"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, March 16, 2013

"Lu Tu Musuh GW Cong!" - Chapter 20



Liam mengajakku makan pagi di sebuah rumah makan yang menghidangkan makanan sehat dan dia memilihkan menunya khusus untukku. Terdiri dari buah-buahan segar, cocktail buah, roti danish manis, bubur ayam tanpa kuah dan aku makan cukup banyak. Dia mengawasiku menyuapkan setiap sendok makanan ke mulutku dengan senang, Liam sering tersenyum sejak pagi hari tadi, sejak aku terbangun dan membuka mataku, dia sedang memandang wajahku dan senyum itu selalu disana. Bukan senyum culas nakalnya yang berengsek, tapi senyum manis, hangat dan yang menyatakan bahwa aku adalah miliknya. Ya, laki-laki ini adalah pemilik hati dan tubuhku.


“Jangan disisakan, kau perlu semua vitamin dan gizi untuk tubuhmu dan anak kita. Aku akan meminta dokter Umar memberikan vitamin-vitamin dan suplemen yang kau perlukan selama masa hamil mudamu, agar kau bisa melewatinya tanpa terlalu banyak keluhan. Aku ingin kau tinggal bersamaku, Lia, agar aku bisa melihatmu, bisa menjagamu, aku tak akan membiarkan kau kembali ke kosmu lagi. Kau bisa mengajak ibumu ke rumah bila kita sudah mendapat restunya, http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido tapi untuk sementara aku ingin kau tinggal bersamaku, nanti sore seorang pengurus rumah tangga akan datang, jadi kau tidak perlu bekerja keras dirumah. Dan kau juga harus mengikuti semua petunjuk-petunjukku tadi, jangan banyak bergerak, jangan mengangkat beban berat, jangan..”

“Iya pak dokter... Aku tahu.. Kamu tak usah mengulanginya puluhan kali. Kamu terlalu khawatir, aku baik-baik saja. Aku rasa tubuhku sudah baikan sejak..” pipiku merona merah, aku tak sanggup melanjutkan kata-kataku. Alis Liam naik menungguku melanjutkan ucapanku, dia cukup sebal karena sebelumnya aku memotong omongannya. Dia sungguh banyak bicara bila memberiku ceramah masalah kedokteran..

“Sejak apa?” desaknya ingin tahu. Wajah Liam serius, dia nampaknya tak bisa menangkap ke arah mana pembicaraanku tadi.

“Tak usah dipikirkan, lupakan saja bila kamu tidak mengerti” kataku sewot. Liam sungguh tidak lucu bila dia memasang wajah dokternya, dia membosankan.

Lalu Liam mencium pipiku, ah mami.. apa yang dia lakukan sekarang dengan menciumku di depan umum? Senyum tersungging di bibirnya. Sial!! Dia sudah mengerti maksudku tadi dan berpura-pura tidak tahu, awas kamu Liam!!

“Ayo minumlah jusmu” katanya lagi. Liam mengoleskan mentega pada danish hangat yang baru saja diletakan pelayan di meja kami. Dia memakannya dengan senang, menyesap kopi susunya dan tersenyum padaku. Liam.. Liam.. Menatap wajah tersenyummu saja membuatku tersipu malu bagai anak remaja SMU yang sedang kasmaran, senyummu ternyata cukup menular.

Setelah makan pagi yang sehat dan mengenyangkan, kami bermobil menuju rumah mami. Liam dan aku memutuskan akan memberi tahu mami hari ini juga, kami tak ingin menyembunyikan hubungan kami dari siapapun, semakin cepat keluarga kami tahu, maka semakin cepat pula masalah kami memiliki jalan keluar entah apapun hasilnya nanti. Kami bertekad dan berjanji tak akan menyerah demi cinta kami dan buah hati kami, kami tak akan bisa dipisahkan.

Liam memarkir mobilnya di depan tembok pagar rumah tetangga, di depan rumah mami ada mobil lain yang sedang parkir sehingga kami terpaksa parkir agak jauh. Dia meremas tanganku lembut, menguatkanku bahwa dia ada disampingku dan kami akan menghadapi mami dan keluargaku berdua.

Nampak rumah mami cukup ramai, aku mengenali mobil milik kakak perempuanku terparkir di depan rumah dan mobil papa. Ada apa mereka berkumpul dirumah mami? Jangan katakan telah terjadi sesuatu pada mami??? Oh tidak!! Aku panik, dan Liam menyadari kepanikanku. Dia merengkuh pundakku dan menghiburku. Liam juga nampak khawatir karena tak biasanya keluargaku berkumpul seperti ini.

“Liam.. Ada apa ya? Hatiku jadi tidak enak begini. Apakah mami baik-baik saja? Aku harus melihat mami..” kulepaskan tangan Liam dari pundakku dan setengah berlari ke arah rumah. Liam memanggilku, dia khawatir melihatku berlari dengan terburu-buru.

“Lia.. Tunggu, hati-hati, jangan berlari” teriaknya memanggilku.

Aku tak menghiraukan panggilan Liam, aku harus melihat mami. Mami.. Mami.. Jangan pergi, aku tak akan memaafkan diriku bila mami pergi tanpa berpamitan padaku. Tak terasa mataku berkaca-kaca memikirkan mami telah pergi meninggalkanku.

Kulihat kakak perempuanku Melinda sedang membuka kotak kue di meja, dia menyambut kedatanganku dengan senang. Ah.. Syukurlah.. Tak ada yang terjadi, kan? Kalau tidak, kak Melinda tak mungkin sesenang ini menyambutku, kan?

“Kak.. Mana mami? Mami tak apa-apa, kan? Mami tidak kenapa-kenapa, kan?” tanyaku cemas. Liam telah menyusul dibelakangku, dia mengelus bahuku, menenangkanku.



“Camelia, tenanglah. Biarkan kakakmu menjawabnya dulu” bujuk Liam padaku. Bibirku bergetar, aku dilingkupi kekhawatiran yang sangat.

Kak Melinda memelukku, matanya berkaca-kaca. Oh, kak.. Kenapa sekarang kamu malah ikut menangis? Katakan cepat apa yang terjadi??

“Mami tidak apa-apa, Neng. Mami menunggumu di kamarnya, ayo sana..” Kak Melinda membimbing langkahku masuk ke kamar mami, dia juga meminta Liam untuk masuk bersamaku.

Di dalam kamar kulihat mami duduk di atas ranjang, sedang menangis terisak, disampingnya ada papa dan kakakku Rio. Mereka berdiri setelah melihat kedatangan kami. Rio mengundurkan diri dan pergi keluar sementara papa menepuk pundak Liam dan mengikuti Rio keluar dari kamar ini. Tak ada kebencian di wajah papa untuk Liam, apakah itu artinya papa sudah merestui hubungan kami? Oh, Tuhan.. Semoga demikian adanya.

Mami memutar tubuhnya, dia sedang duduk di ranjangnya menghadap tembok, dan kini aku melihat wajah mami, dia sedang mengusap pipinya. Lalu mami membuka kedua tangannya, aku pun langsung berlari dalam pelukan mami dan tangisku meledak dalam pelukan mamiku. Mami.. oh mami.. Maafkan putrimu yang durhaka ini..

“Mami.. maafkan Neng ya, mi.. Neng bodoh.. Neng cuma mikirin diri Neng sendiri, tidak memikirkan mami, padahal mami adalah orang yang paling menyayangi Neng. Neng salah, mi. Tolong maafin Neng, mi..” tangisku masih menggerung-gerung dan air mataku telah membasahi baju mami. Liam berdiri menunduk dibelakangku, matanya berkaca-kaca, aku tahu dia juga terharu melihatku menangis dalam pelukan mami.

“Neng.. Anak mami paling cantik.. Mami gak marah kok sama Neng. Mami terharu, Neng adalah anak mami yang paling berani, paling baik, paling perhatian sama maminya. Mami minta maaf gak menyadari perasaan Neng selama ini, mami minta maaf karena telah memberikan keluarga yang tidak sempurna untuk Neng dan kakak-kakak Neng, mami cuma bisa mendoakan Neng nanti bisa hidup bahagia bareng nak Liam dan cucu-cucu mami nanti, ya? Mami mencintai anak mami, Camelia Neng Surbakti.. Anak mami palingggg baik..” mami mengelus rambutku, membuat tangisku semakin deras demi mendengar ucapan mami. Oh, mami.. Aku belum bisa membalas semua kebaikanmu, aku justru telah mengecewakanmu, semoga mami memaafkanku.

“Enggak, mi. Mami adalah mami yang paling sempurna di dunia. Mami adalah jagoanku, teladanku, aku mencintai mami lebih dari apapun, aku gak akan pernah ninggalin mami, aku pengen jaga mami sampai mami tua. Aku pengen jadi anak berbakti, mi. Selama ini aku cuman nyusahin mami, aku belum pernah bahagiain mami, aku anak durhaka, mi. Saat mami butuh, aku malah dengan segala alasanku mencoba menghindari permintaan mami. Aku janji, setelah ini aku akan patuh sama mami, mami mau maafin aku kan, mi?” tanyaku dengan mata penuh tangis.

Mami mengusap air mataku dengan jari-jari tangannya yang mulai mengeriput. Jari tangan mami bergetar saat menyentuh pipiku, menyusuri wajahku dan membelai rambutku lembut. Mata mami juga bersimbah air mata, air mata haru, karena mata itu tersenyum bahagia. Mata yang selalu kuingat, bahwa mata inilah yang selalu menjagaku sejak aku bayi hingga aku dewasa nanti. Mamiku, pahlawanku.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Neng. Kalian mendapat restu mami, jangan khawatirkan hal lain, kebahagiaan anak mami adalah yang utama. Mami sudah tidak sabar untuk menimang cucu mami” mami tersenyum lagi, kini mami menoleh pada Liam, dia memanggilnya agar menghampiri kami.

“Kemari nak Liam” katanya sembari memanggil Liam dengan tangannya.

Liam menuruti perintah mami setelah menyeka air matanya yang menetes, memperbaiki kacamatanya dan berlutut dibawah ranjang mami. Oh, Liam.. Terima kasih karena kamu begitu menghormati mamiku, aku semakin menghormatimu dan bangga padamu.

“Iya, tante..” jawab Liam.

“Panggil aku mami ya mulai sekarang, kamu harus jadi suami yang baik. Jangan sekali-sekali menyakiti hati Neng, apalagi mengkhianati dia. Suatu rumah tangga pasti akan memiliki banyak rintangan dan tantangan di masa depan, sebagai laki-laki, suami, orang yang lebih kuat, kamu dituntut untuk bisa berpikir lebih bijaksana dan matang. Kamu harus menjadi teladan dan contoh yang baik bagi Neng nanti, dari sana lah nanti Neng akan mengikutimu sebagai kepala keluarga. Namun bila suatu saat nanti kamu merasa rintangan yang kalian hadapi begitu sulit, bicarakanlah dari hati ke hati, tanpa emosi, bila memang tidak ada jalan keluar, hendaknya kalian berpikir kembali dan mengingat alasan pertama mengapa kalian menikah, ya? Mami hanya ingin kalian bahagia sampai kalian tua nanti, jangan mengulangi kisah mami, meski hidup tidak bisa di prediksi, sedikit tidak jadilah manusia yang berakhlak mulia, jangan pernah berpikiran negatif apalagi fitnah tanpa alasan. Saling percaya, saling jujur, terutama saling menghormati. Mudah-mudahan dengan bekal itu kalian bisa semakin sayang dan dapat menjalani biduk rumah tangga kalian dengan lebih optimis. Menikah tidak selalu susah, tidak selalu senang, ada susah dan senang. Karena ada susah maka kalian tahu apa itu senang dan sebaliknya. Ya..? mami memberi restu mami pada kalian, kalian tidak usah khawatir.. Mami ingin yang terbaik buat anak mami, Neng. Dan bersamamu, mami yakin Neng akan bahagia, Neng berada di tangan yang tepat. Tolong jaga anak mami ya, Liam” Mami menyentuh pundak Liam dan menepuknya pelan. Aku bisa melihat Liam mengangguk dan hampir tak bisa berkata-kata karena perasaannya penuh sesak dengan emosi. Emosi bahagia dan haru yang sebentar lagi akan meledak bila dia tidak cukup malu untuk menangis di depan mami dan aku. Liam menangis? Ah.. Liam hanya manusia biasa, karena dia bisa menangislah artinya dia memiliki perasaan. Liam-ku..


“Terima kasih banyak, mi.. Karena sudah mempercayakan Neng padaku. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido Aku akan berusaha menjadi teladan yang baik dan bisa dia banggakan, aku akan menjaganya seperti aku menjaga hatiku, aku akan menghormatinya sebagaimana aku ingin dihormati. Mohon doa restunya selalu untuk hubungan kami, mi” Liam mencium punggung tangan mami dan mami mengelus rambut Liam. Oh, Tuhan.. Aku sungguh terharu melihat pemandangan di depanku. Mami.. ingin kucium kakimu sekarang juga, betapa beruntungnya aku memiliki ibu seperti dirimu. Tuhan, izinkanlah aku untuk membahagiakan ibuku, setidaknya selama kami masih memiliki jodoh. Amin.. 


84 comments:

  1. Mbak Shiiiiinnnnnnn

    Tengkyu babe... Muach

    ReplyDelete
  2. Hiks mamiii...#ngarep dapet mertua baik begini hiks...

    ReplyDelete
  3. Mbak Shin, aku ikutan nangis nih baca Cong 20 nya... hiks...hiks... terharu... makasih ya Mi udah restuin Liam ama Neng. Muachh...muach.... _ sautsautan

    ReplyDelete
    Replies
    1. gpp.. buat cuci mata, bersihin belekan ahhahahhaa...

      Delete
    2. Biar makin jelas liat cowo ganteng ya mbak Shin XD
      _sautsautan

      Delete
  4. thanks mbak shim,
    gk thn sm liam yg perhatian bgt..bkin aq meleleh

    restu dr mami n papi mertua udh d tangan
    tinggal wedding na lg..

    ReplyDelete
  5. whoaaaaaaaaaaaaaa...
    Mamiiii..aku mau dlamar ama Liam.....


    Darl'...muaaaccciih yaaa....
    Loph u so mad..

    ReplyDelete
  6. Wuaaah....akhirnya.....ikut terharu biru......maturnuwun mbak shin.....

    ReplyDelete
  7. (-̩̩̩-͡ ̗̊--̩̩̩͡ ) Ɨƚι̇ƙƨ̃.. Ɨƚι̇ƙƨ̃.. Sedih tp bahagiaa..

    ReplyDelete
  8. DEAR ALL~~ ADA GAME DARI MBAK SHIN...

    TOLONG TAMBAHIN ENTHUSIAST READERNYA MBAK SHIN..

    TINGGAL NYARI 29 ORANG...
    Begitu m'capai kuota..
    CONG 21 LANGSUNG DPOSTING....

    SEMANGADH SMUAAAA.....

    ReplyDelete
  9. mba shin mnta chptr 21 la....btw jd terhru bca chptr ne... mami neng baik bget

    ReplyDelete
  10. Terimakasih mami
    kami akan segera menikah
    besok aku tak fitting baju pengantin
    ohh liam...
    ohh kak shin... kau mengaduk2 hatiku

    ReplyDelete
  11. Ah liam selamat ya, jangan lupa undang kami yg disini #eh
    Mbak shin, makasi

    ReplyDelete
  12. Terharu sama liam+mami, hiksss,,,,
    Mw nangis tpi di depan siswa2ku ƍäªk lucu ah :D ☺ Ђƺђƺ ☺ :D

    º°˚˚°º♏:)ª:)K:)ª:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º mba shin :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. nangis ya nangis aja sist... lumayan kan buat ganti stock air mata dengan yg baru :D

      Delete
  13. Ayo sista2 ... Penggemar blog tercinta ini... Kita invite-IN temen2 kita jadi 100 Followers nanti cong21 langsung posting dech MA author tersayang kita ... Ehem ehem ...

    ReplyDelete
  14. Terkadang perpisahan ortu karena pihak ketiga itu cenderung melupakan logika :D yang dipentingin kebahagiaan pribadi, lupa akan anak yang notabene tanggung jawab ortu dan hancurnya hati si anak melihat ortu yang disayangi berpisah...

    :may:

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga semakin banyak orang yg memiliki rasa tanggung jawab dan sayang keluarganya ya sist :)

      Delete
  15. horeeee.....dpt restu emak :)
    thanks mbk shin<3

    ReplyDelete
  16. terharu sama part ini... Beruntungnya neng sama liam..

    ReplyDelete
  17. mbak shin makasih postingannya....
    NEXT CHAPT,,,heheheh

    ReplyDelete
  18. ahak! ahak!
    di restui sma mertua..\=D/

    ReplyDelete
  19. Terharu dan terhura bacanya
    Tapi penasaran kok cepet banget direstuinnya sama si mami
    Apakah jawabannya ada di chapt 21
    Jeng jeng jenggggggggggg
    *backsound mendramatisasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... yah, drama ringan gak usah di puter2 sist.. bosen ntr lol

      Delete
  20. berbahagialah kalian.. terharu.. hiks

    chapter 21 dong!
    game.. game.. game!

    ReplyDelete
  21. Syukur mami ksh ijin & ga da acara histeris, dapet nasehat pernikahan dari mami shin:p

    ReplyDelete
  22. Makasih mbak shin.. ahirnya dpt restu yaa
    terharuu.

    ReplyDelete
  23. Jadi sedih.
    tapi seneng.
    Liam direstui sama maminya Nenh

    Thanks Mba Shin

    ReplyDelete
  24. hai kak
    ahirnya join juga
    smua demi cong 21. ahha
    thx ya kak. terharu sama bab ini.
    -uli-

    ReplyDelete
    Replies
    1. met gabung ya sista :D hehehe makasi.. :D

      Delete
  25. Terharu biruuuu
    MAMI I LOVE YOU

    lanjuuuut
    thanks mba Shin

    ReplyDelete
  26. Chap 21 pleaseeee ihikssss aku terharu loh...
    Nanti pas suatu saat aku dpt mertua, aku mau yg buaikkkk hati n bijak kyk maminya neng... (˘̩̩̩.˘̩ƪ)

    ReplyDelete
  27. 18 LAGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII~~~~~~~~~~~~~~

    AYO SEMUA~~UNDANG TEMAN KALIAN UNTUK JADI ENTHUSIAST READERS DI MYOWNDRAMASTORY~~

    Maaph CAPSnya JeBoL~~~wkkwkwkwkkwkwkwk

    ReplyDelete
  28. wah ternyata mudah mendapatkan restu mami....kyknya sweet2 terus nih smp epilog...tq mbak

    "ila"

    ReplyDelete
  29. wuaahhh.....dapat restu dari mami...hehehhe.....
    ikutan comment ah,,,biar dpt chap 21....

    mbak riska smangat bgt...hihihiihiii,,,,,

    btw,,mbak shin aku mau nanya: ni si Neng ada darah karo nya ya?? Camelia Neng Surbakti,,,,kata terakhir di nama si Neng salah satu klan suku Karo....hehehehehe....kebetulan semata kah????*hanya author yg tau...^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha no kommeng... :aku malah gak tahu kl surbakti nama marga batak sist wkwkwkwkkw

      Delete
  30. Susah dari td mo komen... Inet lemot -_______-'
    Tq M Shin :*

    ReplyDelete
  31. Biasa jd silent reader, ayo sis, posting donk, penasaran abeez...

    #Ay-

    ReplyDelete
  32. surga ditelapak kaki ibu, sungkem mami....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo buruan peluk maminya masing2 dirumah :)

      Delete
  33. thanks shinnn
    so uda menang kuisss kita? hehehe

    ReplyDelete
  34. Siapa sih 0rtu yang akn gak setuju,menyerahkan anak gadisnya pada pria y masa depanya begitu CERAH kyk blog Myowndramastory ,kk shin ??
    Pastiy setuju lha,,

    ReplyDelete
  35. karena GAMENYA tidak mendekati sama sekali kuota yang dibutuhkan, maka cong 21 kita undur penayangannya ya. thanks semua :D

    ReplyDelete
  36. Makasih mami...ud mo ngerestuin aq dan liam,,,hihihi
    trms mbak....

    ReplyDelete
  37. Beneran ikut nangis baca chapter ini
    Huhuhuhu :'(
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  38. hiks hiks.
    aq terharuu.
    mb shin top markotop dah.

    ReplyDelete
  39. Mbak shinn.. Mksh ya updatannnya ..
    Ditunggu next chapter selanjutnya.. Hehehe

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.