"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, March 30, 2013

"My Name Is Cong?!" - FINAL CHAPTER



Bisa kukatakan upacara pernikahanku adalah sebuah upacara tersakral yang pernah kuikuti. Event organizer yang kusewa dan teman-temanku yang ikut membantu terlaksananya upacara ini dengan baik melakukan tugas mereka secara maksimal. Tahun depan, aku akan menghubungi mereka lagi untuk meminta mereka mengatur pesta pernikahanku dengan Camelia. Yah.. kali ini kami hanya menikah di depan pendeta, aku tak ingin membuat Camelia terlalu lelah dengan pesta yang pastinya akan memakan waktu sehari semalam penuh karena banyaknya tamu undangan yang harus kuundang. Aku tak ingin membahayakan kesehatan istriku. Ya.. istriku..

Kami berciuman dengan mesra di depan para undangan, tepuk tangan riuh menyambut ucapan janji setia kami. Kini Camelia telah resmi menjadi istriku, menjadi nyonya Renatha..


“Kau adalah istriku Nyonya Renatha...” bisikku padanya.

“Dan kau adalah suamiku, Tuan William Andreas Renatha.. Kau milikku, hanya aku...” lalu tanpa kuduga Camelia mencium bibirku, tak kusangka dia akan seberani ini di muka umum. Ahh.. aku semakin cinta padanya.

Makan siang di ballroom hotel menyita waktu kami dan aku mulai kasihan melihat Camelia yang hanya bisa duduk kelelahan. Kami harus segera pulang dan beristirahat, bila terlalu kelelahan akan berpengaruh pada kandungannya. Ingin segera kuboyong istriku kerumah, memperlihatkan kejutan yang telah kusiapkan untuknya dengan bantuan bik Rosi dan pak Ian. Dia pasti tidak akan menyangka suaminya memiliki sisi romantis seperti ini.

  http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Mobil kami telah sampai di halaman rumah, dengan cepat aku berlari membukakan pintu mobil untuk istriku, tak akan kubiarkan dia menginjakkan kakinya pada hari pernikahan kami. Aku akan menjadi laki-laki seperti dalam film-film romantis yang sering dia tonton di televisi.

Camelia memekik senang ketika kubopong tubuhnya dalam pangkuanku. Aku membawanya ke dalam kamar kami, membaringkan Camelia di atas ranjang yang telah di hias  dan ditaburi kuntum bunga mawar merah dan putih. Camelia terlihat senang, dia menyukainya.

“Terima kasih, suamiku.” bisiknya lirih. Kuciumi bibir Camelia ringan, hatiku penuh sesak dengan cinta. Ingin secepatnya kubagi perasaanku ini pada istriku.

Diatas Camelia aku merangkak dengan hati-hati, aku tak ingin menyakitinya. Saat ini adalah saat-saat rawan kehamilan Camelia dan aku harus ekstra hati-hati bila ingin bercinta dengan istriku.

“Aku tahu ini belum malam.. Tapi.. Aku sangat ingin merasakan bagaimana malam pengantin itu.. Bagaimana kalau Sore pengantin??” tanyaku pada istriku. Istri yang baru kunikahi beberapa jam yang lalu.

Camelia pasti bisa merasakan tumbukan kejantananku yang telah mengeras pada perutnya, ya.. aku telah begitu mudah terangsang hanya dengan memikirkan sedikit hal mesum pada kepalaku mengenai Camelia. Hasratku begitu mudah dibangkitkan dan tubuh dibawahku ini selalu siap menerimaku.

“Tapi pakaian ini...” katanya tak berdaya. Ah.. Camelia sayang.. Apakah kau kira pakaian ini bisa menjadi penghalang penyatuan kita? Orang tuamu bahkan tak bisa, apalagi hanya kain tebal yang tak berarti apa-apa. Kau tak usah meragukan kemampuanku..

Aku tersenyum jahil memandang wajah istriku, dia pasti tahu apa yang ada dalam pikiranku sekarang karena matanya membelalak tak percaya sekaligus takjub.

“Kamu tidak akan..???” Camelia tersenyum geli mendapati pemikiranku benar adanya.

“Kenapa tidak? Hanya sekali seumur hidup.. Setelah ini kita bisa membawanya ke laundry.. Dry cleaning...” jawabku sekenanya.

Bibir kami telah menyatu bahkan sebelum Camelia mampu memberikan sanggahan lain untukku. Aku tidak menerima sanggahan saat malam pengantinku, tidak akan ada yang bisa menghalangiku untuk bercinta dengan istriku di malam sakral ini, malam yang akan selalu kami ingat hingga akhir hidup kami nanti.

Kami masih berpelukan dengan erat ketika matahari telah menyingsing tepat di atas kepala. Sudah pukul dua belas siang lebih dan kami baru saja terbangun. Sore hingga malam menuju dini hari yang penuh gairah telah menguras tenaga kami, tak pernah sebelumnya aku bercinta marathon seperti ini dengan siapapun sebelumnya. Bahkan tidak dengan mantan-mantanku, atau Clara. Tak pernah.. Hanya dengan istriku lah semuanya terasa begitu sempurna dan pantas untuk dilakukan.

Kukecup kening istriku, dia masih terlelap. Camelia pasti kelelahan, dia tersenyum dalam tidurnya, semoga dia bermimpi indah. Hari ini akan kuawali dengan mengucapkan selamat siang pada istriku, hari pertama kami menjadi pasangan suami-istri, meskipun telah satu bulan lebih kami hidup bersama. Rasanya berbeda, saat seseorang yang aku cintai telah resmi menjadi milikku, tak ada lagi rasa was-was, rasa khawatir bila dia akan meninggalkanku lagi. Setidaknya aku masih bisa mencarinya dan membujuknya pulang, karena secarik kertas akte pernikahan sangat besar kuasanya.

Disampingku Camelia mulai membuka matanya, mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya, lalu dia tersenyum lemah padaku.

“Selamat siang, istriku,” kataku, “Kau terlihat cantik hari ini, sudahkah kukatakan sebelumnya?”

Camelia mencoel hidungku lalu kami pun berciuman, tak ingin rasanya turun dari ranjang ini seharian. Bik Rosi bisa membawakan makanan ke kamar dan kami akan menghabiskan waktu seperti ini tanpa bosan.

“Camelia.. Aku mencintaimu.. Sangat...” lalu kukecup bibir istriku lagi. Kami berciuman lama, berpelukan seperti itu, seolah tak akan ada yang mampu memisahkan kami lagi. Selamanya..

~~~~

Empat tahun kemudian..

“Liam.. Kamu dimana? Duh anak kecil ini baru bisa lari kenceng langsung deh nyelonong kesana-kemari ngilang” decak Camelia di lobi hotel. Kami baru saja check in di sebuah hotel di Bandung, aku sedang mengikuti sebuah seminar dan Camelia beserta Liam kecil mengikutiku. Haha.. aku tak akan bisa lepas meski sekejap pun dari mereka.

Tapi kemudian mataku menyipit demi melihat seorang pria yang telah lama tak kulihat menggendong anakku menghampiri Camelia. Setan!! Bocah tengik itu, apa yang dia lakukan disini?!!

Kulihat Edo, bekas pacar Camelia dengan senyumnya yang dibuat terlalu manis sedang menggendong Liam kehadapan Camelia. Mau apa dia mendekati anakku?? Jangan katakan dia masih ingin mendekati Camelia?? Dia sudah resmi jadi istriku, jangan coba-coba kau dekati, ya!!

Mereka berbincang-bincang singkat, Edo melambaikan tangannya padaku sebelum berbalik ke tempat darimana dia datang. Baguss.. pergilah jauh-jauh, jangan dekati keluargaku lagi. Shhh...

“Kenapa dia bisa ada disini?” tanyaku pada Camelia.

Dia tersenyum sembari menggandeng tangan Liam mendekatiku, kami sedang duduk-duduk di restoran dan memesan secangkir kopi peneman sore hari, sebelum malam nanti menghadiri acara makan malam bersama keluarga para dokter. Camelia bisa menangkap rasa cemburuku yang tak akan pernah hilang pada laki-laki itu. Dia tahu mengapa aku membencinya, kuraba hidungku yang masih menyisakan sedikit rasa nyeri karena pukulannya dulu yang meretakkan tulang hidungku. Bocah tengik!! http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

“Shh.. Kamu ini.. Liam, tuh lihat papa mu masih saja cemburu. Papamu kekanak-kanakan, kan?” tanya Camelia balik pada Liam. Hah.. anak kecil mana mungkin mengerti apa itu cemburu. Hahh.. sudahlah.. mungkin aku terlalu berlebihan.

Liam lalu berlari ke pangkuanku, memeluk tubuhku dengan manja. Kami lalu duduk-duduk di restoran menikmati suasana sore yang nyaman. Sesekali celoteh Liam akan mewarnai hari kami seperti sekarang ini. Ahh.. rasanya hidupku penuh dengan kebahagiaan, semoga bertahan lama, hingga kami tua nanti dan ajal kemudian menjemput.




~~@The End@~~ 




44 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. akh first baca dulu akh
    makasih kak

    ReplyDelete
  3. Yaaaah :( abis deh
    Ditinggal lagi deh ama Liam, Neng, n Liam II huhuhu
    Semoga bahagia selamanya amiiin hihihihi
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  4. ahhhhh akhirnya......
    ada liam kecil xixixixixi
    makasih mbak shin....ditunggu cerita cerita selanjutnya.....
    cemumun :)

    ReplyDelete
  5. Liam n Neng.. selamat menempuh hidup baru yah.... xixixi mbak shin thanks yah

    ReplyDelete
  6. Yaaachhh tamat dech liam ma eneng,,,
    Makasih mb shin :*♏υª©h..<3<3♏υª©h

    ReplyDelete
  7. Darling Liam... Hiks...Hiks... sampai jumpa d alam mimpi...
    Thank you so much buat M Shin tercinta atas karya.x yg bagus2...
    We love you ❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi kembali sista.. love you too :D

      Delete
  8. waah.
    ada kisah mereka 4th kemudian.

    jd g rela liam tamat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhaha.. ya dibca ulang2 aja ka. jd gak tamat2 :D

      Delete
  9. Liam II cpet gede yah.. Klo udh gede.. Liam uat aq *.*

    mba shin.. Thanks ;)

    ReplyDelete
  10. Mbak Shin makasih yach....
    Liam aku tunggu dirimu di dalam mimpiku hakhahahahaha.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.. sama2 sista.. met ketemu ama Liam ya dalam mimpi :)

      Delete
  11. sweet story....thanks mbk shin di tunggu karya2 selanjutnya :)*lope u

    ReplyDelete
  12. Yah hbis deh, bye2 liam * sambil lap air mata
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba shin, d tgu. Crita2 lainnya

    ReplyDelete
  13. byebye my cong ^^ muachhh....
    semoga dokter william bisa eksis lg jd cameooo di karya berikutnyaa
    ditambah baby nya william junior

    thanks shinnn sayank karya ini yg paling cpt kelarr ya moodnya nemu yaa ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha mudah2an.. heheheh..

      yah, mungkin krn ceritanya ringan cin :D
      mwah

      Delete
  14. tamat... Khukhu pisah ama akang liam T.T (loem rela d riku) thank u mbak shin, akhr2 ini g bsa komen gra2 jaringanx ancur. Hiks3x
    tetep cemumut y mbak shin supaya akang david n0ngol lagi *huehehehe*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, dah sebulan nih ama kang Liam n Neng, masak masih kurang? hahaha...

      ic ic.. pantes menghilang lama

      makasi ya sist... mdh2an bs ngelanjutin david meskipun skrg lg belum ada nyetok cerita apa2 buat myown. ckkckck

      Delete
  15. Epilog Πγª beda sma Neng.. ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴.. Shin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya donk, biar gak bosen ceritanya sama hehehee

      Delete
  16. yah.. hbs deh..:'(

    bye Liam, Camelia, Liam II.. hiks

    kluarga bhagia bgt..

    mbak shinnnnn.. request dong.. d bwt lnjutanny...;;)

    ReplyDelete
  17. Dear Miss Shin (ato Mr ya... blum tau Xixixi...) aku reader baru, jg baru comment pertama dr kmrn pngen tanya tp jgn tersUngging ya... ini cerita original ide kah??..karena mnurut gw cerita ini ok meskipun idenya ringan jika di banding ide cerita sinetron yg skrg byk d tyangin di tv yg mnurut gw mkin ga jelas,Miss shin suka skali nulis cerita dgn penulisan cerita 2 arah untuk pendalaman karakter (dari sudut pandang masing2 tokoh NENG--> LU TUH MUSUH GW CONG & sudut pandang LIAM--> MY NAME IS CONG) pendalaman spt ini bisanya di pake untuk awal nulis skenario, tul kah? Heehe.. Miss shin pengen suatu saat karyanya di bisa "visualkan" ya??? maaf ya kl sok tau...tanks miss shin jangan menyerah...TETEUP SEMANGAT bikin stori2 yg lain ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal jg Miss Jameela..

      Nggak tersinggung kok, ini cerita semua aku bikin dari hasil imajinasiku aja, kemiripan dengan cerita lain tentunya bukanlah kesengajaan. ;)

      wah kurang ngerti ya apakah dipakai untuk penulisan skenario atau enggak. kebetulan untuk cerita Cong ini awalnya hanya dr POV Neng, tapi karena permintaan readers yang saya sayangi, maka dibuatlah POV Liam, karena tokoh ini memang cukup misterius sehingga banyak yg ingin tahu bagaimana sebenarnya dia. Gak ada maksud tertentu dalam membuat dua buah POV ini.

      sudah lama aku melupakan keinginan untuk mempublikasikan karya-karya ku baik berupa novel ataupun hal lainnya. saat ini aku cukup enjoy memiliki pembaca yang setia menanti cerita-cerita buatanku meskipun cerita2 ini hanyalah cerita picisan dan masih jauh dari bagus. itu saja sudah cukup. penghargaan dari pembaca sudah cukup bagi seorang penulis amatir sepertiku. ;)

      dan terima kasih sudah mampir kesini, menyempatkan memberi komentar dan semangat.

      wish you all the best and Good Luck. :)

      Delete
  18. HihiHihi,,god bye my darling Dr liam,,
    semoga bahagia sepanjang masa,,
    Klo da temen dr yg masih single,,jng lupa hub aku yaaa
    ( Kepo ,com )

    Ah,,kak Shin tersayang,,
    Good Luck :) maju terus pantang mundur,,biarkn anjing menggongong,kapilah berlalu,,

    SEMANGAT,,,
    kami para readers,slalu setia mengunggu hasil karya jemari manis,kak Shin ~00~

    ReplyDelete
  19. udah ending aja,mas liam.. aku bakalan rindu padamu >,<
    mbak hihi... ayo lanjutin yang mr elliot ya :D gak sabar *reader songong request lagi* *ngumpet

    ReplyDelete
  20. Kemaren aq dah komen di watty ... Sekarang gantian disini... Hihihii

    Aku menanti postingan setelahnya cinta, cemangatttzzzz ...

    ReplyDelete
  21. bagian ending liam cemburu sama edo itu bikin aku senyum2, neng udah jadi istri liam aja masih dicemburuin apalg nga.posesif bgt nih dokter narsis.
    mau dong di posesifin hehe :D

    liam kecil aktif banget kayak bapaknya. ini cikal bakal Don Juan juga kayaknya, iya nga mba shin?

    makasih mba shin :D

    ReplyDelete
  22. suukaaaaa banget semua cerita mbak shin :)

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.