"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, March 6, 2013

Catching Angel's Heart - Chapter 3



Dari tempatnya bersandar pada daun jendela lebar rumahnya yang bergaya klasik tahun 1900-an, David memandang bosan pada sekumpulan manusia-manusia dengan penampilan yang dimegah-megahkan dan topeng munafik di wajah mereka. Ditangannya segelas white wine hanya dihirupnya tanpa berniat menyesapnya. David beruntung tidak melihat ayahnya hari ini, namun keberuntungannya tidak berjalan lama.


Michael Steel berjalan dengan bangga masuk ke dalam ruangan tamu yang terdiri dari tiga puluhan orang-orang terkaya Amerika yang setengah di antaranya adalah pejabat di pemerintahan, sementara sisanya adalah keturunan bangsawan dan tuan http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido tanah pada masa zaman kolonial sebelum kemerdekaan, termasuk keluarganya sendiri.

Keluarga Steel memiliki catatan pada sejarah kemerdekaan Amerika yang begitu dibangga-banggakan oleh ayahnya, mereka adalah salah satu keluarga terpandang di negeri itu dan merupakan salah satu keluarga berpandangan konservatif yang masih mendukung cara-cara lama untuk menjalankan sebuah pemerintahan.

Untungnya Michael Steel tidak serta merta ikut terjun ke dalam dunia politik karena disibukan dengan bisnis kapal pesiar miliknya yang menuntutnya untuk berkeliling dunia setiap waktu. Pekerjaan yang kelak akan diwarisi oleh David.

Seluruh tamu undangan berdiri menyambut kedatangan tuan rumah dan menyalami Mr. Steel satu per satu. Dia bagaikan tuan tanah paling tinggi di ruangan itu, semua orang menghormatinya tak terkecuali David yang merasa setengah terpaksa untuk mendekati ayahnya hanya sekedar memberi salam pada laki-laki tua dengan kumis putih tebal dibawah hidungnya.

Michael Steel adalah pria dengan perawakan tinggi besar dengan tatapan mata setajam elang dan sedingin es kutub selatan. Michael Steel tidak segan-segan mengeluarkan kata-kata kasar pada siapapun yang berani melawannya. David, selama hidupnya telah merasakan kekejian ayahnya dan bersyukur dia masih bertahan dan tidak bunuh diri oleh karena depresi.

Dalam usianya yang ke enam puluh delapan tahun, Mr. Michael Steel semakin menakutkan dengan kekuasaannya, pria tua yang semestinya telah pensiun dan beristirahat ini masih gemar mengurus bisnisnya karena belum merasa anaknya cukup pantas untuk mewarisi usaha yang telah dirintis keluarganya sejak akhir 1800-an.

David Steel tidak cukup baik bagi ayahnya sebagai pewaris, begitulah yang David pikir selama ini. Jauh di dalam hati ayahnya, David tidak pernah bisa menerka bagaimana isi hati pria tua itu. Dengan enggan David menyambut pelukan ayahnya dan menyapa pria tua itu dengan suara datar.

Welcome home, Dad” sapa David, dia tidak mengizinkan tubuh mereka menempel terlalu dekat, tangan ayahnya melayang di udara sebelum sempat memeluk anaknya. Tanpa disadari David, mata laki-laki tua itu menyiratkan kesedihan, namun dalam sedetik mata itu kembali menyorot dingin dan tajam keseluruh ruangan.

Dengan suara berat menggelegar, Michael Steel memerintahkan tamunya untuk melanjutkan pesta mereka. Michael Steel memanggil anaknya untuk masuk ke dalam ruangan lain, dalam hatinya David was-was akan apa yang akan dikatakan oleh ayahnya. Jantungnya berdebar kencang berharap ini hanyalah interview rutin mengenai kondisi perusahaan pembuat alat-alat medis yang dikelolanya.

“Duduklah” perintah Mr. Steel pada anaknya. Dengan patuh David menuruti perintah ayahnya dan menyandarkan punggungnya pada sofa empuk.

Michael Steel menatap anaknya dan menerka apa yang sedang dipikirkan oleh David, belakangan David selalu dibuat salah tingkah oleh tatapan ayahnya. Meskipun mereka jarang bertemu namun saat duduk berhadap-hadapan seperti ini David akan diam membisu dan hanya bisa menunggu sang tuan tanah menurunkan titahnya.

“Besok temani aku ke acara pembukaan salah satu kapal pesiar baru kita, bulan ini adalah bulan yang sangat sibuk. Perusahaan kita akan mengeluarkan empat buah kapal pesiar baru dan tubuhku sudah tidak sesehat dulu lagi. Perlahan-lahan kau harus kusiapkan untuk menggantikanku mengurus perusahaan ini, kau dengar?” Michael Steel berbicara dengan tegas pada anaknya, hanya perihal bisnis yang cukup layak dia bicarakan dengan David, terlebih dari itu mereka tidak pernah membahasnya.

Sekali lagi David hanya bisa menundukan kepalanya, tidak berani membantah sama sekali. Dengan jawaban yang hampir tak terdengar oleh telinga ayahnya, David mengiyakan perintah ayahnya. Meskipun dia telah memiliki perjanjian kerja yang lain, dengan terpaksa David harus membatalkannya, dia tidak ingin ayahnya curiga dengan bisnis yang sedang dikerjakannya. Ayahnya bisa menghancurkan usaha yang telah dibangunnya dengan susah payah hanya dalam semalam.

Lalu Michael Steel bangkit dari kursinya, disusul David yang akan sangat tidak sopan bila tetap duduk sementara ayahnya telah berdiri dan berlalu dari sana. Dari sudut matanya David dapat melihat ayahnya masuk ke dalam mobil limousine yang membawanya pergi dari areal rumah mereka. Diluaran para tamu undangan ibunya masih sibuk berbincang-bincang dengan asyik membicarakan hal-hal membosankan yang tidak ingin didengarnya.

David mengendurkan dasi yang begitu ketat menyiksa lehernya, dia sedang berdiri di koridor rumahnya memandang kejauhan pada lapangan berumput hijau yang dulu biasa menjadi tempatnya bermain bersama pengasuh dan pelayannya. Orang tuanya tidak pernah bersamanya dalam setiap langkah kakinya, orang tuanya hanya datang dan pergi melihatnya sekali dalam sehari tanpa menyentuhkan tangan mereka pada tubuh mungilnya.

Orang tuanya selalu menuntut hal terbaik darinya semenjak David mulai bersekolah, dia tidak memasuki sekolah umum, David bersekolah di sekolah private tempat kalangan orang-orang berada bersekolah hingga di high school.

Barulah ketika menginjakan kakinya di universitas terkenal di negaranya, David bisa terbebas dari rutinitas sekolah dengan aturan-aturan yang sangat ketat. Dia bermain sepuas hatinya, melepaskan segala kekangan aturan ayahnya dan keluarganya. David menjadi pribadi yang bebas, liar dan bertindak sesuka hatinya, hingga dia bertemu dengan Darren. Darren yang semula adalah rivalnya berubah menjadi sahabat karibnya dalam suka dan duka.

David tersenyum membayangkan sahabatnya itu dengan masalah-masalah kompleks yang mereka miliki. David menghembuskan nafasnya menyadari hidupnya tak seindah bayangannya dulu, David rindu dengan kehangatan sebuah keluarga yang bahagia, kehangatan yang tak pernah dikecapnya.

“Apa yang membuat laki-laki setampan dirimu termenung dan menghela nafas disini, Dave?” seorang wanita paruh baya menghampiri David, ditangannya terdapat sebatang rokok yang dihisapnya dengan nikmat.

Dia adalah Mrs. Eastwood, istri dari konglomerat kaya pemilik tambang minyak dari Texas. Sejauh itulah Mrs. Eastwood terbang ke D.C untuk menghadiri pesta kebanggaan ibunya. Mereka telah berteman sejak tiga puluh tahun yang lalu, sejak Mrs. Eastwood dan ibunya masih mengejar laki-laki kaya untuk dipersuamikan.

Dalam usianya yang ke empat puluh delapan, Mrs. Eastwood masih terlihat seksi dan anggun. Sisa-sisa kecantikannya masih terlihat jelas diwajahnya. Tubuhnya yang langsing dan sintal dengan payudara yang masih mengembung dengan seksi dibalik gaun sutra lembut berwarna merah yang membungkus badannya tak kalah dari payudara-payudara milik wanita-wanita yang biasa David tiduri.

David tersenyum pada wanita teman ibunya itu, dia telah mengenal wanita ini sejak dia bisa mengingat wajah orang dewasa. David selalu mengingat bagaimana wanita ini selalu terlihat menawan di matanya meskipun dia telah memiliki seorang anak wanita yang kini berusia dua puluh enam tahun. David mengenal kedua wanita ini, ibu dan anak yang memiliki sifat yang hampir sama.

Namun ibunya lebih terhormat, sedang anaknya adalah wanita jalang yang sangat menyukai kehidupan pesta pora tanpa sepengetahuan orang tuanya. Mungkin kisah hidup mereka sama, sama-sama mendapat secuil perhatian dari orang tua dan dilampiaskan pada sebuah pelarian yang bagi mereka merupakan jalan satu-satunya untuk terbebas dari kungkungan dan aturan orang tua mereka. Namun David tidak memperdulikan anak wanita di depannya, dia lebih tertarik dengan apa yang sedang dilihatnya.

Ini adalah kali pertama Mrs. Eastwood berani mendekatinya, sejak David menginjak remaja, David telah memperhatikan tindak tanduk Mrs. Eastwood yang selalu menatapnya dengan pandangan penuh gairah namun tak pernah mendekatinya lebih dari sekedar perbincangan sambil lalu ketika mereka bertemu di koridor. Tapi kali ini, Mrs. Eastwood begitu dekat dengan tubuhnya. Parfum tubuhnya yang memabukkan penciuman David menggugah gairah laki-lakinya pada tubuh wanita ini.

“Mrs. Eastwood, aku tidak melihat kedatanganmu. Maafkan aku karena tidak sopan dengan tidak menyapamu” kata David sembari mencium tangan wanita itu.

Mrs. Eastwood menatap David dengan pandangan penuh gairah, mengerucutkan bibirnya senang dengan perlakuan pria muda di hadapannya.

“Panggil aku Kate. Mrs. Eastwood terdengar sungguh tua. Kau tahu aku belum setua itu kan, David?” Mrs. Eastwood menyentuhkan jari tangannya pada dada bidang David dan memutar-mutar jarinya membentuk lingkaran untuk merayu pria muda ini.

David tersenyum senang, kini tubuh mereka telah menempel dengan intim, David tahu apa yang wanita ini inginkan. Saat dia berhadapan dengan orang-orang ini, David tidak pernah menghiraukan norma ataupun aturan-aturan yang telah dibuat hukum ataupun ayahnya. Dia mencari kesempatan demi kesempatan agar dapat melanggar aturan itu.

“Kate.. Kau memang masih terlihat seksi dan menggiurkan, bahkan anakmu Tracy kalah darimu” David mencium rahang Mrs. Eastwood dan membuat wanita itu melenguh nikmat merasakan jilatan lidah David pada kulitnya.

Catherine Eastwood menarik jas David masuk ke dalam sebuah kamar kosong dalam rumah megah itu. Tanpa membuang waktu, mereka berciuman dengan panas dan melepaskan seluruh pakaian mereka hingga tak menyisakan sehelai benang pun. David menciumi seluruh tubuh Chaterine, memberikan kenikmatan pada tubuh wanita  yang kini menggelinjang gelisah dibawahnya.

Meski usianya hampir berkepala lima, tubuh Catherine masih kencang dan daerah kewanitaannya masih terlihat menawan. Dengan bernafsu David menciumi dan menjilat bagian intimnya dan mendesakan lidahnya menusuk lubang senggama Catherine hingga wanita itu mendesah nikmat.

Tangannya meremas kedua payudara Catherine yang tak kalah seksinya dengan payudara pemain film biru yang kadang ditontonnya. Dua buah jari tangan David menusuk langsung ke dalam daerah kewanitaan Catherine dan membuat wanita itu menjerit-jerit nikmat saat orgasme menyerangnya. David membawa jari tangannya ke depan bibir Catherine lalu mereka berciuman sambil menghisap jari itu.

David kini berdiri diatas lantai berkarpet, sementara Catherine bersimpuh dan mulutnya penuh mengulum kejantanan David yang telah mengeras panjang. David memejamkan matanya, menikmati setiap gerakan dan kuluman mulut Catherine pada ereksinya sementara tangannya berkacak dipinggang.

“Oh, yeah.. Kate.. fuck my dick hard.. arghh..” David mendesiskan nafasnya melalui bibirnya yang mengerucut menikmati kuluman Catherine.

Tubuh wanita itu kini dibaringkannya disisi ranjang, sebelah pahanya diangkat menempel pada dada David sementara pinggul David bergerak maju mengantarkan ereksinya menuju lubang senggama Catherine dan menusuknya dalam-dalam.

“Oh, fuck!! Vaginamu sungguh nikmat, Kate. Kau ingin bercinta denganku seharian, ha? Kau ingin bercinta denganku sepanjang malam? Kau tidak akan puas dengan penisku sekali ini saja kan? Aku tahu kau menginginkanku sejak dulu, Kate. Kau perempuan jalang. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido Aku akan menyetubuhimu dengan keras sekarang. Rasakan hukumanmu karena tertarik padaku. You bitch!!” dengan kejam David menghujamkan kejantanannya keluar masuk daerah kewanitaan Catherine. Wanita itu mendesah dan mendesis sementara tangannya meraba perut dan dada David dengan penuh nafsu.

“Yeah, fuck me Dave!! Aku sudah menginginkanmu dari dulu. Kau adalah laki-laki terhebat dan menawan yang pernah kulihat. Aku menginginkanmu selalu, kau selalu hadir dalam mimpiku. Fuck me harder, Dave. Oh.. yes... oh..” Catherine menggerakan pinggulnya seirama dengan gerakan David. Mereka kemudian berciuman lagi dan sebelah tangan David memainkan klitoris Catherina yang mengantarkan wanita itu ke dalam orgasme terhebat yang pernah dirasakannya seumur hidupnya.

“Ohhh.. fuck you, Dave!! Oh.. Aku keluar... ohh...ohhh... ohhh... fuckk.. nikmat sekali... ohh..” Catherine berteriak sengit dan menggigit sebelah lengan David saat mencapai orgasmenya hingga tangan laki-laki itu berbekas berwarna merah.

Tak lama kemudian David mencabut kejantanannya yang berdenyut-denyut dan menyemburkan cairannya ke atas payudara milik Catherine. Tangannya masih meremas sebelah payudara Catherine sementara bibirnya mendesis menikmati setiap semburan cairan yang keluar dari ereksinya.

“Ah... ahhh.. fuck..fuckk.. oh fuckk.. Kau perempuan jalang, kau sungguh ahli bercinta! Fuck!!” David menciumi lagi bibir Catherine sebelum mereka sama-sama berbaring di atas ranjang yang berantakan.

Mereka sama-sama telanjang dengan nafas tersengal-sengal akibat percintaan yang begitu bergairah. David tidak pernah bersetubuh dengan wanita yang lebih tua darinya sebelumnya, namun dengan Catherine, semua wanita yang pernah ditidurinya tak sebanding dengan wanita ini. Catherine begitu ahli, bahkan organ intimnya pun lebih sempit daripada wanita yang disewanya. Nampaknya Catherine Eastwood hanya pernah ditiduri oleh dua orang pria dalam hidupnya, David dan suaminya sendiri.


Mrs. Eastwood mencium mesra bibir David sebelum berpisah dengan pria itu di koridor tempat mereka bertemu. Sudah satu jam lebih sejak mereka masuk ke dalam kamar yang kini berantakan dengan cairan David yang membasahi setengah sisi ranjang. Mereka tak perduli, David tak perduli meskipun pelayan rumahnya akan bertanya-tanya apa yang terjadi di dalam kamar itu. Dia melenggangkan tubuhnya masuk ke dalam kamarnya sendiri, kamar yang jarang disentuhnya lagi sejak enam tahun lebih dia meninggalkan rumah itu. 


34 comments:

  1. Lunch time......
    eh... nemu postingan baru
    Thanks mBa Shin
    slmat makaaaannn

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya, lunch ku menunya Cah brokoli kali ini. ehhe met makan sista :D

      Delete
  2. hhuufhh,,,
    Baca kisah David serasa naik Roller coaster trus kmudian masuk ke Duna lain di Trans studio,,,
    Yang berakhir pada balap mobil Nascar,,,

    Sungguh memacu adrenalin,,,

    Cyiiin,,,, u ROCK !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hee.. aku belum pernah kesana jd gak tau wkwkkwkw...

      sama2 cin mwah..

      Delete
  3. Dave, kenapa mau ama tante2?

    Eniwey, thanks mba shin.
    Ditengah2 kerjaan yg menggunung, mba shin datang membawa hiburan
    *lebay*

    Mau rikwes dong mba shin, Dave jangan ama yg tante2 dong, trus jangan Sad ending juga kaya VE, saya lebih suka Happy Ending kaya Darren.
    *reader banyak minta*
    Next partnya masih dan akan slalu saya tunggu :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha David gitu lhoh.. wkwkkw

      rekuesnya ditampung.. tp gak janji akan direalisasikan ya cin. soalnya susah kl mengikuti imajinasi lain yg udah kita petakan di kepala sendiri. hahahaha.. :kabur:

      Delete
    2. bongkar Peta dalam otakny mbak Shin,,,,!
      Wkwkwkwkkwkwkwkwk

      Delete
  4. Aduuhh...pliis dech,ga da yg lbh tua#eh...

    ReplyDelete
  5. gak rela david ama kate!? Yah, kok sma tante2 sih? Kirain ama cewek polos, lugu, benci ama cowok playboy dn akhrx david tertantang ama tuh cewek... Kwkwkwkwk :D
    thank u mbak shin *muah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha sabar cin. baru chapter 3... Darren aja begituan di chapter bontot2 ama soulmatenya uhauhauahua

      Delete
  6. wowowowowowow
    mb shiiin :3
    tapi kenapa ma kate mb shin? ketuaan aaahhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah beda 20 taun aja kok.. belum tua2 amat. lol

      Delete
  7. Hadeehhh serasa yuni sarah am raffi ahmad aj ya..xixixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hooo beda rin... km dah liat yg di hyden belum??? masak itu dibandingin ama yuni n raffi??? kalah mah yuni lol

      Delete
    2. Blm, bru liat jdulnya aj..
      Gmna gtu mw bacanya.hahahahaha

      Delete
  8. HOT....bru tau klo sama tante2 bisa hot juga....hehehe:) thanks mbk shin<3

    ReplyDelete
    Replies
    1. hohoho nene... banyak2 nonton film biru ne. wkkwkwkwkw

      Delete
  9. Aissshhh.... David kya Πγª smua lubang dmasukin dech, ngga peduli muda tau tua... Lewat belakang tau dpn....

    ReplyDelete
  10. Aissshhh.... David kya Πγª smua lubang dmasukin dech, ngga peduli muda tau tua... Lewat belakang tau dpn....

    ReplyDelete
  11. Aissshhh.... David kya Πγª smua lubang dmasukin dech, ngga peduli muda tau tua... Lewat belakang tau dpn....

    ReplyDelete
  12. Aissshhh.... David kya Πγª smua lubang dmasukin dech, ngga peduli muda tau tua... Lewat belakang tau dpn....

    ReplyDelete
    Replies
    1. weks.. 4 biji komennya lol.. yoi donk. 3 lubang dimasukin jg kok ama david. tau kan yg mana aj?? hihihhih

      Delete
  13. Tua, muda kyky gak masalah buat david
    asal kan lubangy muat buat dia
    Ngomong 2 lubang apaan tu mba shin
    Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha 3 lubang kok fira... bukan 2 lagi uahuahuaha coba dibaca ulang. lol

      Delete
  14. berisik amat mbak shin acara david ama mrs. eastwood.....
    huuuuaaahhahahahahahaha.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha lho david n mrs. eastwood di hyden lebih parah lho sist. dah mampir kesana belum? ihaiaihaia

      Delete
  15. Oh man!!
    Sama tante2 aja david bisa se-ganas itu,apalagi kalau sama cewe polos yang belum pernah begituan ya.Wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha lho justru kl sama cewe polos dia menyesuaikan. kan david benci pelacur, makanya dia ganas kl sama mereka. lol

      Delete
  16. alamaaaaakkkk... tante-tante.... tante-tante gitu lho dave!
    plis..pls..plis... tak cuplis deh cowok satu ini...
    bikin gemesssss...
    ekekekekekekek..

    lanjootttt jeng shin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. lho tante girang.. hott hott hott.. ihihihihih

      siap...

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.