"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, March 20, 2013

"My Name Is Cong?!" - Chapter 4



Baru tiga jam yang lalu rasanya mataku terpejam tapi Lili sudah menelphoneku agar bersiap-siap, kami harus berangkat ke bandara setengah jam lagi. Ahh.. mataku masih terkantuk-kantuk saat membasuh tubuhku dibawah air dingin, mengenakan pakaianku, untungnya koper telah kusiapkan jauh-jauh hari karena aku tahu tak akan ada banyak waktu yang tersisa bila aku mengejar target pekerjaanku sehingga aku bisa meninggalkan rumah sakit dengan tenang selama empat hari di desa.

Namun karena masih terkantuk-kantuk akupun tertidur di pesawat, melewatkan kesempatan untuk memperhatikan wajah gadis yang duduk disampingku. Majalah yang kucoba untuk baca tidak juga sanggup untuk mencegah mataku terpejam, ketika akhirnya aku menyerah dan tertidur, rasanya baru satu menit tidurku nyenyak Camelia telah mendorong tubuhku agar aku terbangun. Apakah kami sudah sampai?


“Bangun. Sebentar lagi pesawatnya mendarat” katanya kesal.

Kukijapkan mataku, mata ini masih berat, aku rasa sehari penuh tidur barulah mungkin mataku akan terbuka lebar. Namun demikian demi melihat pemandangan di depanku, aku rasa aku bisa menahan rasa kantuk ini sampai beberapa lama, sampai kami tiba di rumah dan aku akan tertidur dengan lelap seharian. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Kuperhatikan gadis yang duduk disampingku ini, dia membuatku berdecak kecil dengan tingkahnya. Dia terlihat sangat tak nyaman berada disampingku, tentu saja.. Dia pasti masih teringat dengan apa yang terjadi terakhir kali kami duduk berdampingan seperti ini.

“Kenapa sih? Lagi PMS?” aku bertanya hanya untuk mengganggunya, dia begitu menarik untuk digoda.

“Ihh!! Apa sih pertanyaanmu, gak sopan banget” jawabnya. Haha.. Dia sungguh menarik.. Ah..

kulihat dia bersedekap, apakah dia kedinginan? Wajahnya yang merengut membuatku gemas setengah mati.

“Yah, gitu aja kesel. Kalau kesel cantiknya ilang lho..” sengaja kuperlihatkan senyum terbaikku, senyum yang biasanya mampu meluluhkan wanita-wanita remaja, muda bahkan ibu-ibu sekalipun, tak mungkin dia tak akan luluh kan? Kecuali hatinya sekeras batu.

Dan seperti anak kecil yang sedang ngambek, jawabannya pun mencerminkan sifatnya yang masih kekanak-kanakan dan anehnya aku menyukai sifatnya yang seperti ini.

“Bodok!!” dia semakin kesal padaku rupanya.

Ah.. Gadis kecil kalau kau terus seperti ini, kau akan membuat kita malu karena aku sangat ingin membukam mulut nakalmu itu saat ini juga. Alih-alih aku hanya bisa menarik tanganmu dan menguasainya. Kini jari-jari tangan kami saling bertautan, dia mengancamku dengan mengatakan kalau dia akan berteriak bila tak kulepaskan tangannya. Ha? Aku tak takut cantik.. Bila kau berteriak mungkin saat itu juga aku akan menciummu..

“Teriak aja, paling kau malu sendiri” jawabku akhirnya, dengan wajah tanpa dosa dan tawa kemenangan.

Dia tak meladeni godaanku lagi, tangan Camelia begitu dingin, nampaknya pendingin udara terlalu kencang, tapi bukankah ini merupakan suatu jalan bagiku untuk lebih memberikan perhatian untuknya? Kucium punggung tangan Camelia lembut, ah.. aku merindukan aroma tubuh gadis ini, saat kami berciuman, saat bibirku menguasai lehernya.. sshhh..

Kuremas tangan gadis ini di atas pahaku, aku ingin menyebarkan kehangatan tubuhku padanya, tangannya pasti kesemutan bila terlalu lama terkena pendingin. Dia tak beraksi, dia telah pasrah padaku, dibiarkannya begitu saja tangannya dalam genggamanku, sungguh hari yang cukup menyenangkan pagi ini bisa menggenggam tangannya seperti ini, andai bisa kulakukan sepanjang hari.

Terbuai dengan kedekatan kami, aku cukup merasa kehilangan ketika dia menghempaskan tanganku sembari protes dengan sebal. Dengan setengah terpaksa kulepaskan genggamanku, lain kali.. mungkin lain kali aku bisa menggenggam tangannya lagi.

“Tak usah galak-galak.. Nanti cepat tua lho” kataku padanya, sejujurnya aku senang melihatnya seperti ini, mengetahui suasana hatinya berubah karena diriku.

“Minggir.. minggir.. minggir.. aku mau turun, buruan ah!!” teriaknya kesal. Para penumpang telah turun dari pesawat, hanya kami berdua yang masih duduk, bahkan koh Franz dan Lili telah menghilang dibalik pintu pesawat.

Entah apa yang ada dalam kepalaku saat ini, tubuhku tak ingin bangkit dari sini. Tubuhku ingin menghalangi gadis kurang ajar ini untuk keluar dari peswat dan menguasainya seharian, hanya duduk berdua dengannya disini.. yah.. mungkin lebih dari sekedar duduk-duduk saja, tapi hanya dengan duduk saja kurasa sudah cukup.  Namun ketika kaki Camelia berusaha mendorong tubuhku, badanku tersengat seolah dia adalah sebuah arus listrik yang mengalirkan kejutannya pada tubuhku.

Saat tersadar dengan apa yang kulakukan, tubuh gadis ini sudah berada dalam pelukanku, yah.. mungkin aku sedikit ingat, aku berdiri dengan tiba-tiba, tanganku yang memiliki refleks cukup baik menangkap tubuhnya yang terkejut karena dorongan tubuhku. Lalu semua terjadi begitu saja, bibirku yang lancang telah mendarat lagi diatas bibir Camelia.

Aku rasa tubuh gadis ini memang memiliki magnet yang menarik fisikku dengan sangat kuat, ah.. alasan murahan.. yah.. aku memang mesum, aku tertarik padanya, dalam setiap kesempatan kami bersama, aku selalu ingin menciumnya. Bibir itu telah memenuhi mimpi-mimpiku belakangan. Dalam mimpiku kami berciuman dengan panas, penuh gairah, tanpa tamparan tentunya.

Dan baru saja Camelia menamparku dengan telak. Mataku berkunang-kunang dengan kepala pusing dan telinga menguing. Shh.. bahkan kacamataku terlempar entah kemana. Demi mengembalikan kondisi tubuhku, aku terpaksa diam dan memberikan gadis ini kabur untuk sekarang.. Kuelus pipiku yang pasti berwarna merah saat ini, darah memang cepat berbekas di kulit putihku bila mendapat tamparan seperti ini. Bukannya aku tiap hari mendapat tamparan, namun mungkin pernah beberapa kali pipi ini juga mendapat tamparan di masa lalu, dan kesemuanya adalah dari wanita. Hah...

Kupungut kacamataku yang hancur, bukan karena terjatuh di lantai pesawat, namun karena tak sengaja kuinjak saat mencari-cari benda ini. Alhasil selama empat hari ke depan aku tak menggunakan kacamata ini lagi, penglihatanku cukup terganggu karenanya, sial!! Kenapa tak tepikir untuk membawa kacamata cadangan?

Saat kususul mereka keluar, gadis kurang ajar itu dengan senyum kemenangan di bibirnya melenggang dengan senang karena telah berhasil menamparku, kubiarkan dia dengan kemenangan sesaatnya.. nanti.. akan kubalas berkali-kali lipat, kau tak akan bisa lari saat kita sudah sampai dirumahku.

Dalam perjalanan menuju rumah kami di desa, sedikitpun tak kubiarkan Camelia senang dengan kemenangan sesaatnya, tangannya telah kembali kukuasai. Dia ingin berteriak, namun tak kugubris. Dia tak akan berani berteriak saat ayahnya ada dalam mobil yang sama dengan yang kami naiki. Perjalanan ini cukup menyenangkan, hanya bila tamparan itu tidak dimasukkan ke dalam rencana. Aku yakin.. akan ada tamparan-tamparan lain yang menyapa pipiku lagi dari gadis kecil ini. Saat itu tiba aku rasa aku akan siap, kan? Haha.. mungkin..

Rumah kami di desa ini terakhir ku renovasi dua tahun lalu, rumah yang tadinya hanya terdiri dari satu bangunan utama yang sudah kuno dengan sebuah kamar mandi luar yang cukup luas untuk mandi orang sepuluh kini telah berubah menjadi sebuah bangunan cukup asri dan tidak terlalu mencolok dengan lingkungan sekitar.

Aku tak ingin membangun rumah yang mewah di desa ini, kesenjangan sosial bukanlah hal yang aku inginkan saat memperbaiki rumah warisan nenekku ini, aku hanya ingin memperbaiki sedikit agar rumah ini masih bisa bertahan sepuluh atau mungkin dua puluh tahun kemudian.

Bangunan utama terdiri dari lima buah kamar yang sama besar, satu dapur, ruang tamu, ruang keluarga, ruang buku, gudang dan sebuah kamar mandi di halaman. Saat membangun rumah ini tukang bangunan yang mengerjakannya kebanyakan berasal dari desa sekitar, mereka tidak terlalu mengerti dengan struktur bangunan yang kuinginkan, kabel listrik yang rencananya terpasang dalam satu jalur berubah menjadi berjalur-jalur, namun tak satupun menuju kamar mandi.

Tak ada listrik yang mengalir kesana, sehingga tak ada lampu yang bisa menyala saat malam hari. Dan pamanku yang tinggal disini juga tak ingin memperbaikinya dengan dalih dia jarang memakai kamar mandi saat malam tiba, oh yah... aku tak bisa membantahnya, kami di desa biasa menyelesaikan semua urusan MCK pukul lima sore, karena pukul tujuh malam desa ini sudah gelap gulita. Bahkan lampu penerangan jalan telah lama mati dan belum diperbaiki oleh pemerintah setempat. Dan satu hal yang menarik, tak ada satupun kamar yang memiliki lubang kunci atau grendel, aku tak tahu mengapa?!!

Bukan itu permintaan awalku saat memberikan tugas pada pamanku untuk membangun rumah ini dua tahun lalu. Saat aku kembali mengecek rumah ini, beginilah adanya. Aku tak bisa marah padanya, aku hanya tertawa terbahak-bahak hingga air mataku keluar karena saking gelinya dengan banyaknya perbedaan yang terjadi antara blue print asli rumah dengan hasil akhir. Oh, Tuhan.. Mungkin lain kali harus aku sendiri yang terjun langsung membuat rumah ini.

Tapi aku tak pernah bersyukur sebelumnya kenapa tak ada lubang kunci pada pintu rumah kami, seperti sekarang ini. Aku dapat melihat jelas kekhawatiran di mata Camelia saat menyadari pintu kamarnya yang terletak disamping kamarku tak memiliki kunci. Dalam kepalaku segala pikiran mesum dan licik mulai bermunculan, membuatku tersenyum miris. Begitu mudahnya berfantasi kotor dengan gadis ini sebagai pemeran utama wanitanya, ah.. aku terlalu banyak bekerja.. Aku perlu mengendurkan beberapa ototku agar otakku tak berpikiran kotor seperti ini terus-terusan.

“Kenapa? Kecewa karena tidak ada kuncinya? Mungkin kau perlu berhati-hati, terutama saat malam hari. Aku dengar banyak ada kucing berkeliaran malam-malam dan suka masuk ke dalam kamar-kamar gadis perawan di desa ini. Entah apa yang mereka lakukan, tapi jangan khawatir. Bila gadis itu tidak perawan, maka kucing itu tidak akan mengganggunya” aku senang sekali menggodanya, bisa kulihat dia begitu ingin menghajar wajahku saat ini namun ditahan-tahannya. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Dengan bersedekap di daun pintu, kupandangi wajah gadis ini dengan intens sebelum dia masuk ke dalam kamarnya dengan wajah merah padam menahan amarah. Akupun masuk ke dalam kamarku, tertawa terbahak-bahak, senang dengan hasil lelucon yang kulemparkan padanya. Oh.. Camelia.. Mengapa kau begitu menarik??  


47 comments:

  1. Liam2 kaya anak kecil, gangguin cewe biar cewenya perhatian...#phuih

    Sabar ya neng

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha huss.. dilarang meludah di blog.

      Delete
  2. senyum2 sendiri, karena tau apa yg liam pikirkan. Untung g ada org, klu ada pasti aku d kira salah minum obat kekekekeke
    thank u mbak shin *lope*

    ReplyDelete
  3. thx kak shin
    comment dulu ahh, baru baca, ehehehe

    ReplyDelete
  4. LIamm pedofil hihiii :P
    asli cakeppppp unyuu loph u liam

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha huss... cerita ini kan hasil terpengaruh kisah cintamu jua cin.. wkkwkwkwk :kabur:

      Delete
    2. wakakaka masa iya? lupa ...

      pov Liam lucu n seru ^^
      ga sabar menanti

      Delete
  5. Baca sambil cengengesan... Wkwkwk wkwkwk
    Oh Camelia... Mengapa kau begitu menarik ?
    Ya ampun~ mukaq jadi merah :3
    M Shin dikau luar biasa <3

    ReplyDelete
  6. Hihihihihi
    Cekikikan sendiri
    Yaampun
    Liam konyol banget deh
    Makasih ya mb shin :D

    ReplyDelete
  7. waduh, makin baca kesini makin tahu klo liam itu nakal banget. otaknya itu loh. cckckckckck. liam liam

    oya mbak shin, kali ini si WAR mo dicritain dlm brp chapter? ada game lagikah??hohooh

    thx yo mbak shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahha ndak tahu.. belum kelar nih ceritanya diketik jd belum tahu mau jd berapa chapter, kyknya sih lebih dikit dr neng ;)

      Delete
    2. gt toh mbak. yasuuda, mo lebih dikit atau banyak tak masyalaa, udah bagus dibikinin critanya sama mbak. maacii. ehehe
      ditunggu kelanjutannya sist

      Delete
  8. Ngintip mbak shin hehee

    Tengkyu :))

    Semangat ya ;) Udah baikan...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. samo2.. heheh mendingan sih dr kmrn.. kan haid nya udah semalem aja nyerinya. cuman masih lemes, n barusan anget lg badanku hmm...

      Delete
    2. Minum kunyit ASEM sist... Boleh juga u rebus jahe selama 5 mnt tambahkan gula merah , minum selama tamu kehormatan hadir hihihi ... , makan minum YG manis2 kayak cokelat, atopun cokelat panas :)) katanya sih kita klo Udah pernah melahirkan anak gak kan sakit lagi klo tamu kehormatan kita hadir sist :D

      Delete
  9. liam si piktor 2013
    muahahahahhaaa :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah.. ini belum sebrapa sist.. lol.. tunggu chapter2 berikutnya ihihihihi :iklan:

      Delete
  10. Hallo mba shin,salam kenal q suka ceritanya,,,bahasa ringan n renyah,,,hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhihihi kayak keripik ya sist?? renyah.. ihaiahiahiah salam kenal jg ya. met bergabung kesini :D

      Delete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. gak sabar....
    sakaw berat neeh...
    next chapt please
    *kittyeyes

    ReplyDelete
  13. buka blog mva...eh surrise dpet 2chpter bru. mntabs...trms mba. btw si liam ne emg otak mesum. g ktolongan dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah kan mesumnya udah bawaan orok kata si eneng.. ihihihi

      Delete
  14. Udah... 3 kali ketik komen... G berhasil2 -__-'
    Baca sambil cengengesan~~~ hihihi
    Oh Camelia mengapa kau begitu menarik ?? Wkwkwkwk... Senang.x hatiq~~~ d puji Liam...
    M Shin luar biasa deh <3
    Ya Tuhan, moga M Shin cepat sembuh... Bahagia hidup.x karena ngebahagia'in banyak orang :* Ameen...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhhaha... enaknya yg punya nama sama...

      amin.. makasi banyak ya sista. GBU too :)

      Delete
  15. hehehe asli dibuat kaget dengan kelakuan Liam yang NARSIS ABIS. tingkat ke PDan Liam patut diacungin jempol, berbanding lurus sama otak mesumnya. kayaknya kalo lg dekat Neng otak pintar Liam nga bakal jalan. larinya pasti kesitu2 juga. Liam..Liam... :D

    baca isi hati Liam gini,buat aku ketawa ngakak. kok bisa ada cowok seperti Liam yang terobsesi 'gadis kecil' seperti neng hanya karena pernah liat dari foto keluarga. Obesesinya itu ciuman pula, obesesi yang benar2 nikmat tuh wkwk :P

    akhirnya bisa baca jg stlh bbrp part tertinggal, tapi enak bacanya sambil ngebut gini menghibur banget. makasih mba shin cantik :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang narsis abis ni cowok satu hehehee..

      sama2 sista :)

      Delete
  16. Liam sableng,,,whuahhahahahahahaa..

    Thankiest malkist, dear...mmuuaacchh,,..
    Moga dirimu cepat sembuh y...:)

    ReplyDelete
  17. aku bcanya smbil semnyum2... ,
    gila tuh liam.. ska bgt godain si neng.. ,

    mksi mba shin

    ReplyDelete
  18. pulang sekolah langsung browsing eh ada chapter baru lg njingkrak2 deh hahahaha
    gomawo kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 sista.. wah masih sekolah ya? belum liburan? :liburan doank yg ditanya ihihi:

      Delete
  19. gara2 baca story ini, pas ketemu orang yg namanya William, langsung mindset nya ke Liam yg ini.

    Thanks Mba Shin :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha duh kasian tuh orang bernama william, ntr dikira mesum pula wkkwkwkkw...

      Delete
  20. kasian bnget si kamu neng .pintu kmarnya gakada kuncinya wkwkwk

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.