"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, February 14, 2013

Looking To You - Chapter 22



Calley menangis sesenggukan, matanya bengkak oleh tangis saat mendongak menatap mataku. Oh, wanita ini.. dia sungguh menggemaskan dengan wajah tanpa dosanya.

“Kau.. tidak bercanda kan, Darren?” tanya Calley padaku.

Aku menggeleng, oh Calley.. Aku tidak pernah bercanda.. Tidak untuk hal satu ini.


“Aku tidak bercanda, Calley.. Aku bersungguh-sungguh. Aku memang tidak membawa cincin saat ini, aku hanya.. well mengandalkan kata-kataku yang bisa kau pegang. Bila tidak, aku akan menggadaikan saham perusahaanku agar kau percaya. Aku mencintaimu dan aku terlambat menyadarinya, namun aku tidak terlalu terlambat untuk menyatakannya, kan?” hidung mancung Calley menjadi sasaran jariku. Ku elus dengan mesra lalu kukecup ujung hidung Calley.

“Kau.. tidak terlambat, hanya.. Kau telah membuatku menunggu terlalu lama. Kau harus dihukum Mr. White” jawab Calley ringan.

Hoho.. Apakah Calley ingin balas dendam? Apa yang akan dia lakukan? Semoga dia tidak menarik ucapannya bahwa dia mencintaiku.

“Hukuman apa yang ingin kau berikan padaku, Calley?” tanyaku dengan nada menggoda.

Aku mendesakan tubuhku padanya. Dengan erat kupeluk pinggang Calley dan menumbukan ereksiku pada selangkangannya. Oh.. aku senang bisa mengontrol kendali lagi, kini tubuh Calley mulai lemas dalam pelukanku. Buktinya.. dia mulai kesusahan bernafas, dan suaranya terbata-bata.

Oh, Calley.. perawan tanggungku.. aku tak sabar untuk mengetahui bila kau memang masih perawan atau tidak.. Aku tidak akan keberatan dengan yang pertama atau kedua. Bagiku, kau sempurna apa adanya dirimu sekarang. Dan kau akan tahu.. karena aku akan selalu mengingatkanmu betapa sempurnanya dirimu, Calley-ku..

“Ah.. Itu.. Aku akan.. Darren!!” Calley memekik saat kuciumi lehernya yang terbuka. Menggigit pelan leher jenjang itu, Calley kau sungguh membuatku terangsang.

“Akan apa, Calley..?”

Kudesakan tubuh Calley kebelakang, tanganku kini masuk ke dalam gaun transparan tipis yang dikenakannya. Calley.. Calley.. salahmu hanya satu.. Kau.. begitu menggoda dan.. aku yang telah tergila-gila padamu selama hampir setengah tahun ini tak mungkin bisa melepaskan begitu saja saat kau sudah siap terhidang di depanku.

Tanganku mengelus belahan pantat Calley, meremas dan menepuk pelan belahan pantat itu dengan gemas. Calley semakin memekik, aku sungguh senang bisa menggoda wanita ini.. Calley-ku..

Calley membelalakan matanya padaku, mencoba memasang wajah marahnya yang gagal. Aku hanya melihat wajah sayunya, wajah yang telah terbuai dengan gairah yang timbul dari dalam tubuh Calley.

“Darren.. Aku akan, kau tidak akan..” Calley memekik lagi, saat kini tanganku meremas sebelah payudaranya sementara tanganku yang lain menahan pinggul Calley dan semakin membawanya ke tepian ranjang. Untuk Calley.. hanya ranjang yang pantas menjadi tempat kami bercinta.. untuk yang pertama kalinya. Ranjang ini akan menjadi saksi percintaan kami.

Kau mungkin bertanya-tanya mengapa aku bersikeras ingin bercinta dengan Calley sekarang? Bukankah ada pepatah mengatakan, bila kau mencintai seseorang maka kau akan menjaganya dan bukan merusaknya. Well, aku memiliki beberapa alasan.. tentunya selain aku memang SANGAT dan SUDAH tidak sanggup bertahan lagi, aku tidak ingin Calley lari dariku. Dia belum menjawab lamaranku, dan aku hanya berharap dengan percintaan kami setidaknya aku telah memiliki setengah kredit dalam hidup Calley. Oh ya, bila mungkin.. Aku juga ingin menanamkan modalku dalam tubuh Calley.. Akan sangat menyenangkan bila dia mengandung sepasang bayi kembar. Sehingga targetku memberikan beberapa bayi pada Bibi Amanda akan cepat terlaksana.

Cinta.. hanya orang-orang tertentu yang bisa berbicara “Asalkan dia bahagia, meski bersama dengan orang lain, maka aku ikut bahagia”

Well, aku hanya bisa mengatakan, aku bukan termasuk ke dalam orang-orang itu. Katakanlah cintaku tidak murni, aku tidak perduli. Yang aku tahu inilah cintaku pada Calley.. Aku mencintainya, dia mencintaiku, kami sudah siap, aku akan menikahinya –semoga Tuhan mengabulkan dan memuluskan jalanku untuk menikahi Calley- dan cintaku harus kudapatkan. Aku tidak mungkin menyiksa diri seumur hidup dengan kenyataan pahit menyadari cintaku bertepuk sebelah tangan. Dan syukurnya cintaku TIDAK bertepuk sebelah tangan. Bravo Darren.. Bravo. Tepuk tangan untukku. Thank you.. thank you.. Kini biarkan aku melanjutkan urusanku dengan Calley.. Ehem..

Sampai dimana kita tadi? Oh ya.. ehm.. Calley memekik lagi, dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Kaki Calley telah menyentuh sisi ranjang, dengan cekatan aku melepaskan gaun yang mengganggu pandanganku dari tubuh calon istriku.

Gaun itu jatuh begitu saja kelantai, tanpa perlawanan. Calley telah mengaku dia menyerah dalam kuasaku.

“Jangan takut, Calley.. Aku tidak akan mengasarimu. Aku.. orang yang sangat lembut bila bercinta..” bisikku pada Calley. Kuangkat tubuh Calley ke atas ranjang, membaringkan tubuh telanjangnya dan mataku dengan rakus menyantap pemandangan di bawahku.

Bibirku berkedut, begitu juga dahiku. Aku ingin segera mengecap tubuh itu. Mengecap tanpa perasaan bersalah, mengecap tanpa diserang rasa ketakutan akan komitmen, karena kini aku telah menyerah. Aku menerima komitmen yang diberikan hubungan ini padaku. Dan aku bersumpah akan menjaga dengan segenap hatiku komitmen ini.. Aku tak akan mengecewakan Calley..

Sekali lagi aku menelan ludahku, tubuh Calley begitu indah. Begitu sempurna. Sebelumnya aku tidak pernah melihat Calley dengan tubuh 100% telanjangnya, aku memang mencumbunya sewaktu di atas pesawat pribadiku, namun pakaian kami masih lengkap. Kini.. Aku bisa memuaskan mataku menatap tubuh Calley –setidaknya aku akan puas kali ini, entah nanti, esok dan seterusnya-

Tubuh Calley bagai lukisan kanvas maestro tanpa cela. Buah dadanya yang proporsional dengan besaran yang sama antara keduanya –atau mungkin hanya pikiranku sekilas, karena aku merasa payudara Calley yang disamping kanan lebih besar dari buah payudaranya yang sebelah kiri?-

Aku tidak pernah benar-benar memperhatikan payudara-payudara wanita-wanita yang aku tiduri sebelumnya. Dan membandingkan itu dengan Calley terasa sangat salah. Kuhilangkan pikiran itu lalu kembali menelusuri pemandangan dibawahku, pada perut langsing Calley –dia dengan porsi makan nya yang membuatku meringis- kemudian turun ke pinggulnya.. ludahku mulai kutelan lagi..

Rambut pubisnya yang tumbuh dengan rapi dan jarang, well Calley memiliki gen itu. Gen yang mencegah wanita memiliki rambut lebat di ketiak dan vaginanya. Calley salah satu wanita itu, ketiaknya bersih dari rambut-rambut yang menjijikan. Bahkan rambut pada pubisnya begitu halus dengan warna seperti rambut jagung dengan kuncir yang sedikit panjang. Dia tentu tidak pernah mencukurnya. Menarik.. Aku sangat ingin melihat ke dalam, sekarang!!

Kubuka kemejaku dan melemparkannya ke bawah, kini giliran ikat pinggangku, celana panjangku. Sepatu dan kaos kakiku telah menghilang sejak tadi. Kini aku berdiri hanya dengan celana dalam dengan tonjolan setinggi pusarku. Darren junior cukup mengesankan untuk milik rata-rata laki-laki berdarah Kaukasoid, ras manusia yang menghuni Eropa, Amerika, Australia, well.. orang berkulit putih untuk jelasnya bila kau bingung.

Aku senang menangkap reaksi Calley saat matanya mengintip ke arah tumbukan ereksiku. Dia terkesiap. Oh, Calley kau membuatku melayang dengan pemujaanmu. Aku tidak serta merta melepaskan celana dalamku.. Nanti.. Ada saatnya Darren junior akan beraksi.

Aku merangkak ke atas ranjang, mengambil tempatku di atas Calley. Kedua tanganku menumpu berat badanku dan kakiku menyibak paha Calley, mencari tempat di sela-sela selangkangannya. Darren junior telah mengklaim tempatnya disana. Dia ingin berkenalan dengan Calley junior –bila aku boleh menyebut vagina Calley seperti itu-

Tubuhku yang telanjang menempel pada tubuh telanjang Calley, kulit kami saling bergesekan saat aku menindih badan Calley. Setengah berat badanku kutopangkan pada kedua tanganku yang kokoh, aku tidak ingin menyakiti Calley-ku. Sambil menopang tubuhku, tanganku membelai rambut dan pipi Calley, memandangi wajah Calley sedekat ini menambah besarnya cintaku padanya. Baru aku tahu bila cinta ternyata bisa semakin berkembang dalam hatimu, cinta tak mengenal batasan. Aku bisa membayangkan esok cintaku akan lebih besar pada Calley, begitu pula lusa, hari setelah lusa dan seterusnya. Cintaku tak akan pernah habis untuk wanita ini.

“Kau tahu apa yang akan aku lakukan padamu, Calley?” kubisikan kata-kata itu dengan nada merayu.

Aku ingin Calley merasa sebagai wanita paling berbahagia didunia malam ini, aku ingin Calley mengetahui apa yang akan dia lalui malam ini, apa yang akan aku berikan padanya di saat menit-menit mendatang. Aku ingin dia bersiap untuk menerima semua kenikmatan yang mampu aku berikan padanya. Kenikmatan bagi seorang wanita dari laki-laki yang mencintainya.

Calley menggeleng dengan polos, aku berdecak senang. Dia sungguh-sungguh lugu.. Oh, Calleyku.. Aku mencintai keluguanmu ini, meski sesekali aku tidak akan menolak sosokmu yang mendominasiku tadi. Tapi kini.. Akulah yang akan mendominasimu, kau akan aku kuasai..

“Aku akan memberitahukanmu, Calley. Aku akan menunjukan padamu apa saja yang akan aku lakukan. Apa saja yang bisa aku berikan.. padamu..” lalu kupagut bibir Calley, awalnya pelan, aku ingin Calley terbiasa dengan bibirku sebelum kemudian bibir itu kupagut lebih dalam, lebih keras.

Kuhisap dan kupilin bibir atas Calley dalam mulutku. Kini kedua belah bibirnya kupagut mesra sambil kedua tanganku masih merangkum wajah Calley. Kami berdua memejamkan mata, terbuai oleh gairah kami yang kian membara dan menggoda.

Bibirku turun ke leher Calley, desahan nikmat keluar dari bibir Calley-ku. Aku menghisap leher kekasihku, mengecup-ngecup ringan sebelum lidahku menjulur memainkan keahliannya di leher, dibelakang telinga lalu cuping telinga Calley akan kugigit-gigit kecil hingga dia menggelinjang kegelian.

Tangan Calley meremas punggungku, tangannya membuka dan menutup membentuk tinju. Dia sedang menahan nikmat ciuman bibirku pada tubuhnya.

Kutatap lagi wajah Calley yang masih terpejam matanya, memandang dengan sayang wajah Calleyku, aku bisa melakukannya sepanjang hari, hanya melihatnya seperti ini. Sebuah senyuman simpul bermain di bibirku, lalu kuciumi lagi bibir Calley, bibir yang tak akan pernah bosan untuk kekecap.

Sebelah tanganku bermain pada pucuk payudara Calley, memelintir, memutar dan meremas payudaranya silih berganti. Mulutku menguncup kemudian pada putingnya, menghisap memilin dan mencubit dengan mulutku. Aku semakin merayap turun sambil tanganku masih bermain di atas payudara Calley. Cukup lama aku mengecap payudara itu dengan mulutku, kini puncak payudara Calley telah basah dan mengeras, bengkak dan merah.

Aku merasa masih belum cukup untuk menghukup puting nakal itu, dia selalu menggodaku lagi dan lagi tanpa memberikan kesempatan saudaranya ‘miss V’ untuk kutemui. Dia sungguh nakal, kan?

Tapi tak apa, karena aku juga senang dia menggodaku seperti itu. Lidahku kini merajalela pada permukaan perut Calley, mengecup perut langsing itu lalu turun kepinggulnya. Sekali lagi ku kecup basah pinggul dan pinggang Calley sebelum turun ke pahanya lalu kaki dan tumit Calley. Perlahan kubuka paha Calley dan terpesona dengan apa yang aku lihat.

Calley menyentuh payudaranya, memandang wajahku dengan sayu. Seolah dia ingin melihat penilaianku saat melihat daerah kewanitaannya yang tak pernah terjamah. Kusibakkan rambut halus bibir bawah Calley, membuka mencari bagian yang aku inginkan, lalu aku menemukannya.

Bagian itu menonjol tersembunyi dibalik belahan bibir berwarna merah muda ini. Kedua tanganku kini bermain disana, sesekali aku membalas pandangan Calley.

“Kau sempurna, Calley.. Kau sungguh cantik..” aku memandang dengan sayu pada Calley, berharap dia mengerti sesungguhnya pertahananku hampir ambruk saat melihat daerah yang paling aku inginkan untuk segera kurasakan ini.

Tapi aku ingin memberikan kenikmatan itu pada Calley, saat pertamanya harus sempurna, sehingga Calley akan memuja percintaan kami dan membekaskan kenangan indah pada ingatannya. Karena begitulah semestinya kita bercinta. Penuh kelembutan, pemujaan dan pengertian. 


56 comments:

  1. makash mb shin.
    makash juga bwt my sist.
    muach

    ReplyDelete
  2. kyaaaaa... Darren Junior mau ketemu ma Calley Junior.. #sumpah ngakak

    More more more...
    I really want more xD

    Thanks mba shin.. Mwuaaah

    ReplyDelete
  3. dingin2 gni baca yg panas2 mantap bngt... mmm lama bngt belah duren'y.. hihihi
    g sbar lagi nih.. makasih mbk shin.. makin g sbar nggu chap berikut'y.. hehehe
    *viees*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah dingin ya disana sist? hahahaha??? abang patti nya mana? panggilin dink buat angetin.

      Delete
    2. abg patti mksd'y?? abg rob pattinson gt y mbk mksd'y.. hehehe.. si abg lg syuting d aussie mbk.. wkwkw

      Delete
    3. wkwkwk kacian.. kedinginan dah lol

      Delete
  4. Mbak ngalong nih jdnya, mlm bgt keluarnyaaaa ky si butterfly, wkwkwkwk
    Gpp sii sambil nunggu bola. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ne keluar krn qta para reader menang xixixixixi :D

      Delete
    2. aih mana menang? ini kan karena kemurahan hatiku makanya keluar dua. :hueeekkk: wkwkkwkwkw

      Delete
    3. doyan bola ya sist?? lol.. aih.. pengen ngetik tp males.. piye to??

      Delete
  5. Whoa dini hari dpt double bonus, senengnya.
    Mksh Mb Shin *kecup basah*

    ReplyDelete
  6. mbak nanggung banget yak >,< cepet publish lagi yaa.. tapi itu itu *nunjuk atas* gif nya epik :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhaa... kl si darren gilirannya hari senin kl gk salah

      Delete
    2. kwkwkwkww... senin cin.. besok gilirannya piter :D

      Delete
    3. jiah nunggunya keburu kering nih.. wkwkwkwk

      Delete
    4. hahahah disiram donk pake aer biar gak kering

      Delete
  7. aq g bisa DL fotony,,,,
    Di hapeq g gerak2 gifny,,,, huuhhuuhuuhuhuhu...

    Btw,,maakaasih smuanya,,,
    serrrruuuu,,,,
    cyiin,,makaasih yaaa
    Mmmuuuaaaccchhh,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hee... itu gifnya sesuatu lho cin.. ihihihhi

      Delete
  8. pagi mba shin hhe
    aduh mba pagi2 dah disuguhin yg hot hot hha
    tpi, boleh jujur kan mba? Cara mba mendeskipsikan apa yg darren rasain bikin aku senyum geli. Pemilihan kata2nya ya ampun aku ga nahan pengen ketawa. Seneng bnget deh pokoknya mba.. Hha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaahaha... keren ndak? lol. aku sendiri jg ngakak bacanya kwkwkwkkw...

      Delete
  9. Ketawa dlu boleh ya ciin hahahaha
    Itu si daren kocak bgt sih, isi hatinya, jebol nih si calley, awas pelan2 lho daren jgn grabak grubuk wkwkwk
    ◦"̮◦τнäηκ чöü ◦"̮◦ ciin muaaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh mi.. sampe selesai ngetik komen masih ketawa jg boleh ehhehe...
      hahaha pelan2 donk, tp kl pelan gak jebol2 ntr mi lol

      Delete
    2. Wkwkwkwk iya emang perlu hentakan kuat spy jebol

      Delete
    3. lol... pengalaman pribadi ya mi? lol

      Delete
  10. Aaah~ mb shiiin
    Nanggung bener da ah
    Hihihihi
    Makasih ya mb shin
    Apa lagi buat gambarnya tuh
    Hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa sesuatu kan cin gambarnya? gerak2 lagi ihhiihi

      Delete
  11. Yach.... Kok putus Shin. (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) pdhal lgi tegang2 Πγª nich mbca perkenalan Darren Junior sma Calley Junior..

    ReplyDelete
  12. Yach.... Kok putus Shin. (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) pdhal lgi tegang2 Πγª nich mbca perkenalan Darren Junior sma Calley Junior..

    ReplyDelete
  13. Yach.... Kok putus Shin. (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) pdhal lgi tegang2 Πγª nich mbca perkenalan Darren Junior sma Calley Junior..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nira ngamuk nih bikin komen wkwkkww.. hehehe ya kenalan dulu... besok br jadian, kan gt ya mustinya ihhiih

      Delete
  14. whoa..kentang nih mba shin..posting lagi dung bab 23 nya hihihi

    ReplyDelete
  15. Weleh2 pakai bersambng ke jilid 2 nii belah dureny
    mba $hin gify Amazing ^^___^^
    So HOT and $€k$\

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaha... ya gifnya memang superr...

      Delete
  16. dan tbc... mbk shin belah durennya nanggung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. apaan tuh tbc cin?? hahaha yah ini juga dikeluarin satu soalnya team readers kalah. jd biar readers kepo aku posting 1 aja wkwkkw

      Delete
  17. akhirnya bs kebuka, mau ngacak2 dulu ah

    ReplyDelete
  18. Hhhhhhhsssssstttttt tinggal dikit aja amper nyampekkkk... Wo de maaaa...aku menggeram kayak harimau kelaperan hhiihii
    Makasih sist.. Lanjutannya sist..oh ya... Aku Suka dengan kata2 DI dlmnya kereennnn abiz bahasanya .... Tuink tuink....

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkw naik angkot kali ampir nyampek. lol. heheh sip sip senin depan ya :D hehehe.. sekali2. hahaha a

      Delete
  19. ahhhh ak makin jatuh cinta, even though meeting antara Dj and Cj msh di pending,namun penulisan mba shin yg makin nyantai benar2 asyik untuk di baca,,, *hat off

    ReplyDelete
    Replies
    1. aih dirimu bisa aja cin.. i'm adore ur writing style more.. thks anyway :smoooch:

      Delete
  20. wih wih ramee,bs bgt bkn kentang.dasar kau koki mba shin,heheh mksh ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. kentang goreng,, ayo dimasak apa aja ayookkk..

      Delete
  21. dikit lagiiiiiiiiii
    aaaaaaaa.. mbaaaaaakk.. kentaaaaaaangg..
    bearti chap depan bakalan lebih cetar menggelegar ya mbak?? hahahaha...
    makasih mbaaak ^^

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.