"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Tuesday, April 30, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 17



“Kau memang laki-laki tak punya kerjaan. Lepaskan aku!!” Novi mencoba melepaskan tangan dan tubuhnya dari Kenny. Dia tak berdaya, Kenny cukup kewalahan menjaga Novi ada dalam pelukannya, dia berhasil, karena Novi akhirnya bernafas dengan terputus-putus, dia tidak bisa melarikan diri dari laki-laki ini.

“Lebih baik kau diam, Nov. Semakin kau melawan, semakin habislah tenagamu dan semakin senanglah aku menggodamu.”

“Kau laki-laki bajingan. Kau tidak punya hak untuk menyentuhku lagi. Lepaskan! Cepat lepaskan!! Ugh!!!” Novi bersikeras dengan sisa-sisa tenaganya untuk dapat kabur. Lalu Kenny mendesakkan tubuhnya menindih Novi di antara tubuhnya dan sudut sofa.


“Kenapa tidak, Nov? Bukankah selama ini kau tak pernah mencari penggantiku? Jadi bisa kukatakan kau masih menungguku, khan? Aku lah laki-laki pertama dan terakhirmu...” Kenny mencoba mendekatkan wajahnya, mencuri sebuah ciuman yang telah lama di dambakannya. Novi memalingkan wajahnya kesal. Dia mengumpat pelan, tak ingin Kenny mendengarnya.

“Hmm.. Apa yang kau katakan, Nov? Aku tidak mendengarnya.” Kenny masih berusaha menggoda Novi. Kenny kini mengecup rahang dan pipi wanita ini, sesekali turun ke lehernya dan kembali merangkum wajah Novi menautkan tatapan mata mereka.

“Bolehkah aku menciummu, Nov? Aku telah merindukan saat-saat dimana aku bisa bertemu denganmu lagi. Aku.. merindukanmu, sangat...” bisikannya pedih, Novi dapat merasakan kesepian dan kesedihan Kenny dari suaranya yang dalam, terdengar begitu jauh mengambang.

“Tidak. Kau tidak boleh menciumku. Seperti katamu, Ken. Aku memang tidak mendapatkan penggantimu, karena aku tidak mencarinya. Sedangkan kau.. aku yakin kau telah mendapatkan penggantiku, aku tak akan heran wanita silih berganti datang kepadamu. Jadi sebelum kau merasa dirimu begitu suci karena aku tahu kau tak suci, maka lepaskan aku. Aku muak melihatmu berlagak seperti orang yang masih menyimpan kenangan lama sementara perbuatanmu begitu kontras dari apa yang kau lakukan. Jangan kotori aku dengan dirimu yang kotor.”

Tubuh Kenny membeku, kata-kata Novi begitu tajam menusuk hatinya. Novi memang benar, Kenny menyadari hal itu. Dia tidak ingin membenarkan perbuatannya dengan mengatakan bila dirinya seorang pria, bila dia memiliki kebutuhan yang lebih besar daripada seorang wanita. Akan terlihat bodoh dan kekanak-kanakan bila Kenny mengutarakan alasannya seperti itu. Karena kenyataannya Kenny ‘memang’ selalu berusaha melupakan Novi dengan memacari wanita-wanita yang dikenalnya dulu.

Melihat Kenny yang tidak memaksanya lagi, Novi dengan mudah bisa meloloskan diri dari kurungannya. Kenny masih terdiam seperti itu di sofa hingga mobil yang menjemput Novi dan Kevin datang. Mereka pergi dari sana meninggalkan Kenny dengan wajah pucat terguncang. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya saat melambaikan tangan pada mobil yang menjemput anak dan ibu dari anaknya itu.

~~~~

Kenny masih datang setiap hari menemui Kevin namun sejak saat itu Kenny mulai menjaga jarak dengan Novi. Hatinya masih berduka mengingat kata-kata yang Novi ucapkan padanya waktu itu. Kenny sedang mengerjakan pekerjaannya di laptop ketika Kevin baru saja pulang dari sekolahnya, dia dan ibunya berkunjung ke rumah kontrakan Kenny.

“Papa... Papa...” panggil Kevin menemui ayahnya.

Kenny menggendong tubuh anaknya, mendudukkan bocah kecil itu di atas pahanya. “Gimana kabar anak Papa hari ini?” tanya Kenny senang. Dia menoleh ke belakang Kevin, Novi sedang berusaha mengalihkan pandangannya dari Kenny.

“Duduklah. Akan aku ambilkan minuman.” Kata Kenny padanya.

“Tidak usah repot-repot, aku baru saja minum.” Jawab Novi ketus. Kenny tidak habis pikir mengapa Novi bersikap seburuk itu padanya terlepas dari kesalahannya dulu dan dia sudah meminta maaf dan masih berusaha untuk memperbaiki kesalahannya. Namun Novi tidak pernah mau membuka hatinya lagi untuknya. Lama kelamaan Kenny merasa semakin terpuruk dan tidak berarti lagi. Hatinya sedih karena semua bayangannya mengenai kesempatan kedua bersama Novi dan Kevin sirna. Novi sungguh sangat sulit untuk di dekati.

“Aku tetap ingin mengambilkanmu minuman, juga untuk Kevin. Duduklah.” Perintah Kenny tanpa tersenyum. Dia yang biasanya tersenyum tidak bisa memberikan sebuah senyuman pun pada Novi ketika hatinya merintih kesakitan, pilu dan beban dalam dadanya terasa begitu berat.

Kenny meletakkan pekerjaannya dan menghabiskan waktu di hari minggu bersama dengan anaknya, mereka berencana untuk pergi ke supermarket lagi siang nanti, hobi yang dulu pernah digandrungi Kenny kala masih remaja. Karena Kevin menolak untuk makan di luar rumah, maka Novi memasakkan makanan untuknya dan Kenny. Meski tak ditunjukkannya, Novi memang memperhatikan laki-laki yang menjadi ayah anaknya ini. Dia memang menunjukkan permusuhan pada Kenny namun itu tak lebih hanya untuk melindungi dirinya dari rasa sakit hati dan kekecewaan karena seorang wanita lain yang diketahuinya telah berada di sisi Kenny.

Novi tidak ingin berharap lebih dari apa yang bisa ditawarkan Kenny padanya. Bahkan untuk bisa berada di samping laki-laki ini pun Novi harus menekan rasa sakit hatinya memikirkan seorang wanita lain telah mengisi hidup Kenny. Dia sering melamun saat Kenny dan Kevin asyik berenang di dalam kolam renang, Kenny akan memperhatikannya dan berpikir apa yang sedang memenuhi pikiran ibu anaknya hari ini.

Kevin masih berenang-renang di atas pelampungnya saat Kenny keluar dari kolam renang dan menghampiri Novi. Wanita itu masih melamun tanpa menyadari Kenny yang sedang memperhatikan wajahnya yang ekspresif. Kenny tersenyum penuh nostalgia. Dia mengingat saat pertama kali mereka bertemu di bandara, ketika Novi dengan motor bebeknya menjemputnya di bandara, mereka sama-sama gugup, Kenny merasa telapak tangannya berkeringat saat berjabat tangan untuk pertama kalinya dengan Novi.

Meskipun mereka telah begitu dekat melalui telephone, perasaan asing yang mereka rasakan saat pertama kali bertemu terasa nyata. Lama kelamaan perasaan itu mengikis setelah Kenny mencairkan kegugupan mereka dengan menanyakan langsung maksud hatinya, mereka pun resmi berpacaran sejak saat itu.

“Apa yang kau pikirkan, Nov?” tanya Kenny membuyarkan lamunan Novi.

Novi mendapati dirinya menatap langsung pada mata Kenny yang tersenyum memandangnya, senyum  yang pernah begitu disukainya, senyum yang sering diimpikannya bahkan hingga kini. Dengan salah tingkah Novi memperbaiki letak duduknya, wajahnya merona merah karena kedekatan wajah mereka. Kenny sedang duduk di kursi panjang di sebelah tempat Novi berbaring, dia membungkuk untuk dapat melihat langsung wajah wanita yang begitu dicintainya.

“Bukan apa-apa.” Jawab Novi membuang mukanya kesamping. Jantungnya berdebar kencang, Novi merutuk hatinya karena lupa dengan keadaan sekitarnya dan tidak siaga saat Kenny telah berada di sampingnya.

Kenny tersenyum kecil sebelum berpindah tempat untuk duduk di sisi kursi Novi. “Apa yang kau lakukan?” tanya Novi panik. Dia mencoba turun dari kursi itu tapi Kenny lebih cepat mencekal pundaknya dan merangkum tatapan mata mereka hingga begitu dekat. Novi dapat merasakan desah nafas hangat Kenny pada pipinya.

“Aku ingin mencium ibu dari anakku, wanita yang aku cintai, karena dia terlihat sungguh menggemaskan.” Senyum Kenny jahil.

Novi tidak sempat menghindar saat Kenny mencium bibirnya, ciuman lembut tanpa paksaan itu membuat darah novi berdesir, teringat kembali pada ciuman-ciuman mereka dulu. Novi mengetatkan tinjunya di dada Kenny, tubuhnya menegang merasakan bibir Kenny melumat bibirnya. Mata laki-laki itu terpejam menikmati ciuman mereka, Novi dengan salah tingkah ikut memejamkan matanya, tak lama kemudian diapun dibawa melayang terbang tinggi oleh ciuman Kenny. Sementara Kevin mengawasi dari jauh sembari mengayuh-ngayuh tangannya untuk menepi, namun saat Kevin melihat orang tuanya berciuman, Kevin menutup mulutnya yang menganga lalu mengikik pergi menjauh dan mengayuh-ngayuh tangannya penuh semangat.

Mereka masih berciuman lima menit kemudian, tubuh Kenny telah merapat di atas tubuh Novi, tangan Novi telah melingkar di leher laki-laki itu. Mereka begitu larut dalam dunia mereka, tenggelam dalam kerinduan yang telah terpisah sekian lama. Saat Kenny melepaskan ciuman mereka dengan nafas tersengal-sengal penuh gairah, matanya berkabut menandakan Kenny sedang menahan gairahnya yang meletup-meletup dalam dada. Novi pun tak kalah kaget dengan akibat dari ciuman mereka, Novi telah melupakan alasan mengapa dia tidak ingin bersama dengan laki-laki ini meski Novi tahu hanya Kenny lah laki-laki yang selalu ada dalam hatinya.

“Menikahlah denganku, Nov... Aku mencintaimu. Aku... ingin menebus semua kesalahanku dulu, aku ingin menjadi orang yang bisa menopang kepalamu saat kau lelah, menjadi tempatmu untuk berteriak saat kau marah, menjadi tempatmu menangis bila kau sedih, menjadi temanmu bila kau bersuka cita, aku... ingin menjadi bagian dari seluruh hidupmu, Nov.”

Novi bergerak gelisah di bawah Kenny, dia tidak berharap mendengarkan semua kata-kata Kenny barusan. Semua terlalu cepat bagi Novi, dia belum siap untuk menerima Kenny seperti bagaimana laki-laki itu ingin dirinya.

“Ka..kau bilang apa, Ken? Aku.. aku tidak perlu itu semua. Kau tidak usah susah-susah berkorban untukku. Kau tidak perlu menebus apa-apa, justru aku yang harus berterima kasih, karenamu aku memiliki Kevin, memiliki usaha restoranku, menjadi mandiri dan tidak perlu siapapun lagi. Aku bisa hidup sendiri, kau tidak usah mengkhawatirkanku atau Kevin. Aku masih bisa menghidupi dan memberikan sekolah yang terbaik untuknya.” jawab Novi tercekat.

Perasaannya campur aduk, antara pengharapan, suka cita dan kekhawatiran bahwa semua yang dikatakan Kenny hanyalah cara untuk meminta maaf padanya. Dan Novi tidak ingin Kenny merasa terpaksa untuk menikahinya, terlebih laki-laki itu telah memiliki seorang wanita yang mungkin mencintainya. Novi tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka.

“Mengapa kau kira aku memintamu menikah denganku hanya karena rasa bersalah?” Kenny menarik nafasnya dalam-dalam, dia merasa tersinggung Novi berpikir seperti itu mengenai niatnya. Kenny memang ingin bertanggung jawab atas semua kesalahannya, dia ingin menjadi orang yang akan melindungi anak dan istrinya, wanita yang dicintainya, bukan hanya karena ingin mendapat maaf atas semua kesalahannya dulu. Kenny tidak habis pikir mengapa Novi bisa berpikiran sebegitu picik dengan maksud hatinya.

“A.. Bi..bila kau ingin mendapat hak asuh Kevin, kita bisa membicarakannya baik-baik. Tidak perlu harus menikah. Ah.. Kita bisa membagi waktu bila kau mau, Kevin akan tinggal beberapa hari bersamamu dan beberapa hari bersamaku. Tapi istrimu nanti juga harus menyayangi Kevin seperti anaknya sendiri, kalau tidak, maka tidak akan aku biarkan dia tinggal bersamamu meski hanya setengah hari sekalipun.” Jawab Novi terengah-engah, dia sibuk mencari alasan untuk menolak lamaran Kenny.

Mata Kenny menyipit saat mendengar Novi menyinggung istri masa depannya. “Demi Tuhan, Nov... Hanya dirimu wanita yang ingin aku nikahi. Aku memang memiliki hubungan masa lalu dengan wanita lain, tapi hanya kau satu-satunya wanita yang ingin kunikahi. Aku tidak bisa membayangkan wanita lain menjadi istriku, berpikir pun aku tidak ingin. Aku tidak akan menikah bila bukan denganmu, aku tidak akan memiliki anak lain bila bukan denganmu.” Jawab Kenny geram.

Novi menepis ucapan Kenny, berusaha untuk tidak mendengarnya. Meski dia mencoba sekuat tenaganya untuk menolak Kenny, tak ayal saat laki-laki itu mengatakan bahwa dirinya pernah memiliki hubungan spesial dengan wanita lain melukai hati Novi. Wanita ini cemburu dengan kedekatan Kenny dengan wanita-wanita lain itu. Novi merasa egois akan dirinya karena menginginkan Kenny seperti seorang bikhsu yang tidak menyentuh wanita lain saat mereka tidak bersama. Mengetahui Kenny pernah memiliki perasaan khusus dan ketertarikan pada wanita-wanita itu hanya mengikis rasa percaya diri Novi perlahan-lahan, dia semakin tak yakin akan sanggup membuat Kenny bertahan dan mencintainya terus.

Novi tidak menjawab perkataan kenny, dia hanya diam terduduk di sisi kursi dan menekur menatap kakinya yang telanjang. Novi membiarkan Kenny berpikir mengenai apapun yang harus mereka lakukan setelah ini, Novi tidak ingin memberikan Kenny jawaban yang dia simpan dalam hatinya. Novi tidak ingin memberikan kepastian pada Kenny karena setengah dari dirinya masih berharap suatu hari dia akan berubah dan mampu menerima Kenny lagi.

Tapi Kenny dengan gusar bangkit dari kursi itu dan meninggalkan Novi dan kekeras-kepalaannya. Kenny mengangkat tubuh Kevin dari dalam kolam renang dan mengeringkan tubuh anaknya dengan handuk. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Novi yang masih duduk termenung dengan perasaan gundah dan diam dalam kebisuannya. 


23 comments:

  1. Wah dah diapdet... thx you sis:)
    Novi msh ragu yakh... tapi kurang seru klo langsung ngiyain yakh... pengen thu gmna sepak.terjang kennybuat luluhin novi

    ReplyDelete
  2. Pria...maunya si perempuan ga ada yg nyenggol tapi dirinya senggal senggol kemana2...

    "̮° Ł‎​ђąηk ўσυ °"̮ mbak shin,

    Bru s4 kommen...ahahahays lanjtny kapan nih :D

    ReplyDelete
  3. wow kenny.
    cie novi cemburu

    makash mb shin

    ReplyDelete
  4. Ganti cara lain dong Ken jangn gampang nyerah, ada 1000 jalan menuju Roma!

    ReplyDelete
  5. wakakakka, si novi masih jual mahal nihh yeee
    dasar si novi, marah2 mau... hahhaha

    makasih mba shin sayang, :*

    ReplyDelete
  6. º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin
    Sabar aj y ken2 "puk2 kenny

    ReplyDelete
  7. thanks mbk cin :) kepin.....lope u <3

    ReplyDelete
  8. Persulit aja Kenny nya Nov, biar tambah pusiiingg.... yang nulis ceritanya hehehe *pis mbak shin :)

    ReplyDelete
  9. Kennyyyyyyyy °•(>̯┌┐<)•°

    ReplyDelete
  10. ayolah nov,terima aja lamarannya kenny. Buka lembaran bru kamu sama kenny n kevin..

    ReplyDelete
  11. Ini yang galau novi, ken, pembaca atau mbak shin????
    Hahahahaha

    ken, ayo semangat lagi. Hanya perlu lebih meyakinkan novi, ayo dong kevin bantuin papanya,

    mbak shin makasih ya

    ReplyDelete
  12. thx mbak shinnn. mbak mau 18 yahh, hehehehe

    ReplyDelete
  13. aduuuuuh novi ampun dah keras kepala!!!!
    kenny udh blak2an masih aja salah...
    hemmmm

    ReplyDelete
  14. Nov... Udah dech jgn trlalu jual mahal ntar si Ular Hesti menyambar Kenny bsa2 nangis bombay tiap mlm...

    ReplyDelete
  15. Nov... Udah dech jgn trlalu jual mahal ntar si Ular Hesti menyambar Kenny bsa2 kmu nangis bombay tiap mlm...

    ReplyDelete
  16. Hahaha
    Novi cemburu ternyataah
    Ya gpp lah Ken, susah dikit ngedapetin novi nya
    Biar usaha teruus
    Mehehehe
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  17. Ayo kenny... Semangat... Kejar novi sampai ngos-ngosan... :)

    ReplyDelete
  18. ayolah Nov mau ajaaa....
    kl gak, Kevin tak culk lho....

    ReplyDelete
  19. aduhh novi,, kamu keras kepala banget sich,,, ayo kenny jangan mau menyerah

    ReplyDelete
  20. kevin...bagus nak!! Kalo papa mamamu gi berduaan, kamu menjauh aja. Biar cepet dapet adik!!
    btw kangen ma keluarga besarx kenny yg lucu. Kapan ya mereka muncul lg??

    ReplyDelete
  21. Javan @ hahaha ngakak baca komenmu :D

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.