"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, March 14, 2013

"Lu Tu Musuh GW Cong!" - Chapter 17



Liam mengantarkanku kembali ke kosku, Edo telah menunggu dengan wajah menyeramkan. Mereka tidak berbicara, hanya tatapan mata saling benci yang mereka sorotkan pada lawan.

“Hai, Do. Maaf, dia memaksaku untuk pergi bersamanya” kataku sedih. Maafkan aku, Do..

“Gak apa-apa. Yang penting lu sudah pulang, Neng. Kita jadi ke bioskop ntar?” tanyanya sembari tersenyum. Edo berdiri disampingku dengan senyumnya yang seperti biasa, seolah kepergianku bersama Liam tidak mengganggunya sama sekali.


“Maaf, Do. Aku gak enak badan. Aku boleh gak ikut? Aku ingin istirahat aja kalau kamu gak keberatan” wajahku memelas memohon pada Edo. Semoga dia mengerti, hatiku benar-benar kacau hari ini.

Edo menghela nafasnya, dia tidak ingin berdebat denganku. Dengan anggukan kecil Edo tidak mempermasalahkan kencan kami yang batal. Dikecupnya keningku sebelum Edo berpamitan pulang.

“Istirahat, jangan lupa makan. Apa gw beliin lu makanan aja, Neng? Lu gak mungkin keluar, kan?” tanya Edo.

“Gak usah, Do. Aku gak selera makan jugaan. Makasi ya, maaf repotin” jawabku lemah.

Setelah melambaikan tanganku pada Edo yang berlalu dengan mobilnya, aku pun mengunci kamar kosku dan meluncur ke atas kasur dan menangis sepuas-puasnya. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido Aku baru saja menolak Liam, dan laki-laki itu terguncang hingga tak bisa berkata-kata. Mami.. Semoga apa yang aku lakukan tidak salah, aku tidak ingin membuat keadaan bertambah runyam lagi. Cukup hanya papa dengan Lili yang menyakiti hatimu, aku tak ingin menyakiti hatimu lagi dengan berhubungan dengan Liam. Meksipun aku tahu.. hatiku menjerit kesakitan karena keputusanku ini.

Seminggu belakangan sejak aku menolak Liam, tubuhku semakin hari semakin payah. Apakah beban psikis bisa membuat fisik menjadi lemas seperti ini? Aku tidak berselera makan, bahkan menciumi aroma makanan dari kantin kampus bisa membuatku berlari secepat kilat ke toilet, memuntahkan semua makananku. Badanku demam dan meriang, perutku mulas tak karuan. Tubuhku semakin hari semakin lemah, untungnya Neli dan Edo selalu menungguiku dan menjagaku. Mereka berhasil memaksaku makan beberapa suap bubur yang biasanya tak kusukai.

Karena kos ku adalah kos khusus perempuan, maka Edo tidak dapat menginap disini dan menungguiku saat malam tiba. Ketika Neli pulang dari job training-nya pada pukul dua belas malam, dia akan menengok ke kamarku dan memastikan aku baik-baik saja. Aku akan berpura-pura sedang tertidur agar Neli tidak khawatir. Aku menyusahkan banyak orang, aku merasa tidak enak.

Saat malam tiba kerjaanku hanya menangis hingga bantalku sembab, aku tidak bisa membohongi hatiku, aku memerlukan Liam, aku merindukan laki-laki itu. Sehingga ketika Edo datang berkunjung ke kosku lagi, dengan menyesal aku meminta dia memutuskan hubungan kami.

“Gw ngerti, Neng. Gw gak akan maksa lu. Tapi gw akan selalu ada kapanpun lu butuh gw, Neng. Sekarang mungkin kita udah bukan pacar lagi, tapi lu jangan ngusir gw dari sini. Gw pengen jagain lu, Neng. Gw sedih lihat lu sakit seperti ini, setidaknya itu yang bisa gw lakuin, sebagai sahabat lu gw boleh kan berada disini?” tanya Edo dengan wajah memelas.

Akupun mengangguk. Mami.. Edo begitu baik, entah sudah berapa kali aku melukai hati laki-laki ini dan dia masih saja bersedia berada di dekatku. Semoga kamu mendapatkan wanita baik-baik yang mencintaimu sepenuhnya, Do. Maafin aku ya..

“Maafin aku, Do..” tangisku hampir jatuh, aku menjadi begitu sensitif belakangan ini.

“Lu gak mau pulang aja, Neng? Bukannya kita gak mau ngerawat lu, tapi kalau dirumah kan ada mami lu, beliau berhak tahu keadaan lu” Neli muncul dibelakang Edo sambil membawa teh hangat manis untukku.

“Enggak, Nel. Bentar lagi ujian, aku gak mungkin ngelewatin ujian semester. Kalau cuma sebentar doank di kampus aku rasa aku masih bisa. Di kos juga aku tiduran aja, kan? Kalian gak usah terlalu khawatir.. Aku akan baik-baik aja. Makasi ya.. Kalian adalah orang-orang yang sangat aku sayangi.. Aku berhutang banyak pada kalian..” mami.. tangisku kini berjatuhan, aku sungguh cengeng..

Neli meletakan teh hangat itu di atas meja dan menghambur memelukku, dia ikut menangis, sedang Edo memandang kami berpelukan dengan wajah sedih dan haru. Dia menepuk-nepuk bahuku, tepukan hangat seorang sahabat yang memperdulikanku.

Keesokan harinya Neli memaksaku periksa ke rumah sakit karena kondisi tubuhku yang tidak membaik juga, Neli khawatir karena setiap pagi aku muntah meskipun perutku masih kosong dan tubuhku semakin lemah karenanya.

“Neng, kita ke rumah sakit ya. Periksain lu sakit apa, kalau perlu lu opname. Kondisi lu parah banget, gw gak tega lihat lu kyk gini. Meski lu bilang ini cuman karena patah hati tapi gw gak percaya, pasti ada sesuatu di tubuh lu. Pokoknya gw manggil taksi sekarang juga, mumpung di depan ada taksi. Kalau nungguin Edo kelamaan, ya” Neli mengambilkan sweaterku dan memakaikannya dibadanku yang menggigil kedinginan.

“Makasi, Nel. Aku gak tahu apa jadinya kalau gak ada kamu disini” senyumku lemah.

“Lu gak perlu bilang gitu, Neng. Kita kan sohib” Neli memeluk bahuku saat kami duduk berdua di kursi penumpang mobil taksi yang mengantarkan kami ke rumah sakit.

Sore itu cukup banyak pengunjung yang memenuhi ruang tunggu praktek umum di rumah sakit Guna Dharma Husadha, rumah sakit paling besar, paling mewah, paling lengkap di kota kami. Aku mendapat nomer urut tujuh puluh, sedangkan pasien yang masuk baru nomer tiga belas. Argh.. Aku tidak tahu bila tubuhku bisa bertahan selama itu menunggu giliranku diperiksa.

Neli mencolek lenganku, aku sedang menonton tivi untuk menghilangkan kebosananku menunggu.

“Neng.. Neng.. Itu bukannya adik istri bokap lu? Ngapain dia disini?? Eh, dia kesini” Neli menunjuk pada sekumpulan orang dengan pakaian jas putih berkibar-kibar, pasukan dokter dan perawat yang berjumlah tak kurang dari sepuluh orang.

Pada garis terdepan langsung kukenal wajah laki-laki itu, laki-laki berkacamata yang wajahnya selalu hadir dalam mimpiku. Yang berjalan penuh wibawa dan orang-orang disekitarnya membungkuk memberi hormat padanya. Liam??? Dia.. Dokter??

Kalau dia bukan dokter lalu mengapa dia berpakaian seperti itu? Kini semua fakta tentang Liam mulai masuk akal, saat teman-temannya memanggilnya “Dok” yang kuasumsikan “Kodok” karena saking kesalnya aku padanya. Pakaian-pakaian dalam lemarinya, jas-jas putih, kemeja.. Dia seorang dokter, lalu.. ah.. tidak berpengaruh pada apapun. Well, sedikit.. Setidaknya aku tahu sekarang Liam tidak menggantungkan hidupnya dari papa. Lalu kenapa Lili menikahi papa? Masak mereka saling mencintai?? Apa yang dilihat Lili dari papa? Laki-laki busuk dengan track record selingkuh yang tak terpecahkan!!

Mata kami saling bertautan, sekejap kulihat Liam seperti mengenaliku, namun kemudian dia mengalihkan pandangannya lurus ke depan. Dia berpura-pura tidak mengenaliku.. Ah.. Tuhan.. Bahkan hati ini lebih sakit rasanya ketika Liam berpura-pura tidak mengenaliku daripada saat mengetahui papa mengkhianati keluarga kami. Air mataku menetes setelah Liam lewat dengan gerombolan dokter-dokter dan perawat yang mengikutinya seperti bebek. Kuseka air mataku sebelum Neli bertanya-tanya mengapa aku menangis.

Satu jam kemudian giliranku akhirnya tiba, ditemani Neli aku duduk dikursi di depan dokter yang begitu ramah menanyakan keluhanku. Syukurnya aku tak perlu menjawab banyak, Neli membantuku memberitahukan dokter tentang penyakitku. Lidahku kelu, tenggorokanku hampir tak sanggup mengeluarkan suara sekecil apapun.

“Hm.. Coba berbaring di ranjang ya, kita periksa sedikit. Jangan takut” dokter itupun memintaku untuk berbaring di atas ranjang periksa, seorang perawat datang membawa alat pengukur tekanan darah dan memeriksaku.

Perawat dan dokter itu memeriksa kondisi tubuhku secara menyeluruh, aku bahkan harus mengisi tabung kecil penuh dengan air kencingku. Kebetulan aku memang kebelet pipis, maka tak heran tabung itu penuh terisi. Aku hanya tersenyum malu saat menyerahkan tabung itu pada perawat yang juga tersenyum membalas senyumanku.

Tak lebih dari lima menit kemudian, dokter telah kembali duduk di depan kami dengan membawa hasil pemeriksaanku. Pertanyaan yang dia ajukan berikutnya membuat pipiku merah bagai tomat rebus. Aku tidak menyangka dokter itu akan bertanya seperti itu, langsung, tanpa tedeng aling-aling.

“Kapan terakhir kali anda berhubungan intim?” tanya dokter yang membuat jantungku berdegup kencang. Neli memandangiku, mereka memandangiku, menunggu jawabanku. Oh, mami.. haruskah aku membeberkan rahasia ini juga pada orang lain?

Dengan enggan kujawab juga pertanyaan dokter itu. Ahh..
“Kurang lebih dua bulan yang lalu, dokter..” jawabku.

Dokter itu kemudian mengangguk-ngangguk, lalu membuka kertas yang sedari tadi ditutupinya di atas meja.

“Saya tidak tahu bagaimana mengabarkan hal ini pada anda, boleh saya tahu bila anda sudah menikah atau..?” apa maksudnya dokter ini menanyakan statusku? Err..

“Saya belum menikah, dokter” jawabku tersinggung.

Dokter itu menatap wajahku lekat-lekat, tatapan simpati yang tak mampu kuurai saat itu, saat dia belum memberitahukanku hasil dari pemeriksaannya.

“Ah.. Ehm.. Hasil pemeriksaan anda, anda positif hamil, sudah tujuh minggu”

Seolah petir menggelegar di siang hari saat dokter itu memberitahukan hasil pemeriksaanku. Bahkan Neli menutup mulutnya agar tidak berteriak kaget. Di koridor rumah sakit Neli menanyakanku pertanyaan yang aku juga ingin tahu jawabannya.

“Neng, bukannya lu bilang lu gak hamil? Emang gimana lu lihat hasil alat test kehamilannya kapan hari?” tanya Neli padaku. Aku berusaha mengingat-ingat hal itu.

Saat itu aku sedang ada di toilet dan Edo memberitahukanku apa arti hasil test kehamilanku.

“Gimana Neng hasilnya?” teriak Edo dari luar kamar mandi kos. Jiah, ni anak gak bisa melanin suaranya dikit apa? Bagaimana kalau semua penghuni kos ini mendengarnya?

“Hasilnya positif, Do. Apa artinya tuh?” tanyaku was-was.

“Er.. Positif gak hamil kali ya, Neng? Kalau gak salah inget tadi petugas apotiknya memberitahukanku seperti itu” kata Edo sambil menggaruk rambutnya.

Aku baru saja keluar dari kamar mandi, memandang kecut pada Edo yang berdiri bengong sambil mengelus pipinya yang bengkak akibat pukulan Liam.

“Kamu sih, pakai acara ketinggalan bungkusnya lagi. Tapi kamu yakin kalau positif artinya positif gak hamil?” tanyaku lagi untuk memastikan. Begini nih kalau belum berpengalaman.

“Er.. Yah, kan gw musti nanya dulu di mbak-mbak yang jaga apotik. Daripada ntar malah bingung” elaknya cengengesan.

“Emang sekarang gak bingung? Hadehh.. Nanti kamu kesana lagi ya, tanyain ke apotiknya” pintaku. Tapi Edo tak jadi pergi ke apotik malam itu karena mami nya menelphone dan dia disuruh pulang, sakit tulangnya kumat jadi Edo harus menemani maminya yang sedang kesakitan malam itu.

Kembali ke masa kini.. Neli disampingku tak berhenti mengomel menyalahkan kebodohan Edo sehingga kami melewatkan hal besar ini. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido Setelah mengetahui kenyataan bahwa aku hamil.. aku mengandung anak Liam.. Pikiranku pun semakin kalut. Bila aku memberitahu Liam sekarang, apakah dia akan mempercayaiku? Bagaimana kalau dia mengira aku hanya menginginkannya setelah tahu dia adalah dokter disana?


Ya, Tuhan.. Kenapa harus seperti ini?? Hatiku menangis darah lagi, kenapa masalah hidupku tak pernah selesai juga. Tak cukupkah tangisku sudah keluar sedariku lahir? Dalam diam aku menaiki mobil taksi yang mengantarkanku kembali ke kos bersama Neli. Aku harus memikirkan masak-masak apa yang akan aku lakukan mengenai kehamilanku ini.. Masa depanku.. ahh... Punyakah aku masa depan lagi?? 


104 comments:

  1. komen dulu baru baca
    thx mbak shin muach muach muach :-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2.. gak kuat reply satu per satu.. maaf ya yg belum di reply.. ahhahaha... lap you all..

      Delete
  2. sambung lagi mbak shin....
    hehehehhehehehehe........(dalam hatinya mbak shin ngomong belanda minta tanah nih...) xixixixixixi....

    ReplyDelete
  3. Oohh mba shin.... Makasih yaahhhhhhh.....

    ReplyDelete
  4. aborsi aje ..... * siap2 ditimpukin pembaca dimarih *

    ReplyDelete
  5. OMG si Neng hamil anak si liam !
    Mba shin lajutin lagi next capter yah lagi seru nih mba shin ???

    ReplyDelete
  6. whoa..kayaknya bakal balik ke WAR nih si lia..hihiih..tq shin

    ReplyDelete
  7. Nahlo nahlo milha milha...
    Si neng suka grasa grusu sih, ga dipikir mateng2...
    Kl udh gini tinggal panik...


    Mbakkk post lagi donk #banyak maunya nih

    ReplyDelete
  8. Lagi serius baca, eh si Edo malah keluar oon nya. Gubraak.. malah jadi ngakak baca nya.

    Thanks Mba Shin.
    Mau lagi dong
    *ketagihan*

    ReplyDelete
  9. mbak shin ak cinta padamu!!! hahaha

    critany nyesek bgt.. hiks..:'(
    ksitw liam neng klo lw hamil dong!
    spy ank lw pny bapakny!
    astaga.. pelik skali crita ni..:'(

    ReplyDelete
  10. Toloooooooonggggg.........
    Makin dibaca makin penasarannnnnn.......
    Mba Shin kerennn

    ReplyDelete
  11. aaaaaaa mau terusannyaaaaaaa
    makasi mba shiiiinnn
    makin panas aja nih ceritanya :D
    -fina

    ReplyDelete
  12. kntang banget..

    guling2 dkasur..

    please please game buat next chapter mbak shin

    ReplyDelete
  13. Lagi.. Lagi.. Lagi..
    We want more, we want more, we want more :))

    ReplyDelete
  14. hmil! yey!=))

    kasih tau Liam!!!

    la la la

    ReplyDelete
  15. kntang banget..

    guling2 dkasur..

    please please game buat next chapter mbak shin

    ReplyDelete
  16. hamil hagz hagz hagz
    kuis lagi ga mbk shin????

    ReplyDelete
  17. Tidakkkkkk akhirnya ada jalan untuk mereka bersatu.....
    Mbak shinnnnnnn lagi dongggg :p

    ReplyDelete
  18. ayoooo dok dok kodok WAR mana aksimuuu

    ReplyDelete
  19. Yeachhhhhhh
    tuh kan!!!!!!!
    Ga usah kasih tau Liam
    biar tau rasa dia......wkwkwkwk

    ReplyDelete
  20. Congratulation neng,
    Liang gmn sih buang2 muka, liam ayo tanggung jawab. Neng tlp liam bila perlu, kl ga ad pulsa sini beli sm aku aj, ntr suruh liam yg bayarin. Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ckckckckcck... teteuppp usaha mami ne...

      akakakakakakakakakak

      Delete
  21. Mba lagi dong...... deg deg an neh nunggu kelanjutanya

    ReplyDelete
  22. Edo positif tuh artinya hamil gimana sich, Neng nyesel khan nolak liam ga mikir 2 dulu sie.. mksh mb shin;-)

    ReplyDelete
  23. makin galau......
    posting smp ending ya mbak shin.

    tq ya mbak


    "ila"

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyalah sampe ending. tp dicicil ya hahahhaa
      sama2 sista

      Delete
  24. mba shin....lgi. ugh dsar liam...udh dtolak lgsg kbur. beda sX ma edo...ckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha :eh kyknya aku dah komen yg sama ya dibawah?

      Delete
  25. Makin aq cintaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,(lagu anank kd)sm mbak shin........
    Whatt???si neng hamil ank liam....??oh NO.....!!
    So...ank gw mo dikemanain liam???wkwkwk...
    Lg dong mbak.....hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhahahaha... wah.. kapan bikinnya sist ama Liam? "kapan terakhir anda berhubungan intim?" muwahhahahha

      Delete
  26. makasih mbak
    ~rida~

    ReplyDelete
  27. Mbak shin, ini akhirnya kentang bgt. Penasarannn

    ReplyDelete
    Replies
    1. :D tiap chapter jg jualan kentang kok sist..

      Delete
  28. mba shin....lgi. ugh dsar liam...udh dtolak lgsg kbur. beda sX ma edo...ckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah.. jd endingnya neng sama edo kan cocoknya? :D

      Delete
  29. Mba shin lagi, mauuuuu
    Kentanggggggggg
    Liaaaaaammmmmmm

    Btw º°˚˚°º♏:)ª:)K:)ª:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º mba sjin Чªήğ cantik :*

    ReplyDelete
  30. Hamil????smoga liam percaya
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba

    ReplyDelete
  31. kak shiiiin.. kentang kentang kentang.. kentang goyeng.. goyeng kentang..
    tambahin 18 Dooong.. knpa si liam jd gitu kak shin.. gemes deh.. kak shin syg lagiiii dong...

    ReplyDelete
  32. lanjut mbakkk cong 18. ini si mbak bikin crita pake ganja yaa?? nagih banget. game game game
    oya mbak aku ada email ke hydenchristensen@yahoo.com
    tlg bls y mbak
    smangat mbak!!
    makasih mbak shin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha huss... ntr ditangkep BNN aku kyk siapa tuh? pacarnya yuni shara? hahahaha sama2 sista :D makasi jg buat semangatnya

      nanti aku cek ya hyden ;) :jarang buka hyden skrg soalnya lol

      Delete
    2. haha. si ra*** kali sis. dia kan ga ganjaa
      oke sis. thx yaaa.
      ditunggu william sama si neng
      hohohoho

      Delete
  33. Oh ya ampyuuunnnn,,dsna speachless,,dsni speachlesss...
    Galauuuu meracauuuuuuuu...huaaaaaaaa... *nangis gegulingan*
    Liaaaammmmmmmmm jgn nyerah sm Neng,,pliiiiiisssss,,jgn nyeraahhhhhhhh..
    Hukz..mksh Mba Shin...

    ReplyDelete
  34. hiks hiks nyesek liat neng...
    tp salah ndiri seeh...
    pake nolak liam sgala..

    next chapter please..

    ReplyDelete
  35. kulakukan apapun utk spya chapt 18 diposting??
    games games games.. 50 komen smpe jam11 pm.. boleh kah kak shin sayang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hzhhahahha besok aja ya lagi game nya ;) palingan sore br mulai.. aku bangun jam 12 wita soalnya, habis tu jd IRT dulu, jam 3 baru agak free ;)

      Delete
  36. Asekkkk Neng hamillll \m/ *ehehehe* *sesat*
    Ayolahhh jgn buat reader nangis darah mbak Shinnnnn ayo post lagi hiksss aku suedihh minta ampyunnn... :'(((
    Liam ayolahh, jgn pesimis gt... Saling terbuka aja :'((

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa... ya ndak nangis lah.. perlahan-lahan dinikmati selagi neng n cong masih mengudara ;)

      Delete
  37. 33 koment.. tambah lagi tambah lagi.. yg mau yg mau liam yg doyan yg doyan neng yg suka yg suka edo yg cinta yg cinta mami.. loohh.. :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha cocok nih buat jd seksi pemasaran lol

      Delete
  38. Yak komennya dah 40. Liam....liam...liam.... ayooo ch 18 nya....

    Huwee.....
    Nangis penasaran.

    Tengkiyu cinta

    ReplyDelete
  39. Hadooooh kurang berapa ini biar si Cong diposting lagiiiii
    Ayo semua bersatu padu demi kelanjutan Cong ke-18

    ReplyDelete
  40. mbak shin...ayo dunk posting lagi lanjutannya....

    #naura...

    ReplyDelete
  41. tambah lagi kak shinnnnnn. klo perlu 2 chapter skalian kak.
    makasih kak, LANJUTKAN! karyamu *kemakan iklan

    -uli-

    ReplyDelete
  42. gak ada game kok lg cin malam ini... hahahahhaa.. besok yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bsk skalian banyak ya mbakk. eheheh
      nawarnawar gpp kan
      cari emo kedip2
      thx mbak

      Delete
    2. hahahah doain aja aku bisa ngetik cong sampe ending ntr malem :demi kalian aku bergadang sampe jam 6 pagi dah: uahuahuah :lebay:

      Delete
    3. yeyyyy. acikacikacikk
      joged2.
      lap yu pull mbakeeee. muachhh

      Delete
  43. Cyiiiiiiiiiiiinnnn....
    Daaaaaaaaaaaaarl'.....
    Whoaaaaaaaaaaaa....

    Nie nggantung bangetzzz,,,



    LAnjutAnnya maaanaaaa????

    ReplyDelete
    Replies
    1. besok dah, belum dapet ngetik nih aku. ntr kl aku upload skrg, besok gk ada postingan sama sekali lah

      Delete
  44. “Kapan terakhir kali anda berhubungan intim?”

    Wah pertanyaan ini sering bgt terlontar kan untukku pas medical awal. Ya ampun medical check up ternyata ditanya ampek se pribadi ini kah,,,? Muka ku merah merona alias malu... Hihi btw knp aku Malu..? Aku low ndak punya pacar hahaha ,,, aku cuman menggelengkan kepalaku Doank...

    Nah medical check up sekalian suntik vaksin YG terakhir malah dokternya blg sama aku... Dlm wkt 3 Bln jangan hamil ya... Walah ... Gmn aq mo hamil aq ndak punya cowok apalagi misua ... Gmn mo halim coba wkwkwkkkk

    ingat kejadian itu aq ketawa ngakak ... Ah mbak shin... Lol abiz .. Makasih ya sista ...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahah makasi udah berbagi pengalaman mu sist, aslinya sih aku cuman ngarang. aku sndr belum pernah medical check up atau sejenisnya. wkwkkwkwkw

      Delete
    2. Sip sip sip masama sista ... Mau ditemenin begadangnya...? Mbak shin ngetik akuputer lagunya backstreet so meringkuk bobok hahaha ...

      Delete
  45. Hii mba'Shin..aq pnggemar baru'mu..bru 2hri nemu blognya mba..

    Aq pling suka crita yg satu ini..suerrr kompleks bnget, ga trlalu ekstrem..tp passss..aq smpe mencak2 bacanya (^,^)

    Aq suka liam..gemezzz deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai juga, salam kenal ya sist. makasi udah suka cerita bikinanku, semoga tetep suka ya :) happy reading aja :D

      Delete
  46. lanjutin .. . lanjutin . .. lnjutin . .. .

    ReplyDelete
  47. penonton & pembaca kecewa.. humm tp gpp lah kita semua cinta kak shin.. lup yu pooll..
    ku tagih janjimu bsk kak shin.. teteup 【✖サⅰ..サⅰ..サⅰ..✖】

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha jgn kecewa lah.. masak udah sepanjang ini perjalanan masih kecewa jg sama diriku :ngambek nih:

      hahahaha

      ya doain ntr malem bisa ngetik sampe endingnya ya, habis tu pol2an dah tak ladenin nge-game. muwahahahhahahha

      Delete
  48. yuk kita kerahin pasukan buat games besok..
    ingak ingak ting...


    thx mbak shin muach muach :-*

    ReplyDelete
  49. yuk kita kerahin pasukan buat games besok..
    ingak ingak ting...


    thx mbak shin muach muach :-*

    ReplyDelete
  50. Sabar menanti lanjutanyaa
    thx mba Shin

    ReplyDelete
  51. Mba shin bukan ttg jualan kentang'a tpi mba shin ngeluarin'a kentang bgt....
    Mba pliss 1 chapt lgi abis itu aku bc trs bo2 deh :D ☺ Ђƺђƺ ☺ :D

    Maaf Ɣª mba....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahha mana mgkn dirimu bobok jam segini.. lol

      Delete
  52. makasih mba shin aaarrrgghhh bikin perasaan galau beruntun liam ooooh liam....

    ReplyDelete
  53. eleh eleh...akang liam teh,
    datang tak di jempu pulang tak diantar
    MAKASIH MBAK SHIN POST NYA.....

    ReplyDelete
  54. Makasih mbak....dtunggu kelanjutan ceritanya^_^
    Fighting!!

    ReplyDelete
  55. Hamilllllllll, si edo peleh x ya + dibilang ga hamil, do edo nnya mknya sm gue, gue bidan do... ampun deh

    ReplyDelete
  56. shuka' shuka' (ngomong ala dalagita ;-p)..
    tp kok tampilannya jd kyk model gini ya Soo langsing singsingsingsing..
    ☺ "̮ ЂoºoЂoºoЂoºo "̮

    ReplyDelete
  57. gubrakkkkk....si edo once bgt sih wakakaka thanks mbk shin :)

    ReplyDelete
  58. ooohhh tttiiiiiiiiiidaaaaaaaaaaaakkkkk....*gubrak

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.