"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Saturday, March 9, 2013

Tenth Drama - Chapter 17



Mereka tidur sambil berpelukan, Chae Moon dengan wajah masih meringis menahan sakitnya terlelap dalam lindungan lengan Jung Nam, tubuh mereka sama-sama telanjang, kelelahan dengan percintaan mereka beberapa saat yang lalu.

Jung Nam mengijapkan matanya ketika mendengar handphonenya berbunyi. Dengan malas dipencetnya handphone itu, menolak panggilan masuk yang mengganggu tidurnya pada pukul tiga dini hari. Namun rupanya penelphone itu tidak kenal menyerah, berkali-kali handphone Jung Nam berbunyi dengan keras.


Chae Moon menggeliat disampingnya, dengan kesal Jung Nam mengambil handphonenya dan membaca nama pemanggil http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido di layar handphonenya itu. “Park Jung Min”

Seketika Jung Nam bangkit dari tidurnya, masih dengan tubuh telanjangnya Jung Nam berjalan ke arah jendela teras dan menerima telphone di luar kamar agar tidak membangunkan Chae Moon.

“Ada apa?” tanya Jung Nam pada kakaknya.

“Apa kamu gila? Mengapa tidak kamu angkat telphoneku dari tadi? Jung In akan melahirkan!! Aku dan ibu sedang menuju bandara, kami akan berangkat dengan penerbangan pertama, Jung In melahirkan dua minggu lebih awal. Ji Jeong terdengar khawatir, dia menghubungimu tapi tak ada yang mengangkat, kemana saja kamu?!” Jung Min membentak adiknya, dia terlihat panik karena jadwal melahirkan Jung In yang maju terlalu cepat.

Jung Nam langsung tersadar dari kantuknya, wajahnya pucat mendengar kabar Jung In akan melahirkan secepat ini.

“Ba..baik. Aku akan segera kesana” lalu ditutupnya telphone itu dan masuk ke dalam kamar.

Dengan tergesa-gesa Jung Nam mengenakan kembali pakaiannya dan menyampirkan pakaian Chae Moon yang berserakan di lantai. Jung Nam menghampiri Chae Moon yang terlelap di atas ranjang, matanya tertumbuk pada noda darah di atas bed cover, noda darah keperawanan Chae Moon yang baru saja direnggutnya.

Jung Nam tidak pernah menyangka Butterfly masih perawan, untuk wanita yang bekerja pada dunia malam seperti Butterfly, Jung Nam mengharapkan sebaliknya. Namun mengetahui Chae Moon masih bisa menjaga kesuciannya terlepas dari profesinya sebagai penari striptease, menerbitkan secercah harapan dalam hati Jung Nam.

“Mungkin.. Mungkin gadis ini berbeda” bisiknya pada dirinya.

Jung Nam meraih kertas dan pena yang terdapat dalam laci meja hotel, menggoreskan beberapa tulisan di atas kertas itu dan menindihnya dengan pemberat. Dikecupnya mesra bibir dan kening Chae Moon sebelum meninggalkan kamar itu dengan enggan. Jung Nam memiliki tugas yang harus dilaksanakannya, dia ingin berada di dalam kamar ini bersama dengan Chae Moon sepanjang hari, namun hati kecilnya memerintahkannya untuk ada ditempat lain, disamping adik dan sahabatnya. Mereka lebih membutuhkannya.

Dengan kencang mobil merah yang dikemudikan Jung Nam membelah lalu lintas kota yang lengang menuju rumah sakit bersalin dimana Jung In akan melahirkan seorang keponakan untuknya. Jung Nam tersenyum karena hari ini sungguh spesial baginya, hari ini adalah hari yang tak akan pernah dilupakannya. Akhirnya dia berhasil mendapatkan Butterfly, namun kali ini Jung Nam tidak menyesal meskipun kepuasannya ternyata tidak terpenuhi.

Jung Nam mengira dengan meniduri Butterfly rasa penasarannya pada wanita itu akan menghilang, namun setelah mengetahui wanita seperti apa sebenarnya Butterfly, Jung Nam merasa semakin tertarik untuk mengetahui wanita itu lebih jauh. Dia harus mendapatkan Butterfly untuk dirinya, sampai dia bosan dan membuangnya, kecuali dia jatuh cinta pada wanita itu.

~~~~

Chae Moon menggeliat di atas ranjang, tangannya meraba sisi ranjang disampingnya. Ketika tak menemukan apa yang dicarinya, Chae Moon bangkit dari ranjang namun memekik kesakitan saat tusukan demi tusukan rasa perih mengganggu pangkal pahanya.

Chae Moon mengernyitkan dahinya, dengan tertatih dia berjalan ke kamar mandi, membasuh tubuhnya pada bagian-bagian tertentu sebelum mengenakan kembali pakaiannya yang tersampir di atas kursi. Jung Nam telah meletakan pakaiannya disana, senyum kecilpun menghiasi wajah Chae Moon menyadari perhatian kecil yang diberikan oleh laki-laki itu padanya.

Namun Chae Moon menatap sedih pada kamar kosong itu, Jung Nam telah meninggalkannya. Chae Moon terpekur menatap ranjang yang berantakan dengan noda merah ditengah-tengahnya. Chae Moon duduk ditepian ranjang, matanya menangkap secarik kertas yang ditinggalkan Jung Nam untuknya.

“Aku terpaksa meninggalkanmu, adikku melahirkan. Hubungi aku di nomer ini!!

+82234-7889-111”

Chae Moon menatap kertas itu lama. Dia menimbang-nimbang apakah akan menghubungi Jung Nam atau membuang kertas itu. Chae Moon tidak akan bertemu dengan Jung Nam lagi di klab malam itu, dia telah membohongi Jung Nam mengenai usianya, Chae Moon tidak bisa memikirkan bagaimana akan memperbaiki kebohongannya itu.

Dengan sebuah helaan nafas panjang, Chae Moon membuang kertas itu ke dalam tempat sampah. Dia tidak akan menghubungi Jung Nam lagi, Chae Moon mengenal Jung Nam sebagai Butterfly, kini Butterfly telah pensiun, dia tidak akan menghidupkan Butterfly lagi. Kenangan mengenai Jung Nam juga akan ditutupnya seperti bagaimana dia menutup kisahnya sebagai Butterfly.

Setelah mengembalikan kunci kamar hotel itu pada petugas, Chae Moon menyetop sebuah taksi yang mengantarkannya pulang kerumahnya.

Dirumahnya Chae Moon telah ditunggu oleh kedua orang tuanya, mereka memandang kedatangannya dengan wajah marah. Chae Moon tidak memperdulikan kedua orang tuanya, mereka baru saja bertengkar lagi terlihat dari piring dan gelas-gelas yang pecah di atas lantai. Chae Moon muak dengan kelakuan orang tuanya, dia memutuskan akan mencari sebuah apartemen kecil yang bisa disewanya bersama adiknya.

Chae Moon akan melamar pekerjaan di tempat lain yang bisa dilakukannya saat pulang dari sekolah, dia harus berusaha keras untuk hidup adik dan dirinya sendiri.

~~~~

Jung Nam terkantuk-kantuk menunggu disamping Jung Min dan ibunya. Mereka telah tiba satu jam yang lalu dan langsung bergegas ke rumah sakit itu. Sementara Jung In sedang berjuang di dalam ruang bersalin ditemani suaminya Ji Jeong, sudah dua jam lebih laki-laki itu berada di dalam namun belum ada satu perawat pun yang keluar mengabari tentang proses persalinan Jung In.

Jung Min menyenggol bahu adiknya namun memegangnya kemudian ketika hampir saja tubuh Jung Nam terjatuh ke lantai. Dengan cengengesan Jung Min meminta maaf pada adiknya.

“Maaf, aku tidak menyangka kamu akan terjatuh” katanya.

“Ya! Kamu tidak ada pekerjaan lain selain mengganggu tidurku?” balas Jung Nam galak, dia benar-benar kelelahan setelah menguras emosi dan tenaganya bersama Chae Moon.

“Kenapa kamu marah? Apakah aku mengganggumu saat kutelphone tadi?” tanya Jung Min menggoda adiknya.

Jung Nam hanya diam, menutup mulutnya yang menguap dengan tangan.

“Aku ingin tidur, minggir..minggir, aku akan tidur dipangkuan ibu” Jung Nam mendorong tubuh kakaknya hingga laki-laki itu berdiri dan pindah ke sisi lain ibunya.

Nyonya Park hanya tersenyum melihat kedekatan anak-anaknya. Dia mengelus lembut kepala Jung Nam yang tidur dengan nyenyak di atas pahanya. Kaki Jung Nam dibentangkan di atas kursi.

“Dia kebanyakan hidup di malam hari, beginilah akibatnya, sudah pukul delapan pagi pun dia masih mengantuk” sindir Jung Min pada adiknya.

Nyonya Park meletakan telunjuknya di depan mulutnya, meminta anak tertuanya untuk menutup mulutnya.

“Shh.. Adikmu kelelahan, dia ingin tidur, jangan ganggu dia lagi” bela Nyonya Park untuk anak keduanya.

Jung Min mencibir namun dia menyayangi adiknya dan berharap laki-laki itu akan segera menyusul kedua saudaranya untuk membangun sebuah keluarga miliknya sendiri.

Setengah jam kemudian Ji Jeong muncul dari dalam kamar bersalin dengan membawa sebuah buntalan kain yang membungkus tubuh bayinya yang sedang terlelap. Wajah bayi mungil berwarna merah yang sedang menguap itu begitu mirip dengan ayahnya, senyum dan hidungnya serupa dengan Ji Jeong, namun rambut dan telinganya didapatnya dari sang ibu.

Nyonya Park menerima cucu keduanya dengan penuh haru, teringat bagaimana dia dulu mencoba memisahkan mereka mata wanita tua itu menitikan air mata.

“Maafkan nenek ya, nenek berjanji akan menyayangimu sepenuh hati. Siapa namanya, Jeong?” tanya Nyonya Park pada menantunya Ji Jeong.

Dengan bangga Ji Jeong menyebutkan nama bayinya kepada semua orang.


“Aku dan Jung In, kami sepakat memberinya nama Lee Joon Ho” senyum ayah anak itu begitu mirip, http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido Jung Min dan Jung Nam berdecak sembari mengucapkan selamat pada ayah dari keponakan mereka. Tak lama kemudian mereka disusul oleh kedatangan Ji Han dengan ibunya, Ji Han memaksa datang meskipun dia sedang hamil muda dengan anak kedua dari suaminya Jung Min. 


27 comments:

  1. akankah JungNam bertemu lg dengan chae moon??
    apakah ho min bs mempertemukan mereka kembali?
    akan kah jung Nam sadar klo chae moon adalah butterfly??
    huwaaaaaaaaaaa.. penuh misteri dan bikin gregetaaaann...
    mbak shiiin, aku tungguuu

    ReplyDelete
  2. aaiiih,,,another man lahir di Park Family,,,
    Hmm,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lee family kali cin... Ji Jeong kan Lee, bukan Park. gak masuk dia kesana hahaha

      Delete
  3. Slmat ya jeong n jung in, babynya dh lahir
    Cini tante cium, mmuaah
    Cemumun g perlu no hape jung nam, pan dh ad nomernya dr adeknya,xixixix
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. makaci tantee...

      hehehe sama2 rin :D

      Delete
  4. Waaaah~
    Gimana ini ntar *garuk2pala*
    Mau lagi mb shiin
    Hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. sini tak bantu garukin pakai garpu ya :D

      Delete
  5. ini mau kayak gmn mba lanjutannya? Mau sama ceumumun atw rossy? Poligami aja gmn,mba? Hhe
    aku lagi galau mba shin.. Ga diizinin nonton ke GBK *malah curhat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha.. poligami boleh jg tuh sist.. :D

      ada apa emang di GBK?

      Delete
    2. ada MUSIC BANK mba, ada SUJU nya juga... aku pengen nonton mereka

      Delete
  6. selamat jung in and ji jeong!? Anakx pasti unyu2 :).
    Karena khawatir trz entar jung nam ama cpa aku jdi g bsa nikmatin ceritax,..
    Thanks mbak shin *lope*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhahaha... yah, jgn khawatir.. nanti jg endingnya happy.. :D

      Delete
  7. kasihan cemumun.....:( thanks mbk shin :)

    ReplyDelete
  8. kasihan cemumun.....:( thanks mbk shin :)

    ReplyDelete
  9. jung nam n ce mumun jangan dipisahin.
    please pertemukan mrka kembali.
    bkan sebgai buterfly tpi sbg cemumun.

    makash mb shin

    ReplyDelete
  10. helo JIhan lg hamil muda hihihi <3
    senang brother park , jung nam semoga hepi end

    ReplyDelete
  11. Yah Mumun knp kau begitu honeyyyyyy ... Si akang jungnam mulai membuka hati buatmu ndak usah main kucing2an dech ....

    Makasih sistah.... Lanjutannya besok ya... Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa jung nam selasa perasaan deh cin.. besok david :D

      Delete
    2. OK dech david jg ndak pa2 sist.... Sip sip ^_*

      Delete
  12. gak sabar nunggu 18 nya

    ReplyDelete
  13. Jung in lahiran.. jihan dah hamil lagi... jung nam jebol gawan chae moon... gak pake pelindung pula.. klip wes 9bln lgi lahiran jga si chaemoon... tapi was kbap sanksi dr kpai tuh.. anak bawah umur dihamilin XD

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.