"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, March 26, 2013

Surrender In Your Arms - Chapter 4



Dengan Kimberly ikut dalam mobilnya, Elliot setiap beberapa menit melirik kaca spion mobilnya, wanita itu sedang duduk dibelakang dengan Derby, Landon telah diantarkan pulang terlebih dulu oleh sopirnya bersama dengan babysitternya.

“Dimana tempat asalmu? Apa yang kau kerjakan sebelum kesini? Apakah kau punya keluarga? Apakah kau sudah menikah?” tanya Elliot bertubi-tubi pada Kimberly.


Dengan patuh Kimberly menjawab setiap pertanyaan Elliot, dia masih bersyukur karena diterima bekerja dan tidak memperhatikan nada suara Elliot yang sedikit berubah, yang menunjukkan sedikit minat pada kehidupan babysitter barunya. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

“Aku berasal dari Dashville, sebuah desa kecil di selatan. Disana kami hanya mengurusi ternak, aku hanya tinggal dengan kakak laki-lakiku, dia tidak tahu aku pergi dan aku harap kau tidak memberitahukannya. Aku sudah dewasa, aku rasa aku bisa memutuskan kemana aku ingin pergi dan bekerja” Kimberly sedikit emosi ketika menceritakan tentang kehidupannya di desa. Nampaknya kehidupan di desa cukup membosankan.

“Lanjutkan” perintah Elliot lagi.

“Hanya dia keluargaku satu-satunya, dan aku belum menikah” jawab Kimberly singkat. Dia tidak ingin melihat pada kaca spion di depannya, mata Elliot sedang mengamati wajahnya yang merona merah.

Kimberly tidak ingin Elliot beraggapan bahwa dirinya adalah perawan tua karena belum menikah saat umurnya telah dua puluh enam tahun. Teman-temannya di desa telah menikah saat usia mereka delapan belas tahun dan kini telah memiliki dua hingga tiga orang anak yang selalu mengikuti mereka. Kimberly, bahkan berpacaranpun dia tak pernah, kakaknya terlalu keras mengungkungnya.

“Kau tidak menertawakanku?” tanya Kimberly karena tak mendengar reaksi majikannya. Mereka telah sepakat menghilangkan kata-kata resmi dan formal yang membosankan, Elliot mengizinkan Kimberly memanggilnya dengan lebih akrab meskipun dia akan tetap menerima panggilan Mr. Webb untuk dirinya.

“Mengapa aku harus tertawa? Karena kau belum menikah? Laki-laki apa yang akan menertawakan hal itu? Aku percaya pada cinta, mungkin kau belum bertemu dengan jodohmu, itu saja” jawab Elliot penuh diplomasi, mereka kemudian telah sampai di rumah Elliot dan Derby segera turun dari mobil, meninggalkan Elliot dan Kimberly berduaan.

Untuk beberapa lama mereka berdiam diri, tak ada yang ingin keluar, Kimberly merasa tidak sopan bila keluar terlebih dahulu sebelum majikannya, sementara Elliot masih mengamati ekspresi wajah Kimberly tanpa bosan.

“Aku boleh memanggilmu Kimberly? Atau kau punya nama panggilan lain?” tanya Elliot sebelum mereka turun dari mobil.

“Ah.. Aku biasa dipanggil Kim, kau bisa memanggilku seperti itu, Mr. Webb” jawabnya.

“Baiklah. Nanti di dalam rumah kau akan bertemu dengan Mrs. Rose, dia adalah pengurus rumah tangga disini dan anggota paling senior disini. Dia akan memberitahukanmu tentang pekerjaannmu dan dimana kau akan tidur. Good luck” lalu Elliot keluar dari mobil, meninggalkan Kimberly masih terduduk dalam mobil yang telah mati.

Pekerjaan pertamanya cukup mudah, Kimberly tidak perlu repot untuk menyiapkan segala sesuatu kebutuhan anak-anak Elliot, mereka rajin dan pintar, mereka bahkan tak memerlukan seorang babysitter pun seandainya Elliot membiarkan mereka mandiri. Namun demikian setelah anak-anak itu tertidur, Kimberly masuk ke dalam kamarnya dibilik lain disamping kamar dimana babysitter Landon tidur.

Masing-masing dari mereka mendapatkan kamar sendiri-sendiri, kamar kecil yang cukup untuk seorang pegawai rumah tangga, kamar yang luas bagi Kimberly yang terbiasa tidur dalam gudang rumahnya di pedesaan yang sempit.

Kimberly memandang sekeliling kamar barunya, dia tersenyum haru, tak menyangka akan sanggup berlari sejauh ini dari kehidupannya di desa, kehidupan yang sangat ingin ditinggalkannya. Dia ingin berkelana dan melihat-lihat peradaban manusia, bukannya meringkuk dan terkurung dalam rumah kakaknya, rumah yang memberikan kenangan-kenangan buruk padanya.

Kini dia sudah terlepas, dia tidak perlu bangun pagi-pagi dan mengurusi semua hewan ternak ataupun menghadapi kemarahan kakaknya yang tak beralasan. Kimberly akan merasakan kehidupannya yang baru, kehidupan tanpa kungkungan dan makian dari kakaknya.

Pagi-pagi sekali Kimberly telah bangun dan mempersiapkan pakaian untuk Derby, dia bertugas untuk menjaga gadis kecil kesayangan ayahnya ini. Sebelum Elliot berangkat ke kantornya, dia akan mencari Derby ke kamarnya dan gadis kecil itu juga harus sudah siap saat ayahnya menemuinya. Derby akan mengikuti ayahnya ke kantor dan Kimberly akan menungguinya disana seharian hingga waktu jam pulang Elliot yang tak menentu.

Mereka langsung akrab pada hari pertama, Derby menyukai babysitter barunya lebih daripada Miss Clayton, babysitter milik Landon. Miss Clayton terlalu ketat, dia menerapkan disiplin yang berlebihan pada anak-anak kecil itu, meski demikian Landon masih sanggup berkelit darinya.

Elliot membuka pintu ruangan disamping kantornya, ruangan yang dibangunnya khusus sebagai tempat untuk anak-anaknya beristirahat bila kelelahan. Disanalah dia berdiri mengawasi punggung Kimberly yang sedang menidurkan anaknya, sebuah rasa haru aneh menusuk hatinya, membuat matanya berkabut oleh air mata.

Seharusnya Crystal lah yang berada di sana sedang menidurkan anak mereka, bukannya seorang babysitter yang datang entah darimana.

Elliot menghampiri mereka, Derby tertidur pulas namun tangannya tak mau melepaskan genggamannya pada tangan Kimberly, hal itulah yang menyebabkan wanita itu masih saja duduk disamping gadis kecil itu sedari tadi.

“Kau akan membiarkan dia menggenggam tanganmu seharian? Dua jam lagi barulah dia akan bangun, saat itu tubuhmu akan kesakitan karena duduk dalam posisi yang sama dalam waktu lama” bisik Elliot yang ikut duduk disamping Kimberly.

Sebuah senyum tulus mengembang pada bibir wanita itu, bahkan matanya pun ikut tersenyum, suatu hal yang ditangkap oleh mata dan hati Elliot dan membuat jantungnya berdebar lebih kencang.

“Tidak apa-apa, aku senang melihat wajah damainya saat dia tertidur pulas seperti ini. Dia bagai bidadari kecil, aku tak akan pernah bosan memandanginya seperti ini sepanjang hari. Kau memiliki anak-anak yang hebat, Mr. Webb” bisik Kimberly ramah.

Dia memang telah jatuh hati pada anak-anak Webb, selama ini dia hanya mengasuh anak-anak tetangga yang kini sudah beranjak dewasa dan tak memerlukan seorang pengasuh lagi. Namun demikian mereka masih menyayangi Kimberly karena wanita ini memang menyukai anak-anak.

“Thanks..” jawab Elliot serak.

Dia bangga dengan anak-anaknya, mereka tak pernah sekalipun merengek ingin tahu dimana ibu mereka. Saat Crystal tewas, Landon sedikitnya mengerti bahwa ibunya telah meninggal, sedangkan Derby terlalu kecil untuk mengerti arti seorang ibu baginya. Bagi Derby, ayahnya adalah satu-satunya orang tua yang dikenalnya.

“Ikutlah bersamaku, aku ingin membicarakan beberapa hal denganmu, mengenai pekerjaanmu” kata Elliot sambil bangkit dari duduknya. Mereka kemudian pindah ke sebuah meja yang ada dalam ruangan itu, Elliot menunggu Kimberly menyelimuti tubuh Derby sebelum bergabung dengannya.

“Katakan Kim, mengapa kau memilih bekerja jauh dari kota asalmu? Dan kita akan membicarakan mengenai gaji dan hari liburmu. Meskipun kau tinggal di dalam rumahku, tapi aku wajib memberikanmu sehari untuk dirimu. Kau bisa memilih hari yang kau inginkan dalam seminggu, tapi aku akan lebih senang bila kau mengambil hari minggu, sehingga aku bisa menangani dua bocah itu saat aku libur. Lalu, aturan dirumahku, kau boleh membawa tamumu kerumah namun hanya di ruang pegawai, dan aku melarang kau membawa laki-laki atau pacarmu ke dalam rumahku ataupun orang tak dikenal. Bila kau ingin berkencan, kau bisa melakukannya di luar jam kerja dan jangan pernah sekali-sekali meninggalkan anakku tanpa pengawasan, karena aku tak akan memaafkanmu bila hal itu terjadi. Mereka adalah nyawaku, aku tak ingin hal buruk menimpa mereka” ujar Elliot serius. Dia mengerutkan dahinya membayangkan anak-anaknya bisa sampai berada dalam keadaan berbahaya, dia tak akan memaafkan dirinya bila hal itu terjadi.

“Maafkan aku, Mr. Webb. Aku tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Aku akan menjaga mereka dengan nyawaku. Mengenai hari liburku, aku serahkan padamu. Kapanpun kau merasa baik untuk hari liburku, aku akan menerimanya. Untuk gaji aku yakin kau telah mengetahui dengan baik bagaimana menggaji pengurus rumahmu, aku tidak akan menuntut gaji yang sama dengan babysitter yang lain, karena aku hanyalah babysitter yang belum terlatih. Namun sejak kecil aku telah mengasuh banyak bayi dan anak-anak di desaku, jadi kau tak usah khawatir mengenai hal itu” jawab Kimberly mantap.

Elliot mengamati ekspresi wajah Kimberly yang cerah, wanita ini berubah dari itik buruk rupa menjadi begitu menawan hanya dalam sehari. Wajahnya yang kemarin tampak lusuh dan kelelahan kini bersinar terang dengan senyum bahagia yang mampu membuat terpesona orang yang melihatnya. Tak terkecuali Elliot Webb, duda berkwalitas tinggi yang sedang mencari istri dan ibu bagi anak-anaknya.

“Baiklah, kalau begitu semua sudah teratasi. Aku akan meninggalkanmu bersama Derby. Aku ada..pertemuan bisnis dengan seorang klien siang ini. Hannah akan menyiapkan makan siangmu dan Derby, atau kau bisa memesan makanan kesukaanmu di kantin. Hannah bisa menjaga Derby saat kau makan siang. Kalau begitu aku akan pergi” Elliot pun berdiri dan meninggalkan Kimberly. http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido


Sesampainya di luar ruangan itu, Elliot menarik nafasnya dalam-dalam, tiba-tiba merasa begitu memerlukan udara karena nafasnya terasa sesak berada dalam ruangan yang sama dengan Kimberly. Wanita itu mempengaruhinya tanpa menyadari kemampuan dirinya mempengaruhi Elliot. 


23 comments:

  1. woooww..
    pertamax... ,

    mr.webb mending kim d jdiin istri aja... ,

    ReplyDelete
  2. WAHHH DURENNN ELLIOTTT
    Thx cin ...

    ReplyDelete
  3. Wow Elliot...aku juga nahan napas nih baca kisahmu
    Hihihi
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  4. kyaa
    ada ayang duren.


    makash mb shin.

    muach muach

    ReplyDelete
  5. kyaa
    ada ayang duren.


    makash mb shin.

    muach muach

    ReplyDelete
  6. Didukung klo ama kim mb shin, kayaknya baik cocok jadi istri si duren;-)

    ReplyDelete
  7. Akhirnya kluar jg si duren,dgn sbr menanti wlo sribu tahun lamanya*song*......hehehe
    thks mbak shin,,,you're the best lh pokokee....

    ReplyDelete
  8. mbak shin, bagi2 PD nya si liam buat si elliot biar cepat nge'goalin si kim he.. he.. thanks
    ,

    ReplyDelete
  9. Wah sepertinya mr.webb jatuh cintrong ma kimberly,,,errrrrrrrr mr.webb i lop u toooo#ngiler seember,,hihihi

    ReplyDelete
  10. hahahhaay,,menahan nafas hah???

    Ckckckckckckckkck...

    ReplyDelete
  11. hahahhaay,,menahan nafas hah???

    Ckckckckckckckkck...

    ReplyDelete
  12. duren duren....mantabssss...trms mba

    ReplyDelete
  13. uwoooooo mas elliot ampun dah.... jatuh cintrong boooo.... manis bgt sih jd bpk.... udah buruan jdin kim mrs. elliot... hehehe

    makasih mba shin...
    lanjutannya ditunggu....

    ReplyDelete
  14. Kangen Πγª sma si Duren.. Akhir Πγª muncul.. Kya Πγª duren tersiksa dkt Kimberly Ɣªήğ ga tau apa2.. Heheh. ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴.. Shin Ʊϑɑ̤̈̊ħ mlanjutkn si Duren.

    ReplyDelete
  15. ahhh my duren elliot webb miss u so much kkkkkk

    jadi penasaran sama kehidupan kim waktu di desa sama alasan kakaknya memperlakukan kim kasar kayak gitu....

    ReplyDelete
  16. kim....asal bkn kim kadarshian hehehe thanks mbk cin :)

    ReplyDelete
  17. "duda berkwalitas tinggi" suka kali sama kalimat ini mbak. HAHAHA

    ReplyDelete
  18. terima kasih mbak shin.. postingan selanjutnya jangan lama2 ya mbak.. semangat.. ~peluk.. ~cium dikit :*

    ReplyDelete
  19. Akhirnya om duren muncul lg.. makin penasaran sma ceritanya..
    ditunggu kelanjutan cerita om duren hehe ^^

    ReplyDelete
  20. Komen dulu ntr bacanya abiz nyelesaikan ritual rutin sebelum bobok hahhaa ....

    Makasih mbak shin :))

    ReplyDelete
  21. Hampir tiap aku ketemu orang yang ngobrol MA aku (lom kenal, red) pasti dech di tanya...

    Udah nikah belom..? Waktu umur 21 th, dengan senyum malu2 ala kucing mau..

    Aku jawab.. " belum " ,

    "udah punya anak..?" wah... wah... oh iya aku lupa di negara lain punya anak sebelum nikah itu wajar... segera ku jawab " belum ".

    "Punya pacar?"

    "Tidak".

    "Tidak punya pacar atau kamu yang nggak mau?" Hah..?

    OMG, " aku hanya ingin konsentrasi pada kerjaanku saja krn aq gak bisa Konsentrasi pada dua titik".

    "Bagus, duitmu kamu apakan?". Masih disambung " jamuren itu ntr duit ". Oh menyebalkan sekali :(

    "Maaf, permisi dulu". Dengan hati dongkol ku tinggalkan pertanyaannya yg nggak penting itu.

    Loh.. Loh ..loh kok. Jadi.....

    Sorry sist malah bikin sampah disini hahaa

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.