"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, February 8, 2013

Tenth Drama - Chapter 10



Dengan asyik mereka menjilat es krim yang ada ditangan, duduk berdua dibawah pohon rindang yang melindungi mereka dari sinar matahari yang begitu terik.

“Kamu suka?” tanya Jung Nam pada Ho Min.

“Um.. Aku suka, Gomawo ajusshi..” seringai Ho Min memamerkan gigi-gigi putihnya pada Jung Nam.

Jung Nam mendengus senang lalu mengacak rambut Ho Min.


“Ya, jangan ada yang tersisa, OK? Arghh.. Aku senang sekali hari ini.. Entah kenapa senyum dari wajahku tidak bisa menghilang”

Ho Min mengawasi Jung Nam yang duduk disampingnya, saat pulang dari sekolahnya Ho Min telah ditunggui oleh Jung Nam yang duduk dengan santai di atas motor besarnya. Laki-laki itu memerlukan seseorang untuk berbagi kebahagiaannya. Disinilah mereka, menyantap es krim yang ditraktir Jung Nam.

“Wae? Kenapa kamu senang ajusshi? Kamu menang lotere?” tanya Ho Min sembari menjilati es krimnya dengan ujung lidahnya.

“Ya! Memangnya harus menang lotere dulu agar bisa senang?” Jung Nam melotot pada bocah kecil itu.

“Lalu, apa yang membuatmu senang?” Ho Min masih sibuk dengan es krimnya, mengawasi wajah Jung Nam tanpa kedip.

“Aku..berhasil balas dendam” lalu Jung Nam tertawa terbahak-bahak.

Dia terlihat sangat senang, mungkin bagi Jung Nam membalaskan dendamnya pada Butterfly adalah sebuah pembalasan dendam yang sangat manis. Dia berhasil membalikan keadaan, kini mereka seri. Butterfly tidak akan berani menantangnya lagi. Meskipun Butterfly menantangnya, Jung Nam telah siap.

“Kata Noona, balas dendam tidak baik. Hanya akan menyakitimu” jawab Ho Min polos.

“Tsk.. Anak kecil tahu apa kamu.. Kalau balas dendamnya seperti ini.. Siapapun pasti suka” seringai culas menghiasi sudut bibir Jung Nam saat teringat kejadian tadi pagi di klab malam.

Saat Butterfly menatap punggungnya dengan wajah menderita dan rasa malu yang luar biasa, begitu pulalah yang dirasakan Jung Nam ketika Butterfly meninggalkannya dalam ereksi yang berdenyut-denyut dan ditonton oleh ratusan orang dalam klab malam itu. Kini dia bisa mendekati Butterfly dengan wajah terangkat penuh harga diri. Dia akan memulai segalanya dari awal, tanpa permusuhan, tanpa balas dendam. Butterfly akan menghiasi ranjang Jung Nam, saat dia berhasil menakhlukan gadis itu.

“Aku tahu kalau balas dendam itu hanya akan menyakitimu, begitu kata Noona. Dia melarangku balas dendam bila ada yang menyakitiku atau berkelahi denganku. Tapi Noona ingin aku langsung menghajar orang itu ditempat” kini giliran Ho Min yang tertawa terbahak-bahak. Jung Nam membelalakan matanya mendengar penuturan Ho Min.

“Ya, Noonamu mengajarimu hal-hal yang buruk. Apalagi yang diajari Noonamu?” tanya Jung Nam penasaran, dia menggeleng-gelengkan kepalanya demi melihat tubuh Ho Min yang tergoncang-goncang oleh ledakan tawanya yang tiada henti.

“Noona juga melarangku menerima apapun dari orang asing” Ho Min menatap Jung Nam dengan cara yang membuat laki-laki ini merasa tidak nyaman.

Dengan gemas Jung Nam memukul pelan kepala Ho Min dan memarahinya.

“Ya Kim Ho Min!! Kamu menganggapku orang asing? Sudah berapa kali kita bertemu? Orang asing hanya akan menemuimu satu kali, sedang kita bertemu dua kali. Jadi aku bukan orang asing lagi, mengerti?” tatapnya galak. Ho Min meringis pura-pura ketakutan.

“Araseo.. Aku mengerti” cengir bocah kecil itu.

Jung Nam pura-pura akan menggamparnya lagi, namun Ho Min mengelak dengan cengengesan, lalu Jung Nam memiting lehernya dan mendesakan tinjunya pada kepala Ho Min. Mereka lalu tertawa bersama dan berjalan di sepanjang jalan setapak taman kota, Jung Nam akan mengantarkan Ho Min kerumahnya.

“Oh ya, lain kali lebih baik kamu jangan sembarangan menerima pemberian orang asing, terkecuali aku, OK?” Jung Nam mengedipkan sebelah matanya sebelum meninggalkan Ho Min melambaikan tangan padanya di depan pintu rumahnya.

Setibanya Ho Min di dalam kamar kakaknya, tak lama kemudian Chae Moon juga pulang dari sekolahnya. Tanpa mengganti pakaiannya, Chae Moon langsung berbaring di atas ranjang. Ho Min memandang kakaknya dengan bingung.

“Noona.. Kenapa? Kamu kelelahan? Mau aku pijit?” Ho Min menghampiri kakaknya dan duduk disampingnya dengan wajah tanpa dosa.

“Emp.. Tidak usah Ho Min, aku hanya kecapekan. Aku ingin beristirahat sebentar. Nanti lagi dua jam bangunkan Noona ya.. Lalu kita makan diluar” Chae Moon lalu berguling ke sisi ranjang disamping tembok dan memeluk bantal guling lalu suara nafasnya mulai terdengar teratur menandakan Chae Moon telah terlelap.

Ho Min mengangkat bahunya lalu duduk di depan meja belajarnya, dia membuka kembali pelajaran yang diberikan oleh gurunya dan mengerjakan beberapa tugas yang harus dikumpulkan besok. Ho Min mengintip kakaknya, lalu dengan sembunyi-sembunyi dia mengambil handphone Chae Moon dan mengirimkan pesan lagi kepada Jung Nam.

“Ajusshi.. Hwaiting!!”

Jung Nam yang sedang membuka handphonenya hanya tertawa bingung membaca sms yang diterimanya, dia tidak tahu siapa pengirim pesan ini dan beberapa pesan yang diterimanya sejak beberapa hari yang lalu. Jung Nam tidak mempunyai waktu untuk membalas sms itu, sehingga ketika dia selesai membacanya, Jung Nam akan memasukan kembali handphonenya kedalam saku dan melupakan sama sekali mengenai sms itu.

~~~~

Jung Nam menyesap minuman ditangannya dari sisi panggung, menyaksikan setiap gerak tarian Butterfly, dia telah menjadi pengunjung tetap klab malam ini sejak beberapa minggu belakangan. Setiap hari Jung Nam akan menunggu Butterfly beraksi, mengirimkan pesan melalui matanya bahwa betapa dia menginginkan untuk menghabiskan malam bersama Butterfly.

Butterfly bukannya tidak mengerti dengan maksud Jung Nam, hanya saja Butterfly lebih senang menggodanya daripada membalas permintaan Jung Nam yang akan membuat laki-laki ini meringis karena belum mampu menakhlukan Butterfly.

Malam itu, setelah Butterfly selesai berlaga di panggung, melanggar kebiasaannya yang tidak pernah menerima tamu, Butterfly keluar dari balik pintu ruang pegawai menuju bar dan mendekati Jung Nam. Dengan senang Jung Nam mempersilahkan Butterfly duduk disampingnya.

“Minum sesuatu?” tanya Jung Nam padanya.

“Yang ringan-ringan saja, aku tidak terbiasa banyak alkohol” jawabnya tanpa menoleh pada Jung Nam. Butterfly hanya tersenyum dan memandang ke depan, hingga Jung Nam memiringkan tubuhnya dan bertumpu pada meja bar dan memperhatikan wajah Butterfly dengan seksama.

“Kamu cantik, kenapa bekerja seperti ini?” tanyanya. Sebuah pertanyaan yang tidak pernah diduga oleh Butterfly.

“Apakah itu pertanyaan pertamamu pada wanita yang begitu ingin kamu tiduri, Tuan?” Butterfly menyunggingkan senyum manis menggodanya, Jung Nam menyeringai senang.

“Hm.. Mungkin itu adalah satu dari beberapa pertanyaan awalku untuk Ratu Striptease, Butterfly..” Jung Nam menyentuh tangan kiri Butterfly dan menciumnya dengan lembut, benar-benar menciumnya dengan pandangan penuh puja yang menggetarkan hati Chae Moon, sosok asli dibalik Butterfly yang disukai Jung Nam.

Butterfly mengikik kecil dan menarik tangannya dari genggaman Jung Nam, bibir laki-laki itu kini mencium udara. Butterfly mengambil minumannya yang telah siap, bersulang pada Jung Nam.

“Bersulang, untuk.. pertanyaan yang tidak penting” Butterfly mendengus bosan, dia memasang wajah yang tak tertarik pada laki-laki disampingnya meskipun kini debar jantungnya begitu kencang hanya karena ciuman bibir Jung Nam pada tangannya.

Jung Nam tidak membalas ucapan Butterfly, dia menyesap minumannya sambil memandang wajah Butterfly lekat-lekat. Lalu tanpa peringatan, Jung Nam menarik wajah Butterfly dan mencuri sebuah ciuman panjang dan dalam darinya. Ciuman yang awalnya tak berasa kini berubah menjadi sebuah ciuman panas dan telah membakar gairah kedua insan itu.

Jung Nam mendesakan tubuhnya pada tubuh Butterfly, tangan kanannya masih menahan tengkuk Butterfly agar ciuman mereka tak terlepas, Jung Nam masih menikmati ciuman mereka. Bibirnya mengulum lidah Butterfly dengan lihai dan menghisap kedua belah bibirnya. Sedang tangan kiri Jung Nam mengelus punggung Butterfly yang telanjang, hanya bra berenda yang menghalangi tangan Jung Nam dari payudaranya.

Mereka berciuman lebih dari lima menit, lima menit yang panjang dan basah. Bibir mereka sama-sama bengkak dan panas saat Jung Nam dengan enggan mengendurkan tekanan tangannya dari tengkuk Butterfly. Secara tidak langsung dia telah memaksa wanita ini untuk berciuman dengannya.

Nafas Jung Nam berat dan tersengal-sengal, nafsunya telah dibangkitkan dan dia perlu pelampiasannya sekarang. Dengan nanar, Jung Nam menatap mata sayu Butterfly, mata yang hanya dengan menatapnya saja Jung Nam tahu Butterfly juga menginginkannya. Setelah ciuman yang panas itu, siapa yang tidak akan ingin bercinta? Namun Jung Nam tidak akan mempercayai pendengarannya ketika Butterfly menolaknya.

“Mau mampir ke suatu tempat bersamaku?” tanya Jung Nam dengan serak, ereksinya begitu menyiksa, bila tidak mengingat status dirinya saat ini Jung Nam pasti sudah menyetubuhi Butterfly di atas meja bar.

Butterfly tidak serta merta menjawab pertanyaan Jung Nam, dia masih memiliki sedikit kesadaran agar tidak terjerumus dalam hubungan sesaat dengan pelanggan. Dengan sedikit mendorong tubuh Jung Nam agar menjauh, Butterfly menolak tawaran Jung Nam meski seluruh tubuhnya telah berteriak meminta laki-laki dihadapannya ini.

“Aku rasa itu bukan ide baik, Tuan. Aku tidak terbiasa pulang lebih lambat dari waktu seharusnya aku pulang” bahkan dalam kondisi seperti itu Butterfly masih mampu mengatur nada suaranya agar tidak terlalu kentara bahwa dia sedang gelisah karena kedekatan tubuh mereka.

“Aku akan mengantarkanmu pulang, hanya sebentar saja, well.. Aku bisa melakukannya dengan cepat, meski aku akan lebih senang berlama-lama dengan wanita seseksi dirimu” tangan Jung Nam merayap pada paha Butterfly yang terbuka. Bagaimana mungkin wanita ini bisa begitu nyaman duduk di atas kursi dengan lingerie berenda dan udara yang dingin menerpa kulitnya.

Butterfly mengikik manja, dia tahu dirinya sedang berada diatas angin karena Jung Nam menginginkannya dengan sangat, namun dia tidak bisa berlama-lama memamerkan tubuhnya di depan singa yang kelaparan. Dia harus segera menyingkir bila tidak ingin menjadi santapan singa yang sedang kelaparan itu.

“Kita lihat lain waktu, hari ini.. aku ingin tidur nyaman di atas ranjangku.. seorang diri..” Butterfly mengecup ringan bibir Jung Nam, menggodanya dengan sentuhan lidahnya pada bibir laki-laki itu.

Jung Nam menghembuskan nafasnya, bibirnya berkedut menahan senyumnya yang miris. Dia memandangi pinggul Butterfly yang berjalan berlenggak-lenggok masuk ke dalam ruang pegawai.

“Aku bersumpah akan mendapatkanmu, Butterfly...” tatapan tajam penuh hasrat nampak berkobar-kobar dalam mata Jung Nam, menyulut nafsu yang bergelora dalam tubuhnya, ingin segera dipuaskan. 


35 comments:

  1. yeaaay,,,finally Jung Nam di Tolak,,wkwkwkwkw

    Cemumun,,,cemangadh yaaa,,,

    Danke sistah,,,,mmuuaacchhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa.... sama2 sista.. tummben jd pertamax lagi nih.. lol

      Delete
  2. mbg shin yang terhebat kalau bikin orang galau.....
    serang mbg shin.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. :D kok aku.... ;kabur sembunyi dibalik punggungnya Piter...:

      Delete
  3. Replies
    1. ihhh.. kok mooon yg disalahin.. aa jung nam tuh yg nyosor2.. duluan wkwkkwkw

      Delete
    2. Bukan sailor moom cita, tp cemumun..xixixixi

      Delete
    3. hahaha eh ada rin rin.. tumbenn... kwkwkwkw

      Delete

    4. Ahahaha bener tuh mba rin.. Cemumun :p

      mba shin, emang dasar jung nam nyah aja, liat mulus dikit belok, liat bohai dikit belok, *nyanyi 7icon* :))

      Delete
    5. hahahahaha... namanya jg bad boyy.. dia skrg kan liat cemumun sebagai hiburan belaka.. belum ada perasaan apa2..

      Delete
  4. ayey... Udh mulai deket2'an ne..
    Kasihan Jung Nam d tolak :p

    Klo ajah Jung Nam tau itu no'y butterfly wah psti bakal kegirangan bgt *.*
    Mba shin thank you :)

    ReplyDelete
  5. Waduuuuhhhhhh,,,, knp cae moon menolak...
    Tq mba shin,,,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. kecepeten kali cin.. emang cemun cewek apaan?? wkkwkwkw.. pizzz...

      Delete
  6. Hahaha ..... Ketawa ngakak bacanya...
    Lanjutannya ya sist.... Ntr MLM hehehe
    Thanks

    ReplyDelete
  7. Jung nam gak berhasil nangkap kupu 2 yg keburu terbang wkwkwk thank shin;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... jung nam musti gentle jd boy... jgn krn bad boy trus kasar hihihih.. sama2 sista.. :D

      Delete
  8. ah cemumun malu2 singa nh.
    kapan jebolnya klo gengsi mulu.
    keburu rossy dateng..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah cemumun masih kecilllllll belum boilehh hahahaha

      Delete
  9. ea... Jung nam di tolak!? Skor sementara jdi 2 - 1...
    Thank u sista, entr malam ya lanjutanya (ngarep) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhahaa... lol.. minggu depan ya lanjutannya lol

      Delete
  10. Hahahahah sumpah ketawa ngakak baca chapter ini
    Kesian amat jung nam di tolak
    Gregetan sendiri jadinya
    Hahahahah
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  11. hmmmm..... blm lihat isi postingan, tp tertegun meliht blog mbk shin bnyak perubahan.... sungguh sangat menarik.. mbk ajarin dong mbk bkin blog gni.... please,,,,

    thaks mbk postingan'y... baca dlw ah..... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha... makasi riri.. nanti kapan2 kita les private ya.. tp km musti banyak nanya, soalnya aku gak bisa jelasin kl km nya gak tau apa yg mau ditanya kecuali kita duduk bareng lain soal.. wkkwkw.. aku jg masih belajar, ini mah masih standar. yah.. kl bahasa balinya "kanggoin lah" apa ya kl diindonesiain ehm... ahhaa gak ada bahasa indonesia nya itu ckckkc

      Delete
    2. kanggoin bahasa indonesianya "bolehlah, drpd ndak ada" :D

      Delete
  12. naloh udah mulai tarik ulur.. penasaran kira2 jung nam dapetin butterfly gak yah :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurutmu cin?? :masang wajah licik: hiihihhi

      Delete
  13. Jdi skrg posisi bkn seri lgi Jung Nam tpi 2-1... Heheh. Jgn nodai chae Moon ah... Rossy di apaian msa menebar anak sich Jung Nam ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhahahahahaha kan womanizer cin.. wajib hukumnya bagi womanizer tuh menebar benih dimana2. wkwkkwkwkwkwkkw :ngakak.com:

      Delete
  14. Biar Populasi pnduduk korea tambah byk ya Shin... Hehhe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah betull sekali.. biar gak kalah kl perang ama korut. lol

      Delete
  15. kyaaa... chae moon makin muantep euuyy...
    jung nam jd makin penasaraan..
    maju terus chae moon...
    taklukan jung nam di bawah(?)mu..
    hihihihi..

    mbak shiin.. aku telat lagiii.. huhuhuhu..
    but still coment and thank u mbak ku sayaaang ;)
    *mwuach..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhahaha dibawah apa mer???? lol... iya gpp,, u're the best MJ... mwah..

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.