"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, April 16, 2013

First Drama - Chapter 15



Direktur Shin memutuskan untuk mengajak Soo Hyun berkunjung ke Seoul untuk yang pertama kalinya sejak dia siuman. Direktur Shin hanya berencana membawa Soo Hyun berjalan-jalan ke taman rekreasi anak-anak dan kebun binatang. Rombongan mereka cukup banyak, ayah Direktur Shin juga ikut serta, tak lupa kedua keponakan Direktur Shin telah datang dari Italia bersama ayah mereka, maka semakin ramailah keluarga Shin di rumah pedesaan itu.

Saat mereka duduk-duduk dibawah pohon rindang untuk beristirahat, Soo Hyun mencetuskan keinginannya pada suaminya.

“Suamiku.. Kapan kita bisa punya anak seperti Louis dan Luigi, ya?” tanya Soo Hyun tanpa dosa.


Direktur Shin hampir tersedak saat meminum air mineral dalam botol sementara Shin Eun Ah berpura-pura memanggil anaknya dan menjauh dari mereka. Direktur Shin terlihat gugup, dia tidak pernah membayangkan Soo Hyun akan menanyakan masalah ini padanya.

“Ehm.. Apa kamu ingin punya anak, Soo Hyun?” tanya Direktur Shin kemudian. Soo Hyun pun mengangguk, senyumannya mengembang, senyuman yang membuat Direktur Shin menyerah atas apapun permintaan istrinya.

Dia menekur dalam duduknya lalu mengeluarkan handphone, Direktur Shin menghubungi dokter ahli kandungan kenalannya.

“Dokter Han, aku ingin bertemu denganmu satu jam lagi. apakah kamu ada di rumah sakit? Oke, baiklah, aku akan kesana tak lama lagi.” lalu diapun tersenyum pada Soo Hyun.

“Kita akan berkonsultasi dulu pada dokter yang ahli menangani hal ini, ok? Aku tidak ingin kamu terluka, Soo Hyun.. istriku... Aku tidak ingin kehilanganmu lagi, bila kehamilan membuatmu rentan... Aku tak akan memaafkan diriku karena membuatmu hamil. Kamu dengar? Karena aku mencintaimu.. Aku tak bisa hidup tanpamu.” Dia pun mencium kening istrinya yang tersenyum geli.

“Aku tidak apa-apa, suamiku. Aku hanya ingin membahagiakanmu. Meski tubuhku cacat dan tak bisa bergerak, setidaknya aku masih sanggup melakukan satu hal untukmu, menjadi seorang istri yang sesungguhnya... meski hanya di atas ranjang...” ujar Soo Hyun, pipinya merona merah.

Direktur Shin tak kalah merah warna pipinya mendengar pengakuan tanpa dosa istrinya, dia terpaksa terbatuk-batuk untuk menghilangkan kegugupannya. Tak pernah dia merasa segugup ini mendengar pengakuan seseorang ingin bercinta dengannya. Tapi kali ini berbeda.. Kali ini istrinya lah yang menginginkannya, Soo Hyun-nya.. Soo Hyun yang dulu begitu mencintainya, Soo Hyun yang juga begitu membencinya... Dan kini Soo Hyun yang sama juga telah mencintainya lagi.

“Kita akan membahasnya nanti dirumah, ok?” jawab Direktur Shin dengan suara berat. Hatinya bersorak-sorak gembira mengetahui Soo Hyun menginginkannya, Direktur Shin tak sabar lagi untuk segera menemui dokter mereka.

~~~~

Direktur Shin langsung mengangkat tubuh istrinya saat mobil mereka telah sampai di halaman rumah mereka di desa. Dia langsung membawa Soo Hyun masuk ke kamar mereka dan menutup pintu tergesa-gesa dengan kakinya. Dia lalu membaringkan tubuh Soo Hyun di atas ranjang dan berbaring disampingnya.

“Jadi...? Kapan kamu ingin membuat anak?” tanya Direktur Shin setengah bercanda setengah berharap.

Pertanyaannya membuatnya mendapat cubitan di pipi dari Soo Hyun. “Shin Jae Min... Kamu sungguh-sungguh mesum!! Hari bahkan belum malam, keluar... Aku ingin minum teh hangat. Buatkan untukku.” Perintah Soo Hyun untuk menyembunyikan rasa malunya.

Direktur Shin tidak ingin mendesak Soo Hyun, dia tahu hanya dengan mendapat kepercayaan Soo Hyun saja dia telah begitu beruntung, dia tidak pernah mengharapkan lebih dari ini. Hatinya dipenuhi suka cita, dia akan memiliki anak lagi bersama Soo Hyun, anak mereka... sebagai pengganti anak mereka yang telah gugur...

“Saranghae... Soo Hyun-ah...” Direktur Shin mengecup dahi Soo Hyun setelah menyelimuti istrinya dan keluar dari kamar itu untuk menemui kakaknya.

Malam yang ditunggu-tunggu pun tiba, Direktur Shin telah gelisah sedari senja tadi. Dia membuat sedikit keributan di halaman depan, bertingkah menyebalkan pada anak buahnya. Mereka memaklumi tingkah laku bos mereka, kabar Direktur Shin akan ‘membuat anak’ malam ini telah tersebar di seantero rumah, dia dibuat salah tingkah dengan hal itu.

Shin Eun Ah, kakaknya sendiri sengaja menyiapkan Soo Hyun lain dari biasanya. Soo Hyun dimandikan dengan khusus, bath tub dengan kelopak bunga mawar dan perlakuan spesial pada kulit tubuhnya, hingga ke pilihan pakaian dalamnya. Shin Eun Ah benar-benar ingin membuat malam ini berhasil bagi adiknya.

“Romeo... Temuilah pengantinmu di dalam. Take it easy... Pelan-pelan.. saja...” goda Mario, kakak iparnya pada Direktur Shin.

Direktur Shin mengepalkan tinjunya pada Mario yang tertawa mengikik kemudian menghilang dari pandangan. Jantung Direktur Shin berdebar kencang, telapak tangannya berkeringat, dia tak tahu bila kegugupannya mampu membuatnya terpengaruh sebesar ini. Mereka telah bercinta lebih sering daripada Direktur Shin meniduri wanita lain, dia bahkan telah memperkosa Soo Hyun sesuka hatinya dulu.

Namun kini... saat dia menjadi laki-laki yang benar, sebagai suami yang bertanggung jawab, Direktur Shin merasa kakinya begitu berat dan langkahnya begitu pelan. Tangannya gemetar membuka gerendel pintu dan hatinya mencelos ketika akhirnya pintu kamar itupun terbuka.

Direktur Shin perlahan-lahan menutup pintu dibelakangnya, mengunci dobel sebelum mengedarkan matanya mencari sosok istrinya, yang kini sedang duduk di atas sofa, hanya mengenakan gaun tidur tipis yang memperlihatkan belahan dadanya.

“Ya, Tuhan... Pakaian apa yang kakakku berikan padamu, Istriku?” tanya Direktur Shin terkesima.

Gaun putih tipis itu memperlihatkan pakaian dalam berenda warna hitam yang sedang dipakai Soo Hyun dengan malu-malu. Meskipun kamar disinari lampu remang-remang yang menyala dengan temaram serta sinar rembulan yang telah mengintip dari tadi, Direktur Shin masih mampu melihat kilauan tubuh istrinya dan kakinya melemah hampir terjatuh karena mengagumi kecantikan wanita yang dicintainya.

Ketika Direktur Shin telah berlutut dibawah Soo Hyun, dia memandang wajah istrinya dengan penuh cinta.

“Kamu begitu cantik, Soo Hyun-ku.. Aku akan memberikan apapun agar kamu bisa menjadi milikku.” Ujarnya lirih.

Soo Hyun meraba pipi suaminya, “Aku telah menjadi milikmu, Suamiku. Aku akan selalu menjadi milikmu.” Lalu Soo Hyun melingkarkan lengannya pada leher Direktur Shin, pasrah dengan apapun yang akan dilakukan suaminya padanya.

Direktur Shin akhirnya mengangkat tubuh Soo Hyun dari atas sofa menuju ranjang. Dibaringkannya tubuh Soo Hyun dan dia berbaring disampingnya.

“Sudahkah kukatakan betapa cantiknya dirimu, Soo Hyun?” tanya Direktur Shin lagi. Bibirnya mengecup sekujur wajah Soo Hyun tanpa bosan, meninggalkan bibirnya untuk diciumnya terakhir.

“Ya, kamu sudah mengatakannya, suamiku. Tapi aku masih ingin mendengarnya, aku ingin kamu mengatakan hanya akulah yang cantik bagimu.”

“Ya... Kamu cantik, Soo Hyun.. Hanya kamu yang tercantik dalam hatiku.” Lalu mereka berciuman dengan lembut, Direktur Shin bercinta dengan istrinya dengan pelan, menikmati dan memberi kenikmatan yang mereka bagi dalam sebuah gairah suci atas dasar saling mencintai.

Direktur Shin bergerak pelan di atas istrinya, tubuhnya bergetar menikmati setiap gerakan yang mereka ambil, peluhnya membanjiri tubuh mereka tatkala sang surya telah bertemu dengan rembulan. Direktur Shin pun berbaring di samping istrinya setelah mengecup bibirnya lagi.

“Itu tadi luar biasa, Soo Hyun... Kamu luar biasa.. terima kasih karena memberikanku kehormatan ini. Terima kasih...” ujar Direktur Shin masih terengah-engah menikmati sisa-sisa klimaks dahsyat percintaan mereka.

Pipi Soo Hyun bersemu merah, dia tidak melakukan apa-apa, hanya berbaring diam menikmati setiap gelegak asmara yang disalurkan Direktur Shin ke dalam tubuhnya. Kini tubuhnya lemas, lemah dan lega. Mereka kemudian berpelukan dan cinta bertumbuh semakin kuat di antara mereka.

“Aku mencintaimu, Shin...”

“Aku juga mencintaimu, Istriku... Soo Hyun-ku..”

~~~~

Hingga seminggu ke depan, tiada hari tanpa mereka melakukannya meski hanya sehari sekali. Direktur Shin dan Soo Hyun benar-benar serius dengan keinginan mereka memiliki bayi, mereka berusaha dan bercinta bersamaan. Saat Direktur Shin harus kembali ke Seoul lagi, mereka pun berpisah dengan linangan air mata. Cinta yang telah begitu hangat mereka bina selama seminggu ini harus dipisahkan karena pekerjaan yang mendesak.

“Aku akan menelphonemu setiap malam, Soo Hyun... Tidak, sebelum kamu tidur. Kamu harus beristirahat, ok?” Direktur Shin mencium bibir istrinya sebelum masuk ke dalam mobil yang akan membawanya kembali ke ibukota.

“Kamu baik-baik di Seoul, jangan lupa kabari kami kalau sudah sampai di kota. Hati-hati dijalaann...” teriak Soo Hyun pada Direktur Shin yang telah melambaikan tangannya di kejauhan. Mereka kemudian saling mengusap air mata masing-masing. Perpisahan ini bahkan lebih berat dari perpisahan-perpisahan lain yang pernah mereka alami. 


28 comments:

  1. horeeeee dapat pertamax *jarang2 seneng geje* XD

    akhirnyaaa direktur shin muncul kembaliii, tengkiuuu mbak shinnn kecup2 basah buatmu :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sist Sulis @ seneng bgt sist, kayak Anak Tk dpt permen lollipop aja hahaha

      Delete
    2. Hahahahaha maunya sech bkn cman dpt permen lolipop sist shila *ups :p

      Delete
    3. trus mau dpt permen apa? :ehh...:

      Delete
  2. semoga ini perpisahn sementara.
    mrka akan bhagia selamanya

    ReplyDelete
  3. Bahgianya pasutri ini jd iri diriku hehe

    Makasih mbak Shin :)

    ReplyDelete
  4. Terharu n terenyuh membacana......
    Semoga ketika ingatan Soo Hyun kembali, dia bisa memaafkan Direktur Shin.....
    Makasih ya Mba Shin (^_^)

    ReplyDelete
  5. Senaaanngggg.......jgn smp di pisahin y mba shin...wlu pun nnt Soo Hyun ingat smua nya,dia ƍäª mnt cerai dr direktur Shin....


    ({})Ʈƕǎƞƙƴǒǘ({}) mba Shin.... :*

    ReplyDelete
  6. Asseeekk bkin anak
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin

    ReplyDelete
    Replies
    1. asikk ririn doyan amat kl dah masalah bikin anak lol

      Delete
  7. yeah akhirnyaaa uda bikin anak hiihihih setlh selibat lama
    shin jgn sad end yaa plz

    ReplyDelete
  8. Haduhhhh,,,cerita ini yg bikin aku jatuh cinta sama blog ini
    Hikzzz
    Jangan pisahin mereka lagii yaaaa Mbak Shinnn
    *ngelap airmata campur ingus

    ReplyDelete
  9. aseeeek Dir. Shin bkin anak.. :D
    ikut boleh g' ya?? #kedip2

    Mba shin thanks.. drama yg ne d lanjut.. cemumun sllu yah #kiss

    ReplyDelete
  10. Smoga pasangan ini akan dapet akhir bahagia, amien. Thanks mb Shin ;-)

    ReplyDelete
  11. Direktur shin... Walau kita tak saling kenal tapi aku ikut berbahagia untukmu. Semoga bikin anaknya berhasil... :)

    ReplyDelete
  12. Mbk shin...kpn ni drama2nya d lanjuti....
    Dah kepo bingit ni...

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.