"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, April 29, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 15



“Kevin.. Kevin masih marah sama Mama? Kevin ayo donk, jangan ngambek terus sama Mama, Mama kan jadi sedih kalau Kevin nggak mau ngomong sama Mama lagi. Mama nangis nih...” bujuk Novi pada anaknya. Kevin sedang mewarnai buku gambarnya, tugas dari sekolah. Dia masih belum mau berbicara dengan ibunya, Kevin masih mogok bicara karena Novi menolak Kenny sebagai ayahnya.

Novi pun menghela nafasnya, merasa semakin kewalahan menghadapi anak kecil ini. Dia merasa Kevin masih kecil untuk mengerti dunia orang dewasa, bahwa hidup tidak semudah film kartun di televisi, bahwa hidup bukan hanya atas dasar kata cinta, karena masih banyak yang harus ditambahkan untuk bisa menjadi sebuah rumah tangga yang solid dan bahagia. Novi tidak ingin menceramahi anaknya karena itu adalah hal yang sia-sia, dalam kepala Kevin yang dia inginkan hanya Papa dan Mamanya bisa bersatu untuknya.


Novi sedang minum obat sakit kepala ketika Kevin menghampirinya, memberikan selembar kertas gambar yang di dalamnya berisi lukisan hasil karya Kevin. Meski coretan anak kecil itu masih tak berwujud menarik, Novi dapat mengerti apa maksud dari lukisan itu. Kevin melukis tiga orang manusia yang saling berpegangan tangan. ‘Papa disebelah kiri, Mama disebelah kanan dan Kevin ditengah-tengah.’ Mereka terlihat bahagia di dalam sana dan Novi pun terharu menyadari selama ini hanya portrait dirinya dan Kevin beserta Neneknya saja yang mereka miliki, mereka tidak pernah memiliki portrait keluarga bersama dengan seorang ayah untuk Kevin.

Novi pun memeluk tubuh anaknya dan menanyakan apa yang dia inginkan agar semuanya kembali seperti dulu, agar Kevinnya mau berbicara padanya lagi.

“Katakan pada Mama, Vin. Kevin maunya gimana? Mama sudah gak kuat kalau Kevin diem gini trus... ya? Katakan sama Mama ya, Kevin?” bujuk Novi memelas.

“Kevin mau Papa sama Mama bersatu, Ma. Kevin pengen punya Papa dan Mama yang lengkap. Kevin pengen punya keluarga seperti teman-teman Kevin di sekolah. Kalau ada pentas di sekolah Kevin pengen Papa dan Mama yang nonton, bukan cuma Nenek.” Anak kecil ini pun membalas pelukan ibunya. Dia mulai menangis terisak, selama ini Kevin hanya memendam dalam hati keinginannya, ketika dia telah tahu bahwa ayahnya masih hidup, Kevin tidak ingin ibunya memisahkannya lagi dengan ayahnya.

Novi memejamkan matanya demi mendengar permintaan Kevin. Dia merasa bersalah karena selama ini membohongi anaknya mengenai keberadaan ayahnya. Novi mengatakan bahwa ayah Kevin telah meninggal meskipun dia tidak pernah mengajak anaknya itu untuk berziarah.

“Kita lihat nanti ya, Kevin... Mama gak janji, tapi mama akan usahain biar Kevin sama.. papa nya Kevin bisa sering bareng.” Novi tersenyum lemah menatap anaknya.

Meskipun jawaban dari ibunya bukanlah jawaban yang dia harapkan, Kevin tetap senang, mereka lalu berpelukan lagi sebelum keluar rumah menuju restoran. Kenny telah menunggu mereka disana. Dia sedang duduk di kursinya yang biasa. Di atas meja sebuah buket bunga mawar merah terbungkus plastik dan pita yang cantik dan disampingnya sebuah kotak kado yang berisi mainan untuk anaknya Kevin.

Kevin langsung berlari menghampiri ayahnya, mereka berpelukan dan Kevin tertawa riang menerima hadiah dari Kenny. Ayahnya kemudian menunjukkan bagaimana cara menyusun mainan yang baru saja diberikannya pada Kevin.

Novi menghampiri mereka, dia memperhatikan kedua orang yang dicintainya bercanda bersama, hatinya sesak dan Novi memalingkan wajahnya, mencoba menyembunyikan air mata yang mengaburkan pengelihatannya, tepat saat dimana Kenny menoleh ke arahnya.

“Bentar ya, Kevin. Papa mau ngomong sama Mama. Kevin main sendiri dulu, ya?” Kevin mengangguk, dia kemudian duduk di kursi melanjutkan menyusun mainannya sementara Kenny mengajak Novi duduk di meja yang lain, jauh dari para pelanggan.

Mereka duduk berseberangan, Novi memalingkan wajahnya tak ingin melihat wajah Kenny sedangkan Kenny tersenyum miris mencoba memulai percakapan mereka.

“Aku masih menunggu jawabanmu, Nov...” katanya singkat. Kenny menghela nafasnya, sudah hampir seminggu dia tak kenal lelah membujuk Novi. Meskipun hatinya sakit karena penolakan wanita ini, Kenny tidak akan menyerah, hanya kali ini lah kesempatannya untuk mendapatkan kembali wanita yang dicintainya.

“Aku akan mengikuti semua syarat yang kau ajukan, aku hanya ingin kita bersama, Nov. Bila tidak bisa demi aku.. lakukanlah demi Kevin. Kau tidak ingin membuat masa kecilnya diwarnai kesedihan, khan?” Kenny mencoba meraih tangan Novi dan menggenggamnya. Wanita itu menarik tangannya refleks namun ketatnya pegangan Kenny tak dapat dilepasnya.

“Lepaskan tanganku, Ken! Aku mengizinkan kau datang kesinipun demi Kevin. Bila tidak sudah kusuruh orang untuk mengusirmu dari dulu!” desisnya marah.

Kenny mengetatkan rahangnya, dia tak akan melepaskan tangan Novi. “Hanya bila kau bersedia menerimaku dalam kehidupan kalian lagi, maka tanganmu akan kulepaskan.”

Novi terlihat memikirkan perkataan Kenny, lalu Kevin mendekati mereka. Bocah kecil itu tertawa riang memperlihatkan mainannya yang telah disusun dengan baik kepada kedua orang tuanya.

“Papa... Mama... Lihat mainan Kevin sudah jadi. Eh.. kalian sudah mau baikan lagi, khan? Makasi Mama... Kevin sayang Mama...” lalu bocah kecil itu memeluk tubuh ibunya. Novi tidak bisa berkata-kata lagi, dia menerima pelukan anaknya, tangan kirinya yang sedang di genggam Kenny tak bisa dia lepaskan sedangkan tangan kanannya memeluk tubuh anaknya.

“Kau menang kali ini, Ken. Kau boleh berada dekat dengan Kevin tapi tak akan ku izinkan kau mendekatiku. Sekarang lepaskan tanganku!” kata Novi berapi-api.

Kenny senang, meskipun Novi hanya mengizinkannya mendekati anak mereka, tapi itu merupakan langkah yang baik baginya untuk mendekati wanitanya. Dia akan memastikan Novi jatuh ke dalam pelukannya lagi. Tanpa izin, Kenny kemudian mencium punggung tangan Novi. Ciuman yang membuat si tercium menahan nafas dan merona merah. Meski usianya sudah dua puluh delapan tahun, Novi adalah seorang wanita lugu yang hanya mengenal satu pria dalam hidupnya. Dialah Kenny, ayah dari anaknya.

Sepanjang hari itu Kenny hanya menghabiskan waktunya bersama Kevin, dia mengajak anaknya jalan-jalan ke swalayan, sesuai permintaan Kevin. Novi juga tak bisa menolak permintaan anaknya, mereka bertiga berjalan beriringan mendorong sebuah kereta belanja, sesekali Kenny akan melemparkan senyum padanya yang selalu diacuhkan. Bila Kevin berlari di depan mereka, Kenny kemudian menggamit tangan Novi dan menguncinya, mereka berjalan seperti itu, Kenny tak melepaskan pegangan tangan mereka saat mengambil barang-barang belanjaannya, Kenny tidak menyerah meskipun Novi mencubit lengannya begitu keras. Wajahnya merah padam menahan sakit namun dia terkikik geli dan menarik nafas dalam-dalam. Tak lama Novi menghentikan sikap kekanak-kanakannya dan merelakan tangannya digenggam sepanjang sore itu.

Kenny juga belum melepaskan pegangan tangan mereka saat membayar belanjaan mereka di kasir. Hanya ketika mereka telah sampai di mobil dan memasukkan belanjaan, Kenny baru melepaskan tangan Novi setelah mencium punggung tangan yang digenggamnya itu. Kenny juga tidak membiarkan Novi duduk di kursi belakang, dengan sedikit dorongan di bahu Novi, Kenny berhasil mendudukkan wanita itu di sampingnya dan Kevin menyusul masuk untuk duduk di atas pangkuan ibunya. Bahkan dalam perjalanan, Kenny masih tetap menggamit tangan Novi, dia tersenyum sepanjang perjalanan sambil menjawab celoteh anaknya sambil lalu.

Kenny membawa keluarga barunya ke rumah kontrakannya, sebuah rumah mewah yang disewakan oleh temannya selama Kenny bekerja di Bali. Ada sebuah kolam renang kecil di halaman belakang rumah. Setelah memasukkan barang-barang belanjaannya, Kenny mengajak Novi dan Kevin duduk-duduk di halaman belakang itu.

“Kevin mau berenang?” tanya Kenny pada anaknya yang sedang bermain air di pinggir kolam.

“Jangan, nanti masuk angin. Aku tidak membawa pakaian ganti untuknya.” tolak Novi sebelum Kenny sempat melanjutkan perkataannya.

Kevin sudah berlari menghampiri ayahnya dengan senang. Sudah pukul lima sore ketika mereka tiba di rumah itu sehingga kekhawatiran Novi bisa dimaklumi oleh Kenny. Tapi apa yang tidak diketahuinya adalah Kenny memiliki rencana lain untuk mereka.

“Tapi Kevin pengen berenang, Ma. Di sekolah cuma di ajari sebulan sekali. Kevin kan jarang pergi ke kolam renang.” Rengek anak mereka.

“Ayolah, Nov.. Kau juga bisa ikut berenang bersama. Kevin akan senang bila Mama nya juga ikut, dia akan lebih bersemangat,” pinta Kenny pada Novi. 


“Dan Papanya akan jauhhhhh lebih bersemangat...” lanjut Kenny dalam hatinya. 


24 comments:

  1. Hoyee keduax
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Dan papanya jauh lbih bersemangat"
      Hahahahahaa kenny2 *toyor kenny
      Hbis renang g ush plg tidur d rmh papa kenny aj ya

      Delete
  2. kenny tetap semangat ya buat meluluhkan hatinya novi
    ga sabar deh liat mrka berenang bareng
    kenny licik juga ya ternyata ngajak berenang kevin biar bisa tambah deket sama novi juga hahaha

    ReplyDelete
  3. yeah, Ayo kevin bikin mama sama papa kamu balikan lagi..
    wkwkwkwk kenny apa mau mu koko?

    ReplyDelete
  4. Kenny yakh.. licik abis dah... renang bareng... sempwt aja dah pikirannya

    ReplyDelete
  5. Wow... Aku jd pEnGeN renang nih hihi

    makasih sist Shin :)

    ReplyDelete
  6. Novi punya sebutan baru "si tercium".... hehehe.
    Kenny, ajarin aku renang doooonnkkk......

    ReplyDelete
  7. hahahahaha om kenny ayo terus buat si novi luluh
    makasih kak

    ReplyDelete
  8. sis, apa sih rencana si kenny, jangan bilang kenny mau menggoda novi,dengan cara itu-tuh.hehehheheh
    Gomawo shin haido

    ReplyDelete
  9. Kevin berenangnya sama kakak aja ya, biar papa bisa berduan sama mama kamu.... Lol

    ayo ken, lebih semangat lagi berjuangnya, bair novi cepat meleleh kembali.

    ReplyDelete
  10. hahahahahaha masih tetepppp otak mesummmmmm

    ReplyDelete
  11. jiaaahhhh ternyata ada udang dibalik baju renang yak kenny #ehh XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manten anyar perlu bljr cra licik kenny nih kayaknya :D

      Delete
  12. wkwkwk.
    cemumun kenny.
    mesumnya udah kambuh nih si ken.


    makash mb shin
    muach

    ReplyDelete
  13. Wuaahhh,,,kevin udh sneng...
    Sdih jg sih klo jd Novi.. Hukz
    Mksh Mba Shin...

    ReplyDelete
  14. cia cia ciaaaaaaaaa..
    Kenny cemumun sllu ya.. Buat Novi pasrah #eh xiixixi

    Mba shin thanks :* #kiss

    ReplyDelete
  15. huuuu kenny tak getok palamu semangat apaaaan

    ReplyDelete
  16. Aisssss pinternya papa kenny...

    Ayo kevin dukung papa kenny ketik reg spasi papa kenny :D ☺ Ђƺђƺ ☺ :D

    Semangat trus ken, cha yo ╭( '̀⌣'́ )งː̖́

    º°˚˚°º♏:)ª:)K:)ª:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º mba shin ♏ùάçĥº°:*<3<3 º°º♏ùάçĥ:*<3<3

    ReplyDelete
  17. Next chapter,please...

    Thanks mbak shin

    ReplyDelete
  18. Kevin, jangan lupa ajak mamamu malam ini nginap di rumah papamu :)

    ReplyDelete
  19. novi msh ttp keras kepala tp lumayanan lah rayuan gombalnya kevin berhasil.....
    hahaha
    semangat kenny n kevin....
    mari rayu mama mu terus haha

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.