"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, April 24, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 11



“Gw heran, emang bulan madu lu belum cukup waktu lalu di Bali, Mei? Masak sampe bulan madu ke dua juga di Bali. Gak bosen ya kalian?” tanya Kenny tak percaya pada adiknya Kristin. Dia sedang menjemput adiknya dan suaminya di bandara, mereka akan menginap di hotel Discovery Kartika Plaza, tak jauh dari Pantai Kuta.

“Yah.. Koko.. suka-suka aku donk Ko mau bulan madu dimana. Lagian duit juga duit aku, kok Koko sewot.” Jawab Kristin cemberut. Dia sedang berkacak pinggang memperhatikan Johan, suaminya, memasukkan koper-koper mereka ke dalam bagasi mobil. 

“Lah ni anak. Gw nanya bener-bener malah di sewotin. Gw heran gimana lu bisa tahan sama dia, Han.” Sungut Kenny sambil bercanda. Dia senang adiknya ke Bali namun merasa sedikit aneh karena sejak pernikahan Kristin di Bali, bergantian Mami, Papi dan adiknya mengunjunginya di Bali dan selalu memintanya untuk makan di rumah makan yang sama.


Sudah hampir tiga bulan Kenny menuruti mereka dengan menyantap makanan di Imperial Cuisine. Secara tak sadar Kenny akan memutar arah mobilnya ke restoran itu dan mendapati dirinya telah duduk sambil membuka menu di meja favoritnya. Saat dia menyadari keberadaannya, kenny akan mendengus dan merasa heran namun dia melanjutkan membuka menunya.

Para pelayan pun telah hafal dengan dirinya, namun selama itu tak sekalipun dia pernah melihat pemilik restoran yang sering dikunjunginya ini selain anak dan ibunya yang sudah tua.

“Gw heran, kenapa sih kalian ngotot sekali suruh gw makan di restoran itu, Mei? Jangan bilang ini disuruh Mami karena dia ingin makan Peking Duck lagi? Karena di Jakarta gak kurang restoran enak kok. Aneh...” dengus Kenny setelah mengantarkan adiknya check in di Hotel.

“Ya, jangan marah lah, Ko. Mami kan hanya khawatir selama di Bali Koko gak ada yang masakin. Makanya buruan nikah, jangan kalah sama Kristin. Sekarang aja Kristin sedang proyek bikin keponakan buat Koko.” Ledek Kristin pada kakaknya.

Kenny berdecak kesal sementara Johan muka nya merah karena malu. Dia tidak tahu bila Kristin dan kakaknya telah biasa saling meledek seperti ini.

Kenny membersihkan tenggorokannya sebelum berpamitan pada mereka namun Kristin menghentikannya.

“Eh, tunggu, Ko. Ada yang ingin kuberikan padamu.” Katanya sambil mencari-cari barang yang di maksud lalu menyodorkan sebuah tas yang berisi dua buah album foto pada Kenny.

“Apa ini?” tanyanya bingung.

“Sudah.. Koko pokoknya buka ini di rumah makan itu. Ingat, tiap makan harus sambil lihat ini, ya. Ndak boleh tidak, pokoknya harus. Titik!! Hus hus...” usir Kristin pada kakaknya yang melangkah pergi dengan bingung.

Dalam mobilnya Kenny merengut dan merutuk adiknya yang jahil.

“Apa lagi yang mereka mainkan kali ini?? Hm...” katanya pada dirinya sendiri.

Kenny menyalakan sebuah rokok dan membuang asapnya keluar dari jendela mobilnya yang terbuka. Kenny mengingat kembali piknik sore nya dengan Kevin. Bagaimana mereka begitu gembira bisa menghabiskan waktu bersama, Kenny merasa dia telah merindukan anak kecil itu dan ingin melihatnya lagi.

“Ah... untung aku sempat meminta petugas ranch untuk mengambil foto kami di atas kuda. Kevin pasti suka bila aku berikan foto ini, hm.. mungkin harus dihias dengan pigura dulu. Ya.. ya.. besok aku akan mencetak foto ini dan memberikannya sebuah pada Kevin dan sebuah lagi bisa kuletakkan di meja kerjaku. Ya.. begitu lebih baik.” Katanya lagi sambil menghisap rokoknya sebelum membuangnya ke jalanan.  Mobil Kenny kemudian membelah jalanan Denpasar kembali ke rumah kontrakannya.

~~~~

Novi sedang menidurkan Kevin disampingnya. Sudah pukul sebelas malam dan Kevin belum juga mau tidur. Novi kemudian mengajak Kevin mengobrol, biasanya setelah mereka mengobrol lambat laun Kevin akan mengantuk.

“Gimana di sekolah tadi, Vin? Ada yang gak bisa dikerjain?” tanya Novi sambil mengelus rambut anaknya penuh kasih sayang.

Mereka sedang berpelukan, Kevin memunggungi ibunya, tangannya sedang memainkan iPhone milik ibunya. “Ehm.. Gak ada, Ma. Di sekolah menyenangkan. Besok baru ada pentas tari, tapi aku tidak ikut. Aku disuruh membantu di belakang panggung oleh Bu guru.” Jawabnya tanpa mengalihkan perhatiannya dari handphone.

“Terus..teruss..? Mama denger katanya main ke pantai, ya? Naik kuda? Kevin gak takut naik kuda?” tanya Novi lagi. Matanya mulai mengantuk, dia merasa akan tertidur lebih dulu daripada anaknya.

Kevin dengan antusias meletakkan handphone di atas meja lalu berbalik menghadap ibunya. Matanya bercahaya penuh semangat menceritakan bagaimana dia berada di atas kuda dan mengitari pantai dalam ombak yang rendah. Berlari, mengatur kekang kuda dan bersenang-senang. Kevin sangat senang sore tadi.

“Kevin senang banget, Ma. Kevin pengen ikut lagi biar bisa naik kuda lagi. Kevin gak takut. Lagian sudah ada Papa..er... Om yang membantu Kevin menunggang kuda...” Kevin menutup mulutnya karena hampir saja membocorkan rahasia di antara dirinya dan Kenny.

Novi mengernyitkan dahinya namun tak berkomentar, dia hanya menganggapnya angin lalu. “Ehm.. Kevin belum mau bobok? Mama udah ngantuk banget nih, Vin.. Mama boleh bobok duluan, gak?” tanya Novi memelas dengan wajah bercanda.

Kevin mencium pipi ibunya dan berujar, “Met bobok, Mama sayang. Kevin love you... Muachhh...” lalu Kevin menarik selimut ibunya hingga menutupi batas lehernya.

“Muachh... Mama love you more, Kevin honey...” lalu mereka pun berpelukan. Kevin ikut terlelap tak lama setelah ibunya tertidur.

~~~~

Kenny membuka-buka album foto dirinya dan tersenyum kecil mengingat setiap kenangan yang menyerati setiap foto yang terdapat dalam album itu. Pelayan telah membersihkan piring makan siangnya, Kenny hanya duduk disana sambil menunggu Kevin dan mengucapkan selamat siang untuk ‘anaknya’ itu. Dia juga ingin menyerahkan sebuah pigura foto yang berisi foto mereka berdua di atas kuda. Tampak mereka tertawa riang di dalam foto dibalik background pemandangan matahari yang terbenam.

“Papa... Papa... Papa....” teriak Kevin saat baru saja masuk ke restoran, dia baru pulang dari sekolahnya.

Kenny menyambut Kevin dalam gendongannya, mengangkat tubuh bocah kecil itu ke udara sebelum menurunkannya lagi. “Hey, Kevin jagoan Papa... Apa kabarmu hari ini?” tanya Kenny senang. Melihat Kevin membuat harinya semakin cerah, masalah pekerjaan terasa tak ada artinya, Kevin mampu membuatnya lupa akan masalah-masalahnya.

Kevin mengikik geli, Kenny menggelitiki perutnya. “Papa.. geli!!” lalu dia berlari ke dalam kantor ibunya, meletakkan tas sekolahnya sebelum berhambur keluar menghampiri Kenny lagi. Kevin sedang meminta segelas minuman pada pelayan dan masih tertawa-tawa sambil sesekali memandang ke arah Kenny.

Kenny memiringkan kepalanya, mencoba mengingat sesuatu yang di rasanya terlewat olehnya. Dia seperti telah melihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihatnya namun dia bingung hal apakah yang mengganggu pikirannya. Ketika Kenny hendak mengambil kopi nya di atas meja, matanya tertumbuk pada foto dirinya di album, foto saat masa kanak-kanaknya yang baru tadi dibuka-bukanya lagi.

Lalu tubuhnya seperti tersengat sesuatu, Kenny menegang di kursinya demi melihat apa yang dilihatnya. Kenny melayangkan matanya berpindah dari foto di album pada sesosok tubuh mungil di depannya sampai berkali-kali. Dia hampir tak mempercayai pengelihatannya namun mulutnya menganga mulai menyadari maksud adiknya Kristin memintanya membuka album foto masa kanak-kanaknya di dalam restoran ini.

Kenny terduduk di kursinya, masih mencoba menenangkan debar jantungnya. Segala ingatan masa lalu dan kisah hidup Kevin dan ibunya yang diketahuinya dari Ibu Made, nenek dari Kevin, maka Kenny mulai menebak-nebak siapa sebenarnya ibu dari Kevin, wanita yang telah berjuang untuk hidup dan bangkit di atas kakinya sendiri setelah dia ditinggalkan dengan kejam oleh laki-laki yang menghamilinya.

“Hah... Tak mungkin, khan?? Apa mungkin??” bisik Kenny llirih pada dirinya. Dia menyisir rambutnya, memperlihatkan betapa gelisahnya dia saat ini. Jantungnya masih berdegup kencang tak mengetahui apa yang harus diperbuatnya. Kemudian Kenny memanggil seorang pelayan yang berdiri tak jauh darinya.

“Dik, tolong kesini sebentar.” Perintah Kenny pada pelayan itu.

“Iya, Pak. Ada yang bisa dibantu?” tanya sang pelayan dengan ramah.

Kenny menarik nafasnya dalam-dalam sebelum mengutarakan pertanyaannya lagi. “Ehm.. Siapa nama pemilik restoran ini?” tanya Kenny.

Sang pelayan dengan lugas menjawab pertanyaan Kenny, dia bahkan memperlihatkan sebuah foto berpigura, di dalamnya tampak foto para pegawai berkumpul di sebuah acara ulang tahun, yang tak lain adalah ulang tahun restoran dan di tengah-tengahnya Novi dan Kevin beserta Ibu Made berdiri sambil tersenyum.

“Bos kami bernama Ibu Novita Laksmi. Beliau yang ditengah-tengah ini. Mungkin anda jarang melihatnya karena Ibu Novi lebih banyak berada di belakang, di bagian dapur dan mengurus langsung pembelian barang...bla..bla..bla...”

Kenny tidak mendengarkan lanjutan dari kata-kata pelayan itu. Wajahnya sepucat tembok putih di sampingnya. Kenny menahan nafasnya hingga dia tak tahu bagaimana harus bernafas lagi, dadanya sesak oleh kesedihan, oleh rasa benci pada dirinya sendiri, tenggorokannya tercekat dipenuhi siksa tangis yang menguasai. Tangisan yang hampir terjatuh dan membuat matanya berkaca-kaca.

Kenny menatap anaknya dari jauh, mulai mengamati dengan seksama bagian-bagian wajahnya yang mengingatkannya pada wajah wanita itu, wajah wanita yang dicintainya, wajah wanita yang disakitinya. Wajah wanita yang di usirnya, tujuh tahun yang lalu... Kenny mengingat saat malam itu terjadi, ketika Kenny akhirnya melepaskan janji yang telah dibuatnya untuk tidak menodai cinta mereka. Kenny menghitung jumlah tahun yang telah dia lewati setelah kepergian Novi dari hidupnya, membandingkan dengan usia Kevin, bocah yang diangkatnya menjadi ‘anaknya’. Kevin adalah anak kandungnya dan Kenny terlambat menyadarinya. Seluruh keluarganya telah tahu dan dia karena dibutakan oleh keacuhannya pada lingkungannya, tidak dapat menemukan persamaan wajahnya dengan wajah anaknya, Kevin.

Kenny mengusap air matanya yang menggenang, dia lalu menghampiri Kevin. Berjongkok di depannya dan menatap mata anak kecil itu, anak kecil yang memandangnya dengan kebingungan.

“Papa kenapa? Papa nangis?” tanya Kevin sedih. Dia mengkhawatirkan Kenny.

Kenny tersenyum miris, lalu dipeluknya anaknya dengan erat. Kali ini dia akhirnya mengerti mengapa dia begitu ingin melindungi anak ini, dia mengerti mengapa dirasanya anak ini telah dikenalnya sejak dulu.

“Karena dia adalah anakku. Darah dagingku dengan wanita yang kucintai. Novi...” bisik Kenny dalam hatinya.

“Papa love you, Kevin...” bisik Kenny pada Kevin. Lalu Kevin membalasnya, balasan yang membuat tubuh Kenny menegang lagi sebelum kemudian bergetar dan tangisnya keluar tak bisa dihalanginya lagi.

I love you more, Papa...” jawab Kevin cilik. 


47 comments:

  1. ais akhirnya nyadar juga si kenny lambat nyetrumnya thanks for update

    ReplyDelete
  2. Papa love you...hiks makanya jangan main usir2...:'( kenapakah kamu pakai acara usir2 sih ken...

    ReplyDelete
  3. mbak shin..
    mau lagi mau lagi mau lagiiiiiii *puppy eyes * hehe.

    aku suka deh cerita yg ini :)
    thanks mbak shin :*

    ReplyDelete
  4. Akhirnya dia sadar kevin anak sapa, ada yg menganjal dgn hub novi ma kenny apa ya mb shin ? kasi bocoran kaya un aja he.he. Thanks mb shin;-)

    ReplyDelete
  5. duuuhhh kenny kok baru nyadar...kemane aje!!!!

    ReplyDelete
  6. Sist Shin @ kayaknya ada yg salah ketik dech "Kenny mengingat kembali piknik sore nya dengan Kenny" seharusnya dengan Kevin kan ? Sorry :))

    MAKASIH CINTA

    ReplyDelete
  7. Huaaaaaa Akhirnya tau jg kenny
    Ayo novi kluar lah liat anakmu
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin

    ReplyDelete
  8. Btw kenapa Novi diusir sist Shin sama Kenny ? Pinisirin hemmm bukannya saling mencintai ... Waduh..

    untungnya si Kristin bawain album jadulnya Kenny ... Akhirnya Kenny sadarrrrrr..

    I LOVE YOU KENNY eh...

    i Love You Kevin :)

    ReplyDelete
  9. Huaaaaa nangis (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ )
    Aduuuuh kevin km ini baik bgt siy, papa mu smp bercucuran air mata
    Mb cin makaciiih :* :* kau sungguh luar biasa #aiiih mantap# tp aku ciyuss
    Sesuatuuuh bgt ini, menyentuh

    ReplyDelete
  10. Hiks...hiks... terharu.
    thanks Mba Shin...

    WE WANT MORE... PLEASE...??????
    #wink~wink#

    ReplyDelete
  11. udah lama ga dibikin nangis sama mba shin..
    ahh kenny,selanjutnya kamu mau melakukan apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sini kl mau nangis :ambil pecut dulu:

      Delete
    2. yah mba yang ada lari ketakutan kalo minta pecut mah hha

      Delete
  12. tuhhh kaaannn kenii kieee....nelaaatt puooollll!!! tuh kan...tuh kaaannn!!!

    ReplyDelete
  13. tuhhh kaaannn kenii kieee....nelaaatt puooollll!!! tuh kan...tuh kaaannn!!!

    ReplyDelete
  14. Wahhh, ckkk, aku jadi tambah kepo nih. Kenapa ken harus mengusir novi? Jangan bilang karena novi hamil...

    Mbak makasih ya...

    I love you, mbak shin.

    ReplyDelete
  15. Yeai yeai yeai
    Kenny udah nyadar kevin anaknya , tinggal ketemu ama novi deh
    Hihihihi
    Cepet ketemuin mereka ya mb shin :))
    Mb shin yg baik hati dan tidak sombong, post chapter selanjutnya yaaah pliiiissss hihihi

    ReplyDelete
  16. ayo kak shin lanjut hahahaha makasih untuk hadiah nya hahahah

    ReplyDelete
  17. Akhirnya Kenny bisa merasakan juga kalo Kevin tuh ada hubungan dgn Kenny.
    #ikut senang :)

    ReplyDelete
  18. Mbak Shin, quis lagi yukk.... kalo komennya ada cepek malam ini bonus KSDH 12 ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. 200 komen br mau :muwahhaha:

      Delete
    2. beh, kalo mesti 200 ga kuat deh mbak.. wkwkwk
      100 aja empot2an. hehe

      thx ya mbak shinn..

      Delete
    3. gk bisa.. besok puasa dulu ya.. gk ada postingan kyknya...

      Delete
  19. Please di post lg lah capther berikutnya. By dian. Makasih mbak shin.

    ReplyDelete
  20. thank u mbak shin, kirain g d posting... *lope*

    ReplyDelete
  21. jadi kristin juga tau ya kl kevin anaknya kenny
    untunglah berkat album foto dan info dr anak buahnya novi, kenny sadar kl kevin itu anaknya
    tp penasaran deh kenapa kenny tega ngusir novi pdhl smpe skrg dia jg masih cinta sama novi kan

    ReplyDelete
  22. damnnnnn sukses deh si mba bikin gw nangis
    hueeeeeeeeeeeeeeeee * buang ingus pake ujung baju mba shin *

    ReplyDelete
  23. Huaaaaaaaaa *nangis* kalau spongebob udah lebih seember ini air matanya.

    Yang 12 dong mba shin... Post sekarang. Hikssss

    ReplyDelete
  24. Huaaaaaaaaa *nangis* kalau spongebob udah lebih seember ini air matanya.

    Yang 12 dong mba shin... Post sekarang. Hikssss

    ReplyDelete
  25. Mba shin, thank you update nya dr pagi udah gak sabar. Boleh minta nambah ^0^. Makin jd penasaran knp novi smp diusir sm kenny apa krn hamil. Kalo mang bnr si kenny enak nya ditonjok dulu ini

    ReplyDelete
  26. Mba shin, thank you update nya dr pagi udah gak sabar. Boleh minta nambah ^0^. Makin jd penasaran knp novi smp diusir sm kenny apa krn hamil. Kalo mang bnr si kenny enak nya ditonjok dulu ini

    ReplyDelete
  27. hwuaa... rupanya novi diusir tooh oleh kenny..
    awas ya tak ketok pkai palu nihh sih kenny..

    gimana nyesell kn akhirnya .. sp sruh main usir aja..°_`=_<

    ReplyDelete
  28. Makasih buat Kristin krn membawa foto album masa kecil Kenny, hingga dia menyadari bahwa Kevin anak kandungnya.
    Da pa dgn masa lalu Kenny-Novi, apa yang telah dilakukan Novi,sampai2 Kenny menyakiti n mengusir Novi dr kehidupannya.....
    Chapter 12 dunk Mba Shin.... please...
    Hiks.... kemaren aku dah salah jawab (T_T).....

    ReplyDelete
  29. Hiks.. sadar jga.. tnggal gmna minta maaaf k novi nih.... cepet samperin novi nya... depak si hesti

    ReplyDelete
  30. huwaaaaaaa terhuraaaaaa aduhhhh kenny telat bgt sih nyadarnyaaaaaa
    tp bener2 deh ini feelnya dpt bgt....
    ampun dah....
    makasih mba shin *ketjup*

    ReplyDelete
  31. Knapa kenny ngusir Novi?:'(
    Bejat ah!

    ReplyDelete
  32. Ak ska bgt sma crany Kristin..<3<3
    Pinter bgt.. Wkwkkw

    I Love You Kevin..
    I Love You Kenny..
    Trharu deh jdiny

    ReplyDelete
  33. Komen lagi, komen lagi..............

    ReplyDelete
  34. terharuu banget bc bab ini.

    akhrnya kenny tau juga siapa kevin.
    :'(

    ReplyDelete
  35. Aq pun juga pEnGeN dipeluk MA Kenny hihiihi ... Kabuuurrr :D

    ReplyDelete
  36. hiks..hiks..akhirnya tau juga...
    suka dech mbak shin scene yang ini ...

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.