"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, April 23, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 10



Kenny sedang makan siang di Imperial Cuisine ketika Kevin baru pulang dari sekolahnya dengan naik taksi. Bocah kecil itu hampir menangis dan saat dia melihat Kenny memandangnya dengan tanda tanya, laki-laki kecil itu berhambur ke dalam pelukannya dan menangis sesenggukan. Jantung Kenny berdebar kencang karena pelukan Kevin yang begitu erat. Dia merasa hatinya ikut menangis melihat Kevin terisak dalam pelukannya.

“Ada apa, Kevin? Kenapa menangis?” tanya Kenny bingung.

Kevin tidak mau melepaskan pelukannya dari tubuh Kenny sementara neneknya meminta maaf pada Kenny karena Kevin telah membuatnya merasa terganggu.


“Tidak apa-apa, Bu. Kami sudah dekat, er.. Kevin menganggap saya sebagai ayahnya.. Jadi menurut saya tidak apa-apa.” Jawab Kenny merasa bersalah karena mengakui anak orang lain sebagai anaknya.

Ibu Made masih meminta maaf karena kelakuan Kevin, dia kemudian menanyakan pada pelayan dimana Novi berada.

“Ibunya Kevin dimana?” tanyanya.

“Ibuk sedang keluar, Bu. Tadi ada suplier barang yang mengajak beliau menghadiri pameran makanan. Mungkin nanti sore baru beliau kembali.” Jawab pelayan yang bernama Prita.

Ibu Made mengerutkan dahinya, merasa kewalahan melihat Kevin mengganggu seorang pelanggan. Dia merasa tak enak karena Kevin memeluk Kenny seperti memeluk ayahnya sendiri. Anak kecil itu memang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah, maka tak heran sosok Kenny adalah satu-satunya sosok ayah yang dikenalnya.

Terlihat Kevin sudah mau mengangkat wajahnya dari dada Kenny. Kemeja biru muda laki-laki itu telah basah kuyup oleh air mata Kevin. Namun dia hanya tertawa sambil mengusap pipi Kevin yang sembab oleh air mata.

“Kenapa kamu nangis?” tanya Kenny lagi.

Kevin menundukkan wajahnya lagi. Dia tidak berani mengatakan isi hatinya pada Kenny. Kevin tidak tahu bila Kenny akan menolaknya atau memarahinya bila dia meminta hal itu darinya.

Kenny berlutut di bawah Kevin hingga mata mereka hampir sejajar, dengan dalam Kenny menatap mata Kevin dan memastikan laki-laki kecil ini bahwa dia tidak akan marah mendengar apapun permintaan Kevin. Kenny berjanji bila dia bisa, dia akan menyanggupi apapun permintaan Kevin.

“Jadi.. Kamu tak perlu takut.. Katakan pada Papa apapun yang Kevin mau, ok?” Kenny merasa darahnya berdesir saat mengucapkan kata itu. Kata ‘Papa’ kepada Kevin, anak kecil yang telah mencuri hatinya.

“P..pa..papa..??” tanya Kevin tergagap. Matanya bersinar dan tangisnya terhenti seketika.

Kenny mengangguk, dengan yakin dan mantap. Dia telah memutuskan tak ada salahnya menjadi seorang ayah bagi anak kecil semanis Kevin.

“Ya.. Papa.. Bukankah kita sudah membuat kesepakatan, bila hanya kita berdua, kamu boleh memanggil Papa... Jadi.. sekarang bisa Kevin katakan kenapa Kevin menangis?” senyum Kenny dan dia telah melupakan makanannya sama sekali. Kali ini di dalam pikirannya hanyalah bagaimana membuat pria kecil ini kembali tersenyum, senyumnya yang telah terpatri dalam kepala Kenny.

Kevin masih menundukkan kepalanya saat dia berkata dengan terputus-putus. “A..Aku di sekolah.. nanti sore ada piknik di ranch. Semua mengajak papa-nya. Aku tidak punya papa, Om.. Aku tidak bisa datang...” tangis Kevin meledak lagi namun cepat-cepat Kenny memeluknya lagi, meredam tangisannya dan menenangkannya.

“Nah.. Bilang apa? Kan ada Papa... Ayo kita kesana. Kevin dan Papa. Siapa bilang Kevin tidak punya Papa? Kan ada Papa...” seringai Kenny lebar. Kevin sesenggukan menatap mata Kenny, mencoba mencari tahu bahwa laki-laki di depannya ini serius ingin pergi bersamanya.

“Tapi.. kan Om..eh Papa.. sibuk... Kevin tidak ingin merepotkan Papa...”

Kevin memandang Kenny penuh harap. Meskipun dia berkata tak ingin merepotkan Kenny, jauh dalam hatinya dia berharap Kenny akan membantahnya dan tetap pergi bersamanya menunggang kuda di pantai bersama anak-anak TK lain.

Kenny menghela nafasnya, meskipun Kevin bukanlah anaknya, ikatan yang telah mereka buat membuatnya tidak tega melihat wajah murung dan sedih Kevin. Lalu dengan sekali angkat, tubuh Kevin telah berada dalam gendongan Kenny dibelakang tubuhnya.

“Ayo kita minta izin dulu pada nenekmu. Papa tidak mau dibilang sebagai penculik anak Papa sendiri.” Katanya terkekeh.

Kevin mendekap leher Kenny gembira. Setelah perbincangan yang cukup lama untuk meyakinkan Ibu Made, akhirnya mereka bertiga pergi ke ranch tempat TK berkumpul untuk menunggang kuda. Ibu Made tersenyum haru karena kebaikan Kenny yang bersedia meluangkan waktunya untuk menghibur anak orang lain.

“Terima kasih, Pak Kenny. Kami tidak akan melupakan budi baik anda.” Kata Ibu Made sembari mengusap air matanya yang menitik.

“Tidak usah sungkan, Bu. Kevin adalah anak baik, dia selalu menghibur saya ketika saya dan keluarga makan di restoran milik anda. Kami semua sangat menyayangi Kevin. Bahkan Papi dan Mami saya selalu menanyakan kabar Kevin dan menitip salam untuknya. Kevin adalah idola kami.” Jawab Kenny malu-malu. Dia tidak tahu bagaimana pandangan Ibu Made bila mengetahui keluarganya menganggap Kevin sebagai keluarga sendiri.

“Ah... Bahagianya kamu ya, Kevin,” kata Ibu Made, sebelum melanjutkan, “Kevin tidak punya ayah, Pak Kenny... Ibunya dulu hamil diluar nikah. Entah laki-laki bejat mana yang menghamilinya. Dia tidak mau mengatakannya. Kami pun tidak berniat untuk menggugurkan kandungannya dulu. Kami mendukung ibunya Kevin dengan keputusannya. Dia berjuang sendiri setelah ayahnya meninggal. Kalau melihat bagaimana usaha kerasnya dulu... hingga dia bisa bangkit dan seperti sekarang ini.. tidak akan ada yang percaya dia sempat berniat bunuh diri.. Dia wanita yang kuat.. Hanya perlu sedikit topangan agar bisa melanjutkan hidupnya.. Ahh... Maafkan saya malah jadi curhat... Pak Kenny pasti bosan mendengar cerita saya ini...” tawa Ibu Made meminta maaf.

Kenny hanya menggeleng tidak tahu harus berkomentar apa. Dia merasa kasihan pada ibu Kevin, wanita seperti apa yang sanggup menjalani penderitaan seperti itu dan masih bisa berdiri tegak di atas kedua kakinya setelah ayah dari anaknya meninggalkannya begitu saja. Kenny yakin tidak banyak ada wanita yang sehebat itu. Kenny salut, karena dia sendiri tidak bisa menempatkan dirinya sebagai wanita itu.

“Saya sangat tertarik untuk bertemu dengan ibunya Kevin. Dia pasti wanita yang sangat hebat dan tangguh. Saya merasa terhormat bila bisa berkenalan dengannya.” Kata Kenny tulus. Meskipun dia adalah ‘Papa’ dari Kevin, tak sedikitpun Kenny bisa membayangkan seperti apa wanita yang menjadi ibu dari ‘anaknya’ ini.

Mereka tiba di ranch tempat piknik, Kenny dan Kevin menunggangi kuda di Pantai Peti Tenget hingga ke Pantai Batu Belig. Tak terasa pukul lima sore dan mereka pun akhirnya harus kembali pulang. Kenny mengantarkan Kevin dan neneknya kembali ke rumah makan.

“Tidak mampir dulu, Pak Kenny? Ayo makan malam dulu... Kalau tidak nanti dibungkus saja dimakan dirumah. Ayo masuk dulu...” bujuk Ibu Made dan Kevin.

“Tidak usah, Bu. Saya masih kenyang. Dan kebetulan saya harus menjemput seseorang di bandara satu jam lagi. Mungkin besok saya akan mampir lagi, oke Kevin? Sudah tidak menangis lagi, khan? Jangan menangis lagi ya. Oh ya, ini nomer handphone Papa,” Kenny menyodorkan sebuah kartu nama untuk Kevin yang diterima dengan senang oleh bocah kecil itu.

“Kalau kamu ingin ngobrol, telphone saja ya. Kalau Papa lagi gak ketemu orang, pasti Papa angkat. Oke? Toss dulu donk.” Kata Kenny sembari memberikan tinjunya pada Kevin.

Kevin tertawa kecil sebelum membalas tinju Kenny dengan tinjunya yang kecil.

“Makasi banyak, Papa... I love you, Papa...” lambai tangan Kevin pada Kenny.

“Papa love you more, Kevin...” lalu Kenny pun berlalu dari sana dengan mobilnya. Dia tidak sempat melihat sebuah mobil kijang Innova masuk ke dalam halaman parkir rumah makan Imperial Cuisine. Mobil yang membawa Novi pulang dari pameran yang dikunjunginya. 


48 comments:

  1. thx mami shinnn. kectjup basah untukmu! muachhh

    ahirnya kami menang, yeyyy

    joget ala jungnam style. hihihi

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. xiexie juga sis. ahahaha. kita menang, yey

      Delete
  3. yuhuuuuuu part 10 udh publish labgsung baca nihhhh
    mkasih mba shin ♥♥♥

    ReplyDelete
  4. Huuu.. Trharu lgi sma si Kevin n Kenny..hiks

    ReplyDelete
  5. Gmna ya klo ibu made tw klo Kenny yg mnghamili Novi? Ckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Knapa sih tdi ga ktemu sma Novi??? Cckkc

      Delete
  6. ternyata mamanya novi juga ga kenal siapa papanya kevin ya
    seandainya tau, mgkn mamanya novi bakal ngamuk2 ke kenny kali ya
    yah......kenapa selisihan gitu sih
    coba aja kenny mau mampir buat makan malem dulu

    ReplyDelete
  7. ternyata mamanya novi juga ga kenal siapa papanya kevin ya
    seandainya tau, mgkn mamanya novi bakal ngamuk2 ke kenny kali ya
    yah......kenapa selisihan gitu sih
    coba aja kenny mau mampir buat makan malem dulu

    ReplyDelete
  8. Weits dah di publish.... co bejat itu dikau kenny.... blm sadar sadar jga she ya....

    ReplyDelete
  9. ehem.... chapter 11 ada something happen. hohohohohohohohohohoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh...eh.. sama siapa mbak shin??yang hot hot gitu yah??jangan bilang sama hesti yah?? atau something pas lagi produk si kevin?? iihhh kepo

      Delete
  10. Akhirnya..... duuhhh siapa pula yg dijemput Kenny? Jd gak ketemu deh ma Novi.
    Hiks.....
    Makasih Mba Shin *peluk*
    Ps: boleh minta bab 11 na gak Mba Shin? :D (*jitak)

    ReplyDelete
    Replies
    1. KALAU ADA YANG BISA NEBAK BENER SIAPA YANG KENNY JEMPUT DI BANDARA, AKU KIRIM CHAPTER 11 NYA KE EMAILNYA DIA. JAWAB BOLEH 1 KALI AJA DAN KIRIM JAWABANNYA KE EMAILKU DRAMA.STORY@YAHOO.COM

      AKU TUNGGU SAMPAI JAM 00.00 WIB. (cuma yang baca komen ini yg bakal tahu ada game ini ihihihihi)

      Delete
    2. ciyus ni mamm?? ga ada bocoran nih mam? ahahaa. iseng2 berhadiah.

      Delete
    3. gak ada bocoran. nanti jam 00.00 aku kirim hadiahnya bagi yg menang, muwahhahaha...

      Delete
    4. Aku dah jawab Mba Shin, mudah2an benar (^_^)

      Delete
  11. Tersentuh dengan kedekatan Kenny n Kevin.......

    ReplyDelete
  12. Ngilu liat Kevin menangis n curhat di pelukkan Kenny :(

    ReplyDelete
  13. Kenny2.. Msih ga sdar jga klo kevin tu ank mu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sdih bgt hati ni liat Kevin nngis gtu..

      Delete
  14. Kenny.. Tdkkah kmu sdar bhwa kmu pny hubungan batin sma Kevin yg bwt kmu mrsa hrus mmbwt Kevin bhagia?
    Kmu ayahny Kevin, Ken..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah tau dr manaa.... ih... asneb dehhh

      Delete
  15. kapan nie kak ketemu nya si kenny sama si novi ???
    aku penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh..eh..eh.. aku jadi penasarannn... hihihihi

      Delete
  16. OK, GAME FINISH. STOP THE EMAIL. SEKARANG WAKTUNYA MENGIRIM HADIAH KE PEMENANG. MUWAHAHHA.. ADAKAH YANG MENANG? HM...

    ReplyDelete
  17. Aku iseng cek blog mbak shin, ternyata da upload an baru lagi..
    Makasih mbak shin ^^
    penasaran nanti giman reaksi kenny ketemu sma novi 😱

    ReplyDelete
  18. :'( ikutan nangis pas kevin nangis
    Kasian banget, untung ada kenny hihihi
    Aduuuh~ gregetan bgt inii
    Bisa simpang jalan gituuu
    Dikit lagi ketemu jugaaa ama novi
    Waaa mb shiiin bikin penasaraaaannnn

    ReplyDelete
  19. Walah semalem aq Wes bobok So gaK tau klo ada game lagi ... Hihiii gaK papalah YG penting Enjoy

    Makasih mbak shin :)

    ReplyDelete
  20. Tdi mlm signal Πγª tertidur lelap Shin Jdi ga bsa ikutn game.. Heheh. Ʊϑɑ̤̈̊ħ penasarn nunggu reaksi Kenny klo ktemu sma Novi g¡mna ya..

    ReplyDelete
  21. kpn ketemunya mbk cin??*kepo thanks mbk cin

    ReplyDelete
  22. terharu bc bab ini..
    thanks mb shin

    ReplyDelete
  23. beneran nelangsa ..... kasian ntu anak
    ada apa sih antara emak ama babenyeh dulu ?

    ReplyDelete
  24. Makasih mbak shin, udah posting chapter 10-nya.
    Duhhhh, terharu banget lihat ken dan kevin.

    ReplyDelete
  25. kirain aku ga bakalan update lagi kemarin malem.. makanya aku langsung tidur hhe

    pas buka udah ada lanjutan abang kenny. 2 part lagi :D

    ya ampun bang kenny, kevin itu emang anak mu.. dan org yang kamu maki2 itu diri kamu sendiri hhi

    pertemukan mereka bertiga dong mba, plissss

    ahh iya aku pengen liat foto nya novi boleh??? :D

    ReplyDelete
  26. Seneng jiwa kebapak-an kenny udah muncul wat kevin, slalu kalo da game pst telah tau na hiks, thank plus penasaran mb shin;-)

    ReplyDelete
  27. kirain aku ga bakalan update lagi kemarin malem.. makanya aku langsung tidur hhe

    pas buka udah ada lanjutan abang kenny. 2 part lagi :D

    ya ampun bang kenny, kevin itu emang anak mu.. dan org yang kamu maki2 itu diri kamu sendiri hhi

    pertemukan mereka bertiga dong mba, plissss

    ahh iya aku pengen liat foto nya novi boleh??? :D

    ReplyDelete
  28. huaaaaa aq ktingglan.. :(

    asyik2.. Kenny n Kevin makin dket :) *bahagiaaaaaa

    Mba shin, thanks as always ya.. #kecup basah koko #eh

    ReplyDelete
  29. Mana lanjutan mr.Elliot webb nya dah lamaaaaaaaa nungguinnya nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau Anonymous sudah berubah menjadi sebuah nama mungkin Elliot akan dilanjutkan. Atau setidaknya meninggalkan sebuah nama sehingga penulis blog ini merasa yakin bahwa ada seseorang yang benar-benar 'pengen' baca ceritanya dan berkomentar ria. kalau tidak ada yang komen paling penulis mengira "ah, buat apa gw lanjutin. toh gak ada yang baca. simpen dalam kepala aja"

      :jawaban edisi males:

      Delete
  30. aku malah kangen sama angelnya david :(

    ReplyDelete
  31. Kalo aku sih kangen ama semuanya. Penasaran kelanjutannya apa lagi hehehe
    Tapi ngga berani request soalnya kan mbak Shin nulis berdasarkan mood. Lagipula kalo udah ada yang baru pasti di publish :)

    ReplyDelete
  32. mbak shin aku jga kangen semua (ngangenin soalx, david elliot dll) tpi aku gak bakalan maksa mbak shin lanjutin. Entar mbak shin esmosi terus nanti jangan2 jung nam entar ama rossy, david g jdi nikah ama angelx, elliot kecelakaan!?? :edisi galau:

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.