"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, March 25, 2013

"My Name Is Cong?!" - Chapter 11



Untuk kedua kalinya aku gagal memohon pada koh Franz agar mengizinkanku berpacaran dengan Camelia, ahh.. seandainya tak kukatakan aku akan ke Amerika.. ah.. tapi aku tak mungkin berbohong.. pekerjaanku menuntutku untuk selalu pergi kemana-mana, dan aku tak ingin membangun sebuah hubungan atas dasar kebohongan. Karena aku tak ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan tak perlu yang mungkin keluar nantinya.

Bertekuk lutut di depan calon mertua pun sudah tak mempan, mengapa koh Franz begitu kukuh. Tidakkah dia tahu hatiku sedang berduka hanya karena akan berpisah dengan Camelia sebentar lagi? Saat aku sudah menjadi pacarnya.. Pacarnyaa!! Dan aku harus pergi ke Amerika selama satu bulan lebih. Ahhh...


Siang ini aku ingin menjemput Camelia, dia sudah menyelesaikan ujian akhir semesternya dan sebulan lagi barulah dia akan masuk kuliah lagi.. Kenapa saat dia libur aku harus pergi.. Ingin aku mengajaknya ke Amerika, tapi aku yakin aku tak akan memiliki waktu untuknya dan itu bukanlah keinginanku. Fiuhh.. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Kutunggu Camelia di depan pintu kosnya, tak lama kemudian dia datang mengendarai sepeda motornya.

“Kenapa kamu ada disini?” tanyanya setelah memarkir sepeda motornya.

“Aku ingin menjemputmu, ini hari terakhir kau kuliah kan? Sebulan kemudian baru kuliah lagi, kan?” tanyaku. Mungkin dia bingung darimana aku tahu mengenai jadwal sekolahnya, yah.. itulah gunanya telephone, cantik.. Aku bisa bertanya ke kampusmu dan mereka dengan senang hati menjawabnya, semudah itu.

Camelia memutar tubuhnya masuk ke dalam kamar kosnya, akupun mengikutinya. Dia memberikanku tas-tas yang ingin dibawanya pulang.

“Apa isinya?” tanyaku.

“Pakaian, buku-buku, apalagi?” jawabnya ketus. Hah.. Gadis ini pasti sedang datang bulan, dia sungguh menggemaskan saat kesal seperti ini.

Dengan patuh kumasukkan tas-tas itu ke bagasi mobil, tak lama kemudian mobil yang kukenal parkir di depan areal kos, lalu mantan pacar Camelia datang dan langsung mengeluarkan unek-uneknya pada gadisku.

“Kenapa, Do? Bukannya kalian sudah putus? Sekarang Eneng, sudah jadi pacarku. Aku harap kau tidak mengganggunya lagi” aku ingin dia tahu, bahwa kesempatannya telah habis, kini Camelia adalah milikku, dan kutegaskan dengan ciuman pada bibir kekasihku. Edo pun pergi dari sana dengan wajah merah padam penuh amarah.

“Kamu tak perlu menciumiku agar dia percaya kalau kamu adalah pacarku” dengan sebal Camelia memarahiku. Aku hanya mencibir dan tertawa kecil. Ciuman itu belum seberapa.. tak sebanding dengan ciuman yang ingin kuberikan padamu, cantik..

Dalam perjalanan Camelia diam dan larut dalam pikirannya, aku tak ingin mengganggunya, meski bagaimanapun juga dia pasti memiliki perasaan tertentu pada laki-laki itu. Aku tak ingin memaksanya dengan perasaanku, memang tak akan pernah mudah menjadi laki-laki kedua.

Lama tak terdengar suaranya, bahkan desah nafasnya berganti dengan dengkuran kecil, Camelia tertidur dengan nyaman disampingku. Hah.. Gadis ini.. Mengapa dia bisa tertidur disampingku, lupakah dia apa yang bisa aku lakukan di dalam sebuah mobil? Tidak takutkah dia kejadian yang sama mungkin saja terulang lagi?

Sebuah senyum kecil kusunggingkan di bibir, lalu handphoneku berbunyi, dari profesor mentorku dulu di Jakarta, beliau dan istrinya sedang melancong ke kota ini dan memerlukan untuk bertemu denganku, ada sebuah buku yang ingin kuberikan padanya. Namun aku harus pulang dulu kerumah sebelum melanjutkan perjalanan kerumah Camelia, bila tidak tak akan cukup waktu untuk bertemu dengan profesor itu.

Maka tanpa membangunkan Camelia, kuputar mobiku menuju rumah, hanya sebentar, ya.. seharusnya hanya sebentar.. andai saja Camelia tidak menyebut namaku saat tidurnya.

Dia merusak hariku karena memanggil namaku dalam tidurnya, aku memandanginya tanpa kedip. Apa yang sedang dia impikan hingga aku bisa berada dalam mimpinya? Shh.. disinilah aku, dalam garasi mobil rumahku, menyesap berbatang-batang rokok menunggunya sadar dari tidurnya.

Camelia.. apakah dia memikirkanku? Apakah dia menyukaiku? Bila tidak.. mengapa dia memanggil namaku seperti itu? Seolah dia.. seolah dia takut akan kehilanganku, seolah ahh.. Apa yang kupikirkan?!

“Sudah sampai?” tanyanya mengejutkanku. Dengan tak sabar kumatikan rokok ditangan ke dalam asbak mobilku. Asbak yang penuh dengan puntung rokok yang hanya setengahnya kuhisap, aku terlalu panik saat ini. Camelia membuat pikiranku kacau.

“Kita dimana?” tanyanya lagi. Aku turun dari mobil, membuka pintu untuknya dan menjawab dengan pelan.

“Dirumahku”

“Ayo turun, apa kau mau seharian di dalam sini?” jawabku galak, dia masih juga belum turun dan membuatku tak sabaran.

Kutinggalkan dia melihat-lihat keadaan rumahku, ya lihatlah agar kau tahu bahwa aku bukanlah laki-laki pemeras ayahmu, seperti yang kau pikirkan tentangku dan tentang kakakku. Kami tak serendah itu, Camelia.

“Ayo masuk dulu, aku harus mengambil beberapa barang yang tertinggal, atau kau lebih senang berada diluar sini?” rahangku mengeras, jujur kukatakan, hatiku campur aduk melihatnya berada di halaman rumahku. Bayangan Camelia menggendong bayi kami kembali terlintas dalam benakku. Arghh..

“Masuklah, aku akan disini menunggumu” jawabnya. Ya sudah.. Maka kutinggalkan saja dia disana. Saat kembali, dia telah tertidur di kursi kebun.. ah.. gadis ini..

“Kenapa kau begitu cantik saat tertidur? Apakah kau sengaja mengundangku untuk menciummu, cantik?” kuambil tempatku disampingnya, lalu tanpa sepengetahuan Camelia, kucium bibir itu lembut. Ahh.. Tuhan.. aku merindukan gadis ini, ingin rasanya kupeluk tubuhnya, ingin kubenamkan wajahku dalam hangatnya pelukan tubuhnya. Ingin kuistirahatkan kepalaku yang berat dalam pangkuan lembutnya. Berikanlah jalanmu untuk kami, Tuhan..

Hari semakin gelap, nampaknya si putri tidur tak akan bangun hingga beberapa lama lagi. Aku tak ingin menjadi laki-laki kurang ajar yang menculik anak orang, maka kuambil handphone milik Camelia dan menghubungi nomer telphone ibunya, kukabarkan pada calon mertuaku itu bahwa Camelia akan menginap dirumahku. Awalnya memang tak mudah, namun aku bersikeras bahwa dia akan baik-baik saja dan aku akan mengantarkan Camelia besok pagi kerumah dan ibunya pun mengerti.

Kupeluk erat bahu gadis ini, dia pasti kedinginan tertidur disini, ingin langsung kuboyong tubuhnya masuk ke dalam kamarku, menyelimutinya dengan tubuhku, membagi kehangatan tubuh kami dibalik selimut.. ahh..

“Sudah bangun?” tanyaku ketika merasakan sebuah gerakan disampingku.

“A..Aku harus pulang, sudah malam, mami pasti khawatir” hal pertama yang dia katakan adalah dia ingin pulang, nanti dulu cantik.. Kau sudah ku klaim pada ibumu, dan kau.. akan menginap disini malam ini. Apakah kau tahu apa saja yang mungkin bisa kita lakukan saat malam tiba? Hanya berdua di rumah sepi ini? Ahh.. aku sungguh ingin malam hari cepat tiba.. saat kau tertidur dan aku... err..

“Tenang saja, aku sudah menelphone ibumu. Aku katakan kau menginap dirumahku, dia sudah memberi izinnya” jawabku santai. Kalau aku berbohong mungkin aku tak bisa menjawab sesantai ini.

“Minggir, aku mau pulang. Aku tidak sudi tinggal serumah denganmu!” dia beranjak bangkit dari duduknya, namun tanganku dengan posesif menjaganya agar tak pergi.

“Aku tidak akan memangsamu, kau tidak usah takut” ah.. Cantik.. tahukah kau apa maksudku? Semoga kau tak tahu..

“Aku tidak perduli, aku mau pulang. Lepaskan! Atau aku akan berteriak agar seluruh tetanggamu berpikir kamu seorang kriminal” katanya. Dia senang sekali mengancamku dengan teriakannya. Mengapa dia mengira aku akan takut dengan ancaman basi itu?

“Coba saja kalau kau berani” aku menantangnya, ya coba saja kalau berani.. karena bisa saja kemudian aku memiliki sebuah alasan.. untuk melakukan apapun yang kuinginkan padamu.

“AAAAAAAAAfff...” aku kaget, tak menyangka gadis kecil ini akan berteriak, dan teriakannya sungguh keras. Kututup mulutnya dengan telapak tanganku, gadis ini cukup merepotkan juga.

Was-was kulirik ke arah pintu gerbang rumahku, tak ada yang datang, kan? Bila ada yang mengira aku menculik seorang perempuan, maka mampuslah aku.

Tanpa menunggu reaksi tetangga yang mungkin saja mendengar teriakan Camelia, tubuh gadis kecil ini kuangkat dan kubawa ke dalam rumah. Dengan sekali hempas pintu kamarku tertutup dan gadis ini kulempar begitu saja ke atas ranjang yang empuk. Dengan berkacak pinggang karena frustasi, kuseka keringat yang menetes di dahi sebelum menceramahi gadis nakal ini.

“Aku hanya ingin kau menginap malam ini saja disini, aku tidak bisa kemana-mana malam ini karena akan ada tamu yang berkunjung. Seandainya kau tidak ketiduran mungkin aku sudah mengantarkanmu kerumah ibumu dan aku masih bisa menerima tamuku disini. Tapi karena kau tertidur, semua rencanaku berantakan. Jadi jangan banyak protes, diam-diamlah. Akan aku pesankan makanan untuk kita, aku tidak akan memaksamu bila kau tidak mau” dan itu cukup untuk membungkam mulutnya.

Dia melemparkan sebuah bantal untuk mengusirku yang kutangkap dengan mudah, tingkah laku kekanak-kanakannya hanya kucibir tanpa kuperdulikan lagi. Satu jam kemudian makanan telah datang, aku memesan beberapa kotak makanan dari rumah makanan langgananku yang biasanya sering mengantarkan kesini. Saat kami sedang makan, dia berceloteh tanpa henti.

“Rumahmu bagus” katanya sambil sesekali melayangkan pandangannya ke seantero rumah. Ya, bagus, rumah ini sudah siap untuk seorang istri. Maukah kau menjadi istriku? Akupun mendengus menyadari pasti jawaban apa yang akan dia berikan padaku.

Tak mendapat respon dariku yang sedang sibuk membalas sms dari suster mengenai obat-obatan apa yang harus diberikan pada pasien jantung di kamar vvip nomer 322, dia pun kembali mengangguku dengan celotehnya.

“Sms dari pacarmu?” tanyanya. Memangnya kalau aku menjawab sms harus selalu dari pacarku? Memangnya kalau aku menjawab telephone selalu dari pacarku? Hei.. cantik.. duniaku bukan hanya berkelumit dalam hal-hal seperti itu saja. Argh..

“Sok tahu” jawabku sebal.

Dia pun mencibir dan bangkit dengan membawa piring makan kami, dia nampak cukup nyaman di dapur, membuka lemari, mengecek peralatan memasak.. ahh.. aku sangat senang melihat pemandangan di depanku. Dia.. dengan celemek melekat di badan.. memasakkan makan pagi dan makan malam untukku, sementara anak kami sedang bermain dan menonton tivi.. yah.. khayalan tinggal khayalan, entah kapan bisa terwujud.

Lamunanku dibuyarkan oleh suara bell, tamu yang kutunggu sudah tiba. Profesor Wibowo dan istrinya. Akupun setengah berlari menyambut mereka, profesor Wibowo adalah orang yang kukagumi, beliau memberikan banyak petuah dan masukan untuk hidupku, selamanya aku akan tetap menghormatinya.

Setelah mempersilahkan kedua tamuku duduk, akupun memanggil Camelia, dengan bangga kukenalkan gadis ini sebagai tunanganku. Yah, aku memang tak akan bertemu setiap hari dengan prof Wibowo, namun saat ini aku ingin mengenalkan gadis ini padanya sebagai tunanganku, karena mungkin tahun depan bila kami bertemu lagi, gadis ini sudah menjadi Nyonya Renatha. Haha.. kepercayaan diriku tak pernah setinggi ini sebelumnya.

Meskipun Camelia sedikit terusik dengan pengakuanku, dia tak memperlihatkannya sama sekali, inilah yang aku suka. Dia bisa diajak bekerja sama meskipun kami belum menyepakati apapun sebelumnya. Ahh.. hati kami memang sejalan, kan? http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Kulihat tubuh Camelia sedikit menggigil, apakah dia kedinginan?

“Kau kedinginan? Istirahat saja dulu di dalam” kataku lembut pada tunanganku, Camelia. Dia tersenyum.. ahh.. andai ini nyata dan bukan hanya pura-pura.. Aku akan sangat berterima kasih karenanya.

Camelia mengikuti saranku, setelah permisi pada kedua tamuku, dia mengundurkan diri masuk ke dalam kamar, andai dia tahu itu adalah kamarku, akankah dia bersedia masuk ke dalamnya? Hm.. menarik..  


63 comments:

  1. “Kau kedinginan? Istirahat saja dulu di dalam” kataku lembut pada tunanganku, Camelia.

    Kata laba2 kepada lalat sang korban...

    Lee lee...suka gitu deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkkkw bikin ngakak komen ini!! wkwkkwkwkwkwkwk :guling-guling:

      Delete
    2. Walah malah ada yg guling guling, ati2 mbak depannya ada lemari ntar kejeduk...

      Delete
    3. gak lah.. depanku kan Liam.. udah dijaga ama dia ihiihihi

      Delete
  2. Sayur sop mb shin, meski udah tau gimana tp tetep gregetan penasaran.he.he mb Shin, kangen cemumun ma piter gimana kabar na? mksh mb Shin;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha asal bukan cah ayah aja.. cemumun belum pengen ngelanjutin, piter belum ada kabar.. hahahaha masih ngurusin cong dl sampe kelar :)

      Delete
    2. Sip mb Shin, favoritku neng ma liam he.he

      Delete
  3. Replies
    1. pake bahasa inggris lebih keren sist... tp jd gmn ya kl diingrisin?

      Delete
    2. Bhs inggrisku cuma sebatas oh yes oh no. Gimana tuh mbak? Wkwkwkwk

      Delete
  4. Liam oh liam..
    Sifatmu mmbwtku kesal + senang..
    Jail.. Tpi sweet..
    <3<3

    ReplyDelete
  5. pas beres maksi pas dapet liam...
    ah ga sabar scene belah durennya :P

    thank you mba shin

    ReplyDelete
  6. uhuk uhuk... liam cari-cari kesempatan dari si eneng... wkwkwkwkwkwk
    Thank u mbak shin
    Cemumut ea ;)

    ReplyDelete
  7. Komen apa ya ...? Mikir mikir dulu hehee

    makaish mbak shin :)

    ReplyDelete
  8. Mbak posting hari nie ya the next chapternya #winkwink

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah :D

      agak sibuk soalnya hari ini sampe kamis, ada hari raya besar agamaku, jadi mungkin agak melenceng dari jadwal mostingnya ahhaha...

      Delete
  9. Asyik next chapter pasti goaaalll nih, jd penasaran sama liam pov nya... pasti geli geli gimana gitu..he .. he.. Thanks mbak shin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah gak seperti bayanganmu.. tunggu belah duren berikutnya baru dehh...

      Delete
  10. Mmmm. Jadi gak sabar, walau pun dah tau.... tapi aaahhhhhh mauuuu lanjut yua mba shin makasih

    ReplyDelete
  11. Ga sabar nunggu golnya versi Liam
    hehehehee...
    thanks mba Shin

    ReplyDelete
  12. Asik bentar lagi belah duren#nyanyi lagunya jupe ahhhhh,,,hihihi thx mba shin#peyyyuuuuukkkkk

    ReplyDelete
  13. mksi mba shin... ,
    ngak sbar bca belah duren versi liamnya... ,

    mba upload hri ini y crtanya... ,
    *bighug

    ReplyDelete
  14. wah bang liam narsis nih, pd bnget bisa bikin neng jdi istrinya padahal emang berhasil hha bahkan dapet bonusnya langsung hha

    mba shin makasih ^^

    ReplyDelete
  15. wah bang liam narsis nih, pd bnget bisa bikin neng jdi istrinya padahal emang berhasil hha bahkan dapet bonusnya langsung hha

    mba shin makasih ^^

    ReplyDelete
  16. Mau komen ah mumpung lg beneeeer hehehe
    Bisnya biasanya error kotak komen nya gk nongol #plakkkk

    Dan liam otaknya tua bener *eh kan emang tua ya???*
    Hahaha

    Lanjutkan mba shin semangaaaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa... kirain kenapa.. :D

      yah, kan dah tua lol...

      Delete
  17. mba shin...trimsx. liam ne pnya daya khayalan tngkt tnggi...ckckck....

    ReplyDelete
  18. mba shin...trimsx. liam ne pnya daya khayalan tngkt tnggi...ckckck....

    ReplyDelete
  19. mbak shin....
    tengkiyu.. tengkiyu...
    kemaren sakaw ketagian Liam :-P

    ReplyDelete
  20. Liaaaam.. *.*

    *udah bisa muncul lum ya komen'y?? -,-"

    Thanks mba shin :*

    ReplyDelete
  21. Pensaran mnunggu kjadian pagi Πγª ... Heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lol.. ehemm... nunggu kejadian pagi?????? apaan tuchhh>??

      Delete
  22. Akhirnya diposting juga,,, makasih Ɣªª mba shin,,,

    ReplyDelete
  23. mbak.. duh penggambarannya bikin aku jatuh cinta sama liam.. beruntungnya neng dapetin liam... udah pinter, pengertian, perjuangan nya juga berat.. >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahhahahhaa..... makasi sista.. :D

      Delete
    2. iya mbak... lama2 bisa move on dari ji jeong nih... :D

      Delete
  24. liamliamliam
    ckckckck. licik plus cerdik! haha
    next chapter mbak sin, penasaran si liam ngmg apa aja. ahahaha
    thx mbak shin!!

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.