan yang tidak bisa menyembunyikan apapun yang semestinya disembunyikan oleh sebuah gaun. Dan mengapa pula Calley berpose seperti itu, seolah dia sedang ingin merayuku.

“Apa-apaan ini, Calley? Kenapa kau bisa ada disini?” tanyaku tidak percaya.

Calley menyunggingkan senyum menggodanya dan aku hanya bisa menelan ludahku. Apa yang aku pikirkan disaat seperti ini? Darren junior tidak membantuku sama sekali, dia sangat tergoda dengan pemandangan di depannya.

Calley memainkan sebuah jari tangannya di atas pinggulnya, menarik sebuah garis lurus dari paha ke pinggul hingga batas pinggang menuju payudaranya yang ranum.. Ah.. payudara itu.. begitu menyesakan nafasku.

Dadaku kembang kempis menarik dan menghembuskan nafas yang semakin berat, godaan ini terlalu berat!!

Calley masih juga memainkan tangannya disana, lalu aku teringat pada kata-kata David sebelum dia menutup telephoneku.

“.....Kau nikmati apa yang kusiapkan untukmu, kau pasti puas dengan wanita ini. Dia..ehm.. pokoknya kau pasti puas. Sudah ya, bye”

Apakah Calley adalah salah satu wanita yang biasa dipekerjakan David? Tidak!!! Tidak mungkin!! Tapi, bila itu benar.. berarti Calley tidak selugu yang aku pikirkan, dia tidak sepolos itu.. dia tidak se-innocent itu.. Calley wanita jalang??

Sedikit perasaan marah dan tidak terima muncul dalam hatiku, perasaan sakit hati yang merasa dibohongi. Shit!! Aku melakukannya lagi.

Mengapa aku harus selalu berprasangka?? Kenapa kepala ini tidak pecah saja dan menghancurkan segala prasangka buruk yang kupikirkan? Aku harus tenang.. aku tidak boleh berprasangka buruk sebelum kenyataannya aku ketahui. Aku harus tahu mengapa Calley bisa berada disini, selain karena dia diminta David untuk menemaniku.

Ya, menemaniku! Bukankah David mengatakan dia telah menyiapkan wanita untukku? Dan wanita itu adalah Calley, karena dia lah yang sedang berbaring dengan kain transparan dan pose yang menggoda kelelakianku. Apa yang harus aku pikirkan bila menemukan pemandangan ini di dalam ruangan yang bahkan tak satupun wanita yang aku dan David tiduri disini adalah wanita baik-baik. Lalu apa yang membedakan Calley dengan wanita-wanita itu? Wanita polos dan lugu tidak akan mau mengotori dirinya dengan berbaur dalam lingkungan ini, kan?

“Oh, Darren.. Hentikan wajah memuakan itu. Kemarilah bila kau ingin tahu, tanyakan padaku apa yang ingin kau ketahui jawabannya. Aku masih bisa berbicara, Darren.. Aku tidak bisu, aku tidak tuli. Bila kau ingin mengetahui sesuatu, katakanlah, tanyakanlah pertanyaan yang memenuhi kepalamu itu sekarang. Bila kau adalah laki-laki..” Calley menatapku tajam, sorot matanya tidak lagi seperti tadi. Kini mata itu menatapku berapi-api, menyorotkan sinar kemarahan. Jadi dia kembali seperti Calley yang biasa?

Aku tidak menggubris perkataan Calley, aku masih bingung dengan apa yang akan aku lakukan. Lalu Calley turun dari ranjang, dengan gaun berkibar-kibar dia berjalan mendekatiku. Aku bisa melihat Calley mencoba menutupi bagian tubuhnya yang telanjang, tapi sia-sia, mataku masih mengawasi daerah tersensitif Calley. Ingin kupalingkan wajahku tapi sesuatu menahanku. Dan akhirnya aku memandang wajah Calley yang kian dekat, wajahnya merona merah. Apakah Calley malu?

Tubuhku diam membeku saat Calley telah berada di dekatku, kedua tangannya menyentuh masing-masing pundakku dan turun menempel pada dadaku. Tangan Calley kemudian merayap naik ke pundakku lagi lalu turun ke punggungku, mengelus daerah itu kemudian meraba lenganku. Entah apa yang dia lakukan, perbuatannya itu merangsangku!!

“Apa yang ada dikepalamu sekarang, Darren?” tanya Calley padaku. Wajahnya begitu dekat, aku bisa mencium harum tubuh Calley, aroma lembut dan segar bunga-bungaan dan rerumputan liar.

“..Mengapa kau bisa ada disini, Calley?” hanya itu yang ingin aku tanyakan, untuk sekarang.

Calley mendecakan bibirnya, jari tangannya menempal pada kemejaku. Menarik garis lurus dari atas pundak hingga ke bagian perutku. Aku mengetatkan rahangku, sentuhan tangan Calley membuat nafasku tersengal-sengal. Wanita ini.. dia sedang menghancurkanku secara perlahan-lahan. Pikiranku mulai berkabut, aku tidak bisa berkonsetrasi pada pertanyaan-pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya.

“Menurutmu.. Mengapa aku bisa berada disini, Darren?” Calley berbisik disamping telingaku, desah nafasnya membuatku melepaskan sebuah desahan yang tak sengaja keluar dari mulutku. Setan kau Calley!!

Tubuhku gemetar, kakiku mulai terasa goyah. Aku tertawa di dalam hati. Baru kali ini seorang wanita menggodaku, dan rasanya sungguh tidak menyenangkan. Aku tidak terbiasa digoda, akulah yang biasa menggoda wanita. Aku tidak menyangka perasaan ini akan pernah aku rasakan juga. Perasaan seperti tubuhmu dikendalikan oleh orang lain, dikuasai hingga kau tidak mampu bergerak dan berpikir. Kau hanya bergerak dibawah perintahnya. Calley.. Kau mengendalikanku..

Aku tidak mampu menjawab Calley, seperti kataku tadi, dia menguasaiku. Bila dia tidak mengizinkanku membuka suaraku, maka aku tidak bisa bersuara. Lalu Calley melanjutkan pertanyaannya, lebih tepatnya pernyataannya. Pernyataan yang mungkin memang benar sempat aku pikirkan, hey.. aku sudah mengatakan padamu, aku tidak mampu berpikir dengan jernih lagi.

“Apakah kau berpikir aku sama seperti wanita-wanita yang biasa kau tiduri disini, Darren? Atau.. Apakah kau sudah pada kesimpulan bahwa aku ternyata menipumu selama ini? Calley yang buruk rupa dengan pakaiannya yang membosankan dan selalu lalu-lalang mengganggu hari-harimu? Calley yang tidak berharga, yang tidak ingin kau perjuangkan? Oh, mungkin karena Calley tidak cukup berharga untuk diperjuangkan? Begitukah Darren?” Calley masih berbisik disamping telingaku, terkadang dia akan dengan sengaja menyapukan bibirnya pada pipiku. Hanya dengan cara seperti itu Calley telah membuat tubuhku tersengat dengan aliran listrik beberapa volt, tapi tetap tubuhku membeku, tidak mampu bergerak.

“Kau.. adalah.. laki-laki paling menyedihkan di dunia, Darren.. Dan sialnya, aku jatuh cinta padamu”

Aku terpaksa menoleh ke arah Calley, memandang lekat-lekat mata biru kehijauannya, apa yang baru saja Calley katakan?? Dia mencintaiku? Aku tidak salah dengar, kan?

Calley menatapku tanpa kedip, dia menantangku untuk bertanya. Tapi aku diam saja, sibuk dengan pikiran-pikiran baru yang membanjiri kepalaku.

“Darren.. Lihat aku, sekali saja pandangi aku saat kau ingin bertanya sesuatu” perintah Calley, dan aku melakukannya. Aku menatap mata Calley dan mencoba mengira-ngira apa yang akan dia katakan lagi.

“Aku telah merendahkan diriku hingga ke titik ini, demi siapa? Demi dirimu, Darren. Aku rela memohon pada David saat dia datang ke kantormu siang tadi, agar dia memberikanku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Karena kau.. laki-laki sepertimu begitu sulit untuk dipahami. Laki-laki sepertimu hanya menyimpan semua permasalahanmu, dalam duniamu sendiri. Kapan kau akan mengatakan perasaanmu padaku, bila kau memang memiliki perasaan itu, Darren? Aku tidak perduli bila kau berpikir aku adalah wanita jalang, atau menyamakan diriku dengan wanita-wanita itu. Aku tidak perduli, aku hanya ingin bertemu denganmu lagi. Aku ingin memperlihatkan padamu, bahwa aku rela berkorban untuk memperjuangkan perasaanku. Aku ingin kau juga melakukan hal yang sama, Darren. Itu.. bila kau juga memiliki perasaan seperti perasaanku padamu.. Aku tidak akan memaksamu, kini aku telah mengatakannya, aku hanya ingin mengetahui jawabanmu.. Apakah kau mencintaiku, Darren White?” Calley menatapku lekat-lekat, menunggu jawaban dari pertanyaannya.

Aku ingin bersorak dalam tubuhku, ingin kusambut tubuh Calley ke dalam pelukanku. Tubuhku sungguh bergairah sekaligus lemas. Semua ini begitu mendadak, begitu melimpah.. Mengetahui Calley mencintaiku merubah segalanya. Calley mencintaiku, ya.. akhirnya aku tahu Calley mencintaiku..juga.

Aku ingin bersorak “Halleluya.. Halleluya!!” tapi tak ada suara yang keluar dari mulutku. Untuk pertama kali dalam hidupku, aku tak mampu bersuara..

Aku bisa melihat mata bulat di depanku menunduk, kecewa dan sedih.. Dia menunggu jawaban yang tidak juga keluar dari mulutku. Lalu Calley memutar tubuhnya, dia memunggungiku, bahunya mengendur. Dia terlihat rapuh dan terluka..

Tinjuku mengepal, mulutku mencoba bersuara tetapi tak keluar satu katapun. Dengan segenap tenaga, akhirnya aku sanggup menangkap pergelangan tangan Calley. Dia terhenyak, aku bisa mendengar sebuah isakan tangis keluar dari bibirnya. Lalu semua kekuatanku kembali, tubuhku tidak selemas sebelumnya.

Kutarik tubuh Calley ke dalam pelukanku. Wajahnya menumbuk dadaku dan tangis Calley jatuh di atas kemeja putihku.

“Maafkan aku, Calley.. Aku mencintaimu juga.. Aku mencintaimu.. Aku mencintaimu.. Aku mencintaimu.. Akan aku katakan berulang-ulang agar kau mendengarnya. Aku mencintaimu.. mencintaimu, Calley-ku.. Calley.. Calley.. Calley.. I love you..” bisikku pada Calley. Tanganku mengelus lembut rambut wanita yang akhirnya kumiliki hatinya ini.

Calleyku yang lugu, Calleyku yang polos, Calleyku yang tidak berdosa.. Berbuat sejauh ini untuk memperjuangkanku, aku.. laki-laki yang begitu cepat menyerah namun Calley tidak pernah menyerah padaku. Calley selalu memikirkanku, Calley selalu memperjuangkanku, saat aku sendiri meragukan diriku, Calley masih mempercayaiku. Calleyku.. Betapa beruntungnya aku memiliki wanita sepertimu dalam hidupku.

“Mengapa kau begitu sulit untuk disadarkan, Darren? Mengapa kau begitu keras? Aku hampir menyerah padamu, Darren..” tanya Calley disela-sela isak tangisnya.

“Shh.. Jangan berkata seperti itu Calley.. Jangan pernah menyerah padaku, baby honey.. Aku tidak ingin kau menyerah padaku, biarkanlah semua orang menyerah padaku, tapi kau.. hanya kau.. hanya kau yang tidak boleh menyerah padaku. Aku memerlukanmu, Calley.. Sangat.. Rubahlah aku.. Tolonglah aku, Calley..” aku mengecup lembut rambut Calley.

Terasa begitu sempurna, wanita ini dalam pelukanku, menangis dan menerima cintaku. Tiada perasaan sebahagia ini yang pernah aku rasakan sebelumnya, perasaan karena dirimu dicintai oleh seseorang, dan perasaan bahwa kau juga mencintai orang itu. Calleyku yang berharga.

“Kau adalah wanita paling berharga dalam hidupku, Calley.. Kaulah bintangku, permata hatiku. Tiada yang bisa menggantikan arti dirimu dalam hidupku, hanya kaulah cahaya terangku. Kaulah penuntun hidupku. Menikahlah denganku, Calley.. Aku ingin membangun keluargaku bersamamu. Berikanlah aku anak-anak yang banyak.. Anak-anak kita..” aku melamar Calley, tanpa persiapan apapun.

Oh, well.. semoga pidato lamaran ini cukup romantis sehingga Calley tidak akan menolakku, aku tidak punya cincin yang bisa aku pasangkan pada jari manis Calley sekarang. Hanya kata-kata puitisku yang bisa aku berikan padanya. 


59 comments:

  1. Merinding disko, jujur ajj wkt commrnt blom bc, aku br bngun tdr lgsg mkn. Wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhahah enak bgt br bangun lgsg makan. wkwkwk aku mau masak dl, belum masakkkk ahahhaha

      Delete
  2. mbak shiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnn................
    kentang lagi deh..............huahahahahahha...........

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhaa kentang enak gila...

      Delete
    2. tau aja si mbak ini kalo kentang enak....
      apa lagi kalo di jadiin makanan.........huaahhaaaaa..jadi laper deh
      hehehehehehe

      Delete
    3. kwkwkwkwk bukannya kentang emang makanan cin??? aihhh... kita ngobrolin apa sih drtd? lol

      Delete
    4. hahahahhaahaha................

      Delete
  3. ayey mba shin.. Jwban sy bener kan.. Calley kerja sma ma David.. Uyey! Sy emng pinter *narsis

    Thanks mba shin... mwuaah
    G' sia2 gempor jemopl (lagi) :D
    Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Calley gak kerja ama David kok sil, dia cuman nyegat David pas Davidnya main ke kantornya Darren (pas Darren keluar itu lho) heheheh ahhaha aku kalah lagi dehhh...

      Delete
  4. WHOA..BENER KAN CEWEKNYA SI CALLEY..HIHIHIHI

    ReplyDelete
  5. Calley perjuanganmu sungguh berat nak tapi kesabaranmu telah berbuah manis hi.hi Darren dirimu ini sungguh ....thank sist chapter yg menarik*cium basah hi.hi

    ReplyDelete
    Replies
    1. sungguhh apa cin?? hehehe sama2 sista.. :D

      Delete
  6. akhirnya mereka menyatakan perasaan msing2,,, aku suka,,aku suka,, mkasih mbak shin, di tnggu lnjtnnya,,tpi jngn lma2 yach...
    *cium jauh untk mbak shin*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa minggu depan... :semoga gak ada game lg: lol

      Delete
  7. yey! Mbak shin kalah ya? Hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aiuhhhh sengaja koment buat ngeledekkk.. wkkwkwk asyeemmm....

      Delete
  8. I Love U calley, yeah menang akhirnya ketulusan cinta...

    ReplyDelete
  9. Halleluya .... Halleluya .....
    Tuh kan aku blg apa... Tuh cewek si calley hahaa...
    Mbak Shin @ ane kira ada gawang YG kebobolan hahaa.... Wadech... Parah2 ...
    Hemmmmmm thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah chapter 23 baru ada jebol gawang cin :D

      Delete
    2. Kapan tuh jangan blg Minggu Depan yach... Ndak tahan... Kikuk kikuk hahaa

      Delete
    3. kwkwwkkwkwkwkw... mau tahu ajaa...

      Delete
  10. yeaaaayy,,next chapt pestaaa,,,
    Kita2 di undang kan???

    Congratz to Calley & Darren,,,
    Happily ever after,,

    & darl',,,bsok kita maen game lagi yaaaa?? *wink,,wink,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. game apa nih?? pake pisau ya? asikkkk...

      Delete
  11. Horeee......*tiup terompet*
    mbak shin emang cetarr membahana dech....hehe...
    Tak bisa di ungkapkan dgn kata2,love u so much...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah lah ini kan diungkapkan dengan kata2 cin.. ahahhaa.. mwah...

      Delete
  12. mbshin t.o.p.b.g.t.
    next chapter kpan nieee..
    ĴªŇбåñ blg mggu dpn bs mati penasaran nie.. tenkyu 4 amazing chapter..
    *ketjup2 bacah mb shin ;-)*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahahah ya minggu depan donk cin. senin depan.. kecuali aku kena palak lagi.. muahahhahaa mwah

      Delete
  13. Lega akhiry cweky beneran si calley
    Si darren lngsung ngelmar pula
    Ikutan hapy deh dg pasangan ini

    Apa mrka lngsung nikah kk?
    @ fira tunggu jwby di chapter berikty,,
    Thx kk shin °°~°°

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhaha kawin dulu sistaa... br nikah.. wkwkwkwk sip sip.. happy waiting ya >___<

      Delete
  14. iya mba shin, mksud sy bukan kerja ama David, tp kerjsama, mksd'y si Calley hub'in ato mnt tlong ke david atau diane (ternyta diane g' ikut bantu) spya Calley bsa msuk ke Cry of Lust Hall hahhhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha ic ic.. :D Diane jg bantu donk, kl gk kan Calley gk tahu dimana musti nyari Darren ehehhehe

      Delete
    2. nah itu maksud sy mba shin...
      Kekeke
      Smga ntr2 tebkan sy bener... :D
      Mencoba menyelami pemikiran author *jiahahaha

      Delete
    3. wkwkkwkwkww jihahaiahiaihhaia... dirimu kan author jg cin.. jd sedikit tidak tahu lah pst lol

      Delete
  15. Huaaaa mb shiiin keren banget deh
    Hihihihi
    Asiiik akhirnya mereka saling nyatain cinta, darren ngelamar calley pula
    Aduuuh~ tapi nanggung banget ini mbaaa , mau lagi~
    Hahahaha *rakus*

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi banyak sista.. ^^> :jd malu..: hahahaha... besok2 ya kl ada game lg hihiih

      Delete
  16. Suka dengan semua cerita"nya.
    Kapan mbak si akang jung nam muncul?? Miss him sooo much :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha makasih banyak sist, user id mu bagus banget tuh. lol.. akang jung nam mdh2an besok bisa keluar ya, belum sempet ngetik aku. ni aja ngantuk wkkwkw capedehhh..

      Delete
  17. Nahan nafas bacanya di chapter 21.Apalagi pas pernyataan cinta calley dan di sambut oleh darren.
    Kyaaa,kawin.kawin.kawin.

    ReplyDelete
  18. kirain duren belah duren tadi.. ehh salah.. darren mksd'y...

    mmm jadi pengen dapat pidato kyk pidato darren ke calley... kapan ya?? n siapa y??

    makasih mbk ku... sangat menanti chap berikut'y...
    muaachh... bahagia jadinya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha mdh2an scepatnya ya sista. lol...

      Delete
  19. Yahhh, aku ktngglan game ny nih...
    Kekekeke, mba shin kalah
    moga besok kalah lagi y mba:-)

    ReplyDelete
  20. joshh gondoss mantab,angkat jempolnya.aiih keren si calley,dlnjt ya today #plakkk oh yeah :)

    ReplyDelete
  21. Ngga nyangka bgt Calley Ɣªήğ lugu bsa seberani itu memperjuangkn Cinta Πγª ... 3 jempol dech buat Calley... Heheh.

    ReplyDelete
  22. Ngga nyangka bgt Calley Ɣªήğ lugu bsa seberani itu memperjuangkn Cinta Πγª ... 3 jempol dech buat Calley... Heheh. Darren dh bahagia ... Trus nti lanjut Daniel kn Shin... Plissssss.

    ReplyDelete
  23. Ngga nyangka bgt Calley Ɣªήğ lugu bsa seberani itu memperjuangkn Cinta Πγª ... 3 jempol dech buat Calley... Heheh. Darren dh bahagia ... Trus nti lanjut Daniel kn Shin... Plissssss.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkkww.. tergantung kl gamenya di setujui n menang mgkn di lanjut.. lol

      Delete
  24. jawab calley !! apa aku yg hrs jawab ??!...i do darren..i do...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkwkw... thanks dah dijawabin sist lol

      Delete
  25. halleluyaaaa!! mrinding sist bacanya, hi3~~~

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha lah kok bisa cin merinding?? lol

      Delete
  26. Oh huebat kebranian mu caley...
    Aku salut salut salut sama authornya..hehehe..
    Ntar undang undang y klo pesta aku mau nyari baju ah buat kondangan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... komenmu lucu2 cin.. i love it. thanks ;)

      Delete
  27. ''neva give up on me '' goossie ,,, wanita lugu nan liar heheh love it hun,, *belah duyennya kapan ya ? curious mode : on

    ReplyDelete
    Replies
    1. kakakakka... belah duyennya chapter 23 cin lol

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.