"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, April 12, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 2



Hanya saja semua pikiran awal Kenny salah. Ketika Novi menyambut gayung perasaannya dengan malu-malu, Kenny melompat girang dari atas ranjangnya sebelum jatuh berdebum di lantai dan menyakiti punggung dan pantatnya. Dia menutup mulutnya agar tidak membangunkan seisi rumah yang mungkin mendengar suara mengaduhnya.

Novi memang memiliki perasaan yang sama pada Kenny. Perhatian laki-laki itu padanya begitu tulus, kekhawatiran Kenny pada kehidupan Novi telah memupuk perasaan sayang dalam hati gadis itu sehingga perasaan yang akhirnya diungkapkan pun tertaut dan membawa mereka ke dalam sebuah hubungan LDR alias Long Distance Relationship dan mereka berjanji akan saling jujur dengan perasaan mereka walaupun jarak begitu jauh menghalangi.

Tapi setelah dua bulan berpacaran jarak jauh, Kenny merasa tak cukup. Dia pun dengan uang tabungan dan uang jajan yang dijejalkan ibunya padanya akhirnya terbang ke Bali untuk yang pertama kalinya dalam hidupnya, untuk menemui kekasih hatinya, pujaan hatinya yang hanya sering ditemuinya dalam telephone, webcam, internet dan sms-sms.

Wajah Kenny masih cerah saat Novi akhirnya menjemputnya setelah pulang dari tempat kerjanya. Mereka bersalaman dengan canggung, Kenny tak menyangka Novi akan seperti apa yang dilihatnya sekarang. Dari foto yang dia kirimkan pada Kenny sebelumnya, yang terlihat begitu cantik di mata Kenny rupanya tak cukup sanggup menggambarkan kecantikan asli pacarnya  yang sedang berdiri di depan wajahnya dan tersenyum malu-malu dengan pipi merahnya. Kenny jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis ini.

“Hai.. Aku Kenny.. Kenny Alexander Lee...” sapa Kenny sambil menjulurkan tangan kanannya untuk bersalaman.

Dengan sopan Novi pun menerima sambutan tangan Kenny dan tangan mereka untuk beberapa saat masih tertaut tanpa ada yang ingin melepaskan, mereka termagnet oleh arus listrik yang saling tarik menarik dari tubuh mereka. “Novita Laksmi.” Balas Novi.

Kenny hanya membawa sebuah koper kecil yang berisi pakaian-pakaian nonformal, beberapa lembar celana dalam dan uang. Dia lebih suka membawa uang daripada peralatan mandi ataupun peralatan-peralatan lain yang hanya akan memenuhi kopernya dan beban lain pada keberangkatannya. Kenny pun meminta diantarkan untuk mampir ke sebuah mini market di bilangan jalan Legian. Kenny menginap di salah satu hotel yang terdapat di jalan Legian, Kuta, Bali, dekat dengan lokasi Ground Zero dan bar-bar beserta klab malam yang meramaikan nuansa malam daerah wisata Kuta.

“Ayo masuklah dulu, kamu belum ingin pulang, kan? Aku masih banyak yang belum aku tahu tentang daerah ini. Akan sangat membantu bila kamu mau memberitahuku hal-hal basic.” Pinta Kenny setelah mereka check in ke dalam kamar.

Novi kemudian mengikuti Kenny lalu duduk di atas ranjang menunggu bell boy keluar dari kamar setelah menerima tipping dari Kenny. Dia pun langsung meletakkan kopernya di lemari sebelum mengikuti Novi duduk di atas ranjang.

“So.. Langsung saja.. Setelah kamu melihatku.. apakah kamu masih mau menjadi pacarku, Nov?” tanya Kenny. Matanya menyelidik ke dalam dua bola mata coklat milik Novi yang berusaha menunduk menyembunyikan tatapan matanya, dia masih merasa malu berduaan di dalam kamar seperti ini bersama Kenny yang terlihat tak terpengaruh sama sekali.

Kenny pun tak sabar, dia merangkum wajah Novi dan menyelaraskan tatapan mata mereka. “Jawab aku, Novi... Aku tak kesini jauh-jauh untuk berwisata ke Bali, aku kesini untuk menemui pacarku, wanita yang aku cintai, yaitu kamu.” Katanya lagi.

Novi menelan ludahnya, dia dengan tubuhnya yang dirasanya tak pantas untuk disandingkan dengan seorang Kenny yang tampan, berkulit putih bersih, mata yang tak terlalu sipit untuk ukuran orang Tiong Hoa, supel, berwawasan luas dan ramah, Novi tidak berani mengeluarkan kata-kata yang telah terjebak dalam tenggorokannya. Tapi Kenny tak akan melepaskan rangkuman tangannya pada wajah Novi sebelum mendapatkan jawaban dari wanita ini.

“Jawab aku, Nov.. Please...” pintanya lagi.

Novi pun mendesah, dia sungguh bimbang. Dia takut Kenny tak akan puas dengannya dan memutuskan hubungan mereka setelah dia bertemu dengannya. Sejak mengetahui rencana kepergian Kenny ke Bali, Novi berusaha meredam kegalauannya demi bertemu dengan laki-laki ini. Laki-laki yang memiliki hatinya, laki-laki yang tak diketahuinya akan masih mau menerima dirinya dengan segala kekurangannya dan wajah tak cantiknya.

“Ken.. Justru aku yang harus bertanya seperti itu sama kamu. Kamu sudah lihat aku, kan? Aku.. beginilah, Ken.. Aku jelek, hitem, gemuk.. Apalagi pekerjaanku kan koki, setiap hari berhubungan dengan makanan.. berat badanku semakin bertambah. Aku justru takut kamu yang tidak akan mau melanjutkan hubungan kita...” jawab Novi sedih. Dia menundukkan wajahnya dan Kenny tak berusaha memaksanya untuk mendongak lagi.

Namun yang ada, Kenny memeluk tubuh Novi dan mengelus rambutnya lembut. Dia mendesah, desah kelegaan dari nafas yang telah ditahannya sedari tadi. “Ahh.. syukurlah kalau begitu. Artinya kita masih baik.. Kita masih lanjut, Nov.. Dan aku akan berusaha membuat hubungan ini lebih dari sekedar pacaran jarak jauh, aku tak ingin kamu beranggapan dengan jarak memisahkan kita kemudian aku hanya akan bermain-main denganmu. Tidak.. Aku telah jatuh cinta padamu dulu, pada pribadimu yang hangat, keramahanmu, dirimu yang sopan dan perduli padaku.. dan sore tadi.. aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada fisikmu.. Bagiku seperti apapun kamu, cintaku tak akan berubah, Nov.. Aku yakin, karena aku bukanlah pembohong dan aku tak pernah berbohong pada diriku.” Kenny menatap wajah Novi, lalu tanpa izin mengecup keningnya dan pucuk hidungnya.

“Kamu dengar? Karena kita adalah pacar.. Maka aku punya hak untuk menciummu.. Aku tak akan memaksa lebih dari itu, Nov.. Kita berdua sudah melakukan lebih dari sekedar ciuman lewat handphone.. haha.. ya.. kamu tak usah malu, karena aku tak malu. Aku menyukainya, aku menikmatinya... Namun, aku tak akan memintamu seperti itu, tidak sebelum kita menikah.. Bila kita berjodoh nanti. Ok?” Kenny pun tersenyum senang setelah melihat anggukan pada wajah Novi.

Selama seminggu liburannya di Bali, Kenny sering berkunjung  ke tempat Novi bekerja, sekedar makan siang ataupun makan malam disana, menikmati masakan tangan kekasih hatinya. Kenny adalah orang yang royal, dia memberikan tip dalam jumlah yang wajar, bukan pelit, maka dalam sekejap dia menjadi pelanggan idola di tempat itu. Dia juga bukan pelanggan yang berbelit-belit dan meminta pesanan yang rumit, Kenny menerima apa yang ada di menu dan menikmati apa yang dihidangkan untuknya, karena bagi Kenny, apapun yang dimasakkan Novi untuknya bagai menikmati cinta yang dibuatkan oleh kekasihnya.

Setelah pulang dari tempatnya bekerja, Novi dan Kenny lalu mampir ke Pantai Kuta. Pukul dua belas malam mereka masih duduk-duduk berdua di trotoar sebelum berpindah ke dalam, dipinggir-pinggir pagar yang menghadap ke arah pantai. Suasana sepi dan remang-remang dengan tanpa banyak orang yang lalu lalang membuat suasana terasa romantis. Novi merebahkan kepalanya di pundak Kenny dan laki-laki itu mengelus punggungnya sayang.

“Besok.. Kamu sudah pulang, Ken.. Aku akan kangen kamu.. Tiap lihat pantai ini, aku pasti ingat kamu...” Novi berusaha membuat suaranya terdengar ceria, namun Kenny tahu, hati gadis ini sama sesaknya dengan hatinya. Sangat berat bagi Kenny untuk meninggalkan pulau ini, hatinya tak ingin berpisah dari Novi.

Kenny mengetatkan pelukannya pada bahu Novi, “Ya.. Aku juga akan selalu merindukanmu, Nov... Aku berjanji, lain kali kita pasti akan bertemu lagi. Aku akan bekerja dengan giat, mengumpulkan uang dan berlibur kesini lagi, ok? Jangan sedih.. Aku ikut sedih melihatmu seperti ini.” Katanya sambil mengusap air mata yang mulai jatuh di pipi Novi. Lalu Kenny membawa Novi ke dalam pelukannya.

“Sayang... Tak apa-apa.. Kita masih bisa berhubungan lewat telephone, kan? Sms? Bahkan bisa video call... Aku berjanji akan rajin-rajin membalas sms mu saat waktu senggangku. Kamu tahu.. sebentar lagi aku sudah harus menyiapkan bahan-bahan skripsi.. Mungkin semester depan waktuku penuh hanya untuk belajar. Kamu juga tahu, aku ingin cepat-cepat lulus dari kampus ini, aku ingin segera membantu ayahku. Aku ingin secepatnya mandiri, Nov.. Aku ingin membangun sebuah rumah yang layak untuk kita tempati nanti.. bersama anak-anak kita. Kamu suka, kan? Ide rumah besar untuk keluarga besar?” tanya Kenny sambil menoel hidung Novi yang masih terisak, tawanya keluar juga saat Kenny melemparkan lelucon itu padanya.

“Aku akan menunggumu, Ken...” jawab Novi akhirnya. Mereka kemudian berpelukan seperti itu hingga satu jam kemudian ketika Novi akhirnya mengantarkan Kenny ke hotelnya. Kenny memberikan sebuah ciuman di dahi sebelum Novi mengendarai motornya menjauh dari lobi hotel itu. Kenny masih melambaikan tangannya pada jalanan yang telah kosong, hatinya sedih karena sebentar lagi sudah harus berkemas dan meninggalkan pulau ini.

Novi sengaja mengambil libur hari ini, dia ingin mengantarkan Kenny ke bandara yang tak jauh dari hotel tempat Kenny menginap. Sebelum menuju bandara, mereka singgah ke sebuah rumah makan yang menjual nasi campur lengkap dan enak yang terdapat di sebuah pasar di kawasan Seminyak. Mereka berbincang-bincang mengenai hal-hal lain dan saling tak ingin menyinggung kata perpisahan.

Tapi ketika akhirnya Kenny harus berjalan masuk ke dalam gedung bandara dan mendaftarkan penerbangannya, ketika Novi harus mengendarai motornya menjauh dari hadapan Kenny, laki-laki itupun tak sanggup untuk menahan lagi perasaannya.

Di hadapan masyarakat umum dan pelancong internasional beserta petugas keamanan dan polisi yang menjaga bandara, Kenny pun mencium bibir Novi untuk yang pertama kalinya sejak seminggu dia ada di Bali. Baru kali inilah dia mengizinkan dirinya untuk mengecap lembutnya bibir Novi. Orang-orang yang melihat mereka berciuman dengan mesra dan menyadari arti dari ciuman mereka itu hanya tersenyum dan bertepuk tangan tanpa merasa iri ataupun keberatan dengan pemandangan di mata mereka. Bali.. adalah salah satu tempat dimana orang-orang berciuman di depan umum dan tak ada yang melarangnya.


Pukul sebelas siang tepat, akhirnya pesawat Garuda Indonesia Airways yang membawa Kenny kembali ke Jakarta mengumandang di angkasa. Meninggalkan langit Bali dan sebuah hati yang merindukan kepergian salah seorang penumpangnya.  

Chapter 3
Chapter 1 


40 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. komen baru bacaaa,,,makasih mba shin mmuuaahhh,,,,mba resepnya bikin story menggebu2 eeehh maksudnya mengharu biru bikin terhanyut gimana yak????

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 sista... resepnya?? mungkin musti sambil mendayung sist.. biar hanyut.. ehh..

      Delete
  3. akh penasaran lanjutannya kak
    kenap novi ma kenny pisah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan kenny musti balik ke rumahnya. ke bali cm liburan ehhehehe

      Delete
  4. º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin
    Baca dlu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaaaaaa *emot nangis
      Aq ngerasain tu ap yg d rasain novi n kenny

      Delete
  5. dah bacaaa,,,si ken2 cinta tp kok putus hmmmm,,,,dapani2 mba shinnn haluuuu....

    ReplyDelete
  6. Sedih, harusna jgn dipisahkan, takutna Novi keburu di gaet ma cowo laen :(
    Btw Makasih Mba Shin, krn dah di posting bab 2 na (^_^)

    ReplyDelete
  7. Penasran bab lanjutannya neh mbaa..(X yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. ditunggu ya. mdh2an lusa bisa keluar :D

      Delete
  8. Mengharu biru ``~~ bacay,,
    di tunggu lanjuty

    ReplyDelete
  9. Selamat ya Miss Shin akhirnya setelah lama tidur 'pules' bisa bangun dengan ide fresh..... Makin setia deh ama Myowndramastory...& CEO nya yg cantix....

    Sorry bgt nich, Cuma ada satu yang bikin ng'ganjel (hehehe... pintu kalee.. ganjel) di ati kenapa ya tokoh utamanya namanya 'Kenny' soalnya kesan yg aku dapet tu nama ini nggak "macho" gt... (jgn marah ya miss...) malah berkesan kayak cewek.... (Kritik kalo membangun boleh dunk...) Xixixi.... Meskipun saya tahu cerita yg Miss Shin tulis bersetting keluaraga Tionghoa , dana nama Kenny biasanya umum dipakai....

    Kita kan baca cerita biasanya berimajinasi kan...kalo pemilihan nama & kata nggak tepat biasanya imajinasi pembaca juga nggak pas ya nggak Miss??

    Btw....cerita sich OK bangeeet.... Jangan menyerah miss ....Thanks sbumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. baru tahu aku kalau Kenny terkesan cewek. :)

      kenapa pilih nama kenny? karena memang itu nama umum di orang tionghoa dan bukan nama dari kelas atas, karena wkt orang tua kenny muda, mereka bukan orang kaya. jd gak mungkin terpikir ngasi nama anak mereka kyk nama anak-anak sekarang yang sepanjang kereta api hingga minimal 6 kata. hahaha... dan aku gak mungkin makai nama Hendra, Andre, Alex, dan nama2 umum lain, terlalu indonesia. wkwkkwkw.. sedang William udah kepake.. :musti nyari nama2 Indonesia n Tionghoa yang bagus nih:

      btw thanks masukannya ;)

      Delete
  10. jadi pengen liburan ke bali lgi hehehe,, g pernah bosen karena suasanya yg beda dgn d jawa xixixi
    thank u mbak shin *lope*

    ReplyDelete
  11. kl diliat dr ceritanya kayanya mrka saling mencintai tp kenapa akhirnya putus?? sampe bikin kenny semacam trauma(?)
    penasaran sama lanjutannya

    ReplyDelete
  12. Ini pisahnya masi baek2 trus apa yg bikin kenny trauma mb shin?? Penasaraaaan
    Hihihih
    Makin setia nongkrongin myowndramastory deeh :D
    Makasih mb shin :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada dehh... nanti jg tahu ihiihihhi asyik... makasi kembali sista :D

      Delete
  13. asik uda bab 2 entr mlm ku kejar baca bab 1 n 2 hehehe thx cin...

    ReplyDelete
  14. Numpang komen sist hihi, Habis Ini aq baca dech hihihi , tengkyu chinnnta

    ReplyDelete
  15. awal yang manis.
    semog akhirnya pun tak kalah manis.

    kecup kecup mb shin

    ReplyDelete
  16. kang kenny manisnya dirimu... tapi masih penasaran sama alasan yang membuat kenny akhirnya menutup pintu hatinya selama bertaun2...

    ReplyDelete
  17. Hikss sedih bener baca'a...
    Jadi ƍäªk sabar nih mba, penuh misteri...

    ​​​☂♓ÅNK•̃ Ɣ☺ΰ mba shin kecup2 basah

    ReplyDelete
  18. mba shin sakit yak,,,maappp ga tau semoga cepeg sembuh plus semangaddd ya mba,,,,mmmuuaahhh

    ReplyDelete
  19. mba shin sakit yak,,,maappp ga tau semoga cepeg sembuh plus semangaddd ya mba,,,,mmmuuaahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. cuman sakit bulanan kok sist. whwhhwhw makasi doanya :D

      Delete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.