"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, March 11, 2013

"Lu Tu Musuh GW Cong!" - Chapter 11



Dia melemparkan tubuhku ke atas tempat tidur, menyeka keringatnya di dahi, lalu berkacak pinggang dan menunjuk diriku dengan telunjuknya.

“Aku hanya ingin kau menginap malam ini saja disini, aku tidak bisa kemana-mana malam ini karena akan ada tamu yang berkunjung. Seandainya kau tidak ketiduran mungkin aku sudah mengantarkanmu kerumah ibumu dan aku masih bisa menerima tamuku disini. Tapi karena kau tertidur, semua rencanaku berantakan. Jadi jangan banyak protes, diam-diamlah. Akan aku pesankan makanan untuk kita, aku tidak akan memaksamu bila kau tidak mau” untuk pertama kalinya dia berbicara sepanjang itu padaku. Huh??!! Kamu tidak akan memaksaku bila aku tidak mau?? Memaksa apa?? Kamu akan memaksaku apa?? Dasar laki-laki hidung belang!!


Kulemparkan bantal di kasur ke arah Liam yang ditangkapnya dengan mudah, dia lalu tersenyum dan keluar dari kamar ini dengan senyum tersungging.

Tak lama kemudian Liam membuka pintu kamar yang dia berikan padaku, dia sungguh tidak sopan, seharusnya dia mengetuk terlebih dulu pintu ini, dan bukannya membuka seenak perutnya. Bagaimana kalau aku sedang membuka pakaian atau mengupil? Malu donk!! Issh!!.. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

“Ayo makan dulu, aku lapar” katanya. Dia menungguku keluar dari kamar dan kamipun makan dalam diam di meja makan.

Bahkan interior rumahnya pun sungguh mewah, aku belum  pernah melihat rumah semewah ini seumur hidupku, bahkan rumah yang kami miliki dulu sebelum orang tuaku bercerai tak semegah ini.

“Rumahmu bagus” komentarku tentang rumahnya. Dia hanya diam tak menggubrisku, sibuk dengan handphone ditangan, nampaknya dia sedang membalas sms.

“Sms dari pacarmu?” tanyaku sok ikut campur.

Dia menyipitkan matanya dan memandang ke arahku. “Sok tahu” jawabnya.

Kucibirkan bibirku lalu bangkit dari meja makan, mengambil piring-piring kami dan mencucinya di bak wastafel dapur. Bahkan dapurnya pun begitu modern, kompor listrik, oven listrik, kulkas segede lemari pakaian, meja dapur dari marmer, lemari-lemari perlengkapan memasak yang terisi lengkap.. surga bagi tukang masak sepertiku. Akankah Liam keberatan bila sesekali kupinjam dapurnya untuk melatih skill memasakku? Hmm..

Bell pun berbunyi, tamu yang ditunggunya telah datang. Setengah berlari Liam berjalan keluar rumah, membuka pintu gerbang dan sebuah mobil sedan hitam masuk ke halaman. Setelah menutup kembali pintu gerbang rumahnya, Liam menyambut sepasang suami istri yang baru keluar dari dalam mobil, bahkan dia membungkuk memberi hormat saat menyalami tangan pasangan itu. Mereka tertawa lepas, aku tak pernah melihat Liam tertawa seperti itu, hanya senyuman dan tawa liciknya yang bertebaran saat bersamaku.

Sisi Liam yang baru kukenal ini membuatku menyadari, selama ini hanya laki-laki inilah yang ada dalam pikiranku, yang ada dalam hatiku.. Apakah aku sudah jatuh cinta padanya? Semoga tidak.. Bukankah dia adalah musuhku? Iya, kan? Dia musuhku kan? Oh, mami..

Tamu Liam pun duduk diruang tamu, Liam memanggilku agar mendekat. Apa maunya sekarang? Kalau itu tamunya dia kenapa aku harus ikut menyapa mereka?

“Prof, kenalkan ini Camelia, tunangan saya” apa? Tunangan?? Kapan kita bertunangan? Bukannya berpacaran saja bo’ong-bo’ongan? Tapi meski demikian aku tidak ingin mempermalukan Liam di depan tamunya. Akupun menjabat tangan pasangan suami istri itu dengan sopan.

Sebagai tuan rumah yang baik, kubuatkan secangkir kopi untuk masing-masing tamu milik Liam. Karena dilaboratorium kampus pun menggunakan kompor listrik yang hampir sama dengan kompor di dapur rumah Liam, maka akupun tidak terlalu kesulitan menggunakan peralatan memasak itu. Tiga buah cangkir kopi kuhidangkan untuk Liam dan tamunya beserta penganan kecil yang kutemukan dalam rak makanan.

Aku heran, meski Liam nampak tinggal dirumah ini seorang diri, persediaan makanan dan peralatan rumah tangganya begitu lengkap. Jangan-jangan orang ini adalah seorang yang perfeksionis, mengharapkan segalanya sempurna dan tak kurang suatu apapun. Tubuhku sedikit merinding memikirkan hal itu, seperti apakah standar wanita yang memenuhi ke-perfeksionisan Liam?

“Kau kedinginan? Istirahat saja dulu di dalam” duh, mami.. Suara laki-laki ini begitu lembut, untuk pertama kalinya dia berbicara seperti ini padaku. Tunanganku yang baik hati, sopan santun dan penuh perhatian. Hueekk!!

Aku hanya tersenyum dan ikut bermain dalam sandiwara Liam, setelah meminta maaf pada kedua tamunya, akupun mengundurkan diri masuk ke dalam kamar tempat yang disediakan Liam untukku. Selama setengah jam aku bengong di kamar, ingin kunyalakan televisi tapi takut suara tivi akan mengganggu tamu diluar.

Karena tidak ada kerjaan, kubuka-buka saja lemari yang ada di dalam kamar ini. Tidak jauh berbeda dari interior diruang tamu rumah ini, interior kamar inipun tak kalah mewahnya. Tempat tidur yang kududuki tadi sangat empuk, beda jauh dari kasur spring bed murahan yang telah kutiduri bertahun-tahun. Seprainya berwarna putih bersih, dengan selimut warna serupa, kamar ini seperti kamar hotel berbintang lima minus menu room service

Lemarinya dipenuhi pakaian, puluhan kemeja lengan panjang dan pendek, bergaris, kotak-kotak hingga polos. Beberapa belas jas berbagai warna yang didominasi warna putih, dasi, celana panjang pantalon yang begitu lembut ditangan saat kusentuh. Beberapa buah baju kaos yang digantung dalam lemari, juga bertumpuk-tumpuk pakaian lain di ruang lemari disebelahnya, sapu tangan, kaos kaki hingga celana dalam..

Pipiku terasa panas saat menemukan celana dalam, mungkin ini adalah celana dalam milik Liam. Apa yang aku pikirkan sehingga pipiku merah merona seperti ini? Segera kututup lemari ini dan baru kusadari, kamar ini adalah kamar Liam sendiri.

Sial!! Kenapa dia memberikanku kamar ini? Jangan katakan disini hanya ada kamar ini dan kami terpaksa tidur seranjang??? Tidakkk!!!

Kuintip ke arah ruang tamu, Liam masih sibuk berbincang-bincang dengan tamunya. Sudah pukul sepuluh malam dan mereka belum juga pulang, apa sih yang mereka bicarakan hingga begitu asyik dan lupa waktu?

Tak ada yang bisa kulakukan selain berbaring di atas ranjang, pikiranku melayang pada pertemuanku dengan Liam, ciuman-ciuman kami, saat-saat berada di desa, di sungai dekat air terjun.. Hatiku hangat saat mengulang kenangan itu, apa kelebihan seorang Liam hingga aku telah jatuh hati padanya? Aku bahkan tidak tahu nama lengkapnya, umurnya, pekerjaannya, statusnya dan dia telah dengan licik masuk ke dalam hatiku seperti ini.

Oh, mami.. Semoga Liam tidak pernah tahu isi hatiku padanya, akan sangat memalukan bila dia tahu. Dia akan menjauhiku bila dia tahu isi hatiku, papa juga tak mungkin mengizinkan kami bersama, apa kata orang-orang bila aku berpacaran dengan adik ‘ibu’ baruku, yang notabene adalah ‘pamanku?’

Meski kami tidak memiliki hubungan darah sama sekali, tetapi tetap saja hubungan ini salah, kan? Meski usia kami tidak berbeda jauh, tapi tetap tidak akan ada yang merestuinya kan? Dan itupun bila Liam juga menyukaiku, dia hanya senang bermain-main denganku, dia kan sudah punya pacar, wanita yang akan dia nikahi, wanita yang akan mengisi rumah ini dengan dirinya, kepribadiannya dan hobinya.

Air mataku pun turun, membayangkan wanita lain bersanding di samping Liam terasa menyakitkan. Sakitnya beda saat menemukan Edo dan Neli mengkhianatiku, jauh berbeda. Saat memergoki Edo dan Neli aku tidak terlalu perduli, aku masih bisa menatap masa depan yang cerah. Tapi.. saat memikirkan Liam akan menikah dan membangun rumah tangganya dengan wanita lain hatiku menderita, hatiku perih. Nampaknya aku sudah jatuh terlalu dalam pada laki-laki ini.

Hanya bantal yang bisa menerima air mataku, sungguh menyakitkan. Ranjang ini.. Rumah ini.. Dapur itu.. Kebun itu.. Laki-laki itu.. Dia bukanlah untukku, dia tidak akan pernah menjadi milikku. Tuhan.. mengapa aku jatuh cinta pada orang yang salah??

“Kau tidur?” suara Liam membangunkanku, aku ketiduran lagi. Begitu mudah untuk tertidur disini, dan kali ini aku tidak bisa membuka mataku lagi. Setengah terpejam kurasakan tubuhku ringan, terangkat oleh tangan kokoh yang memeluk tubuhku dengan lembut, tangan yang menyelimuti tubuhku, lalu mengecup pipiku yang basah oleh tangisanku. Sebelum mataku terpejam lagi, samar kudengar suara Liam yang berbisik padaku.

“Selamat tidur, sayang..” mungkin itu hanya mimpi, Liam tak mungkin membisikan kata semanis itu padaku. Dan akupun terlelap dalam tidur yang dalam.

Ketika aku terbangun, sisi disamping ranjang tempatku tidur terasa dingin, Liam tidak tidur disini. Dimana dia tidur semalaman? Rambutku terlihat berantakan di cermin yang menempel di lemari, ugh.. Aku harus merapikan penampilanku sebelum keluar dari kamar ini, tapi bagaimana? Kulihat pintu kamar mandi dalam kamar tidur ini, wah kebetulan.. Aku ingin buang air kecil dan membasuh wajahku.

Kubuka saja pintu kamar mandi itu tanpa curiga sedikitpun, Liam tidak mungkin ada disini, kan? Dia pasti tidur di kamar lain. Tapi saat menemukan laki-laki itu sedang mencukur cambang di pipi dan dagunya, dengan handuk melilit dipinggang yang hanya menutupi bagian bawah pusar kebawah, Liam masih terlihat mengejutkan dengan dada telanjangnya.

Dia tidak memakai kacamatanya dan dia terlihat.. Panas.. Pipiku yang panas..

“AAAAAAAAKKKKKKK!!!” akhirnya aku bisa berteriakk juga dengan keras.

Terlambat bagi Liam untuk membekap mulutku, suaraku begitu lantang dan keras, entah bila ada tetangga yang mendengar.

“Apa yang kau lakukan? Berteriak seperti orang kesurupan!!” tangan Liam membekap mulutku lagi. Sorry... refleks..

Liam menatap wajahku tajam, krim cukur masih menempel didagunya, dia melemparkan kurisan kumisnya begitu saja ke lantai untuk membekap mulutku. Aku kan sudah minta maaf..dalam hati..

Aku diam, mulutku ditutup oleh tangannya, Liam pun tak berbicara, matanya menatapku tanpa kedip, pupil mata Liam semakin lebar, wajah kami semakin dekat. Aku tahu apa yang akan dia lakukan, kututup mataku pasrah menerima ciuman bibir Liam. Ciuman selamat pagi yang liar.

Tubuhku terasa melayang saat Liam menciumi bibirku dengan mesra. Aku tak perduli krim cukurnya yang mengenai wajahku, ciuman kami masih terasa panas dan semakin panas saat Liam menarik tubuhku masuk ke dalam kotak shower, dia membuka keran air hangat yang langsung membasahi tubuh kami, membersihkan sisa-sisa krim cukur dari wajah Liam dan wajahku.

Dirangkumnya wajahku dengan matanya yang sayu, Liam.. Aku tak tahu mengapa aku bisa seperti ini saat berada di dekatnya, aku bahkan tidak memusingkan lagi meskipun dia mungkin bersekongkol dengan kakaknya Lili untuk menipu papa, tapi saat ini aku tahu, aku menginginkannya, cuma dia.

Pakaianku telah teronggok di lantai, handuk yang membalut pinggang Liam juga bernasib sama. Tak berdaya basah terinjak-injak dibawah kami. Liam menciumi sekujur tubuhku, aku menjadi lemah, aku bingung, aku tahu saat ini aku sadar sepenuhnya dengan apa yang sedang kami lakukan dan apa yang akan kami lakukan. Tubuhku tak berdaya menolak semua perlakuan Liam padaku, aku juga menginginkannya.

Apakah aku akan merelakan keperawananku untuk laki-laki ini? Laki-laki hidung belang, mata keranjang, tukang selingkuh, bajingan berengsek Liam? Ya, aku rela.. Karena aku mencintainya. Setelah ini.. Setelah ini aku akan pergi, aku yakin dia juga akan pergi setelah mendapatkan keinginannya, aku juga tidak akan mempermasalahkan hal itu, kehilangan keperawananku pada orang yang aku cintai, aku tidak akan menyesal.

Liam mengangkat tubuhku yang telanjang ke atas ranjang, air yang menetes dari tubuh kami membasahi lantai dan ranjang, tapi siapa yang perduli? Perhatian kami teralihkan pada gairah kami yang sedang bergelora, kutatap wajah Liam, matanya tak kalah sendu seperti mataku. Bisa kurasakan ereksi kejantanan Liam yang sedari tadi menyentuh perutku, dia menginginkanku.

“Liam..” untuk pertama kalinya aku memanggil namanya, nama yang selalu kupanggil dalam mimpiku.

Dia mencium bibirku dengan perlahan, begitu mesra, merayu dengan lembut, hatiku sesak penuh dengan rasa cinta ketika Liam mencumbu tubuhku dengan hati-hati. Dia bercinta denganku, menganggap tubuhku rapuh, serapuh porselen China. Bibirnya lalu turun ke leher, ke arah dadaku, mengecup ujung payudaraku, menciumi perutku lalu naik lagi pada belahan dadaku. Kali ini bibirnya menghisap buah dadaku, meninggalkan sebuah rona merah pada kulit putihku. Sebuah desahan nikmat keluar dari mulutku, nafasku terputus-putus, Liam begitu ahli merayu tubuhku. Membayangkan dia melakukan hal ini dengan wanita lain membuatku bersedih, tentu dia pernah melakukannya dengan wanita lain, dia adalah laki-laki dewasa, tak mungkin laki-laki perjaka bisa selihai ini mencumbu tubuhku.

“Camelia..” bisiknya serak ditelingaku. Tubuh Liam telah menindih tubuhku, ereksinya yang keras bergerak maju mundur di atas pubisku. Merangsang daerah kewanitaanku yang telah basah. Oh, mami.. Maafkan aku bila mengecewakanmu, saat ini aku akan menyerahkan kesucianku pada laki-laki yang aku cintai. Aku tidak akan menyesalinya, apapun yang terjadi nanti, seburuk apapun dia nantinya, aku tahu dialah cinta pertamaku, padanya kuserahkan kehormatanku. Maafkan aku bila pikiranku sedangkal ini, aku memang bodoh, bodoh karena rasa cintaku padanya.

“Ugh...” sakit!! Rasanya sakit sekali saat Liam mendesak masuk ke dalam tubuhku. Dia menciumi bibirku lembut, tubuhnya bergerak perlahan menyentak di dalamku, mendobrak selaput keperawanan yang menjaga pertahananku.

“Sedikit lagi, Camelia.. Sedikit lagi..” bisiknya ditelingaku. Suara laki-laki ini begitu lembut, menghiburku yang tengah menahan rasa sakit tak tertahankan. Air mataku mengalir demi menahan rasa sakit pada bagian dalam tubuhku yang kini sedang dikoyak olehnya.

“Arghhh!!!” teriakku ketika Liam berhasil mengoyak selaput keperawananku. Lalu dia bergerak semakin kencang, setelah pertahanan terakhirku dikalahkannya juga.

“Lia.. Oh, Lia... Camelia..” aku tidak bisa mendengar panggilan namaku saat tubuh kami bergerak seirama, rasa sakit itu masih menggangguku, ketika kenikmatan pertama mulai kurasakan tubuhku telah lemas dan tak mampu bertahan lagi.

Akhirnya aku mencapai pelepasanku, dengan tubuh Liam mengejang di atasku. Dia mengeluarkan cairannya di dalamku, mengerang kesakitan dengan nafasnya yang tersengal-sengal.

Saat semuanya telah berakhir, Liam menciumi bibirku lagi dengan mesra. Air mataku masih menitik, antara menahan rasa sakit dan mensyukuri nikmat yang Liam berikan padaku.

“Maafkan aku, Camelia..” lalu Liam memeluk tubuhku dengan erat. Membawa wajahku yang bersimbah air mata ke dalam pelukan hangatnya.

Aneh, seharusnya aku marah karena kami bercinta bukan atas dasar cinta. Liam tidak mencintaiku, cintaku hanya bertepuk sebelah tangan. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido  Dia bahkan meminta maaf karena telah memberikan pengalaman terindah ini padaku. Apa yang akan aku lakukan setelah ini? Sekarang barulah aku memikirkan masa depanku, masihkah akan ada laki-laki yang mau denganku setelah aku kehilangan keperawananku?


Aku sungguh tidak ingin memikirkannya sekarang, tubuhku lelah. Dan aku pun terlelap dalam pelukan Liam, iblis bajingan ini. 


73 comments:

  1. Wah dah di apdet.. thx sis... tapi si neng nyerah nih sama liam... moga moga aja liam gak mainin neng deh... kasian

    ReplyDelete
  2. akhrx gol jga, wkwkwkwk g se hot david tpi karena nunggu lama jdi berkesan mbak shin, thank u mbak shin *lope*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... golnya doank nih yg ditunggu grr...

      Delete
  3. wow....belah duren.....
    makasih mbak shin.....
    penasaran ama POV liam deh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha nanti deh kita bikin ya habis ini ;)

      Delete
  4. Ohhhh my,, tak trduga trnyta gol ny d chapter yg ke 11 ini :)) kr2 bab brkt ny bakal g mana yaaa hehe..
    mksh mba shin,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. bakal gimana hayooo??? ehehehe sama2 sista :D

      Delete
  5. GOOOOOLLL
    Marathon nih mBa Shin???
    Hehehehe
    mksh ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya.. readers jg ikutan marathon lol.. sama2 ya :)

      Delete
  6. Ikutan Komeng dulu baru bacah setelah mandi hemmmm sabr2 ..

    Makasih mbak Shin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah mandinya pasti satu jam nih..

      Delete
    2. Ah tau aja sist.. Aku kan gak cm mandi Doank ,,, golden monkey juga abiz itu pke conditioner bntr hehee promosi ritual mandi hehee

      Delete
  7. wah mang ni crta ringan tp berkesan bgt

    ReplyDelete
  8. sleep n morning kiss na bkin iri j,..

    ReplyDelete
  9. makasi mba shiiiinnnn :*

    ReplyDelete
  10. aw aw aw *.*
    Liam 'mencoblos' #eh

    Wkwkwk
    Thanks mba shin.. :*
    Story yg ne kece, ringan, lucu, seru n romantis'y sweet.. *apa coba itu?
    xixixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya itu dah si cong n neng. lol.. ahhaha sama2 silo...

      Delete
  11. eh om Liam ni sebenarnya siapa sich?????
    Dokter kah?? pengusaha kah??? atau......
    hehehehe

    yeah akhirnya bisa juga comment ,
    hhehehehheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang knp kok gk bs komen sist? eror ya?

      Delete
  12. bener-bener penapsaran mbak shin buuat cerbung ini, berhubung sudah pasrah dengan rosnam couple.. heheh..
    alurnya cerita ini gak bisa ditebak .. makasih ya mbak shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa besok deh ya jung nam D:

      sama2 sista, makasi kembali :)

      Delete
  13. mbak, diposting lagi donk ceritanya sampe tamat!
    hheehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha tamat aja belum cin di file aslinya ahhahaha... belum dpt ngetik lg ;)

      Delete
  14. Komen lg biar d post lagiiii

    Omooo Liammm (♥▽♥ʃƪ)
    Udah deh pasti Neng itu jodohnya ama Liam... (Y) :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahhaha ndka bakal cong dipost lg, nunggu lusa.. lol

      Delete
  15. Makasin Mba Shin dah di posting bab 11 na.
    Ada tantangan bykna komen lg ga, spy di posting tuk bab selanjutna?
    *ngarep.com *-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. ndak ada, paling jg kalian kalah wong dah malem gini :D

      Delete
  16. mbaak shin....
    makin mantep aj neeh..

    pertanyaanna adalah apa neng hamil???
    trus cewe liam dkemanain???

    lanjut mbak shin :-*

    ReplyDelete
  17. mbak, diposting lagi donk ceritanya sampe tamat!
    hheehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum keketik sampe tamat nih.. apa mau aku posting tulisan "TAMAT" ?? ihihihi

      Delete
    2. Jangaaaaaaaannnnnn mata melotot berkacak pinggang hehee

      Delete
  18. Abiz mandi segera bgt ehemmm

    Aku jd ingat postingannya Riska Nova .. Laki2 dilihat ke masa Depan TP perempuan di LIAT dari masa lalu ... Dan.... Neneng ini ... Klo punya masa lalu seperti ini n tambatan hatinya bukan sama kodok liam .. Pasti galau abiz ... Di Indo itu terkenal bgt adat ketimurannya ,,, meski gak semuanya gt ... Walah aq ngomong apa sih ... Hahaha

    Makasih cinta ... Lap YU hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa susah ya jd cewek.. ckckck... lap yu too pake serbet...

      Delete
    2. Mbak shinnnnnnnnnnn selalu dech ... Hiks hiks

      Delete
  19. Sedikit kecewa kak ama si eneng !!
    Kenapa dia begitu mudah,menyerah,,
    moga aj,,Liam bener2 mencintaiy,,

    thx buat kk Shin,,y udah bekera keras hari niii,,
    post 4 chapter sekligus,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha yah, welcome to reality.. tidak semua orang kuat hatinya, bahkan yg lebih parah banyak :bukan yg lebih mahal ya, itu mah iklan HIT obat nyamuk semprot: ihihihi


      sama2 sista, makasi jg udah ikutan komen2 yg banyak ;)

      Delete
  20. kak shin terererengkyu :-D
    akhrnyaaaaaa... benerkan gooooolll.. hehehe
    lagilagilagilagi...
    next chapt dunk pliiissss

    ReplyDelete
  21. Oh mba shin..kau membuatq marathon di tengah malam...

    ReplyDelete
  22. liammmm,,,
    u're so damn hot,,,,
    shower scene luv it,,,
    kpn ya david dapet shower scene,,,,????

    ReplyDelete
  23. mbk shin mau cong lagi....hehehe thanks mbk shin*kiss&hug

    ReplyDelete
  24. Uhuuuuyyy gol gol gol
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba shin
    Bobo lg ah

    ReplyDelete
  25. Makasi ya mba shin, ditunggu kelanjutannya :)

    ReplyDelete
  26. Semoga setelah ini liam gak ngelepasin neng,malah jatuh cinta juga.Sedih baca POV nya neng,cinta bertepuk sebelah tangan.Ahikshikshis.

    ReplyDelete
  27. oh no..jgn2 si liam nih emang dah pny modus buat bikin hamil si neng, khan klo dah hamil mau ga mau harus direstuin mereka sama keluarganya...hemmm moga2 aja liam emang cinta ama neng n ga ngehancurin si neng...

    ReplyDelete
  28. mengapa neng oh mengapa neng...mengapa pertahananmu begitu mudah runtuh... thx mbak shin buat postingny.

    ReplyDelete
  29. hmm,,finally...
    setelah b'kutat denga koment shrian,,
    Akhirny kpost juga CONG 11,,
    Makaasiih so much cyiin..

    met Hari Raya Nyepi untukmu & kluargamu,,
    Sgla yang t'baik smga hadir dtahun yg bru nie,,
    *get baby soon,,amiiin..

    ReplyDelete
  30. makasih postingannys mbsk shin

    ReplyDelete
  31. moga-moga hepi ending, demi si Eneng & Koh Liam, amin.....

    ReplyDelete
  32. Yes akhirnya...mba shin ayo lagi psotingnya..

    ReplyDelete
  33. dipost jam brp ni? mata dah ga kuat nungguinnya... jam 2 pagi ni q baca..
    cuma penasaran LIAM yg sesungguhnya seperti apa???? sampe jumpa di part selanjutnya mbk shin.

    ReplyDelete
  34. ketiduran, akhirna liam berhasil tp beneran cinta khan sama si neng? Mksh Mb Shin udah berbaik hati seharian ini;-)

    ReplyDelete
  35. Ikut sedih sama neng (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Dunia mang ƍäªk adil, cewe disuruh menjaga keperawanan'a tapi cowo bebas melanglang buana. Cewe sekali melakukan berbekas seumur hidup, cowo ƍäªk da bekas'a sma sekali,,,,

    Smoga Liam bnr2 cinta n sayang sama neng yah,,,,
    º°˚˚°º♏:)ª:)K:)ª:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º mba shin :*
    Hari ini mba shin nyepi yah,,,,
    Met menjalankan mba....
    Smga d tahun mendatang smua jd lebih baik lgi u mba n keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakkaa cerita virgin tenang say ..
      Liam dokter ahli bedah plastik :P so bs operasi balik , operasi virgin wakaka

      Delete
  36. perkmbangan hub neng m liam ;
    1. pacaran (sandiwara)
    2. tunangan (sandiwara)
    3. nikah(bkalan sandiwara jg????)

    hmmmm...¿

    ReplyDelete
  37. perkmbangan hub neng m liam ;
    1. pacaran (sandiwara)
    2. tunangan (sandiwara)
    3. nikah(bkalan sandiwara jg????)

    hmmmm...¿

    ReplyDelete
  38. perkmbangan hub neng m liam ;
    1. pacaran (sandiwara)
    2. tunangan (sandiwara)
    3. nikah(bkalan sandiwara jg????)

    hmmmm


    ReplyDelete
  39. Biasa Πγª adegan ML Πγª detail Shin... Kok ini kurang ya. Heheh.

    ReplyDelete
  40. Aaaaaaaaaaakkkkkkkk,,Mba Shiiiiiinnnnnnnnn
    Hukz,,hukz,,hukz...nnti Neng gmn klo g jd sm Liam??huaaaa,,,,

    ReplyDelete
  41. wakakaka dari smlm mau coment ini
    akhirnya GOL juaaa
    kayaknya Liam kenalin tunagan ke prof , Liam mo nae pangkat ya nae jabatannya di rs?
    yaa semoga hub liam n awet yaaa

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.