"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, February 19, 2013

Looking To You - Chapter 25



Calley membuka matanya disampingku, dia tersenyum memandangku lalu berjengit kesakitan saat menggerakan tubuhnya. Pengaruh selaput dara yang terkoyak mulai dia rasakan, dia mendongak padaku dan memaksakan sebuah senyuman yang membuatnya terlihat menggemaskan.

“Selamat pagi, Darren..” sapa Calley padaku.

“Selamat pagi, Calley..honey..” kukecup kening Calley dan membantunya untuk duduk menyampir pada kepala ranjang.


“Akan sedikit sakit, bertahanlah” kataku saat menarik tubuh Calley hingga bersandar kebelakang. Dia mengerutkan dahinya menahan rasa nyeri pada daerah kewanitaannya.

“Semalam tidak sesakit ini rasanya..” keluh Calley padaku yang kubalas dengan tawa terbahak-bahak.

“Calley, honey.. Apa yang kau harapkan? Akan semanis madu? Tentu tidak sayang, tidak untuk yang pertama. Kau akan terbiasa setelah aku memasukimu untuk yang ke..sepuluh kalinya? Dua puluh? Lima puluh? Atau mungkin saat kau selesai melahirkan? Karena kau akan selalu terasa sempit bagiku..” aku terangsang dengan perkataanku sendiri, membayangkan Calley dengan kewanitaannya yang menjepitku dalam percintaan kami hingga berpuluh-puluh kali.

Pipi Calley merona merah, aku menjadi ahli dalam memilih kata-kata vulgar untuknya.

“Apakah kau ingin merasakan yang kedua kalinya, Calley?” bisikku serak. Aku mulai mengelus bahu Calley dan membuatnya menekuk tubuhnya, geli dengan elusan tanganku.

“Darren..” desahnya pelan. Dia juga telah terangsang mendengarku sedari tadi.

“Yes.. Calley.. Apa yang kau inginkan, Calley? Katakan padaku” perintahku padanya. Mataku tak luput dari wajah Calley, mengamati wajah terangsangnya, mata Calley telah terpejam lagi.

“Oh, Darren.. Kau tahu apa yang aku inginkan, aku ingin kau memasukiku lagi.. Untuk yang kedua kalinya, Darren.. Aku ingin kau membuatku terbiasa dengan dirimu. Aku ingin kau membuatku terbiasa dengan Darren junior..” rintih Calley di sela-sela desahannya.

Calley mendesah akibat permainan tanganku pada daerah clitorisnya. Calley basah lagi. Semalam kami telah membersihkan tubuh kami sehingga kau tidak perlu mual membayangkan sisa-sisa percintaan kami yang masih memenuhi daerah kewanitaan Calley. Tidak, kami tidak seperti itu..sekarang, entah lain kali.

“Kau suka, Calley? Apakah kau ingin aku menjilatimu disana? Kau ingin merasakan jilatan lidahku pada vaginamu, Calley?” dan aku membuka selangkangan Calley, mencari bagian yang paling kusukai, belahan bibir merah muda itu... Yang kini telah basah dan berdenyut-denyut.

Kumainkan lidahku disana, menusuk dalam-dalam lalu mencongkel, memutar, menghisap, menggigit.. ya aku menggigit.. lalu jempolku mulai mengusap-usap clitoris Calley, merangsangnya dengan tangan dan mulutku hingga dia mengerang lagi. Calley mencengkeram rambutku saat orgasme dicapainya. Kini calley telah siap kumasuki untuk yang kedua kalinya..

Darren junior telah mengeras dan sangat tegang. Dia sungguh mengerti bila sudah tahu gilirannya tiba, tanpa basa basi Darren junior mengambil posisi di depan daerah kewanitaan calley, menyibak-nyibak belahan yang menyembunyikan lubang senggamanya. Saat Darren junior menemukan lubang itu dia tidak tahan lagi untuk menghujam dengan cepat, Calley memekik kesakitan, Darren junior begitu nakal!!

“Darren! Pelan-pelan.. It’s still hurt!” Calley marah, air matanya bahkan menitik di pipi.

“I’m sorry, Calley..” cengengesku tanpa rasa bersalah. Calley mencubit lenganku yang dekat darinya. Dengan wajah meringis aku mulai menenggelamkan kejantananku perlahan-lahan ke dalam calley. Masih tersisa kesempitan semalam, dan rasanya masih seluar biasa semalam.

Tapi kali ini aku tidak perlu mengoyak sesuatu lagi. Saat pertengahan, kuhujamkan kejantananku dengan cepat, memberikan kenikmatan tiada tara pada kami berdua. Calley mendesah dengan cepat dibawahku, suaranya menyambung tanpa putus.

“Ahhh...ahh...ahh..ahh..” setiap kali kuhujamkan kejantananku, setiap itu pula sebuah desahan keluar dari mulut Calley. Sedang aku, kupaksakan menahan desahanku hingga yang terdengar hanya desahan tertahan yang terdengar seperti ini. “Ehgh..eghgg..eghh...” setiap saat kuhujamkan kejantananku kedalam Calley.

Kubaringkan tubuh Calley miring diranjang, sebelah kakinya kuangkat tinggi lalu paha kami akan bersilangan saling tumpang tindih. Sebelah kakiku kutekuk dan sebelahnya lagi berada dibawah kaki Calley yang tidak terangkat. Kini penetrasi bisa lebih dalamm...lagi dan lebih cepat. Kuangkat tinggi-tinggi sebelah kaki Calley dan menghujamkan ereksiku berkali-kali. Calley memejamkan matanya, antara menahan kesakitan dan merasakan sensasi nikmatnya.

“Calley.. Bagaimana? Kau suka yang seperti ini atau yang tadi?” tanyaku pada Calley.

“Aku suka semuanya, Darren.. Apapun.. Aku suka bersamamu” jawabnya dengan mata menatapku penuh gairah. Matanya berkata “cintailah aku sepanjang hari, sepanjang hidupku”

“Oh yeah, baby.. I’ll make love with you ‘till we die..” bisikku dalam hati.

Pukul satu siang kami berdua keluar dari klab malam milik David, pemilik klab ini sama sekali tidak terlihat ujung hidungnya, mungkin memang benar dia sedang ke Vegas. Tak lupa aku kirimkan sms singkat untuknya.

“Thanks, Dave. Aku berhutang padamu”

Tak lama kemudian dia membalas pesanku. “Kapanpun, brother. Jangan lupa undangan untukku”

Aku tersenyum membaca balasan David, bagaimana aku bisa berterima kasih pada sahabatku ini? Calley duduk disampingku dalam mobil, ingin rasanya aku langsung membawa wanita ini ke apartemenku sekarang juga. Tapi Mr. dan Mrs. Conahan tidak akan senang. Tapi bila aku mengantarkan Calley kerumahnya sekarang dengan keadaan seperti ini.. apa yang akan mereka katakan?

Oh, shit! Aku tidak memikirkan hal itu sebelumnya.

“Calley, honey.. Kita ke apartemenku saja, ok? Aku belum siap bertemu dengan kedua orangtuamu dengan penampilan seperti ini” kataku.

Meski kami telah membersihkan diri, tapi penampilanku berantakan, rambutku kacau dan tidak terlihat meyakinkan, cambang tipis mulai tumbuh di pipi dan daguku –meski menurut Calley aku terlihat seksi seperti ini, tapi hey aku harus bertemu dengan calon mertuaku dan penampilan seperti ini tidak akan membuatku mendapat nilai tambah, mereka akan menganggap aku tidak becus merawat diri, dan bagaimana aku bisa merawat Calley bila penampilanku seperti ini?-

Calley mengangguk, memasrahkan padaku apapun yang akan aku lakukan untuk membuat semua lancar. Kemudian aku menelphone Diane, sekretarisku.

“Diane, bagaimana kantor? Apakah kau bisa ke apartemenku satu jam lagi dan membawa beberapa pakaian wanita untuk Calley? Jangan bertanya, aku sedang tidak ingin diinterogasi. Dan hilangkan seringai diwajahmu itu” kataku dengan seringai lebar, aku bisa membayangkan seringai yang sama di wajah Diane.  

“Ok, baiklah kalau begitu” dan aku menutup telphone.

Tangan Calley kugenggam di atas pangkuanku, kuremas tangan wanita yang kucintai ini dengan penuh kasih. Aku tersenyum pada Calley.

“Akhirnya aku bisa bersamamu, Calley. Aku begitu gembira, perasaan ini tiada duanya. Aku bahagia.. Terima kasih” dan kucium punggung tangan Calley dengan haru. Bersyukur pada Tuhan aku telah menemukan cintaku.

“Darren..” mata Calley berkaca-kaca mendengar ucapanku. Bisa kulihat mata itu bersinar hangat penuh cinta, cinta untukku.

Untuk kedua kalinya Calley masuk ke dalam apartemenku, sebelumnya saat Diane mengajaknya mengambilkan koperku. Kuajak dia berkeliling dan memperkenalkannya pada apartemenku yang.. jarang ku sentuh. Aku membeli tempat ini hanya sebagai tempatku tidur, pulang kerja aku langsung menemui tempat tidurku, bangun tidur aku langsung bekerja.

Dan aku tidak pernah membawa wanita pelacur ke apartemenku –kebanyakan mereka kugauli di suite kantor atau di klab malam milik David- ada seorang bibi yang membersihkan apartemen ini seminggu sekali jadi aku tidak perlu khawatir cucianku akan menumpuk di lantai atau apartemenku kotor saat Calley kuajak kesini.

“Biasakanlah dirimu, Calley. Setelah kita menikah nanti kita akan pindah ke rumah dengan halaman luas. Tempat yang lebih cocok untuk merawat empat orang anak..” kataku yang dibalas dengan belalakan mata Calley.

“Empat anak? Kenapa tidak sekalian sepuluh orang anak, Darren? Dan apakah kau berniat memberikan jarak untuk kelahiran anak-anakmu?” Calley mengejarku ke dalam kamar tidur. Aku mencoba menghindar dari kemarahannya.

Dengan terkekeh dan tangan menyerah aku hanya bisa meminta ampun pada wanita ini.

“Bukankah kau menyukai anak kecil, Calley? Sepuluh anak terdengar OK” kataku lagi sembari berputar di meja bundar kamarku.

“Oh, yeah.. Aku suka sekali anak kecil.. tidak, Darren.. Dua anak cukup, dan kau akan membunuhku dengan sepuluh orang anak” geram Calley sebal.

Dia tidak berhasil mengejarku, sebaliknya kutangkap pinggang Calley dari belakang dan mengunci tubuhnya dalam pelukanku. Tanganku menyentuh kedua payudara Calley, menangkupkan telapak tanganku dan mulai meremas menggoda. Bibirku bermain di lehernya yang terbuka, mengecup dan menjilat dan Calley mendesah protes.

“Darren.. Jangan.. Sebentar lagi Diane akan datang” bisiknya.

“Um.. Diane bisa menunggu, Calley.. Tapi Darren junior tidak bisa menunggu” kugerakan bagian bawah tubuhku dengan vulgar mendesak pantat Calley, dia memekik tertahan merasakan tumbukan Darren junior yang keras pada belahan pantatnya.

“Kau lihat? Darren junior siap melapor pada Calley junior..” erangku pelan.

“Darren.. Don’t.. Diane.. ouch!!” Calley memekik saat tanganku menelusup menyentuh daerah kewanitaannya yang telah terangsang, Calley sangat basah disana.

“Ada apa dengan Diane, Calley? Hm.. Aku rasa kita masih memiliki sepuluh menit sebelum Diane tiba disini.. Bagaimana menurutmu? Sesi ketiga bisa kita mulai? Aku ingin membuatmu terbiasa dengan Darren junior” kataku sambil sebelah tangan menarik dagu Calley dan menciumnya dengan rakus.

Tak lama kemudian Calley menyerah, dia menciumiku sama buasnya, lidah kami saling pilin, saling hisap tak ada yang mau mengalah. Kubaringkan tubuh Calley disisi ranjang, menarik turun celana dalam yang dikenakannya dan membuka celana panjangku sendiri. Darren junior sedang mengintip dari balik celana dalamku, dia sudah tak sabar lagi ingin bertemu dengan kekasihnya.

“Berputarlah, Calley. Aku akan memasukimu dari belakang” perintahku pada Calley. Dengan patuh dia menurutiku. Pantatnya yang kenyal kutepuk gemas, kuremas dengan kedua tanganku lalu belahannya kubuka memperlihatkan kedua lubang Calley yang sempurna.

Bila kau berpikir aku akan seperti David, jangan. Karena aku tidak seperti itu, aku tidak akan memperlakukan wanitaku seperti itu, kecuali dia menginginkannya. Tapi aku tahu Calley bukan wanita seperti itu, kami.. konvensional. Kami bukan pencinta gaya-gaya baru, kami oldschool.

Kuraba daerah kewanitaan Calley dan meraih sedikit cairan pelicinnya untuk Darren junior, kugesekan kejantananku itu pada permukaan kewanitaan Calley yang telah basah. Tanpa melihat pun aku tahu dimana letak liang senggama Calley, sekali tusukan kepala Darren junior amblas ke dalam liang Calley.

“Oh.. yeah.. Kau sempit sekali, Calley..” geramku menahan himpitan dinding-dinding kenikmatan Calley.

Kudesakkan kejantananku semakin dalam hingga tak ada tempat lagi untuk ku isi, kemudian tubuhku bergerak pelan lalu semakin cepat keluar masuk tubuh Calley. Dia bergetar dibawahku, tubuhnya merosot ke atas ranjang, aku terpaksa mengangkat tubuh Calley dan menopangnya dengan kedua tanganku.

“Darren.. Aku tidak kuat, ahh.. Kakiku lemas..” teriak Calley tak berdaya. Dia mencoba menghentikan gerakanku tapi tidak bisa.

“Tenang, Calley.. Inilah bagian terbaiknya. Kau akan suka.. aku akan memenuhimu. Keluarlah untukku, baby.. keluarkan saja” kucium punggung Calley dengan kecupan-kecupan kecil hingga dia mendesah nikmat. Calley mencengkeram seprai disampingnya, bibirnya mengigau menahan kenikmatan hentakan tubuh kami yang beradu.

“Oh.. Kau sungguh nikmat Calley..” erangku menahan desakan cairanku yang akan segera keluar. Tubuhku bergetar demi menahan keinginan untuk segera memenuhi rahim Calley.

“Calley.. Apakah kau bersamaku, sayang..?” desisku sembari mengangkat kemejaku. Aku tak ingin pakaianku menghalangi pandanganku dari tubuh Calley.

“Darren.. I’ll be there.. Sedikit lagi, Darren.. ahh..ahhh...” dan Calley mengerang, tubuhnya menegang dan bergetar.

Ketika kurasakan himpitan orgasme Calley, saat itulah kuhentikan hujamanku dan menikmati klimaksku sendiri. Terasa begitu nikmat, tubuhmu berdenyut seluruhnya. Pelepasan yang luar biasa, mataku masih berkunang-kunang mendapati sisa efek orgasme kami.

Kucabut kejantananku dari liang Calley bersamaan dengan suara bell pintu apartemenku, nampaknya Diane telah tiba.

Kurapikan sedikit penampilanku, menutup retsleting dan memastikan tidak ada cipratan cairan apapun pada pakaianku, Diane bisa menggodaku hingga berminggu-minggu bila dia tahu apa yang baru saja kulakukan bersama Calley.

“Darren.. Aku tidak bisa bergerak.. Tubuhku lemas..” bisik Calley lemah di atas ranjang. Tubuhnya masih menelungkup dan tak mampu mengangkat wajahnya.

Aku tersenyum kecil, wanitaku sungguh membuatku melayang dengan penghargaannya. Calley merasa lemas karena percintaan kami, aku memuaskannya.. aku berhasil memuaskan Calley, kan?

Kuangkat tubuh Calley dan membaringkannya di atas ranjang, kuletakan sebuah bantal nyaman di bawah kepalanya. Sambil mengecup bibir calon istriku, tak lupa kutanyakan pendapatnya.

“Apakah kau puas, Calley?” tanyaku penuh harap.

“Oh, Darren.. Puas bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang baru saja terjadi atau semalam.. Ini fantastis.. Luar biasa.. Sungguh nikmat, Darren.. Kau luar biasa.. Aku mencintaimu..” Calley memenuhi hatiku dengan pujiannya.

“Aku juga mencintaimu, darling..”

“Keluarlah, Diane pasti marah-marah karena bell sudah berbunyi empat kali” kata Calley padaku.

Aku mengerang, lupa pada Diane. Aku lah yang memanggilnya kesini dan dia tidak bisa pergi sebelum bertemu denganku. Aku butuh pakaian untuk Calley, kami akan menemui orang tua Calley malam ini. Aku memesan sebuah ruangan private di sebuah restoran yang bagus. Aku ingin melamar Calley pada orang tuanya malam ini dan ini harus berhasil.

“Kau membuatku kesal, Darren” wajah murka Diane tidak bisa disembunyikannya. Aku hanya menyeringai meminta maaf. Diane menerobos masuk dan menebarkan pandangannya pada ruang tamu apartemenku yang kosong, mencari Calley mungkin?

“Jadi apa yang membuatmu tertahan dan membiarkanku berdiri sepuluh menit diluar pintu apartemenmu, Darren? Dan dimana Calley?” tanya Diane bersemangat.

“Tidak selama itu, Diane. Kau terlalu membesar-besarkan” elakku. Aku mengambil sebotol minuman beralkohol untukku dan Diane.

“Terlalu membesar-besarkan? Mungkin kau yang tidak fokus, Darren. Aku tidak yakin kau bisa mendengar bell pintu yang sudah kutekan belasan kali. Kau terlalu sibuk ha..? Akhirnya kau memerawaninya? Aku tahu dia masih perawan, Darren.. Kau sungguh nakal..” Diane menyeringai dan mencubit pipiku.

Aku hanya cengengesan dan terkekeh licik.

“Aku turut gembira, Darren. Akhirnya kau mendapat kebahagiaanmu. Aku doakan yang terbaik untuk hubungan kalian..” Diane mengecup pipiku, wanita ini sudah kuanggap seperti kakakku sendiri. Aku lega memiliki begitu banyak orang yang mencintaiku.

“Thanks, Diane.. Kau lah yang terbaik” aku membalasnya dengan sebuah pelukan hangat.

“Jadi.. Aku tidak mungkin bisa bertemu dengan mempelai wanitamu hari ini?” tanya Diane kecewa.

“Mungkin tidak, Diane. Calley.. Dia terlalu lemas” jawabku senang.

“Oh, seringai itu, Darren. Bila aku tidak mengenalmu dari dulu, aku akan mengira inilah perawan pertamamu.. Kau sungguh beruntung, laki-laki playboy yang beruntung” Diane ikut tertawa bersamaku.

“Shhh.. Aku tidak ingin Calley mengetahui hal itu, dia akan marah besar dan membenciku bila dia tahu” bisikku pelan, masih dengan seringai lebarku.

“Rahasiamu aman bersamaku, Darren. Well, aku harus kembali ke kantor untuk membereskan kekacauan yang kau tinggalkan”

“Thanks, Diane. Apalah aku tanpa dirimu”

“Aku akan meminta bonus akhir tahun yang tidak sedikit, Darren” Diane mengecup pipiku sebelum berpamitan padaku di pintu.

“Tentu saja, Diane.. Kau berhak mendapatkannya. Take care” kataku saat mengantarkan Diane di depan pintu.


Lalu Diane menghilang dibalik lift menuju lantai dasar, menuju mobil perusahaan yang telah menunggunya. 


55 comments:

  1. Aikkkhh ftonya eike suka SEKALI.. Romantis deh
    Pengen jg kaya gtu, huaaaaaa guling2 d kolong t4 tdur

    ReplyDelete
    Replies
    1. kucing donk rin guling2 dikolong :kucing kolong: wkkwkww

      Delete
    2. Wakakakaka itu kucing garong x mba,
      Asik 10-3 skor, hahahaaa
      Waahhh sih darren jebol gawang trus ya, ampe lemes gtu si calley, jd bab berikutnya nikah ya mba??
      #sotoy

      Delete
    3. emangnya skor irak vs indonesia ya rin 10-3?? wkkwkwkwk enakkkk ajaa... grr...grr...

      Delete
  2. oke loh, mbak shin kalah (lagi) g sia2 tdi k warnet karena d hp g muncul jga, (maklum hp msh purephone n0t smartphone kwkwkwkwk lol)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aih.... iya deh.. cerita suksesnya... ini ceritamu, mana ceritaku??? :gubrag:

      Delete
    2. aq juga tadi lari ke warnet, Nisaa...heheheheheh

      Delete
    3. mbak shin d tunggu game lainya ya haha jdi ketagihan...
      Mbak riska hehehe g sia2 lari ke warnet,, :D

      Delete
    4. hahaha salut dah buat kalian. tunggu aku punya stok banyak br deh aku berani main game lol

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow,,,spooning and guguk style,,??
      Keyeeennn,,hebat staminanya Darren Jr. & Calley Jr. >>>saluuute,,

      Cyiin,,,maakaassiih atas kekalahanmu,,
      Skor 6 : 3,,,

      Delete
    2. kaa...kaaa.... :mendadak gagap gk bs ngetik:

      Delete
    3. wakakkakakakkaka guguk style
      Knp g hugi style aj mba

      Delete
    4. @ Ririn : gaak,,,cakepan guguk style,,
      Si Hugi pan dagh ganti nama jadi blablabla,,,

      Dirimu knpa cyiin???

      Delete
    5. gpp lg sedikit shocked aja ;p~~~~

      Delete
  4. aku baru buka, dan baru tau ada gamesnya lagi, telattt -,-
    di atas itu manis deh fotonya >,< darren bener2 pejantan tangguh, selagi ada kesempatan sikat terus..:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. semua bilang fotonya manis. sebelah mananya sih manis?? ada gulanya ya keliatan disana? ihiih kata darren "mumpung masih keset, neng.." lol

      Delete
    2. bukan ada gulanya, tapi keliatan ada semutnya.wkwkwk manis aja mbak, soulnya dapet dari fotonya keliatan banget mereka bahagia *sok-sokan analisa

      Delete
    3. wkwkwkkw.. sip sip.. kana da tulisanya jg tuh happy happy gt :D

      Delete
    4. walaupun gak ada tulisannya tetep aja mbak keliatan bahagianya :))

      Delete
    5. hahahaha iyaaa betull sekali. seratus buat kamu sist, 9900 buat aku ^^>

      Delete
  5. So hooottttt.... Fotonya romantis abis...

    ReplyDelete
  6. huahah mana cerita (kekalahan) mu mba shin *piss darren anak org parah bgt hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ndak akan aku publikasikan cerita kekalahanku. huh!:memalingkan wajah angkuh:

      Delete
  7. wew ahh darren kayak nya ga bkalan bisa berenti hha
    ortu nya bkalan langsung setuju ga yah?

    ReplyDelete
  8. Huaaa mb shin
    Telat deh aku, ga ikut games nya :(
    Hihihihi
    Tapi makasih ya mba udah dipost LTY nya :D
    Darren, dirimu itu so sweet sekalii
    Keren mb shin gambarnyaa, manis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh makasi sista :D iya nih aku kalah mulu. Team Readersnya kompak semua. T___T

      Delete
  9. Yuhuuuuuyyyyyy.......darren comeback...*keprok2*
    sbnrnya yg sweet tu mbak shin nya hehe...*ngerayu biar di post lg next chap nya*:D
    gomawo mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkwkwkw... tidak bisaa... org belum ngetikkkk... T__T

      Delete
  10. Sist... Ya ampun aku kira VE YG tinggi polingnya... Lty toh... Yawes ndak apa2 aku ttp suka sistttt...
    Byuhhh.... Darren gilaaaa... Tancap gas terus... Minum apa sih... Kuku Bima TL kah..? Hahaha
    Thanks sista.... :) luph yuuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ve kalah cin. yahh.. ahahhaha... itu darren pake viagara. gak kenal ama kuku bima aplagi kuku arjuna.. ckckkckc.. hehe sama2.. lap yu tu pake bersihin meja

      Delete
    2. Walah viagara paling ajib ajib gt sist..? Hahaa ... Byuh lap meja... Untung q cuci tiap hari hihihii
      Oh ya btw aku kirim sesuatu di email YU sist... Tolong di intip yach... Thanks mbake hehehe

      Delete
  11. Mba Shin emang SESUATU pakai bangetz deh,,
    Kang Darren ,berhenti dulu napa kang !
    Kan kasihan si Calley nya ampek lemas gitu,,
    ~ Dan ~
    ~~Moga aj si ayah Calley langsung terima dia jdi menantuny ~~
    Ya kak ^__^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... kan masih sempit cin... mumpungggg kata Darren.. lol

      Delete
  12. hiyaaah, lagi lagi dan lagiiiiii..
    lebiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhh enaaakk..
    *ala iklan keju nya si nizam, hahahaha...

    mbak shin, caem deh... ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aih apa mer... ndak lemes kamu lagi lagi lagi?? ehhh... kwkwkkwkw mwahhh

      Delete
  13. komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen.. komen.. koooomen.. kooooomeeeeeen.. kooooomeeeeeng..
    nah lho, kok malah nyasar ke komeng.. #plak

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku ditabokin... huaaaaaah.. aku gak mau komen lagi ah.. *komen membawa derita.. :(

      Delete
  14. *tlp daren minta ilmu radarnya dong ,

    bang Daniel apa kabarnya mba ? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... daniel lg sibuk ikut therapy cin.. biar gk jiji'an lg mwhahahha

      Delete
  15. comment dulu aahh smlm gk bs gara2 modemnya lemot...
    horeeee akang derren nggooolll, gawangnya calley junior kebobolan...
    mbg shin kami kalah ya..*nangis dpojokan kantor
    makasih buat akang derren sdh hadir mengobati kecwaku karena aak piter gk hadir....
    wkwkwkwkwkkwkwkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha ya yg milih VE kalah.. lol... mgkn lain x menang VE hahahaa

      Delete
  16. Kasian Calley... •☺k•...•☺k Shin crita Πγª, jdi kliatn bgt perbedaan cwek Ɣªήğ bru ML sma Ɣªήğ Ʊϑɑ̤̈̊ħ pengalamn...

    ReplyDelete
  17. halooooooooooooooooooooooooooooooooo......mbak shin...*teriak sekenceng-kencengnya...

    udah nyampe sini toh ceritanya...Calley n Darren aku bersedia menjadi pagar ayu kalian...jadilah pasangan yg rukun ya,,^^
    kisah mereka co cuit mbak,,,utk polling sementara mereka diatas jungmin-jihan...go go darren...!!!

    slama ini hanya memantau dari jauh...akhirnya terobati rasa kangen ngomen2 di blog mbak shin..hahaha..


    mbak,,,si daniel buat aku ya..#ngareppp....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo juga sistaa.. LD hehehe iya nih dah mau kelar jugaan :D hehe makasi ya pujiannya iya nih LTY lg diatas angin pollingnya ^^>

      kl untuk Daniel musti rebutan tu ama sist riska nova sist. ahhaha dikasi gak ya ama dia?

      Delete
    2. no way, Novitaaaa,,Daniel punya aku,,
      Aq dah book dluan di mbak Shin,,*dekap erat Daniel, simpan,kurung dalam sangkar emas~~sweety kaliii,,,wkwkwkwk...

      Delete
  18. ih...darren..sempet2nya ya "lagi sibuk" sama Calley..ngocol kocak gt...xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe iya donk kan lg "horn*: wkkekwkw

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.