"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Thursday, March 21, 2013

"My Name Is Cong?!" - Chapter 7



Sore ini aku akan berangkat ke Jakarta dengan penerbangan Garuda Indonesia pukul enam sore, sebelumnya ada yang harus kulakukan terlebih dulu. Mobil yang baru kubeli setengah tahun yang lalu ini kuparkirkan di depan tembok rumah koh Franz, aku ingin berpamitan pada mereka. Setelah itu aku akan ke bandara dan meninggalkan mobilku disana selama dua minggu lamanya, semoga tak terjadi hal-hal buruk pada mobil ini, semestinya aku naik taksi kesini, tapi sudahlah, sudah terjadi, tak ada yang bisa kukatakan lagi.


Lili menyambut kedatanganku dengan senang, sudah beberapa hari kami tidak berhubungan, aku juga merindukan kakakku ini dan terlebih gadis itu, aku sangat merindukannya. Sedang apakah dia sekarang? Apakah dia memikirkanku? Bila iya, baikkah pikirannya mengenaiku? Hah.. Camelia.. Neng.. Surbakti.. nama lengkapnya yang akhirnya kuketahui setelah koh Franz memberitahuku kapan hari. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

“Eh, ada Liam. Tumben, mau kemana rapi begini?” tanya koh Franz padaku. Dia baru saja pulang dari toko miliknya. Koh Franz memiliki sebuah toko alat-alat pancing dan bengkel sepeda yang cukup besar, dari sana usahanya menyebar dan memiliki beberapa cabang di seantero kota.

“Iya, koh. Aku akan ke Jakarta, mengurus beberapa hal. Baru pulang?” tanyaku basa basi. Kami duduk di sofa ruang tamu, koh Franz menyalakan televisi dan membicarakan tentang isi berita di tivi denganku. Sejujurnya aku jarang menonton tivi, aku tak tahu berita apa yang terjadi diluar sana kecuali hal-hal seputar dunia kesehatan, aku sungguh tak tertarik.

Kulirik jam tanganku, setengah jam lagi aku harus berangkat ke bandara, bila tidak aku tak akan sempat untuk check in di pesawat. Maka kuberanikan mengutarakan maksud hatiku pada koh Franz, mungkin aku harus menyiapkan diriku untuk mendapat penerimaan terburuk sekalipun. Aku telah membulatkan tekadku, Camelia.. harus kumiliki, apapun caranya itu.

“Koh, ada yang ingin aku bicarakan sama koko. Ini masalah serius, koh” kataku memulai.

Koh Franz mematikan televisinya dan mendengarkanku dengan seksama.

“Mau bilang apa? Katakan saja, tak usah sungkan. Kita keluarga sekarang” jawabnya. Fiuhh.. semoga awal baik ini berakhir dengan baik pula.

“Ehm.. Aku menyukai Camelia, aku ingin minta izin untuk berpacaran dengannya” suaraku begitu yakin, aku tak ingin koh Franz merasa aku hanya menipu dan ingin bermain-main dengan anaknya. Bila koh Franz memberi izinnya, maka saat itu pulalah aku akan bergerak untuk mendekati Camelia.

Tak kusangka, bukan izin yang diberikan padaku, namun sebuah tamparan yang sangat menyengat. Kacamataku terlontar jatuh ke lantai, lensanya terlepas. Oh, sangat bagus!! Bisa kurasakan pipiku berdenyut menyakitkan, wajah koh Franz merah padam menahan amarahnya. Rahangku pun mengeras, mencoba menahan segala perasaanku agar tak tumpah ruah keluar. Ku atur nafasku yang mulai sesak karena amarah yang bangkit akibat tamparan di pipi.. ahhh.. aku harus bersabar, demi diriku sendiri. Aku sedang berjuang untuk diriku, bukan untuk orang lain. Aku harus mengalah.. mengalah untuk menang.

“Berani-beraninya lu, Liam. Apa maksud lu bilang mau pacaran sama Neng? Lu gak mikir berapa umur Neng sekarang dan lu? Ahh.. dia masih kecil, Liam! Dan lu.. gw tahu lu orang kayak gimana di Jakarta, mau lu apain anak gw? Mau lu mainin? Tidak bisa!! Lu cari wanita lain yang bisa lu mainin lah, gw akan pura-pura gak denger ini, lu gak usah bahas ini lagi sama gw, pokoknya tidak akan gw izinin lu mainin anak gw” dengan gusar koh Franz pergi dari ruang tamu rumahnya setelah menceramahiku tentang masa laluku dan masuk ke dalam kamarnya dengan suara pintu terbanting dengan keras.

Hahh... kuhela nafasku panjang, aku tak akan menyerah, sebuah tamparan tak akan membuatku mundur, hanya masalah waktu, akan kutunjukkan pada koh Franz bahwa aku bukanlah laki-laki berengsek seperti dulu, aku cukup pantas untuk memiliki Camelia. Aku cukup bertanggung jawab sebagai seorang suami, dan aku bukanlah laki-laki pengkhianat yang suka mempermainkan wanita yang kucintai. Akan kubuktikan koh, bahwa aku pantas untuk anakmu.

Dengan wajah tertunduk lesu kutinggalkan rumah itu setelah memungut kacamataku yang rusak. Aku tak punya waktu lagi untuk pulang dan mengambil kacamata lain.. Hahh.. mungkin aku akan membeli sebuah kacamata di Jakarta.

Kukemudikan mobilku ke arah bandara, tak ada musik yang mengiringi perjalananku, pikiranku kacau, benar-benar kacau. Ternyata cinta tak semudah rumus phytagoras, dia lebih rumit dari sususan gen kromosom dan rumusan senyawa kimia yang kupelajari di sekolah. Oh.. Tuhan.. Apa yang harus kulakukan sekarang?? Mengapa begitu sulit untuk mendapatkan wanita yang kuinginkan? Apa aku harus kawin lari? Seolah Camelia akan mau.

Dia membenciku, dia menganggapku musuhnya. Semestinya aku berbaik-baik padanya, bukannya justru membuatnya semakin membenciku. Tapi.. Aku suka menggodanya, aku bisa begitu dekat dengannya hanya dengan menggodanya. Aku tak sabar dengan gaya konvensional, aku ingin memiliki Camelia secepatnya, dan satu-satunya cara hanya dengan... Huh?! Apa yang kupikirkan?? Aku adalah laki-laki terhormat, hanya orang barbar yang menggunakan cara rendahan seperti itu!! Lupakan, Liam. Kau lebih baik dari itu.

Pukul sembilan malam aku telah sampai di rumahku di Jakarta, seorang pembantu rumah tangga yang masih setia membersihkan rumah menyambut kedatanganku. Dia memberitahukanku semua surat dan kiriman yang masuk telah dia letakkan di ruang tamu, dan juga mengabariku tentang siapa saja yang mencariku selama aku tak dirumah ini.

Sudah enam bulan lebih kutinggalkan rumah ini, tak heran banyak orang mencariku. Aku memang tak mengabari semua orang mengenai kepindahanku, saat itu aku belum final dengan keputusanku. Tapi sekarang, aku siap untuk meninggalkan hidupku dari kota ini, hidupku kini ada dipulau kecil itu.

Belum selesai kulepaskan sepatuku, pintu kamarku telah terbuka dengan kasar. Seorang wanita masuk dengan paksa, meskipun pembantu rumah ku telah melarangnya. Dia tak berdaya menghadapi wanita yang langsung memeluk dan menciumi bibirku dengan rakus.

Ahh.. Audrey.. aku begitu hafal dengan wangi tubuhnya, dia suka menggunakan parfum ini bila bersamaku, karena kukatakan padanya aku menyukai aroma parfum itu. Karena kebutuhan yang telah lama tak terpenuhi, kubalas pagutan bibir Audrey dan menikmati bibir seksi itu dalam bibirku. Lidahnya mencoba masuk ke dalam mulutku, Audrey memang liar, dia.. sungguh bergairah setiap kami berhubungan.

Ku tahan tubuhnya yang mulai menempel dengan posesif pada tubuhku, aku baru saja sampai dirumahku dan bagaimana dia bisa mengetahui kedatanganku disini? Niatan awalku adalah untuk memutuskan segala hubunganku dengannya, tapi dia justru berada disini malam ini. Bagaimana aku bisa menolaknya? Aku membutuhkan pelepasan saat ini juga. Ahh.. sungguh dilema.

“Kenapa kau bisa disini?” tanyaku setelah Audrey berhasil kutahan agar tak menciumiku lagi. Dia duduk di sisi ranjang, mencoba menyalakan rokoknya yang kurampas dan kulemparkan ke tong sampah. Dia tak boleh merokok di kamarku, aku tak senang melihat wanita merokok, terutama wanita yang kutiduri.

“Pliss.. Kau bisa berhenti menjadi dokter saat bersamaku” katanya sembari menyalakan rokoknya yang lain. Hah... dia memang tak bisa di beritahu. Kurampas lagi rokoknya dan melemparkan lagi ke dalam sampah, kali ini kurebut bungkus rokoknya dan meremukkan benda itu dalam tanganku. Dia terlihat kesal, tapi hanya sekejap. Audrey mengangkat bahunya dan berbaring di atas ranjangku.

“Bila kau tak membiarkan aku merokok disini, setidaknya berikan penismu untuk ku rokok” ssshh... dia memang tak pernah bisa menjaga bahasanya. Aku selalu kewalahan bila dia mulai bertingkah gila seperti ini. Lalu dia tertawa terbahak-bahak senang melihat reaksiku yang terguncang.

Kututup pintu kamarku agar apapun kata-kata vulgar yang keluar dari mulutnya tak terdengar keluar. Dia menyalakan pendingin ruangan dan mulai membuka pakaiannya satu per satu.

“Apa yang kau lakukan? Kau tidak akan telanjang di sini, kan?” ancamku. Meskipun sudah lama aku tak menyentuh wanita, namun dengan perubahan suasana hatiku, aku tak yakin bila aku ingin menghabiskan malam ini dengannya. Sudah ada wanita lain yang mengisi hatiku, dan aku bertekad untuk tetap setia pada perasaanku meskipun Camelia tak akan pernah tahu.

Audrey memandangku bingung, dia menghentikan tangannya dari membuka kaitan bra nya. Hanya dengan celana jeans panjang yang memperlihatkan lekuk tubuh dewasanya yang seksi, Audrey mampu membuat nafsuku bangkit. Dia tahu bagaimana cara membuatku terangsang, dan dia sangat suka melakukannya.

“Aku ingin melakukannya denganmu, sudah enam bulan lebih kau pergi dan aku ingin mengambil jatahku” bisiknya dibibirku. Mataku terpejam demi merasakan lidah Audrey menjilati leherku, tangannya yang lentik membuka kancing-kancing kemejaku dengan terlatih, dia sudah melakukannya dengan sangat baik selama dua tahun aku mengenalnya.. ya, kami sudah berhubungan seperti ini selama dua tahun yang menggairahkan.

Aku tak bisa menolak rayuan ini, terlalu menyiksa bila kutolak. Tapi ini tak benar, namun aku kewalahan dengan tenaga Audrey yang bisa begitu menyulitkan. Tubuhnya yang mungil membelit pinggangku seperti monyet, dia telah menguasai bibirku, kepalaku telah berkabut dikuasai gairah. Arghh...

Kubanting tubuh Audrey ke atas ranjang, melepaskan kaitan branya dan bibirku kini telah beralih pada dua gunung kembar miliknya. Begitu ranum meskipun tubuhnya langsing dan mungil. Kemejaku telah terlepas di lantai, dengan dada telanjang tubuh kami saling menempel, saling mendesak saat kucium lagi bibir Audrey dengan penuh nafsu.

Tangan Audrey kebawah mencari selangkanganku, meremas lekukan cembung pada pangkal pahaku dengan perlahan, tangannya mulai menelusup masuk meremas kejantananku yang telah mengeras, dia membuka retsletingku dan mulai memainkan tangannya dibawah sana.

“Arghh.. Sial Audrey!!” terlalu lama aku menahan gairahku, saat tangan ahlinya mengurut ereksiku, kenikmatan luar biasa perlahan-lahan menghampiriku.

“Kau tak bisa lepas dariku, Lee.. Karena aku tahu bagaimana membuatmu puas, hanya aku yang bisa memuaskanmu, kau tahu? Akulah pelacur jalangmu!! Aku akan menghisap penismu dan melahap spermamu dengan rakus. Aku menyukainya, aku menyukai cairanmu dalam mulutku. Begitu nikmat, Lee.. Aku harus merasakannya, aku begitu merindukanmu, kau tak akan mengecewakanku malam ini, kan?” wanita ini memang murahan, kata-kata vulgar yang diucapkannya semakin menambah denyutan pada ereksiku. Sial!!

Tubuhku pasrah begitu saja saat Audrey membuka celana panjangku, memperlihatkan ereksiku yang telah siap mengacung dengan keras, mengulumnya dengan lahap. Aku hanya bisa memandang Audrey menatap wajahku dengan intens sembari bibir dan lidahnya dengan lihai mengecap ereksiku.

“Ahh.. sshh.. kau.. sungguh keterlaluan, Audrey. Arghh..” desis nafasku tak dapat kutahan lagi, cairanku keluar dalam mulut wanita ini. Setan!! http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Dia memang tak pernah memaksaku untuk menyetubuhinya bila aku menolak, dia tidak ingin memaksaku, dia tahu aku tak suka dipaksa, karena bila aku menginginkannya, aku akan melakukannya meskipun dia sedang tertidur disampingku. Dia bisa terangsang meskipun matanya sedang terpejam, seolah dia melakukannya denganku dalam mimpinya. Wanita yang aneh.  


50 comments:

  1. akh ternyata waktu di jakarta liam di goda akh kurang ajar tuw cewek
    gomawo kak

    ReplyDelete
  2. Waduh liam ternyata gak bisa tahan juga, ktnya mau brubah, ckckkckcc but love u liam, mksh mba shin...ditunggu pke banget kelanjutannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahha ehem.. namanya jg manusia iheehuehuehuehue :alesan Liam:

      Delete
  3. ckckck...pa stlh liam mlakukn knvensionl dg neng....liam msih jajan2 ma cew laen?

    mba shin ad yg aneh d tulisan ya.
    "katax liam mw ntipkn mbil ya drmh koh franz n k bdndra nnt pke taxi. kq k bndara mlahn nyetir sndri?"

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah gak ada kok Liam bilang mau nitipin mobil dirumah ko liam. cb dibaca ulang. Liam bilang mau kebandara trus naruh mobil disana (bandara). semestinya dia naik taksi aja (tapi udah terlanjur naik mobil sndr)

      Delete
    2. nah ikut2an typo hahahah.. bukan ko liam tp ko franz.. (enakan manggil ko liam sih) ihiihiih

      Delete
  4. Asyikkkk.... Si Liam muncul lgi, ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴.. Ya Shin hri ini dksi bonus bertubi2. Heheh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha sama2 cinta.. aku jg harus ngetik bertubi2 nih. ihihi ternyata ngetik POV Liam meskipun cerita inti udah fix gak segampang perkiraanku. musti nyocokin lahgi wkwkkkwkw

      Delete
  5. :( woooo Liaaammm
    Masih belum insap rupanya
    Huhuhu
    Makasih mb shin :*
    Ngebut nih "My Name Is Cong?!" nya hihihi
    Asiiik

    ReplyDelete
    Replies
    1. haaahha sama2.. iya biar cepet kelar.. hihihi

      Delete
  6. Ooh... Tidak !!! Liam kita putus !!! >:p

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah jangan nenggg..... abang setiaaa hanya padamu.. :lol:

      Delete
  7. KOKO LIAM ihhhhhhh. mbak knp liam bgituuu sih, payah nih si koko ga setia ni, gampang digoda. sini digoda #eh

    but still like it mbak! heheh
    tetep smangat ya mbak melanjutkan crita ini,
    mbak si jung bersaudara, dapid, ama om duren apa kabarnya?? haha
    thx mbak shiin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha kan gt2 mereka udah berhubungan 2 tahun.. susahlah pisahin aihaihaia

      Delete
    2. gt ya sis. klo ud lama susah ya pisahnya. tapi HARUS PISAH kan ya mbak, biar nanti si nenek grondong ini ga gangguin si camelia tercintah. haha

      Delete
    3. hahahha ya liat aja nanti ya ;)

      Delete
  8. mba shin...hahaha iya. slah bca. jdi malu dink.... btw dtnggu klnjutanx.... pnasaran

    ReplyDelete
  9. mba shin...hahaha iya. slah bca. jdi malu dink.... btw dtnggu klnjutanx.... pnasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. hak hak hak hak.. btw Carpe Diem artinya apa sist?

      Delete
    2. istilah ltin. artinya "petik lah hari"..... lngakpnya c "carpe diem, quam minimum credula postero"

      Delete
    3. wah keren sist hahahah mantabb

      Delete
  10. ternyata..
    liam sama aj...
    dah naksir neng dsodorin begituan d embat jg *getok pala liam

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha kucing disodorin ikan asin emang ada yg nolak sist? ihhiiihhi

      Delete
  11. Mba' Shin...catching angel's heart-nya manaaaaa???

    D'posting jg dunk..

    Nanggung ney..jgn stngah2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha sini pinjemin tangannya donk.. hahahaha.. sabar ya sist, mana ada sih author pengen bikin cerita setengah2, kl emang lagi buntu mau diapain? masak kepalaku di bor? bocor donk...

      Delete
  12. Liam masih labil nie, kasihan neng he.he Trims mb Shin;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kan belum ada ikatan sist.. masih bebas. ahak ahak..

      Delete
  13. aaah liam payah.....

    masa ke goda....

    ReplyDelete
  14. ŎŐŎŐ.. Pelepasan ya Liam spya ga mnerkam si Neng. Heheh.

    ReplyDelete
  15. uwoo kasian bang liam..nyeri bnget ya bang? :D
    makasih mba shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. enggak kok neng, udah keluar ihihiih

      Delete
  16. Pagi-pagi udah baca yg beginian.
    Smoga ga ngefek ampe kantor.

    Thanks Mba Shin :*

    ReplyDelete
  17. Ahh liaammm dasar kaw priaaa mudah tergoda...pantes aja neng pacaran ama edo...wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kl dibandingin lebih gentleman si Edo :D

      Delete
  18. Si koh frans udh tw perilaku si Lee di jekardah ya...pantes ga ijinin...ortu mana si yg tega anaknya diperlakuin gt :p wlo si koh frans jg muna sih :hammer:
    Sabar ya neng...endingnya untukmu selalu kok :o

    ReplyDelete
  19. Akhirnya bisa pelepasan juga si liam =)) thankyou mbak shin;3

    ReplyDelete
  20. Typonya yg ini mba shin
    Dengan gusar koh Liam pergi dari ruang tamu rumahnya setelah menceramahiku tentang masa laluku dan masuk ke dalam kamarnya dengan suara pintu terbanting dengan keras.

    *meyke

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya lho, makasi ya sista :D :mwah: udah lama gak punya editor nih: nangis bombay:

      Delete
  21. hehehe cowo antar cowo tauuu bucuknyaa :P
    so kena anak sendiri tentu dijaga dunk ^^
    emberr :D

    ReplyDelete
  22. ya elah liam. katanya mau mutusin tuh cewek2. baru digoda sedikit langsung klengeran gitu.

    katanya cinta sama neng, kok selingkuh wkwk :D

    makasih mba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha ndak selingkuh kok.... ga nahan aja lagian kan belum diikat hehehe masih bolehlah..

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.