"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, February 17, 2013

Looking To You - Chapter 23



Masih sembari menautkan pandangan kami, aku mendekatkan wajahku pada bibir bawah Calley, menyentuhkan ujung lidahku pada klitorisnya, lalu Calley mengerang dan mendesis saat rasa itu mulai menjalar pada tubuhnya. Calley menjambak bed cover dibawahnya, meremas-remas kain malang itu hingga berantakan.


Jari-jariku membuka bibir-bibir bawah Calley lalu lidahku akan menusuk masuk ke dalam lubang senggama Calley yang kecil dan sangat basah. Hanya dengan melihatnya aku tahu.. bahwa Calley masih perawan. –jangan kau tanya mengapa aku tahu karena itu adalah pertanyaan bodoh. Meskipun aku meniduri wanita-wanita yang sudah tidak perawan lagi saat bersama David, tapi jauh sebelum itu aku telah tahu apa itu perawan, dan asal kau tahu Calley bukanlah perawan pertamaku, atau keduaku, atau ketigaku.. well, kau hitung saja sendiri karena aku tidak akan memberitahumu..disini-

Calley semakin gelisah, dia mencoba mendorong kepalaku dari selangkangannya. Hell, no! Calley akan mendapatkan pelepasan pertamanya dari oral seks yang aku berikan padanya, dia tidak boleh melewatkan hal ini. Agar Calley tahu perbedaannya, perbedaan orgasme yang akan aku berikan sebentar lagi dengan orgasme berikutnya yang akan diberikan oleh Darren junior.

Tubuh Calley mengejang dan tergoncang-goncang, aku menatapnya dengan senang. Bibirku masih bermain disana sebelum Calley mendesah panjang. Bravo!! Kau hebat, Calley.. Kau mendapatkannya.

Aku mengusap bibirku yang basah oleh cairan Calley. Lalu kutindih tubuhnya lagi dan kudaratkan ciuman ku pada bibirnya. Aku menyeringai senang melihat Calley yang lemas. Orgasme membuatmu lemas dan tak berdaya. Tapi bila kau maniak mungkin kau tak akan merasakan apa-apa, karena kau tidak akan pernah puas. Untungnya aku bukan maniak, kan?

“Kau suka, Calley” tanyaku. Dengan wajah merona merah Calley mengangguk pelan. Dia memalingkan wajahnya karena malu. Kukecup pipinya, lalu bibirnya, kumainkan lidahku dalam mulut Calley, mencari-cari lidahnya dan kukulum dengan nikmat.

Tangan Calley kubimbing menuju ereksiku, menuju Darren junior yang akan beraksi sebentar lagi. Darren junior telah sangat siap, aku bisa merasakan celana dalamku sedikit basah karena cairan ku yang sedikit keluar. Disebut cairan pre-cum bila kau tidak tahu.

Calley mengelus-elus Darren junior naik turun lalu tangannya masuk ke dalam celana dalamku, memegang Darren junior pada kepalanya, memainkan dengan jarinya lalu pada batangnya yang membuatku melenguh nikmat. Kuangkat bibirku dari bibir Calley, rasanya begitu nikmat saat kau melakukannya dengan orang yang kau cintai. Tak pernah senikmat ini meskipun bukan penetrasi.

Dibantu Calley, aku melepaskan celana dalamku. Darren junior mencuat dengan kejam setelah dilepaskan dari sangkarnya. Dia ingin unjuk gigi dan pamer kekuasaan. Hah!

Kubiarkan mata Calley mengamati setiap lekuk bentuk Darren junior, sebelum aku mengarahkan kejantananku itu mencari lubang senggama Calley. Diraba-rabanya kejantananku dengan kedua tangannya, kakiku bersimpuh di samping badan Calley. Dengan leluasa Calley dapat menyentuh, meraba atau apapun yang ingin dilakukannya pada ereksiku yang sangat keras. Keinginan untuk mendapatkan oral seks dari Calley sangat besar, namun aku mengurungkan niat itu, belum saatnya aku meminta Calley melakukan hal itu untukku. Aku tidak ingin dia membelalakan mata saat kusodorkan Darren junior pada wajahnya. Aku tidak akan lupa, Calley masih polos, aku harus mengajarinya pelan-pelan.

Setelah beberapa lama Calley memainkan kejantananku, aku kembali merayap turun. Kucium bibir Calley lalu mengarahkan kejantananku pada liang kewanitaan Calley. Tangan Calley telah berpegangan pada bed cover, Dia menelan ludahnya seakan bersiap-siap menerima apapun yang akan dia rasakan saat tubuh kami mulai bersatu.

“Akan sedikit sakit, Calley..” kataku pelan. Dia hanya mengangguk, aku dapat melihat sedikit ketakutan diwajahnya namun segera ditepiskannya.

Calley tahu, suatu saat hal ini akan terjadi juga, aku hanya berharap orang tua Calley tidak akan mempertanyakan masalah ini. Saat kau berbicara dengan orang suci, kau akan selalu kalah. Aku bukan orang suci dan aku tidak ingin berdebat dengan orang suci. Menjauhlah.

“Aku tidak akan menyakitimu, Calley. Aku berjanji.. ini hanya sementara.. Saat kau siap.. Akan terasa nikmat..”

Aku menyentuhkan kejantananku pada permukaan kewanitaan Calley yang basah, melicinkan kejantananku agar mudah memasuki liang Calley. Calley sudah sangat basah, aku yakin tidak akan sesakit perkiraan orang-orang banyak, mereka terlalu berlebihan.

Tapi saat Calley meringis dan meneteskan air mata dibawahku, aku mulai ketakutan. Well, bukannya aku tidak pernah menyetubuhi perawan, namun itu sudah sangat lama.. saat usiaku masih belasan tahun dan tentu saja Darren junior saat itu tidak sebesar sekarang.

Apa yang aku pikirkan? Aku tidak mungkin menghentikan ini, tapi melihat Calley kesakitan dibawahku, aku tidak tega.

Calley menggigit bibirnya menahan desakan untuk berteriak, hanya air mata merembes dari matanya.

“Calley, baby.. Apakah kau kesakitan? Aku.. Aku akan melepaskannya, kita bisa melakukannya lain kali” kataku khawatir.

Calley menggeram dibawahku, dengan suara terputus-putus menahan sakitnya, calley mengancamku, yang membuatku terpesona.

“Bila.. kau berani, Darren White.. Aku sendiri yang akan membunuhmu..!!” desis Calley padaku.

“Cepat, kau tunggu apalagi?? Aku tidak ingin merasakan kesakitan ini lagi. Cepat, Darren!!” Calley menyadarkanku dari rasa takjubku.

Dengan hati-hati aku mengangkat kedua kaki Calley tinggi-tinggi, membuka paha itu lebar-lebar lalu menghujamkan kejantananku lebih dalam dengan susah payah. Gigiku bergemeretak, rasanya menakutkan saat kau tahu kau akan mengoyak selaput daging yang ada dalam tubuh orang yang kau cintai, meski kau tahu itu tidak akan membunuhnya, tetap saja perasaan itu kadang mengganggumu.

Dengan mata terpejam, aku memaksakan diriku menghujam Calley dengan keras hingga dia terpekik dan mulai berteriak setelah itu. Aku tidak membiarkan teriakan Calley menghentikanku kali ini, dia akan lebih memarahiku bila aku menghentikannya dan Calley cukup mengerikan bila dia marah.

Akhirnya dengan susah payah aku berhasil mengoyak keperawanan Calley.. Oh, ya.. aku bisa melihat tetesan darah yang membasahi kejantananku dan bed cover putih dibawah tubuh kami. Calley masih mencengkeram lenganku, dia sama sekali tidak menikmati percintaan ini.

Tapi apa yang bisa aku lakukan, kadang yang pertama memang tidak selalu nikmat. Apakah aku harus menyalahkan Darren junior karena dia terlalu gemuk dan panjang?

Kejantananku terasa dihimpit oleh lubang yang teramat sangat sempit, seolah ditekan menjadi setengah bagian, tapi kenikmatan yang aku dapat tak tertandingkan. Aku berusaha mengatur kecepatanku agar tidak terlalu menyakiti Calley, hingga tubuh Calley mengendur dibawahku, barulah aku bisa membuat kami menikmati percintaan ini.

Calley masih memejamkan matanya saat cengkeraman tangannya mulai melunak pada kedua lenganku, kini kakinya juga tidak menghimpitku dengan keras. Paha Calley mulai rileks meski wajahnya masih setengah berjengit, dahinya masih berkerut.

Oh, Calley.. Maafkan aku.. Aku berjanji berikutnya tidak akan sesakit ini.

Kuciumi bibir Calley, tubuhku masih menghujam dengan pelan. Calley membalas ciumanku, tangannya kini memeluk leherku, tubuhnya bergandeng pada tubuhku, pinggangnya mengunciku.

“Darren.. Aku.. lebih cepat, aku ingin merasakannya juga.. Gerakan tubuhmu lebih cepat, Darren” bisik Calley ditelingaku.

Baiklah, Calley.. Kau akan mendapatkannya. Kau akan mendapatkan pelepasan itu, aku akan memberikanmu pelepasan bertubi-tubi hingga tubuhmu tak sanggup lagi menerimanya.

Dengan penuh semangat kuhujamkan kejantananku semakin cepat keluar masuk tubuh Calley, bunyi tumbukan kami berkecipuk mengiringi erangan dan teriakan Calley. Nafasku tersengak-sengal, keringat menetes dan mengalir di dadaku dan jatuh ke atas payudara Calley.

Rasanya begitu nikmat, kejantananku dipilin, diperas dan dicubit dalam dinding-dinding kewanitaan Calley yang kasar. Menghisap, menarik dan mendorong hingga aku mulai kewalahan. Tak lama lagi aku akan mendapat pelepasanku, Calley masih terengah-engah dibawahku, matanya terpejam erat, menggigit bibirnya dan merengkuh lenganku, mencengkeram dengan kuat hingga membekaskan goresan kuku-kukunya pada leherku.

Kurasakan desahan Calley semakin mengencang, kejantananku terasa dipijat-pijat dan diperas, Calley akan mencapai klimaks. Dan dia mendekap tubuhku dengan keras, menangkupkan wajahnya dalam dadaku. Aku seketika berhenti, Calley menangis dengan kencang saat pelepasan itu menderanya, kejantananku mendapat kenikmatannya sendiri saat dinding-dinding kewanitaan Calley mulai meremas, mencubit, menghisap dengan keras kejantananku yang diam.

Aku mengumpat dalam hati, cukup sudah aku bertahan. Dan akhirnya kulepaskan juga klimaks yang sudah diujung tanduk. Aku bisa merasakan kejantananku berdenyut-denyut saat cairanku memenuhi rahim Calley. Menyemburkan cairan panas yang memenuhi bagian terintim kami.

Tubuh kami sama-sama menegang karena orgasme ini, kemudian perlahan-lahan mengendur. Calley mengalami pelepasan lebih lama, saat aku mulai bisa mengatur nafasku, Calley baru saja membuka matanya. Dia masih menangis sesenggukan, oh Calley.. Kau sungguh menakjubkan.

“Kau, OK?” tanyaku pada Calley.

Calley mengangguk pelan, tubuhnya langsung terkulai di atas ranjang, kepalanya lemas dengan nafas satu-satu yang berat. Aku tersenyum ringan demi melihat Calley, bagaimana bisa dia masih terlihat secantik ini meskipun wajahnya berantakan karena tangisan dan mata yang bengkak serta hidung yang merah, semerah jambu air.

“Bagaimana menurutmu? Apakah layak untuk diulangi lagi, lain kali?” tanyaku langsung. Aku ingin Calley menjawab ‘layak’. Karena bila tidak, mungkin saja dia bisa trauma karena percintaan ini.

Dan syukurlah, Calley mengangguk, dengan wajah merona tentunya. Kekasih hatiku.. Kau sungguh menggemaskan. Kuciumi bibir Calley lembut, tubuh kami masih bertautan. Kejantananku masih menancap dengan keras dan perlahan mengendur di dalam tubuh Calley. Dan aku ingin menikmati detik-detik itu dalam kehangatan tubuh wanita ini, wanita yang telah merubah hidupku, cara berpikirku dan kebahagiaanku. Calley-ku..

“Apa yang kau rasakan, Calley? Apakah masih sakit?” tanyaku lagi. Aku memperhatikan wajah Calley, memang tak nampak ekspresi kesakitan di wajahnya, namun aku yakin Calley masih merasa kesakitan di dalam sana. Bila aku mengeluarkan kejantananku, Calley akan langsung meringis dan merintih kesakitan.

“Sedikit..” jawabnya lemah.

Aku mengecup kening Calley, wanita ini begitu tabah. Aku semakin mencintainya karenanya. Mengenai lamaran itu.. Aku akan bertanya lagi. Aku tidak ingin percakapan ini terlewatkan begitu saja hanya karena kami bercinta, aku tidak ingin esok hari ketakutan dan melupakan lamaran ini.

“Calley.. Maukah kau menikahiku? Aku bukanlah laki-laki sempurna, aku masih berusaha untuk menjadi lebih baik, dan aku yakin dengan bantuanmu, aku akan sanggup menjadi laki-laki terbaik untukmu, untuk anak-anak kita, untuk keluarga kita. Aku tidak tahu apa yang bisa aku berikan padamu selain diriku dan cintaku yang pengecut ini, namun cinta ini mulai mendapat harapan, cinta ini akan bertahan dan tumbuh setiap saat. Dia tidak akan pernah berkurang, bila kau memberikannya kesempatan. Calley.. Aku memerlukanmu, karena aku sangat mencintaimu. Aku ingin hidup denganmu, Calley.. Be my wife.. please..”

Aku melamar Calley di atas ranjang, setelah percintaan kami, saat tubuh kami masih saling menyatu, saat sekeliling kami begitu berantakan. Tapi menurutku ini semua indah, sangat indah. Karena Calley akhirnya menjawab dengan...

“I do.. Darren.. I do..”

Lalu kami berciuman, panjang dan lama. Kecupan lembut, penuh cinta, tanpa nafsu. Ciuman yang bisa kami lakukan kapan saja, dimana saja, tanpa takut orang lain akan menghalau kami karena berciuman di depan publik.

“Oh, Calley-ku.. Aku mencintaimu. Dan terima kasih karena menerima lamaranku, terima kasih karena memberikanku kesempatan lagi, terima kasih karena tidak menyerah padaku. Dan terima kasih karena mencintaiku.. I love you, Darling..” kucium kening Calley saat bibirnya membisikan padaku kata “I love you too, Darl..” 


38 comments:

  1. Krg mbak shinnnnn!!!
    Nanggung bgt atuh!=))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa.. kok bisa nanggung?? kan udah jeboll gawangnya. piyee..

      Delete
  2. yeaaaaayyy,,pestaaaa,,,
    Makaaan,,makaannn,,,
    Ayam goreng terasi,,,kakap asam maniss,,
    sapi lada hitam,,sup asparagus jekate,,selada 5 kombinasi,,i fu mie,,
    Whoaaaa,,,,,
    *laaapaar,,,

    ReplyDelete
  3. Ehem...ehem
    MO LAGIIIIIIII.........!!!!!!!!
    hehe.....
    thank mba shin...lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha kapan2 ya., belum bikin LTY nih lagian dah mau kelar jg :D kecuali nemu konflik baru lagi :D

      Delete
  4. co cuit bnget Darren.. jadi pengen di lamar nih?? tapi siapa y???
    makasih mbk shin,,, g sbar nggu chap berikut'y...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kwkwkwkw... om parkinson aja suruh lamarnya sista.. lol :kaburr:

      Delete
  5. Hahahaha
    Mau jebolnya kocak banget si darren
    Hihihi
    Iyeesss, ditunggu yah Darren undangannya
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  6. gifnya lebih hot.. suka! nafasnya itu loh.hahaha..
    asik gak perlu nunggu lama lagi deh.. thanks reader ayo kita serang lagi mbak shin :p makasih ya mbak udah ngpost *kasih tissue*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkkw....... perhatian jg ya ama gifnya. sesuatu emang bikin darah mendesir.. lol.. wkwkw no thanks, tissueku masih banyak wkwkkwkw

      Delete
  7. kyaaaaa hha jebol jugaaaaa
    wuhuiiii *jingkrak2 ala cheersleader* wkwkwk

    ReplyDelete
  8. Prok prok prok... Goyang pantat
    Skor 6-3 yak?hahahaaa
    Holeeeee jebol gwang si calley, co cweet d lamar
    Lagi lagi lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak aja 6-3. 5-3. yg lusa gak diitung kali.. grr...grr....grrr.....

      Delete
  9. co cweet... Akhrnya... Darren!? Dri dlu donk sadarnya... Mmm, mbak shin ada rencana bikin cerita David smpk ketemu cnta sejatinya? Hehehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada.. david, daniel, elliot.... (Darren, Daniel, David, Elliot) 3 bachelors and a widower.. lol..

      Delete
  10. aaaaaaaaaaa.. lamaran Darren so sweeeettt..
    btw segitu sakitnya kah???
    *ngeri sendiri..
    heheehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kwkwkwkkw nggak sesakit wkt haid kok mer lol

      Delete
  11. Gaya bhsa kk shin buat jebol gwng calley bikin ngakak~°°~
    Love~love buat kk $hin
    di tunggu kelanjutan (•^•)

    ReplyDelete
  12. Gk nyangkaa,,,,akang darren romantis jg,,,,hihihi....
    Sbnrnya yg romantis itu mbak shin nya,coz...mbak shin yg bkin critanya.
    Chukaeyo bwt mbak shin....

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkwkw... aih.. sesuatu pujianmu cin.. aslinya aku gak romantis kok. lol aku kan cewek.. cewek mah menerima aja lol

      Delete
  13. Darren lg donk,,,,,
    #peluk darren

    Tq mba shin,,,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah darren belum ada cin.. minggu depan lagi dah hehe sama2 :D

      Delete
  14. Ah... Calley lgi tegang dan sakit2 Πγª msi sempt marahin Darren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha... iya donk.. buat pelampiasan. ahaha

      Delete
  15. aaa~~~~~
    om Darren ntar klo nikah aku diundang ya??
    kan aku udah bantu om Darren buat dapetin tante calley,
    kkwkekekekek

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa... ntar aku tanya darren dehh

      Delete
  16. Oh..oh...daren..akhirnya kamu ngegol juga, gak nyangka punyamu gemuk n bongsor...
    Lucu banget sih mbak shin aku baca sambil ngebayangin anak 3 thn yg montok
    Wkwkwkkaa

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.