"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, February 19, 2013

Tenth Drama - Chapter 14



Jung Nam sedang berada di apartemen adiknya bersama dengan Ji Jeong dan Jung In yang sedang berbaring di sofa dan membaca majalah. Usia kehamilan Jung In sudah tua, tak lama lagi dia akan melahirkan.

“Kapan perkiraan Jung In akan melahirkan?” tanya Jung Nam pada Ji Jeong.

“Kata dokter sekitar dua minggu lagi, kami sudah menyiapkan sebuah kamar bayi dengan dekorasi biru cerah, Jung In memilihnya sendiri. Kami sudah tidak sabar lagi untuk menyambut si kecil” jawab Ji Jeong dengan suka cita.


Jung Nam menyembunyikan rasa iri dalam hatinya. Dia turut berbahagia untuk adik dan sahabatnya itu.

“Baguslah, jangan lupa hubungi aku bila sudah saatnya. Dimanapun, kapanpun aku akan datang. Ya Jung In, kamu sudah siapkan nama untuk keponakanku?” tanya Jung Nam pada adiknya.

Dengan malas Jung In meletakan majalah yang sedang dibacanya di atas perutnya yang besar.

“Ibu apa yang belum menyiapkan nama untuk anaknya saat sebentar lagi dia akan lahir di dunia?” jawab Jung In sebal. Kakaknya selalu menggodanya.

“Aish.. Aku bertanya baik-baik, kamu ini.. Ya Ji Jeong, bagaimana kamu mengajari istrimu menjawab pertanyaan kakaknya?” Jung Nam pura-pura kesal, lalu mengelak ke samping ketika Jung In melemparkan majalah di tangannya ke arah tubuh kakaknya. Jung Nam menyeringai senang karena berhasil menggoda adiknya.

“Kenapa tidak cari wanita lain untuk kamu goda sih, Oppa?” tanya Jung In cemberut, kedua kakinya diangkatnya ke atas paha suaminya.

“Aku mencari wanita bukan untuk aku goda, tapi untuk aku..” Jung Nam tidak melanjutkan ucapannya ketika melihat Ji Jeong keberatan dengan apa yang akan dikatakannya. Dia pun berhenti dan menyeringai malu, lupa diri sedang berhadapan dengan siapa.

Jung In mengerutkan dahinya ketika Jung Nam tidak melanjutkan perkataannya. Tapi sekejap kemudian dia sudah lupa karena Jung In meminta Ji Jeong untuk memijat kakinya.

“Jeong.. Pijitin.. Kakiku pegal..” rengek Jung In manja.

Jung Nam hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kemanjaan adiknya.

“Ya Park Jung In, kalau kamu meminta suamimu memijitmu di depan orang lain mungkin aku sendiri yang akan memarahimu. Mereka akan berpikir suamimu takut padamu” ledek Jung Nam pada adiknya, Ji Jeong hanya tertawa mendengar pertengkaran kakak-beradik itu.

“Orang lain akan melihat betapa Ji Jeong menyayangiku tahu!!” Jung In memalingkan wajahnya, mengambil sebuah majalah lagi lalu menutup wajahnya dengan majalah itu, tidak ingin meladeni celoteh kakaknya lagi.

“Aish.. Ya sudah, aku pergi dulu. Aku harus kembali ke kantor. Jangan lupa pesanku tadi ya” kata Jung Nam pada Ji Jeong.

“Ya, hati-hati. Maaf aku tidak bisa mengantarkanmu sampai pintu depan, tuan putri sedang tidak bisa dibantah” jelas Ji Jeong dengan tatapan nakal.

Jung Nam tergelak sebelum melangkah keluar dari apartemen itu. Sebelum Jung Nam pergi, Jung In mengucapkan selamat jalan pada kakaknya.

“Ya Jeong..” panggil Jung In pada suaminya.

“Ehm? Apa?”

“Dua minggu sebelum bersalin, kita masih boleh kan?” Jung In mengedipkan matanya pada suaminya.

Ji Jeong salah tingkah namun tidak bisa menyembunyikan seringai senangnya. Belakangan mereka memang lebih banyak melakukan oral seks dibandingkan bercinta. Ji Jeong tidak ingin menyakiti istrinya dan membahayakan bayi dalam kandungannya.

“Kata dokter sih.. Boleh..” jawab Ji Jeong sembari tangannya menelusup dibalik gaun hamil istrinya. Jung In terkikik geli saat Ji Jeong menelusuri pahanya dengan jari tangannya.

“Jeoonggg... Kamu nakal..” katanya manja.

~~~~

Malam ini Jung Nam datang ke klab malam dengan sia-sia lagi. Dia melupakan hari Butterfly libur sehingga dia tidak dapat menemukan wanita itu. Karena menganggur, Jung Nam membaca kembali pesan yang dikirimkan oleh nomer tidak dikenal yang biasa mengiriminya sms.

Jung Nam tersenyum kecil, kemudian mulai mengetikan kata-kata pada box smsnya.

“Ya, Kim Ho Min. Kenapa tidak bilang ini nomermu? Aku kira orang gila yang tidak tahu aturan mengganggu dengan sms berturut-turut. Aku hampir saja melaporkanmu ke kantor polisi”

Jung Nam berdecak geli sambil menyesap minumannya.

“Tambah lagi Mr. Park?” tanya bartender padanya.

“Ya, boleh” sahutnya. Jung Nam masih sibuk dengan handphone ditangan. Dia memutuskan menghabiskan waktunya di klab malam ini sendirian untuk bersenang-senang. Besok adalah hari minggu, dia tidak perlu bangun pagi-pagi untuk pergi ke kantornya.

Sedang di rumah keluarga Kim, dalam kamarnya Chae Moon melompat dari ranjang dan menarik kerah baju adiknya yang sedang menonton film. Mereka belum tidur karena malam sabtu adalah malam dimana mereka biasa menonton film sampai pagi.

“Apa Noona?” tanya Ho Min sebal. Dia memperbaiki letak bajunya yang ditarik kakaknya.

“Ya Ho Min. Ada sms yang mengatakan namamu, dari orang freak itu. Jadi selama ini kamu yang mengirim sms padanya? Dia mengancam melaporkanku ke kantor polisi, ini gara-gara kamu” sungut Chae Moon sebal pada adiknya. Ho Min mendapat hadiah sebuah ketukan buku di kepalanya.

“Ya Noona, biarkan aku melihat isi smsnya. Itu dari Park Jung Nam ajusshi” jawab Ho Min sambil merebut handphone kakaknya.

“Park Jung Nam ajusshi? Siapa itu?” tanya Chae Moon.

“Aishh.. Dia itu yang membelikanku mainan dulu, ingat?” jawab Ho Min sambil membaca sms Jung Nam.

“Oh.. Kenapa kamu tidak bilang pada Noona? Sekarang kami salah paham, dia pasti mengira aku perempuan kasar. Ishh.. Ho Min!!” Chae Moon marah-marah dan bangkit dari ranjang.

“Noona mau kemana?” tanya Ho Min, khawatir kakaknya benar-benar marah padanya.

“Mau ke toilet, ikut?” pelotot Chae Moon pada adiknya yang terkekeh.

“Tidak, Noona saja sendiri” jawab Ho Min. Tangannya sibuk memencet tombol-tombol huruf untuk membalas sms Jung Nam.

“Ya, ajusshi.. Itu Noonaku yang membalas sms mu sebelumnya, maafkan dia ya. Dia tidak tahu aku mengirimimu sms. Jadi dia mungkin mengataimu orang gila” Ho Min tersenyum senang karena bisa mengobrol lewat sms dengan idolanya.

Di klab malam Jung Nam terkekeh lagi, kini dia menyesap rokoknya lalu menghembuskan asap tebal itu ke udara.

“Yah.. Noonamu? Yang kamu jodohkan denganku?” tanya Jung Nam.

“Ha! Aku tidak bilang menjodohkan kalian, tapi ajusshi bisa berpacaran dengan kakakku. Tapi aku tidak tahu bila Noona menyukaimu atau tidak” balas Ho Min lagi.  

“Ha, OK. Kapan kita bisa bertemu? Aku ingin bertemu dengan Noonamu. Siapa tahu kami bisa berpacaran” jawab Jung Nam, kini dia terkekeh karena berhasil mengerjai Ho Min. Jung Nam hanya mempermainkan anak kecil ini, karena dia sama sekali tidak tertarik dengan gadis kecil berusia tujuh belas tahun. Andai dia tahu..

“Aku akan menanyakan Noonaku, tapi sekarang dia sedang berada di toilet. Ajusshi sedang apa?” tanya Ho Min. Film yang ditontonnya terbengkalai, dia memusatkan perhatiannya pada handphone yang sedang dipegangnya.

Jung Nam tidak sempat menjawab kembali sms dari Ho Min, seorang wanita penghibur mendekati dan merayunya.

“Sendirian malam ini, tampan?” wanita itu mengelus kulit dagu Jung Nam dengan jari tangannya yang berani.

“Kenapa? Kau mau menemaniku?” tanya Jung Nam bergairah. Sudah hampir dua bulan dia tidak meniduri seorang wanita pun, rencananya dengan Butterfly kandas, dia memerlukan tempat pelampiasan kebutuhannya.

“Tentu, untuk seorang pria setampan dirimu, dimanapun aku akan menemanimu..” wanita itu mencium leher Jung Nam, tangannya masuk ke dalam kemeja dan meraba dada telanjang Jung Nam.

~~~~

Jung Nam menekan tubuh wanita itu dan membuatnya menunduk dan bertumpu pada dinding toilet.

“Turunkan lagi tubuhmu, lubang kemaluanmu belum terlihat” desis Jung Nam sembari meraba kemaluan wanita penghibur itu, membuatnya basah dan siap untuk dimasukinya.

Mereka sedang berada di dalam toilet pria yang sempit, Jung Nam menarik satu-satunya kondom yang ditaruhnya dalam dompetnya. Dia memang membeli sekotak kondom sebelumnya dan hanya menyimpan sebuah kondom dalam dompet, dia hanya perlu satu dan itu sudah cukup baginya.

Pembungkus kondom itu dibuangnya sembarang ke lantai, memasangi pelindung itu pada kejantanannya yang telah mengeras lalu ditariknya pinggul wanita di depannya sebelum menghujamkan kejantanannya dengan keras. Jung Nam tidak terlalu menghiraukan kepuasan wanita partner seksnya, dia hanya ingin menikmati pelepasannya sendiri. Namun demikian wanita itu tetap mencapai klimaks dan melenguh sebelum Jung Nam mencapai pelepasannya.

Dengan geram Jung Nam menghantam lebih keras, lebih kencang keluar masuk sampai tubuhnya bergetar dan mulutnya mengembung menghela nafas. Wanita itu puas, dia duduk di atas pispot sembari memperbaiki celana dalamnya, memandang pada Jung Nam yang masih mengatur nafasnya. Dia sedang membersihkan kejantanannya dan membuang bekas kondom yang berisikan cairannya kedalam tempat sampah.

“Ikut aku” perintah Jung Nam pada wanita itu. Dia pun mengikuti Jung Nam dengan senang. Hubungan intim mereka sangat singkat, tak lebih dari sepuluh menit, Jung Nam benar-benar memakai wanita itu.

“Bartender, berikan wanita itu minuman yang disukainya” kata Jung Nam pada si bartender.

Jung Nam menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu Won pada wanita itu yang diterimanya dengan sangat senang. “Kau memberiku terlalu banyak. Biasanya aku hanya mendapat satu lembar saja dan kau memberikanku tiga lembar. Kau memang pemurah”  bibirnya menyunggingkan senyum sensual saat mengucapkan kalimat itu.

“Tak usah kau bahas, karena aku tidak akan memakaimu lagi” jawab Jung Nam dengan seringai lebar.

Dia mencium bibir wanita itu dan berlalu dari klab malam setelah membayar semua bonnya. Jung Nam merasa lega dapat melepaskan frustasi seks yang disebabkan oleh Butterfly, namun bagi Jung Nam tak ada yang bisa menandingi klimaks yang bisa didapatnya saat menguasai tubuh Butterfly di bawahnya. Dia terobsesi pada Buterfly.. sebesar obsesinya pada Rossy Kang dulu.. 


42 comments:

  1. thanks mbk shin....:) ayeee....skrg post pagi trs,kpn jung nam ketemu cemumun mbk shin???hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha perlu wifi pagi2 soalnya ne, jadi baru bangun laptop dl yg dihidupin, sekalian dah... ngepost. ahahhaha sama2 :D

      Delete
  2. ayo donk mbg rossy kangnya dsuruh keluar....
    jng diem aja drumah, :)
    maksih sista.........

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaha ya ya suatu saat nanti pasti keluar si rossy :D

      Delete
  3. Replies
    1. Wahahahaha
      ternyata bisaaa..
      Aku baca dulu ya mba shin :p

      Delete
  4. Aih.. Bentar lagi Cemumun bkal ktmu ma Jung Nam nih, but as herself not as Butterfly.. Uyey..
    Mba shin.. Thanks muaaaahh
    Di tunggu next chap'y... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah pendukung cemunan nih sila..

      Delete
    2. hahaha
      Iya donk mba shin..
      Jung Nam - Cemumun! Nice couple.. <3

      Wlwpun sy lbh cinta ma Ayang Jung Min *.*
      #plaaak

      Delete
    3. kwkwkwkwk ati2 dilemparin bom ama sist fathy ntr iihihihhi

      Delete
    4. wkwkwk mumpung mba fathy lum nongol mba shin..
      Dia lg ngajar.. jdi sy bisa milkin Jung Nam dlu :D
      #kabuuuuuur

      Delete
  5. haduh, kok rasanya kurang mbak shin... Blm ada konfliknya... Rossy loem ketemu jung nam, jung nam jga loem tau klu chemumun alias buterflly itu umurnya msh 17 (gitu jung nam ngejek jung min and ji jeong) hehe lagi!?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaah ya kan masih pengenalan tokoh dr awal lg. krn jung nam misterius.. lol

      Delete
  6. Dasar playboy si jungnam. Hih!
    Ga tau aja dia udah punya anak sebiji.
    -..-

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha kalau tau masih kyk gini jg gk ya si jung nam?

      Delete
  7. Ehemmm ...pasti mas Jung nam mukanya berseri2 ... Hihihii
    Makasih cinta postingannya...

    ReplyDelete
  8. hahaha lucu baca komen @conchita

    ga ada moment chaenam di chap ini...huhuhu
    doohh tuh jungnam bnr2 dehh ga bs dikontrol bgt ya...hahaahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kan masih lajang cin.. belum ada yg ngunci celdam nya dia wwkwkkww

      Delete
  9. Klo tw kakaknya semumun lgsng siyok jung nam
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba shin

    ReplyDelete
  10. kpn rossy dpt jung nam mbak?kshan de2k byinya

    ReplyDelete
  11. Jung nam nie main comot sembarangan udah jd ayah lo, mksh sist ;-)

    ReplyDelete
  12. Aq tau knp rossy kang lm dikluarin sm mbak shin,,,,,??*sotoyyy*ntr... klo si jung nam ud jth cinta beneran sm si cemumun baru dech muncul si rossy kang.klo da gt kan akang jung nam galauu mo pilih yg mana,secara jung nam ma rossy da punya anak,dan cinta jung nam ud brpaling dr si rossy kang.
    Uda mbak shin,,,drpd bingung2,,,akang jung nam ma diriQu z,wkwkwwk....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ihh tau ajaaaa... kok tau sih??? ihh... cubit nih pipinya ngegemesinnn XD ya ambil dah dae jong nya *ehhh*

      Delete
  13. eiy jung in nakalll hha
    bwt dijadiin apa kang jung nam? Pelampiasan doang?
    come to mama ntar mama kasih


    satu jitak termanis dijidat indah mu wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  14. wkwkwkw,,,
    ktawa2 ndiri aq baca koment2 di atas,,,xxiixixixiii

    Cyiin,,maaph bru baca,,
    Makasiih yaaa,,

    cemumun cuss djebolin cyiin,,,
    Spya Jung Namny dilema,,,wkwkwkwkk

    ReplyDelete
  15. Replies
    1. ahhahaha.. buaya binatang yg setia lho cin pada satu pasangan.. jung nam gmn??

      Delete
  16. Replies
    1. hahaha ngamuk.... iya iya jung nam emang buayaa.. ^^> udah jgn marah2 lgi.. lol

      Delete
  17. Kecewa ma Jung Nam, krn dgn mudah dia melupakan Rossy. Apa dia ga prnh berpikir klo kedekatan dia dgn Rossy sdh menghslkan anak? Kasian Rossy, pdhl dia msh setia ma Jung Nam :_(. klo setiap perempuan di posisi Rossy pasti bisa ngerasain gimana sakitna krn sang pria dgn mudah berpaling hati :_(
    Intina: knp pria lbh mudah berpaling ke laen hati di banding wanita?
    Peace ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahahha "welcome to reality" kwkwkwk begitulah sista... ^^> :peace jg:

      Delete
  18. Ish jung nam main comot aja sih
    Iyuuh~ dasar lelaki, tidak bisa nahan napsu
    Hahahaha
    Makasih mb shin
    Gambarnya bikin meleleh :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. kwkkwkwkkwkw... hehe iya abang jung nam emang cuakepp...

      Delete
  19. kyaaaaa aku cuma kangen ji jeong >,< *peluk ji jeong erat*

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.