"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, March 4, 2013

"Lu Tu Musuh GW Cong!" - Chapter 2




Kusampirkan tas punggung yang berisi pakaian-pakaianku di atas kursi. Aku baru saja sampai dirumah ibuku tinggal, rumah yang dibelinya setelah bercerai dari ayahku. Disini mami begitu aku memanggilnya tinggal bersama dengan kakak laki-lakiku yang sudah menikah dan memiliki satu orang anak kecil berusia tiga tahun yang sedang lucu-lucunya. Hendra nama keponakanku itu.

Hendra menyambutku dengan senang, tangannya yang mungil diangkatnya ke atas, berharap bibinya ini untuk mengangkatnya ke dalam pelukanku. Dengan senyum lebar meski sedikit kelelahan karena perjalanan yang panjang dari kampus ke rumah ini, kugendong juga keponakanku ini.

“Duh.. Ponakan tante.. Udah makin gede aja, nanti sore kita belanja ke supermarket ya. Mau beli apa disana? Mau beli yakult? Terus..terus mau beli apalagi?” tanyaku senang. Aku hanya pulang sebulan sekali ke rumah ini. Selain karena memang jarak yang cukup jauh kutempuh dengan sepeda motorku, aku tidak terlalu menyukai kakak iparku, istri kakakku ini terlalu cerewet dan selalu menebar aura kebencian padaku, entah apa maksudnya itu.

Hanya karena memandang kakak dan http://mywondramastory.blogspot.com-ShinHaido ibuku aku masih berbaik hati bertahan meski dalam hatiku rasanya seperti sedang terbakar dan ingin kujambak saja rambut panjangnya yang sering digelungnya ke atas.

“Kok telat banget nyampe rumahnya? Sengaja ya? Tau kalau pagi sampai siang bakal repot disini? Bersih-bersih?” sindir iparku, kebiasaannya yang membuatku kesal setengah mampus.

Apa yang membuatnya berpikir dia berhak memarahiku? Aku tidak makan uang suaminya meskipun aku bisa saja meminta pada kakakku. Begini-begini aku memiliki tabunganku sendiri yang sudah kukumpulkan sejak aku kecil, selain mami, bokap dan kakak perempuanku yang sudah menikah juga sering memberiku uang jajan yang aku tabung. Karena aku berpikir masa depanku nanti hanya aku sendirilah yang bisa membawanya ke arah kehancuran atau kebahagiaan.

Dengan seorang ipar yang nyinyir seperti dia aku tak yakin akan diizinkan tinggal dirumah ini lebih dari usiaku yang ke tiga puluh. Aku yakin dia akan senang bila aku segera angkat kaki dari rumah ini meskipun rumah ini dibeli bukan dari uang suaminya melainkan uang ibuku yang ditambah dari uang yang didapat dari perceraian dengan bokap.

“Gak sengaja kok, tadi macet banget dijalan. Ada mobil nyemplung ke kali, jadinya macet sampe lima kilometer. Ciyus deh..” jawabku sambil bersenda gurau, aku tidak ingin soreku yang cerah dihancurkan oleh nenek sihir ini.

Bibirnya nyinyir seperti biasa, mengomel tidak jelas lalu masuk ke dalam rumah, melakukan entah apa yang biasa dia lakukan di dalam kamarnya. Duh, jadi ipar doank kelakuannya selangit. Hubunganku dengan kakak laki-lakiku bahkan memburuk karena kehadirannya. Seringkali kakakku menegurku bila aku telat datang dari jalan-jalan atau bila aku meletakan barang sembarangan, dan entah banyak alasan lagi yang terlalu dibuat-buat. Aku hanya bisa melarikan diri ke dalam kamarku yang mungil, kamar yang sudah kutinggali selama dua tahun belakangan.

Sebelumnya kami tinggal dirumah besar yang kini sudah dijual dan uangnya dibagi-bagikan pada seluruh anggota keluarga, aku juga mendapat bagian yang langsung aku tabung. Aku suka sekali menabung, meski jumlahnya tidak banyak, aku berpikir http://mywondramastory.blogspot.com-ShinHaido bila suatu saat nanti aku memerlukan uang dalam jumlah yang tidak sedikit, aku tidak akan perlu membuka tanganku dan meminta pada orang tua atau kakak-kakakku.

Menjadi anak bungsu memang memiliki kemewahannya sendiri, aku bisa menadahkan tangan tanpa malu pada kakak-kakakku bila aku mau, tapi aku bukan adik seperti itu. Tak pernah sekalipun aku meminta uang pada kakak-kakakku, mereka bukanlah yang harus bertanggung jawab membiayai kuliah dan hidupku. Bila aku perlu uang, aku akan kerumah bokap setelah menelphonenya terlebih dulu. Bokapku sering tidak ada dirumah, dia lebih sering keluar kerumah cewek-ceweknya, ya dia punya banyak cewek, sampai tak terhitung karena aku sudah malas berurusan dengan laki-laki tua yang kupanggil ayah itu.

Aku tak pernah menghormati ayahku, aku tak pernah bangga menceritakan ayahku didepan teman-temanku atau menceritakan kebaikan-kebaikannya yang sudah tenggelam oleh keburukannya. Tak ada satupun kebaikannya bisa kuingat karena telah tersamarkan dan dikotori dengan kemunafikan dan sifat najis yang menjijikan. Karenanya lah aku begitu membenci manusia yang suka berselingkuh, ingin kubunuh rasanya manusia-manusia yang begitu hina dan tak bermoral itu, membersihkan dunia gila ini dari kegilaan-kegilaan lain yang diperbuat manusia-manusia hina itu.

Sebegitu bencinya aku pada ayahku, meski aku masih meminta uang darinya. Sebenarnya bila aku mampu, aku tak ingin meminta bantuan apapun dari ayahku, aku juga memiliki harga diri yang ternyata harus kutelan bulat-bulat saat menyadari aku tak sehebat itu hidup seorang diri. Aku masih butuh sokongan dari ayahku, dari keluargaku.

“Sabar, Neng. Oh ya, tadi papamu nelphon. Dia mau kesini katanya agak sorean. Mau ngobrolin sesuatu sama kita” kata ibuku yang tersenyum lemah.

Di usianya yang ke lima puluh, mami masih terlihat cantik. Belakangan mami sering di datangi oleh duda kaya mantan pacarnya dulu, tapi mami selalu menolak laki-laki itu. Om Chandra namanya, pemilik toko alat-alat listrik yang memiliki cabang dimana-mana yang sudah ditinggal mati istrinya, dan dia tidak punya anak satupun. Sungguh disayangkan sekali, entah mengapa mami menolaknya, padahal aku yakin om Chandra punya banyak cinta untuk mami, aku ingin sekali mami membuka kembali lembaran baru hidupnya, melupakan laki-laki bejat seperti bokapku.

“Mau apa bokap kesini lagi, Mi? Emang dia gak punya urusan lain ya? Bukannya dia sibuk ngurusin cewek-cewek sundal yang bergelayut http://mywondramastory.blogspot.com-ShinHaido ditangannya kayak benalu? Heran” jawabku sinis. Aku benci sekali dengan wanita-wanita perusak rumah tangga orang lain.

Selama dua puluh tahun lebih bokapku mengkhianati mami, dan mami begitu tabah menjalani semua penderitaannya seorang diri. Dulu mami kurusss banget, gak selera makan sama sekali, sakit-sakitan. Syukurnya setelah orang tuaku bercerai, lambat laun mami kembali membaik dan sehat seperti sedia kala. Kadang memang hanya diperlukan sedikit penghindaran agar tidak selalu terjerat dalam kehidupan yang begitu menyiksa untuk tetap bertahan hidup di dunia.

Seperti contohnya aku, aku sengaja tidak pernah pergi ke rumah bokapku, bila ingin meminta uang pun kadang bokap hanya kukirimi sms atau kutelphone sekedar lalu dan meminta uang itu dikirimkan ke rekening bank ku. Rekening yang aku pakai sebagai tempat singgah uang-uang yang dikirimkan bokap setiap bulannya.

“Hus.. Gak boleh bilang gitu sama orang tua, gitu-gitu dia papamu. Nanti sore jam enam jangan kemana-mana ya, kan besok minggu. Besok aja jalan-jalannya” bujuk mami yang langsung menggamit lenganku mengajakku masuk ke dalam rumah.

“Iya, Mi. Demi mami deh , aku rela ketemu orang itu lagi” kukecup pipi tua ibuku yang dibalasnya penuh kasih sayang. I love you, mom..

Pukul enam sore kurang lima belas menit, kakakku Rio sudah berteriak-teriak menggedor pintu kamarku. Aku sedang menyisir rambutku yang basah saat dia berteriak memintaku keluar, bokapku sudah datang, bersama dengan calon istri barunya dan keluarganya. Mau apa sih mereka datang kesini? Mau pamer ya? Mau menyakiti hati kami lagi? Heran, gak punya malu sama sekali.

“Ya, ya bentar. Biarin aja mereka nunggu, siapa yang perlu dia yang berkorban” bentak ku kesal. Menggangu ritualku di depan cermin, mengagumi wajahku yang putih bersih.

Kupoleskan sedikit bedak pada pipi pucatku, hanya agar tidak terlihat buruk di depan calon istri baru bokapku. Setidaknya wanita-wanita perusak rumah tangga orang lain itu pastinya memiliki kelebihan sendiri kan sehingga dia bisa menarik laki-laki hidung belang seperti ayahku. Aku tidak akan kalah oleh pelacur murahan itu.

Ternyata tamu-tamu itu sedang menunggu di dalam ruang tamu rumah kami, tentunya mereka mendengar teriakan ku tadi. Masa bodoh, peduli amat dengan perasaan mereka, memangnya mereka peduli dengan perasaanku? Perasaan mami? Perasaan kami? Seenaknya datang kesini memamerkan kemesraan mereka yang tak pernah ayahku pamerkan saat bersama kami. Cuihh!!

“Neng, duduk disini” panggil bokapku lembut. Entah dia berpura-pura baik padaku atau apa, aku tak akan pernah lupa saat dia membentakku karena http://mywondramastory.blogspot.com-ShinHaido mengomentari perbuatannya yang suka main cewek. Aku tak akan pernah melupakan bagaimana kata-kata dan caci makinya yang kasar sampai kapanpun juga, aku tidak gampang memaafkan orang, terutama laki-laki berengsek seperti ayahku. Tapi aku mengikuti perintahnya tanpa komentar.

Aku duduk di kursi disamping ayahku, di sampingnya lagi calon istri barunya duduk, namanya Lili, Liliana tepatnya. Di depanku duduk mami bersama kakak laki-lakiku, istrinya entah kemana tak terlihat, dia mengerti ini bukanlah urusannya, meski menjadi ipar disini, iparku itu tidak terlalu suka ikut dalam musyawarah keluarga seperti ini. Namun bila sudah menyinggung masalah duit... telinganya naik paling pertama.

Mataku melirik pada sosok pria disamping Lili, pria muda yang usianya kira-kira dua puluh tujuh hingga tiga puluh tahun. Wajahnya cukup tampan, tanpa kumis atau jenggot, bahkan terkesan putih bersih terawat. Aku tidak http://mywondramastory.blogspot.com-ShinHaido  bisa mengira-ngira berapa tinggi laki-laki itu, karena saat sedang duduk seperti itu dia terlihat sama saja dengan yang lain. Siapa sih dia? Dia memakai baju kemeja putih lengan pendek, dengan kacamata putih yang kuyakin tanpa kaca mata itu dia tidak bisa melihat dengan jelas. 


21 comments:

  1. Hihihihi
    Mau dijodohin ya mb shin?
    *penasaran :3*

    ReplyDelete
  2. suka sama cerita ini rasanya seperti nyata thanks mbk shin :-) <3<3

    ReplyDelete
  3. Wah... Part2 Udah ke posting ? OK OK aku baca ntr sista...

    Makasih :)

    ReplyDelete
  4. Sempet bingung nyata gak ini he.he.he trs siapo itu???

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan berbingung ria... ihaihaiaa

      Delete
  5. nagh lho???
    Ni kentang yaa??
    Aaiihh,,,cyiiinn,,,sapa lelaki berkacamata itu??
    Jangan bilang itu koko Alex,,,wkwkwwwkwkkkk

    Makaasiih Cyiiinn,,,

    ReplyDelete
  6. Mbak shin hr in jung nam di posting yaw... "Wajah memelas" hehehehe

    ReplyDelete
  7. Mw komen ap ya, lupa.wakakakakka

    ReplyDelete
    Replies
    1. mw jawab apa ya ko jd lupa jg? hm...

      Delete
    2. Wakakakakakakaa "toyor mba shin biar inget #ehhh kabuuuuurrrr
      Cm mw blg ni crita sm dg kisah seseorang
      Kabuuurr lgi

      Delete
    3. toyor balik pake mercon. ah itu kan perkiraanmu Rin.. belum tahu dia.. ihihihihi

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.