"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Wednesday, April 17, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 4



Setelah mereka selesai makan di rumah makan itu, mereka pun kembali ke hotel. Kenny langsung terlentang dan tidur hingga malam, dia ingin menyimpan tenaganya untuk upacara pernikahan adiknya besok yang akan di selenggarakan di sebuah villa kecil yang hanya dihadiri oleh kerabat dan keluarga terdekat mereka. Sementara itu, Papi dan Mami Liong kembali ke rumah makan tadi dan mulai menanyakan latar belakang anak kecil yang mereka lihat saat mereka makan sore tadi, pada para pelayan. Mereka berpura-pura menjadi pelanggan dan memesan makanan untuk dibungkus dibawa pulang.

Dari beberapa pelayan yang antusias menceritakan kehidupan bos nya, akhirnya Papi dan Mami Liong berhasil menggabung-gabungkan clue yang mereka miliki dengan informasi yang baru saja mereka dapatkan dari pelayan. Setelah yakin mereka mendapat semua info yang diperlukan mengenai kehidupan Kevin dan keluarganya, Papi dan Mami Liong kemudian kembali ke kamar mereka dan memperdebatkan informasi yang mereka miliki.

“Kan aku sudah bilang, anak kecil itu pasti anaknya Kenny, Pi. Masak Papi lupa sih sama anak sendiri waktu umurnya segitu juga?” tanya Mami Liong ngambek. Dia merasa sedih memikirkan masa kecil seorang anak yang mungkin adalah cucunya yang hidup dalam penderitaan dan tanpa kasih sayang seorang ayah, ataupun kakek-nenek yang lengkap.

Papi Liong menghembuskan nafasnya, berdiri sambil meletakkan kedua tangannya di balik punggungnya. “Tapi kan belum tentu, Mi.. Bisa saja hanya kebetulan, kan gak semua wajah yang sama terus pasti anaknya Kenny... Yang ada anakmu di cap sebagai playboy kampung, ngehamilin semua cewek di kampung.” Kata Papi Liong mencoba bercanda, dia takut melihat wajah istrinya yang menekuk terlebih lagi besok pagi mereka harus sudah menghadiri upacara pernikahan Kristin.

Namun Mami Liong semakin marah, dia pun meninggalkan Papi Liong di ruang tamu kamar dan meringkuk di atas ranjang sendirian, mengambil jatah tempat tidur Papi Liong agar suaminya itu tidak bisa tidur disampingnya. Papi Liong menggeleng-gelengkan kepalanya menanggapi tingkah kekanak-kanakan istrinya. Dia hanya bisa mengelus dada karena bagaimanapun juga dia mencintai istrinya meski kadang wanita tua itu membuatnya kesal setengah ampun. Tapi karena sifatnya itulah Papi Liong selalu bisa mencintai istrinya.

~~~~

Pintu kamar Kenny di ketuk lagi dari luar, kali ini ketukannya berkali-kali dan berulang tanpa suara berisik Kristin yang mengganggunya. Kenny melirik pada jam tangan yang masih terpasang di lengannya. Dia hanya mengenakan celana jins panjang dengan dada telanjang memperlihatkan tubuhnya yang putih, bersih dan kokoh. Kenny beranjak ke depan pintu, bersiap-siap mengumpat adiknya yang selalu mengganggu tidurnya.

Namun umpatannya tertahan ketika Kenny melihat seorang wanita dengan tubuh tinggi seksi mendorong sebuah koper ditangannya. Wanita itu tersenyum melihat Kenny yang membukakan pintu untuknya.

“I’m coming, baby...” kata wanita itu lalu memaksa masuk ke dalam kamar Kenny. Bibir mereka pun bersentuhan meski hanya sesaat, Kenny sedang tidak ingin menerima ciuman dari wanita di depannya ini.

“Kau kenapa? Tiba-tiba berubah dingin. Bukankah aku sudah disini sekarang? Kau punya teman pendamping akhirnya di pesta pernikahan Kristin besok.” Katanya genit.

Wanita muda berusia dua puluh lima tahun ini sebaya dengan usia adiknya, namun Kenny membencinya meski terkadang dia juga akan memerlukannya di saat-saat malam dingin menyerbunya.

Hesti Kusnandar, wanita yang telah enam bulan belakangan di pacari oleh Kenny, wanita yang dikenalnya sambil lalu ketika menghadiri pertemuan enterprenuer muda di sebuah ruang seminar yang di adakan pabrik rokok dan dia berada dalam undangan itu. Mereka pun berkenalan, menukar nomer handphone dan dua hari kemudian Kenny telah berhasil masuk melepaskan celananya dan meniduri wanita itu. Sejak itu Hesti selalu lengket bagai lintah di dekatnya. Kenny tidak keberatan, dia sudah lama ingin membungkam mulut ibunya agar tidak merecokinya dengan rencana pernikahan yang tak akan pernah dilakukannya. Kenny berpacaran dengan Hesti selain untuk memenuhi nafsu seksnya, dia juga ingin memperlihatkan pada ibunya bahwa seseorang masih menginginkannya, namun Kenny salah. Ibunya semakin tak suka pada wanita pilihannya, Kenny juga tak berniat untuk berhubungan lebih dari saling melayani dengannya. 

“Aku tak terlalu mengharapkan kedatanganmu di pesta pernikahan adikku, kau tahu bagaimana keluargaku tak menyukaimu.” Kenny melepaskan pelukan Hesti dan kembali berbaring di atas ranjang, matanya terpejam, dia sedang tak ingin berpikir malam ini.

“Ya.. Aku tahu, ibumu memang tak menyukaiku, entah kenapa.” Jawabnya acuh. Hesti melepaskan seluruh pakaiannya sebelum masuk ke dalam kamar mandi dan suara gemericik air terdengar dari sana.

Kenny telah setengah terlelap ketika Hesti bergerak liar di atas tubuhnya, menggesek-gesekkan selangkangannya pada pangkuan Kenny yang mengeras. Dia pun terbangun dari tidurnya menyadari seseorang sedang mendudukinya.

“Apa yang kau lakukan, Hes? Ini sudah malam, aku ngantuk!” ketus Kenny kesal. Dia mencoba menurunkan tubuh Hesti dari atas tubuhnya namun wanita itu telah menggenggam ereksinya dan bibirnya yang sensual tersenyum licik.

“Aku sudah sebulan belum kau berikan jatah, Ken.. Aku meminta jatahku malam ini.” Jawabnya sembari membuka celana jins yang dikenakan Kenny lalu mencari ereksinya yang telah mencuat keluar dari belahan celana boxernya.

Kenny terdiam tanpa membantah ketika Hesti mengulum kejantanannya dan bermain dengan mulutnya yang ahli, merangsang dan mempersiapkan kejantanan Kenny untuk dirinya. Dua menit kemudian Hesti telah bergerak lincah di atas tubuh laki-laki itu dengan desahan dan erangan yang mengisi ruangan kamar, desahan liar yang ikut berpacu dalam setiap hentakan tubuh Hesti pada pangkuan Kenny.

Kenny memejamkan matanya menikmati perlakuan Hesti pada dirinya, saat dia merasa tubuhnya akan meledak, Kenny mengangkat tubuh Hesti dan melepaskan tautan tubuh mereka, dia lalu mengeluarkan cairan kenikmatannya di atas dada wanita itu. Dengan senang Hesti menjilat dan membersihkan sisa-sisa cairan Kenny yang menatapnya dengan nafas tersengal-sengal. Hesti memang tak pernah gagal memuaskannya di atas ranjang, tapi wanita itu tak akan pernah mampu masuk ke dalam hatinya, Kenny hanya menganggap Hesti sebagai tempat penyaluran kebutuhannya.

~~~~

Upacara pernikahan antara Johan dan Kristin berjalan lancar, seorang pendeta meresmikan upacara sakral itu di halaman kebun sebuah villa yang terletak di Seminyak. Tak kurang dari empat puluh orang kerabat dan keluarga dekat dari kedua belah pihak mempelai menghadiri upacara itu. Mereka kemudian berpisah setelah makan siang yang mewah sebelum kembali ke hotel masing-masing dan akan menghadiri pesta resepsi nanti malam di restoran yang telah ditunjuk oleh keluarga Johan.

Sementara itu, Novi bersama beberapa koki bawahannya mengatur letak bebek yang sedang di asap di dalam oven. Bebek-bebek yang telah diolah itu akan dihidangkan malam ini untuk menu Peking Duck yang menjadi andalan rumah makan miliknya. Dalam sehari, rumah makan miliknya dapat menjual tak kurang dari seratus ekor Peking Duck baik dimakan ditempat maupun dibawa pulang. Menu andalan restoran ini selain Peking Duck adalah Salt and Pepper Prawn and Cuttle fish yang diolah dengan bumbu khas dari restoran ini yang tidak dapat ditemui di restoran Chinese food lain di seluruh Bali. Maka tak salah bila rumah makan milik Novi yang bernama Imperial Cuisine menjadi salah satu restoran Chinese food terbaik di Bali.

Novi sedang duduk di dalam kantor miliknya yang berada disamping bar yang dibatasi dengan kaca hitam transparan namun dapat dilihat samar-samar dari ruangan restoran bila lampu di dalam kantor dinyalakan. Kevin baru saja pulang dari les sempoa yang diikutinya bersama sang nenek, ibu Made. Anak kecil berusia lima tahun itu kemudian mencari ibunya dan memperlihatkan hasil test sempoanya yang mendapat nilai A dengan bangga.

“Mama..mama.. Kevin dapat nilai A lho di ulangan sempoa...” Kevin mengambil tempat duduk disamping ibunya dan menyerahkan kertas hasil ulangannya pada Novi.

Ibu muda itu tersenyum pada buah hatinya yang telah hadir dalam hidupnya lima setengah tahun yang lalu. Novi sangat menyayangi anaknya, Kevin adalah hidupnya, setiap tarikan nafas dan tetes keringat yang dia keluarkan adalah untuk laki-laki kecil ini. Meskipun hidup sempat membuatnya terpuruk dan jatuh dalam kenistaan dan penderitaan yang hampir mencabut nyawanya, Novi akhirnya mampu bangkit kembali dengan bantuan ibu dan anaknya beserta almarhum ayahnya.

Sebagai anak tunggal dari ayah yang tidak memiliki keluarga kandung, maka Novi otomatis hanya memiliki ibu dan anaknya saja sebagai keluarga. Dia hidup dari kerja kerasnya sendiri dan bangga dengan pencapaiannya hingga dia mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi hidupnya, bagi anaknya, bagi masa depannya walaupun tak ada seorang laki-laki pun yang berdiri dibalik semua kesuksesannya ini. Dia berjuang dengan peluh keringat yang membasahi tubuhnya kala berlaga di dalam dapur untuk menciptakan makanan yang nikmat dan mampu menarik pelanggan untuk datang terus dan terus ke rumah makan miliknya. Itulah yang sedang dan masih Novi lakukan sepanjang empat tahun ini. Dia cukup berhasil dalam usahanya dan sedang memikirkan rencana untuk membuka restoran cabang ditempat lain.

“Wah.. Hebat ya, Kevin.. Besok kita jalan-jalan ya, kan besok minggu. Kevin mau main kemana?” tanya Novi pada buah hatinya.

Kevin nampak berpikir dengan serius. Dia sangat ingin pergi jalan-jalan ke swalayan, melihat-lihat tumpukan barang-barang yang disusun dalam setiap sudut swalayan serta mengagumi banyaknya barang-barang yang dijual disana. Kevin tak pernah bosan mendorong kereta belanja mereka dan mengitari setiap swalayan yang dia kunjungi bersama ibunya, Kevin suka berada di dalam swalayan, mall maupun tempat-tempat lain yang menjual berbagai ragam barang-barang kebutuhan manusia.

Dia bahkan mampu mengingat dimana letak-letak barang-barang yang sering mereka beli di setiap swalayan yang pernah mereka kunjungi. Kevin lebih memilih berjalan-jalan di swalayan daripada pergi bermain di tempat permainan anak-anak, dia memiliki hobi yang cukup unik. Bahkan di dalam kamarnya Kevin memiliki poster nama-nama swalayan luar biasa luas dari seluruh dunia.

“Aku pengen ke Centro, Ma. Tapi... Aku juga pengen ke Mall Bali Galeria.. Gimana donk?” tanya Kevin bimbang.

“Gak sekalian ke Beachwalk?” tanya Novi setengah bercanda karena memang tempat-tempat itu berdekatan sehingga sangat mudah untuk dijangkau dengan berjalan kaki sekalipun, bila hobi berjalan santai.

“Yah... Mama.. Kan kalau minggu sering macet disana, Ma.. Nanti mama telat deh gak bisa kerja.. Kevin juga kan mau nonton tivi, Ma... Ada film kartun kesukaan Kevin.” Jawab Kevin merajuk.

Novi tersenyum mengerti, kebiasaan Kevin merajuk mengingatkannya pada seseorang yang sangat senang merajuk padanya dulu, namun kenangan bersama orang itu telah dikuburnya dalam-dalam dan tak akan dibukanya lagi. Kunci yang membuka kenangan itu telah dia patahkan dan tak akan bisa membuka lagi.

“Ya udah.. Kalau gitu kita berangkat agak pagian aja, biar bisa jalan-jalan ke semua tempat itu, gimana?” Novi kini berjongkok di depan anaknya, mata mereka sejajar lalu Kevin memeluk ibunya sayang. Novi pun membalas pelukan Kevin dan mencium pipi anaknya itu.

“I love you, Mom...” ujar Kevin pada ibunya.


“Hm.. Mama love you more...” lalu mereka berpelukan lagi. 

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 5
Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 3 


33 comments:

  1. Salah posting, cyiinn??

    Anw,, aku suka ma kekepoannya Mami Liong,,
    Semoga Mami Liong mw nerima Novi & Kevin di kluarga mereka,,
    Walo ntar si Novi harus hadapan dlu dg si Hesti bitchy itu...

    Danke so much darl'..mmuuaacchhh

    ReplyDelete
  2. falling in love with kepin already * hugs *

    ReplyDelete
  3. ya ampun mba shin.. Suka bnget bikin aku penasaran. Mba, itu knp kenny sama novi pisah?
    itu lagi, cewe ga tau malu bnget sih.. Minta jatah segala.. Iiiih

    ReplyDelete
  4. Waduuhh Ortunya kenny aja knal ama cucunya .. Woo..

    ReplyDelete
  5. Thank u, Cynnn... # kasih jatah kecupan untuk sis Shin, :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah jatahnya danof belum lunas tuh...

      Delete
  6. yaampun..
    kapan mereka ketemuu.
    mami n papi liong ayo tambah ke kepoan xan.,


    makash mb shin

    ReplyDelete
  7. Sungguh mati aq msh penasaraaaann,
    Aaaaaaakkkkhh mba cin suka bkin kepo bin galau ih
    Thks mba

    ReplyDelete
  8. Makasih mba shin,,,,

    Etapiii masih penasaran dgn jwb mba shin di sesi ty jwb yg katanya cowok?? Dan straight,,,,heee,,,,plakkkk 2x ma mba shin

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah ini siapa yg di tampar nih??? grr... grrr... aku cowok lho... makanya banyak bs bikin novel POV cowok :plakk:

      Delete
    2. Aku yg di spankin ma mba shin,,,,soalnya usil,,,l,,,eehhh maunyaaaa,,,

      Eeehhh btw mba shin,,,itu kok tiba2 novi dah py kevin ? Penasaran akut,,,

      Delete
    3. mau tau aja apa mau tau banget? apa mau tempe??

      Delete
  9. eh postingan yang sebelumnya diapos ya mbak shin?? hehe :D

    hmmm mama liong kepo soal kevin, q jg kepo knp tuh si novi ma kenny pisah mpek patahin kunci hati si novi??? xixixi

    ReplyDelete
  10. Huaaaa
    Semoga mami liong bisa cepet tau kevin itu cucunya *sotau* hihihihih
    Makasih mb shin :*

    ReplyDelete
  11. omoo kevin itu anaknya kenny kah mbak ???

    ReplyDelete
  12. mba shin.....udh slsai nulis scrpt crta ne blm???? ampe part brp? bocorn donk keny n novi brsatu gak akhirx???? pnasarannnn...trims mba

    ReplyDelete
  13. idiiiih si kevin lucu amad si hobinya.... unik.... dan ya ampun... ini cewe bo yg minta jatah.... ckckck
    ditunggu lanjutannya mba shin....

    ReplyDelete
  14. Issh, aku jadi senyum-senyum sendiri waktu kevin minta jalan-jalan ke swalayan. Hahahahaha, bapaknya kan usahanya juga swalayan ya?? *sotoy ayam*

    mbak emang ya jiwa masaknya ga bisa dipungkiri, jadi selalu ada jenis makan yang dibahas, lain kali pengen minta resep makan enak dari mbak shin nih.

    Makasih ya mbak cantik, muaacccch

    ReplyDelete
  15. Hemmm baru sekarang aq sempet ngebaca haha

    aq baca dulu ya sist..

    oh ane kira dobel postingannya 4&5 haha

    makasih sista :)

    ReplyDelete
  16. he..he.. hobi kok swalayan.. nanti kalo dah besar tinggal gantiin bapake... thanks mas shin pov cowox

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  19. makin yakin kl kevin itu anaknya kenny gara2 baca curhatannya novi yg berjuang sendirian n ga ada sosok lelaki yg mendukungnya

    lucu bgt ya si kevin masa hobinya jalan2 ke swalayan hihi

    ReplyDelete
  20. he..he.. hobi kok swalayan.. nanti kalo dah besar tinggal gantiin bapake... thanks mas shin pov cowox

    ReplyDelete
  21. aiiiih Kevin ganteng koq hobi ke swalayan sih?
    Hahha tpi g' pp unik :D

    Yakin deh Kevin anak'y Kenny, cuma kenny yg pernah manja2'an ma Novi #sotoy ayam enak :p

    Mba shin mksih :)

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.