"Let's Cry And Laugh In The Name Of Drama. Here I Present Us The Drama From The Bottom Of My Heart. I Wish You An Enjoyment Journey Within The Drama-Story"

"karena tanpamu, aku tak bernyawa" VE


Monday, April 15, 2013

Surrender In Your Arms - Chapter 5



“Hai, namaku Bridgette, kau bisa memanggilku Brie. Terima kasih karena telah memilihku, aku yakin pasti banyak sekali wanita yang melamar sebagai istrimu. Kau begitu tampan dan gagah, aku tak akan heran bila hampir seluruh wanita di Manhattan mengirim lamaran padamu. Dan aku lah yang paling beruntung.” Senyum wanita yang mengenalkan dirinya pada Elliot. Mereka sedang berada di sebuah restoran di tengah kota, Elliot memutuskan untuk memilih dua orang calon terakhir untuk dijajakinya lebih jauh, sebagai calon istrinya.

“Hai, Brie. Seperti kau tahu, aku Elliot Webb, dan ini adalah pertemuan kedua kita. Aku ingin mengetahuimu lebih jauh, bila kau tidak keberatan, aku akan menanyakanmu beberapa hal sambil lalu. Untuk permulaan, bagaimana kalau kita memesan makan siang terlebih dahulu?” tanya Elliot pada Brie yang dengan senang menerima uluran tangan Elliot dan menggenggam tangan laki-laki itu lebih lama dari seharusnya hingga Elliot terpaksa menarik tangannya.


Sambil memilih makanan mereka masing-masing, Elliot mengamati penampilan wanita di depannya. Rambut pirang panjangnya yang diurai bebas jatuh ke bahu dan punggungnya, dengan riasan wajah yang sesuai dengan warna mata hijaunya, lipstick merah agak menyala dan sesekali Elliot dapat melihat bagaimana Brie memperbaiki riasannya minimal lima menit sekali.

Tubuhnya tinggi langsing dengan ukuran payudara yang sangat menarik, untuk bodynya, Elliot bisa memberikan wanita ini nilai sembilan. Dia sempurna, entah di dalam sana, Elliot belum begitu tertarik mengetahui hal itu. Dia lebih ingin mengetahui sifat wanita di depannya.

Brie hanya memesan salad dan daging ham yang dihidangkan bersama dressing dan buah. Elliot membayangkan bagaimana bila kelak dia menjadi istrinya dan wanita ini hanya memberi makan anaknya dengan salad. Alisnya mengernyit memikirkan hal itu.

“Kau hanya makan itu? Tidak ingin memesan yang lain?” tanya Elliot sambil meminum white winenya.

“Hm.. tidak, aku sudah kenyang dengan ini. Aku tidak biasa makan besar, aku harus memperhatikan apa yang kumakan, ini makanan sehat, kau pasti suka bila mencobanya.” Kedip Brie.

“Aku rasa untuk pria dengan tubuh sebesar tubuhku, aku memerlukan lebih dari sepiring kecil salad dan beberapa iris daging ham dingin. Hah.. Aku bahkan tidak ingin menyentuh makanan itu untuk makanan pembukaku. Tapi tak apa, bagus untukmu. Kau terlihat cantik.” Puji Elliot. Dia memperhatikan ekspresi senang Brie saat dipuji kecantikannya.

Elliot memotong steaknya, menyisihkan bagian yang belum dipotong kepinggir dan menyiramkan saos cream ke atas potongan steak yang telah di iris.

“Kau.. apakah bisa memasak?” tanya Elliot langsung pada Brie.

“Memasak? Aku kira kau punya pengurus rumah tangga yang akan mengurusi hal itu. Aku tidak perlu turun tangan untuk memasak kan? Atau bersih-bersih rumah? Aku kira kau kaya, jadi aku tidak perlu melakukan hal-hal rendah seperti itu, kurasa.” Jawab Brie manja. Dia merasa yakin Elliot akan memilihnya sebagai istrinya hanya dengan mengandalkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya.

Dia salah, setelah makan siang itu, Elliot meninggalkannya tanpa menyambung acara makan siang mereka ke level lebih tinggi. Elliot tidak bisa melihat kriteria seorang istri idealnya pada diri Brie. Mereka pun berpisah dengan Brie mengumpat saat Elliot mengucapkan selamat tinggal padanya. Dia memaki laki-laki itu bodoh dan gay karena tidak tertarik pada wanita cantik sepertinya.

“Shh... Wanita yang sangat menyusahkan. Tsk.” Elliot kemudian membeli sebuah cake manis untuk dibawanya ke kantor. Dia hendak memberikan cake itu untuk Derby dan Kimberly.

Entah mengapa Elliot tidak dapat mengenyahkan wanita itu dari dalam pikirannya. Dia tidak ingin kenangan terhadap istrinya merasuk ke dalam diri Kimberly, Elliot tidak ingin menganggap Kimberly sebagai pengganti istrinya karena persamaan penampilan mereka. Elliot menggertakkan rahangnya sebelum mengendarai mobilnya kembali ke tempat kerjanya.

~~~~

Elliot disambut oleh sekretarisnya Hannah yang menunggunya dengan senyum lebar.

“Bagaimana makan siangmu, Mr. Webb? Aku harap menyenangkan.”

“Kau tahu lebih baik dari itu, Hannah. Dimana Derby?” tanyanya.

“Kim membawanya bermain di teras, mereka terlihat saling menyukai satu sama lain. Kau mendapat babysitter yang menyukai anak-anak dan tahu pekerjaannya, Mr. Webb.”

“Aku harap demikian, Hannah. Baiklah, apa saja jadwalku untuk sore ini?”

Hannah membuka buku catatannya, mencari kolom bagian schedule bosnya. “Kau tidak memiliki janji apa-apa sore hingga malam ini, Mr. Webb. Tapi besok pekerjaanmu penuh dari siang sampai malam. Mungkin kau harus bekerja lembur karena besok adalah tutup bulan.” Hannah menjelaskan.

“Baiklah, kau siapkan semuanya. Aku akan pulang lebih awal sore ini.”

Lalu Elliot masuk ke dalam kantornya, mencari Derby dan Kimberly di teras kantornya. Mereka sedang bermain, Derby terlihat riang gembira. Sedang Kimberly meski mengenakan pakaian babysitter yang menutupi lekuk tubuhnya, Elliot dapat menerka seperti apa bayang tubuh wanita itu dan dia mengumpat kesal karena kepalanya telah berpendar memikirkan hal-hal kotor mengenai wanita itu. Bahkan saat melihat Brie memamerkan buah dadanya yang besar Elliot tak tertarik sama sekali, namun memperhatikan bagaimana Kim memperbaiki letak rambutnya yang tertiup angin membuat darah Elliot berdesir dan dia menginginkan wanita itu. Seperti pria menginginkan wanita untuk dirinya.. menemaninya di atas ranjang.

“Kalian tidak ingin masuk? Kau akan membuat Derby masuk angin bila berlama-lama diluar.” Panggil Elliot pada anaknya dan Kimberly.

Elliot membuka pintu yang menjadi penghubung kantor yang hangat dengan teras yang tertiup angin yang cukup kencang.

“Aku baru saja bermain disini, Daddy... Miss Kim mengizinkanku untuk bermain lima menit lagi disini. Benar kan, Miss Kim?” tanya Derby meminta pertolongan dari babysitternya.

“Iya, benar. Lima menit tidak akan masalah, lagipula Derby sudah memakai baju hangat dan kerudungnya yang cantik. Derby sangat senang melihat pemandangan kota dari ketinggian ini. Pemandangannya indah, Mr. Webb.” Kimberly mengalihkan pandangannya pada Elliot yang sedang mengawasinya, dia tidak bersedia saat wanita itu menoleh padanya.

Dengan kikuk Elliot menjawab pernyataan Kimberly, dia tertangkap basah memperhatikan wanita yang menjadi babysitternya, bahkan ditangkap langsung oleh orang yang sedang di awasinya. Elliot mengumpat dalam hati, memarahi dirinya karena tidak awas dengan keadaan.

Sejak saat itu Elliot selalu mencuri-curi pandang ke arah Kimberly, sekedar melihat apa yang sedang dilakukannya, atau memastikan wanita itu masih berada di dekatnya. Kimberly dan Derby bermain menyusun balok di dalam ruang kerja Elliot. Biasanya Derby akan bermain seorang diri sementara ayahnya sibuk menjawab telephone atau mengawasi pasar saham. Namun ketika Elliot menyadari ada seorang wanita rupawan yang menarik hatinya sedang berjongkok di atas karpet kantornya, tak elak diapun was-was karena tidak fokus dengan pekerjaannya.

“Mungkin kalian bisa bermain di ruangan sebelah? Aku ingin bertemu dengan beberapa orang tamu sebentar lagi.” katanya. Elliot baru saja dihubungi oleh rekan bisnisnya dan mereka akan membicarakan perjanjian kerja sama.

“Baiklah, ayo Derby kita bermain di kamar.” bujuk Kimberly pada Derby yang meminta digendong. Mereka pun kemudian menghilang di balik pintu disusul desah nafas Elliot yang mencoba melepaskan rasa frustasinya.

“Shit!! Dua tahun aku bertahan, mengapa sekarang untuk bertahan satu hari saja terasa begitu sulit??” rutuknya pada dirinya sendiri. Elliot mulai merasa kewalahan menghadapi gairah yang tumbuh dalam dadanya. Dia sangat menginginkan Kimberly dan merasa gila karena berada di dekat wanita itu.  


49 comments:

  1. pertamax..akhirnya dilanjutin juga nih shin,,tq so much...

    ReplyDelete
  2. Waw... kimberly is back...
    ayo elliot cepet sadar sblum nona kim diambil orang....heheeheeee
    thanks mba Shin
    aa jungnam dong..??? Kangen nih!!???

    ReplyDelete
  3. mbaaaa shiiiin *cium2*

    seriusan aku seneng bgt dah ini SIYA di post udah kangen bgt sama mas webb....
    hehehe
    udh gk sabar deh sm kelanjutan mas webb sama kim
    hehehe

    moga ini klanjutannya jg cpet... *amiiiin*

    ReplyDelete
    Replies
    1. SIYA tuh apa sist? lol. hahaha mdh2an aja... lol

      Delete
  4. Huwaaaa dureen webb akhirnya menyadari klo tertarik ama kim xiixxi

    ReplyDelete
  5. Asseekk om duren dtg
    Udh nyosor aj klo g tahan *eehh
    º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba cin

    ReplyDelete
  6. akh ayo buruan nikahi kim om
    hahahaha
    makasih kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... br jg kenal udah main nikah aja...

      Delete
  7. ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴.. Bgt ya Shin... Q mmg kangeen bgt si Duren.. Akhir dposting jga...

    ReplyDelete
  8. ayang duren.

    kacian..


    makash mb shin

    ReplyDelete
  9. makasih mbak shin.. lanjutkan.. ^_^

    ReplyDelete
  10. makasih mbak Shin....
    akhirnya muncul lah kembali duren webb....

    ReplyDelete
  11. Iyees elliot udah mulai tertarik sama kim
    Asiiik
    Lanjutkan Mr. Webb , kejar kimberly~
    Hihihi
    Makasih mb shin :D

    ReplyDelete
  12. elliotnya mulai nyadar ya kl dia suka sama kimberly
    itu si brie ngeselin bgt ya pas kencan
    emg ga cocok buat dijadiin istri tu orang

    ReplyDelete
  13. hmm.....trims mba. dtunggu klnjutanx

    ReplyDelete
  14. baca dari bab 1 dulu.... wekekekekekekekekk.... mengulang kembali feel yang telah lama padam..
    *apaan seh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan eke kembali berdesiiirrrr bacanya.... bang el... lanjut baaaangggg....

      Delete
    2. ciehhh... berdesir knp jeng?? ada pasir ya???

      Delete
  15. Sorry baru sempet komen, aq Masih inget bab sebelum and sebelumnya so lgsg paham hehe

    Makasih sista ...

    ReplyDelete
  16. makasiih cyiin..


    Emang bgitu Webb,,dirimu sanggup b'tahan dua tahun cz blom nemu yang tepat.
    Nah nie si Kim wiz tepat,,monggo langsung diajakin Kawin...
    Pesta donk kita ntar..heheheheheh

    Skali lagi makasih ya cyiiin..

    ReplyDelete
  17. Tq mba shin, smg david...menyusul ;)

    ReplyDelete
  18. Whoaaa...
    Welcome back Mr. Webb.
    Akhirnya kau singgah di blog ini.
    Miss u so bad, Mr. Webb.

    Mba Shin, Thanks eniwey
    *kisseu*

    ReplyDelete
  19. ah Elliot.. Udh deh g' ush wawancra org2 lagi..
    Si Kimberly tuh angel-mu *.*


    Mksih mba shin.. :* #kiss

    ReplyDelete

Silahkan Tinggalkan Komentarmu.