"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, March 8, 2013

"Lu Tu Musuh GW Cong!" - Chapter 4



Kami duduk dalam diam di mobil, hanya suara percakapan papa dan Lili yang mengisi ruangan.

“Liam, antarkan kami dulu ke rumah ya, setelah itu baru antarkan Neng ke rumah. Tidak apa-apa kan? Mobilnya bawa saja dulu, besok kan kamu kerumah juga” kata papa pada si berengsek disampingku ini.

“Baik, koh” jawabnya. Apa?! Jadi aku akan berduaan saja dengannya setelah ini? Tidak!!


“Tapi pap.. Aku sudah ingin pulang. Kerumah dulu ya, baru nanti papa pulang” rengekku pada papaku. Aku tidak ingin berduaan dengan laki-laki ini. Entah apa lagi yang akan dia lakukan untuk mengancamku, ya aku merasa terancam hanya berduaan dengannya.

“Lho, gak apa-apa. Nanti biar Liam yang nganter, kan rumah papa juga udah deket banget. Kalau muter kerumah mami nanti kelamaan. Papa sudah capek nih, gak apa-apa kan, Neng? Kan udah dibungkusin bebek” jawab papa dengan gaya khasnya bila sedang baik. Oh, puhleasee...

Aku tidak menjawab bokapku itu, dia pasti sudah tak sabar lagi berduaan dengan wanita itu. Lili memang tidak banyak bicara, seperti adiknya yang berengsek itu. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido Tapi dia selalu tersenyum padaku. Huh! Aku tahu caramu yang licik, saat aku lengah, kalian akan menghancurkan papa. Aku tidak akan membiarkannya.

Papa melambaikan tangannya padaku sebelum mobil berangkat lagi. Aku seharusnya turun disana dan duduk dibangku belakang, kini si Liam bisa dengan mudah menyerangku bila dia mau. Bukankah dia hanya seorang sopir? Semestinya aku duduk dibelakang dan dia menyopiriku.

“Kenapa diam saja?” tanyanya. Liam memperbaiki kacamata putihnya lalu menoleh padaku. Kupalingkan wajahku ke jendela, menatap pada jalanan dan toko-toko di emperan jalan. Aku diam saja, males sekali menjawab laki-laki ini. Dia bahkan tidak meminta maaf atas perlakuannya tadi dan sekarang ingin berbaik-baik padaku? Tidak! Aku tidak akan pernah memaafkanmu, tidak akan. Yang ada, benciku semakin bertumpuk padamu.

“Lho, kok malah tambah diem?” tanpa kusangka dia mengalihkan mobil ke arah pantai. Apa? Pantai? Kenapa ke pantai? Aku kan mau pulang. Apa sih maunya?

“Kenapa kita kesini?” tanyaku saat dia menghentikan mobil di parkiran pesisir pantai. Liam membuka jendela disampingku, semilir angin laut meniup rambutku yang tergerai.

Masih kebingungan karena Liam tidak juga menjawabku, alangkah terkejutnya aku saat menoleh padanya dan wajahnya sudah berada begitu dekat dengan wajahku.

“Kau begitu cantik saat sinar bulan menerpa wajahmu, Neng..” gombal!! Rayuan macam apa ini? Tapi kenapa pipiku merona merah tersipu malu? Duh.. mami.. Aku bukan anak SMU lagi yang bisa tersipu hanya karena rayuan gombal murahan seperti itu.

Kudorong tubuh Liam menjauh, namun dia tidak bergeming. Tangannya mencekal kedua pergelangan tanganku lagi.

“Apa yang kamu inginkan? Lepaskan tanganku. Aku mau pulang” teriakku marah. Liam mengunci mobil dan menutup jendela yang tadinya terbuka.

Matanya tersenyum geli melihat reaksiku, aku ketakutan, ya aku ketakutan. Bersama dengan laki-laki yang tak kukenal baik, dan terkunci dalam mobil dipesisir pantai yang sepi, bagaimana aku bisa tidak takut. Dia akan memperkosaku?? Oh, tidakk!! Meski aku berteriak aku rasa suaraku tak akan terdengar hingga keluar. Aku dalam bahaya. Papa... kenapa kamu meninggalkanku berdua dengan laki-laki hidung belang ini? Apakah teman-temanmu semua seperti dirimu? Laki-laki hidung belang bermata keranjang?

“Aku belum cukup menghukummu tadi, Neng. Atau Camelia.. Mengapa nama seindah itu bisa berubah menjadi Neng?” dahinya berkerut seolah berpikir mengapa namaku bisa menjadi Neng. Bukan urusanmu, dasar laki-laki hidung belang!

Kutelan ludahku, jantungku berdebar kencang. Ketakutan melandaku, tanganku sedingin es, aku rasa dia menyadarinya. Dia hanya tersenyum manis sambil menggenggam kedua telapak tanganku. Mencoba menyalurkan hangat tubuhnya pada tanganku.

Bila keadaannya berbeda, aku mungkin terpesona pada senyum laki-laki ini, pada kehangatan dalam matanya, pada bibir sensualnya yang terbuka mendekati bibirku lagi. Kali ini aku menghindar dan itu adalah gerakan salah. Bibirnya mendarat di leherku, lalu dikecupnya dengan berani.

TIDAKKK!!! Tubuhku merinding ketika bibir basah Liam mengecup leherku, aku bisa melihat senyum tersungging di sudut bibirnya. Lalu ciuman Liam naik ke rahangku, mencari-cari bibirku. Lalu dia menatapku lagi, sungguh manis senyumnya, mengapa laki-laki dengan wajah tampan ini begitu licik??

“Aku sebenarnya tidak ingin menciumi lehermu, tapi setelah kau sengaja menyodorkannya padaku, aku semakin ketagihan. Tidakkah kau menyukainya?” senyum licik itu masih menghiasi bibirnya.

“Lepaskan aku. Ciumanmu sungguh menjijikan. Kau laki-laki paling licik di dunia. Kau busuk! Bajingan! Berengsek! Kau..kau.. hidung belang, mata keranjang! Bajingan!!” bentakku berapi-api.

Dia hanya tertawa cengengesan, dikiranya lucu apa?

“Kau sudah mengatakan bajingan, jadi gantilah dengan kata lain. Apa kau sudah kehabisan kata-kata? Kalau begitu aku tambahkan, bagaimana dengan.. Liam ganteng, tampan, baik hati, pintar, keren, macho..”

“Cuih..” selaku, dia nampak tidak senang aku melakukannya. Karena kini tangannya yang sedari tadi memenjara tubuhku dengan menempel di pintu mobil kini mencekal daguku hingga wajah kami berdekatan lagi.

“Mengapa wanita secantik dirimu memiliki hati begitu kotor? Aku tak tahu apa yang pernah kau alami bersama dengan keluargamu, tapi apapun itu alasannya kau tidak berhak mengatai orang lain tanpa alasan jelas. Aku tidak akan pernah memaafkanmu karena mengata-ngataiku kakakku. Dia adalah wanita baik-baik tidak seperti yang kau pikirkan. Semestinya kau camkan itu” matanya membelalak marah. Bukannya mengerti dengan maksudnya, yang ada aku semakin marah dan membenci laki-laki ini. Aku kira tingkat kemarahan dan kebencianku tidak akan bisa kunaikkan lagi, namun rupanya kebencianku tadi tak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebencianku padanya sekarang.

“Kakakmu memang sundal, dia wanita perusak rumah tangga orang lain. Aku akan mengatai kakakmu sesuka hatiku, mulut ini mulutku, terserah aku mau berkata apa, itu bukan urusanmu!!” bentakku marah. Memangnya cuma dia yang bisa marah? Aku juga wanita yang gampang marah dan meledak-ledak. Huh!!

Kulihat rahangnya mengetat, wajahnya sungguh seram bila dia marah seperti ini. Tapi aku tidak takut, saat sedang emosi seperti ini keberanianku muncul entah dari mana. Akan aku hadapi kemarahan laki-laki ini dengan gagah berani.

“Tidak.. mulut itu bukan milikmu, tapi milikku..”

Setelah mengucapkan kata itu, dia memagut bibirku dengan paksa, menciumiku dengan rakus, aku tidak bisa melawan. Tangannya mengunci daguku, aku tak berkutik. Sungguh sial, dia adalah pencium yang ahli, aku yang tak berpengalaman ini hanya bisa menikmati ciuman demi ciuman yang dia lakukan padaku. Begitu nikmat, tubuhku melayang saat bibir kami bersatu. Panas, basah dan.. lidahnya kini memilin lidahku. Oh mami.. Aku tak tahu bila ciuman saja bisa terasa begitu indah. Aku lupa segalanya, laki-laki ini membuatku lupa dimana diriku berada, apa yang sedang aku lakukan. Aku lupa..

“Camelia..” bisik Liam dengan suara beratnya. Kubuka mataku yang tadinya terpejam. Wajah Liam begitu dekat. Nafasnya tersengal-sengal menatapku dengan mata gelap berkabut. Liam.. Apa yang sedang terjadi pada hatiku? Mengapa aku tidak membenci laki-laki ini lagi? Seharusnya aku membencinya kan? Seharusnya aku menampar pipinya sekarang kan?

Karena tak ada jawaban dariku, Liam melanjutkan ciumannya pada bibirku. Mata kami terpejam erat, menikmati ciuman kami yang terasa begitu indah. Entah sudah berapa menit kami berciuman seperti ini, rasanya seperti sudah seabad lamanya namun aku tidak bosan juga. Aku menginginkan lebih, dan aku tahu pikiranku itu gila.

Liam melepaskan kacamatanya yang menghalangi ciuman kami, kemudian dia merebahkan kursi jok mobilku, merapatkan tubuhnya pada tubuhku, tanganku kujatuhkan pasrah disisi tubuhku, menerima tubuh Liam yang semakin dekat, menindih tubuhku.

Dia menciumi leherku, tangannya mulai meraba-raba punggungku, pundakku, bahuku, lenganku, membuka kancing-kancing bajuku dan entah mengapa sama sekali tak kulawan. Kau tak akan percaya, karena tanganku juga ikut membukai kancing kemeja Liam. Kurasakan kulit dadanya yang halus dengan rambut-rambut tipis membayangi dadanya. Dia sungguh perkasa, tubuhnya berotot meski tidak seperti aktor binaraga di tivi-tivi. Tanganku meraba-raba ingin tahu lebih.. lalu suara handphone berbunyi. Bukan handphoneku, rupanya itu handphone milik Liam.

Liam segera kembali duduk dikursi kemudi. Memperbaiki rambutnya yang acak-acakan, wajahnya masih terlihat gamang, antara dunia nyata dengan gairah yang baru saja kami kayuh. Liam membersihkan tenggorokannya yang serak. Suara beratnya menjawab handphone yang berbunyi tiada henti.

“Ha..halo?” sahutnya berat.

“Liam? Kau dimana? Aku menunggumu di depan rumah, aku kira kita akan makan malam bersama hari ini. Peringatan dua tahun pacaran, inget ndak?” aku mendengar suara seorang wanita dari speaker handphone Liam, aku juga mendengar dengan jelas apa yang diucapkan wanita itu.

Liam menatapku dengan pandangan meminta maaf. Sialan, semua laki-laki sama saja dimana-mana. Berengsek!! Apa yang aku harapkan? Dia menciumku dan dia singel? Laki-laki mana yang sanggup setia pada satu pasangan saja? Tidak ada!!

Setelah Liam membereskan telphonenya dengan wanita itu, dengan dingin kuperintahkan dia untuk mengantarkanku pulang. 


“Camelia, itu tadi..”


“Namaku NENG! Bukan Camelia, dan kau tidak memiliki hak untuk memanggilku seperti itu. Sekarang cepat antarkan aku pulang atau kutelphone ayahku sekarang juga” kataku dingin. Tanpa banyak komentar Liam menyalakan kembali mobil dan mengantarkanku ke rumah ibuku. Sudah pukul sepuluh malam dan orang rumahku pasti bertanya-tanya mengapa aku pulang selarut ini.

Di depan pelataran pintu rumahku, kubuka pintu mobil setelah meraup bungkusan kotak roasted duck yang dibelikan papa untuk kami. Liam menyambar pergelangan tanganku lagi, laki-laki ini benar-benar kurang ajar dan tidak tahu malu.

“Lepaskan!!” teriakku marah.

“Camelia dengarkan aku dulu, tadi itu..” dia tidak sempat menyambung ucapannya, tanganku kutarik dengan kencang hingga cekalan Liam terlepas.

“Jangan panggil aku dengan nama itu, kamu bajingan. Anggaplah yang tadi itu tidak pernah terjadi dan jangan pernah berbicara denganku lagi. Kalian semua laki-laki berengsek, bajingan, licik, hidung belang, mata keranjang, tukang selingkuh, pengkhianat, bajingan kelas kakap..” terengah-engah aku berteriak mengungkapkan kekesalanku padanya.

“Kau sudah mengatakannya dua kali..” bagaimana mungkin laki-laki ini masih bisa tersenyum setelah menghancurkan kehormatan dan hatiku?

Dengan kesal kubanting pintu mobil dan meninggalkan Liam yang masih diam dalam mobil, tak lama setelah kubanting pintu rumahku barulah dia pergi dari depan pagar rumahku. Sungguh malam yang menyebalkan, bagaimana ini bisa terjadi padaku. Ughh!!!! Ughh!!! http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Bebek panggang yang dbelikan papa kuletakan dalam kulkas, bisa untuk makan besok pagi. Semua anggota keluargaku sudah tertidur, aku pun masuk ke dalam kamarku. Mengganti pakaianku dengan piyama lalu menatap wajahku yang berantakan di cermin. Kuraba bibirku yang masih terasa bekas ciuman panas Liam. Bagaimana aku bisa meleleh dalam pelukan laki-laki itu, ciumannya begitu ahli. Huh!! Dia pasti pemain. ArghH! Aku benci pada diriku, mengapa aku naksir dengan laki-laki seperti itu?? Sunguh sial sial sial....


Kututup wajahku dengan boneka beruangku, dengan lampu kamar masih menyala aku terlelap dalam tidur, bahkan dalam mimpipun aku masih bertemu dengan Liam si berengsek bajingan hidung belang itu. 


34 comments:

  1. dasar si Liam bajingan,,,
    Ngambil kesempatan dalam kesempitan,,,

    Awas klo ketemu,,,aq hajar dirimu habis2an,,,!!
    Hhuufhh,,

    Makasiih cyiin,,

    *masih sedih g bisa baca CONG 3,,,, :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah kok bisa sih??? yg lain bisa lho... coba lembiru hp mu dulu cin. wkkwkwkw...

      Delete
    2. coba cek skrg cin, barusan udah aku ulang lagi. kl gak bisa jg ya artinya lg sial aja nasibmu ahahhahaa

      Delete
  2. HuuuuffTtt apa2an tu liam
    Brengsek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Stuju! Brengsek bgt!!!
      Dsar cwok emg bsany nfsu doang!
      G mkirin prasaan cwekny!!!

      Delete
    2. kwkwkkww aiss.. tambah sadis hujatannya uahuahuaa...

      Delete
  3. Huaaa... Masih dag dig dug... pas Liam manggil "Camelia" berasa aq yg d panggil... Mbak Shin kog Camelia sih..??? Wkwkwkwk... ;))

    ReplyDelete
    Replies
    1. kwkwkwkw.. kok bisa? namamu Camelia jg sist?? lol...

      Delete
  4. mungkin tu cewek mantan liam yg msh ngk terima klo duputusin*sotoy ayam :) thanks mbk shin

    ReplyDelete
  5. setuju ama eneng,, masa udh punya pcr msh aja godain cewek lain? #geleng2kepala
    thanks mbak shin, lusa d posting lgi kan? He2 jadi mlh lbh suka ini drpda david kwkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhahaha... lusa minggu ya? minggu aku libur ihihihi...

      makasi sista, moga cerita ini gak kalah menarik dr david ihihihi

      Delete
  6. Oh mamiiiiiiiii blow-kiss nyaaaaaaaa ndak nguatiiiiiiii puhleaseeeee dech hehehe a

    makasih ciNtA ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahhaa mana blow kiss/??? lol.. sama2 cinta.. :D

      Delete
  7. Astaga Liam X.X
    Udah mau meleleh eh syok dia udh punya pacar
    Ish dasar playboy huuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahha kyk es aja sist meleleh.. ihihihi

      Delete
  8. Akuuuu benciiiiii pria tkg selingkuh n penghiannnnaaaattttt..... Kyyyaaaaa knapa critanya selingkuh...

    ReplyDelete
  9. Replies
    1. Mbak shin jung nam dunk... puhleaseee

      Delete
    2. hahah jung nam masih cuti... :p~~~~

      Delete
  10. Mba shin liam adaa mksd apa tuch.._dh punya ce tp deketin neng..*tepokjidat

    ReplyDelete
  11. Oow si Cong dah punya pacar?? hadehhhh mdh2an mantan doang deh...

    ReplyDelete
  12. Mka Πγª Neng jgn trlalu mbenci Liam... Kn jatuh Cinta..

    ReplyDelete
  13. Kayaknya tu cewe bukan cewenya liam ya mbak? Sok teu mode on

    Tapi masih ga sukaaa ama liaammm...

    Humph...

    ReplyDelete
  14. Bad boys biasanya yg menarik contohnya liam, aiiihhh jd jatuh hati ama lima gara2 mba shin awww....

    ReplyDelete
  15. Hyaaaaaaaa,, pas baca, pas udah bukaan.. Pas bgt..

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.