"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Friday, April 19, 2013

Kau Selalu Di Hatiku - Chapter 5



Para tamu undangan telah selesai menyantap makanan yang dihidangkan di meja, seluruh tamu puas dan sedang berbincang-bincang dengan sanak keluarga yang lain sambil mendengarkan berbagai lagu Mandarin, Indonesia dan barat yang langsung dinyanyikan oleh dua orang penyanyi yang telah disewa oleh event organizer. Johan sebagai tuan rumah pesta berjalan menghampiri seluruh keluarga dan tamu undangannya menerima ucapan selamat dari mereka.

Sementara Kenny masih mengobrol dengan teman-teman dekatnya yang juga adalah teman Johan, meskipun pada awalnya Kenny dan Johan belum saling mengenal. Johan, suami adiknya adalah seorang direktur sebuah televisi swasta dan sedang merintis sebuah stasiun televisi kabel baru yang mengkhususkan diri pada penyiaran berita-berita baik dari dalam maupun luar negeri.


Kenny di dampingi Hesti yang duduk di sampingnya dengan bosan memainkan handphone di tangannya, membalas pesan BBM dari teman-temannya yang menanyakan liburannya di Bali. Meski demikian Hesti dengan senang mengabadikan foto-foto makanan yang dihidangkan dalam pesta resepsi ini menjadi gambar profile BBM nya.

Perlahan-lahan para tamu undangan mulai berturut-turut mengundurkan diri hingga meninggalkan mempelai pengantin bersama dengan keluarga inti mereka, masih berbincang-bincang dengan hangat meskipun waktu telah menunjukkan pukul sepuluh malam, yang mana restoran akan ditutup pada pukul setengah sebelas malam. Mengingat malam ini diadakan resepsi pernikahan di restoran ini, manajer restoran segan mengusir pelanggan dan membiarkan mereka asyik mengobrol hingga setengah kursi telah diangkat ke atas meja. Tamu-tamu itu masih belum menampakkan keinginan untuk pergi dari restoran ini sebelum diusir dengan sopan oleh manajer.

Novi yang baru saja selesai mengatur keadaan di dapur melangkah keluar menuju area restoran, dia hendak menanyakan mengapa restoran belum juga ditutup oleh manajernya.

“Pak Yan kok belum tutup?” tanya Novi sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang masih berisi tamu.

Lalu Kevin berlari dari luar mencarinya, dia menguap karena mengantuk.

“Lah, Kevin kok belum bobok?” tanyanya lagi pada anaknya.

Pak Yan sang manajer memberikan Kevin untuk menjawab pertanyaan ibunya sebelum menjawab pertanyaan bosnya sendiri.

“Kevin nungguin mama, habis mama belum pulang sih.. Kevin kan pengen bobok sama mama..” rengek anak kecil itu. Novi pun tersenyum, semua kelelahan yang menyerang tubuhnya seketika hilang demi mendengar tingkah Kevin yang begitu merindukannya.

“Iya.. Ntar kita pulang bareng ya, lagi lima menit, kita pulang. Ok?” Kevin pun mengangguk setelah mendapat kepastian dari ibunya, dia lalu duduk di kursi kasir sambil menunggu Novi masuk ke dalam kantornya membereskan beberapa pekerjaan.

Di saat langkah kaki Novi mendekati pintu kantornya dia mendengar suara yang telah sangat dikenalnya karena hampir setiap malam selama setahun kurang suara itu menemani malamnya sebelum memejamkan mata di malam hari. Tubuh Novi membeku, dia ingin menoleh mencari asal suara itu namun jantungnya berdebar kencang. Wajahnya pucat pasi, lidahnya kelu dan mendadak Novi merasa pusing di kepalanya, dia kemudian menyentuh meja disampingnya, menumpukan berat tubuhnya yang limbung agar tidak terjatuh dan menimbulkan kehebohan.

Perlahan Novi menarik nafasnya dalam-dalam, dengan kemantafan hati akhirnya Novi memberanikan diri menoleh pada asal suara itu. Nafasnya seketika tercekat, dia melihat laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya dulu, laki-laki yang suatu waktu pernah menjadi mataharinya, masa depannya dan cintanya. Laki-laki yang kini jauh telah berubah, menjadi lebih dewasa. Tubuhnya yang dulu kurus langsing kini telah padat kokoh dalam balutan pakaian jas hitam berdasi kupu-kupu dengan sapu tangan putih dan bunga mawar di saku jasnya.

Kenny sedang tertawa saat berbincang-bincang dengan keluarganya. Disamping Kenny, tanpa di sadari Novi, Mami Liong memperhatikan raut wajahnya dan mengalihkan tatapannya dari wajah Novi dan wajah Kenny kemudian pada wajah Kevin. Mami Liong kemudian menyadari sesuatu pernah terjadi di antara anaknya dan wanita yang diketahuinya adalah pemilik dari restoran tempat mereka mengadakan resepsi pernikahan Kristin.

Dalam pandangan Novi, Kenny yang kini sangat jauh berbeda dengan Kenny yang dulu. Kenny yang dulu adalah pria yang akan mudah tertawa cengengesan di depannya, Kenny yang dulu tidak pernah bersikap segan padanya, sedangkan Kenny yang sekarang dilihatnya adalah Kenny yang matang, Kenny yang tak akan banyak bicara celotehan tak masuk akal, Kenny yang akan mampu menopang kepalanya yang berat dibahunya, yang sangat Novi butuhkan.

Tapi Novi mengerti, Kenny yang sekarang bukanlah untuknya lagi karena seorang wanita muda telah dengan posesif menguasai pinggang laki-laki itu, bersandar pada bahunya sembari mengunci lengan laki-laki itu dengan manja. Dan Kenny membiarkannya, dia tidak terlihat terganggu dengan wanita dengan payudara besar yang memperlihatkan belahan dadanya dari gaun merah kerah rendah yang sedang dipakainya. Wanita itu adalah simbol seks, wanita itu memiliki tubuh yang berbalik seratus delapan puluh derajat dengan tubuh Novi.

Dengan lemah Novi menghela nafas, melihat ke arah tubuhnya sendiri yang jauh berubah selama tujuh tahun lebih dia bekerja di dapur restoran. Tubuhnya yang dulu langsing meski dengan kulit sawo matangnya, Novi terlihat manis saat tersenyum, rambutnya yang dulu panjang hingga ke pinggang kini telah dipotongnya kemudian dengan mudah akan di ikat kuncir di belakang lehernya, agar memudahkan dia bekerja di dapur. Rambut yang panjang sangat tidak membantunya bergerak dengan leluasa dalam dunia yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan kerja.

Tubuhnya yang kini telah montok berisi, perut yang membuncit karena melahirkan seorang Kevin yang begitu tampan, buah hatinya yang tercinta yang tak akan pernah disesalinya kapanpun. Novi merasa tidak memiliki muka untuk bertemu dengan Kenny meski untuk memperkenalkan dirinya sebagai pemilik restoran tempat mereka berpesta, Novi tidak ingin Kenny melihatnya lagi, Novi tidak ingin Kenny masuk dalam hidupnya lagi setelah peristiwa menyakitkan yang terjadi enam tahun yang lalu.

Novi membawa Kevin masuk ke dalam kantornya dan berdiam disana sampai Kenny dan tamu lain pulang dan keluar dari rumah makan itu. Kevin yang telah tertidur dipangkuannya terpaksa harus digendongnya menuju rumah mereka yang hanya berada dibelakang restoran tempat usahanya.

Novi lalu membaringkan tubuh Kevin yang terlelap di atas ranjang, menyelimuti bocah kecil itu dan mengecup dahinya. Mengelus rambut anaknya dan air matanya menetes lagi setelah hampir setahun penuh dia tidak pernah menangis lagi untuk laki-laki itu.

Flash Back Enam Setengah Tahun yang lalu.. 

Kenny menatap layar handphonenya yang belum juga berkedip, dia sedang menunggu balasan sms dari Novi. Pacarnya ini berjanji akan menjemputnya pukul tujuh malam di depan hotel tempatnya menginap, namun sudah lewat setengah jam Novi belum juga terlihat dan Kenny mulai cemas.

Kenny kembali ke Pulau Dewata untuk menemui kekasih hatinya, mereka telah berpacaran selama lima bulan kini, mereka telah berkenalan selama tujuh bulan hingga hari ini. Malam ini adalah malam perayaan hari jadi mereka yang ke lima bulan, tepat lima bulan yang lalu Kenny mengungkapkan isi hatinya pada Novi dan gadis itu menerimanya. Namun sekarang Kenny tengah gelisah karena Novi tak juga membalas smsnya, menerima telephonenya dan Kenny benar-benar khawatir dengan keberadaan Novi yang tidak memberinya kabar sama sekali.

Malam ini adalah malam kedua Kenny berada di Bali pada saat kunjungan keduanya. Biasanya dia akan mengunjungi tempat Novi bekerja dan berdiam diri disana hingga sore ketika Novi pulang dari pekerjaannya. Malam harinya kemudian mereka akan keluar untuk makan malam dan menghabiskan waktu berduaan di luaran hingga pukul sebelas malam sebelum Novi pulang kembali ke rumahnya. Mereka berciuman, mereka berpelukan, Novi merebahkan kepala di pundak Kenny dan laki-laki itu memeluk bahu kekasihnya dengan sayang.

Lima bulan sudah mereka berpacaran dan rasa cinta dalam hati Kenny pada Novi tak pernah berkurang, rasa cinta itu selalu bertambah meski terkadang beberapa pertengkaran kecil mewarnai hubungan mereka. Novi akan merengut dan tidak ingin membalas semua sms dan telephone dari Kenny seharian. Namun karena kegigihan laki-laki itu akhirnya dia mampu meluluhkan hati Novi dan mereka berbaikan kembali.

“Shh.. Kamu dimana sih, Nov? Kok gak ada kabar sama sekali???” Kenny berjalan mondar-mandir di lobi hotel, masih memandangi layar handphonenya setiap sepuluh detik.

Dia hampir melompat terkejut ketika mendengar suara Novi memanggilnya. Gadis itu sedang membawa seloyang pizza kesukaan Kenny yang dibuatnya di tempatnya bekerja. Pizza itu berisi sebuah lilin ditengah-tengah dan Novi mendekati Kenny sambil mengucapkan ‘Selamat hari jadi yang ke lima bulan’.

Segala kekhawatiran Kenny terangkat, dia mulai bisa tersenyum lagi sebelum membelai lembut pipi Novi, lalu merekapun meniup lilin bersamaan.

“Selamat hari jadi ke lima bulan, Sayang...” lalu Kenny mencium lembut kedua pipi Novi. Mereka berpelukan lama, saling menghirup aroma tubuh masing-masing, membagi kebahagiaan di antara mereka dan mengucap doa masing-masing dalam hati mereka.

“Aku mencintaimu, Ken...” bisik Novi di dada Kenny.

Kenny memejamkan matanya, merasa bersyukur karena mendapat seorang wanita yang mampu memenuhi hatinya dengan cinta. Kenny pada awalnya tidak yakin Novi akan mau berhubungan dengan seseorang sepertinya, dunia mereka jauh berbeda, Kenny tidak yakin keluarga mereka akan mau menerima hubungan mereka. Namun setelah bertemu dengan Novi dan mengenal lebih jauh mengenai sifat kekasihnya ini, Kenny semakin yakin bahwa dialah separuh hatinya yang akan menemaninya menghabiskan usia.

“I love you more, Honey...” lalu Kenny mencium bibir Novi lembut, hanya beberapa detik sebelum mereka mungkin di usir dari lobi itu.

Kenny mengendarai motor milik Novi dan berkeliling-liling kota Denpasar bersamanya. Mengunjungi Lapangan Puputan Renon untuk melihat Monumen Badjra Sandhi dari kejauhan karena pintu masuk telah tertutup pada malam hari. Lampu-lampu sorot yang menyinari monumen menambah kesan mistis pada bangunan simbol perjuangan rakyat Bali menumpas penjajahan di Tanah kelahiran.


Mereka kemudian berjalan-jalan ke Pasar Kreneng, pasar tradisional yang juga termasuk pasar malam yang menjual berbagai ragam jenis makanan daerah dan nasional serta buah-buahan, pakaian, seperti layaknya pasar malam di bagian bumi Indonesia lain.  


26 comments:

  1. yaaaaah......nanggung bgt sih mba shin
    kenapa tbc nya disitu
    kan msh penasaran sebenernya apa yg terjadi kok sampe novi kayanya benci gt ya sama kenny
    ih mana itu si hesti nempel2 mulu sama kenny

    ReplyDelete
  2. Marathon bc jungnam, eliot plus kenny yg super bikin penasaran, mksh mb shin;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. marathon? yg menang siapa sist? ihihih

      Delete
  3. Kentang kentang kentang
    Blm ketauan knp mrka pisahnya
    Thks mba cin

    ReplyDelete
  4. Ugh, gak greget ma Kenny, knp dia gak sadar dengan kehadiran Novi disisinya.....
    Makasih Mba Shin ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. gregetan kali sist. greget ama gregetan beda lho artinya. ahahhaha.... kl greget itu artinya +- kekuatan suatu benda/orang untuk mempengaruhi sesuatu.

      kl gregetan itu gemes. ahhahaha cmiiw

      Delete
  5. ahhh mba shin bener2 suka bikin penasaran nih.. Ada apa sama kenny&novi?

    ReplyDelete
  6. ih wow masih burem nih mba shin blm terlalu jelas si kevin anakya kenny apa bkan... tp menurut firasat sih iya si kevin anakknya kenny deh...

    thanks mba shin di tunggu next chapter

    ReplyDelete
  7. 😲
    Nanggung bener mb shiiiinnn
    Mau lagi donk, pliiiissss
    Hihihi
    Makasih ya mb shin:D

    ReplyDelete
  8. Oww, jadi tambah penasaran, mbak. Tbc-nya gantung banget...

    Mbak, tanya dong. Itu novi pribumi juga atau keturunan cina sama kayak ken??
    Yaaaa, si hesti kayak cicak, nempel terusss.

    ReplyDelete
    Replies
    1. di chapter berikutnya sudah terjawab, oke honey? mwah

      Delete
  9. akh g sabar nunggu si kenny ketemu sama anak nya dan pastinya si novi jg
    makasih kak

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.