"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, March 20, 2013

"My Name Is Cong?!" - Chapter 3



Dengan suasana yang begitu mendukung dan tak banyak bantahan dari Neng Camelia ini, kuarahkan mobil menuju parkiran pantai. Dia tidak berbicara sama sekali, kuanggap dia menerima saja kubawa kemana. Saat dia tahu kami menuju pantai, dia terlihat panik. Dia menanyakan mengapa aku membawanya kesana, hah.. Kita lihat saja nanti apa yang akan kita lakukan disini, jujur aku tak tahu mengapa aku membawa kami kesini. Aku benar-benar sinting karena dalam otakku hanya terpikir bagaimana caranya agar bisa melewatkan waktu lebih lama lagi bersama gadis ini.


Diparkiran, kuhentikan mobil, membuka jendela disampingnya, angin malam bertiup, membelai ringan rambutnya yang tergerai, oh, Tuhan, aku terpesona seketika pada gadis ini. Wajahnya yang berkilauan terkena pantulan sinar rembulan membuatnya terlihat bagai bidadari di mataku. Tapi adakah bidadari bermulut lancang? Kudekatkan wajahku pada wajahnya, dia sedang memperbaiki letak rambutnya yang tertiup angin. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

“Kau begitu cantik saat sinar bulan menerpa wajahmu, Neng..” hah.. aku sendiri tak tahu darimana asal kata-kata gombal ini kudapatkan.

Sungguh aku tak pernah bergombal-gombal sebelumnya untuk mendapatkan wanita. Aku biasanya meminta langsung bila aku memang menginginkannya, tak pernah seperti ini. Merayu gadis yang mungkin masih bau kencur ini, seolah tak ada lagi pekerjaan lain yang harus kukerjakan. Sejujurnya aku telah melewatkan beberapa visite hanya karena ingin lebih lama bersama dengannya disini.

Kulihat wajahnya yang terkejut, lebih ke tersedak. Dia pasti tak menyangka akan mendengar pujian ini dariku. Namun kemudian, meskipun hanya sinar rembulan dan sedikit penerangan dari lampu jalanan yang menyinari wajahnya, aku bisa melihat gadis ini merona merah mendengar rayuan gombalku. Tapi sungguh.. Aku tak berbohong, dia memang cantik, dan aku telah terpanah panah asmara hanya dengan melihat wajahnya, andai dia tersenyum lagi seperti saat di foto itu.

Dia mencoba untuk mendorong tubuhku, bagaimana mungkin tubuh mungil ini bisa mendorongku? Tak mungkin! Memikirkan bagaimana tubuhnya berada dalam pelukanku benar-benar mempengaruhi diriku sepenuhnya. Refleks kutahan kedua tangannya, dia mengumpat padaku, memintaku untuk mengantarkannya pulang. Ah gadis manis.. Kau sungguh menggemaskan saat seperti ini. Kau bagaikan tikus yang siap menjadi santapan kucing, ah tidak.. harimau, karena selapar itulah aku padamu.

“Aku belum cukup menghukummu tadi, Neng. Atau Camelia.. Mengapa nama seindah itu bisa berubah menjadi Neng?” koh Franz memang tidak menjelaskan apakah Neng adalah nama asli Camelia, namun aku bingung, mengapa dia bernama Neng? Ahh, dahiku berkerut memikirkan hal kecil ini, pentingkah ini?

Kusadari tangan Camelia dingin, dia gugup dan ketakutan namun tak menghalangiku untuk tetap menggodanya. Aku adalah harimau licik yang senang bermain-main dengan mangsanya. Tidakkah aku takut dia akan melaporkanku pada polisi atas tuntutan pelecehan? Bisa saja.. Tapi.. ahh.. aku benar-benar tak bisa menghentikan kegilaanku sekarang. Gadis ini.. dia telah membuat rasa penasaranku berubah menjadi obsesi, obsesi untuk mengetahui lebih lagi tentangnya. Obsesi yang semakin lama bisa berubah menjadi kegilaan yang mungkin tak akan bisa kukontrol lagi.

Kulihat lagi bibir itu, bibir yang kini bergetar menahan amarah dan umpatan yang mungkin akan keluar sedetik lagi. Sialan!! Aku ingin mengecap bibir itu sekarang, pipiku berkedut menahan keinginanku. Tapi persetan!! Apa yang aku tunggu lagi? Sekaranglah saatnya, hanya sekarang aku memiliki kesempatan untuk dekat dengannya, aku tahu dia tak akan menolakku, pengalaman ciuman pertama kami membuatku yakin dia juga menyukai ciuman itu.

Tapi entah malang atau beruntung namanya, ketika kucium bibirnya, Camelia menghindar, bibirku tak sengaja jatuh ke permukaan lehernya yang jenjang. Ahh... Tuhan.. Cobaanmu sungguh nikmat, tak akan pernah aku lupa berterima kasih untuk malam ini. Leher itu kukecup dengan sayang, kubasahi bibirku agar dia merasakan betapa indahnya momen ini bagiku. Gairah yang sempat redup kini menyala-nyala lagi dengan bara yang lebih besar lagi.

Kuciumi lehernya dengan pelan, kukecup permukaan kulit leher jenjang itu, naik ke rahangnya, kukecup kecil, kuhisap.. ah.. Aku benar-benar laki-laki mesum. Bagaimana aku bisa membenarkan diriku untuk mengambil kesempatan dalam kemalangan gadis ini? Tapi jujur.. Camelia.. dia bagaikan magnet yang mampu menarik tubuhku, bahkan jiwaku untuk selalu ingin lebih dekat lagi dengannya.

“Aku sebenarnya tidak ingin menciumi lehermu, tapi setelah kau sengaja menyodorkannya padaku, aku semakin ketagihan. Tidakkah kau menyukainya?” hah, aku sungguh bajingan karena hanya kalimat inilah pembenaranku atas perbuatanku barusan padanya. Kalimat ini keluar hanya untuk menutupi rasa bersalahku karena memanfaatkan gadis malang ini.

“Lepaskan aku. Ciumanmu sungguh menjijikan. Kau laki-laki paling licik di dunia. Kau busuk! Bajingan! Berengsek! Kau..kau.. hidung belang, mata keranjang! Bajingan!!” Camelia terlihat serius dengan makiannya kali ini. Matanya berapi-api menyorotkan api yang menusuk langsung hatiku, namun itu tak cukup untuk membuatku menyerah, aku makin tertantang untuk menakhlukannya.

Dengan tawa cengengesan, kuperbaiki kata-katanya barusan. Dia mengataiku bajingan dua kali? Ah.. Kau sungguh menarik Camelia..

“Kau sudah mengatakan bajingan, jadi gantilah dengan kata lain. Apa kau sudah kehabisan kata-kata? Kalau begitu aku tambahkan, bagaimana dengan.. Liam ganteng, tampan, baik hati, pintar, keren, macho..” semakin geli aku dibuatnya dengan reaksinya kali ini. Tapi, lalu dia semakin kurang ajar, yah.. sejujurnya ini juga karena perbuatanku yang keterlaluan padanya. Namun aku tetap tak terima saat dia meludahiku.

“Cuih..” dengusnya padaku.

Gadis cantik sepertimu.. mengapa mulutmu begitu kotor? Karena emosi, tanganku kini mengunci dagunya, sedang tanganku yang lain mengungkung pinggangnya, mendekatkan tubuhnya ke tubuhku.

“Mengapa wanita secantik dirimu memiliki hati begitu kotor? Aku tak tahu apa yang pernah kau alami bersama dengan keluargamu, tapi apapun itu alasannya kau tidak berhak mengatai orang lain tanpa alasan jelas. Aku tidak akan pernah memaafkanmu karena mengata-ngataiku kakakku. Dia adalah wanita baik-baik tidak seperti yang kau pikirkan. Semestinya kau camkan itu” mungkin wajahku berkedut-kedut menahan amarah saat ini. Sebaiknya dia belajar untuk mencari tahu apa yang terjadi terlebih dahulu sebelum menge-cap semua orang seperti bayangannya, gadis ini memiliki prasangka yang dikarangnya sendiri dan prasangka yang dia buat bisa menyebabkan orang lain berpikiran negatif terhadapnya.

“Kakakmu memang sundal, dia wanita perusak rumah tangga orang lain. Aku akan mengatai kakakmu sesuka hatiku, mulut ini mulutku, terserah aku mau berkata apa, itu bukan urusanmu!!” bentaknya padaku.

Astaga!! Gadis ini dengan mulutnya, benar-benar membuatku kewalahan. Mulut itu harus kuajari bersopan-santun, mulut itu bukanlah milik gadis ini saja..

“Tidak.. mulut itu bukan milikmu, tapi milikku..” lalu kukuasai bibir lancang ini, menguasai seolah bibir ini adalah milikku, milikku yang akan kunikmati sepuasku.

Kukeluarkan seluruh pengalamanku untuk membuatnya luluh, aku ingin dia menikmatinya, agar ciuman paksaan ini berbekas dengan baik dalam ingatannya. Aku ingin setiap dia mengingat bibirnya, saat dia melihat bibirnya di cermin, saat dia menyentuh bibirnya, dia akan selalu ingat akan ciumanku malam ini.

“Camelia..” kubisikkan nama ini di sela-sela ciuman kami, ciuman yang awalnya hanya berupa paksaan karena kemarahanku, kini menjadi sebuah desakan yang harus dipenuhi.

Oh, Tuhan.. Aku ingin memiliki gadis ini saat ini juga, sebegitu mesumnya otakku, hanya itu yang bisa kupikirkan sekarang. Aku bahkan tak perduli bila dia adalah anak dari calon kakak iparku, aku juga tak perduli bila usianya mungkin setengah usiaku, dan bila itu benar, maka saat ini aku menggauli anak kecil. Oh, sial!! Tapi sensasi ini tak bisa kupungkiri, aku menginginkannya dengan sangat, tubuhku telah bereaksi dengan keras, menyiksaku dan memerintahkanku agar melanjutkan apa yang sedang kulakukan.

Tak ada jawaban, bantahan atau perlawanan darinya, aku bisa melihat wajahnya merona merah dengan mata sayu yang menunjukkan betapa dia juga tengah terpedaya oleh ciuman kami. Nafas kami saling tersengal-sengal oleh ciuman panas ini, ciuman yang kulanjutkan dengan lebih panas lagi saat tubuhku perlahan-lahan berpindah ke atas tubuhnya, menindihnya saat tanganku memutar tuas jok mobilnya, memberikan tempat bagi kami untuk bergerak dengan lebih leluasa.

Aku tak tahu setan apa yang mempengaruhiku saat ini, ini semestinya tak boleh terjadi, kacamataku entah kapan kulepaskan, kancing-kancing baju kami juga telah terlepas, ah tangan ini.. dia bergerak tanpa perintah, bibirku dengan lihai menciumi lehernya, bibirnya.. turun mencapai dadanya.. ahh...

Lalu suara handphone menyelamatkan kami, dengan wajah merah padam menahan gairahku, aku kembali ke kursiku, memperbaiki rambutku yang acak-acakan, mencoba mengancingkan kembali kemejaku yang hampir terlepas seluruhnya dan kuterima telephone itu dengan suara parau. Ahh.. pangkal pahaku begitu menyakitkan saat ini.

Siall!! Apa maunya wanita ini menelphoneku lagi? Dia mengira aku masih ingin berhubungan dengannya setelah selama ini aku tak pernah menghubunginya? Bagaimana mungkin dia bisa menganggap hubungan kami sebagai pacaran? Wanita ini benar-benar menyusahkan. Aku harus segera membereskannya. Kulirik wajah Camelia, dia melotot dengan wajah tak senang. Aku tahu apa yang sedang dia pikirkan saat ini, dia pasti beranggapan aku tak ada bedanya dengan ayahnya.

Hahhh... Aku tak bisa menyalahkannya bila dia berpikir seperti itu, dia bahkan tak mengizinkanku untuk menjelaskan, entah apakah aku perlu untuk menjelaskan hal ini, kami bahkan belum saling mengenal, dia bahkan bukan pacarku, apa yang perlu kujelaskan padanya? Bahwa itu tadi hanyalah mantan pasangan kumpul keboku?? Mungkin dia akan semakin membenciku karena mengetahui kehidupanku dulu. Hah...

Selama perjalanan pulang kerumahnya, Camelia tak berbicara sepatah katapun lagi. Sesampainya di depan rumahnya pun dia masih mengata-ngataiku, kata-kata kasar yang mulai akrab ditelingaku, yang  mulai kurindukan saat aku menginjakkan kakiku dirumahku. Ahh.. Diatas ranjang kamarku, kuputar ulang kembali ingatan akan ciuman kami di dalam mobil, bagaimana tubuh kami saling menempel, bibir kami saling berpagutan, dia membalas ciumanku, sekilas ingatanku mengatakan bahwa dia membuka kancing-kacing kemejaku, tangannya mengelus dadaku.. ahhh.. gadis ini.. mungkin dia tak selugu itu, mungkin dia sudah pernah melakukannya?

Zaman sekarang aku tak akan heran bila anak gadis usia lima belas tahun sudah pernah melakukan hal itu, apalagi di kota-kota besar dan kota bebas seperti ini.. Entah mengapa hatiku sedikit sedih memikirkan bila dia telah melakukannya dengan laki-laki lain, mungkin jauh dalam hatiku aku berharap akulah yang menjadi laki-laki pertama dalam hidupnya. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Hah.. Dan mengapa harus aku? Apakah aku orang yang spesial sehingga dia harus melakukannya denganku? Dan kenapa otakku hanya berpikir kesana? Sungguh aku perlu refreshing dari kegiatan monotonku agar otakku tidak frustasi dan mencari pelepasan depresi yang salah, aku tak ingin menjadi seorang pemerkosa anak remaja bau kencur! 


51 comments:

  1. horee.
    cong post lg.
    makasih mb shin..

    ReplyDelete
  2. Hot Hot Wow.... untuk sore ini yang dingin sehabis hujan hehehe XD


    _Sautsautan

    ReplyDelete
  3. Owalaaah... Si Liam negative thinking aja... Si neng mah masih tersegel ;p
    Tq M Shin... Asyiknya baca dari 2 sisi <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahha kok tumben gak pake Camelia? lol..Liam punya cerita berbeda dr Neng, jd nyesel kl gak baca, karena bukan cuman Neng yg dibahas disini ihihihiih

      Delete
  4. akh ada chapter baru ow ya kak cong itu artinya pa ?
    gomawo

    ReplyDelete
    Replies
    1. cong itu sejenis kata panggilan pengganti nama kyk bro/sist

      Delete
  5. Liam so hottt ...
    <3

    menunggu nanti mlm again :P
    thx shinnn

    ReplyDelete
  6. Ih si liam mesum banged pikirannya huekkkk...

    ReplyDelete
  7. suka cowok kayak liam kirain dia berwibawa ternyata hot gokil + mesum he.he, double mb shin ucapan makasihnya dariku;-)

    ReplyDelete
  8. waduh....liam suka kumpul sama kebo hehehe thankz mbk shin :)

    ReplyDelete
  9. Liam edan berotak mesum hahaha ... Walah gilaaaaaa

    Makasih mbak Shin :)

    ReplyDelete
  10. guys ada tambahan cong lgi nanti mlm!? Tpi nunggu 30 c0ment dlu.... Ayo k0meeeeeeeeent *teriak pakai t0a* (kembali jdi seksi iklan wkwkwkwk)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaha... kurnag nih seksinya...

      Delete
  11. Cong cong cong
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba
    Baca dlu ah

    ReplyDelete
  12. (˘_˘)ck! (˘_˘)ck! (˘_˘)ck! Liam2 hrs'a lgsg aja ditomprok, tak usah kau perdulikan suara hp itu...

    Mba shin ‎​-•--•-τ̲̣̣̥н̲̣̣̣̥a̶̲̥̅̊N̤̥̈̊к̲̣̣̥ ({}) y̶̲̥̅̊O̲̣̣̥u̶̲̥̅̊ -•--•- Ɣª, kecup2 basah

    ReplyDelete
  13. mbaakkk shin makasih yaaaaa, liam nya ud nongol lagi.
    ehehhee

    ReplyDelete
  14. Huwaaaa....
    Liam mesum
    *tunjuk liam*

    Thanks Mba Shin :*

    ReplyDelete
  15. Asiiiik
    Dari sisi Liam ternyata gitu yah
    Hihihihi
    Makasih mb shiin :*

    ReplyDelete
  16. ahhh si kodok liam... sukanya nyosor hehhehe.

    ReplyDelete
  17. yoowoo liam. nakal yaa. ckckckck

    thx mba shin

    ReplyDelete
  18. asiiikkk....ada 1 bab lg

    makasih mbak shin

    dr sisi liam pun ttp seru ceritanya ;)

    ReplyDelete
  19. kyaaaaa Liam tersepona *.*
    Tp emng otak mesum tuh... Xixixi

    mba shin thanks :*

    ReplyDelete
  20. kak shin makasih banyak yah. baru liat lagi kalo ada critanya si liam. ud baca smua ampe chapter ini dan makin penasaran crita dr sisi iam tuh gmn.
    thank you so much sist. =D

    ReplyDelete
  21. hai mbak. saya pembaca blog yang baru. dan saya suka dengan gaya mbak memaparkan ceritanya.
    terima kasih ya mbak telah memberikan cerita yang menarik.

    kiki

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi banyak sista.. :) glad u like it mdh2an makin betah disini ya n salam kenal

      Delete
  22. Wew. Kencur?
    Tapi suka kan liam?
    Hehe tq mba shin

    ReplyDelete
  23. sineng nya kesel tuh garagara acaranus gatot

    ReplyDelete
  24. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.