"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, February 13, 2013

Tenth Drama - Chapter 12



Jung Nam menggertakan giginya dengan kesal. Sudah dua minggu belakangan Butterfly menghindarinya. Sejak Jung Nam mentraktir Butterfly minuman di bar, Butterfly tidak pernah mengindahkannya lagi. Butterfly akan melewati tempat Jung Nam menunggunya, dia akan mengacuhkan Jung Nam hingga laki-laki ini semakin penasaran padanya.

Lima menit yang lalu sesi tarian striptease telah usai, Jung Nam menunggu dengan sia-sia. Butterfly tidak ingin menemuinya lagi. Jung Nam menyesap minuman di gelasnya dengan sekali teguk, dia bertekad untuk menemui Butterfly malam ini. Bila dia tidak dapat menemuinya di depan panggung, maka Jung Nam akan menemuinya dibelakang panggung.


Jung Nam menyusuri pintu pegawai yang membawanya ke sebuah koridor sempit dengan pintu-pintu yang berisikan papan nama tempat-tempat di dalamnya. Ruang manajer, ruang pegawai, ruang makan, ruang istirahat, ruang locker perempuan, ruang locker pria.

Jung Nam membuka ruang locker perempuan, matanya menyebar mencari sosok Butterfly namun tidak ditemukannya. Dia hanya melihat beberapa orang wanita yang sedang berbincang-bincang dan memandangnya acuh, beberapa wanita yang lain memandangnya dengan penuh minat. Mereka mencoba mendekati Jung Nam namun dia telah menutup kembali pintu locker itu. Lalu Jung Nam melihat sosok Butterfly dan Pink baru saja keluar dari ruangan Manajer.

Butterfly diam di tempatnya saat melihat Jung Nam berada disana. Butterfly bersyukur dia belum melepas riasannya sehingga Jung Nam tidak akan mengetahui jati diri aslinya.

“Apa yang kamu lakukan disini? Disini off limit, bukan tempat yang bisa dimasuki oleh pelanggan” kata Butterfly pada Jung Nam.

Jung Nam tidak menggubris ucapan Butterfly, dengan langkah lebar Jung Nam tiba dalam hitungan detik di depannya. Butterfly terkejut saat Jung Nam menarik tangannya dan membawanya keluar dari ruangan ini melalui ruangan bar yang ramai menuju tempat parkir dimana Jung Nam memarkirkan motornya.

“Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku! Mau kamu bawa kemana aku?” teriak Butterfly panik dan mencoba melepaskan cekalan tangan Jung Nam dari pergelangan tangannya.

Jung Nam melepaskan tangan Butterfly namun mengurungnya di antara tubuhnya dan tembok disamping motornya terparkir.

“Pakai jas ini” perintah Jung Nam dan memberikan jas kulitnya untuk dipakai Chae Moon.

“Apa? Tidak. Aku tidak akan kemana-mana denganmu” Chae Moon menggertakan giginya. Jantungnya berdebar kencang, ketakutan namun bersemangat. Tubuh mereka begitu dekat dan Chae Moon merasa tak berdaya karenanya.

“Aku bilang pakai jas ini, atau aku akan memaksamu duduk di belakangku dengan pakaian seadamu. Aku akan lebih senang bila kau seperti ini” Jung Nam menyapukan matanya ke seluruh tubuh Chae Moon yang masih mengenakan pakaian panggungnya, lingerie berenda berwarna biru gelap.

“Tidak! Aku ingin kembali ke dalam. Lepaskan!” Butterfly mencoba mendorong tubuh Jung Nam, namun laki-laki ini begitu kuat. Dia tidak bergeser sedikit pun.

Rahang Jung Nam mengeras, kesabarannya sudah habis. Dengan rakus Jung Nam menguasai bibir Butterfly dan mengunci kedua tangannya di ditembok. Butterfly tidak bisa melawan Jung Nam, kedua tangannya dicekal di  atas bahunya, kakinya di kunci oleh paha kokoh Jung Nam. Dia tidak punya jalan keluar, bahkan efek ciuman penuh nafsu itu melemahkan tubuhnya.

“Kamu masih ingin masuk ke dalam?” tanya Jung Nam lagi. Kini Butterfly lebih tenang, dia tidak meronta-ronta seperti sebelumnya. Bibirnya bengkak oleh ciuman Jung Nam.

“Setidaknya biarkan aku mengganti pakaianku” pinta Butterfly sebelum Jung Nam melonggarkan cekalannya.

“Aku menunggumu disini, bila aku melihatmu melarikan diri, aku akan mengejarmu keujung dunia” Jung Nam mengawasi tubuh Butterfly yang setengah berlari ke dalam bar. Dia mengenakan jaket kulit yang Jung Nam berikan padanya.

Hampir setengah jam lamanya Jung Nam menunggu kedatangan Butterfly. Dia telah memakai kembali pakaiannya, namun Butterfly tidak membersihkan riasan wajahnya. Dia khawatir Jung Nam akan mengetahui usianya bila melihat wajah asli Butterfly. Butterfly bisa saja meloloskan diri, namun hatinya tergerak untuk menuruti keinginan Jung Nam. Dia ingin mengenal laki-laki ini lebih jauh, setidaknya sekali dalam hidupnya Butterfly mencoba mengejar apa yang diinginkannya meskipun itu harus mempertaruhkan masa depannya.

Jung Nam melempar puntung rokoknya ke bawah, matanya menangkap sosok Butterfly yang baru saja keluar dari pintu klab malam. Pakaian yang Butterfly kenakan sangat kontras dengan pakaian panggungnya. Butterfly yang melangkah pelan keluar dari klab malam itu mengenakan celana panjang jeans dengan blouse dan sweater tebal hingga ke lengan. Udara memang cukup dingin malam ini. Bila Jung Nam tidak pernah melihatnya dalam balutan lingerie seksi, dia tidak akan mengetahui betapa seksi tubuh Butterfly dalam bungkusan pakaian itu.

Jung Nam menyalakan motornya lalu menyodorkan tangannya menyentuh Butterfly, dengan sebuah tumpuan pada injakan motor, Butterfly naik ke belakang boncengan motor Jung Nam. Motor itu melaju dengan kencang membelah malam yang kelam.

Jung Nam menyewa sebuah kamar hotel mewah yang letaknya cukup jauh dari klab malam tempat Butterfly bekerja. Tidak ada alasan yang khusus, dia hanya ingin memesan kamar disini.

Pintu kamar terbuka, Jung Nam memeluk pinggang Butterfly yang gugup dan mengajaknya masuk ke dalam kamar. Dia melepaskan jaket kulitnya dan melemparkannya di atas meja, matanya mengamati Butterfly yang berdiri kaku di tengah-tengah ruangan. Jung Nam mengambil tempat di atas ranjang, duduk di sisi kaki ranjang dan bersedekap.

“Apa yang kamu lakukan disana? Kemarilah” perintahnya pada Butterfly.

Setengah enggan Butterfly melangkahkan kakinya dengan perlahan ke arah Jung Nam. Saat tubuhnya hampir mencapai Jung Nam, laki-laki itu menarik tubuh Butterfly hingga tubuh mereka terjatuh di atas ranjang, Jung Nam dengan cepat menindih tubuh Butterfly. Seringai licik bermain diwajahnya.

“Mengapa Ratu Striptease yang biasanya liar di atas panggung kini meringkuk ketakutan dibawahku? Kemana keberanianmu saat menggoda dan mempermainkanku malam itu?” Jung Nam merasa berada di atas angin. Butterfly telah berada dalam kuasanya. Wanita ini tidak akan dia lepaskan dengan mudah.

Butterfly tidak sanggup berkata-kata. Wanita yang berada dibawah tubuh Jung Nam ini bukanlah Butterfly, Butterfly telah ditinggalkannya dalam klab malam itu. Kini Butterfly hanyalah seorang Kim Chae Moon yang lugu, dia tidak tahu harus menjawab seperti apa pernyataan Jung Nam padanya.

Chae Moon bisa merasakan debar jantungnya yang semakin cepat, bahkan tumbukan kejantanan Jung Nam semakin mendesak tubuh bagian bawahnya. Chae Moon mulai panik, dia salah tingkah menghadapi perubahan suasana dalam kamar ini.

“Kenapa Butterfly? Tidak bisa berbicara? Aku kira kamu akan memberikan banyak perlawanan, rupanya kamu sama saja seperti wanita lain. Awalnya begitu sulit untuk di dapatkan,  namun setelah kamu merasa aku terobsesi padamu lalu kamu merasa tidak perlu bersusah-susah untuk menghentikanku, kan? Karena kamu tahu aku akan selalu mengejarmu, sampai obsesiku terpuaskan” Jung Nam mengatakannya dengan cara yang membuat Chae Moon muak, dia membenci laki-laki di atasnya karena kecongkakannya.

“Lepaskan aku!” bentak Chae Moon pada Jung Nam.

“Kenapa? Apakah kamu ingin bermain denganku? Sebentar pendiam, sebentarnya lagi kamu akan memberikanku perlawanan? Hmm.. Cukup menarik. Aku suka, karena kamu membuatku lebih bergairah” desis Jung Nam di atas leher Chae Moon.

Jung Nam menghembuskan nafasnya yang berat pada permukaan kulit leher jenjang Chae Moon. Menghirup aroma tubuh wanita yang membuatnya terobsesi dua bulan belakangan. Dengan perlahan disapukannya bibirnya pada leher dan dagu Chae Moon yang membuat gadis itu mendesah tertahan. Chae Moon tertegun dengan reaksi tubuhnya, Jung Nam membuat tubuhnya bergetar menyadari kedekatan mereka.

Dengan terbata-bata Chae Moon meminta Jung Nam untuk melepaskannya. Namun mulutnya telah dikuasai Jung Nam dan suaranya tak terdengar lagi. Hanya lenguhan kenikmatan yang lolos dari bibir indahnya. Mata mereka terpejam, antara sadar dan tidak sadar kedua insan ini menikmati ciuman itu.

Saat Jung Nam melepaskan pagutan bibirnya, wajahnya tidak terlihat sebengis sebelumnya. Chae Moon dapat melihat kejujuran dalam mata laki-laki itu, gairah yang tidak berbohong dan tidak merendahkan. Jung Nam menginginkannya dan menghargainya lebih dari apa yang selalu dikatakannya pada dirinya sendiri.

“Bercintalah denganku, Butterfly..” bisik Jung Nam di atas tubuh Chae Moon.

Chae Moon berusaha melawan gairah dalam tubuhnya, Jung Nam telah menyihirnya agar tidak bisa melepaskan diri dari kungkungannya. Tapi sedikit akal sehat masih tersisa dalam pikirannya, dengan lembut Chae Moon mencium bibir Jung Nam singkat.

“Aku sedang datang bulan..” sebuah jawaban yang membuat mata laki-laki itu kecewa.

Dengan berat Jung Nam mendesahkan nafasnya lalu berguling ke samping Chae Moon. Jung Nam menutupi wajahnya, lalu dia berbaring miring, kepalanya bertumpu pada tangannya.

“Jadi.. malam ini batal?” tanya Jung Nam pada Chae Moon. Dia menelan kekecewaannya ketika Chae Moon mengangguk pelan.

“Haih.. Aku sudah menantikan malam ini sejak pertama kali melihatmu. Sudahlah, masih ada hari esok” katanya malas.

Chae Moon hendak bangkit dari ranjang namun lengan Jung Nam menahannya.

“Kamu mau kemana? Berbaringlah sebentar disini, aku belum ingin mengantarkanmu pulang” katanya. Chae Moon merasakan tekanan lengan Jung Nam pada dadanya dan dia tidak bisa melawan kekuatan laki-laki itu.

Jung Nam memperhatikan secara seksama wajah Chae Moon, semuanya alami tanpa sentuhan operasi sedikit pun. Alisnya membentuk seperti bulan sabit, matanya yang tidak terlalu sipit memperlihatkan mata lentiknya yang bersinar indah. Tangan Jung Nam menyusuri hidung Chae Moon yang tidak terlalu mancung namun tidak pula pesek, turun ke belahan bibirnya yang membuka dan menggoda.

Tangan Jung Nam mengelus pipi Chae Moon, gadis ini hanya terdiam, dia juga sedang memperhatikan lekuk wajah laki-laki yang berbaring disampingnya. Memetakan wajah itu dalam kepalanya sehingga mungkin dia akan dapat mengingat wajah ini dalam mimpi-mimpinya.

Jung Nam mencium dengan lembut bibir Chae Moon, tidak ada paksaan seperti ciuman pertama mereka. Jung Nam mengecap, merasakan dan memberikan kenikmatan pada Chae Moon. Meskipun dia tidak bisa bercinta dengan Chae Moon malam ini, Jung Nam masih bisa bercumbu dengannya. Mereka berciuman penuh gairah, Jung nam merasakan debar jantungnya semakin kencang, adrenalinnya berpacu menginginkan lebih dari sekedar ciuman hangat yang telah berubah menjadi ciuman panas ini. Dengan tersengal-sengal Jung Nam mengangkat wajahnya dari Chae Moon.

Lama Jung Nam menatapnya tanpa suara, lalu dia kembali berbaring di samping tubuh Chae Moon.

“Aku akan memastikan kita melakukannya lain kali, Butterfly. Kamu tidak akan bisa lolos, mengerti?” kata Jung Nam.

Chae Moon tidak menjawabnya, dia masih terbius oleh pengaruh ciuman mereka. Pikirannya berkabut tak mampu mencerna perkataan Jung Nam.

“Berapa umurmu?” tanya Jung Nam kemudian.

“Ha?” Chae Moon kaget dengan pertanyaan Jung Nam yang tiba-tiba.

“Aku bertanya berapa umurmu? Kamu bukan anak-anak, kan? Kalau iya, mereka tidak mungkin mengizinkanmu menari seperti itu” Jung Nam menghembuskan nafasnya dengan kencang, pelan-pelan mengendurkan ketegangan ditubuhnya.

“Ah.. Ya. Aku bukan anak kecil” jawab Chae Moon pelan.

Jung Nam menoleh padanya, menunggu jawaban pertanyaannya.

“Lalu berapa?” tanyanya lagi.

Sesaat Chae Moon terdiam, namun karena Jung Nam masih melihatnya, dengan terpaksa Chae Moon berbohong. Dia tidak ingin Jung Nam meninggalkannya, malam ini saja, malam ini Chae Moon ingin menghabiskan waktu bersama Jung Nam dan menjadikan malam ini sebuah kenangan yang tak akan dilupakannya.

“Aku.. sembilan belas tahun” jawab Chae Moon.

Jung Nam tak berkedip, dalam hatinya dia mengingat kembali usia Ji Han dan adiknya.

“Oh, baiklah. Kamu sudah dewasa” jawabnya. Lalu dia menyilangkan tangannya dibelakang kepala, menjadikannya bantal.

“Aku dua puluh lima tahun, hanya ingin kamu tahu agar tidak mengira aku sudah bapak-bapak” sambungnya.

“Dan aku belum menikah” entah mengapa Jung Nam merasa ingin memberitahukan statusnya pada Chae Moon.

Dia bisa saja tidak perduli dengan Butterfly, toh baginya Butterfly tidak lebih dari wanita penghibur yang biasa ditinggalkannya dengan seamplop uang keesokan harinya. Namun wajah yang diperhatikannya itu, bukanlah wajah penggoda seperti wanita-wanita lain. Hanya karena profesi Butterfly sebagai penari striptease yang membuat Jung Nam telah men-cap nya sebagai wanita bayaran. 


45 comments:

  1. yihhhaaaa,,,, Jung Nam cipokan doank,,
    Batal jebol gawang,,,hehehheee

    Cemumun,,b'tahanlah,,
    Janganlah kw melemparkan dirimu begitu saja ke Jung Nam,,

    Makasih ya cyiin,,, *wink,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. kyk Rossy ya cin? ngelempar diri ke jung min. wkkwkwwk

      Delete
    2. iya cyiin,,,
      Untung Jung Min masih waras & ingat akan Ji Han,,,wwkwkkwkwkwkkwkk

      Bener2 Medusa si Rossy,,
      Tp akhirny sakit jiwa krna dpisahkn dg Jung Nam oleh Mr. Kang,,,hehheheheheee

      Delete
    3. hahahahah coba gak diganggu ama bell boy, mgkn perawannya di pecahin ama jung min. batal deh jihan-jungmin, yg ada jihan jung nam wkwkwkw

      Delete
  2. Untung chae moon lagi datang bulan kalo gak pasti dah kejadian hi.hi.hi

    ReplyDelete
  3. ah gagal dah penaltinya... beneran ya mbk chaemoon gi dtg bulan bukan bualan chaemoon buat ngehindar...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ndak kok, dia boong lol... kl jung nam tahu pasti langsung di... ehem..

      Delete
  4. Ehemmm akhirnya Mumun MaU juga DI uhuk uhuk AMA Kang Jung nam Hahahahhahahahahhahahahahahaha
    Massih mbak shn...
    Pinter yeach ini Mumun ... Jinak jinak burung beo hehehe... MaU Tapi silahkan nunggu Mas brow... Wadech.. Ngelesnya pinter n MASUK akal meski boong,... Gamblus2 hahhaa
    Thanks mbak shin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhahaha ngerti aja dirimu cin.. lol. sama2 :D

      Delete
    2. Ashia gitoooohhh... Akang Jung nam DI satu in aja sist AMA Mumun .. Heehe ngarep

      Delete
    3. hahahahaa... we'll see later ya :D

      Delete
    4. Always sist .... Menanti ... Colekannya hahhaa

      Delete
    5. hahahaha sip sip sip coleknya pake garpu kan? lol

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Kalo mumun ga mau,jung nam nya bobok sama aku aja yok! ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak @ plissé dech.. Aku juga MaU sist... Klo cuma bobokdoank hihiihihi

      Delete
    2. ahhahahaha aku ama piter aja dah...

      Delete
  7. Hihi, pnter jga cimu2n mainkan pran ny yh..gk ampe kjbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh harus donk.. biar ndak dicap cewek mulahan. ehehhehe

      Delete
  8. Haduh,,mba shin ini loh bikin kt keringetan ujungnya kok batal jebol gawang
    Yg sabar yah jung nam,,tp kl balikan sm rossy,,mending ga usah jebol gawang sm cemumun deh,,kesian hiks hiks
    Biarkan yg laen saja yg menjebolnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaa... ,\=D/>   HI..HI..HI.. 
        HI..HI..HI.. 
      _( )_  HI..HI..HI..

      Delete
  9. ga tau mau komentar apa?
    aku kasian sama rossy yg msh mencintai jung nam tpi, juga kasian sama chae moon yg harus kerja sbgai penari striptease untuk biaya hdpnya yg menurutku kedua nya butuh jung nam
    hahhhh pasrah aja mba kkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahha kan udah ada solusinya sist.. Poligamy.. Huahahahahhaha

      Delete
  10. Yah batal gol, kpn jebol gawangnya mba shin???xixixixixiixi

    ReplyDelete
  11. Jiaaah~ kirain udah jebol chapter ini,malah belumm
    Bagus chae moon, jual mahal lah dirimu nak, biar jung nam makin penasaran
    Ahihihihi
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  12. yeay.. jungnam cemumun akhrnya.. 'episod slnjtnya:rossy kang dijodohkn sm mr X sm ayahnya yg uda sm2 kenal dr kecil.. cemumun dideketin sm mr Y (new guys),jungnam jd cembokur deh.ntr endingnya rossy sm mr.X trz jungnam sm cemumun deeeh'
    *ditabok sm reader ngarang crita sndr* hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha rossy sama mr x trus kirain cemumun ama mr y n jung nam ama ho min. Kwkwkwkwkw

      Delete
  13. mbak shin... pokoknya jung nam sama caemunmun gak rela ama Rossy... >_< (maksa.com) hehehe :D

    ReplyDelete
  14. untung gak jadi xixixixi......
    thanks ya sis shin..nice story.

    ReplyDelete
  15. Ternyata jung nam gampang dbohongin... Tpi stidak Πγª ga jdi belah duren. Heheh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha yah cowok mah kl dikasi tahu gt kan pasti langsung illfeel, apalagi kl dia gk ada rasa cinta ama cewek ntuh :D

      Delete
  16. wkªkªkªkªkªkªkªk.=D :D =)) o◦°˚.. 0^^0 ǻđцћ.. ãмρέ.. àτіτ.°˚˚°◦ªǻKªǻkªǻK‎=))ªªKªªKªªKªª=)):p™
    gak bayangin kalo jungnam sm homin...
    aq tetep brharap jungnam sm cemumun krna mereka pasangan yg cetar membahana..
    ☺ "̮ ЂoºoЂoºoЂoºo "̮

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha ntr genrenya berubah dr romance erotis jadi gay erotis. wkkwkwkkww

      Delete
  17. mbshin next chapter kpan nie?? mlm ini dunk.. plis pliiiisss.. *rayu mbshin*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah tidak... udah dua hari bertutu2. lol

      Delete
  18. Gagal eksekusi aah.
    Padahal uda nunggu tapi batal.
    Atapi gapapa, 'kejadian' juganya nanti itu kn mbak shin?Ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha kita liat aja nanti bareng2 ya ehhehehee

      Delete
  19. aiiihh.. chaemoon tau aja gmn caranya memtahkan semangatmenggebu2nya jung Nam..
    lgsg skak mat dia.. ga bisa berkutik.. hihihihihi...

    jd kapan ya kira2 mbak shin, chae moonnya bakalan jebol?? *PLAK!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kapan ya??? aku jg ndak tau mer kapan. kapan2 aja mungkin ya? uhauhauhauha

      Delete
  20. Dear Mba Sin, menurut aku, klo Jung Nam jadian dgn Chae Moon, sangat tidak adil bagi Rossy. Kebayang gimana sakitna hati Rossy :( .
    Btw, makasih ya Mba Sin atas postingan bab 11 na ^^

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.