"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, April 29, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 16



Novi akhirnya menyerah, akhir-akhir ini dia tidak bisa melihat wajah memelas anaknya. Dia merasa sebagai seorang ibu yang kejam bila menjadi orang yang menghapus senyum lebar Kevin dari wajahnya. Sepanjang hari ini Kevin begitu gembira, sewaktu mereka berjalan-jalan di swalayan Kevin lebih banyak melihat kedua orang tuanya berpegangan tangan tanpa membeli barang-barang yang biasanya akan diborongnya. Kevin lebih senang lagi ketika Kenny mengajaknya ke rumahnya. Dia semakin bersemangat saat ayahnya itu mau melatih kemampuan berenangnya.

“Mama, kok masih duduk disana? Ayo Ma.. Ikut renang sama Kevin dan Papa...” panggil Kevin dari dalam kolam renang.

Novi hanya duduk meringkuk di atas kursi panjang di sisi kolam, dia memperhatikan kedua orang itu berenang dengan gembira di dalam sana. Ingin Novi bergabung namun dia tidak bisa berenang. Terakhir kalinya Novi melihat kolam renang adalah saat Kenny menginap di sebuah hotel di Bali saat mengunjunginya ketika mereka masih berpacaran, tujuh tahun yang lalu.

Lalu Kenny pun menyeringai seolah teringat sesuatu. Dia menaiki tangga kolam dan berjalan menuju tempat Novi duduk. Tubuhnya yang basah meneteskan air kolam di lantai. Novi mengawasi tubuh Kenny yang semakin mendekatinya dengan khawatir. Bukan hanya karena dia tahu apa yang ingin dilakukan laki-laki itu padanya tapi juga ketidak nyamanannya melihat pemandangan tubuh Kenny di hadapannya.

Tubuh Kenny begitu atletis. Kulitnya yang putih bersih dengan rambut-rambut hitam tipis terlihat samar di dada hingga perutnya kemudian menghilang ke dalam celana renangnya. Membuat darah Novi berdesir seketika. Dia masih bisa mengingat bagaimana penampilan polos ayah anaknya ini saat malam itu, malam dimana Kenny akhirnya melanggar janjinya untuk tidak menodai kesucian cinta mereka.

Enam Setengah Tahun yang Lalu...

Kenny mengecup sayang kening Novi yang masih berbaring tidur dengan lelap di sampingnya. Semalam mereka telah melakukan apa yang selama ini Kenny coba hindari, selama ini dia berhasil, namun semalam.. ketika Kenny tidak dapat membedakan benar dan salah, dia akhirnya melanggar janjinya untuk tidak menodai kekasihnya sebelum mereka menikah.

Kenny tidak ingin menyesali malam ini, namun dia menyesal. Kenny merasa bersalah karena belum mampu memberikan masa depan yang pantas untuk hubungan mereka dan dia telah mereguk apa yang seharusnya belum boleh dinikmatinya. Kenny dengan memanfaatkan kerapuhan hati Novi mengambil keperawanan gadis itu. Dia tidak menyesali bagaimana cinta mereka bersatu, bila keadaannya berbeda, bila Kenny telah mapan dan mampu berdiri di atas kakinya sendiri, maka dia tak akan segan-segan memboyong Novi ke atas pelaminan saat ini juga.

Namun Kenny belum sanggup untuk itu. Kuliahnya masih terbengkalai, pekerjaannya berantakan. Dia bahkan tidak sempat mengurusi pacarnya yang sudah jauh-jauh datang mengunjunginya. Kenny teringat bagaimana Novi menemaninya dulu saat dia berkunjung ke Bali, Kenny menyesal karena tidak memiliki cukup waktu untuk mengurusi semuanya. Dia mudah marah-marah dan tergesa-gesa melakukan pekerjaannya. Dan tak satupun ada yang beres.

Ayahnya memarahinya, memakinya dan memerintahkannya untuk mengurusi kuliahnya saja. Kenny tidak akan mau mendengarnya, dia lebih memilih pekerjaannya daripada kuliah, tapi ayahnya melarangnya datang lagi ke swalayan milik mereka. Kenny ke kampusnya, dosen-dosen menyulitkannya karena hasil ujiannya buruk, Kenny harus mengejar dosen-dosen itu satu per satu agar mendapat tanda tangan mereka. Berhari-hari dia habiskan hanya untuk mengurusi kuliahnya dan di rumah dia kembali bersitegang dengan ayahnya. Maka Kenny keluar dengan mobilnya mencari Novi di kamar hotel.

Kenny tidak merencanakan sedikitpun apa yang telah mereka lakukan, semua terjadi begitu saja. Dia memang menginginkan Novi, Kenny mencintainya, tiada yang dia inginkan selain bersatu dengan wanita yang memiliki hatinya. Namun tidak di saat seperti ini, di saat kepalanya dipenuhi masalah dan kekalutan.

Novi menggeliat dalam pelukannya, matanya terbuka dan menatap Kenny yang sedang membalas tatapannya dengan senyum hangatnya. Beberapa detik kemudian terlihat semburat merah di pipi Novi, dia baru saja mengingat kembali apa yang telah terjadi semalam. Dengan gugup Novi berusaha melepaskan diri dari pelukan Kenny namun Kenny tertawa kecil dan tak membiarkan wanita itu lepas dari pelukannya, justru dia semakin mengetatkan kunciannya pada tubuh kekasihnya.

“Mau kemana, Nov..? Jangan pergi.. Aku masih ingin meluk kamu...” bisiknya di telinga Novi, dia telah berada di atas tubuh Novi lagi, menindihnya dan Novi bisa merasakan sesuatu menumbuk pahanya.

Novi menahan nafasnya, wajahnya telah merah padam menahan malu. Novi heran Kenny tak terlihat malu sedikit pun meski tubuh mereka sama-sama telanjang seperti itu. Seolah Kenny mengetahui apa isi pikiran Novi, dia mendekatkan wajah mereka, bibir mereka hanya berjarak tipis. Senyuman tersungging disana.

“Aku juga malu, Nov... Tapi aku akan membuat kita terbiasa dengan hal ini. Karena aku tidak bermaksud hanya melakukannya sekali ini saja denganmu. Nanti setelah kita menikah... kita tidak akan malu-malu lagi.”

Ketika Kenny hendak mencium bibir Novi, wanita itu mencubit pinggulnya hingga Kenny memekik kesakitan. Lalu Novi bangun dari ranjang secepat kilat sebelum berjengit kesakitan saat melangkahkan kakinya di lantai.

“Kamu gak apa-apa, Nov?” tanya Kenny setelah berdiri menyusul Novi.

Novi menggeleng, dia mendorong tubuh Kenny hingga terjatuh ke atas ranjang lagi kemudian tertawa geli sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Kenny berdecak senang menyusulnya kemudian.

“Awas ya... Tunggu aku, Novii....”

Present Day...

Novi kembali dari lamunannya, tubuhnya telah diangkat tinggi-tinggi dalam gendongan Kenny, dia tidak menyadarinya sama sekali.

“Kenny!! Apa yang kau lakukan??? Turunkan aku!! Jangan... Tolong.. aku tidak bisa berenang... Please...” Novi mencoba melepaskan diri dari gendongan Kenny tapi laki-laki itu tertawa terbahak-bahak bersama dengan Kevin yang mengikuti di samping ayahnya.



“Kevin.. Kita mau apain Mama nih?” tanya Kenny pada anaknya.

“Ceburin Mama, Pa. Biar Mama bisa berenang.” Jawab Kevin jahil. Anak kecil berusia lima setengah tahun itu membawa pelampung untuk ibunya namun Kenny memiliki ide lain. Dia telah menunggu kesempatan ini seumur hidupnya. Maka tanpa menghiraukan teriakan ketakutan Novi, Kenny melemparkan tubuh Novi ke dalam kolam renang dengan pantatnya mendarat terlebih dulu.

“Kennyy jangannnnn!!!!!!!!” suaranya menghilang di telan air kolam.

Kenny kemudian menceburkan dirinya menyusul Novi. Mengangkat tubuh wanitanya yang meronta-ronta ketakutan.

“Ahkkk!!! Ken!!! Airrr... Aku menelan air...” jawabnya masih mencoba mencari udara sebanyak-banyaknya.

Kenny memeluk tubuh Novi, kedua tangannya menopang paha wanita itu agar kepala Novi berada jauh di atas air. Karena ketakutan, Novi memeluk leher Kenny dan secara tak sengaja mendesakkan payudaranya pada wajah laki-laki itu. Kenny menjadi gelisah, bagaimanapun juga kedekatan mereka telah mempengaruhinya sedemikian rupa hingga dia enggan keluar dari kolam renang sampai beberapa menit kemudian.

Novi membungkus tubuh Kevin dengan handuk lalu masuk ke dalam ruangan, meninggalkan Kenny mengitari kolam renang sekali lagi. Lima menit kemudian dia menyusul dengan tubuh hanya berbalutkan handuk di pinggang.

Novi sedang mengeringkan rambutnya ketika Kenny masuk ke dalam dan meminta mereka untuk mengikutinya ke kamar. Dengan senang Kevin menarik tangan ibunya untuk mengikuti Kenny. Novi tidak bisa menolak meski dia tahu dia harus menolaknya, demi keamanannya. Novi merasa sangat tidak aman berada di dekat Kenny, dia bisa melihat gairah di dalam mata laki-laki itu saat mereka berdekatan. Novi tidak akan membohongi dirinya sendiri dengan mengatakan dia tidak tertarik dengan Kenny. Laki-laki itu tanpa berusaha sedikitpun mampu membuatnya memimpikannya dalam tidurnya yang sepi.

Di dalam kamar, Kenny mengeluarkan dua buah baju kaos untuk Novi dan Kenny sementara dia berkacak pinggang memperlihatkan dadanya yang bidang. Novi harus memalingkan wajahnya agar tak melihat dengan sengaja pemandangan tubuh Kenny, dia mengumpat dalam hati karena laki-laki itu sengaja melakukannya. Ketika Kenny hendak melepaskan handuk di badannya, Novi berteriak dan menutup matanya.

“Jangan coba-coba melakukan apapun yang ingin kau lakukan!!!”

Teriakannya mengagetkan kedua ayah-anak itu, bedanya Kenny tersenyum jahil sementara Kevin menutup telinganya sebal.

“Mama apa sih? Teriakannya ngalahin Kevin aja.” Kata Kevin sambil berusaha naik ke atas spring bed tempat tidur ayahnya.

“Kevin... Jangan lompat-lompat, nanti jatuh.” Panggil Novi khawatir. Dia seharusnya lebih mengkhawatirkan dirinya. Jubah mandi yang dipakainya hampir terlepas karena ikatannya yang tak kuat. Mata awas Kenny dapat melihat ke dalam belahan jubah yang tersibak bagaimana tubuh Novi tak terhalang apapun, selain jubah mandi itu saja.

Kevin tidak bisa disalahkan karena dia anak kecil. Setelah memakai kaos milik ayahnya, Kevin tertidur dan meninggalkan dua orang dewasa itu berada dalam situasi yang hangat bila tidak bisa di katakan panas. Kenny telah mengenakan pakaiannya kembali, sebuah celana pendek dan baju kaos putih polos. Novi tidak mau menerima pakaian Kenny, dia lebih memilih mengenakan jubah mandinya sambil menunggu kiriman pakaian dari rumahnya.

“Kau tak ingin menginap disini?” tanya Kenny sambil menghirup kopinya. Kenny membuatkan dua cangkir kopi untuk Novi dan dirinya, namun Kenny harus kecewa karena Novi tidak menyukainya. Kenny telah lupa sama sekali bila Novi tidak minum kopi. Novi hanya minum air putih dan jus buah.

“Itu adalah pertanyaan bodoh. Kau tahu aku tak akan menginap disini.” Jawab Novi keki. Dia masih merasa kesal atas perbuatan Kenny yang menceburkannya ke dalam kolam.

Mereka sedang duduk di ruang tamu rumah itu menonton acara di televisi meskipun mereka sama-sama tahu tak ada yang benar-benar fokus menyaksikan apa yang sedang di tayangkan di televisi. Jarak mereka duduk cukup berjauhan, ketika Kenny mencoba mengurangi jarak mereka, Novi akan berpindah mencari tempat yang lebih jauh. Tapi dia tidak cukup cepat mengantisipasi ketika Kenny mengambil langkah lebar dan menjepit tubuhnya di ujung sofa. Membuatnya tak bisa berkutik.

“Apa yang kau lakukan? Menjauhlah! Disana masih banyak ada kursi!!” bentak Novi marah. Dia tidak menyukai kedekatan mereka. Kenny hanya membuatnya tidak mempercayai dirinya, tidak mempercayai tubuhnya karena berada di dekat laki-laki menawan ini.

“Rileks... Kevin sedang tidur, kau tidak ingin membangunkannya, khan?” kini Kenny dengan berani telah melingkarkan lengannya di pundak Novi, mengapit tubuh wanita itu mendekat pada tubuhnya. Mereka seperti dulu lagi, duduk berduaan begitu dekat saat melewatkan waktu duduk-duduk di tepi Pantai Kuta, menghabiskan malam.

“Apa kau tidak punya pekerjaan lain selain mengerjaiku?” desis Novi marah. Tubuhnya benar-benar tidak dikuasainya lagi. Kenny mengurungnya dan laki-laki itu benar-benar bersikeras untuk melakukannya.


“Hmm... Aku rasa lebih menarik untuk menggodamu, Nov. Aku bisa melihat semburat merah di wajahmu. Kau masih sama seperti dulu, pipimu akan berubah merah setiap kali aku menggodamu.” Kini tangan Kenny telah dengan berani memegang dagu Novi, dia tidak habis pikir mengapa dia berani melakukannya. Mungkin jauh di dalam hatinya Kenny tahu, Novi tidak akan pernah mengasarinya. Novi adalah wanita dengan hati lembut, dia tidak pernah berkata-kata kasar padanya meski Kenny telah menyakitinya sedemikian hingga. Novi memilih untuk menghilang tanpa memberitahukan keadaan dirinya pada Kenny. 



41 comments:

  1. º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin
    Moga pertamax

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimna rasanya jd anonimous ya? Hak..hak.. Ehemm!! Sama2 ndong..

      Delete
    2. Anonymous @ hemmm ketahuan KTP Mu cin hihihiii

      Delete
  2. akh geli sendiri liat kelakuan novi ma si kenny udah buruan nikahn#h
    makasih mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau buruan nikah, the end donk sist? Belum nemu ide baru untuk dijadiin cerbung soalnya.. Ahahahha

      Delete
  3. tuh kan ide nyeburin novi kekolam itu membawa anugrah buat kenny
    duuuuuh mrka berduan lagi gara2 si kevin udah bobo, jgn kebablasan lagi ya ken tr si novi hamil lagi loh hahaha

    ReplyDelete
  4. makasih2 mami cyin! hihhihi
    suka suka sama caranya om kenny. semangat om kenny!

    ReplyDelete
  5. Kenny n Novi! Udh sna bruan nikah trus bln madu yg kdua..
    Jgn lma2..

    ReplyDelete
  6. nyahaha dasar kenny ttp yah pikirannya... ckckck
    tp gpp biar cpet dpt ade si kevin... wkwkwk

    ReplyDelete
  7. Wahahahaha
    Licik juga ni si kenny hihihi di bantuin pula ama kevin
    :D
    Kereen
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  8. Ciye, ciyeeee,, ada abg dimabuk asmara. Hihihihihi,,, lucu nih si ken dan novi,,,

    ReplyDelete
  9. hahaha.
    kenny emang mesum..

    thank mb shin

    ReplyDelete
  10. Makasihh mba shin,,,

    Ken2 ma novi lanjut,,,,

    ReplyDelete
  11. Makasihh mba shin,,,

    Ken2 ma novi lanjut,,,,

    ReplyDelete
  12. Makasihh mba shin,,,

    Ken2 ma novi lanjut,,,,

    ReplyDelete
  13. mbak shin,, tanggung jawab dong. malah tambah penasaran nih....

    ReplyDelete
  14. asyik,,asyik,,bab berikutnya dong mba shin...makasih ya...

    ReplyDelete
  15. Suka bangeeet
    Makaciiih mb cin :*
    Kevin pinter euuuyy, bobo biar si papa bs godain mamaah :p

    ReplyDelete
  16. aw aw aw *.*
    Kenny n Novi di mabuk asrama eh asmara xixiixxi
    Kenny otak mesum :p

    Mba shin thanks :)

    ReplyDelete
  17. Oh kevin makin sosweet deghh
    terus dong perjuangin Novi
    jangan lagi jadi Cowok lemot kasian Novi klo d sakitin terus

    ReplyDelete
  18. Baruu sempet bacaa. Huaaaaaaaaaaaa lanjutannya mba shinnnn

    ReplyDelete
  19. eheyyyyyy kenny, awas ahh nanti kebablasan lagi hhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah... ndak mgkn tante... ndak mungkin salah lagi maksudnya. lol

      Delete
  20. Lucu... Cra Kenny ngerjain Novi. Sabar Ken, Novi msi malu-malu kucing.. Heheh.

    ReplyDelete
  21. Ken pake strategi yg jitu buat dapetin novi ntar pasti luluh:p thanks mb shin;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa... kyk mau perang aja sist.. lol

      Delete
  22. Waduh ini Novi jinak-jinak merpati hihihi

    makasih sist Shin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... namanya jg cewek... catch me if you can..

      Delete
  23. Awas low ken, ntar si kevin bangun,hehe...
    ( Met kenal Mbak Shin. Sebenarnya uda hampir sebulan jd silent reader, jadi pas q buat blog, baru deh komen)

    ReplyDelete
    Replies
    1. met kenal juga sist, selamat bergabung jadi reader disini ya. semoga berkenan. btw dirimu suka Detektive Conan ya? toss dulu.. ehhehehhee...

      Delete
    2. hehe..bukan berkenan lagi,terlalu berkenan lagi ampek mua karyax mbak shin uda q baca mua. Toss balik mbak...q emg fans berat conan x ai

      Delete
  24. mbak Shin.. Kra2 si Kenny sma Novi bkal ada rncana buat anak lg gak? Muahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, nanti coba aku tanyain mereka ya. ahhahaa...

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.