"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, March 12, 2013

"Lu Tu Musuh GW Cong!" - Chapter 13



Nampaknya aku belum terlalu sanggup melihat kebahagiaan mereka, kusembunyikan wajahku di balik pintu, tidak sebelum mereka sempat melihatku. Kudengar suara teriakan Neli memanggilku senang.

“Neng!!!!!” teriaknya sebelum berlari menuju pintu kamarku yang masih terbuka.


Hatiku campur aduk, meski telah memutuskan apa yang akan aku lakukan saat bertemu dengan mereka, tidak semudah bayanganku saat mereka telah berada begitu dekat. Dengan senyum meringis aku menyambut pelukan sahabatku itu. Dia begitu ceria, wajahnya cerah dan bersinar, sedikitpun mungkin dia tidak memikirkan persahabatan kami yang dulu hancur, http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido tapi masihkah persahabatan kami baik? Aku tak tahu.

“Hai, Nel. Apa kabar?” tanyaku setelah pelukan kami terlepas.

“Baik, Neng. Gw baik, lu sendiri gimana? Wajah lu terlihat kuyu” wajah Neli murung saat mengatakan hal itu. Neli.. Neli.. Kamu tidak usah terlalu memikirkanku, aku baik-baik saja. Hanya saja sebulan ini memang hampir setiap malam aku menangis sebelum tidur, menangis untuk Liam.

“Aku baik, gak usah khawatir. Cuma kecapekan aja, habis liburannya main-main terus sih” jawabku sembarangan. Biarlah Neli berpikir liburanku menyenangkan meski aslinya hanya kuhabiskan dirumah membantu mami membersihkan rumah dan menanam pepohonan di halaman.

“Syukurlah kalau lu seneng, Neng. Gw khawatir, gw gak bisa hubungin nomer lu. Rupanya lu serius ganti nomer ya? Gw pengen mampir tapi takut kalau lu bakal ngusir gw. Maafin gw ya, Neng. Kita masih bisa seperti dulu lagi kan, Neng?” tentu saja, Nel. Aku juga sudah malas hidup seorang diri tanpa teman, pacar atau orang-orang yang perduli denganku.

“Iya, Nel. Maafin aku juga ya sudah ngata-ngatain kamu” kataku tulus. Kami lalu berperlukan dengan erat. Senang rasanya persahabatan kami bisa kembali seperti semula. Semoga tidak akan ada kecanggungan lagi diantara kami.

“Ehem..” kudengar suara Edo berdehem dibelakang kami.

“Hai, Do” sapaku padanya. Dia masih terlihat tampan seperti biasa meskipun rambutnya mulai panjang hingga keleher, bahkan cambang yang tumbuh tipis disamping dagunya membuat laki-laki ini terlihat semakin dewasa.

“Hai, Neng. Apa kabar?” tanyanya, kulihat senyum miris diwajahnya.

“Aku baik, Do. Kamu?”

“Gw juga baik” lalu kami terdiam lagi.

Aku tidak tahu apakah Neli dan Edo sedang menjalin hubungan sekarang karena aku tidak ingin menebak, tapi bila mereka berdua datang dengan mobil yang sama dan tertawa begitu riang.. Mungkin saja mereka memang sedang jalan bareng. Aku turut bahagia untuk mereka..

Neli mencairkan kebekuan di udara, dia meminta Edo untuk duduk di kursi teras depan kamarku sementara dia masuk ke kamarnya meletakan barang-barangnya.

“Do, lu disini dulu ya. Gw mau mandi. Neng, lu udah makan? Kalau belum nanti kita makan bareng aja, gimana?” tanya Neli.

Aku mengangguk lemah. “Boleh” jawabku.

Setelah Neli masuk ke dalam kamarnya, kupersilahkan Edo duduk di teras kamarku. Suasana cukup canggung karena kami hanya diam membisu seperti itu. Aku duduk di lantai pintu masuk kamarku sementara Edo duduk di atas kursi, lalu dia pindah untuk duduk disampingku. Ruang pintu masuk itu hanya muat untuk kami berdua, dengan terpaksa tubuhku kugeser kesamping, memberi ruang untuk Edo duduk.

“Selamat ulang tahun, Neng.. Sori gw telat ngucapinnya. Semestinya perayaan ulang tahun lu meriah dan tak terlupakan. Gw merencanakan ultah lu bareng Neli, gw juga merencanakan bagaimana gw bakal ngelamar lu, jadiin lu tunangan gw saat hari ulang tahun itu. Saat lu lihat gw pegang dan cium tangannya Neli, gw cuma latihan sama dia gimana gw bakal megang dan cium tangan lu nanti. Gw salah, Neng. Semestinya gw gak ngelakuin hal itu bareng Neli. Gw gak ada maksud apa-apa. Sumpah demi mami gw, gw cuman sayang sama lu, Neng. Gw milih diam waktu si.. siapa sih namanya cowok itu? Adik istri bokap lu? Yang langsung seenaknya nuduh kalau kita udah putus? Pengen gw jontor aja mukanya waktu itu, tapi gw gak pengen lu makin salah pengertian sama gw, Neng. Dari Neli gw tahu lu udah salah paham sama kami, tapi memang ini salah gw, gw nyesel. Semestinya gw gak usah sok romantis pengen ngadain pesta kejutan buat lu, gw cuma pengen pesta ultah lu yang ke dua puluh satu ini menjadi kenangan indah lu, Neng. Maafin gw, justru sebaliknya yang gw lakuin ke elu”

Mami.. Aku tidak tahu harus berkata apa demi mendengar penuturan Edo. Jadi selama ini aku telah salah paham? Selama ini Edo dan Neli tidak mengkhianatiku? Dan.. justru akulah yang telah mengkhianati Edo.. Aku dengan keegoisanku, tidak memberikan mereka menjelaskan, tidak memberikan mereka kesempatan yang sebenarnya hanya diperlukan sebuah niat memaafkan yang tulus dalam hati dan semua akan jelas.

Tubuhku tergoncang keras oleh isak tangisku. Semua yang kulakukan kini terlihat sungguh menjijikan. Satu pelajaran yang kudapat dari semua ini adalah jangan pernah dekat dengan laki-laki lain setelah baru saja putus dengan pacarku. Beginilah akibatnya, sebuah percintaan semalam yang merenggut kesucianku dan bahkan tidak jelas akan seperti apa hubunganku dengan laki-laki itu, dan kini Edo membuat pengakuan yang mengguncang seluruh cara pikirku sebulanan ini. Aku tidak mungkin berhubungan dengan Edo lagi setelah apa yang aku lakukan bersama Liam. Edo.. Kenapa sih kamu musti pakai acara sok romantis gitu? Kan semua jadi runyam. Hatiku menangis darah rasanya saat ini.

“Neng.. Maafin gw, bisa gak kita kembali seperti dulu? Seperti sebelum semua salah paham ini terjadi? Gw mencintai lu, Neng. Gw sungguh-sungguh. Cuman lu cewek yang pengen gw nikahin. Dan gw pengen nikahin lu secepatnya. Mungkin lu bakal takut setelah denger rencana gw, tapi gw serius. Gw gak punya sodara, Neng. Bokap gw udah tua, mami gw juga udah sakit-sakitan. Gw cukup mapan untuk membangun sebuah keluarga meski usia gw belum matang kata orang. Tapi gw cowok bertanggung jawab, Neng. Gw bersumpah demi Tuhan, demi mami gw, gw bukan tipe cowok yang suka selingkuh atau main mata. Gw gak akan ngecewain lu, Neng. Maafin gw ya, Neng” Edo menggenggam tanganku, lalu dikecupnya dengan bibirnya.

Aku tidak bisa menjawab Edo, bibirku bergetar, tidak ada suara yang sanggup kuucapkan. Edo.. Edo.. Kenapa.. Oh, Tuhan.. Semua berantakan hanya karena gairah semalam.

“Tapi, Do.. Kita sudah tak mungkin lagi kembali seperti dulu. Aku gak bisa, Do. Aku sudah gak pantes buat kamu, Do. Kamu terlalu baik untukku, aku.. Aku sungguh nggak bisa. Maafkan aku, Do” kini air mataku benar-benar banjir membasahi pipi hingga jatuh ke leherku. Penyesalan memang selalu datang terlambat, aku tidak bisa menatap mata Edo saat ini, aku sungguh malu.

“Kenapa, Neng? Kenapa lu gak bisa? Apa perlu gw teriak biar seluruh dunia tahu kalau gw nyesel banget udah nyakitin hati lu? Gw rela, Neng. Gw sanggup lakuin itu, gw akan lakuin apa aja biar lu mau maafin gw, Neng. Maafin gw ya, Neng..” Edo memohon dengan sangat disampingku, oh, mami.. Tolonglah aku.. Berikan aku jalan keluar yang terbaik untuk masalahku ini.

“Do.. Aku akan jujur sama kamu.. Aku udah gak perawan lagi, Do. Saat kita pisah, aku tidur dengan seorang cowok dan aku sudah kehilangan keperawananku, Do. Aku sudah gak ada muka untuk jadi pacarmu lagi, masih banyak cewek baik-baik yang pantas jadi pacarmu selain aku” sungguh aku tidak berani menatap mata Edo sekarang, setelah pengakuanku yang pasti mengguncangnya. Tangan Edo yang menggenggam tangankupun kurasa tegang mencengkeram tanganku. Tuhan.. Maafkan aku karena telah melukai hati laki-laki baik ini.

Tapi perkataan Edo benar-benar mengejutkanku, entah dia bodoh atau terlalu baik atau keduanya aku tidak tahu.

“Gw gak perduli, Neng. Mau lu perawan atau enggak, gw tetep pengen nikahin lu. Gw juga bukan cowok baik-baik, Neng. Hanya karena lu nyerahin keperawanan lu sama cowok lain bukan berarti lu itu gak pantas, Neng. Bagi gw, lu itu masih suci, gw ngelihat sifat lu, Neng. Apa yang lu lakuin itupun karena kesalahan gw. Coba gw gak ngelakuin kesalahan bodoh ini, lu gak mungkin berbuat seperti itu. Gw bikin lu begini, Neng. Itu kesalahan gw dan maaf dari lu pun gak akan pernah cukup untuk gw ngurangin rasa bersalah gw, Neng. Lu jangan pernah mandang rendah diri lu, Neng. Bagi gw, lu wanita terhebat yang pernah gw kenal. Gw cinta lu, Neng. Maafin gw, ya..?” oh, mami.. Kenapa kata-kata Edo begitu manis? Bagaimana hatiku tidak luluh mendengarnya, tapi apakah boleh seperti ini?

Setelah pergi dari pelukan Liam kemudian aku jatuh ke dalam pelukan Edo? Bagaimana kalau Liam tiba-tiba muncul lagi dalam hidupku? Aku takut bila perasaan ku padanya akan muncul lagi, dan.. aku tidak tahu bagaimana perasaanku pada Edo saat ini. Ya, Edo adalah pria idamanku, dia dengan semua sifat dan kebaikannya yang baru terungkap setelah kesalah pahaman kami yang merusak segalanya. Apakah aku bisa mencintai Edo sebesar rasa cintanya padaku? Aku bingung, sungguh bingung. Lalu Edo mengecup pipiku, menghapus air mataku yang mengalir dengan ciumannya. Mataku terpejam, hatiku sedih memikirkan ini semua.

“Edo.. Apa yang kamu lakukan?” bisikku sedih. Wajah kami begitu dekat, untuk pertama kalinya wajah Edo sedekat ini denganku.

“Gw pengen nyium lu, Neng. Selama ini gw nahan perasaan gw, tapi sekarang gw gak bisa bertahan lagi. Gw pengen jadiin lu milik gw. Hanya milik gw” lalu kubiarkan Edo mencium bibirku dengan mesra. Edo mungkin tidak berbohong saat mengatakan dia bukanlah laki-laki baik-baik. Dari caranya berciuman, aku tahu Edo telah memiliki pengalaman yang tak kalah banyaknya dengan Liam.

Ciuman Edo lembut, tidak mendesak, tidak terburu-buru. Dia menikmati setiap detik bibir kami menyatu. Lidahnya menyentuh bibirku dengan lembut, menghisap dengan pelan namun dalam. Edo.. Edo.. Kudorong tubuh Edo menjauh, khawatir orang-orang kos akan melihat kami berciuman seperti ini. Wajahku merah padam karena malu, sedang wajah Edo merah padam menahan gairahnya. Dia memandangku tanpa kedip, aku tahu apa yang dia inginkan, wajahnya nampak sama sayunya seperti Liam saat laki-laki itu menginginkanku di atas ranjang.

Tapi kemudian Edo mencium keningku lembut. Dia tersenyum padaku. “Jadi.. Kita baik lagi?” tanyanya.

Sejujurnya aku tidak tahu, apakah aku harus menerima Edo lagi. Meskipun permasalahan kami hanya karena salah paham, namun masalah yang muncul setelahnya sangat mengganjal hatiku. Dengan Liam.. Aku masih punya urusan yang belum kubereskan. Tapi sudah sebulan lebih Liam tidak berkabar atau menanyakan keadaanku sama sekali. Dia hilang ditelan bumi, apakah aku harus menunggunya? Sementara disampingku ada seorang laki-laki yang mengaku begitu mencintaiku dan masih sanggup menahan gairahnya untuk tidak menelanjangiku saat ini juga. sungguh jauh berbeda dengan seseorang di luar sana, yang tidak bisa menunggu sedetik pun untuk menyatukan bibir kami dan tubuh kami, meski tanpa dasar cinta.

Saat ini, hubungan yang kumiliki dengan Liam terlihat tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan hubunganku bersama Edo. Bersama Liam aku tidak melihat sebuah masa depan yang cerah, sementara bersama Edo, aku bisa membayangkan sebuah keluarga yang bahagia dengan beberapa orang anak dan Edo akan menjadi seorang ayah yang baik dan bertanggung jawab serta sangat menyayangi istri dan anak-anaknya. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido Edo adalah suami dan ayah impian kendatipun usianya bukanlah usia yang aku inginkan. Tapi terlepas dari usianya, Edo memiliki sifat dewasa yang tidak dimiliki oleh laki-laki berusia dewasa kebanyakan. Edo.. Haruskah kuterima permintaanmu?


Dan aku mengangguk. Akhirnya aku memutuskan hubungan mana yang akan membawaku ke dalam kebahagian dan hidup yang nyaman, tenteram dan terbebas dari pengkhianatan, ya.. hidup bersama dengan Reynold Edo Suganda. 



42 comments:

  1. lalala yeyeye makasih ma shin



    muachhhhh

    ReplyDelete
  2. Kok jadi makin galau....

    wadoooowwww... milih mana LIam sama Edo?

    *jongkok di pojokan gara-gara galau

    **besok chapter 14 kan? hoyeeeee

    ReplyDelete
  3. ah......jadi galau kan habis baca nya......
    thanks cyin......da menemani ku di malam ini dengan Liam yang bikin galau.kalo yang bab 14 di post bisa ga??hehehehehe(reader yang banyak mau nya).

    ReplyDelete
  4. howree,,,makasiih darl'..
    Mmuuaacchhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. yayyaayaaa,,,
      Tinggal misteri W.A:R. Yang blum t'ungkep... #ayam kali d.ungkep..wwkkwkwkwkwkwk

      Delete
  5. Galau neh Neng :P skrg pindah ke Edo again
    Cong kemana nih cong ga ada email ato telp ato sms? pulsa abis ya ^^

    ReplyDelete
  6. penyesalan selalu datang belakangan ...

    ReplyDelete
  7. Lagi... Lagi mba Shin,, hehe*

    ReplyDelete
  8. ckckckc mba shiiinnnn, ngebingungin niiih kemana ceritanya akan mengalir #eaaaa hehehe
    makasi mba shiiiin :D
    -fina

    ReplyDelete
  9. trims mba shin...hmm,edo bner2 cnta gak ne.jgn2 nnt diungkit2 mslh prwan neng. mna c liam????

    ReplyDelete
  10. si William Arya Rododiningrat kemana mbak??

    Masa Camelia jadi sama Reynold Edo Suganda??

    ReplyDelete
  11. Aduch,,,,,bingung mo milih yg mn edo ato liam yaaaaacchhh????*puyeng dah*
    mbak shin q,,,,gk tau mo ngomong ap,coz...dikau baik bgt mo ngepost si cong,2 chap lg...lope u so much y mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini juga kerja keras para readers kok. kita sama2 senang. hehehehe.. lap yu tu..

      Delete
  12. koment biar cong 14 muncul...
    Neng lg galau

    ReplyDelete
  13. omo....*syokkk trnyata mrka cuma latihan wakakaka thNks mbk shin*kiss

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. kasihan Edo.. Puk puk..

    Cong dmna dirimu berada???

    Mba shin mwuuaaaaah :*

    ReplyDelete
  16. mbak shinn.. kangen sama liam ni malam ini.. kok si liam gak muncul2 ..
    alamat penyuka bad boy aku :D
    sekali-kali bikin pov dari versi liam dong mbak shin..
    pengen tau aslinya perasaan liam gimana sama si eneng yg atu itu..
    hehehehhe

    ReplyDelete
  17. Makasih mbak shin udh di post,tp masih tetap penasaran dgn bab2 berikutnya
    Ceritanya selalu buat hati emosi bacanya hahaha
    Di tunggu postingan brikutnyaaaa
    ^_^

    ReplyDelete
  18. Jiah.....kasian banget dah si edo dapat sisa....tapi apa iya dia secinta itu? Hmmm kok ragu ya....
    ini lagi si war ga muncul"
    beneran lagi war kali yah dia....
    beuh....mbak shin, penasaran kali aku sama lanjutannya....
    besok lanjut lagi ya......hehehehehe
    oh iya...makasih...

    ReplyDelete
  19. makasi mbak. aku readers baru. salam kenal.
    ditunggu kelanjutannyaa

    ReplyDelete
  20. Bentar2 ke edo,bentarnya lagi ke liam.Hadow neng rada plin planan ya.
    Coca kalo tiba2 liam muncul,pasti galau tingkat dewanya muncul lg.Haha

    betewe thx mbk shin :*:*

    ReplyDelete
  21. yaaaaaa liam,,,,di manakah dirimu????
    si enengnya keburu di embat ma edo

    ReplyDelete
  22. kangen liam..
    W.A.R ntu nama Liamkan??
    tp napa liam ngilang mbak shin??
    masa neng balikan sama edo trus liam dkemanain??

    moga aj neng hamil :-D

    thx mbak shin:-*

    ReplyDelete
  23. liam lgi ke amrik... Kok diriku g d ajak? Thank u mbak shin and sorry readers g bantu komen diriku tepar kecapean *lope*

    ReplyDelete
  24. Neng nya plin plan...lagian ak kok meragu gt ya kl edo + neli ga ada apa2...kl cinta kayaknya pembuktiannya cuma omongan pas ketemu doang...wlo omongan edo so sweet...kl emang edo g ada apa2 ama neli kok msh suka pergi brg ;p
    Lagi sgt mudahnya si neng percaya ke edo...

    ReplyDelete
  25. Ih gak rela neng ma edo gara gara liam ngilang gitu aja kaya jin botol si neng jadi galau, Mksh mb Shin;-)

    ReplyDelete
  26. pagi2 dpt cong 14.. yeeeeaayyy...... tp si liam kmn ya?? jadi miss galau nie.. kak shin next chapt dong munculin si liam,penasaran tingkat dewa nie.. pliiiiiiisssss..... *gosok2 botol biar si liam muncul :-p*

    ReplyDelete
  27. Neng... Si Liam bkn Πγª ktelan bumi tpi dia di Amrik, msa ga ngerti sich dri isi surat Πγª . Liam utk q aja Neng.. Heheh.

    ReplyDelete
  28. Gara gara baca tengah malam jd kebawa mimpi, oh mami......

    Makasih mba shin... Muach...

    ReplyDelete
  29. 2 chapter sekaligus...
    makin rumit si eneng ah... dan liam dimana ??? W.A.R ?????

    ReplyDelete
  30. Walah edan .... Keren bo'

    Aku mau donk punya cowok kayak Edo ... Browniez hahaa ,,, ndak papa wkwkkk

    Mbak shin gile bnr ketikanmoe Hon .... Bargalau ria ....

    Tengkyuuuu

    ReplyDelete
  31. beeuuh si neng ini koq plintatplintut sih?!? sama edo mikirin liam lg sama liam malah mikirin edo haiiss seneng banget si neng menggalaukan diri sendiri n para readers ckckck...penasaran badai ama lanjutannya #colek2 mbak shin

    ReplyDelete
  32. getok si eneng...huuh gmn sih scr udh dpt cincin dr WAR koq malah nerima pinangan si edo, setuju nih ama sis keira richard kayanya namanya si liam tuh wiliam jd inisial di cincin tuh punya liam. liam jg bego kaya jalangkung aja datang tak dijemput pulang tak diantar arrrrggghhh mbak shin top banget bikin keponya...anyway tq mbak shin.

    ReplyDelete
  33. Biar G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ galau matiin aj lah liamnya, bntr dtg bntr pgi,huuuhhh
    trus gw milih sypa ni
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba

    ReplyDelete
  34. Lanjut.,...lanjut....lanjut....mkin penasaran pooooollll.....nm liam, william kah?

    ReplyDelete
  35. Wadoooh,,,
    udah penuh nii comentry, jdi bingung hrs ngomong apa,
    W.A.R apa bener tu kepanjangy William Arya Rododiningrat, sprti yg di ktkan mba Keira Richartd klo bnr berarti Liam da di Amrik dong??
    Ah, penasaran
    Post lgi dong mba chapter 14 nya

    ReplyDelete
  36. Huaaaaa,,,Edooooooo keyen bgtz ngmg gt,,jgn 2 di awal ajja ntr pas nkah dy g trima Neng udh g prawan...
    Mba Shiiiiiinnnnnn post lg blh g??heehehe *maruk*

    ReplyDelete
  37. edo baik sih..
    tpi...
    Liammmmmmm!!!!!
    Liam lbih hot deh kykny..
    please come back liam..:'(

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.