"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, April 15, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 3


Present day

“Tok-tok” suara pintu kamar diketok dari luar.

“Ko Kenny.. bangunnnnnnn!!! Bentar lagi mau ke Kuta lho beli oleh-oleh.. Kalau nungguin koko bangun normal bisa telat!! Buruan bangun!!” teriak Kristin keras-keras. Sedetik kemudian pintu telah terbuka dan memperlihatkan wajah angot Kenny yang terusik dengan suara adiknya. Dia telah memakai pakaian rapi dan siap untuk berangkat ke tempat yang dimaksud.

“Berisik!!” ketusnya pada adiknya yang dibalas dengan juluran lidah meledek.

Meskipun upacara pernikahannya akan diadakan besok, Kristin dan keluarganya dari pihak mempelai wanita menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan seharian penuh dan membeli oleh-oleh untuk teman-teman di Jakarta. Bahkan Kristin telah menyiapkan secarik kertas yang berisi daftar belanjaan yang harus dibelinya, daftar pesanan oleh-oleh dari teman kantornya.


“Niat banget, ini mau nikah apa jalan-jalan sih?” tanya Kenny sewot. Entah mengapa perasaannya menjadi berat setelah bangun di pagi hari. Kenny mengelus rambutnya, menyesali dirinya karena mengingat-ngingat kenangan masa lalu yang hanya semakin menambah sakit hatinya.

“Apa sih, Ko? Kayak cewek aja. Lagi dapet, ya?” tanya Kristin tak kalah sewot. Mereka duduk saling memunggungi sementara kedua orang tua mereka hanya menggeleng-gelengkan kepala heran, namun geli.

Ketika mobil mereka berhenti di parkiran tempat pembelian oleh-oleh terbesar di Bali, Kenny meminta izin pada orang tuanya untuk pergi ke suatu tempat dan dia akan kembali ke hotel pada sore hari. Kristin yang masih sewot pada kakaknya menjulurkan lidahnya dan meledek laki-laki itu agar segera pergi dari sana agar tidak merusak harinya yang cerah.

“Pulangnya malam aja ya, Ko!!” teriak Kristin saat kakaknya telah berada di dalam mobil taksi yang mengantarkannya ke tempat yang dia maksudkan.

Kenny hanya mendelik geli pada adiknya, kemudian setelah memalingkan wajahnya ke arah lain, air muka yang tadinya ceria berubah sedih dan kelam. Kenny pun menghela nafasnya lagi, memandang pada jalanan yang dulu diingatnya. Jalanan yang dulu sering dilaluinya, saat malam-malam bersama dengan Novi, saat wanita itu memeluk pinggangnya dan mereka baru saja pulang dari pasar malam.

Tapi semua itu sudah tak ada lagi, dan kini Kenny sedang melangkahkan kakinya di pantai Kuta, memandang ke sekeliling berharap akan menemukan sosok yang dicarinya. Namun Kenny hanya membohongi dirinya sendiri, dia pun berdecak sedih, dia menipu dirinya dengan mengira akan menemukan Novi di tempat seperti ini.

“Huh?! Siapa yang aku bohongi? Setelah selama ini.. Apa aku kira dia akan masih mengingatku? Apa aku kira dia akan telah memaafkanku? Huh... Aku tak mungkin mendapat maafnya.. Novi...” dia lalu menoleh pada matahari yang tenggelam di ufuk barat, pencahariannya selama berjam-jam di pantai Kuta tak mendapatkan hasil. Hanya tempat ini lah yang diketahui Kenny, tempat yang menghubungkan perasaan mereka namun kini perasaan itu telah musnah.

~~~~

Ruangan itu panas, peluh menetes, mengalir dengan deras seperti kucuran air pada jendela yang tersiram hujan. Api besar yang menyala-nyala dari setiap kompor dan oven yang terpasang dalam sebuah dapur luas dan lengkap di sebuah restoran Chinese food di Denpasar terlihat menyala tanpa jeda. Dapur itu sibuk, dapur itu hidup.

Sudah hampir empat tahun Novita Laksmi menjalankan usaha rumah makannya. Dari sebuah ruangan kecil dengan lima buah meja berkursi empat, akhirnya kini Novi berhasil mengembangkan usaha rumah makannya menjadi sebuah ruangan besar, luas dan elegan yang mampu menampung tamu tak kurang dari seribu orang. Bahkan rumah makan miliknya ini seringkali mendapat pesanan katering pernikahan, ulang tahun, upacara adat, paket makan siang kantor, piknik, hingga menerima gelaran pesta di dalam rumah makan miliknya.

Karena ramainya permintaan, Novi pun akhirnya membangun rumah makannya menjadi gedung dua lantai. Saat tamu-tamu di lantai atas merayakan pesta resepsi mereka, tamu di lantai bawah akan dilayani dengan menu reguler. Namun terkadang kedua lantai ini pun digunakan untuk melayani pesta resepsi dan Novi terpaksa menolak tamu reguler yang ingin makan malam di rumah makannya. Dengan ketekunan dan keuletannya, Novi berhasil membangun mimpi dan cita-citanya untuk memiliki sebuah rumah makan Chinese food mewah dan berkelas dengan makanan-makanan yang tak kalah rasa dan kwalitasnya dengan makanan dari tempat asalnya, China.

Rumah makannya mempekerjakan tiga puluh orang koki dalam setiap shift kerja, shift kerja pagi dan shift kerja sore. Shift kerja pagi akan bertugas menyiapkan stok bahan-bahan makanan untuk dijual pada siang hingga malam hari. Sedangkan shift sore hari akan lebih fokus untuk menyiapkan bahan-bahan untuk pesta resepsi yang diselenggarakan di rumah makan ini. Seperti sore ini, Novi dengan penuh semangat memimpin anak buahnya mengolah dan menyiapkan makanan untuk dihidangkan bagi delapan ratus tamu undangan yang akan hadir di sebuah pesta pernikahan esok malam.

“Wan, sebelum pulang bentar cek lagi ya bahan-bahan di bagianmu yang sudah dan belum komplit. Langsung laporkan pada saya agar besok kita tidak kewalahan. Terus beberapa anak buahmu juga tolong di suruh untuk menyiapkan bahan-bahan untuk menu reguler. Kita gak boleh lengah meskipun kali ini tamunya cukup banyak, tamu reguler gak boleh ditelantarkan. Besok adalah malam minggu, jadi pasti sangat sibuk sekali. Mohon bantuannya, ya?” Novi menyelesaikan briefingnya pada Iwan, bawahan langsungnya yang telah setia bekerja bersamanya selama empat tahun belakangan ini.

“Baik, Bu. Sepuluh menit lagi buah-buahan untuk di carving akan dikeluarkan, Toni sudah datang, jadi dia akan langsung bekerja. Untuk pesta pagi besok yang di pesan oleh dinas perhubungan kota Denpasar juga sudah siap, jadi besok kita tinggal memasak saja. Saya rasa semuanya akan lancar.” Kata Iwan menutup laporannya.

“Hm.. Baguslah. Saya mau pulang dulu ya sebentar, mumpung Kevin belum kembali, saya ingin tidur sejenak. Capek banget nih, badan kayaknya pegel minta ampun...”

Iwan hanya bisa tertawa ringan melihat bos nya berjalan keluar dari pintu rumah makan menuju rumahnya dari pintu sebelah restoran. Novi tinggal di belakang rumah makannya, rumah kecil nan asri yang dibangunnya bersamaan dengan membangun rumah makannya di tempat ini. Lima tahun yang lalu ayahnya telah meninggal dan mewariskan sejumlah uang dan tanah untuknya. Atas izin ibunya, Novi akhirnya menjual tanah itu dan menguji keberuntungannya dengan membuka sebuah rumah makan impiannya. Akhirnya dengan kerja kerasnya, Novi kini berhasil mencapai apa yang selalu diimpikannya.

Pukul lima sore, beberapa buah mobil terparkir di halaman parkir rumah makan ini. Rombongan orang-orang yang mengobrol dengan berisik mulai memasuki ruangan restoran. Para pelayan kemudian berdiri dan menyambut mereka, membawa rombongan itu ke sebuah meja panjang yang mampu mencakup keseluruhan anggota rombongan yang berjumlah delapan belas orang.

“Eh.. Kristin, telphone Kokomu, suruh menyusul kesini. Dia pasti belum makan, sekalian kita ngetes makanannya, ya. Kan besok masuk resepsi disini. Tak usah bilang-bilang lah sama yang punya restoran, kita kan mau ngetes...” kata Mami Liong sambil membuka-buka menu makanan di tangan.

Setelah menghubungi Kenny yang kemudian meluncur dengan taksi ke rumah makan ini, mereka pun mulai memesan beraneka ragam makanan yang terhidang dengan menggiurkan di atas meja. Untuk makanan pembuka, Mami Liong memesan spring roll dengan tambahan jamur dan charsiu babi di dalamnya. Mereka memakannya dengan lahap, Kristin bahkan merasa bersalah karena melanggar dietnya dengan memakan jatah Kenny.

“Lah.. Punya kokomu kamu makan juga, Tin?” tanya Papi Liong geli. Kristin merengut namun mulutnya masih mengunyah dengan lezat spring roll bagian Kenny.

“Papi gak usah bilang-bilang sama koko ya.. Beliin yang baru aja buat koko. Habis enak sih spring rollnya.” Pujinya.

Makanan demi makanan pun keluar dari dapur ke atas meja mereka. Rombongan itu makan dengan lahap sambil berbincang-bincang riang, lalu pintu restoran terbuka dan seorang anak kecil berusia lima tahun berlari masuk di kejar baby sitternya yang kemudian dibelakangnya seorang wanita tua berjalan pelan menyusul. Mereka baru saja turun dari mobil Kijang Innova yang menjemput mereka dari sekolah.

“Kevin.. jangan lari-lari, nanti kepeleset lagi, lho.. Nenek tuh tungguin, kasihan...” bujuk mbak Nia si babysitter.

Kevin kemudian berhenti, menyunggingkan senyum manisnya lalu melepaskan tas sekolahnya di bawah. Dia lalu berlalu menjemput neneknya yang masih berjalan dengan bungkuk menghampiri mereka.

“Maafkan Kevin, Nek.. Kevin pengen cepet-cepet ketemu mama, pengen ngelihatin gambar yang Kevin buat tadi di sekolah.” Kata Kevin riang.

“Iya..iya..  Eh, Novi mana?” tanya ibu Made, ibu kandung dari Novi.

“Buk Novi tadi kembali ke rumah, Bu.. Katanya mau istirahat.” Jawab seorang pelayan wanita dengan ramah. Mereka sangat menghormati keluarga bos mereka karena Novi dan ibunya beserta Kevin tak pernah memperlakukan para pekerja dengan semena-mena. Bagi Novi, selama pekerjanya fokus pada pekerjaannya, dia tak akan marah. Itulah yang membuat para pekerja betah untuk bekerja disini, bos mereka tidak perduli dengan desas desus dan gosip selama pekerjaan mereka beres.

“Oh.. ya sudah kalau begitu. Kevin mau pulang ketemu mama?” tanya neneknya lagi. Tapi kini Kevin menggeleng, perutnya lapar dan dia ingin makan. Seorang pelayan kemudian pergi ke dapur dan menyiapkan makanan untuk Kevin.

Sementara itu Mami Liong menatap dari jauh wajah Kevin dengan penuh minat. Dia kemudian menarik kemeja suaminya meminta perhatiannya. “Pi.. pi.. lihat dulu sini...” desak Mami Liong pada Papi Liong yang sedang menyuapkan sapo tahu kedalam mulutnya.

“Apa sih, Mi?” tanya Papi Liong serius. Matanya kemudian mencari ke arah yang ditunjukkan oleh Mami Liong.

Papi Liong meletakkan sendok dari tangannya ke atas piring lalu tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata istrinya. Mereka saling mengerti namun menolak untuk berasumsi.

“Tak mungkin...” kata Papi Liong.

Mami Liong terlihat tersinggung, harapannya yang sudah melambung tinggi akan dibelanya habis-habisan meski itu berarti harus bertengkar dengan suaminya.

“Kenapa tidak mungkin, Pi? Mungkin saja, kan papi tahu dia seperti apa.” Jawab mami Liong sengit.

Papi Liong menggaruk-garuk kepalanya, “Tapi anak itu sudah besar.. Mungkin sudah lima tahunan, apa mungkin dia begitu? Bukannya dia berubah sejak enam tahun yang lalu? Ah.. tidak mungkin lah...” sanggah Papi Liong bersikeras meskipun dalam hatinya dia juga meragu.

“Ahh.. Papi sudah tua sih, pakai kacamatamu makanya, Pi.. Nah tu si Kenny datang, kebetulan, kita bandingkan saja.” Kata Mami Liong pada suaminya. Mereka kemudian memanggil Kenny agar duduk disamping mereka, posisi terbaik untuk membandingkan wajah Kenny dengan Kevin yang sedang duduk tak jauh di belakangnya, menikmati makanan yang diberikan pelayan padanya.

Mereka pun menahan nafas bersamaan, berbisik-bisik yang hanya di dengar oleh mereka berdua, menimbulkan alis mengernyit pada wajah kedua anaknya.

“Papi dan Mami kenapa, Mei?” tanya Kenny pada adiknya.

Kristin hanya mengangkat bahu, makanan di depan matanya lebih menarik untuk di santap daripada mengurusi permainan orang tuanya.

Kenny memandang kebingungan karena orang tuanya melihatnya bergantian dengan pemandangan yang ada dibelakangnya, lalu Kenny pun mencari tahu asal dari pandangan kedua orang tuanya. Rahangnya mengetat dan dia menarik nafasnya panjang-panjang. Dengan kesal Kenny membunyikan piringnya keras-keras, dia berhasil mendapatkan perhatian kedua orang tuanya yang kemudian salah tingkah dan meninggalkan apapun yang tadinya sedang mereka bicarakan dengan bisik-bisik.

Kenny mengira orang tuanya masih menuntutnya untuk menikah dan sesegera mungkin memberikan mereka cucu. Kenny tak ingin di tuntut untuk  itu, dia memiliki alasannya sendiri mengapa menolak untuk mengikat diri dalam sebuah pernikahan.


“Karena dalam hatiku hanya wanita itu yang ingin kujadikan istri dan ibu dari anak-anakku.” Bisik Kenny perih dalam hatinya. 


59 comments:

  1. º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin
    Baca dlu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaahh novi punya anak?suaminya mna nih, yg pasti bkn kenny kn mba cin

      Delete
    2. sama2 ndong. ya atur2 aja suka2 mu mau ngasi dia suami atau ama kenny atau ama iwan atau ama siapa kek.. ihihihih

      Delete
    3. Huaaa mba cin org tanya serius jg
      Hiks2
      Mreka ktmu g bkin anak kmrin, jd g mungkin anak merka
      *mungkin suami novi udh wafat x yak #asneb

      Delete
    4. lho aku jg jawab serius kok.. kan biar km bs berfantasy sendiri ihihiihi

      Delete
    5. maaph,,mw numpang ngakak, yaa... :RTFOL...

      Delete
    6. @mba riska : skrg ngakak bayar mba
      *preman
      Wakakakaka
      Mba cin :moga2 fantasiku bner آمِّينَ :p

      Delete
    7. Isshhh Mba Ndooongggg pan lumz slsai smw udh komplain ajjeeee...
      Ntuh anakny Kenny... *nongol2 maksa*
      Xixixixi
      Ya khn??ya khn Mba Ciinnnnn??? *kedip2*

      Delete
  2. Oalah. . . .ternyata Kenny udah ada bibit keturunan to? Pantas saja. :)
    Terimakasih Mbk Shin, this one story is so beautiful :)
    Btw, usia mereka setara ato lebih tua Novi? *eh
    hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kyknya udah dijelasin di chapter 1 deh sist. kl gak salah inget, Kenny wkt muda usianya 23, Novy 21. ;)

      btw bibit keturunan? apa tuh? ahahhaa

      Delete
    2. Hehe, maafkan saya, sista ;) begitu banyak karyamu hingga kadang membuatku penuh dengan memory plot cerita. :D *ajigile bahasa gue*
      Per minggu jatah KSdH berapa kali nih? *ambil buku memo*

      Bibit keturunan? Umm.....budidaya alami perkembangbiakan :D *lol

      Delete
    3. nemu lagi satu yg bikin ngakak... :RTFOL...

      Delete
    4. hhahah asikkk.... :lempar receh ke udaha: muwhahaha... per minggu gak pernah ngitung, aku sih usahain mostingnya 2 hari sekali. kecuali nabrak hari minggu ya aku posting keesokannya. mdh2an aja bs cepet kelar. lol (dah lama gak ngelanjutin soalnya)

      Delete
  3. Kenny ma novi pìsahnya kenapa ya mb Shin ? kena virus lola, ternyata udah jadi pengusaha ya si Novi plus 1 anak juga,
    mksh mb Shin;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenapa ya??? mungkin di chapter2 gede nanti diceritain sist. ihiihhii... sama2 :D

      Delete
  4. kevin tu singkatan kenny novi y mba?ank kenny kn?thanx mba chin

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, kl segampang itu ntr yg namanya kevin lain tersinggung donk may baru nama ortu mereka bukan kenny n novi. lol...sama2 :D

      Delete
  5. Wahhh.. Kenny udh pny buntut 1 trnyta.. Hahaha
    Novi n Kenny brsatu aj.. Ksian bgt sih mreka..:(

    ReplyDelete
  6. Aku kalau baca cerita dr mbak shin selalu penasaran kapan endingnya...n bagaimna endingnya xixixi

    Nice story mbak, udh bikin ampe tamat blm mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eaaa ketauan....

      Sabar menunggu deh

      Delete
    2. tapi dah sampe chapter belasan kok ihihihihi

      Delete
    3. Alamak belasan...panjangnya

      Delete
    4. ah gak juga, kan per chapter pendek2 ;)

      Delete
  7. wah kevin anaknya kevin yach mba??penasaran knp mrk pisah yach..#garuk" kepala

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah sini aku bantu garukin sist. ihihihih

      Delete
  8. kevin anaknya novi ya, bapaknya siapa nih? jangan2 kenny nih bapaknya
    muka mrka aja mirip kan kl kata ortunya kenny
    tp perasaan pas mrka lg bareng enggak ngelakuin apa2 deh

    ReplyDelete
  9. mbak shin, d posting lgi lusa ya? Khukhu...

    Thank u mbak shin, *lope*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok sekarng Jarang nongol neng Nisa ?

      Delete
    2. sist shila, apakah kau merindukan diriku??? Wkwkwkwk, lgi lmyn sbk, mana koneksi internet kadang bisa kadang enggk... -_-

      Delete
    3. mdh2an ya tiap dua hari sekali bs posting (kecuali minggu)

      Delete
  10. Aq ikut seneng tahu kabar suksesnya novi :)

    Mash mbak shin ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahhahaha andai aku jg ikut sukses kyk novi itu.. lol... sama2 cinta.. :D

      Delete
  11. klo kepin mirip , maka ada kemungkinan emg produksi olahan si keni ama si nopi tuh
    wekekekekekek

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kue kali say... diolah.. ehem...

      Delete
    2. hmmm kue apem diolah ama pisang ambon ..ehem ...

      Delete
  12. uwooo jangan2 itu anaknya kenny lagi?
    oh koko kenny yg tampan liat kevin dibelakangmu dgn cermat...

    ReplyDelete
  13. wah...mbak shin lagi pelit adegan produksi nih,, kenny ama novi produksi kevin aja gak disiarin.. Aniwey buswey thanks yehhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kan baru chapter2 awal. belum bisa ngomong ad ap di ceritanya ;)

      Delete
  14. pertama,,,aq mw ngakak dlu...

    Kdua,,masuk ke inti p'topikan,,
    Nie si Kenny Roger sensian amat yakks??
    Blom tntu apa yg ada di otak Bonyokny sama dg apa yg ada di otaknya..
    Gablek ni anak... *sorry cyiin..

    Yg Utaman : aq ngrasa ada sesuatu yang b'main dsini..feelny dpt bener deh..

    Anw,,udahan aahh,,ntar kena damprat lagi aq koment banyak2..

    Maakaasiih ya cyiin.. Semangadh !

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan di chapter awal dah dijelasin kl mama nya ngebet banget pengen kenny punya anak, dan hal itu udah dibilangin ama ibuknya beratus-ratus kali. jd wajar aja kl kenny mikir seperti apa yang dia pikirkan sekarang. ;)

      adalah yang bermain, tuh kevin lg main ama neneknya. ihihihi

      makasi cin dah nyempetin mampir.. komen banyak2 juga eike lahap kok. ;) mwah..

      Delete
  15. thanks mbk cin.....kevin anak novi sama ken kan?? atau anak angkat??atau ponakan??*kepo melanda miss kepo jd ngk sabar boo...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. apaa???? nene berubah jd keboo??? :OMG:

      Delete
  16. Aiishh.. Penasarn kok mreka bsa putus pdha novi hamil..

    ReplyDelete
  17. moga bisaaaaa masuk nih komeeen amiiiin

    mbaaa shiiiin penasaran deh kenapa si kenny novi putus... trus mna novi udh pnya anak lg...
    ohy.... dan penasaran si kenny nti jadinya ma sapa ya.... hemmmm

    next chapter buruuuan mbaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaa makasi sista... lusa ya next chapter ;)

      Delete
  18. siyok novi pny anak.

    pkonya kevin harus anaknya kenny.

    *maksa

    ReplyDelete
  19. :O loh kok udah punya anak si novi nya
    Anaknya kenny kan mb shin?? Ya kan? Ya kan? Iya doonk
    Hihihi
    Ditunggu next chapternya ya mb shin
    Makasiih ^^

    ReplyDelete
  20. wo wow woooooowww
    Mksih mba shin.. Mksih :)

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.