"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, March 6, 2013

"Lu Tu Musuh GW Cong!" - Chapter 3



Suasana begitu sepi, tak ada yang berbicara. Lalu ayahku membuka suara, semoga dia tidak memancing di dalam air keruh. Sudah terlalu banyak kesakitan yang dia berikan pada keluarga kami.

“Mungkin kalian tidak menyukai kedatangan kami kesini, tapi ada yang harus aku katakan sebelumnya. Memang rencana semula aku akan menikah di sini, tapi setelah dipikir-pikir demi kebaikan kita semua aku memutuskan untuk menikah di kampung halaman Lili saja, jadi kedatanganku kali ini untuk bertanya dan berharap kalian bisa datang kesana bersama kami. Hitung-hitung liburan lah beberapa hari di desa, tak ada salahnya, kan?” kata bokapku memulai.


Mami langsung mengerutkan dahinya, dia nampak tidak begitu senang dengan ide itu. “Aku rasa aku tidak perlu datang kan? Akan sangat tidak menyenangkan bila aku juga berada dalam lingkungan keluarga barumu. Jadi kali ini aku minta maaf, oh ya, aku lelah, aku akan masuk ke kamar” jawab mami datar. Aku tahu mami masih menyimpan perasaan pada papaku. Apa pula yang dia mainkan dengan mengajak calon istri barunya kesini, benar-benar laki-laki kurang ajar.

Wajah bokapku merah padam, entah karena malu atau amarahnya yang biasa meletup-letup. Lalu kakakku Rio memberi pendapatnya sendiri mengenai http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido keinginan ayahku.

“Aku rasa aku juga tidak bisa, Pap. Kamu tahu, Asri sedang hamil muda, aku tidak mungkin pergi tanpa istriku. Dan Asri tidak mungkin bepergian ketempat jauh seperti itu, lagipula Hendra masih kecil. Nanti tidak ada yang merawatnya, kasihan. Jadi Neng aja deh yang ikut ya. Kamu bisa mengambil izin kan, Neng? Cuma tiga hari kok, kamis, jumat, sabtu. Minggu udah balik ke sini lagi” bujuk Rio padaku.

Apa??!! Seenaknya saja. Memangnya aku mau dijadikan tumbal? Huh!! Tidak!! Aku tidak mau!! Tapi mulutku terkunci rapat, beranikah aku membantah permintaan ayahku? Dia begitu berharap keluarganya bisa datang, oh papa, kamu membuatku serba salah. Bila aku pergi bukankah aku mengkhianati mami dengan menyetujui pernikahanmu dengan Lili, padahal aku sangat membenci wanita perusak rumah tangga ini. Apa sih yang papa lihat dari wanita murahan itu?

“Jadi gimana, Neng? Mau ya? Nanti kita berangkat bareng, naik pesawat. Terus kalau sudah sampe di sana, kita naik mobil papa. Cuman berempat aja kok, jadi kalau kecapekan dijalan bisa melihat pemandangan, disana pemandangannya indah lho, sejuk” bujuk ayahku lagi. Oh, mami.. kenapa sih dirimu musti pake acara ngambek gitu? Sekarang semua beban ada dipundakku..

Dengan terpaksa aku mengangguk dan mengiyakan permintaan ayahku, dia pun bisa bernafas lega. Setelah itu papa mengajakku makan malam, karena memang aku belum makan, aku tidak bisa menolak. Makanan gratis kenapa musti ditolak? Gila namanya.. Mungkin nanti aku bisa membungkus beberapa kotak makanan untuk mami dan kakakku.

Kami duduk di dalam mobil merci hitam milik papa, laki-laki yang sedari tadi diam tanpa bicara itu yang jadi sopirnya. Dalam hati aku berpikir, cakep-cakep kok sopir sih? Sayang banget, padahal aku udah naksir ama dia. Dikit.. Cakep sih, udah gitu caranya dia menatap benar-benar bikin meleleh. Pandangannya tajam, tapi tidak ada kesan seram disana, dia memberikan perhatian total pada lawan bicaranya. Yang anehnya dia belum berbicara sama sekali sebelum papa memintanya berhenti di sebuah restoran Chinese food tempat kami dulu biasa makan.

“Disini saja ya, Neng. Kamu kan suka Roasted Duck restoran ini. Nanti bungkus juga buat mami dan kakakmu ya” papa.. Seandainya kau seperti ini saat masih bersama kami, aku akan mencium kakimu dan menghormatimu seumur hidupku. Tapi mengapaa.. hatiku menangis darah karena justru kemesraan ini kamu perlihatkan di depan calon istri barumu yang notabene adalah perusak keluarga kita? Oh, papa.. aku membencimu!

Papa dan Lili turun dari mobil sebelum kami, ya aku dan si sopir. Entahlah, aku kira dia akan tinggal dimobil, rupanya dia ikut serta masuk ke dalam restoran dan duduk di samping papa. Sejak kapan papa mengizinkan sopir ikut makan bersama kami? Sopir itu mungkin melihat pandanganku padanya, dia pun tersenyum. Duh, sopir yang cakep... waktu senyum pun kamu terlihat makin cakep.. Coba deh kacamata itu kamu lepas, pasti tambah cakep. Dalam hati aku cengengesan seperti remaja SMU sedang kasmaran. Heh!!

“Oh ya, kalian belum kenal kan? Neng, kenalkan ini Liam, adiknya Lili”

DUENKK!! Bletak!! Kepalaku rasanya seperti ada yang memukul dengan vas bunga dari atas deh. Gak nyangka ternyata laki-laki yang aku kira sopir papaku adalah adik dari wanita murahan itu?!!! Tidak!! Seketika perasaan naksir yang kukira kumiliki itu berubah menjadi benci, benci sebenci-bencinya aku pada manusia. Sebagai adik seorang wanita perusak rumah tangga orang lain, tentunya dia tahu pasti donk apa yang telah dilakukan oleh kakaknya terhadap keluargaku. Herannya dia masih saja tersenyum manis padaku, mengulurkan tangan kanannya untuk kujabat.

Aku hanya mendengus, tak menghiraukan tangannya yang mengambang di udara.

“Neng” jawabku datar sambil duduk dikursiku tak menggubris jabatan tangannya. Tak sudi.. tak sudi tak sudii...

Dengan wajah kecewa laki-laki yang bernama Liam itu menurunkan kembali tangannya, mengambil kursi disampingku dan diam kembali hingga acara makan kami dimulai. Tidak banyak percakapan yang dilempar ayahku, dia terlalu asyik dengan Lili. Oh, Tuhan!! ingin rasanya kujambak rambut wanita di depanku ini, bagaimana papa tega bermesra-mesraan dengannya di depan mataku, tidakkah dia memikirkan perasaanku? Apakah dia mengira aku bisa menerima begitu saja perbuatannya yang telah menyakiti hati kami?

Air mataku hampir terjatuh, hatiku sakit melihat sepasang kekasih baru yang dimabuk cinta ini. Tanpa berkata khusus pada siapapun aku bangkit dari kursiku.

“Aku mau ke toilet” kataku. Tak ada yang perduli meski aku berada di toilet ini sepuluh menit lebih. Aku mengusap air mataku yang turun dengan deras. Berengsek! Cengeng sekali sih mata ini, aku tidak boleh menangis sekarang, tidak di depan papa, tidak di depan pelacurnya, dan tidak juga di depan DIA!!

Sopir jelek itu, kenapa sih harus ada dia lagi? Tidak cukupkah aku harus malu di depan papa dan calon istrinya? Matanya yang awas itu pasti menyadari aku baru saja menangis. Sungguh malam yang sial, semestinya aku diam dirumah dan menolak ajakan makan malam ini. Karena kerakusanku lah maka aku terperangkap didalam toilet restoran ini, untungnya toilet ini bersih, jadi aku tidak perlu muntah berlama-lama disini.

Ketika kuperas hidungku, pintu toilet diketok dari luar. Siapa sih? Mengganggu saja. Gak lihat orang lagi sibuk ya? Memangnya gak ada toilet lain lagi apa?

“Toiletnya lagi ada yang makek, yang disebelah aja, kosong” sahutku kesal. Tapi pintu toiletku diketuk lagi. Kali ini aku mendengar suara laki-laki yang tak kukenal.

“Neng, kau masih lama? Papamu sudah mau balik tuh” sahutnya dari luar. Sial, suara si Liam kah itu? Mau apa dia kesini? Ini kan toilet perempuan!

“Bentar, lagi lima menit” jawabku. Kubasuh wajahku lagi, menatap putus asa pada bayangan wajahku di sebuah cermin yang digantung disamping tempat sabun toilet.

Ah.. wajahku sungguh berantakan, mataku sembab, hidungku merah dan bengkak. Bahkan bibirku.. bibirku mengenaskan. Semoga si Liam itu sudah kembali sehingga aku tidak perlu mencari alasan kenapa aku menangis.

Tapi rupanya belum cukup kesialanku, dia masih menungguku di luar pintu toilet yang kupakai. Matanya tajam memperhatikan wajahku, mataku, lalu bibirku. Matanya menyipit demi melihat penampilanku. Dia sungguh ingin tahu ketika menanyakan mengapa aku menangis.

“Kenapa kau menangis?” tanyanya ikut campur. Bukan urusanmu, bodoh!!

“Aku tidak menangis” jawabku kesal. Kupapas tubuhnya yang menghalangi jalanku keluar dari ruangan toilet ini, tapi dia menarik pergelangan tanganku. Apa sih? Sungguh tidak sopan sekali laki-laki ini!

“Apa maumu?” teriakku kesal. Dia memelototiku, aku tidak takut. Kamu tidak menakutkan sama sekali. Huekk!!

“Aku bertanya kenapa kau menangis? Jangan katakan itu karena papamu dan kakakku?” sorot matanya tajam dan dingin. Dia seperti ingin melindungi kakaknya, apa urusanmu kalau aku membenci kakakmu? Toh dia memang wanita brengsek.

“Itu bukan urusanmu. Lepaskan tanganku!” teriakku tak berdaya, kucoba mengangkat jari-jari tangan Liam yang mencengkeram pergelangan tanganku dengan kuat. Sungguh menyakitkan.

“Itu urusanku. Bila kau membuat kakakku terluka, aku tak akan memaafkanmu!” ancamnya. Oh sialan, laki-laki ini. Apa dia tahu sebenarnya masalah disini apa? Dia sungguh dibutakan oleh semuanya, dia seharusnya tahu dialah yang berada dalam pihak yang salah. Manusia licik, pastilah mereka bersekongkol untuk mendapatkan harta ayahku. Dasar manusia licik, menjijikan.

“Cuih! Aku lah yang seharusnya berkata seperti itu. Kalian memang manusia-manusia hina. Begini rupanya kerja kalian, ha? Kakakmu bertugas merayu laki-laki tua kaya dan kau.. kau.. bertugas sebagai bodyguardnya yang akan menghancurkan siapapun yang menghalangi niat busuk kalian, kan? Bajingan!!” kutarik tanganku tapi justru tubuhku semakin ditarik mendekatinya. Tubuh kami bertubrukan, wajah Liam begitu dekat dengan wajahku. Mata laki-laki ini menyala-nyala seperti terbakar api. Dia marah, pipinya berkedut-kedut menahan amarahnya.

Bodo amat, dia mau marah kek, mau memukuli ku kek, aku akan berteriak bila dia berani melakukan hal itu. Orang-orang yang berada disini akan segera menemukan kami dan dia akan diseret ke kantor polisi.

“Cabut kata-katamu sebelum aku menyeretmu keluar dari sini!” ancamnya. Suaranya berbisik hampir tak terdengar karena dia mendesis, seperti ular. Licik. Huh!!

“Tidak! Aku tidak akan pernah mencabut kata-kataku. Kalian memang busuk, licik dan bereng..uppffhh!!” aku tak bisa melanjutkan kata-kataku.

Laki-laki sialan ini mendekap bibirku dengan.. bibirnya!!! Sial sial sial!! Itu adalah ciuman pertamaku, dan laki-laki ini mengambilnya dengan paksa. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido Mataku membelalak tak sanggup bersuara, tubuhku kaku dan menegang. Aku terkejut dengan apa yang dia lakukan padaku, tapi.. ciumannya tidak kasar. Bibirnya menyentuh bibirku dengan lembut. Apa yang aku pikirkan, aku seharusnya mendorong tubuhnya dan menamparnya. Tapi.. jantungku berdebar-debar kencang, mataku terpejam.

Tidak.. tidak.. tidak.. Ini tidak boleh terjadi. Kami tidak seharusnya berciuman, dia tidak seharusnya memagut bibirku dengan begitu mesra, dan aku tidak seharusnya membalas ciumannya. Dia mengangkat wajahnya, senyuman licik kini bertengger disana. Berengsek!!

“Bila aku mendengar mulutmu itu berkata-kata kasar mengenai kakakku lagi, lain kali bukan cuma bibirmu yang akan aku hukum” lalu si Liam berengsek itu keluar dari toilet, meninggalkanku termangu, bengong seperti orang yang baru saja kehilangan jiwanya. Hei.. aku kehilangan ciuman pertamaku, dan.. tidak pernah terasa begitu indah. Sial! Apa yang aku pikirkan, laki-laki ini tidak boleh kukagumi. Dia adalah musuhku. Dia musuh bebuyutanku!! 




43 comments:

  1. Mbakk aku galauuu...ni kisah bukan hanya di sinetron doank...walaupun ga pernah ngerasain (jangan sampai) tapi sekitarku byk bgt kek gini... Bkn liam yg nyium neng...tapi orang selingkuh ga berasa bersalah...trus keluarga mcm lily tebal muka, dikata ga sakit apa ya liad bokap nya mesra gt...liam liam ga mw kakaknya disakitin pdhl kakaknya nyakitin banyak org...cuiih...ndk suka ama liamm...(Walaupun misalnya di balik cerita ini misal si lily baiknya kayak apa n cintanya kayak apa)... Ak penasaran jdnya mbak...bakal bersambung banyak gak nih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahahaahahahahahahaha :izin ketawa lima menit: hahaahahhahahaahahahahahahahahahahahahahahahahah


      Bersambung donk. Eheem... ,\=D/>   HI..HI..HI.. 
        HI..HI..HI.. 
      _( )_  HI..HI..HI..

      Delete
    2. Puas bener ketawanya...demen deh bikin orang galau...graukk...
      Ah tapi pasti ujung2nya bokap ama kakaknya, adek ama anaknya...auouwoooo #ga jelas

      Delete
    3. Hahahaha grauk?? Kyk diterkam ƪ(°͡▿▿▿▿▿▿°")͡ƪ

      Hhaha kl yg komen tentang siapa dengan siapa aku no komen dah. Tebak2 aja sendiri nanti lol

      Delete
  2. lagi lagi lagi lagi lagi....
    Love this st0ry... *peluk mbak shin*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi sista.. Aku juga suka cerita ini. Ringan, cukup menghibur kalau lg bete ngetik yg lain hhhaha

      Delete
  3. Replies
    1. Lusa ya. Klau udah dapet ngetik lagi ;)

      Delete
  4. Weeewwww knp bgtu?jgn blg tar kakaknya am bokap, adiknya am anaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh ririn.. Cuka cuka akyu donk mau masangin ama capa.. Kyk Om Kim ama Ririn. Cocok khan..khan..khan.. :peace rin: kwkwwkkwkw

      Delete
    2. toel toel muka nya ririn pake golok

      Delete
  5. ihhh sukaaa sama liam.... mirip kawee di lakorn thailand sawan biang... galak2 gitu...

    lanjutinnn... akhhh penasarannn...

    ReplyDelete
  6. Hahahaha horee ada yg suka ama liam.. Lol.. Sip sip makasi sist. Nanti lusa dilanjut lagi ya ;)

    ReplyDelete
  7. ada sesuatu ttg lily y mbak?sampai2 liam ky gt

    ReplyDelete
    Replies
    1. adakah?? hmm.. jawab gak ya??? er.. :D

      Delete
  8. Suka sama crita ini sempet bingung ma judul na horor duluan tp makin kesini seru hi.hi.hi Mksh ya sista;-)

    ReplyDelete
  9. I love Liam...
    hukumannya asyik..
    ciuman.... lembut lagi...
    Xixixixixixi..

    ReplyDelete
  10. Ehemm., kayanya bkalan benci jadi cinta niy

    ReplyDelete
  11. manggut2 ngerti saiki sopo musuhe... mau juga dong dicium mumumu

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa tuh artinya kalimat yg depan cin??

      Delete
  12. Bahasa tlsne lucu punya gawe... Hehehe I love this story...

    ReplyDelete
  13. Bahasa tlsne lucu punya gawe... Hehehe I love this story...

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa tuh punya gawe sist?? hehehe makasi :D

      Delete
    2. Punya gawe ntuh artie punya k,ja...sist hehehe bahasa jawa.... Hr in jung nam tlg di posting dunk mbak shin...

      Delete
  14. Hahahaha
    Mau benci ama Liam jadi ga bisa
    Gimana bisaaa~
    Hahaha
    Bagus mb shin ceritanya, bikin2 ketawa2 sendiri hihihi

    ReplyDelete
  15. artinya, tau sekarang siapa musuhnya lol

    ReplyDelete
  16. suka sama cong....hahaha thanks mbk shin :)

    ReplyDelete
  17. Ahahahaha mba shin kayaknya daku suka sama ini deh mba. Liamnya gmana gt..
    Hahahahaha
    *ga jelas*

    ReplyDelete
  18. Liam.....? Lagi donk sist hehehe

    Dangke:)

    ReplyDelete
  19. hahahahah lucu bener neng,wkakakak tp aq sbel ma liam.kakak ky gt dibela,lnjtkan mba shin

    ReplyDelete
  20. Ha.ha neng sabar ya neng jangan esmosi, lanjut sist;-)

    ReplyDelete
  21. Aku br bc sumpah........
    Lgsg like this dah...

    Bokap ku jg gt soalnya, selingkuh sm nyokap tiriku.......
    Tp ga ngaruh lucu liat si liam sm eneng

    ReplyDelete
  22. Ow mai god!
    liam!! I LOPE U PULL

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.