"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, March 13, 2013

"Lu Tu Musuh GW Cong!" - Chapter 15



Aku akhirnya bolos kuliah, Edo mengantarkanku ke kos untuk mengambil barang-barangku sebelum kami pulang ke rumah mami. Tadi pagi aku bertemu dengan orang tua Edo, mereka memang tidak banyak bicara, terlihat sekali hubungan yang begitu buruk di antara mereka. Bahkan om Victor segera pergi setelah melihat kami keluar dari kamar Edo. Edo tidak banyak berbicara pada papanya, mereka bahkan tidak saling menyapa, jelas sekali hubungan ayah anak ini sangat buruk. Tante Nancy, istri om Victor, maminya Edo, wanita yang kutaksir berusia lima puluh tahun ini hanya duduk seharian di depan televisi, dia memang tersenyum padaku, namun hanya seperti itu. Dia juga tidak banyak bicara, Edo mengecup pipi maminya sebelum kami pergi.


Edo mengajakku sarapan bubur di sebuah kios langganannya, buburnya enak, tapi aku tidak begitu suka makan bubur, jadi sekarang perutku terasa mual. Aku tidak mengatakannya pada Edo, takut dia merasa tidak enak. Lain kali aku akan menolaknya bila dia mengajakku makan ke tempat itu lagi. Yikes.. Aku memang tidak suka bubur dari dulu.

Tubuh Edo menegang saat kami tiba di depan pintu gerbang kosku, http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido aku menoleh pada arah tatapan mata Edo. Apa yang membuatnya tegang seperti itu??

Liam??!!! Dia dengan mobil CRV nya menghadang jalan masuk ke halaman kos. Edo menghentikan mobilnya di belakang mobil CRV hitam milik Liam, tanpa menungguku Edo turun dari mobil dan langsung menghadapi Liam. Apa-apaan?? Apa yang akan dia lakukan pada Liam? Apa yang akan mereka lakukan?? Oh, tidakk!! Tuhannn... tulung..tulungg...

Benar saja, Edo menghantam telak wajah Liam hingga pria itu tersungkur ke belakang. Oh, tidak.. kacamatanya pasti pecah lagi!! Ah, bodoh!! Kenapa aku lebih memikirkan kacamata miliknya?? Seharusnya aku histeris demi melihat hidung Liam yang mengucurkan darah segar. Jangan katakan kini tulang hidungnya juga patah??!!! Tidakkk!!! Edoo... hentikan... kamu akan membunuhnya.

Kubuka pintu mobil dan berlari ke arah mereka, teriakanku tidak mempan, dua laki-laki itu sama sekali tidak menggubrisku. Liam yang kini telah berdiri di atas kedua kakinya berbalik menghantam Edo diperutnya, lalu tinju kirinya melayang menghantam rahang Edo. JAB!! Giliran Edo tersungkur mencium paving dibawahnya.

Arghh!!! Tidak!! Bagaimana ini?? Kenapa semua berkelahi?? Aku kebingungan, jantungku berdebar kencang, aku benar-benar ketakutan. Mengapa mereka melakukan hal ini? Edo.. Mengapa dia memukul Liam tanpa alasan??

“Hentikan... hentikan!!” aku coba menengahi kedua laki-laki yang bersifat kekanak-kanakan ini. Bukannya melerai mereka, justru tubuhku kini menjadi bahan tarik-menarik keduanya. Oh tidak.. Aku mencari kematianku, aku sungguh bodoh.

“Lepaskan dia!! Dia milikku!!” teriak Liam memekakkan telingaku, darah masih mengucur dari hidungnya, mengotori kemeja putihnya. Kemeja yang dikenakan Liam tampak mengerikan dengan noda darah yang turun melewati lehernya. Liam..

Disisi yang lain Edo tak kalah kuatnya menarik lenganku. Matanya berapi-api saat menegaskan kepemilikannya akan diriku. Hey.. aku bukan barang yang perlu kalian perebutkan. Aku bisa memilih kemana aku akan pergi, hentikan ini!!

“Lu yang lepasin. Neng milik gw. Gw akan nikahin dia, lu jangan ganggu Neng lagi, lu ngerti??!!” teriak Edo kencang. Orang-orang mulai menonton perkelahian ini. Nampak bisik-bisik diantara mereka, ada yang bersedekap, ada yang menunjuk-nunjuk, entah apa yang mereka gosipkan, dan bahkan ada yang mengambil foto kami bertiga, oh tidakkkk mamiii....

“Kalian hentikan, malu dilihat orang. Lepaskan aku... Kalian membuat tanganku sakit” teriakku putus asa. Tak ada diantara mereka yang mau mengalah, Liam makin tersulut emosinya setelah mendengar pernyataan Edo yang mengatakan bahwa kami akan menikah.

Dengan sekali hentakan keras dan kakinya yang menendang tulang kering Edo, Liam menarik tubuhku ke arahnya. Dia mencengkeram bahuku dan tak ingin melepaskanku. Oh, tidak.. akan semakin parah bila dia tidak menjaga mulutnya dan mengatakan hal yang tidak perlu.

“Dia milikku!! Dia tidak akan menikah denganmu, Camelia.. Dia sedang mengandung anakku” aku tidak bisa menyembunyikan kekagetanku, begitu juga Edo dan beberapa orang yang menonton kami dari dekat.

TIDAAKKK!!!! Pria ini memfitnahku!! Aku tidak hamilll... Tidak mungkin aku hamil!! Iya, kan? Tidak mungkin, kan?? Argh.. akupun mulai meragukan jawabanku sendiri. Aku tidak berani memikirkan kapan terakhir aku mendapat periodeku, aku tidak berani. Bila jawaban yang kucari tidak sesuai dengan keinginanku maka aku akan frustasi, aku tidak mau hamil, tidak diusiaku sekarang. Aku baru dua puluh satu tahun.. Aku masih ingin menikmati kebebasanku, bukan merawat bayi.. oh, mami...

Wajah Edo langsung pucat pasi, dia terguncang. Yah, bagaimana tidak?? Dia pasti terguncang!! Akupun terguncang!! Dan Liam dengan wajah iblis nan culasnya tersenyum penuh kemenangan. Sialan, pria berengsek dan bajingan ini begitu senang dengan tipu muslihatnya. Mengapa dia datang lagi setelah melukai hatiku?? Apakah tidak lebih baik bila dia menghilang saja dan tak kembali, sehingga hidupku akan lebih aman, hatiku tidak akan kesakitan seperti ini karena merindukannya.

“..Bagaimana lu bisa tahu kalau itu anak lu?? Bisa saja Neng mengandung anak gw, kan?”

Kini aku menatap wajah Edo, mungkin wajahku sama pucatnya dengan wajah Liam. Kami sama-sama terdiam, sementara para penonton sekali lagi menahan nafas mendengar semua drama ini. Tubuh Liam menegang, cengkeramannya semakin kuat pada bahuku, cengkeramannya menyakitiku.

“Sakit.. Lepaskan..” pintaku memelas pada Liam yang masih terguncang. Dia pasti tidak menyangka Edo akan membalikkan perkataannya seperti itu, Liam tidak bersiap untuk mendapat balasan seperti ini. Dia kalah.. lalu cengkeramannya mengendur kemudian terlepas, tangannya jatuh pasrah disamping tubuhnya. Liam mengusap hidungnya, darah telah berhenti mengalir, kini darah diwajahnya mulai mengental dan perlahan-lahan mengering.

Liam menatap wajahku dengan seksama, ada semacam ekspresi asing yang kulihat dimatanya, dia terguncang, dia terlihat sedih, seperti orang yang tercabut semangatnya. Seperti orang yang tidak memiliki kehidupan. Lalu Liam masuk ke dalam mobilnya, tanpa mendengarkan penjelasanku atau menanyakan padaku kebenaran perkataan Edo, Liam menancap gasnya dan berlalu dari tempat ini. Suara ban mobil berdecit dikejauhan, aku hanya berdoa Liam tidak akan melakukan hal-hal yang akan disesalinya kemudian.

Edo mendekatiku, bibirnya robek, meski tak separah Liam, tapi wajahnya lumayan mengenaskan. Pipinya mulai terlihat lebam dan kemerahan. Nampaknya rahangnya cukup keras dihantam tinju Liam. Ahh.. Mengapa bisa serunyam ini? Bahkan yang tadinya kukira begitu pelik tak sepelik masalah yang sudah terjadi sekarang.

Ibu pengurus kos mengusir orang-orang yang sedari tadi menonton kami, mereka semua bubar, tidak lagi melihat tontonan yang masih ingin mereka simak.

“Maafin gw, Neng. Gw gak pengen dia ngambil elu dari gw. Dia.. apa laki-laki itu yang...” tanya Edo ragu-ragu.

Aku mengangguk, aku tahu apa yang ingin Edo tanyakan, sungguh memalukan bila sampai dia mengucapkan pertanyaan itu. Aku menghela nafasku, semua telah terjadi, aku tidak ingin Edo memakai kesalahanku untuk menghukumku. Bila dia tidak suka dengan apa yang telah aku lakukan di masa lalu, dia bebas untuk pergi. Dan dia memilih untuk tinggal, maka aku akan merawat yang bersedia tinggal.

Kuobati luka bibir Edo dalam kamar kosku, kami akhirnya memutuskan untuk pulang besok pagi saja kerumah mami. Pipi Edo lebam dan bengkak, dia bahkan tidak bisa mengunyah makanan, kini pipi itu kuberi kompres air dingin untuk mengurangi bengkaknya, aku tidak tahu bila itu manjur, katanya sih manjur.

“Istirahatlah” pintaku pada Edo, dia sedang berbaring di atas kasurku yang kecil. Ketika aku hendak berdiri, Edo menarik tanganku, dia merasa tidak enak karena telah membuat Liam salah paham.

“Maafin gw, Neng. Bi..bila benar lu hamil, gw masih tetap pengen nikahin lu, itupun kalau lu masih mau.. Gw gak akan maksa lu buat nikahin gw, apalagi bila lu merasa beban. Gw serahin semuanya ke elu, Neng. Cuman untuk sekarang, gw gak pengen dia dapetin lu, semisal lu beneran hamil anaknya dia, barulah gw akan lepasin lu.. kalau lu pengen sama dia” wajah Edo menyiratkan kekhawatiran yang sangat.

Mami.. Bagaimana bisa ada laki-laki sebaik Edo? Dia bahkan masih bisa menerima meskipun bila mungkin aku hamil karena laki-laki lain, dia masih tetap ingin menjadi suamiku. Kurang baik apalagi Edo.. Beda dengan seseorang yang bahkan tidak ingin mencari tahu kebenarannya, sekalipun aku memang hamil dan Edo mengatakan bisa saja ini adalah anaknya, dengan fakta bahwa dia juga melakukannya denganku semestinya Liam tetap tinggal untuk menjelaskan semuanya.

Tapi dia malah pergi begitu saja, dengan wajah terguncang.. Akupun terguncang, Edo juga terguncang.. Bukan hanya dia yang tidak sanggup menerima kenyataan bila pun aku mungkin hamil. Liam.. kamu benar-benar mengecewakan, dan hatiku sakit karenanya. Aku terlalu berharap banyak darimu.. Sungguh sangat salah berharap dari laki-laki sepertimu, kamu datang dan pergi sesuka hatimu.. Ahh.. Liam..

Kutepuk tangan Edo yang masih menggenggam tanganku, dia terlalu khawatir hal-hal yang belum tentu benar. Bagaimana aku tahu bila aku hamil atau tidak?? Aku harus periksa ke dokter kan?? Atau.. membeli alat tes kehamilan? Tapi aku tidak mungkin membeli alat itu.. Apa kata petugas apotik nantinya?? Ahh.. masak aku suruh Edo untuk membelinya? Maukah dia??

“Do.. Daripada kita pusing, beli alat tes kehamilan aja, gimana?? Tapi kamu yang beli ya, aku..malu kalau harus beli” kataku sembari menyembunyikan wajahku. Sungguh memalukan bila orang yang belum menikah membeli alat itu, pastinya petugas apotik akan mengernyitkan dahinya melihat pembelinya yang masih muda.

Edo mengangguk, dia menyanggupinya. Lalu dia hendak berdiri. “Eh, mau apa, Do?” tanyaku bingung.

“Lah, kan mau beli alat tes kehamilan lu bilang, Neng?” tanyanya ikut bingung.

Aku menggelengkan kepalaku, Edo.. Edo.. Kamu benar-benar deh.. “Nanti sore-an juga masih bisa kok, Do. Sekarang kamu istirahat aja, kalau udah mendingan nanti baru deh belinya, ya?” bujukku lagi. Edo pun tak membantah, dia kemudian berbaring dengan patuh di atas kasurku.


Fiuhhh... Hari yang sangat melelahkan hati dan jiwaku. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido Fisikku juga tak kalah lelahnya. Liam.. Dimana kamu sekarang?? Kenapa kamu kembali lagi? Apa yang ingin kamu katakan padaku? Apakah kamu merindukanku? Apakah kamu serius dengan perkataanmu? Bahwa kamu memperdulikanku? Bahwa kamu khawatir bila aku hamil? Bahwa aku mengandung anakmu? Oh, Liam.. Aku sungguh merindukanmu.. 


87 comments:

  1. uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuyyyyyyyyyyyeeeeaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh...
    loph u so MAD, darl'......

    mmuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaccccchhhhhhhh

    ReplyDelete
  2. Yeachhhhhhh
    smoga beneran hamil anak liam
    heehehehe...

    ReplyDelete
  3. GREGETAN GW... Si Eneng kalo suka Liam masih ngelirik Edo, Edo malah mambahin perkara, Liam maunya apa coba ? Datang dan pergi sesuka hati... #getok satu2

    ReplyDelete
  4. mkciii mb shiiin. Tapi kok pgen lg ya..uch.,ne crta pzti dah da nikotin nya,bkin kecanduan.hehehe. Peluk mb shin.

    ReplyDelete
  5. Wahhhhh liam miss u so much, mba cantik yg baik hati lagi dong.......

    ReplyDelete
  6. Aaaaaaaaah... Tiap malam trus2an galau...
    Hiks... Hiks...hiks...
    Ooooh Liam~~~

    ReplyDelete
  7. mbak shin...aku pada mu.......makasih ya......lup you muach muach.......ada kuis lagi gak??hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah sama2 cin. ada sih, tp kyknya gak bakal masuk, udah malem :D besok aja deh liatnya

      Delete
  8. lagilagilagilagilagi.tambah lagi mbak #penasarannn
    thx mbaa

    ReplyDelete
  9. kau datang dan pergi sesuka hatimu.....ohhhhhh
    #eh kok jadi nyanyi yah....
    deuh WAR kau ini sangat bodoh.....ckckckckckkck

    Mbak shin....semangattttttttt
    l

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagu apa emang tu sist? dangdut? wkwkkw makasi :D

      Delete
    2. apa yah...itu lho lagu jaman tahun 80-an *kalo ga salah*

      Delete
  10. si liam mwnya ap sih..esmosi aq lama2 liatnya
    tiba2 dtg mengklaim miliknya,ngomong aj g pernh panjang2..
    tks mba shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahahhahahhaa nanti panjang kok dia ngomongnya, kepanjangan malah lol

      Delete
  11. game? Emang udah ada lanjutanya mbak shin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah sampe chapter 19 dah aku ketik

      Delete
  12. hamil.hamil.hamil neng hamil, tuh khan ngilang lagi liam na *please smoga nggak dobel* he.he mksh mb shin;-)

    ReplyDelete
  13. Sebenary sih dukung Neng sama Liam,,
    tpi bingung dg sikapy,,
    Galau double two deh klo gini,,

    ReplyDelete
  14. blm baca coment dulu sapa tau ada kuis :P lirik3shin "P

    ReplyDelete
  15. terusin dong mba shiiiinnnn super penasaran niiih hehehehehe
    -fina

    ReplyDelete
    Replies
    1. besok ya, malam ini kuota 40 gk masuk :D

      Delete
  16. Cinta sama liam tapi deket yah sama sih edo ???
    Aduh si neng kamu tuh cintamu bercabang kah ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha kadang hidup gt, kita gk selalu dapetin yg kita cinta. org yg saling mencinta itu berjuang berdua, kl sendiri aja berjuang, mgkn cintanya gk sama :D

      Delete
  17. ohhh Liamm my darling <3 , jgn kalah gertakan dunk ama anak kecil wew ... ayooo rebut kembali neng mana pesonamuuu dikala seperti duluu kau mencuri ciumkuuu dgn smenagatmuuu ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. mengikik dengan dahsyat membaca komenmu. bener2 sampe keluar air mata kwkwkwkkw

      Delete
    2. wakakaka :P abis pd bela edo :P gw kan pengen pamer liam jua ^^ ditunggu jam 12 nya

      Delete
    3. ndak dpt 40 cin. besok aja deh ya hahahaha

      Delete
  18. Edo emang lelaki idaman hehe
    Hanya edo yg di sini yg seperti itu hehe
    Tp liam juga ilang2 timbul kerja nya,
    Terbawa emosi bacanya ni mbak shin,
    Dan selalu berakhir menjadi kentang,ketela,n ubi hahahah
    Di tunggu lanjutannya
    Makasi mbak shin
    ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah mari kita bikin kolakk...

      sama2 sista :D

      Delete
  19. ada game lg kah? aq mau dong ikutan asal next chapt diposting mlm ini.. 【✖サⅰ..サⅰ..サⅰ..✖】 kak shin kmn ya,kok ikutan ngilang kyk si liam.. lagi lagi lagi lagi lagi :-P

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. udah kalah tp.. ndak masuk 40 :D

      bukan ngilang, lg ngatur link2 biar masuk ke drama index, mosting n share ke twitter etc :D

      Delete
  20. hwaa....skrg lbih condng neng ma edo de. tp moga ah edo bner2 tlus n syang...jgan pula udang dblik bkwan.hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau game lagi? ya udah lagi 1 ya. aku tunggu sampe jam 12 wib. ;) 40 komen seperti biasanya. love you all

      Delete
    2. hwaaaaaaaa......asek....trms mba shin

      PARA PEMBACA AYO KOMEN!!! btuh 20lgi ne.....

      Delete
  21. mba shin.....tambah meng galauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

    ReplyDelete
  22. Ayo dilanjutken mba Shin.... Hee..

    Mba mau nanya, cerita ne smpe brp chapter ya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum tahu. ahahhahahhaa.. 20-an mgkn, dibawah 25 :D

      Delete
  23. liaaam....
    baru nongol bentar dah kabur agie gak tau apa kalo ak masi kangen..
    pengen iket liam dech klo gini...
    mbak shin lanjut puueeelliiisssssss

    ReplyDelete
  24. aku suka ama gaya WILLIAM>>>>>>aku PADAMU, Liam....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha anak imut.. salam ama tantemu ya lol

      Delete
    2. eh..iya..
      nanti saya sampaikan salamnya, mbak... ;)

      Delete
  25. aaaa liam kenapa dirimu kaya jelangkung sih dateng tiba2 terus pulang juga tiba2 jadi gemes :3

    ReplyDelete
  26. Liam... Liam...... Liam.......
    Aku mau liam mb......:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe ntr aku cetak boneka liam ya. dibeli dibeli dibeli.. 3 seribu 3 seribu

      Delete
  27. liaaam....
    baru nongol bentar dah kabur agie gak tau apa kalo ak masi kangen..
    pengen iket liam dech klo gini...
    mbak shin lanjut puueeelliiisssssss

    ReplyDelete
  28. liaaam....
    baru nongol bentar dah kabur agie gak tau apa kalo ak masi kangen..
    pengen iket liam dech klo gini...
    mbak shin lanjut puueeelliiisssssss

    ReplyDelete
  29. aku pilih dua2nya....edo jadi suami trs liam jd pacar hahaha thanks mbk shin*kiss:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhahahahahha kok gk Liam jd suami, Edo jd pacar?

      Delete
  30. makasih mba shin...
    liam liam sungguh dirimu penuh misteri

    ReplyDelete
  31. mb shin... Tlg jitak liam untukq y...muach

    ReplyDelete
  32. Lanjut lg dunk Mba Shin.....
    Huaaaa, telat komen :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kurang kuotanya sist. besok aja, skrg jg udah banyak yg tidur :D

      Delete
  33. Galau kan mbak...
    Post lg atuhhh hikssss :'((

    Liam kok gmpg nyerah gt sih d gertak Edo ? (╥﹏╥)

    Perih mbak Shin, pedih... Aku mau Liammmm... :(((

    ReplyDelete
  34. Edo I Love You Full. kalo Neng ogah nampung kamu disini masih ada yg nganggur kok *anjung tangan tinggi2*

    Nah kan beneran kejadian. Neng Hamil. tapi sayangnya dia Dilema.kalo disuru milih mending Edo kemana2 jd laki luh Neng. tapi kalo mau nikmat hayok sama Akang Liam sana. dia kan spesialis hot kissing and seks.*saingan berat David :P

    btw Liam keren euy. gelarnya berderet panjang kayak kreta api.
    udah dokter spesialis jantung, direktur lagi.Tajir pastinya.

    enak bener Neng, duo cowok keren ngerebutin dia, semoga neng tdk menggilir cinta antara Edo dan Liam :D

    ReplyDelete
  35. Lian kaya Jelangkung.
    Dateng seenak nya, pergi gada kabar.

    Thanks Mba Shin, next chapter nya ditunggu :*

    ReplyDelete
  36. Si neng super plinplan...egois, sadis masokis ni (suka nyakitin org ama suka disakitin)...
    Ga mw lupain liam tp kasi harapan ke edo...
    Ampun deh...katanya ga mw kaya bokapnya tukang selingkuh...ini mah buah jatuh ga jauh dr pu'un nya...

    ReplyDelete
  37. teka tekinya terjawab sudah W.A.R
    apa sih mau mu liam...??
    liam mau sm eneng...*lah kok nanya sendiri jwb sendiri ya....pusing
    thanks mba shin...

    ReplyDelete
  38. kak shin kmn ya? kykny kesiangan deh.. aku ud bolak-balik buka tp blm ada postingan.. next chapt doong.. huuuaaaa.. liam ooh liam kmn dirimu...

    ReplyDelete
  39. kak shin kmn ya? kykny kesiangan deh.. aku ud bolak-balik buka tp blm ada postingan.. next chapt doong.. huuuaaaa.. liam ooh liam kmn dirimu...

    ReplyDelete
  40. Ambil bunga mawar .... Rontokin ke lantai, duduk bersila pungut 1/1 , mulut komat-kamit ucapkan mantra .. Hamil tidak hamil tidak hamil tidak hamil tidak hamil tidak tidak hamil tidak hamil tidak hamil... Oh parah ... Ayahnya sapa? Edo liam Edo liam Edo liam Edo liam liam Edo liam Edo liam Edo ... Oh mamiiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. nyomot dmana tu bunga mawar, Shilaaa???
      Wwkwkkwkwkwkwkwk

      Delete
  41. Sila... Mau gak tolongin kita2 mantrain mba shin biar upload chapter selanjutnya:)

    ReplyDelete
  42. Haduhhh,,jd galauuuu ky Neng bnern
    Awlny bnciii bgtz sm Liam,,eh skrg jd bnci sm Edo
    Eh tapiiii g bnci2 bgtz klo emg bnrn mw trima Neng yg hmil sm Liam
    Aiiihhhh,,,gmn nihhh...
    Tp knp hti lbih mlih Liam??(Berasa jd Neng bnern)

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.