"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, March 28, 2013

"My Name Is Cong?!" - Chapter 18


warning : 18 y.o


Pakaianku telah kulepaskan dengan tak sabar, ketika kacamataku hendak kubuang, Camelia menahanku. Dia melotot padaku karena begitu acuh pada lingkungan. Ahh.. Camelia.. Kau membuatku tak tahan lagi, mengapa kau begitu menggemaskan???

Kucium bibir Camelia pelan, ingin mengecap keseluruhan rasa bibir gadis ini. Dulu.. ketika kami pertama bercinta.. Kami melakukannya dengan perasaan di atas awang-awang, kami dikuasai gairah yang menggebu-gebu dan hampir gelap mata. Namun kali ini, aku sadar sesadar-sadarnya dan aku ingin menikmatinya dengan perlahan, menikmati penyatuan cinta kami.


Tanganku membuka kancing baju Camelia, membuka kait bra-nya dan membuangnya begitu saja. Aku tak perduli bila bra yang dia kenakan terlempar ke atas lemari atau bahkan menghilang ditelan blackhole aku tak perduli, aku sudah mendapatkan yang aku inginkan. Dengan intens ku tatap payudara putih kekasihku, pucuk payudara berwarna merah muda yang begitu ingin kuhisap dengan rakus.

http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido 

“Milikku..” mataku bersinar saat mengatakannya, aku sungguh bergairah dengan milik kekasihku.

Tanganku dengan lihai memainkan keahliannya di atas payudara Camelia, lidahku ikut menari disana, menghisap, memilin, menggigit, apapun yang sanggup kulakukan untuk membuat kekasihku siap dan terangsang. Camelia membisikkan namaku, aku tahu dia telah siap.. bisa kurasakan tumbukan ereksiku yang telah mendesak sedari tadi. Mendesak dengan sangat menyakitkan.

“Ya, sayang.. Apa yang kau inginkan? Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan, Camelia-ku. Aku akan menciumi seluruh tubuhmu, karena aku mencintaimu, aku ingin mengecap seluruh rasa tubuhmu dengan bibirku, dengan lidahku.. Kau suka itu, Camelia? Kau suka bila aku menciumi seperti ini?” tanyaku padanya. Lidahku mulai turun menemui pusar dan perut Camelia, merayu, menggoda belahan indah itu hingga turun ke bagian tersensitif tubuhnya. Tapi tidak.. tak akan kubiarkan Camelia menikmatinya dengan cepat, dia akan kusiksa dengan perlahan-lahan hingga dia memohon-mohon padaku. Lidahku kini bermain turun, mengecup paha dalam Camelia, menjilat dan menghisap seluruh tubuhnya, ke lutut, ke kaki hingga tumit, kuciumi jari-jari kaki kekasihku dan menghisapnya penuh cinta.

Kubiarkan Camelia melengkungkan tubuhnya padaku, dia menyodorkan bagian kewanitaannya, Camelia ingin aku melayaninya disana.. Bisa kulihat daerah itu telah basah kuyup meski tak kusentuh sama sekali, celana dalam Camelia telah basah. Aku hanya merayu paha dalam gadis ini dan lihatlah bagaimana aku telah membuatnya sangat basah. Bisa kubayangkan bagaimana mulusnya jalanku masuk ke dalam tubuhnya. Ahh.. darahku mendesir hanya dengan membayangkannya saja. Camelia..

“Belum, sayang.. Terlalu cepat untukmu, aku akan memperlihatkan padamu arti surga sesungguhnya” kulepaskan pakaian terakhir yang membungkus tubuh indah kekasihku, mataku begitu takjub dengan pemandangan yang kulihat.. ahh.. ingin kujilat dan merasakan cairan cinta Camelia.

“Kenapa pipimu merah, sayang? Kau tak perlu malu.. Kau sungguh cantik, Camelia. Dirimu sempurna, dirimu adalah milikku, hanya milikku. Tak akan kubiarkan laki-laki lain memilikimu” kataku. Camelia harus tahu, bahwa dia mempengaruhiku sedemikian rupa, hanya dengan melihatnya saja gairahku telah memuncak seperti ini.

Kunikmati daerah intim Camelia dengan rakus. Menghisap dan menjilat bagian kesukaanku, tanganku bermain dengan daging kecil yang kutemukan disana, klitoris milik Camelia. Daging intim kecil yang mampu memberikan orgasme tak terkira padanya bila kumainkan lidahku disana. Kugigit kecil, kuhisap dengan sangat hingga Camelia mendesah dan mengerang, meneriakkan namaku.

“Argh.. Liam..” rintihnya lirih. Camelia terdengar kewalahan menerima semua kenikmatan ini. Ah.. ini belum seberapa sayangku..

“Kau suka, sayang? Aku akan memuaskanmu hanya dengan lidah dan tanganku, kau akan ketagihan, Camelia. Aku akan membuatmu ketagihan padaku..” dan kumasukan sebuah jari tanganku menghilang ke dalam liang senggama Camelia. Dia menahan nafasnya saat tanganku bergerak keluar masuk dan lidahku bermain menghisap dan memilin klitorisnya.

Tubuh Camelia semakin gelisah bergerak dengan liar ketika kupercepat rhitme gerakan menusukku dan hisapan bibirku pada klitorisnya, Camelia pun mengerang dan tubuhnya menegang. Bisa kurasakan dinding-dinding vagina Camelia berdenyut-denyut dan cairan putih susu keluar dari lubang intimnya.

“Aku mencintaimu, Liam. Hanya kamu laki-laki yang aku cintai.. Cinta pertamaku, cinta terakhirku..” bisiknya setelah nafasnya mulai teratur.

“Amin.. Aku juga mencintaimu, Cameliaku. Segenap hatiku hanya untukmu, aku tak ingin terbawa suasana, namun suasana ini sungguh sayang untuk dilewatkan. Menikahlah denganku, Camelia.. Aku memohon, jadilah istriku, pendamping hidupku, penyemangat jiwaku, perayu hidupmu, penggoda tubuhmu, atau apapun yang kau inginkan, aku akan menjadinya untukmu.. Please marry me, baby..” katakan lah ya, Camelia.. atau setidaknya berikanlah sinyal padaku, bahwa kau ingin hidup bersamaku, ingin menjadi istriku, kekasih hatiku.

Diapun mengangguk, ahhh.. sinyal yang kutunggu-tunggu. “Ya.. Aku mau menikah denganmu, Liam. Nikahilah aku, bawalah aku pergi dari kehidupan tak jelas itu. Bangunlah masa depanmu bersamaku, aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi, aku akan menjadi kekasih hatimu, kekasih jiwamu dan tubuhmu, hanya aku yang boleh memilikimu, begitupula aku hanyalah milikmu”

“Terima kasih, Camelia.. Terima kasih. Mulai saat ini, kau adalah istriku.. Seingatku kita sudah menikah kan di depan ayahmu? Jadi sekarang aku akan menunaikan tugasku sebagai seorang suami yang baik” tak bisa kuungkapkan betapa bahagianya diriku saat ini, Camelia membuatku bahagia.

“Dasar laki-laki licik, tapi aku mencintaimu..” jawab Camelia geli. Dia menarik kepalaku hingga bibir kami beradu lagi. Kucium dengan penuh perasaan bibir kekasihku, aku ingin memilikinya sekarang.

Kulepaskan celana panjangku hingga tak ada lagi kain yang memisahkan tubuh kami. Akupun berlutut di hadapan Camelia, mengawasi matanya yang membelalak terkejut melihat ereksiku. Yah.. kau tak kecewa kan, Camelia? Aku sanggup memuaskanmu, aku beruntung memiliki ukuran yang tak akan mengecewakan wanita manapun, tapi aku tak perduli pada mereka, hanya kau yang kuperdulikan, kepuasanmu adalah kepuasanku.

“Kau ingin menyentuhnya, Camelia? Aku ingin kau menyentuhnya..” tangan gadis ini kusentuhkan pada ereksiku yang telah menegang dengan keras, begitu keras hingga menyakitiku. Kurasakan kejantananku berkedut-kedut, darah telah mengaliri pori-pori otot kejantananku hingga terasa panas dan keras.

Camelia pun menyentuh dengan ragu-ragu, tapi kemudian dengan berani dia mengurut kejantananku naik turun. Ahh.. seperti ini saja kurasa aku akan mengeluarkan cairanku dengan sia-sia. Aku ingin mengeluarkan benihku hanya dalam tubuh Camelia.

“Aku tak akan memaksamu, sayang. Kau tak usah bersedih, aku hanya ingin membuatmu puas, kepuasanmu adalah kepuasanku. Apakah kau siap? Kali ini aku tak akan menahan tenagaku, akan aku lakukan sepenuhnya. Aku akan bercinta denganmu, sayang” kukatakan padanya, dia tak perlu merasa sedih karena tak ingin menyentuhku seperti aku menyentuhnya, itu bukan prirotasku. Prioritasku adalah dirinya, aku bisa dengan mudah dipuaskan, tapi Camelia.. Aku harus memuaskan kekasihku terlebih dahulu.

“Ya, aku siap, Liam.. Lakukanlah seperti kehendakmu. Aku akan bertahan..” jawabnya gugup. Aku menyadari ketakutan Camelia. Percintaan pertama kami tentunya meninggalkan trauma pada ingatannya.. kubisikkan padanya, tak akan sesakit dulu.. karena kini aku akan membuatnya terasa amat nikmat untukmu Camelia.

Tubuh Camelia menegang ketika setengah kejantananku telah tenggelam di dalam tubuhnya, dia merintih kesakitan.

“Ugh.. Sakit, Liam..” bisiknya terisak, bisa kulihat air mata mulai menitik pada matanya yang lentik.

“Shh.. Hanya beberapa saat, setelah ini aku janji tidak akan sakit lagi, Lia.. Kau akan menikmatinya, akan kupastikan kau menikmatinya, sayangku. Bersabarlah.. Tahan sedikit lagi untukku..” hiburku.

Dengan lugas kugerakkan tubuhku perlahan-lahan di atas tubuh Camelia. Dia masih merintih kesakitan, namun lambat laun rintihan itu digantikan desahan dan erangan yang membuatku yakin dia telah mulai menikmati penyatuan tubuh kami.

“Agh.. Liam..” rintihnya lagi.

“Ya, sayang.. Nikmatkah? Kau suka? Kau mau lebih, Camelia? Apakah kau siap merasakan nikmat yang sebenarnya? Jika iya, aku akan memberikannya sekarang juga.. Oh, Lia.. Sungguh nikmat sayang.. Tubuhmu ah.. Kau membuatku gila..” vagina Camelia memeras dan menghisap kejantananku, mencabut semua kewarasanku. Bila aku tak memikirkan kepuasan gadis ini, akan kusemburkan cairanku di dalam tubuhnya, tapi aku akan bertahan, sebentar lagi dan kami akan melepaskan frustasi kami berbarengan.

Kugerakkan tubuhku semakin kencang, desahan demi desahan yang keluar dari mulut kami semakin mendesakkan klimaks yang hampir kucapai. Camelia nampak gelisah dibawahku, dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan tangisnya mulai merembes dengan deras. Dia terlihat kebingungan. Ah.. sayang, kau akan tahu.. tak perlu bingung.. nikmati saja dan kau akan ketagihan.

“Liam.. Aku ingin kencing.. Tolong aku..” katanya gelisah. Tangannya mengepal pada seprai, dia benar-benar kuat menahan pelepasannya, dalam hati ingin kutertawa geli, tapi suasananya sungguh tidak cocok, karena aku pun sedang berjuang dengan sangat keras menahan pelepasanku.

“Shh.. Tak apa-apa, Camelia. Keluarkan.. Keluarkan disini. Tak usah khawatir akan mengotori ranjang, itulah surga yang aku janjikan padamu. Keluarkan, sayang. Setelahmu maka aku bisa mengeluarkannya juga. Ayolah, Camelia.. keluarkan sayangku.. Aku ingin merasakan cairanmu menyatu dengan cairanku.. Lia.. oh Lia..” jawabku sembari menciumi bibir Camelia.

Lalu diapun bergetar hebat dibawahku, tangannya mencengkeram tubuhku dan tangisnya terisak dengan hebat. Ahh.. Camelia.. Kau telah mendapatkannya sayang.. Kau mendapatkannya dengan luar biasa. Kini giliranku..

Kuhujamkan kejantananku dengan cepat dan akhirnya kulepaskan juga pertahananku. Masih dengan hujaman tertahan kusemburkan cairanku dalam tubuh Camelia, arghh... tubuhku menegang dan menyakitkan. Tubuhku ngilu menahan kenikmatan ini..

“Lia.. Camelia.. Argh!!.. Egh..!! Ah..hahh..hah.. Lia.. Aku keluar sayang.. arghh..” tak bisa kujabarkan dengan kata-kata bagaimana nikmatnya rasa sakit ini. Nikmat tapi menyakitkan ahh.. nikmat yang menyiksa.

“Aku mencintaimu, Camelia.. Sungguh indah.. Aku tak sabar lagi untuk memboyongmu kerumah ini” bisikku lemas.

Kugulingkan tubuhku kesamping dan menyelimuti tubuh kami. Namun sial, aku lupa menyalakan pendingin ruangan. Setelah meminta izin pada Camelia akupun berlari dengan cepat ke ruang tamu mengunci pintu rumah. Aku tak ingin hal-hal buruk terjadi saat kami lengah dan mungkin kami sesali. 

http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Setelah kembali ke atas ranjang dan memeluk Camelia, kami pun tertidur hingga malam, kami hanya terbangun karena perut yang mendesak minta diisi, aku juga tak ingin membuat calon istriku kelaparan, dan anak kami.. ah.. bahagia rasanya semua berjalan dengan baik.. Masalah esok, biarlah kupikirkan esok. Kebahagiaan hari ini akan kunikmati dengan sepenuhnya, aku tak ingin masalah yang belum terjadi merusak kebahagiaan yang sedang kualami.

Good night, my wife..” bisikku pada Camelia. Kamipun terlelap hingga esok mentari menjemput, semoga mentari membawa masa depan cerah untuk cinta kami..  


10 comments:

  1. Replies
    1. apo ka? wow wow wow doank nih??? grr.r...

      Delete
  2. baca isi kepala liam tuh bikin ketawa.. Kocaknya bang liam ini hha

    ReplyDelete
  3. Si leee ,akhiry aku tahu isi kepalamu

    XXXXX_xxxxxx

    ReplyDelete
  4. Ternyata,,isi kepala liam seru juga,,,

    ReplyDelete
  5. Bener HOT untung neng udah hamil klo ga bs hamil lagi mb Shin he.he....

    ReplyDelete
  6. ini scene yg bener2 biking ngiler. penyatuan dua hati dan tubuh hingga pelepasan indah di akhirnya. laziz wkwkwk

    makasih mba shin :D

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.