"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, February 5, 2013

Tenth Drama - Chapter 9



Chae Moon pulang kerumahnya bersama dengan sahabatnya Mu Ri. Mereka akan belajar kelompok dan mengerjakan pekerjaan rumah bersama. Mereka melewati ibu Chae Moon yang tak memperdulikan mereka sama sekali, wanita tua itu sedang sibuk merapikan pakaian suaminya yang baru saja selesai disetrikanya.

“Aku pulang.. Ho Min..” panggil Chae Moon pada adiknya. Ho Min sedang bermain dengan mainan barunya, menyusun bangunan lego yang dibelikan Jung Nam. Laki-laki itu membelikannya tiga jenis mainan lego yang berbeda-beda.

“Noona.. Kamu sudah pulang?” Ho Min menyambut kedatangan kakaknya dengan gembira.

“Ya, kakak membelikanmu makan siang”

“Hai, Ho Min..” sapa Mu Ri yang menyusul dibelakang Chae Moon.

“Mu Ri Noona, kamu mampir? Wah.. Kamu juga membelikanku makanan? Gomawo..” jawab Ho Min saat menerima bungkusan makanan yang juga diberikan oleh Mu Ri kepadanya.

“Ayo duduklah, makan dulu” Chae Moon menyiapkan makanan untuk adiknya di atas meja mereka.

“Wah.. Keliatannya enak, Noona. Gomawo..” senyum lebar Ho Min mencerahkan wajah Chae Moon.

“Iya, ayo dimakan dulu. Setelah itu kamu belajar lalu tidur siang, ya. Eh.. Dari mana kamu mendapat mainan ini? Ini kan mahal, Ho Min?” Chae Moon mengerutkan dahinya demi melihat tumpukan kotak mainan lego di samping ranjang.

“Um.. Tadi seorang ajusshi membelikanku, dia sangat baik” jawab Ho Min dengan mulut penuh, dia sedang mengunyah sebuah bola-bola daging besar di mulutnya.

“Ajusshi?? Jangan-jangan pedophil?” teriak Chae Moon dan Mu Ri berbarengan.

“Aigoo.. Bukan. Ini seorang ajusshi yang baik, dia ingin membelikan keponakannya hadiah, tapi karena bingung maka aku membantunya. Karena dia senang padaku, dia membelikanku mainan-mainan ini” jawab Ho Min senang, merasa dirinya berguna karena telah membantu orang lain.

Chae Moon tidak tega menghilangkan senyum diwajah Ho Min sehingga dia tidak memarahinya. Chae Moon merasa khawatir dengan ajusshi yang membelikannya mainan, bagaimana kalau laki-laki tua itu menculiknya? Menjual adiknya ke pasar gelap yang menjual organ-organ manusia? Tubuh Chae Moon merinding membayangkan hal itu.

“Lain kali jangan sembarangan menerima pemberian orang lain ya, Ho Min. Kakak tidak ingin terjadi sesuatu hal buruk kepadamu” Chae Moon mendekati adiknya, mencoba berbicara dengannya.

Ho Min menghentikan makannya dan menatap kakaknya dengan sedih.

“Noona.. Maafkan aku, aku tidak akan lagi melakukan hal yang membuat Noona khawatir”

Chae Moon memeluk tubuh adiknya, merasa bersalah karena telah membuat bocah itu sedih.

“Oh Ho Min.. Maafkan kakak, bukan maksud kakak begitu.. Tapi kamu tidak apa-apa kan? Dia tidak memintamu melakukan sesuatu yang membahayakanmu?” tanya Chae Moon lagi. Ho Min menggeleng, lalu dia teringat sesuatu.

Ho Min merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kartu nama berwarna silver mengkilap dan memberikan kartu nama itu kepada kakaknya.

“Apa ini?” tanya Chae Moon bingung. Mu Ri mengintip dari balik punggungnya, tertarik.

“Um.. Ini kartu nama yang diberikan ajusshi itu kepadaku. Namanya Park Jung Nam, dia punya perusahaan di Seoul. Dia bilang, bila aku membutuhkan bantuan apaaaaa...sajaaa.. maka aku harus menghubunginya. Ajusshi itu sangat baik, Noona. Jadi, jangan khawatir. Dan dia sangat lucu, aku suka padanya” senyum Ho Min kini berubah dari sedih menjadi sebuah seringaian panjang lebar.

“Anak ini.. Bagaimana kamu bisa suka secepat itu pada seorang ajusshi?” Chae Moon mengembalikan kartu nama itu kepada adiknya, lalu Ho Min memasukannya kembali ke dalam saku celananya.

“Ya sudah, kamu makan dulu. Kakak mau belajar dengan Mu Ri Noona, nanti kalau sudah selesai jangan lupa kerjakaan tugas rumahmu ya”

“Um.. Iya Noona..” lalu mereka pun sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

Chae Moon dan Mu Ri memeras otak untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru bahasa Inggris mereka, menerjemahkan hangul ke dalam bahasa inggris, bahkan dua buah kamus pun tidak cukup untuk membantu mereka mengerjakan tugas.

“Ahhh.. Aku pusing Chae Moon.. Aku menyerah. Aku tidak mahir berbahasa Inggris, besok aku nyontek di kamu saja ya” keluh Mu Ri sambil membaringkan tubunya di lantai.

“Ya, Mu Ri. Aku juga tidak bisa bahasa Inggris, apa kita harus membuat salinan untuk dicontek besok?” tanya Chae Moon ragu. Dia jarang membuat contekan, meskipun dia telah membuatnya, Chae Moon tidak akan sempat memakai contekannya itu karena nyalinya yang tidak seberapa untuk membuka contekan itu di dalam kelas. Dia hanya akan berharap pada Mu Ri untuk memberikannya jawaban, yang juga didapatnya dari siswa lain di kelas mereka.

“Uhh.. Aku tidak tahu, Chae Moon.. Aku tidur dulu ya.. Aku capek. Nanti malam kita harus bekerja lagi.. Aku ingin membolos sekali-sekali, tapi pasti Manajer Oh akan memarahi kita” kata Mu Ri sambil merengut.

Mereka telah menghabiskan dua hari libur dengan beristirahat penuh, namun saat waktunya kembali bekerja terasa sungguh berat bagi mereka.

“Bagaimana dengan kontrakmu? Apa kamu sudah memutuskannya?” tanya Chae Moon pada Mu Ri.

Sahabatnya itu menutup matanya, menolak untuk menjawab Chae Moon.

“Ya!! Song Mu Ri! Kamu tidak mau menjawabku?” Chae Moon menendang kaki temannya itu.

“Chae Moon.. Aku mau tidur.. Nanti saja ya ngobrolnya..” jawabnya sambil menguap.

“Tskk.. Ya sudah, tidurlah sana” dengan sebal Chae Moon mengerjakan tugas bahasa Inggrisnya kembali.

Ho Min yang telah selesai mengerjakan tugasnya diam-diam mengambil handphone milik kakaknya dan mengirimkan beberapa buah pesan kepada nomer milik Jung Nam.

“Ajusshi.. Gomawo. Aku sangat suka dengan yang kamu berikan” isi dari sms pertamanya kepada Jung Nam.

Namun Jung Nam tak kunjung membalasnya, sehingga Ho Min mengirimkan sms lain lagi kepadanya.

“Oh ya, aku sudah memberitahukan kepada kakakku, tapi dia tidak terlalu suka aku menerima pemberianmu. Katanya, kamu adalah orang asing. Tapi aku suka padamu, ajusshi..” lalu Ho Min mengirimkan sebuah sms lagi kepada Jung Nam yang belum juga dibalasnya.

“Ajusshhiii... Selamat bekerja, ya. Hwaiting!!” lalu ditutupnya handphone Chae Moon dan meletakan benda itu kembali ditempatnya semula.

~~~~

Sementara itu, disebuah rumah mewah di pedesaan yang sangat terpencil dimana untuk mengakses tempat itu hanya bisa melalui kapal ferry yang berangkat seminggu sekali dan alat komunikasi yang seadanya mengurung dan mengucilkan seorang wanita muda yang sedang termenung dalam duduknya. Dia sedang ditemani oleh ibunya ketika ayahnya datang.

“Suamiku, kamu kembali” kata Nyonya Kang kepada suaminya.

Mr. Kang mengangguk kepada istrinya lalu menjatuhkan dirinya ke atas kursi kayu di ruang tamu. Melirik anaknya yang tak pernah membalas tatapannya.

Rossy Kang, anaknya yang telah dewasa namun masih harus dilindunginya dengan ketat, karena dia tidak ingin Rossy bertemu dengan laki-laki itu. Laki-laki dari keluarga Park yang mempermalukan nama besar keluarga Kang di dunia bisnis dan membuat laki-laki tua ini kehilangan muka. Dia tidak akan pernah memaafkan keluarga Park atas perlakuan mereka. Meski dia harus mengorbankan kebahagiaan anaknya.

“Ayah bertemu dengan laki-laki itu. Dia terlihat baik-baik saja. Berbeda dengan dirimu, dia tidak terlihat kehilanganmu, Rossy” kata Mr. Kang datar.

Punggung Rossy Kang bergetar, dia menyembunyikan isak tangisnya yang mulai runtuh.

“Suamiku..” rintih Nyonya Kang yang tidak menyutujui perbuatan suaminya selama ini.

“Sampai kapan..” bisik Rossy kepada ayahnya.

“Sampai kapan ayah akan memisahkan kami? Sampai kapan ayah akan mencegah kami bertemu? Dia harus tahu, yah. Aku tidak bisa seperti ini lagi. Dia perlu tahu.. Apa ayah tega cucumu tidak memiliki ayah saat dia tumbuh dewasa nanti?” teriak Rossy histeris.

Dia telah menyimpan semua kemarahannya dan kini tak tertahankan lagi. Sudah setahun lebih dia menerima perlakuan ayahnya, namun kini dia ingin bebas. Dia ingin menemui laki-laki yang dicintainya. Menemui ayah dari anaknya yang kini berusia setengah tahun. Sudah satu setengah tahun mereka dipisahkan, sudah selama itulah Rossy Kang menderita.

Mr. Kang diam membisu, dia menatap cucu perempuannya yang sedang terlelap dalam buaian. Wajahnya yang menggemaskan yang biasanya mampu meluluhkan hati laki-laki tua itu, mampukah memaksa kakeknya untuk mengizinkannya bertemu dengan ayahnya?

~~~~

Jung Nam sedang menunggu kemunculan penari striptease di atas panggung, sudah menjadi hoby barunya untuk menyaksikan Butterfly beraksi dari jauh. Dia selalu merasa tertarik dengan gadis itu, namun selalu diurungkannya keinginannya untuk mendekatinya. Namun malam ini, Jung Nam akan mendekati Butterfly lagi.

Jung Nam langsung pulang ke apartemennya setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor, membersihkan tubuhnya dan mengenakan pakaian santai lalu bepergian ke klab malam langganannya untuk mencari Butterfly. Malam ini gadis itu seharusnya bekerja, Jung Nam hanya ingin melihat Butterfly dan bukan yang lain. Gadis itu selalu hadir dalam mimpi-mimpi liarnya, dan Jung Nam akan menghentikan mimpi itu malam ini, bila dia berhasil menaklukan Butterfly.

Pengunjung mulai memadati panggung, begitu juga Jung Nam. Dia telah mendapatkan sebuah spot yang biasa dilewati Butterfly saat menari di atas panggung. Jung Nam menunggu disana, matanya menatap awas pada setiap penari yang keluar dari balik panggung. Dan matanya mengenal tubuh gadis itu, Butterfly..

Mata Jung Nam tak dapat lepas dari Butterfly, ekspresi wajahnya menandakan dia sedang sibuk dengan imajinasinya sendiri. Jung Nam menelan ludah menyaksikan tubuh Butterfly yang hanya terbalut lingerie berenda warna merah yang begitu menggoda. Kejantanannya telah mengeras hanya dengan melihat tubuh seksi di depannya.

Jung Nam memandang tanpa kedip tubuh Butterfly yang bergerak pelan dalam langkah-langkah pendeknya yang terasa begitu lama menghampiri Jung Nam. Laki-laki ini sudah tidak sabar, saat Butterfly sampai di depannya, Jung Nam bersiul-siul memanggilnya. Butterfly memandang Jung Nam lalu teringat pada laki-laki yang dikendarainya seminggu yang lalu.

Butterfly melemparkan sebuah senyum genit pada Jung Nam dan laki-laki itu tertawa senang. Jung Nam berteriak dan bersiul, ikut hanyut dalam suasana erotis panggung, diapun meneriakan kata-kata vulgar yang membuat gairahnya semakin tak terbendung. Jung Nam mencari kematiannya sendiri.

“Suit..suit.. Fuck with me tonight?” panggil Jung Nam kepada Butterfly yang berjongkok rendah di depannya.

Butterfly dapat melihat kobaran api gairah dalam mata Jung Nam. Gairah yang membara hingga mata laki-laki ini bersinar karena mengharapkan jawaban yang diinginkannya. Tapi Butterfly tidak menjawabnya, dia hanya menggoda Jung Nam dengan tangannya, mengelus pipi dan dagu laki-laki ini lalu ketika Jung Nam hendak mencium tangannya, Butterfly cepat-cepat mengangkat tangannya itu dari wajah Jung Nam. Meninggalkan laki-laki ini dengan wajah bernafsu penuh kekesalan. Namun dia belum menyerah.

Butterfly duduk dipinggir panggung, sebelah kakinya menggantung dan sebelahnya lagi masih berada di atas panggung. Selangkangannya terbuka tepat di depan wajah Jung Nam. Butterfly sengaja menggodanya, dia ingin melihat seberapa besar Jung Nam mengiginkannya. Dia sangat senang melihat wajah laki-laki ini mendambakannya, melihat laki-laki ini begitu mudah ditaklukan dalam selangkangannya.

Tepat seperti dugaannya, Jung Nam masuk kedalam rayuannya. Butterfly menyorongkan selangkangannya ke depan wajah Jung Nam yang dengan senang hati masuk ke dalam selangkangan Butterfly.

Suasana begitu panas, beberapa orang disamping mereka telah berhubungan badan dan menimbulkan suara berisik membangkitkan gairah Butterfly. Matanya sendu seolah memohon pada Jung Nam untuk memberinya kenikmatan itu dengan lidahnya.

Dari balik celana dalam berendanya, Jung Nam menjilat daerah kewanitaan Butterfly dengan penuh nafsu, tangannya menggoda klitoris Butterfly hingga gadis ini menggelinjang sambil meremas rambut Jung Nam. Namun saat sedikit lagi Butterfly meraih orgasmenya, Jung Nam menghentikan permainan lidahnya disana.

Dengan seringai lebar, Jung Nam menatap wajah sendu Butterfly yang penuh tanya.

“Kalau kamu ingin lebih, terima tawaranku. Tidurlah denganku, maka aku akan memberikanmu apa yang kamu inginkan” lalu Jung Nam pergi dari sana, merasa di atas angin karena telah membalaskan dendamnya.

Butterfly memandang kepergian Jung Nam dengan tak percaya. Memendam wajahnya yang merona merah karena malu, Butterfly masuk ke dalam bilik panggung dan tak muncul lagi hingga shiftnya usai. Jung Nam telah mempermalukannya seperti dirinya mempermalukan laki-laki itu minggu lalu. Pembalasan memang sangat manis..Jung Nam.. 


38 comments:

  1. Mmm..
    Complicated nih kayaknya mba sin..
    Rossy punya anak pulaa..
    *sibuk mikir*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hakhakhakhak.. mari kita mikir bareng2 lol..

      Delete
    2. Gmana kalo Jung Nam aku beliin tiket ke sini?
      Buat nonton aku nge-pole dancing. Kali aja dia tertarik sama aku mba.
      Biar tambah complicate ceritanya. Hahaha

      Delete
  2. mikir keras jung nam sama sapa skrg enaknya ???? menyangkut anak juga...

    pembalasan yg manis jungnam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ama kamu aja deh sist jung namnya.. wkkwkwkwk

      Delete
  3. Hyah punya anak...di satu sisi ak kasian ama anak rossy tapi ak pengen jung nam ama chae moon...itu si yuyu kang-kang knapa jg tega ama anak cucunya si...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahha.. namanya jg yuyu kangkang lol

      Delete
  4. sebel deh sm Mr.kang....
    tega2nya misahin orang yang saling mencintai....
    mbg shin jg jahat banget ikut andil misahin mereka.....
    tapi maksih mbg cantik buat cerita yang keren ini......

    ReplyDelete
    Replies
    1. weks.. ada yg ngamuk2.. kabur ahh.. wkwkkwkw

      Delete
  5. kentang bgt...

    stress tingkat dewa nunggu lanjutannya..

    mbak Shin Hwaiting!!”

    ReplyDelete
  6. kyaaaaaaaaa.. Rossy muncuuuuuuuuuuull
    dan udah punya anaakk.. astaga Jung Naaaamm.. kamu udah jd bapak..
    duuhh, pengen banget nenggelemin mr kang ke danau.. kasihan Rossy dipisahin dari jung nam..
    tp jd bingung, nnti chae moon gmn???
    mbaaaaaaakk.. ini benar2 bikin aku serasa makan buah simalakama..
    binnguuuuuuuuuuungg....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhaa... iyaa udah jadi bapakkk lol.. ^^>

      Delete
  7. Replies
    1. wkwkwkkwkw... iya donk poligami.. wkwkkw

      Delete
  8. Waduh jung nam bakal pusing neh...di antara 2 pilihan...

    ReplyDelete
  9. Aku juga bingung shin berpihak kesapa rossy apa chaemoon, bener poligami aja biar adil tp jung nam bs adil ga ya klo poligami he.he thanks shin *kecup basah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkkwkw.. jung nam pan masih perkasa.. jeong aja msih perkasa. wkwkkwkww... hahahiaha sapa tahu bs trisam kan lol :ngakak.com:

      Delete
  10. wah bakalan ada 2 wanita nih yang reebutan jung nam.....
    wah manakha yang terpilih ?????or dipakai 22 nya.......huaaaaaaa........

    ReplyDelete
    Replies
    1. haihihaihahia,.. sendal kali cin dipakai dua2nya. lol..

      Delete
  11. oh my god ..... *ala2 alay*
    n huwaaaAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA. MBA SHIN sungguh tega dirimu pada rossy kang *alay mode on*
    udah punya anak mba????
    pasti jung nam nyesel banget kalo sampai dia nidurin chae moon terus tau kalo rossy ngelahirin anak mereka...
    huwaaaaaaaaaaaaaaaaa *teriak lagi* mba shin sungguh kejam dikau T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahahaa... iya donk.. biar salah satu Park memiliki kisah tragis. :D jihaihaia.. kaburr.r.....

      Delete
    2. owh mba shin jangan kau tragis kan kisah abang jung nam ku yang honey bunny sweety tralalala trilili T_T :D

      Delete
    3. xixixixi... gak kok.. happy ending mustinya ^^

      Delete
  12. mbakkk.. ketika rossy kang bener2 telupakan di ingatanku aku ngedukung jung nam buat chae moon karna chae moon emang layak buat dapetin kebahagiaan dan juga gak ada kabar rossy mungkin bukan jodoh dia ,tapi beritanya jengg..jeng.. dia datang dengan kabar dan anaknya, di sisi lain si jung nam lagi gencar2nya puber buat ngedapetin butterfly kesian juga butterfly di php in kek gitu... *ngebayangin gimana mupengnya lol* bukan gak mungkin seorang chae moon-bukan sosok butterfly beneran tergoda sama jung nam dan kasian kalo dia patah hati kalo suatu saat liat kenyataannya.
    mbak sukses buatku galauu.. >,< harapanku jangan buat chae moon patah hati dan biarakan jnanti ungnam bahagia dengan keluarga kecil yang sekarang belum di ketahuinya >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha panjang cin.. ehm..

      haaha aku kok lupa lagi ya ama kepanjangan dari php. oh pemberi harapan palsu wkkwkw..
      ihihihihi... mupengnya pst dengan wajah mendayu2 sayu gt deh..
      :D
      hehehe makasi idenya sista.. lumayan buat cadangan endingnya nanti.. wkkwkwkw

      Delete
    2. iya jung nam puas bangt ngledekin, kesian butterfly udah kecewa gitu langsung pusing dia.hahaha.
      iya kan anaknya gak tau apa2 malah jadi korban >,<

      Delete
    3. hahahaha.. iya betul sekali :)

      Delete
  13. Aduuh~ kasian Rossy, udah punya anak lagi~
    Jung nam milih siapa ini?
    Trus Chae Mon gimana?
    Huuaaa~ galau mb shiinn

    ReplyDelete
  14. Wadeh mbak shin... Paling pinter dech bikin penasaran...sekaligus merontokkan angan2ku.. Aku pingin jungnam sama butterfly tp mbak Rossy kok muncul lg... Punya baby lagi.... Stress aku DI buatnya hihihihii
    Thanks... Lanjutannya beib... Ku menanti :)

    ReplyDelete
  15. Menanti dengan sabar next chapterny,,,
    Makasih cyiiin,,

    ReplyDelete
  16. aigoo penasaran.. sm ky chaemoon yg lagi high eh ditinggal bang jungnam..
    palli palli updateannya..kekekeke

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.