"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, February 26, 2013

Volcano Erupts - FINAL CHAPTER



Mereka diam membisu dalam ruangan itu, larut dalam pikiran mereka masing-masing. Piter tidak dapat berpikir, kepalanya kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan agar semua pihak bahagia tanpa harus menyakiti siapapun. Mengapa begitu sulit bagi ayahnya untuk menerima hubungan mereka? Cukup sembunyikan dari dunia, maka dia dan Liza akan hidup bahagia bersama anak mereka. Mengapa ayahnya bersikeras menepati janjinya sendiri sementara anak-anaknya hidup menderita dan tersiksa bathinnya. Dalam hatinya Piter merutuk ayahnya karena pria itulah yang egois.


“Piter..” bisik Liza memanggil Piter yang masih larut dalam pikirannya.

“Ya? Eliza? Ada apa? Apakah kau baik-baik saja?” tanya Piter khawatir.

Sudah pukul dua sore dan Piter tidak tahu bila Liza sudah makan pagi atau tidak, karena beberapa hari ini Piter tak sanggup menelan makanan seperti biasa. Dan bila Liza seperti itu juga maka dia hanya akan mencelakakan Liza dengan menahannya lebih lama disini.

“Tidak, aku sedikit tidak enak badan. Bolehkah aku pulang?” tanyanya lemah.

Piter menoleh pada adiknya mengisyaratkan agar remaja itu menjaga ayah mereka lalu Piter dan Liza meninggalkan rumah sakit itu untuk kembali ke apartemen. Dalam perjalanan Liza hanya memandang keluar jendela, dia tengah memikirkan sesuatu terlihat dari wajahnya yang sedih. Masalah-masalah yang datang beruntun untuk mereka hadapi terlalu berat baginya, Liza rindu kehidupannya yang dulu, kehidupan seorang Elizabeth Suteja sebelum ibunya meninggal, sebelum dia mengenal Piter.

“Apa yang akan terjadi bila kita tidak pernah bertabrakan di koridor itu, Pit? Mungkinkah kita akan duduk berdua seperti sekarang ini dalam mobilmu? Atau mungkin justru kita akan saling bermusuhan karena bisa saja setelah kau tahu aku adalah anak hasil dari hubungan gelap ayahmu dengan ibuku, kau akan membenciku dan ingin menghancurkanku” ujar Liza pada Piter.

Piter memandang ke depan, memikirkan setiap perkataan Liza padanya. “Mungkin aku akan membencimu, tapi aku yakin.. Aku akan sekaligus tertarik padamu, Eliza” jawab Piter pelan. Dia membayangkan dirinya menjadi seorang kakak yang kejam dan selalu mengganggu hidup adik sedarah lain ibu-nya lalu kemudian jatuh cinta pada Liza.

“Apapun kita, aku yakin aku akan selalu jatuh cinta padamu, Eliza. Aku yakin..” jawabnya dengan tersenyum. Untuk pertama kalinya Piter dapat tersenyum lagi setelah beberapa hari terlihat dengan mimik sedihnya.

Liza tersenyum miris mendengar pengakuan Piter, dia membayangkan hal yang sama. Mungkin bila mereka sama-sama mengetahui hubungan sedarah mereka dari awal, Piter akan mengganggunya dan keadaan akan menjerumuskan mereka dalam cinta yang terlarang namun telah mereka sadari. Orang tua mereka tidak akan pernah tahu bila mereka berhubungan dan Luther tidak akan terkena serangan jantung yang membahayakan jiwanya.

“Kau akan menjadi seorang kakak yang paling kejam di dunia, Piter” ejek Liza padanya. Liza tertawa, tawanya dalam sedih namun cukup mengangkat sejumput beban dari dalam hati Piter. Dengan tangan kirinya yang bebas, Piter meremas lembut jemari tangan Liza dan melanjutkan kemudinya menuju apartemen mereka.

“Aku akan kembali nanti malam. Sekarang aku harus melihat Dad. Uncle Ludwig sedang menuju ke rumah sakit, malam nanti dia yang akan menjaga Dad sehingga aku bisa pulang menemanimu, Eliza” Piter mencium bibir Liza dengan lembut, melepaskan kerinduannya tak bisa bertemu dengan Liza beberapa hari ini. Mereka berciuman dengan hangat dan panjang, Piter tidak ingin melepaskan bibirnya dari Liza.

“Aku ingin sekali menghabiskan hari ini bersamamu, Eliza..” Piter menyentuhkan dahinya pada kening Liza.

“Kau tahu itu tak mungkin, Piter. Herald akan bingung seorang diri dirumah sakit, bila keadaan memburuk dia tidak tahu harus bertanya pada siapa. Kau harus kembali” bisik Liza pada Piter.

Piter menghela nafasnya. “Ya kau benar, Eliza. Ahh.. Aku sungguh merindukan ranjang kita, memelukmu dan tidur nyenyak sehari-semalam tanpa memikirkan beban apapun” Piter memeluk erat tubuh Liza dan menghela nafasnya lagi.

Liza tersenyum lemah, mengecup pipi Piter dan mengantarkan laki-laki itu keluar pintu apartemen mereka. Piter melambaikan tangannya dan tersenyum manis pada Liza untuk yang terakhir kalinya. Tak lama kemudian bell pintu apartemen Liza berbunyi lagi, kali ini Liza terkejut karena Bianca lah yang sedang berdiri di depan pintu bersama seorang laki-laki warga negara asing dengan rambut pirang gelapnya.

“Bi..bianca?” tanya Liza kaget saat membuka pintu apartemennya.

“Boleh kami masuk, Liza? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu” kata Bianca padanya. Laki-laki tinggi dibelakangnya menatap Liza dengan penuh selidik dari ujung kaki hingga ujung rambutnya tanpa ekspresi.

“M..masuklah” jawab Liza sembari membuka pintu dengan lebar untuk kedua tamunya.

Liza mempersilahkan Bianca dan temannya duduk di sofa ruang tamu sementara Liza duduk di sofa di depan mereka. Liza gugup dengan maksud kedatangan Bianca padanya, dalam hatinya Liza was-was dan khawatir apabila Bianca akan mengamuk dan melampiaskan kemarahannya pada Liza karena perselingkuhan Luther bersama ibunya.

“Liza.. Aku tahu kedatanganku pasti membuatmu bertanya-tanya, tapi kau harus tahu aku menyayangimu seperti anakku sendiri dan tak ada yang aku inginkan selain kebahagiaanmu. Kau tahu itu, kan?” tanya Bianca sopan, wajahnya menyunggingkan sedikit senyum, terlihat kesusahan menghinggapi wajahnya.

Liza mengangguk, tidak dapat menemukan kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan ibu dari kekasihnya.

“Piter.. Kakakmu.. Aku tahu kalian adalah saudara sedarah dan.. aku tidak tahu bagaimana harus mengatakan hal ini. Liza.. tolong pergilah dari hidup Piter” Bianca tiba-tiba berlutut dihadapan Liza dan memohon padanya. Liza terkejut dan ikut duduk di lantai, dia membantu Bianca berdiri namun wanita itu tak bergeming, dia teguh dengan pendiriannya.

“Liza.. Aku tahu apa yang aku lakukan ini sangat memalukan, tapi kau harus mengerti. Aku adalah ibu Piter, aku hanya ingin dia hidup bahagia tanpa kesusahan pada hidupnya. Dan dia tidak akan mendapatkannya bila hidup bersamamu. Bila dia memilihmu, Piter harus kehilangan semua hartanya, warisannya, namanya.. Apakah itu yang kau inginkan, Liza? Piter kehilangan jati dirinya?” Bianca menangis terisak memikirkan anak sulungnya.

Liza mengerti kemana arah pembicaraan mereka, dadanya terasa sesak, Liza tidak sanggup menahan perasaannya. Air matanya menetes menyadari dia harus merelakan Piter demi masa depan laki-laki itu. Mungkin mereka memang tidak pernah ditakdirkan hidup bersama, kebersamaan mereka hanya menyakiti banyak orang, mereka berbahagia diatas penderitaan keluarga mereka.

Luther yang masih berbaring di atas meja operasi, Bianca yang bersimpuh memohon padanya, Herald yang mungkin tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan apa yang mungkin akan terjadi pada keluarganya bila Piter dan Liza bersikeras melanjutkan hubungan mereka, atau pada Piter.. yang bisa kehilangan semua kesempatannya bila mengikuti hatinya dan hidup bersama Liza, mereka semua adalah korban dari apa yang mungkin terjadi bila Liza tetap melanjutkan hubungannya dengan Piter.

Dan Bianca masih menangis terisak memohon padanya dengan wajah memelas yang tak mungkin bisa Liza tolak, bagaimana Liza bisa sampai hati menghancurkan harapan seorang ibu pada anak-anaknya. Liza tidak bisa egois dan hanya memikirkan dirinya, tapi apakah bila dia menerima permintaan Bianca lalu Piter akan memaafkannya? Apakah Piter akan sanggup menerima alasannya bila dia suatu saat nanti menemukannya kembali dan bukannya malah mereka akan menjadi musuh? Liza tidak ingin menjadi musuh Piter, dia hanya ingin bersama laki-laki itu, hidup sederhana bersama anak-anak mereka nanti yang sudah tidak mungkin lagi bisa terwujud.

“Liza.. Aku mohon kau memikirkan kembali permintaanku ini, ini semua demi kebaikan semua orang. Ini.. ada sedikit uang untukmu bila kau berubah pikiran. Kau bisa menggunakannya untuk membeli beberapa hektar tanah di desa dan memulai hidup baru atau dimanapun kau ingin, Liza” Bianca menyodorkan sebuah koper yang berisi penuh uang pecahan seratus ribu rupiah, uang yang sangat banyak yang tak pernah dilihatnya.

“Aku tidak bisa menerima itu, Bianca, aku belum menyetujui apapun. Bagaimana dengan Piter? Dia akan marah dan mencariku bila aku pergi meninggalkannya..” bisik Liza sedih.

“Piter akan baik-baik saja, ada seseorang yang akan mengobatinya. Kalian akan saling melupakan bila telah lama berpisah” bujuk Bianca lagi.

Liza terlihat bimbang dalam pikirannya, hingga Bianca berpamitan dari apartemen itu Liza masih terpaku dalam duduknya memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan. Bianca meninggalkan koper hitam itu di atas meja meskipun Liza tidak berniat untuk membukanya.

Hari telah petang saat Liza bangkit dari duduknya, dia merasa begitu lemah dan terkuras energinya memikirkan semua masalah yang mereka hadapi. Liza belum menyentuh makanan sedari pagi, hanya secangkir teh hangat yang sanggup masuk ke dalam perutnya, dan kini Liza limbung hampir terjatuh saat tubuhnya terantuk meja. Handphone Liza berbunyi, dia meletakannya di atas meja. Dengan bertumpu pada punggung sofa, Liza mengambil handphone namun matanya tertuju pada noda darah pada sofa. 

Liza menebah dadanya, matanya membelalak menyadari dari mana asal darah itu. Liza menyentuh gaun belakangnya dan menyadari gaun itu basah, tangan Liza basah dengan darah. Dia bahkan tidak menyadari gaunnya basah ketika duduk termenung saat larut dalam pikirannya.

Tubuh Liza merosot jatuh di atas lantai, badannya yang lemah hanya bisa bertumpu pada sofa disampingnya, Liza meraung-raung menangisi kehilangan anaknya, anak yang dikandungnya selama dua bulan lebih. Perutnya mulas, Liza kesakitan dan keringat dingin menyerangnya. Badannya menggigil kedinginan, wajahnya pucat pasi dan giginya bergemurutuk.

“Piter.. Piter.. Maafkan aku, aku telah membunuh anak kita..” tangis Liza lirih. Dia berbaring diatas lantai yang dingin, meringkuk sambil memeluk tubuhnya yang kedinginan masih dalam pakaian yang sama. Long dress biru muda yang kini telah bersimbah darah, darah yang berbau amis dan mulai mengering dan lengket.

Piter menemukan Liza tak sadarkan diri meringkuk di atas lantai dengan pakaian penuh darah. Seluruh tubuh Piter lemas tak mampu bergerak, wajahnya pucat,  jantungnya berhenti seketika saat nafasnya tertahan. Piter memanggil kekasihnya dengan suara menyayat hati siapapun yang mendengarnya, tangisannya meraung-raung memanggil sang kekasih yang tak mampu menyahut.

Piter menggendong tubuh Liza masuk ke dalam ruang UGD, membaringkannya dengan pelan diatas ranjang. Para dokter dan perawat langsung mengerumuni dan memeriksa kondisi Liza sementara Piter berdiri lemas tak berdaya menyaksikan para pelayan kesehatan itu melakukan tugas mereka.

Piter duduk termenung seorang diri diruang tunggu, Liza telah masuk ke ruang operasi dan sedang diperiksa organ reproduksinya. Piter tidak tahu apa yang sedang terjadi namun hatinya tahu, sesuatu hal buruk telah terjadi dan dia tidak berani memikirkannya. Piter duduk mematung, tatapannya kosong, dia terlihat sangat lelah. Wajahnya kusut sama seperti kemeja putihnya yang lusuh dan terpapar noda darah dari pakaian Liza. Kejadian beberapa hari ini telah menguras tenaga dan pikirannya dan kini hatinya. Piter merasa hampir tak sanggup lagi perpijak pada dunia, dia ingin melarikan diri dari semua masalah ini.

Saat dokter menghampiri Piter dan mengabarinya berita buruk itu, Piter sadar, setengah nyawanya telah pergi. Hidup tidak akan pernah sama lagi ketika harapan masa depan mereka telah sirna. Piter tidak yakin mampu menjadi penopang bagi Liza yang sedang terguncang karena kehilangan anak mereka, karena dia sendiri tidak yakin apabila dia akan sanggup melewati penderitaan ini seorang diri. Saat Liza-nya berbaring lemah di atas ranjang, saat ayahnya juga tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit, ibunya yang mengurung diri dalam kamar dan adiknya yang kebingungan. Piter sama dengan mereka, dia adalah korban yang juga bisa kalah oleh takdir..

Liza diperbolehkan pulang keesokan harinya, mereka tidak berbicara seperti bagaimana mereka selalu menyembunyikan perasaan mereka masing-masing. Mereka bersedih, mereka terluka, hanya Tuhan yang tahu bagaimana mereka saling memerlukan, saling membutuhkan agar bisa melewati cobaan ini.

Mereka menangis dalam kesunyian kamar mereka, dalam pelukan rapuh yang melingkari jiwa mereka yang mulai melemah. Dalam kehampaan hati yang mulai mengikis harapan akan kebahagiaan dan masa depan mereka, dalam keputus-asaan akan apa yang pertama kali ingin mereka perjuangkan. Dan hanya Tuhan yang tahu sampai kapan penderitaan ini akan mereka alami.

Piter mencium lembut kening Liza, membisikan kata cinta pada wanita itu dan tersenyum padanya dalam kebisuan.

“Aku selalu mencintaimu, Elizaku. Istriku..” lalu Piter mencium bibirnya sekali lagi. Liza melambaikan tangannya mengantar kepergian Piter, dia hendak pergi ke kantornya mengurus beberapa surat-surat.

Hatinya hampa saat udara pagi menerpa rambutnya yang melambai-lambai tertiup angin dari jendela mobilnya yang terbuka. Rokok ditangan yang dihisapnya dengan nikmat tak mampu mengembalikan keceriaannya yang dulu. Semua kenangan indah saat pertama bertemu dengan Liza, saat berkenalan dengan wanita itu, saat pertama kali mereka bermesraan dan memadu kasih, saat pertengkaran pertama mereka, bahkan saat tangisan pertama mereka begitu membekas dalam hati Piter dan akan selalu diingatnya dalam hidupnya.

Puntung rokok dibuangnya sembarang ke tengah jalan, menutup jendela kaca mobilnya dan handphonenya berbunyi. Kekasih hatinya ingin berbicara padanya.

“Piter.. Aku hanya ingin kau tahu, aku tidak pernah menyesal bertemu denganmu. Aku tidak pernah menyesal mencintaimu, aku tidak pernah menyesal memiliki kesempatan menjadi bagian dalam hidupmu, dalam hidup anak kita. Kini semua telah berubah, kini semua tak akan sama lagi. Aku menyerah dalam tangis, aku tak ingin berduka lagi. Aku melepaskan cintaku padamu, terbanglah kemanapun kau ingin, Piter. Aku.. akan merengkuh kebebasanku, aku terlalu lama menyiksa diri, mungkin benar katamu.. Bila aku percaya pada reinkarnasi, maka aku harus percaya pada karma. Ya, aku percaya pada karma, Piter.. Dan karmaku akan membawaku kembali pada dirimu. Aku akan menunggumu sampai kapanpun, sampai reinkarnasiku yang abadi tak terhapus, aku akan selalu menunggumu. Akan kuhabiskan karmaku bersamamu, dan kiranya kau memaafkanku bila aku membuatmu terluka. Piter Volcano, belahan jiwaku.. Aku mencintaimu, maafkanlah aku..”

Dan suara handphone terjatuh di lantai, suara benda berat lain berderak, suara manusia tercekik dengan nafas tercekat, cukup bagi Piter untuk memejamkan matanya ketika tangis menguasainya. Air mata jatuh tak terbendung, tubuhnya bergetar menahan segala perasaan yang sedang menguasai, kedua tangan mencengkeram kemudi dengan kencang, mencekal dan meremukan apapun yang sedang digenggamnya, kabut samar menghalangi pengelihatan Piter ketika dia membuka matanya kembali, mata yang berkaca-kaca dipenuhi oleh tangis.

Saat sebuah bayangan gelap begitu cepat mencapainya, Piter memejamkan mata menerima takdir yang menghantam, membawa tubuhnya melayang terbang dalam kebebasan, kebebasan dari semua beban, masalah dan hidupnya.

“Kontak.. kontak.. pusat, masuk. Lapor satu, dua tiga, telah terjadi kecelakaan di ruas jalan tol antara truk gandeng bermuatan dengan sebuah mobil BMW silver, pengemudi BMW tewas ditempat dan sopir truk kini sedang diamankan di markas, ganti..”

“Laporan diterima. Over”

Sirene polisi dan mobil ambulans memecah kemacetan yang disebabkan ramainya jalan yang dipenuhi oleh masyarakat yang sedang menonton tempat kejadian perkara kecelakaan yang merengut nyawa seorang pria berusia akhir dua puluhan, seorang warga negara blasteran Indonesia – Belanda yang ketika ditemukan tewas dengan luka dikepala akibat benturan dengan truk gandeng. Mobil ambulans dengan cepat membawa jenazah ke sebuah rumah sakit milik pemerintah, membelah macetnya jalan raya ibukota di pagi hari yang sibuk.

Tok tak..tok..tak.. suara hak sepatu bergema dilantai koridor apartemen itu, ketika si tamu hendak mengetuk pintu, terlihat olehnya pintu yang telah membuka dan tak terkunci. Dengan was-was si tamu bersama seorang temannya masuk ke dalam apartemen itu tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Seluruh penghuni apartemen di lantai itu bergegas menghampiri asal suara jeritan seorang wanita tua yang kini jatuh pingsan dan sedang diangkat tubuhnya ke atas sofa oleh temannya. Semua orang yang melihat menahan nafas dan berbisik-bisik melihat pemandangan dalam ruangan itu. Seseorang yang dikenali sebagai pengurus apartemen itu berlari ke lobi dan menelphone kantor polisi.

“Lapor pak, ada orang meninggal di apartemen kami. Ya, seorang wanita, dia menggantung diri di dalam apartemennya. Ya.. ya.. alamat kami di...” dan suara hiruk pikuk yang tadinya terdengar memenuhi ruangan kini perlahan-lahan pudar.

Beberapa hari kemudian dikejauhan ratusan orang berkerumun dengan pakaian formal hitam-hitam, jas, dasi, kemeja hingga kacamata hitam memenuhi areal perkuburan pribadi di sebuah makam yang batu nisannya baru saja dipasangkan.

Tangis air mata penyesalan begitu kental di udara. Seorang wanita tua bersimpuh di samping pusara menangisi kematian anak laki-lakinya dalam sebuah kecelakaan hebat, sedang seorang laki-laki tua yang duduk diatas kursi rodanya diam membisu sambil matanya berkaca-kaca karena kehilangan orang-orang yang dicintainya. Dibelakang mereka seorang remaja muda berdiri mematung dengan mata merah bengkak akibat tangisannya, memandang pada batu nisan yang terbuat dari marmer putih dengan pahatan tinta emas di atasnya. Tulisan diatasnya dengan jelas dapat dibaca oleh semua pelayat meski dari jarak sepuluh meter sekalipun.

“Here Lies Our Beloved Son, Daughter, Grand Children, Brother, Sister and Cousin. May God Bestow Peace Upon Them and May They Remain Live Forever in Our Hearts

R.I.P

P.V. & E.S.
Van Der Wilhem
&
Their Beloved Children”

Fade to black.. 


~~~~~ 



108 comments:

  1. :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( :(( piter piter piter piter hikshiks

    ReplyDelete
  2. Nangis kejer..:'(
    Tragic love story!
    Jhat drimu mbak..
    Tega2ny..:'(

    ReplyDelete
  3. Mb shiiiiiiiiin
    :'( :'( :'(
    Tega banget dirimu mbaaa
    Aaaaaaaaaaaa
    Yaampppuuuunnnn
    :'( :'( :'( :'(

    ReplyDelete
  4. aaaaaah tidak.. Tidak.. Piter g' boleh mati.. Piter.. Piter.. Piter.. :'( :'(

    Mba shin knp hrus ending sperti ne..?? Ne mata bner2 bengkak krn nangis mba :'(
    But thanks a lot for your great story..!
    I adore you a lot... Love you.. *hug n kiss*

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbak shin bkn aja mrka lupa ingatan kek.ato tyta g sodara gt.kn qt g jd ngs bombay gni Pitza 4ever

      Delete
  5. Mbaaaak!!
    Kejamnya dirimu buat ending setragis ini.
    Speechless aku mbak,hanya bisa nangis. :'(

    ReplyDelete
  6. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks..
    hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks..
    hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks..
    hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks..

    (T_T) .. NO.KOMEN..

    hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks..
    hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks..
    hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks..
    hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks.. hiks..

    tissue habis kanebo pun jadi..

    ReplyDelete
  7. huaaaaaa.....banjir air mata sungguh tragis kisah piter & eliza
    Love is heavy and
    light, bright and
    dark, hot and cold,
    sick and healthy,
    asleep and awake, its
    everything except
    what it is. - William
    Shakespeare, Romeo
    and Juliet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaaaa Ρ̥̥ε̲̣̣̣̥Lυ̲̣̥к̲̣̣̥ ({}) :* ρ̥̥ε̲̣̣̣̥Lυ̲̣̥к̲̣̣̥ ({}) :*" nong, knp gni y nong jdinya

      Delete
  8. (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

    ReplyDelete
  9. T.T
    sungguh tega bikin cerita sedih kaya gini :’(

    btw enibaswey akhirna mereka bersatu juga >_<


    ad yg happy ending e gak mbak Shin..
    dbikinin ea ea ea *puppyeyes

    ReplyDelete
  10. Pagi ini orang Чªήğ paling dibenci seantero myowndramastory adalah mba shin wkwkwkwk
    Bukan krna jahat tapi karena tega and sadis ma crta piter and eliza... ^__^V

    Aku juga mau lempar mba shin sama #emot pisau, kunci inggris, martil, pistol, petasan and bom...
    Wkwkwkwkwkwk dendam PV n ES terbalaskan...
    RIP PV n ES, we lope u to mat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sumpah ngakak baca komen mba thy, kocak...
      Knp g' lepmar (pake emot bom dll) mba shin ke pm nya mba thy?? Wkwkwkwk

      Delete
    2. Wah ada bandar senjata tajam...
      Jgn" distributornya osama bin laden
      heehehe

      Delete
  11. Udah sila,,, tadi dh ku bumihanguskan dia hahahahaha

    Sila tpi aku bukan badut loh Ɣª, apalagi pelawak... xixixixixixixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah pantes mba shin g' nongol2.. Mba thy lebh kejam ternyta :p

      Wkwkwk y udh alih porfesi gih mba.. Dirimukan bsa nglawak xixixixi :D

      Delete
    2. samper ke bali,mutilasi ank anknya tragis mpe kbwa mimpi

      Delete
    3. Wakakakakakakakakaka mba thy lebih kejam drpda mba shin

      Delete
  12. Tp adil koq sista.. Kan ada herald. Tp kurang tragis ah! Aturan minum racun bareng trus pelukan sampe nafas terakhir ehehe.. Keren!

    ReplyDelete
  13. Mba shin tragis bgt endingnya....(-̩̩̩-͡ ̗̊--̩̩̩͡ ) Ɨƚι̇ƙƨ̃.. Ɨƚι̇ƙƨ̃.. (-̩̩̩-͡ ̗̊--̩̩̩͡ ) Ɨƚι̇ƙƨ̃.. Ɨƚι̇ƙƨ̃.. (-̩̩̩-͡ ̗̊--̩̩̩͡ ) Ɨƚι̇ƙƨ̃.. Ɨƚι̇ƙƨ̃.. #nangisbombay

    ReplyDelete
  14. tu kan bener endingnya piter meninggal kecelakaan hha
    walau rada meleset dikit hha

    hiks hiks mba shin tanggung jawab nih bikin aku nangis tengah malem gini...

    ReplyDelete
  15. Farewall... tapi memang mbgkin ini yg terbaik.... bila reinkarnasi itu ada biarlah mrka bersatu di kehidup yg lain.... sok mellow dah daku... tapi gak kaget endingnya. Gak bisa bilang sad ending.... kan mrka bersatu sehifup semati kan... berarti he dong ;-)

    ReplyDelete
  16. Nangis bombay bacanya :(
    Thnks to give us,your awesome drama

    ReplyDelete
  17. u'r ROCK, darling,,, *di-bold-in


    I loph the End of this story,,
    Bagaikan makan buah simalakama,,,
    Maju kena, mundur kena,,


    ReplyDelete
  18. Mba Shin...... endingnya kerennnnn...
    10 thumbs up.......
    (tmen2 minjem jempolnya ya)

    ReplyDelete
  19. Baca ending langsung nangis bombay.....tragis nian.........

    ReplyDelete
  20. woww...mbak shin...luarrrrrrrrrrrrrr biasaaaa....
    cerita ini udah buat pagi hari yg dingin ini makin menyesakkan dada,,
    but...mungkin inilah yg terbaik buat mereka,,ga da dukungan buat mereka..dan akhirnya mereka bisa bersama dlm keabadian...T_T...

    thanks mbak shin...
    loph u bertubu-tubi lah...

    R.I.P my beloved Piter Volcano...(nah loh??)

    #masih blom nerima Piter ninggalin aku...hiks..hiks..

    ReplyDelete
  21. Shin,,,chukaeyo,,pagi yg menyesakkan Huwªªª..:'(..:'(..:'(..aªªªªa..:'(..:'( :'( ,,, (˘̩̩̩^˘̩ƪ) buat ku,,,bisa2 bad mood sampe sore nih ™Ќîiîk.·:::D Ќîiîk :D::·. Ќîiîk™ lebaydotcom

    ReplyDelete
  22. mbak shiiiiiiiiiiiinnnnn!?
    Katanx happy endiiiiiinnnngggg!? Sebel sama mbak shin T.T

    ReplyDelete
  23. mba shin. Tanggung jawab. Msh nangis nh. Ampe d tanyain sm tmen knp nangis sndirian

    ReplyDelete
  24. wekekekekekekekek manteb nih endingnya .... tokoh utamanya pada mati .tp happy ending ini sih .wekekekekekekek

    ReplyDelete
  25. Akhirnya metooonnnggggg semuanya yaaaa....

    ReplyDelete
  26. Rsa Πγª dri smua serial di myowndrama ini plg sedih Shin ... (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

    ReplyDelete
  27. hhiiikks...hiks..hikss..
    mba shin betapa jahat dan sadisnya kau,
    kami akan menuntut pertanggung jawaban atas semua kejahatanmu pada P.V & E.S.
    *kejar mbg shin smbil acungin revolver kaliber 44, wkwkwkwkkk

    ReplyDelete
  28. hiks...hikss..hikss..hikss..hikss...
    pagi-pagi nagis di kantor, ngebaca cerita piter n liza... tragiss
    huaaaa :'( huaaaa :'(...huaaaa... :'( .... tambah kejer nangis na.....

    ReplyDelete
  29. Ku akui ... Aku ikutan nangiz .. Aku sedih dalam kisah ini tapi tak aku ingkari jempol banget Sad Story -nya dan justru di sinilah pencapaian rating tertinggi.

    Kelanjutannya ada kisah reinkarnasinya kan mbak Shin...? Aku harap begitu , seperti kisah yang di mainkan oleh Ariel Lin, mereka tak bersatu di masa itu tapi bersatu di kehidupan reinkarnasi.

    Semoga kata2 ini benar adanya reinkarnasi :

    “Piter.. Aku hanya ingin kau tahu, aku tidak pernah menyesal bertemu denganmu. Aku tidak pernah menyesal mencintaimu, aku tidak pernah menyesal memiliki kesempatan menjadi bagian dalam hidupmu, dalam hidup anak kita. Kini semua telah berubah, kini semua tak akan sama lagi. Aku menyerah dalam tangis, aku tak ingin berduka lagi. Aku melepaskan cintaku padamu, terbanglah kemanapun kau ingin, Piter. Aku.. akan merengkuh kebebasanku, aku terlalu lama menyiksa diri, mungkin benar katamu.. Bila aku percaya pada reinkarnasi, maka aku harus percaya pada karma. Ya, aku percaya pada karma, Piter.. Dan karmaku akan membawaku kembali pada dirimu. Aku akan menunggumu sampai kapanpun, sampai reinkarnasiku yang abadi tak terhapus, aku akan selalu menunggumu. Akan kuhabiskan karmaku bersamamu, dan kiranya kau memaafkanku bila aku membuatmu terluka. Piter Volcano, belahan jiwaku.. Aku mencintaimu, maafkanlah aku..”

    Sukses banget mbak Shin kisah cinta sedarah ini, dapat ide dari mana sist... Jempol 4 koe padamu. Kerennnn abiz.. Sumpah dech, dibikin drama pasti laku abiz n dapat rating tertinggi.. Aku yakin itu hhiihiiii

    Salam sukses bikin mewek readers

    ReplyDelete
  30. akan selalu di hati my beloved P.V on his story with E.S kereen bgt mba gtw knp aq plg sk VE standing applause dng beurai aer mata,thx u somuch mba :((

    ReplyDelete
  31. huwaaaa mba shiiin T--T aku mengikuti kisah ini dengan harap2 cemas dan trnyataaa huhuhu sungguh tragisss *nangis keras2* kenapa dua manusia yang mencintai harus terhalang begitu berat sampai nggak bisa bersatuu????
    *jeduk2in kepala di tembok*

    ReplyDelete
  32. mbak shin....knpa endingnya g dbwt mrka pisah aja ato gmn gtu.tp jgn mati lah.

    ReplyDelete
  33. mba shin jahaaaaaaattttttt....hikshikshiksssss.

    ReplyDelete
  34. Ayo komen sebanyak2nya biar epilognya cpt kluar hari ni..hehehe

    ReplyDelete
  35. ...
    ending yg tragis.
    berhasil mengeluarkan air mata

    ReplyDelete
    Replies
    1. G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ trima klo mreka mati, huaaaaaaaa
      Mba shin cahaaaaat

      Delete
  36. PV n ES kau selalu dihatiku.
    selamat jalan kawan...

    ReplyDelete
  37. PV n ES
    aq padamu.
    selamat jalan kawan

    ReplyDelete
  38. para PiLiz lovers yg relakanlah mraka

    ReplyDelete
  39. sebenernya aq juga g rela endingnya begini.
    liza tragis bnget sampe bunuh diri

    huaaa

    ReplyDelete
  40. Sungguh kejam dirimu mba shiiiiiii
    Huuaaaaaaaaaaaa
    *nangis guling2

    ReplyDelete
  41. PitZa qu tunggu crta mu di kehidupan lainnya.. Hiks hiks ;'(

    ReplyDelete
  42. Mr. luther inikah hasil dari ketidak jujuran mu.

    ooh sungguh tragis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maafkan ayahmu ini piter, ayah tidak menyesal memiliki Elizabeht, ayah mencintai kalian berdua
      *mr.Luther yg ngomong ya

      Delete
    2. Maafkan ayahmu ini piter, ayah tidak menyesal memiliki Elizabeht, ayah mencintai kalian berdua
      *mr.Luther yg ngomong ya

      Delete
  43. Sungguh kejam dirimu mba shiiiiiii
    Huuaaaaaaaaaaaa
    *nangis guling2

    ReplyDelete
  44. Renkarnasi.. Aq percya, di kehidupan mndtang kalian akan bhagia.. PitZa forever..

    ReplyDelete
  45. kalian tidak salah,
    cinta kalian juga suci.
    hanya saja kalian bertemu diwaktu yg tidak tepat

    ReplyDelete
  46. Replies
    1. bukan spoiler eka..
      Itu kan hrapan aq seorang PitZa lover..

      Berhrap, renkarnasi mrka ada.. Berhrap mrka bahagia.. Berhrap di pertemuan brikut'y mrka bsa saling memiliki ;'(

      Delete
  47. owh bagaimana perasaan mu tuan luther.

    kedua anakmu menjadi korban..

    ReplyDelete
  48. Cinta kalian suci, kalian tidak salah.. Tak ada slah nya sling mencintai dg tulus.. Hanya takdir blum berpihak ;'(

    PitZa mgkin ne yg terbaik untuk kalian... Bersatu di alam lain tanpa peduli cemooh org.. #sy lg lebay

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setubuh sama sila
      Eh se7 sama neng sila geulis
      Hihihihih

      Delete
    2. Setubuh sama sila
      Eh se7 sama neng sila geulis
      Hihihihih

      Delete
  49. bagaimanapun.
    makasih bwt mb shin yg udah bwt cerita ini dpn suksesnya..

    ReplyDelete
  50. (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩
    ___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)


    Mbk shin teganya... Mati semua... Tamat!!!!!

    Fathy aku suka emotmu...

    ReplyDelete
  51. liza oh liza jika aku jd dirimu pun rasanya ak tak sanggup

    ReplyDelete
  52. Pizza enak tu cilo (salah fkus)

    ReplyDelete
  53. begitu menguras emosi dan jiwa.
    oh pitza..

    ReplyDelete
  54. dan skrang si brondong kece Herald hrus menggantikan Piter, sbar honey..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Herald ad kisah sndri kn nanti, asik

      Delete
    2. ssssttt.. (bisik2) jgn blng2 mba.. Nanti bnyak yg naksir Herald, pdhal kan sy ma mba shin udh deal.. Klo si brondong kece Herald uat sya.. wkwkwkwkw

      Delete
    3. Waduuuuuuhhh udh dftar luan dy rupanya (G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ bsa mlik bersama) wakakkakakakakaka

      Delete
    4. oh g' bsa mba rin.. Sy udh punya hak dr mba shin. Herald for me.. dia milik sy *.* #maksa

      Kyaaaa kekekekeke

      Delete
    5. #emot malah
      G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ bisa, milik bersama dunk
      Mba shiiiiiiiiiiiinnnnnn liat sila niiiii

      Delete
  55. cuma nyesek ga sampe nangis. Btw makasih mbk shin dg cerita luar biasa ini, endingnya sangat diluar dugaan.

    ReplyDelete
  56. ending tragis yg mengiris semua hati ;(

    ReplyDelete
  57. tanpa mu aq tak bernywa... Piter ;'(

    ReplyDelete
  58. keren mba shin ide critanya. D tnggu crita2 yg mombastis lainnya :)

    ReplyDelete
  59. di dunia n di waktu skrng kalian berpisah.. dan d waktu yg tepat nanti kalian past akan bersma..

    PiTZa.. Forever..

    ReplyDelete
  60. ada epilognya ???????
    kalo ada semoga ini cuma mimpi, siapapun yg mimpi cepatlah terbangun dr tdrnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, iya iya.. setuju sama mbak Dee.. bisa jadi mimpi Luther atau juga mimpi nya Bianca..

      Delete
    2. Wah... Akhir YG bahagia klo bab ini Emang cuma Mimpi hihihiiii

      Delete
  61. Wah bener kata mba dian, x aj ni smua mimpi ya

    ReplyDelete
  62. hiks....hiks....hua....
    kejam...
    (mbak shin udh kabur?????)

    ReplyDelete
  63. hiks....hiks....hua....
    kejam...
    (mbak shin udh kabur?????)

    ReplyDelete
  64. sorry gak bisa jawab satu per satu. makasi banyak buat komen2nya.. baik yg galak, yg simpati ataupun yg ngamuk2, semua aku terima dengan lapang dada.. maka dari itu sebagai permohonan maaf izinkanlah aku memposting VE EPILOGUE untuk yg terakhir kalinya, PItZa forever... :mudah2an koneksi lancar, ni jg br bisa buka inet dr pagi heee:

    ReplyDelete
  65. huwaaaaaaaaaaaaaaaaa..
    miris miris miriiiisss..
    kenapa jadi seperti ini???
    huwaaaaaaaaa..
    nangis jejeritan di pangkuan yayang Alex, hiks..
    VE, ES, semoga kalian bersatu disana yaaa...
    hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya :D :D :D merry telat nangisnya uhahahuhuahua... amin....

      Delete
  66. Aku y terakhir baca kyku,,,
    hnya bisa berucap
    Mbak $hin emg top markotop
    Endingy tragis bngtz bikin mata aku bengkak lgi
    (°^°)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah sista bisa aja. makasi banyak ya sista :D

      Delete
  67. asli gilaaaa komentnya semuaaaaaaaaa..

    HEBAT sistah~~ UNBELIEVABLE~~
    AMAZZIIIIIIIIIING~~~~~~~~~~~~

    SALUTE KEPADA PitZa Lover~~~U'r a Great Fans Ladies~~~

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg ngomenin komen gila trus namanya apa donk sist?? kwkwkwkwkwkkww

      Delete
  68. mbaaaaaaakk maaf ya telat komen. baru bisa ol cazan laptop ku kebakar :( jadi baru bisa kebelinya sekarang :( *curcol*
    seriously.. aku suka ending nya beneran. biar kata sad ending. keliatan kejam tapi keren,ini yang terbaik buat mereka :D *kabur sebelum diserbu reader lain*

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh turut berduka cinta sista. eh berduka cita. iihhihi untung udah kebeli ya, akhirnya bisa nginet lg hehehehe...

      sip sip sip makasi banyak ya, yah, mgkn memang ini jalan terbaik buat mereka ^^>

      Delete
  69. oh GOD! I can't breath! sista, u must responsible because tht #wajah terluka
    memangnya..penulis adalah Tuhan terhadap apa yang ditulisnya n' mba shin telah memberikan cobaan yg terlampau jauh dr kemampuan tokohnya, duh duh #ngelus2 dada
    4 u sista, ok! one more. URE, SISTA SHIN HAIDO. URE AN AMAZING AUTHOR! hahahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha bisa aja dirimu sist. #jadisenengsayah :3 makasi ya :D

      Delete
  70. huaaaa.... nangis bombay....
    ending yg tragis mbk Shin... tp itu mgkn yg terbaik buat mereka.
    salut dah sama mbk shin....

    standing applause buat mbak shin....(sambil msh nangis)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi sist.. ehhehe sana lap dulu ingusnya-sodorin tissu-

      Delete
  71. baru tau aq. ternyata PN Lovers pd ngumpul d sini jg. telat aq....
    salam kenal semuanya....

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.