"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, March 10, 2013

"Lu Tu Musuh GW Cong!" - Chapter 6



Setelah tiga jam melelahkan dengan mata terbuka lebar-lebar, handphone tanpa sinyal yang memuaskan, kantung kemihku pun berontak ingin segera di buka. Cuaca pedesaan dekat pegunungan yang dingin membuatku begitu ingin kencing. Bagaimana aku bisa keluar dari kamar ini dan mencapai kamar mandi? Aku tidak mungkin melakukannya. Kulihat jam dihandphone, sudah pukul satu pagi. Semua hantu dan dedemit bergentayangan lewat tengah malam, mana mungkin aku berani beranjak keluar dari kamar ini.

Namun bila kutunda-tunda, aku tidak akan dapat bertahan, aku bisa kencing di celanaku dan itu tidak lucu, terutama bila si Liam berengsek itu mengetahuinya, dia bisa mengolok-ngolokku sepanjang tahun. Bahkan seumur hidupku.


Perlahan-lahan kulangkahkan kakiku menginjak lantai ubin kamar, membuka pintu dengan pelan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, sayangnya sebuah suara decitan engsel pintu yang tidak pernah dilumasi berhasil lolos dari kesiagaanku. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido Kututup mulutku mencegah pekikanku terdengar.

Ruang tamu remang-remang terlihat, diterangi lampu teras yang sama remangnya. Kuraih pintu rumah dan membukanya, kamar mandi berjarak lima meter dari rumah utama, jadi kurasa tidak akan sejauh itu. Di teras rumah, kulongok kesana-kemari, mencari pemandangan yang tidak semestinya ada disana, lalu kuberanikan diriku berlari masuk ke dalam kamar mandi. Dan sial sekali, kenapa kamar mandi ini tidak ada lampunya? Bagaimana aku harus buang air kecil bila disini gelap?

Dengan setengah terisak meratapi nasib sialku, kupaksakan diri berjongkok di tengah kamar mandi, meraba-raba tempat air dan gayung sebelum membersihkan diriku. Saat aku keluar dari kamar mandi itu, jantungku serasa hampir copot. Si Liam berengsek sedang menatapku tanpa kedip, dia sedang berdiri di depan pintu rumah. Apa yang dia lakukan disana?

Kutenangkan debar jantungku, laki-laki ini sungguh seperti hantu. Menakutiku hingga bulu kudukku berdiri.

“Minggir” kataku karena dia menghalangi jalanku masuk.

Dia tak bergeming, laki-laki ini senang sekali menyusahkanku. Dia berdiri dengan angkuhnya di hadapanku, menutupi pintu rumah yang sempit dengan tubuhnya. Baru kusadari, Liam memiliki tubuh tinggi tegap, bahkan tinggiku hanya sebatas bahunya. Kutelan ludahku ketika dia tidak menjawabku, kukumpulkan keberanianku untuk meneriakinya lagi. Saat malam-malam seperti ini aku tidak ingin berteriak keras-keras. Bagaimana kalau aku membangunkan seisi rumah? Seisi kampung?

“Aku bilang minggir, gak denger ya?” kucoba mendorong tubuh Liam, dia begitu kuat. Laki-laki ini menyalurkan tenaganya pada hal yang salah. Semestinya dia membantu bapak-bapak disawah membajak lahan, bukannya menggangguku.

“Kenapa terburu-buru? Kita nikmati udara malam diluar” suaranya sungguh berbeda dari biasanya. Jangan bilang kalau laki-laki yang berdiri di depanku ini adalah hantu yang pura-pura menyamar menjadi Liam dan sesungguhnya laki-laki itu sedang tidur dikamarnya dan muncul ketika hantu ini sudah menculikku. Arghh!! Tidakk!! Imajinasiku terlalu mengada-ada. Pastinya si berengsek itu memang ada di depanku, hanya dialah yang suka menggangguku.

“Tidak lucu, dan aku sudah mengantuk” jawabku kesal.

Dia sungguh pintar memanuver gerakannya, hanya dengan sedikit usaha dia telah mengunci tubuhku diantara tubuhnya dan daun jendela disamping pintu.

“Kenapa sih kau begitu membenciku atau kakakku, Neng? Camelia..?” suaranya berbisik menggetarkan hatiku.

“Kau sungguh tidak tahu? Bukankah sudah kukatakan berkali-kali. Karena kalian itu adalah perusak rumah tangga orang lain. Kalian bersekongkol untuk menipu ayahku dan ingin menguasai hartanya. Kalian licik, rendahan. Manusia-manusia hina menjijikan yang menggunakan kebaikan orang lain dan menipunya!!” jantungku berdebar kencang, tubuhku lemas karena amarah yang menguasaiku. Bibirku gemetaran, jarang sekali aku bisa mengungkapkan perasaanku seperti ini. Saat kata-kata telah kuucapkan, aku sedikit menyesal, karena mungkin saja ucapanku ini menyakiti orang yang mendengarnya, si Liam berengsek.

“Sudah semua?” tanyanya dingin. Huh! Apa yang mau dia tahu lagi?

“Sudah!!” teriakku dengan penuh keyakinan. Dia harus tahu bahwa aku membencinya, dan aku akan berusaha untuk melindungi ayahku dari manusia-manusia berengsek ini.

“Kalau sudah, sekarang giliranku. Aku sudah tidak sabar lagi untuk menciummu” lalu diciumnya bibirku begitu saja.

Kulawan dia sebisaku, tapi tangannya memiting kedua lenganku kebelakang punggungku. Aku tidak bisa berkutik. Kucoba menendang tulang kering pada kakinya, tapi dia lebih lihai. Dikuncinya kedua kakiku dalam pahanya. Aku sudah kalah dan tidak bisa bergerak. Saat kucoba menggigit bibirnya dia bisa mengetahuinya seketika. Dia benar-benar lihai, sudah pasti telah banyak wanita yang jatuh dalam jebakannya.

Saat bibir kami terlepas dari ciuman mendesak Liam, nafas kami tersengal-sengal. Nafasku hampir habis karena mencoba melawan desakan gairah dalam tubuhku, berusaha melawan setiap pagutan panas Liam pada bibirku. Dan tubuhku lemas, lemas hanya karena rasa asing yang baru pertama kali kurasakan ini. Sedang Liam tersengal-sengal dengan mata masih menatap tajam padaku. Dia tidak berkedip menatapku, mengawasi setiap gerakan wajahku, mengunciku dalam tatapannya.

“Kau.. Bila kau berani berkata-kata buruk lagi tentang kakakku, maka.. kau akan menyesal, Camelia..” lalu dia meninggalkanku masih dengan tubuh dan kaki lemas akibat pengaruh ciumannya. Aku menangis, kebencianku semakin menjulang tinggi padanya, dia mengancamku. Apa yang akan dia lakukan? Membunuhku? Memperkosaku? Memang manusia hina dalam pikirannya pastilah hal-hal hina yang tidak terpikir oleh orang biasa.

Tanpa menoleh pada pintu kamar disamping kamarku, kumasuki kamar yang diberikan untukku itu dan menangisi nasibku di atas bantal. Tangis sesenggukanku mungkin akan terdengar namun aku tidak perduli. Aku hanya ingin menangis sendirian tanpa ada yang menggangguku.

Upacara pernikahan papa dan Lili berjalan lancar, kini wanita pelacur itu harus kupanggil ibu. Ibu? Ibu? Ibuku hanya mami, dan aku tidak sudi memanggilnya ibu. Seharusnya dia kupanggil pelacur, perempuan jalang, sundal, wanita tak tahu diri. Begitu juga adiknya. Selama dua hari kami disini, dia selalu mengawasiku, seperti sekarang ini.

Pesta sudah hampir usai, tamu undangan telah berpulangan. Sebentar lagi aku bisa melepaskan penat dan beristirahat di atas ranjang yang sudah mulai kusukai. Besok sore kami sudah kembali dan aku hanya memiliki waktu sebentar saja untuk membereskan pakaian-pakaianku. Lalu si jelek Liam mengetuk pintuku, dia ingin masuk ke kamarku. Meski tak kuizinkan, nyatanya dia tetap memaksa masuk dan mempersilahkan dirinya duduk di atas ranjang. Sungguh tak sopan.

“Besok kau mau ikut ke air terjun? Hari terakhir disini tak ada salahnya bersenang-senang sedikit”

Aku melanjutkan pekerjaanku, merapikan pakaian-pakaian kotor yang akan segera kubawa ke laundry, berada disini cukup melelahkan meski kerjaanku cuma makan, mandi, tidur dan menguap. Cuaca sejuk membuatku gampang mengantuk.

“Ndak usah, aku mau istirahat sebelum pulang” jawabku acuh. Liam ikut berjongkok disampingku, tangannya menghentikan pekerjaan melipat pakaianku.

“Ayolah.. Anak-anak ingin sekali kau ikut, mereka menyukaimu” Liam merujuk pada anak-anak tetangga yang kukenal tiga hari disini. Aku menyukai mereka dan mereka menyukaiku. Demi mendengar anak-anak itu akan bersedih, aku tidak sampai hati menolak permintaan mereka.

“Baiklah, demi anak-anak itu aku ikut” jawabku akhirnya. Dengan tersenyum senang Liam bangkit dari jongkoknya, tidak sebelum mencuri sebuah ciuman di pipi. Ughh!! Laki-laki hidung belang!

Pukul enam pagi Liam sudah membangunkanku. Dengan mata mengantuk kuikuti dia berjalan di atas batu setapak hingga kami mencapai air terjun yang dimaksud. Pemandangannya begitu luar biasa, air terjun jatuh bagai hujan lembut membasahi tubuh kami. Batu-batuan licin dengan air sungai yang jernih, aku rasa aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam bermain disini.

Liam memandangiku dengan senang, sejak dari bandara, aku belum melihatnya memakai kacamatanya lagi. Iseng kutanyakan padanya.

“Kacamatamu mana?” tanyaku.

“Pecah” jawabnya sambil lalu. Dia sedang meniup ban pelampung milik salah satu anak tetangga yang ikut bermain disini.

“Rusak? Ka..karena waktu itu?” tanyaku kaget.

Dia menoleh padaku, bibirnya masih meniup ban pelampung hingga ban itu mengembang dan diserahkannya pada pemiliknya.

“Kau kira karena apa? Tentu saja karena waktu itu. Kau harus bertanggung jawab. Semula aku berencana memberitahumu nanti di atas pesawat, tapi mumpung sekarang kau bertanya, maka.. kau harus menggantinya” dia memasang wajah serius, seolah aku memecahkan benda bernilai puluhan juta rupiah.

“Ya..ya. Nanti aku ganti” jawabku kesal. Aku mencoba menjauh darinya, tak ingin dia membuka topik kacamata yang pecah itu lagi, tapi dia malah menarik tanganku. Pikiranku selalu berakhir kembali pada setiap ciuman kami, sudah berapa kali kah Liam menciumiku? Rasanya sudah hampir belasan kali dia menciumku. Padahal hanya empat kali seingatku. Tapi bila dia menarik tanganku seperti ini, aku rasa aku bisa waspada dia akan menciumku, kan?

“Jangan coba-coba menciumku lagi” kujauhkan tubuhku dari tubuhnya, dia hanya tertawa melihat kelakuanku.

“Tidak, aku tidak akan menciummu. Tidak disaat anak-anak ini masih disini” lalu dialihkannya perhatiannya pada anak-anak yang sedang asyik bermain air.

“Hei semuanya, sudah siang. Pulang duluan sana, nanti orang tua kalian marah” lalu dengan kompak anak-anak itu berlari dengan tawa riang meninggalkan kami hanya berdua..saja..

“Dan.. kini kita hanya berdua, maka aku akan menciummu” dia bodoh atau terlalu polos aku tidak tahu. Dia mengira aku akan terima begitu saja dengan permainannya? Enak aja!!

Kututup mulutku dengan sebelah tanganku, dia tak mungkin bisa menciumku, kan? Akupun menang kataku dalam hati. Tapi si Liam tidak habis ide liciknya. Dia tersenyum sinis dan menciumi leherku lagi.. Tubuhku tak berkutik diciumi sedemikian rupa oleh Liam. Tangan yang menutup mulutku telah jatuh pasrah disamping tubuhku, tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Liam meraih bibirku dan menciuminya dengan rakus.

Kali ini, untuk kali ini saja, biarkan aku menikmati ciuman kami. Aku berjanji, setelah kembali ke rumah kami di kota kelahiranku, aku akan menjauh darinya. Aku tak akan membiarkan Liam menciumiku lagi, atau menyentuhku lagi. Aku tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungannya dengan pacarnya. Tapi kali ini.. kunikmati ciuman kami dengan bergairah.


Bibir kami berpagutan dengan lapar, http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido Liam dengan kaosnya yang telah basah, begitu juga diriku. Tubuh kami sama-sama basah. Saat ciuman terlepas, bibir kami sama-sama bengkak dan panas. Liam menghela nafasnya, lalu menarik tanganku. Menuntun langkah kakiku kembali ke rumah mereka. Kami tidak berbicara di sepanjang jalan setapak. Tak ada yang perlu untuk dibicarakan, kali ini aku tidak membantah atau protes meskipun Liam mengunci tanganku di sela-sela jarinya. Untuk kali ini saja.. biarkan kunikmati saat-saat bersama adik istri baru ayahku. 


74 comments:

  1. Keren kereen
    Si neng terlanjur nikmat ntr repot neng, hahaha

    ReplyDelete
  2. Wah,mbak shin baik hati...hari minggu posting neh... AsYyyiiiikkk,makasih mabk shin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ya aku kan emang baik.. lol :lol:

      Delete
  3. lha trz pcr liam gm5? Kasihan si eneng klu d jadiin yg kedua...

    Thank u mbak shin *mumu*

    ReplyDelete
  4. kayanya si 'neng " mulai klepek - klepek nich...wkwkwkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa kyk ikan donk sist? klepek..klepek..

      Delete
  5. Lucu juga.. Hhaha
    Si neng udh keenakan tuh..
    Gmna yah jdiny? Hiihi

    ReplyDelete
  6. Hahaha ... Ini si Neneng gengsinya minta ampun .... Bilang aja suka kok benci hihihi bener2 cinta baru iya kali hehehe

    Makasih cinta .... EL O VE E bgt dech...

    ReplyDelete
  7. Neng...neng...
    Katanya benci neng...
    Mmg ben(ci) *baca : benar" cinta* itu beda tipis ama benci ya.
    Saking tipisnya, udah nembus batasan aja gak kerasa... Ckckkckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.... nembus batasan apa nih cin?? lol

      Delete
  8. Ayo yg mau cong 7 diposting malam ini, komen semua dah.. Minimal 30 komen dr orang berbeda nanti malam aku bakal posting cong 7. ;)

    ReplyDelete
  9. cerita na ringan tp bkin penasaran...
    makasih.....

    ReplyDelete
  10. gw jatuh cinta ma lu cong !!!! ehem liam maunya apa, cium mulu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah masak gak tau sih cin?? ciyus gk tau???

      Delete
  11. liam.... Da pa denganmu? Kalo cnta y blg cnta dunk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haihiahaia... iya ya may.. kl cinta bilang cinta.. lol

      Delete
  12. liam bagi satu ciumannya boleh???
    *efek kelaperan ,,,

    ReplyDelete
  13. Hmmm..... ikutan komen, biar di posting bab 7 na :D :D
    Lanjuuuttt Mba Shin.....=)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaa sip sip... mdh2an ada 30 org yg berbeda ya sist yg komen ;)

      Delete
  14. Liam liam...neng...neng...

    Macem2 ajah... :hammer:

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha kl 1 macam kan gak menarik cin :D

      Delete
    2. Ah liam mah seneng bisa nyosor...alasan nya seribu buat nyosor :p

      Neng nya muna deh :d

      Ayo post mbak...

      Delete
  15. aihs.. semakin sering eneng maki2 dia dan kakaknya,semakin sering juga lian ciumin bibirnya si eneng.
    HAHAHA yg iyanya eneng mulai suka digituin sama liam.
    Ayo liam!Semangat!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa... yah kl LIamnya cakep gt siapa sih yg nolak diciumin?? ehem...

      Delete
  16. Liam bisa aza cr peluang buat cium Neng...=))ωªªkªª =)) ☺ =))ωªªkªª=)) bibir udh d tutup eh leher yg d cium

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihi... ular beludak si Liam mah cin.. :D

      Delete
  17. mba shin... rumah liam dmn ya?? aq mau menghina kakaknya nihhh...
    biar dpt ciuman dr liam... hahahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihihihi... nanti juga aku kasi tahu. jgn demo depan rumahnya ya. antri aja.. pst dapet. lol

      Delete
  18. Mbak shin q yg baik hati dan tdk smbong,rajin menabung...wahaha...
    Plissss posting lg yaaa...
    Cerita yg sederhana tp romantis,ahihi....
    Thks mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha ayo bantuin donk biar 30 org berbeda komen disni (aku gak masuk ya ke dalam 30 orang berbeda itu) skrg udah brp orang??

      Delete
  19. ciyeeeee....si eneng malu2 tp mau :-P thanks mbk shin :)

    ReplyDelete
  20. jeng...jeng...jeng....
    *silent reader seabad nongol demi neng & cong* XD

    ayoo~ lanjut~ mbak shin

    btw, salam kenal buat mbak shin & para reader :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ayo cin sering2 nongol.. Biar authormu ini gk galau.. Lol

      Salam kenal juga ya ;) makasi udah mau nongol haiahaiaha

      Delete
  21. Aih.. Aih.. Neng sering bgt d cium ma Liam, aq jg mau Liam, cium sekali ajah >.< #eh

    Mba shin.. Thanks.. Mwuaaah :*
    (udh 2 hri g' komen krn sbuk :D)

    ReplyDelete
  22. Halooo mba shin salam kenal
    Aq reader baru nih, bru nongol hari ni,ahahhahaha
    Ayo klluarkan liamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ayoo yg SR SR.. Kl mau Cong 7 keluar.. Tunjukkan batang idung kalian. Muwahahaahahahahahah

      Salam kenal cin ;)

      Delete
  23. oiu oiu kepoo,dlnjt ya berpagutan laparnyaa

    ReplyDelete
  24. mau nya apa sih liam ini, cium2 eneng mulu...
    sekali2 cium aku...
    kk kamu itu perempuan nakal, sukanya sm oom...*berharap dicipok liam...wkwkkwkwkwkk

    ReplyDelete
  25. Ayo mba shin kluarin cong 7 nya, #muka melas
    Slm sm rindong ya mba wakakakakkaka

    ReplyDelete
  26. Replies
    1. He? Emang mau komen apa? Sini aku komenin.. Wkwkwkwk

      Delete
  27. Udah,,,si Liam utk aq aja,,,
    Si Neng ama kokoh Alex aj,,,
    Gimana???

    ReplyDelete
  28. Mw komen tpi belom baca...
    Чªήğ penting itu mang komen dulu baru baca
    Чªήğ penting lagi aku sukaaaaaaaaaaa bgt sama neng camila n cong liam
    xixixixixixixi

    Mba 5 chapt sekaligus dung "̮ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ "̮ ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ "̮

    Piss mba bercanda.... Lope u mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. maunya sih gt sist.. tp kl ada 150 comment dr readers berbeda mungkin baru aku posting 5 chapter sekaligus :D

      Delete
  29. Wah liam main cium 2 melulu
    Pacar bukan, tpi kok sama 2 menikmati
    Jdi status mrka apaan kk??
    Kepo-/`2

    ReplyDelete
  30. suka cong....thanks mbk shin*kisss

    ReplyDelete
  31. Mba shin 150 koment itu 5 hari yah??
    ‎​​ºќ (y) ºќ ºќ (y) ºќ aku turutin, ayo para readers kita coment 30/hari jd dpost lgsg 5 chapt,,,, #kompor meleduk nih aku, maafkan

    Sebelum dijitak sama mba shin, aku dh kabur duluan,,,, oh Ɣª sodorin hugo n hugi dulu sblm kabru xixixixixixi

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.