"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, March 12, 2013

Tenth Drama - Chapter 18



Jung Nam kembali ke kamar hotel tempat dia meninggalkan Chae Moon, namun sudah pukul sebelas siang saat dia tiba dalam kamar itu. Kamar yang masih menyisakan bekas-bekas panasnya percintaan mereka semalam, Jung Nam dapat mencium aroma seks yang begitu kental di udara, aroma parfum Butterfly yang bercampur dengan aroma percintaan mereka.


Dia menuju ranjang, menyentuh tempat dimana Chae Moon berbaring tidur dalam pelukannya semalam, tempat dimana gadis itu melenguh nikmat saat mereka mencapai klimaks bersamaan. Jung Nam masih dapat merasakan sisa-sisa pergumulan mereka semalam, bagaimana tubuh mereka menyatu dengan sempurna, bagaimana bibirnya menyentuh setiap jengkal tubuh Butterfly bahkan di area tersensitifnya.

http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido

Tangannya meraba noda merah di atas bed cover putih, cairan mereka yang bercampur dengan darah perawan Butterfly mengingatkannya bagaimana dahsyatnya klimaks yang dia dapatkan, Butterfly mencengkeram ereksinya dengan kencang, memeras seluruh ledakan dalam tubuh Jung Nam tanpa belas kasihan, hingga tetes terakhir dia semburkan dalam rahim Butterfly.

Shit!! Aku tidak memakai pelindung! Jiss.. Bagaimana kalau dia hamil?” tak pernah terpikir sebelumnya bagi Jung Nam bila dia mampu menghamili seorang wanita dengan hanya sebuah percintaan panas. Lalu pikirannya kembali pada sosok Rossy Kang, menyadari bagaimana mereka bercinta tanpa pengaman sekalipun. Wajahnya merenung seperti memikirkan sesuatu.

“Apa kabarmu, Rossy? Ingin rasanya kuhajar ayahmu bila dia belum setua itu” bisik Jung Nam pada dirinya sendiri.

Beberapa helai rambut Butterfly yang terlepas di atas bantal diambilnya dengan tangan lalu dibawanya kehidungnya.

“Hmm.. Bahkan rambutnya yang terlepas pun masih jelas tercium aroma Butterfly... Fiuhh.. Wanita ini benar-benar membuatku gila. Sshh...” Jung Nam tersenyum miris, lalu diambilnya sehelai rambut itu dan menaruhnya dalam dompetnya.

“Hanya untuk mengingat malam bersejarah ini.. Hanya itu, tak lebih. Aku bukan maniak.. Aku tidak menyimpan hal seperti ini karena aku maniak..” bisik Jung Nam pada dirinya lagi.

Saat Jung Nam menoleh ke bawah, matanya menyipit melihat remukan kertas disamping tempat sampah kecil yang diletakan disamping ranjang. Diraihnya kertas itu, rahangnya mengetat ketika menyadari kertas apa yang ditemukannya. Diremukannya kertas itu lalu dirobeknya dengan kesal hingga berkeping-keping. Dahinya berkedut-kedut menahan emosi, saat ini dia benar-benar ingin membunuh Butterfly dengan tangannya.

“Wanita murahan, pelacur. Ke..kenapa?? Apakah hanya seperti itu bagimu percintaan kita semalam? Hanya sebuah..hubungan seks?? Setan! Wanita sialan!” makinya penuh emosi.

Dengan marah Jung Nam membanting pintu kamar dan keluar meninggalkan tempat itu, wajahnya merah menahan marah. Setelah mengganti mobilnya dengan motornya, Jung Nam membelah jalanan dengan kencang, hanya cara inilah yang bisa menurunkan amarahnya. Adrenalin yang memacu tubuhnya saat berpacu diatas motor balapnya mampu menenangkan emosi yang menusuk kepalanya hingga dia merasa kepala itu akan pecah bila tidak segera diatasinya.

Disebuah puncak tebing, dimana dibawahnya deburan ombak bersahutan saat menabrak karang, Jung Nam berteriak melepaskan frustasinya. Dia memaki dan mengumpat Butterfly, betapa dia ingin menghukum wanita itu saat ini. Jung Nam begitu dendam padanya hingga malam itu juga dia mencari Butterfly di tempat kerjanya, masih dengan emosi yang meletup-letup.

Namun sungguh kecewanya Jung Nam saat mengetahui Butterfly tidak lagi bekerja disana. Sang bartender memberitahukannya bahwa Butterfly telah berhenti, tepatnya diberhentikan karena alasan yang tidak bisa dia beritahukan pada Jung Nam.

Seketika amarah laki-laki itu berganti dengan kesedihan, kekecewaan, rasa tak percaya dan sakit hati. Sakit hati karena Butterfly tidak merasa perlu untuk memberitahukannya hal ini, meskipun Jung Nam menyadari mungkin Butterfly hanya berpikir dia hanya menginginkan tubuhnya. Karena toh selama ini hanya ketertarikan itulah yang diperlihatkan Jung Nam pada Butterfly.

Jung Nam mengumpat, dia merasa perlu untuk mendapatkan semua keterangan mengenai Butterfy, dimana dia tinggal dan bagaimana dia bisa bertemu dengan wanita itu. Namun bartender yang biasa begitu baik dan memenuhinya dengan informasi-informasi yang berguna pun angkat tangan dan menyerah.

Jung Nam tidak dapat mengorek informasi apapun mengenai Butterfly darinya meskipun dia telah menyodorkan belasan lembaran uang ratusan ribu Won untuk laki-laki itu.

Jung Nam mengangkat tangannya, menyerah dengan bartender. Tanpa diketahui pelayan kelab malam lainnya, Jung Nam menyelinap masuk ke ruang pegawai dan bertemu dengan manajer yang bertanggung jawab. Dia menanyakan tentang Butterfly namun hanya jawaban mengecewakan yang di dapatnya dari manajer itu.

“Maafkan kami, tuan. Tapi kami harus menjaga kerahasiaan pegawai kami. Anda tahu, kami bekerja di dunia keras ini, kami tidak tahu apa yang akan menunggu kami diluaran sana saat pulang atau berangkat bekerja, kami hanya ingin bekerja dengan baik, kami tidak mencampurkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi. Apa yang terjadi dalam kelab malam ini kami tinggalkan disini, begitu juga sebaliknya. Butterfly adalah Butterfly saat dia ada disini, dan kami tidak memanggilnya dengan nama lain. Begitu juga saat dia diluaran, kami bahkan tidak saling mengenal diluaran. Jadi.. silahkan anda keluar dari ruangan ini, area ini off limit bagi pengunjung”

Dengan sopan Manajer Oh mengusir Jung Nam yang hanya duduk termenung, dia masih memikirkan jalan lain untuk mendapatkan informasi mengenai Butterfly, namun apapun yang dia lakukan semua pekerja disana menutup mulutnya rapat-rapat. Meski ada beberapa orang yang cukup vokal namun tak ada yang mengetahui identitas asli Butterfly.

Selama beberapa hari kemudian, Jung Nam menghantui kelab malam itu hingga dini hari. Kekecewaannya semakin bertambah ketika akhirnya dia menyadari Butterfly sengaja memberikan malam itu untuknya, karena dia tahu mereka tak akan bertemu lagi. Dan Jung Nam merasa kesal karena Butterfly pun tak ingin berhubungan dengannya di dunia nyata.

Shit! Bagaimana dia mau berhubungan denganmu? Dia menemukanmu di tempat mesum seperti ini, bila dia wanita baik-baik seperti dugaanmu, dia tak mungkin mau berhubungan lagi dengan laki-laki pervert sepertimu, Jung Nam” maki Jung Nam pada dirinya sembari menenggak minumannya.

Rahang Jung Nam berkedut-kedut, kehilangan Butterfly setelah merasakan bagaimana tubuh wanita itu menyatu bersama tubuhnya sungguh adalah siksaan bagi Jung Nam. Dia merindukan Butterfly, merindukan bagaimana tubuh mereka saling melengkapi di atas ranjang.

“Oh, sial, sial, sial! Aku harus mengenyahkan pikiran mesum ini dari kepalaku!!” dengan sekali tenggak Jung Nam menghabiskan minuman digelasnya lalu berlalu dari kelab malam itu.

Sejak saat itu dia jarang menampakkan batang hidungnya lagi disana. Baginya tempat itu sudah tak menarik lagi, Butterfly-nya sudah tak ada disana dan Jung Nam hanya tertarik pada Butterfly.

~~~~

Chae Moon sedang mengerjakan tugas sekolahnya ketika Ho Min masuk dengan handphone miliknya, bocah itu baru saja dari toilet dan meminjam handphone Chae Moon untuk dipakainya mengirim sms pada Jung Nam.

“Noona, bagaimana kalau kita bertemu Park Jung Nam ajusshi minggu ini? Dia menawari kita berekreasi ke wahana bermain dan mungkin makan siang, begitu katanya” Ho Min terlihat antusias dan bersemangat, Chae Moon tahu adiknya itu sangat menginginkan rekreasi yang jarang di dapatnya.

Karena kesibukannya bekerja dan sekolah, Chae Moon jarang memiliki waktu untuk pergi bersama adiknya, dia masih sibuk mencari pekerjaan baru dan beberapa lamaran yang dimasukkannya belum juga mendapat panggilan pekerjaan. Chae Moon menoleh pada adiknya, mengalihkan matanya dari tugas-tugas yang bertumpuk.

“Bagaimana kalau kamu saja yang kesana? Noona harus mengikuti interview pekerjaan di restoran, Noona tidak tahu bila bisa ikut” jawab Chae Moon dengan wajah menyesal.

Meski demikian Ho Min tak akan keberatan, Ho Min terbiasa menerima kenyataan kakaknya sibuk mencari uang untuk mereka dan dia tidak pernah mengeluh kenapa kakaknya jarang mengajaknya jalan-jalan. Ho Min menyadari hal itu dan dia bisa bermain dengan teman-temannya agar tidak memberatkan kakaknya.

“Jam berapa noona ada interview?” tanya Ho Min sambil menjatuhkan pantatnya disamping kakaknya, menatap pada handphone yang mendapat balasan pesan dari Jung Nam.

“Hm.. Jam sembilan pagi sampai jam sebelas aku rasa aku sibuk” jawab Chae Moon setelah melihat jadwal interview di dinding kamarnya.

“Kata Jung Nam ajusshi, kita bisa pergi setelah noona pulang, lalu kita bisa makan siang bersama, bagaimana? Noona mau ya..” bujuk Ho Min. dia akan sangat senang bisa menghabiskan hari bersama dengan noona dan idolanya Jung Nam.

“Hm.. Ya sudah, kalau misal noona belum pulang, kalian pergi terlebih dulu, nanti noona menyusul. Ok?” http://myowndramastory.blogspot.com - ShinHaido


Ho Min tersenyum lebar mendengar jawaban kakaknya, lalu diapun segera membalas pesan Jung Nam dan mengabarkan bahwa mereka akan menunggunya setelah pukul sebelas siang. Hingga hari yang dimaksud, Ho Min begitu bersemangat, untuk pertama kalinya dia merasa memiliki sebuah keluarga yang benar-benar diidamkannya. 


37 comments:

  1. jung nam ama cemumun ya mbak shin #nangisbombay klu mereka g jadian

    ReplyDelete
  2. Uhuy... Apa YG akan di katakan pas ketemu jungnam oleh Mumun ..? Begitu pula sebaliknya ..? Ah aku makin penasaran sistah....
    TP tengkyu so maj hehehe

    ReplyDelete
  3. ah ho miin..
    semoga kau akan jadi malaikat cupid yg nantinya akan menyatukan kakak mu dan Jung Nam Ajhussi yg kau kagumi itu...
    Jung Nam, saat ketemu nnti bakalan inget sama chae moon ga ya?? *penasaran tingkat galaxy s III, mbak shiiin, mau doong bliin aku satuuuu...
    *ga nyambung..
    heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. MJ,,,,aq juga mw Samsung Gal IIInyaaaa,,,,

      Delete
    2. kita mintanya ke Mbak shin aja, mbak ris...
      ayo...
      mbak shiiiiiiiiiiinn.. mau pesen Galaxy S III nya dua yaaaa....
      :D

      Delete
    3. Ah sekarang bukannya ada YG terbaru Samsung galaxy note II ..? LBH keren loh ..l hehee

      Delete
    4. sist shila tau aja inceran ku... Karena g kuat biayain BB jga karena k drama d mana semuax pakai samsung atau g Iphone bkn pengen kwkwkwkwk

      Delete
    5. bukannya galaxy grand yg palg baru ya mbak??
      aku sih targetnya ga mahal2..
      rencananya mo galaxy chat aja, ada qwertynya, soalnya aku lemot klo pake touch screen semua, jariku gede2, hahahaha

      Delete
    6. Setauku YG terbaru malah iPhone 5 atau HTC butterfly hihihihi ... Targetmu sist MJ mahol bgt tuh hihihii .. Kok aq ndak nafsu ya sama HP wkwkwkkk kayaknya YG Pntg bz blg halo n blz SMS plg tdk ndak kuno2 bgtlah hihihii..

      Sist Nisa @ inceranmoe asoy bgt ... TP bgku aq butuh bukan pengin wkwkkk coz aq LBH suka duit duit duit... Money Money Money so money hihiiii

      Delete
  4. Aaaaaaaaakkk aa' jung nam
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba shin
    Cuss baca

    ReplyDelete
  5. semoga ketemu,,semoga ketemu,,semoga ketemu,,,*merapal mantra..


    Cyiiin,,,lanjut chapt 19nyaa,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada game LG gak...? Kayak kemaren hehehe

      Delete
  6. Assik asik asik mw ketemuan mereka, taraaa kaget tar cemumun

    ReplyDelete
  7. No coment aja dech...
    hehe.......
    thanks mba Shin

    ReplyDelete
  8. ketemu ? ga ? ketemu ? ga ? ketemu ? ga ? ketemu ? ga ? ketemu ? ga ? ketemu ? ga ? ketemu ? ga ? ketemu ? ga ? semoga ketemu...

    ReplyDelete
  9. eh,selamat pagi honey banie switi tralala trilili jung nam ^^
    aduh mba? Kenapa lagi nih sama kang mas mesum yg satu ini? Kayaknya makin ribet aja. Udah mba poligamiin aja *maksa* :D

    ReplyDelete
  10. Baca nì kayak nyìmpen böm waktu kalau
    nantì jung nam ketemu rössz chemumun bakal ditinggal, kalö dlm kasus nìe kuijinkan ms jung nam poligami asal adìl ya he.he mksh mb shin yg baìk;-)

    ReplyDelete
  11. Mg z mreka ktemu.....!
    Tp aq msh brhrp mg ada keajaiban klo jung nam msh cinta rossy kang,hadeeehhh,,,,galauuuu...
    Thks mbak shin q yg plg cantik sejagat raya,,,,hehe

    ReplyDelete
  12. aduh....ketemu ngk ya??*kepo
    thanks mbk shin*kisss

    ReplyDelete
  13. aduh....ketemu ngk ya??*kepo
    thanks mbk shin*kisss

    ReplyDelete
  14. sis.. Lan to the jut dongse.. Penasaran nih.. Hehe..

    #Rasti#
    *nasib kga punya google acc, jd harus pke anonymous dehhhh.. Hiks

    ReplyDelete
  15. mba shin ketemuin aja deh mereka
    kaciaaaaaaan jung nam tersiksa x ya ........
    cemumun siap2 aja ada surprice ......
    dagdigdugduerrrrrrr.
    makasih mbae

    ReplyDelete
  16. mba shin kentang ne..... kyakny nnti jugnam gak kenal cemumun la...kn cemumn g pke makeup klo gak di klab

    ReplyDelete
  17. mba shin kentang ne..... kyakny nnti jugnam gak kenal cemumun la...kn cemumn g pke makeup klo gak di klab

    ReplyDelete
  18. pertemukan mereka..
    owh mreka haruz bertemu..

    jung nam n cemumun forever

    ReplyDelete
  19. pertemukan mereka..
    owh mreka haruz bertemu..

    jung nam n cemumun forever

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Jung nam ketemu chaemon... gawat deh... jung nam bakal kna serangan jantung kaget chae moon msh abg XD

    ReplyDelete
  22. next chapt dunk kak shin.penasaran tingkat dewa..
    gak sabar nungguin mereka ketemu pasti seruuuuu..
    ;-p

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaa belum bs ngelanjutin nih, belum ketemu moodnya jung nam, ntr malah kacau ckckkc

      Delete
  23. Kira2 kenal ga ya jung nam sma chae moon tanpa make up..

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.