"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Sunday, March 17, 2013

"Lu Tu Musuh GW Cong!" - FINAL CHAPTER



Salah paham di antara kami telah jelas sejelas-jelasnya. Hari itu kami berbicara dari hati ke hati. Liam membeberkan semua masa lalunya sejak dia mampu mengingat hidupnya. Dia juga menunjukkan album-album foto masa kecilnya yang masih tersimpan rapi dalam kardus yang dia kirim dari Jakarta tahun lalu dan belum sempat dibukanya.

Kini selain menunggu Liam pulang kerja, aku memiliki hoby baru, membuka kardus-kardus yang belum sempat dibereskan Liam. Aku juga memiliki kesempatan merapikan trophy-trophy dan ijazah-ijazah berpigura yang didapat Liam. Prestasinya sungguh membanggakan, membuatku berdecak kagum.


Wanita yang ku kira pacarnya adalah mantan teman kumpul kebonya yang telah lama ditinggalkannya, namun wanita itu terus saja mengganggunya. Saat dia pergi ke Jakarta untuk membereskan pekerjaannya setelah pernikahan papa dulu, Liam juga membereskan hubungannya dengan wanita-wanita yang masih dirasanya senang mengganggunya. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Aku memang tak bisa percaya begitu saja pada Liam, wanita itu ada di Jakarta, kami tidak pernah bertemu sehingga aku tidak bisa menanyakan wanita itu atau mencocokkan informasi yang Liam katakan padaku. Namun entah kenapa kali ini aku percaya sepenuhnya padanya. Aku tak lagi bertanya hal-hal tentang masa lalunya, bagiku Liam telah menceritakan apa yang perlu aku tahu dan apapun yang dia mungkin sembunyikan biarlah menjadi rahasianya bersama dengan Tuhan, aku tak akan memaksanya lagi.

Sejak hari itu hubungan kami kembali mesra dan hangat, bahkan bisa disebut panas bila kuhitung jumlah malam yang kami lewatkan dengan tubuh berkeringat meskipun AC menyala dengan kencang. Oh, Liam sekarang pintar mengalihkan frustasinya ke hal lain.. Kelegaan yang dia dapat saat melepaskan frustasinya terlihat jelas tatkala di pagi hari Liam selalu bangun lebih awal dan menciumku tepat saat dia akan berangkat kerja, dan aku.. masih tertidur pulas di atas ranjang karena kelelahan menghadapi gairah baru Liam ini.

Hari ini tiba sudah hari upacara pernikahan kami. Gereja ini telah dipenuhi keluarga dan kerabat dekat yang ikut menyaksikan pemberkatan suci pernikahan kami. Sedari pagi tiga orang perias dari Jakarta telah mendandaniku habis-habisan. Upacara yang rencananya diselenggarakan pukul sepuluh pagi molor menjadi pukul sebelas karena gaun pengantinku harus di pas lagi pada bagian perut, untungnya mereka berhasil mengakalinya.

Dan kini.. dengan debar jantung kencang, telapak tangan dingin berkeringat, aku menggandeng lengan papa yang membimbingku menuju altar tempat upacara. Disana telah menunggu calon suamiku dan pendeta yang akan memberkati pernikahan kami.

Liam terlihat sangat tampan dengan tuksedo dan dasi kupu-kupunya. Dia bahkan melepaskan kaca matanya khusus untuk acara pernikahan kami. Mungkin agar saat berciuman bibir kami bisa lebih leluasa bertemu.. ahh.. Liam..

Dengan bangga papa menyerahkan tanganku pada Liam, dia menepuk bahu calon suamiku dan duduk kembali di antara tamu undangan. Liam tersenyum padaku, mulutnya membisikkan kata dan pipiku sumringah mendengarnya.

“You’re beautiful..”

Kidung – kidung agung telah dinyanyikan, kini saatnya kami mengucapkan janji suci kami. Hendra keponakanku menghampiri membawakan sepasang cincin kawin yang telah khusus dibuat Liam beberapa bulan yang lalu di Amerika. Cincin yang berpahatkan inisial W. A. R. Dan C. N. S. di dalamnya.

Liam memasangkan cincin itu di jari manis tangan kananku, lalu diciumnya dengan khidmat. Hatiku hangat menyadari betapa aku mencintai laki-laki ini. Tak akan pernah habis kejutan yang dia berikan padaku setiap hari dengan sikap dan perhatiannya padaku.

Cincin dengan inisial namaku pun kini bertengger di jari manis Liam, dengan bangga mengklaim tempatnya disana, sebagai suamiku.

Dengan bibir bergetar aku mengucapkan dua kata itu setelah Liam.

“Saya bersedia..”

Lalu pendeta meresmikan kami sebagai pasangan suami istri.

“Dan mempelai pria bisa mencium pengantinnya” tepuk tangan meriah dari para hadirin pun meriuhkan suasana dalam gereja itu. Liam menepati perkataannya yang dia ungkapkan semalam padaku.

“Aku akan menciummu dalam, hingga seluruh mata iri dengan penyatuan cinta kita, Camelia.. I love you..”

Kami berciuman tak kurang dari satu menit. Tepuk tangan hadirin masih riuh saat Liam melepaskan rangkuman tangannya dari pipiku. Bibir kami panas dan bengkak. Debar jantungku bertalu-talu, meskipun kami berciuman di depan ratusan orang penonton, tapi dunia serasa hanya dihuni kami berdua, kami tak memperdulikan semuanya.

Liam mencium kening dan kedua pipiku, lalu ujung hidungku. Dengan lembut dibisikkannya kata-kata itu, kata-kata yang membuat hatiku hangat penuh cinta dan rasa haru, rasa terima kasih atas semua kebahagiaan yang akhirnya kurengkuh.

“Kau adalah istriku Nyonya Renatha..”

“Dan kau adalah suamiku, Tuan William Andreas Renatha.. Kau milikku, hanya aku..” lalu kucium bibir suamiku ini, sekali lagi para hadirin bersiul dan bertepuk tangan riuh.

Kami lalu berpindah ke sebuah ballroom di hotel dan menikmati santap siang yang telah tersaji. Meski acara santap siang ini bukanlah pesta resmi pernikahan kami, namun hiburan dengan nyanyian mampu menghidupkan suasana santap siang ini. Setiap kerabat dan tamu yang menghadiri upacara pemberkatan kami satu per satu menyalami dan memberi selamat. Aku terpaksa hanya duduk di kursi karena kakiku pegal dan aku kelelahan.

Pukul tiga sore hari kami lalu pulang kerumah, Liam tidak membiarkanku menginjakkan kaki sepijak pun saat kami sampai. Dia mengangkat tubuhku seperti yang dulu dilakukannya dan membawaku ke atas ranjang kami yang ternyata telah dihiasi dengan rangkaian bunga dan taburan mawar merah dan putih di atas ranjang. Ahhh.. Liam.. Aku tak tahu kapan kamu melakukannya, tapi kamu memang sangat romantis..

Liam membaringkanku dengan hati-hati di atas ranjang, kini usia kehamilanku sudah memasuki bulan ke tiga, kami mulai lebih berhati-hati melakukan hubungan intim, Liam pun berusaha mengekang gairahnya dan wajahnya terlihat tersiksa saat dia menahan keinginannya untuk menyentuhku. Sesekali memang aku sengaja membuatnya seperti itu, aku sangat senang menyiksanya. Melihat Liam yang begitu menginginkanku memberikan suatu kepuasan tersendiri bagiku, dia adalah milikku, dan hanya aku yang boleh memberikan dia kepuasan.

“Aku tahu ini belum malam.. Tapi.. Aku sangat ingin merasakan bagaimana malam pengantin itu.. Bagaimana kalau Sore pengantin??” tanya Liam saat dia telah menindih tubuhku dengan hati-hati. Kami masih memakai pakaian lengkap dan dia sudah begitu saja mengeras di atasku.

“Tapi pakaian ini..” keluhku tak berdaya. Dengan pakaian ini kami tak mungkin melakukannya, kan?

Kutatap mata jahil Liam. Oh, tidak! Apakah seperti perkiraanku??

“Kamu tidak akan..???” tanyaku. Dia tersenyum geli cengengesan.

“Kenapa tidak? Hanya sekali seumur hidup.. Setelah ini kita bisa membawanya ke laundry.. Dry cleaning..” katanya tanpa mendengar jawabanku.

Liam telah mencium bibirku dengan rakus, dia bahkan tak memperdulikan make up wajahku dan menciumiku seolah tak ada hari esok lagi untuk melakukannya.

Liam akhirnya menyadari bercinta dengan pakaian pengantin seperti ini sangat menyulitkan. Dia terpaksa mengekang keinginannya untuk menciumi payudaraku.. Ah Liam.. andai kamu melihat wajahmu yang seperti anak kecil tidak kebagian permen, mungkin kamu akan tertawa.

Liam kemudian menarik lepas celana dalam berenda yang khusus kupakai untuk acara seperti ini. Aku menyadari Liam pasti tak akan melewatkan kesempatan mencetak sejarah ini, maka kupakaikan pakaian dalam terseksi yang pernah kubeli dan hampir tak kubeli karena terlalu vulgar..

Liam menelan ludahnya saat melihat celana dalamku, terlihat sekali wajah mesumnya yang sudah tak sanggup untuk bertahan lebih lama lagi. Dia kemudian membuka retsleting celananya, mengeluarkan ereksinya yang telah tegak dan mengeras dengan kencang. Perlahan-lahan Liam mendekatkan tubuh kami, mencoba memasuki liang senggamaku dan bergerak perlahan dengan bibir mendesis menikmati penyatuan tubuh kami.

Liam menghindari untuk menindih tubuhku, dia tidak inign melukai bayi kami.. maka diangkatnya pahaku tinggi-tinggi sembari dia bergerak perlahan dalam posisi bersimpuh. Pinggulnya bergerak maju mundur mengirimkan kenikmatan yang membuatku selalu ketagihan padanya.

Saat tubuh kami bergetar hebat berbarengan, Liam melepaskan cairannya di dalam tubuhku dan melepaskan frustasinya yang telah menumpuk sedari tiga hari belakangan. Karena kesibukannya di rumah sakit dan harus mengurusi pernikahan kami, dia bahkan tak memiliki waktu untuk mencumbuku, kini semua cairannya dimuntahkan di dalamku dan dia mengerang penuh kelegaan.

Liam, suamiku.. Aku bahagia bisa membuatmu puas.. Semoga kamu bisa mendapatkan kepuasan itu hanya dariku dan tidak tertarik untuk mencari perempuan lain diluaran atau pasangan lain. Aku akan mengutukmu bila kamu berani mengkhianatiku. Aku pun tersenyum penuh makna saat Liam berguling disampingku, tubuh kami berkeringat seperti biasa setelah bercinta. Liam selalu lupa menyalakan AC.. alhasil kami selalu berkeringat dengan deras setelah percintaan panas ini.

“Kenapa kau tertawa?” tanya Liam dengan nafas tersengal-sengal. Dia mengunci retsleting celananya dan meletakan remote AC yang telah dipakainya menyalakan pendingin ruangan.

“Tak apa. Aku hanya berdoa sedikit, agar aku bisa selalu membuatmu puas” jawabku malu-malu.

Liam berdecak senang disampingku, dia memeluk tubuhku dan berbisik padaku. Bisikan mesum yang membuatku merah merona, panas hingga ke telingaku.

“Aku tak akan pernah puas, Camelia.. Maka dari itu aku selalu meminta lebih darimu. Tubuhmu hanya milikku dan tubuhku hanya millikmu, kita akan melakukannya sepanjang malam hingga pagi esok.. Jadi kau tak usah khawatir tidak akan memuaskan ku malam ini” Liam menggigit telingaku nakal.

Oh, Liam.. pikiran mesummu nampaknya memang sudah bawaan orok...!! http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido 

Kamipun tersenyum malu-malu menyadari memang kami ingin melakukannya sampai pagi.. Biarlah bulan madu kami kali ini kami habiskan dalam rumah, dalam kamar ini..

Saat esok tiba, biarlah matahari bersinar hangat menerangi bumi. Sehangat kisah kasih rumah tangga kami hingga nanti usia menjemput. 




23 comments:

  1. so sweet bgt sih mba shin,,, beneran deh jadi iri sma neng....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhahah sama.. aku jg iri sama neng.. hiks..

      Delete
  2. Saat esok tiba, akankah adaepilog?
    Oh mba shin terimakasih atas cerita yg luar biasa ini, memberikan game menarik dan memuaskan kami para pembaca.
    Love you a lot mba :-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha tunggu aja lg 2 jam, epilogue pst muncul ;)

      Delete
    2. Wew ga kelamaan mba, 2 jam?
      Hahaha

      Ok lah kalo ga ketiduran
      Kecup basah untukmu ;)

      Delete
  3. udah lama gak singgah diblok mbak shin,, abis'x sibuk,,, jdi ketinggal deh,,, tpi mlam ini baca'nya balapan, ampai ngos-ngosan,,hehe,, walaupun bacanya balap tapi puas'koe krn baca critanya sampai habis.......jdi gk kentang.
    Makasih,,, di tnggu crta slnjut'nya dengan alur cerita yg beda, lain dari pada yang lain,,okokokok...... ↖(^▽^)↗

    ReplyDelete
    Replies
    1. aiz.. ehem.. sibuk kemana cin... hehehe.. asik lah... yg penting msh mampir kesini :D sip sip.. doakan mendapat ilham setelah bertapa ke gunung kawi ya lol

      Delete
  4. so sweet bgt....
    liam aku padamu,,,,

    mba shin terimakasih, peluk cium u liam hehehhee

    ReplyDelete
  5. Huaaaaaaa,,,huaaaaaa,,msh lumz ikhlas psah sm psgn ni,,tapiii sllu pnsrn sm akhrny...
    Hukz,,hukz..
    Keyeeeeennnnnnn Mba Shiiiinnnnn keyeeeennnnn
    Mksh byk Mbaaaa Shiiinnnnnnn...
    Maap klo d slh2 kt...hukz..mmwuaachhhh

    ReplyDelete
  6. berdebar-debar...
    berdebar-debarrrr...
    huhuuuuiiii....
    puassss banget bacanya...
    menanti baca epilognya...

    ReplyDelete
  7. happy ending *.*
    Akhr'y si Kodok Liam jdi suami'y Neng..

    mba shin sayang.. Mksih :*

    ReplyDelete
  8. Uwaaaah so sweet nya si Liam ini
    Happy ending yeaiiii
    Heemm pisah deh ama Liam-Neng :(
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  9. Makasih mb shin hari ini puas banget bs bc mpe final, smoga mb shin dpt inspirasi untuk bikin cerita 2 yg sesuatu banget;-)

    ReplyDelete
  10. sik asik ...hepi endng...trms mba. crtax bgus

    ReplyDelete
  11. waduh pagi2 buka blognya mba shin udah ada LTMGC ampe tamat aja hhe....

    cie cie yang pengantin baru nafsunya gede yah bang, mba hhe

    selamat ya atas pernikahannya kkkkkk

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.