"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, March 26, 2013

"My Name Is Cong?!" - Chapter 13



“Hahh.. Lu bikin gw serba salah, Liam. Kenapa sih lu bersikeras pacaran sama Neng? Kayak gak ada cewek cantik lain aja dimuka bumi ini? Belum lagi lu bilang lu mau ke Amerika? Lu mau tinggalin anak gw gitu? Apa yang bikin lu yakin kalau lu gak bakal khianatin dia disana? Mending gini deh.. Lu lihat dulu sampai lu balik Amerika, itupun kalau lu balik, kalau lu memang masih punya perasaan sama anak gw, baru kita bicarain lagi. Sekarang gw gak mau bahas masalah ini lagi, mending lu buruan berangkat sebelum pesawat lu take off, sebelum gw tampar lu lagi” pipi ku masih terasa perih dan kupingku masih terasa panas mendengar makian koh Franz yang selalu terngiang saat pagi tadi aku bertandang kerumahnya.


Apakah caraku salah? Seperti apakah seharusnya agar koh Franz bisa menerimaku? Arghh.. Aku bingung. Dan kini, aku telah berada dua jam jauhnya dari Indonesia, menuju Amerika..

http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Di Washington aku bertemu dengan Mr. David Steel, dia adalah pemilik salah satu pabrik pembuatan alat-alat medis terbaik di negara ini, meskipun kami belum lama berkenalan, namun dia adalah pria yang sopan, sangat profesional dalam pekerjaannya. Bahkan selama di Amerika dia menjadi tuan rumah yang baik untukku, menyediakan suite untuk tempat tinggalku dan bahkan menawarkan lebih dari itu. Aku hanya bisa tertawa dan menolak dengan halus, laki-laki ini terlalu berlebihan. Namun sejak saat itu suasana kaku diantara kami berubah menjadi lebih cair, dia ternyata cukup menarik dan humoris. Saat tidak berada di depan bawahannya, Mr. David Steel dapat berubah menjadi laki-laki penuh semangat dan humoris, melemparkan lelucon mengenai apapun yang ada di kepalanya.

Seminggu di sini aku memesan sepasang cincin untuk ku dan Camelia, cincin emas polos dengan warna emas bersinar gelap dengan inisial nama kami terukir di bagian dalamnya. Cincin untuknya kemudian kukirimkan ke alamat rumah ibunya, bersama dengan sebuah surat yang kutulis tangan. Cara kuno memang.. Karena bagiku ini lebih berarti daripada sekedar telephone tengah malam atau email yang bahkan mungkin tak akan pernah dibacanya lagi.

“Make sure you bring it to the right person” pesanku pada petugas kurir yang menerima paket amplop kecil itu.

Semoga Camelia membacanya, tapi aku ragu bila dia akan tahu inisial namaku.. ahh.. biarlah.. Mungkin belum saatnya dia tahu.. Tidak saat aku berada separuh bumi jauhnya dari dirinya.

Sebulan lebih di negara ini akhirnya aku bisa kembali lagi bertemu dengannya, tapi sebelum itu aku harus menghadiri sebuah seminar yang sangat penting, tak mungkin kubatalkan. Dari bandara panitia langsung menjemputku dan membawaku ke hotel tempat seminar di adakan. Peserta telah membludak dan syukurnya masih ada sedikit waktu untukku menyiapkan bahan-bahan seminar. Selama dua jam sesi presentasi dan tanya-jawab, akhirnya aku dapat bernafas lega.

Hari sudah sore ketika acara ini selesai, tapi hariku ternyata belum selesai. Ada beberapa masalah yang harus segera kubereskan dirumah sakit. Ahh.. tidak bisakah aku sebentar saja menengok kekasih hatiku? Apa kabarmu, Camelia..? Rindukah kau padaku? Karena disini aku sangat merindukanmu.. fiuh.. mungkin besok.. Besok aku akan menjemputmu.. dan kita akan berbicara banyak.. banyak sekali.

Saat kuparkirkan mobilku di depan kos-kosan itu, kamar Camelia terkunci, seharusnya dia sudah pulang kuliah saat ini, namun mengapa dia tak ada di kamarnya? Apakah dia sudah pulang? Ah.. kenapa tak kutanyakan saja pada ibunya? Tapi bagaimana dia tak ada disana dan ibunya menjadi khawatir? Tsk.. ahh.. lebih baik kutunggu saja dia disini.

Satu jam lebih aku menunggu, akhirnya sebuah mobil BMW yang kukenal mendekat ke arah pintu masuk kos-kosan. Laki-laki yang paling kubenci di dunia turun dari sana, di kursi penumpang aku bisa melihat Camelia sedang menatap ke arah lain, belum menyadari keberadaanku disini.

Apa yang mereka lakukan diluar berduaan? Jangan katakan mereka telah berpacaran lagi?? Sial!! Aku terpaksa berdiri dari dudukku ketika Edo menghampiriku, dahiku berkerut mencari tahu apa yang diinginkan oleh bocah ingusan ini dengan mendekatiku dalam langkahnya yang terburu-buru.

“TUDD!!!”

Setan!! Laki-laki ini menghajar hidungku, ouchh!! Aku rasa tulang hidungku patah, darah mengucur dengan deras membasahi kemejaku. Anak kecil ini harus diberi pelajaran!!

Tanpa menghiraukan darah yang masih turun dari hidungku, kulayangkan tinjuku telak menghantam perut Edo, membuatnya membungkuk menahan sakit lalu kuhantam rahang kanannya hingga dia tersungkur kebawah. Rasakan!! Dasar anak kecil, sok hebat kau ya?!! Sudah merasa hebat?!! Setan!!

“Hentikan... hentikan!!” kudengar Camelia berteriak dengan panik mencoba menghalau kami. Apa yang dia lakukan? Dia bisa menjadi korban salah sasaran bila mencoba melerai sebuah perkelahian. Dia tidak boleh berada disini.

“Lia!! Kesini kau!!” teriakku pada Camelia dan menarik tangannya ke arahku. Namun bocah sialan Edo itu telah bangkit dan menarik tangan Lia yang satunya lagi.

“Lepaskan dia!! Dia milikku!!” bentakku pada bocah sok hebat itu.

Orang-orang mulai berkerumun menonton kami, aku tak perduli, meski mereka semua menjadi saksi, bukan aku yang memulai perkelahian ini. Bilapun polisi datang, bukan aku yang akan dipenjara tapi bocah tengik di depanku ini.

“Lu yang lepasin. Neng milik gw. Gw akan nikahin dia, lu jangan ganggu Neng lagi, lu ngerti??!!” balasnya. Apa??!! Berani-beraninya dia!! Tidak, Camelia tidak akan menikahinya, Camelia mengandung anakku, saat ini seharusnya dia sedang mengandung anakku, tak akan kubiarkan dia menikah denganmu bocah tengik!!

Sebuah hentakan kecil pada tubuh Camelia dan tendangan kecil pada tulang kering Edo, akhirnya aku mendapatkan tubuh kekasihku lagi. Dia adalah milikku, tempatnya adalah disampingku! Bukan disampingmu bocah tengik!!

“Dia milikku!! Dia tidak akan menikah denganmu, Camelia.. Dia sedang mengandung anakku” aku tak berbohong, kami telah melakukannya dan Camelia bisa saja mengandung anakku sekarang, kau tahu itu bocah?!!

Bisa kulihat wajah pucat Edo begitu juga pada wajah Camelia yang membelalak tak percaya, bahkan penonton ikut-ikutan memasang wajah dramatis seolah sedang menonton sinetron di televisi.

“..Bagaimana lu bisa tahu kalau itu anak lu?? Bisa saja Neng mengandung anak gw, kan?” sungguh bukan jawaban yang ingin kudengar dari laki-laki tengik ini. Perasaanku yang tadinya di atas angin kini jatuh terjerambab dan diinjak-injak dengan kejam. Tak pernah terbayangkan sebelumnya Camelia akan mengkhianatiku, tapi.. mendengar apa yang laki-laki ini katakan membuka kembali luka lama yang telah menutup dalam hatiku. Luka lama karena dikhianati.

Tanganku mencengkeram lengan Camelia dengan keras, hatiku kacau. Kutatap wajahnya, ingin mencari tahu apakah apa yang dikatakan laki-laki ini benar? Tapi dia diam saja, wajahnya sama pucatnya denganku.

Oh Tuhan.. aku rasa tubuhku melayang tak bertenaga, kakiku lemas bahkan hampir tak bisa kugerakkan. Aku rasa aku tak sanggup mendengar jawaban apa yang akan dia katakan sekarang, aku tak sanggup. Dengan sikap pengecut yang pertama kali kuperlihatkan dalam hidupku.. akupun berlalu dari tempat itu dengan wajah tertunduk kalah..

Aku mematung di dalam ruang kerjaku dirumah, menatap kosong pada layar monitor. Sudah dua jam-an aku seperti ini, telephone dari pasien dan rumah sakit tak kuhiraukan, ahh.. nyawaku seolah telah melayang dari tubuhku. Aku sungguh bodoh mengira Camelia akan menungguku, sungguh bodohnya aku.. Bodoh!! Dia bahkan tidak menyukaiku, mengapa dia harus setia padaku?? Dia bebas membawa hidupnya kemanapun dia mau, atau bahkan tidur dengan pria manapun yang dia mau!!

“Setan!!!” teriakku kesal. Arrghh!!!

Ingin rasanya kuhancurkan semua barang-barang dirumah ini untuk melampiaskan kekesalanku, karena bila tidak, rasa frustasi ini akan mempengaruhi pekerjaanku, bahkan hidupku. Hidungku telah diperban dan diobati, tak separah dugaanku untungnya, hanya sedikit retak dan akan segera sembuh, setidaknya sebulan!

“Camelia.. ingin rasanya kuculik dirimu dan menyembunyikanmu dari hadapan semua orang yang mengenalmu, agar tak ada lagi laki-laki lain yang bisa mengganggumu”

Semalaman suntuk aku tak bisa tidur, keesokan harinyapun pekerjaan tak bisa terlalu fokus kutangani, aku bahkan membatalkan jadwal operasi hari itu, menukar jadwal ku dengan dokter spesialis jantung lain dan lebih banyak bergelut dengan tugas protokol dan melobi pejabat. Aku tak perlu memaksakan kepalaku dengan pekerjaan yang menyangkut nyawa manusia karena aku tahu aku sungguh kacau. Aku yang biasanya tersenyum setiap orang menyapaku kini hanya memasang wajah datar, wajah murung. Syukurnya mereka tak berkomentar, aku sedang tak ingin mendengar gosip buruk mengenai diriku saat ini. Aku masih pusing!!

~~~~

Seperti mayat hidup berjalan rasanya hidupku belakangan ini setelah mendengar kabar yang paling menghancurkan hatiku. Bimbang, ragu dan bingung mengenai kebenaran ucapan laki-laki itu selalu menghantui siang dan malamku. Semua pekerjaanku terbengkalai, aku tak mampu mengerjakan apapun dengan baik. Sungguh aku tak bisa seperti ini berlama-lama, aku harus menemui Camelia dan menanyakan kebenarannya.

Tapi.. bila itu benar.. sanggupkah aku menerimanya? Oh, Tuhan.. Aku begitu takut kesakitan karena cinta lagi. Ketika Clara menyakitiku perlu lima tahun untuk melupakannya, bagaimana bila Camelia menyakitiku? Masih mampukah aku bertahan? Hatiku tak sekuat itu, sekali lagi aku jatuh maka aku tak yakin hidupku akan berarti lagi. Aku seperti zombie yang berusaha menjadi manusia, dan itu tidak mungkin, mustahil.

Hatiku pasti hancur berkeping-keping dan perlu seumur hidup untuk merangkainya agar menjadi satu keping lagi, satu keping yang hancur. Karena inilah aku takut jatuh cinta, karena ketika cinta menghampiriku.. aku melimpahkan seluruh hatiku disana. Dan ketika cinta menyakitiku, maka seluruh hatiku tak akan terselamatkan.

Dokter Hartono mengukur tekanan darahku dan memberikan sebuah suntikan vitamin untukku. Kepalaku seringkali pusing dan kurasa berat badanku turun beberapa kilo. Wajahku kusut pucat tak bercahaya seperti biasa. Bahkan rekan sejawatku ini menatap simpati padaku. Ahh... Aku tak perduli lagi pandangan orang terhadapku. Biarlah semua tahu, aku juga manusia, aku juga bisa merasakan sakit hati karena cinta. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

“Saya tidak ingin lancang dengan menyarankan anda beristirahat, Dok. Tapi kita berdua tahu, anda memerlukannya. Anda harus membuang semua masalah anda, bila tidak saya takut sakit kepala anda akan semakin parah” kata dokter Hartono simpati. Dia memberikan sebuah resep vitamin oral pada perawat yang memberikan resep itu ke apoteker. Aku harus mengkonsumsi vitamin sekarang, hanya karena sakit cinta? Hah.. Memangnya ada dokter cinta yang bisa menyembuhkan penyakitku ini?


Aku hanya perlu Camelia, dan aku adalah laki-laki pengecut karena hanya berani memandang pintu kamar kosnya yang tertutup setiap malam setelah pulang dari praktekku, kebiasaan yang belakangan sering kulakoni. Padahal pemandangan laki-laki itu bersama Camelia begitu menusuk hatiku, menyakitkan. Memikirkan mereka mungkin melakukannya membuatku gila dan marah semarah-marahnya. Lalu aku akan pergi dari sana dengan mengemudikan mobilku dengan kencang, seolah pembalap. Sampai di rumah shower air dingin tengah malam sedikitnya membuat amarahku berkurang, meski tak habis. Ahh.. aku benci dengan diriku yang pengecut ini.  


25 comments:

  1. liam,,liam,,liam,,,

    Ajak kek skalian si Neng ke Amrik,,
    Ni malah dtinggal,,
    Pan bisa skalian honey bunny sweetie making baby always and forever....

    Huuffhh,,,payaaah Liam,,

    ReplyDelete
  2. whoa..liam kenal sama si david hihihihi..tq shin

    ReplyDelete
  3. Nano - nano banget rasanya ditambah kaget kog ada akang david nongol disini, sabar ya lee *puk 2, sakit cinta emang berat dokter aja ga bs ngobatin tp tenang mentari pasti muncul diufuk timur #halah . Mksh ya Mb Shin, puas bnget Q he.he;-)

    ReplyDelete
  4. liam ktmu david... ,
    untung liam ngak di ajak yg aneh2 ma david... ,
    david kpan dlnjutin mba shin?????

    akang liam kalau kau btuh dokter cinta..
    aku bisa jdi dkter cinta utk mu... , *gaje bgt

    ReplyDelete
  5. Woooaaaah
    Liam kenal ama david, hihihi
    Pria2 keren ini :D
    Aduuh~ salah paham deh
    Jangan menyerah donk Liam :(
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  6. huaaaaa T.T
    Sbgitu hancur'y Liam ternyata.. Puk puk Liam..

    Thanks mba shin :)

    ReplyDelete
  7. wah david jd cameo hehehe ^^ thanks shin ...

    ReplyDelete
  8. Wooww...ada si dapiiittt.......mizz u dave....hihi
    dsr cong....lom apa2 suka menduga2,tau rasa kan....mkn ati,rempela,jantung,usus,semua dah lu borong,hahaha...
    Gomawo ounie q...

    ReplyDelete
  9. Eh a david muncul dimari..,.
    Ga sabar ama devil david.

    Liam, ternyata hatinya rapuh ya..
    Thanks mba shin

    ReplyDelete
  10. Mstiny kn d ajak ke Amerika.. Ckckckck
    Ksian jga sih nih Liam.. Jdi galau + kyk prajurit kalah perang.. Ckckck

    ReplyDelete
  11. Udah lama ƍäªk komen,,,

    (˘_˘)ck! (˘_˘)ck! (˘_˘)ck!
    Liam kmrn mtsn aku spy bs sama neng nah ni si eneng'a malah ditinggalin

    Edo bagus ksh pelajaran sama liam
    :D ☺ Ђƺђƺ ☺ :D

    ReplyDelete
  12. Liam kalo butuh dokter cinta mungkin Evitamala bisa bantu :)

    ReplyDelete
  13. whoooaaaa...
    Liam ketemu aa david...
    nitip kecup basah buat david :-P

    ReplyDelete
  14. wewww... O.o" liam kenal sm mr. Stell.. Errrr.. Kumpulan cowok2 kece dehh*plakk*

    liam kurang 'jantan' nii masa gt aja ciut payah harus'y dibawa ke amrik seklian bikin baby disana.. Wkwk..
    Tapi2 koq bs tau klu si neng bs hamil pas dia dtng.. Ngitung jadwal bulanan ya liam.. Haha.. *plakk*

    tq mb shin dh publish.. Pesen satu donk cowo kece macam liam*sarap*

    ReplyDelete
  15. wewww... O.o" liam kenal sm mr. Stell.. Errrr.. Kumpulan cowok2 kece dehh*plakk*

    liam kurang 'jantan' nii masa gt aja ciut payah harus'y dibawa ke amrik seklian bikin baby disana.. Wkwk..
    Tapi2 koq bs tau klu si neng bs hamil pas dia dtng.. Ngitung jadwal bulanan ya liam.. Haha.. *plakk*

    tq mb shin dh publish.. Pesen satu donk cowo kece macam liam*sarap*

    ReplyDelete
  16. wohohoho ketemu si dapid apa dapid panggil si liam jg cong?? hihihihi

    ReplyDelete
  17. lahhhh ada si david tuh... nyahahaha
    eh tp emang dia dokter sih...

    aduh yah dokter jg manusia bs sakit cinta jg... liam semangaaaat perjuangkan cintamu pda neeeeeng...

    ReplyDelete
  18. waduh kasian juga bang liam.. ternyata bukan neng aja yang frustasi, liam juga frustasi sampe sakit lagi

    ReplyDelete
  19. Wahhh.... Liam ktemu David. Heheh.

    ReplyDelete
  20. aih ada om David jadi figuran, lucu juga dia bisa ketemu Liam. btw sempet2nya david nawarin service plus sama liam. untung ditolak. kalo nga neng bakal tambah patah hati hehe :)

    liam kasihan banget dirimu. sebegitu patah hatinya hanya karena bualan edo. harusnyakan dikonfirmasikan dulu sama neng, bukan langsung ngabur. kalo gini mah nyiksa diri sendiri karena pikiran ngelantur.

    btw liam kamu perlu balon gas nga? buat terjun bebas wkwk :P

    makasih mba shin :*

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.