"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, March 25, 2013

"My Name Is Cong?!" - Chapter 12



“Kau tidur?” tanyaku ketika menyusul masuk satu jam kemudian, Prof Wibowo dan istrinya baru saja pulang, aku sudah tak sabar untuk berduaan dengan tunanganku. Namun putri tidur justru sedang memainkan perannya malam ini. Dia terlihat begitu menawan meskipun air mata membasahi pipinya.

Kenapa kau menangis, Camelia..? Apakah aku menyakitimu? Apakah yang kau pikirkan hingga air mata membasahi pipimu itu? Ahh... mengapa hatiku sakit memikirkan kau menangisi orang lain, Lia.. Cemburukah ini namanya? Andai aku tahu isi hatimu, sehingga aku tahu apa sebenarnya perasaanmu padaku. Cukupkah kesempatanku untuk memilikimu? Pantaskah aku bagimu? Sebagai pendamping hidupmu?


Kuangkat tubuh kekasihku, memperbaiki letak tidurnya dan menyelimutinya. Tidurlah dengan pulas, aku tak akan menyentuhmu meskipun godaan itu begitu kuat. Kau sangat berharga, aku tak ingin merusakmu sebelum waktunya. Dan sekarang bukanlah waktunya, Camelia. Aku hanya akan melakukannya bila hatimu sudah menjadi milikku. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Kukecup pelan pipi basah itu setelah mengucapkan selamat tidur untuknya, mengusapnya, agar tangisan tak mewarnai mimpinya lagi. Lalu lampu kamar pun padam dan kututup pintu dibelakangku, masih banyak pekerjaan yang harus kukerjakan malam ini. Setidaknya pekerjaan ini akan mampu membuatku mengalihkan sedikit perhatianku dari bidadari yang sedang tertidur pulas di atas ranjangku, agar bajingan ini tak mengotorinya dengan nafsu.

Pukul enam pagi aku terbangun, dengan wajah menempel pada meja kerjaku sementara komputer dan laptop menyala semalaman, masih dengan pekerjaan yang belum terselesaikan. Aku ketiduran di atas meja, tak heran leherku pegal dan menyakitkan.

“Ahh... aku tak menyangka bisa tidur selelap ini di atas meja” lalu aku menguap, mematikan komputer dan laptop lalu keluar dari ruang kerja. Aku hampir lupa ada seorang bidadari cantik sedang tidur di kamarku. Aku ingin mengucapkan selamat pagi untuknya, akan lebih menyenangkan bila dia mengira aku tidur disampingnya. Sebuah kesalah pahaman kecil dan akan sangat menarik untuk melihat reaksi gadis polos itu.

Tak kusangka ratu tidur masih terlelap pukul enam pagi, bahkan selimutnya telah berantakan di kakinya. Haha.. kau tidur seperti babi, Camelia. Kukecup keningnya dan mengucapkan selamat pagi, aku ragu bila dia mendengarnya. Dia terlihat asyik dengan mimpinya. Ahh.. pagi yang indah untuk mengawali hari, kapan lagi bisa menemukan seorang gadis secantik ini diatas ranjangku? Akupun tersenyum karenanya.

Tak menyia-nyiakan waktu, akupun masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan tubuhku agar terlihat rapi sebelum Camelia bangun, biarlah dia merasa malu karena lebih malas dariku, setidaknya aku tak akan malu karena cambang telah tumbuh pada daguku, terkadang ingin kupelihara tapi entahlah.. Mungkin aku bukan tipe pria yang cocok memelihara cambang ataupun kumis.

Dengan handuk di pinggang setelah mengeringkan badanku, akupun mulai mengolesi krim cukur pada pipiku, dengan santai kurapikan cambangku dengan pencukur manual. Aku menikmati apa yang aku lakukan, terkadang aku mengagumi betapa tampannya wajahku di depan cermin. Hah.. aku memang laki-laki seperti ini, menyukai apa yang aku miliki dan tak pernah menyesal karena memilikinya. Ini adalah asetku!

Aku hampir saja terkena serangan jantung ketika melihat Camelia masuk ke dalam kamar mandi, aku tak dapat berkata-kata karena saking kagetnya. Hanya pada saat gadis ini berteriak dengan kencang kesadaranku pulih kembali. Refleks kubuang pencukur ditangan dan mendekap mulutnya erat-erat. Dia benar-benar bisa membunuhku karena terkejut.

“Apa yang kau lakukan? Berteriak seperti orang kesurupan!!” kataku panik. Dia ingin mengundang seluruh RW untuk datang ke rumah ini?!

Alis gadis ini merengut seolah dia meminta maaf padaku, ahh cantik.. kau telah membuat jantungku berolahraga di pagi hari ini, mengapa kau kira aku akan segampang itu untuk memaafkanmu? Hah..

Namun semakin lama kulihat wajah gadis ini, semakin dekat tubuh kami saling menempel, kusadari tubuh kami telah begitu dekat hingga kini wajah kami hanya berjarak beberapa senti. Tanganku telah berpindah dari mulutnya menuju pipinya, merangkum wajahnya agar tetap mendongak pada wajahku.

“Camelia..” lalu kucium bibir yang terbuka itu. Begitu mesra, tak pernah semesra ini sebelumnya, entah angin apa yang membuatku seperti ini. Segala pikiran waras telah tercabut hilang dari kepalaku. Saat ini yang ada hanyalah cinta dan gairah, dua hal yang tak bisa kupisahkan.

Kedua pipi Camelia penuh oleh krim cukurku, dalam hati aku tertawa geli karenanya. Kutarik tubuh gadis ini menuju kotak shower dan kunyalakan pancuran air hangat yang langsung membasahi tubuh kami, membersihkan sisa-sisa krim pada wajahku dan wajah Camelia. Kurangkum lagi wajah itu, menatap matanya yang sayu, seolah memberikan izin padaku untuk melakukan apapun kehendakku.

Oh, Camelia.. mengapa kau menatapku dengan wajah ini.. tak tahukah kau apa arti dari tatapan matamu ini? Kau.. memberikanku akses pada dirimu.. dan aku berharap juga pada hatimu.

Kuciumi lagi bibir kekasih hatiku ini, tangan-tanganku dengan lihai melepaskan helai demi helai kain yang membatasi tubuh telanjang kami, hingga tak berbatas sehelai benang pun. Kuciumi sekujur tubuh Camelia, memperlakukannya seperti putri raja, melayaninya dengan segenap hatiku, memberikannya kenikmatan yang tak akan pernah dia impikan sebelumnya.

Kubaringkan tubuh kekasihku di atas ranjang. Tuhan.. maafkanlah atas apa yang akan aku lakukan pada gadis ini, aku tak bisa menahan gairahku saat bersamanya. Hanya karena rasa cintakulah aku bisa melakukan hal ini padanya. Aku berjanji aku tak akan pernah menyia-nyiakannya, aku akan menjadi pria yang bertanggung jawab sebagaimana layaknya laki-laki sejati pada wanita yang dia cintai. Hanya inilah satu-satunya cara agar cintaku padanya ditetapkan, agar cintaku padanya dimuluskan, agar cintaku padanya akan selalu diingatnya.

“Liam..” dia memanggil namaku, panggilan yang meruntuhkan semua pertahananku. Kini tak ada sangsi lagi, aku akan bercinta dengannya. Bercinta dengan kekasih hatiku, akan kuberikan kau kenikmatan yang dijanjikan surga pada dunia. Karena kau, Camelia.. adalah surga duniaku. Aku mencintaimu, sayangku.

Kucium bibir kekasihku dengan perlahan, mengenalkannya pada diriku yang sebenarnya, bahwa aku.. akan mencintainya dengan lembut. Bahwa cintaku tulus, bahwa cintaku tak akan tergantikan, bahwa cintaku akan kekal abadi selamanya.

Bibirku kini mengecap seluruh tubuh kekasihku, aku tak bisa mengelak dengan mengatakan apa yang kurasakan saat ini bukanlah nafsu.. aku bernafsu.. tidak.. kata itu terlalu rendah untuk melukiskan percintaan kami. Ya.. aku bergairah.. aku bergairah atas gadis ini, atas tubuh kekasihku, atas diri cintaku. Atas cintaku padanya.

“Camelia..” kubisikkan kata-kata itu, dia pasti menyadari betapa besar gairahku padanya, tubuhku telah menindih tubuh Camelia sedari tadi. Dia pasti merasakan ereksiku yang mendesak tubuh bagian bawahnya.

Dengan pelan kutempelkan tubuh kami, kugerakkan dan kusentuhkan pada bagian kewanitaannya yang telah basah. Ya.. aku tahu.. Camelia menginginkanku sebesar aku menginginkannya.

Dan saat tubuh kami bersatu, aku tahu.. gadis ini telah memilihku untuk menjadi laki-laki pertamanya, hatiku dipenuhi dengan rasa bangga dan bahagia. Ahh.. Tuhan.. ampunilah dosaku karena memperdaya gadis lugu tanpa dosa ini untuk menjadi milikku, sesunguhnya tak ada niatku untuk merusaknya hari ini. Hanya karena rencanamulah semua ini bisa terjadi dan aku bersyukur karenanya.

Camelia meringis kesakitan dibawahku, tangisnya mengalir dengan deras di pipi. Segala cara kucoba untuk meringankan rasa sakit gadis ini namun tak berguna, meski dia tak berteriak, aku semakin terenyuh padanya.

“Sedikit lagi, Camelia.. Sedikit lagi..” manisku, sayangku, cintaku.. maafkanlah aku karena membuatmu terluka.. Aku berjanji semua akan baik-baik, semua akan berlalu.. semua akan indah pada waktunya.

Camelia memekik tertahan saat akhirnya penghalang itu berhasil kutembus, perlahan-lahan kugerakkan tubuhku untuk memberikan rasa nikmat pada kekasihku, untuk mengurangi rasa sakit yang pasti masih menusuk tubuhnya.

“Lia.. Oh, Lia... Camelia..” bisikku padanya di sela-sela ciuman penghiburanku untuknya. Kurasakan tubuh Camelia mulai bergetar hebat dibawahku, kurasakan juga bagaimana ereksiku diperas sedemikian rupa hingga aku tak bisa bertahan lagi. Akupun menyerah dalam pelukan tubuh kekasihku.. dan benihku dengan sukses kutanamkan pada rahimnya.

Tuhan.. bila kau berkenan.. Suburkanlah benihku di dalam wanita ini, maka aku akan tahu bahwa cintaku tak bertepuk sebelah tangan.

Aku seharusnya tak berdoa seperti itu, aku terlalu lancang karena menguji kekuasaan Tuhan dengan permintaanku. Cinta bukanlah hal yang harus di tebak-tebak, cinta bukanlah hal yang harus di ramal atau dipertaruhkan. Cinta.. adalah hal yang diperjuangkan, dan ini adalah salah satu cara paling menyedihkan untuk mendapatkan cinta.. Namun bagiku.. semua cara berlaku. Satu rencana utama dan seribu rencana cadangan.

Tubuh Camelia telah kembali rileks disampingku, kupeluk tubuhnya yang telanjang, menyelimuti tubuh kami dan kuucapkan kata itu, kata yang keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam. Aku tak menyesali pagi ini, aku bersyukur dengan segala puji yang bisa kupanjatkan. Namun, aku memang tak pernah berencana untuk melakukan hal ini terhadap kekasih hatiku, Camelia. Semua terjadi begitu saja, dan aku sudah tak sabar lagi untuk melamar gadis ini pada orang tuanya.

“Maafkan aku, Camelia..” bisikku padanya. Maafkan atas kesakitanmu, atas air matamu, atas cintaku padamu..

~~~~

Camelia masih tertidur karena kelelahan saat aku membawa pakaian ganti untuknya. Untungnya dia membawa beberapa buah pakaian dalam tas yang dibawanya pulang. Bila tidak, dengan terpaksa Camelia harus menggunakan pakaianku atau menunggu pakaiannya kering, yang berarti.. lebih banyak waktu lagi untuk kami berdua.

Ahhh.. apa yang kupikirkan setelah merenggut kesucian seorang gadis lugu sepertinya.. Perasaan ini berbeda dari apa yang kulakukan dengan Clara dulu, sungguh aku tak ingin membanding-bandingkannya namun kali ini ada perasaan bersalah saat secara tak langsung aku memaksa Camelia untuk pasrah dibawahku.

Pasrahkah itu? Merasa terpaksakah dia saat aku mencumbunya? Semestinya memang sebagai laki-laki bahkan dengan usiaku sekarang.. aku harus memiliki kepala lebih dingin dan bisa mengontrol diriku. Tapi demi Tuhan, begitu sulit rasanya mengontrol tubuh ini saat berdekatan dengan Camelia. Semua kontak tubuhku dengannya selalu membawaku mengenyahkan segala pikiran waras yang biasanya kumiliki. Bahkan setelah aku mendapatkannya pun kewarasanku seolah-olah belum ingin kembali padaku, aku masih duduk gemetar di kursi meja makanku, sambil menghirup kopi dan menghisap rokokku dengan tak sabar.

Tubuhku masih mengingat pasti bagaimana penyatuan kami tadi, setiap geraknya, setiap desahan nafas kami, setiap rintihan kesakitan Camelia.. mengirimkan desir pada darahku, membuat tubuhku menggigil karena masih terasa begitu nyata meskipun telah satu jam berlalu sejak pelepasan kami.

Wajah seperti apa yang harus kuberikan pada gadis itu bila dia tersadar dari tidurnya nanti? Aku ingin langsung melamarnya, tapi bisakah itu berhasil? Mungkin saja dia akan menolakku dan pada akhirnya aku akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin nanti kusesali. Aku tak mungkin memaksa gadis ini untuk menikahiku.. Tapi.. bila dia hamil.. mungkin itu akan berhasil.

“A..aku ingin pulang” kuputar tubuhku demi mendengar suara Camelia dari belakangku. Dia telah mengganti pakaiannya, aku rasa dia juga telah mandi, terlihat dari wajahnya yang merona merah dan segar. Ahh.. terima kasih Tuhan, setidaknya gadis ini tak memiliki wajah pucat ketakutan seperti wajah korban pemerkosaan.

“Kita makan dulu, duduklah” jawabku sambil membantunya duduk disampingku.

Aku telah memesan sedikit makan siang untuk kami berdua, dalam diam aku memperhatikan Camelia menyendok makanannya tanpa melepaskan pandangannya sedikitpun dari piring. Hahh... apakah kau takut padaku, Camelia? Yah.. aku memang laki-laki menakutkan saat seperti itu.. setidaknya bagi gadis sepertimu. Kau takut padaku adalah hal terakhir yang kuinginkan di dunia ini.

Melihat wajah Camelia murung dan bersedih ingin rasanya kupeluk tubuh rapuhnya, membawanya dalam lindunganku selamanya. Tapi dia pasti akan semakin ketakutan bila aku melakukan hal itu.. Ahh.. serba salah.. Aku harus cepat-cepat mendapatkan izin dari koh Franz, lalu aku bisa melamar Camelia pada ibunya. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Tapi aku harus ke Amerika dulu.. besok.. aku sudah harus berangkat. Haruskah kukatakan ini pada Camelia? Bagaimana bila dia sedih dan mengira aku tak akan kembali?

Oh, sayangku.. aku akan kembali.. Setelah aku kembali aku akan melamarmu, tunggulah aku. Tolong tunggulah.. sebulan saja, setelah itu aku adalah milikmu sepenuhnya.  


47 comments:

  1. PERTAMAX! baca dulu ya mbak
    thx kakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahaha selamat jg pertamax.. :janganlah ada pertamax diantara kita:

      Delete
    2. ahahaha. yg penting udah baca ya mbak.
      tergila2 sama si william nih mbak. ada stok cowo ky gini a? ahaha. minta deh 1. wkwkwk
      thx mbak shin

      Delete
    3. hahahhaha... wah, kalau ada nanti aku hubungin dirimu deh sist wkwkkwkw

      Delete
    4. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. Liam yang narsis tapi romantis abis, bahagia jd neng bikin iri Q aja. Mb Shin makasih yach;-)

    ReplyDelete
  3. co cuit....
    gak sabar nunggu sbulan :-D

    mbak shin lanjuuut :-P

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhaha sebulannya cong apa sbeulan kita??

      Delete
  4. Hore gooooolllllll,,bobol sudah gawangnya neng,,selamat om liam akhirnya belah duren,,thx mba shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkw... Liam bobol gawang, semua senang..... ahak ahak..


      sama2 sista :D

      Delete
  5. Ternyata hatinya liam tuh perhatian n lembut jg
    Jd tau luar dalam'y si liam nih :p
    •⌣˚Ʈ♓ªƞƘ ♧ ƔoƱ˚⌣•‎​ yaaa ciin :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaa luar dalam apanya mi?? kolornya? muwhaaahahhaa..

      Delete
  6. aigooo.. ><"

    kenapa liam makin lama makin so sweet sihh mbak.. Kata2'y itu lohh bikin melting.. Kkk.. *pdhl mbk shin yang buat*

    pokoe syuka.. Oh ya slam kenal mba shin pengunjung baru.. Hehee..
    Lanjut mba shin.. Muaachhh.. :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. aigooo... -juga-

      salam kenal juga sista :D wkwkkww... syukur deh kl Liam dibilang so sweett wkwkkw :asekk:

      happy reading n met datang disini :)

      Delete
  7. Aduhhhhh.. Liam.. Sweet bgt..
    Tpi ksian bgt si Cameliany d tnggalin.. (˘̩̩̩^˘̩ƪ)..

    ReplyDelete
  8. akhirnya liam belah durenya si "neng"...wakakakakkakkkaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha durennya siapa lagi mau dibelah nih>?? eheem..

      Delete
  9. kakak, koko lee itu sesuatu banget yahhh. hadeh, aku makin cinta padanya.
    si eneng beruntung nih dapetin si koko lee. perhatian, baik lagi ya. emg sih pede selangit tapi tak apa, memang dy keren sih, ahahaha

    kak ada stok ga? kalo ada mari kita bermain lagi. lama ga main sepertinya.
    thx kak, smangat terus ya bikin crita yg bikin merinding disko.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhahaha mau main apaa??? stokku banyaakkkk stok piring belum dicuci, kolor juga nih, halaman belum disapu :wkwkkwkwkwkwk:

      jam segini siapa mau main game? ntr kalian kalah mewek lg kan aku jd berdosa.. :ehem:

      Delete
    2. cari emo nunduk deh kak akunya. kali aja gt ada yg mau kak game game, ehehehehe v(^_^)V

      Delete
    3. ahhahaha... ya besok2 deh kl kyknya yg pengen game banyak ya. kasian ntr merana yg semangat kl lebih banyak yg gak semangat :D

      Delete
  10. Aq ikutan baca donk....? Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan.. gk dipungut karcis kok wkwkwk (tau karcis gak?)

      Delete
    2. Yoi ... Pastinya tau,.. Kmn2 klo mo nonton pertunjukan dll kan butuh karcis hihihi ... N ndak perlu narsis hehehe ... Iya kan sista...?

      Delete
    3. hahahah gak perlu narsis, kl narsis nanti di kiss.. kwkwkwkw :lanjottt:

      Delete
  11. thanks shinnn ^^
    william emang kerennnn

    ReplyDelete
  12. Hmm akhirnya, dibelah juga
    Xixixi

    ReplyDelete
  13. Mb shin... Dari sekian stok lelaki macho nan keren dan mempesona yang mb shin ciptakan... Liam lah yg membuat aku meleleh leh leh ... Terpesona... Gak nyenyak tidur, hanya memikirkan liam seorang...:)
    Hidup liam... Liam... Liam
    #edisilebay

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. untung Liam bukan brondonk ya?? jadi masih cukup lah untuk para mami2... wkkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkkwkw....

      Delete
  14. nah kan si liam kebanyakan pikiran nih harusnya langsung lamar aja /dorrr

    tp bener jg sih harus dapet restu orang tua duyuuu biar saaaaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha benul.. biar lebih muluss.. eheem...

      Delete
  15. Mbak Shin, Liam kalo ada yang KW aku nitip 1 ya.... hahahaha....

    ReplyDelete
  16. liam liam kau memang bajingan yg menawan.

    ReplyDelete
  17. makin kesini aku jadi tambah suka sama Liam mba. gayanya yg khas dan narsis itu bukannya bikin sebel malah tambah memikat hatiku.

    liam kalo neng nolak kamu, ayo datang ke aku aja ya. aku lg perlu banget dokter cinta yang ganteng kayak kamu, biar aku nga kesepian hahaha :D

    makasih ya mba :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkwkwkww... bisa aja dirimu sist.. wkkwkwk

      Sama2 :D

      Delete
  18. hmm itu ternyta yg di rsakan liam.. Lope you Liam *.*

    nah nah.. Slma sebulan sefrustasi apa si liam yah?? *kepo

    Thanks mba shin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahha frustasi apa silo??? krn jauh dr neng?

      Delete
  19. tetp ya bang liam narsis abis hhe

    ahhh coba liam nya jujur sama neng, neng ga bakalan se frustasi itu trus balikan lagi sama edo kan????

    ReplyDelete
  20. Ah.. Liam trnyata putus asa ga dpt restu dri Koh Franz jdi jln pintas dech. Hehheh.

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.